0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan5 halaman

Pengaruh Ekstrak Buah pada Perkecambahan

Percobaan ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak tomat dan jeruk nipis terhadap perkecambahan biji padi. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak tomat dan jeruk nipis menghambat perkecambahan biji padi dibandingkan dengan kontrol yang hanya menggunakan air. Hal ini disebabkan karena kandungan asam absisat pada tomat dan asam askorbat pada jeruk nipis yang berperan sebagai zat penghambat perkecambahan.

Diunggah oleh

ma nurulhaq
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan5 halaman

Pengaruh Ekstrak Buah pada Perkecambahan

Percobaan ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak tomat dan jeruk nipis terhadap perkecambahan biji padi. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak tomat dan jeruk nipis menghambat perkecambahan biji padi dibandingkan dengan kontrol yang hanya menggunakan air. Hal ini disebabkan karena kandungan asam absisat pada tomat dan asam askorbat pada jeruk nipis yang berperan sebagai zat penghambat perkecambahan.

Diunggah oleh

ma nurulhaq
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

 LANDASAN TEORI

Perkecambahan adalah proses awal pertumbuhan individu baru pada tanaman yang
diawali dengan munculnya radikel pada testa benih. Perkecambahan sangat dipengaruhi
oleh ketersediaan air dalam mediu pertumbuhan. Air akan diabsorbsi dan digunakan
untuk memacu aktivitas enzim-enzim metabolism perkecambahan (Agustrina, 2008:
102 )

Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam biji menjadi tanaman baru.
Biji akan berkecambah jika berada dalam lingkungan yang sesuai. Proses perkecambahan
ini memerlukan suhu yang cocok, banyaknya air yang memadai, persediaan oksigen yang
cukup, kelembapan, dan cahaya. Struktur biji yang berbeda antara tumbuhan monokotil
dan dikotil akan menghasilkan struktur kecambah yang berbeda pula. Pada tumbuhan
monokotil, struktur kecambah meliputi radikula, akar primer, plumula, koleoptil, dan daun
pertama. Sedangkan, pada kecambah tumbuhan dikotil terdiri atas akar primer, hipokotil,
kotiledon, epikotil, dan daun pertama (Purnobasuki,2011: 4).

Pertumbuhan awal tumbuhan berbiji dimulai dari biji. Biji mengandung potensi yang
dibutuhkan untuk tumbuh menjadi individu baru, misalnya embrio, cadangan makanan,
dan calon daun/calon akar. Sebutir biji mengandung satu embrio. Embrio terdiri atas
radikula (yang akan tumbuh menjadi akar) dan plumula (yang akan tumbuh menjadi
kecambah). Cadangan makanan bagi embrio tersimpan dalam kotiledon yang didalamnya
terkandung pati, protein dan beberapa jenis enzim. Kotiledon dikelilingi oleh bahan yang
kuat, disebut testa. Testa berfungsi sebagai pelindung kotiledon untuk mencegah
kerusakan embrio dan masuknya bakteri atau jamur ke dalam biji. Testa memiliki sebuah
lubang kecil, disebut mikropil. Di dekat mikropil terdapat hilum yang menggabungkan
kulit kotiledon (Sudjadi, 2006: 79).

B. TUJUAN PERCOBAAN

Untuk melihat pengaruh zat penghambat yang tedapat dalam daging buah terhadap
perkecambahan

C. PELAKSANAAN PERCOBAAN

1. Alat dan bahan

Alat:

 Wadah plastic
 Kapas
 Alat peras
 Saringan

Bahan:

 300 butir gabah


 Tomat
 Jeruk nipis
 Akuades

2. Prosedur kerja

1. Diperas tomat dan jeruk nipis dan cairan yang diperoleh disaring
2. Disiapkan 3 wadah yang telah dilapisi kapas
3. Dibagi gabah atas 3 kelompok dimana kelompok prertama dikecambahkan dlaam
cairan buah tomat, kelompok kedua dalam cairan jeruk nipis, dan kelompok ketiga
sebagai control dalam akuades
4. Setiap hari cairan buah diganti dengan yang baru, tetapi sebelum diganti biji dicuci
terlebh dahulu sampai bersih
5. Diamati kapan biji mulai berckecambah dan berapa banyak biji yang berkecambah
serta ditentukan persentase biji yang berkecambah
6. Setelah perkecambahan biji pada control mencapai 70 % biji yang dikecambahkan
dalam cairan buah dicuci dan dikecambahkan dalam akuades
7. Dilanjutkan pengamatan sampai persentase biji yang berkecambah pada control
mencapai 100 %
8. Setiap biji yang berkecambah setelah dihitung harus dibuang sehingga yang
tersisa hanya biji yang belum berkecambah

D. HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

1. Hasil percobaan

Perlakuan Mulai berkecambah (hari) Perkecambahan (%)

Akuades Hari ke 3 (27 April 2017)

Ekstrak tomat Hari ke 4 (28 April 2017)

Ekstrak jeruk nipis Hari ke 4 (28 April 2017)


2. Pembahasan

Perkecambahan sering dianggap sebagai permulaan kehidupan tumbuhan.


Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan
plumula (calon batang). Radikula tumbuh kebaha menjadi akar sedangkan plumula
tumbuh keatas menjadi batang. Perkecambahan ditandai dengan munculnya kecambah,
yaitu tumbuhan kecil dan masih hidup dari persediaan makanan yang berada dalam biji.
Ada empat bagian penting pada biji yang berkecambah, yaitu betang lembaga
(kaulikulus), akar embrionik (akar lembaga) atau radikula, kotiledon (daun lembaga), dan
pucuk lembaga (plumula). Kotiledon merupakan cadangan makanan pada kecambah
karena pada saat perkecambahan, tumbuhan belum bias melakukan fotosintesis
(Ahapidin, 2009: 2 )

Biji dapat tetap viable (hidup), teyapi tak dapat brkecambah atau tumbuh karena beerapa
penyebab, baik itu berasal darri luar maupun dari dalam biji itu sendiri. Peristiwa ini
kemudian kita kenal dengan istilah dormansi biji. Dormansi biji ini dapat dihilangkan
dengan berbagai cara, diantaranya dengan mencuci biji sehingga zat penghambat hilang.
Cara lainnya yang dapat digunakan ialah denga perlakuan suhu rendah atau pendinginan
awal (Salisbury,1995: 198). Gorldworthly (1992: 92) Indhibitor adalah zat yang
mengahambat pertumbuhan pada tanaman, sering didapat pada proses perkecambahan,
pertumbuhan pucuk atau dalam dormansi. Didalam tanaman, inhibitor menyebar disetiap
organ tubh tanaman tergantung dari jenis inhibitor itu sendiri. Beberapa jenis inhibitor
dalah merupakan bentuk phenyl compound termasuk phenol, benzoic acid, cinamic acid
dan coffeic acid. Gallic acid dan shikimic acid merupakan turunan dan benzoic acid.
Selanjutnya ia mengemukakan pula bahawa gallic acid dapat ditemukan pada buah yang
matang, sedangkan ferulic acid dan p-coumaric acid merupakan ko factor untuk IAA
oksida.

Pada praktikum ini, dilakukan percobaan untuk menumbuhkan biji padi (Oryza sativa)
yang diberi akuades, ekstrak jeruk dan ekstrak tomat. Berdasarkan tabel hasil, biji padi
yang berkecambah paling banyak adalah biji yang diberi akuades yaitu 60% dengan kata
lain, dari 100 padi ada 60 biji padi yang berhasil berkecambah. Sedangkan biji padi yang
diberi ektrak tomat hanya tumbuh sekitar 16% dan yang diberi ekstrak jeruk yang
berhasil berkecambah hanya 10%. Menurut teori, tomat (Solanum lypersicum)
mengandung asam absisat (ABA) yang merupakan zat penghambat (inhibitor)
perkecambahan, sedangkan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mengandung asam askorbat
yang mengganggu penyerapan panjang gelombang, sehingga menghambat
perkecambahan tumbuhan.

Mekanisme penghambatan biji pada asam askorbat yaitu pada jeruk nipis berlangsung
secara kimiawi. Biji padi sebelumnya telah mengalami dormansi yang terjadi akibat kulit
biji yang tidak permeable terhadap air dan oksigen. Akibatnya hanya sedikit oksigen yang
dapat masuk kedalam biji. Sehingga pengaruh asam dari asam askorbat tidak dapat
dinetralisir, akibatnya biji tidak dapat berkecambah atau terhambat perkecambahannya.
Asam absisat yang terkandung didalam tomat memiliki 3 efek utama yang ditentukan
oleh jaringan yang terlibat didalamnya, yaitu memberikan efek pada membrane plasma
sel akar, menghambat sintesa protein, mengnonaktifkan gen yang tertenu secara khas
(efek dari transkripsi) yang menunjukkan adanya pengendalian yang kuat terhadap
proses perkecambahan tumbuhan termasuk dalam perkecambahan biji. Asam absisat
dihasilkan pada tunas terminal yang akan menghambat pada seluruh bagian tanaman.

Menurut Salisbury (1995: 198) didalam dormansi biji dapat disebabkan karena embrio
yang belum masak, impermeabilitas kulit biji terhadap air dan kadang-kadang terhadap
oksigen. Penyebab lain terjadinya dormansi pada biji adalah adanya zat penghambat
perkecambahan. Cairan buah tertentu seperti jeruk mengandung zat penghambat
perkecambahan, sehingga mencegah biji buah berkecambah ketika masih dalam tubuh.
Dormansi karena adanya zat penghambat dapat dihilangkan dengan mencuci biji dalam
air, sehingga zat penghambatnya hilang. Senyawa penghambat kimia juga sering terdapat
pada biji dan sering penghambat ini harus dikeluarkan lebih dulu sebelum
perkecambahan dapat berlangsung. Penghambatan biji tidak hanya terjadi dibiji, tetapi
juga di daun, akar, dan bagian tumbuhan lain.

E. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tomat (Solanum
lypersicum) mengandung asam absisat (ABA) yang merupakan zat penghambat (inhibitor)
perkecambahan, sedangkan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mengandung asam askorbat
yang mengganggu penyerapan panjang gelombang, sehingga menghambat
perkecambahan tumbuhan. Dalam praktikum ini, biji padi yang diberi ektrak tomat dan
ekstrak jeruk nipis petumbuhannya terhambat. Sedangkan yang diberi akuades tumbuh
dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Agustrina, R. 2008. Perkecambahan dan Pertumbuhan Kecambah Leguminoceae di


Bawah Pengaruh Medan Magnet. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung.
Ahadipi, 2009. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan. http://
[Link]/2009/08/[Link]. diakses pada
tanggal 31 Mei 2017.
Goldsworthy, F.R., dan Fisher, 1992, Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik, UGM
Press,Yogyakarta
Purnobasuki, Hery. 2011. Perkecambahan. [Link]
com/search?
q=cache:IKHV4uqLUxAJ:[Link]/repository/GuruIndonesia/Perkecambahan_Her
yPurnobasuki_237.pdf+&cd=4&hl=id&ct=clnk. Diakses tanggal 29 Mei 2017.
Salisbury, F.B., dan C.W. Ross, 1995, Fisiologi Tumbuhan Jilid 2, ITB Press, Bandung.
Sudjadi. B. 2006. Biologi dan sains. Yudhistira, Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai