100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
439 tayangan18 halaman

Mini Riset Riset Operasi di Batik Medan

Riset operasi adalah pendekatan ilmiah untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah sistem yang kompleks dengan menggunakan berbagai metode ilmiah. Tujuannya adalah membantu pengambil keputusan dalam menentukan kebijakan terbaik dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti peluang, risiko, dan alokasi sumber daya yang terbatas. Riset operasi merupakan disiplin ilmu yang luas dan multidispliner.

Diunggah oleh

Ceisar Octaviani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
439 tayangan18 halaman

Mini Riset Riset Operasi di Batik Medan

Riset operasi adalah pendekatan ilmiah untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah sistem yang kompleks dengan menggunakan berbagai metode ilmiah. Tujuannya adalah membantu pengambil keputusan dalam menentukan kebijakan terbaik dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti peluang, risiko, dan alokasi sumber daya yang terbatas. Riset operasi merupakan disiplin ilmu yang luas dan multidispliner.

Diunggah oleh

Ceisar Octaviani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mini Riset Mata Kuliah Riset Operasi

IMPLEMENTASI RISET OPERASI PADA PERUSAHAAN

“Studi Kasus Galeri Ardhina Batik Medan”

Anggota Kelompok :

Ceisar Octaviani Efendi Nasution (7183210025)

Desi Tambunan (7183510007)

Retno S Manurung (7183510018)

Rani Sartika (7182210005)

Ravika Duri Siregar (7183510028)

Sinta Fitria (7181210002)

Siska Meliana Sitorus (7181210011)

Dosen Pengampu : Muda Lokot Harahap


Kelas : Manajemen A 2018

MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2021

MR RISET OPERASI 1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya
penulis bisa menyelesaikan Mini Riset ini. Penyusunan Mini Riset ini penulis menyadari
bahwa kelancaran penulisan Mini Riset adalah berkat bantuan dan motivasi dari berbagai
pihak. Oleh karena itu penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang
telah membantu dalam kelancaran penulisan Mini Riset ini. Dalam penulisan Mini Riset ini,
penulis telah berusaha menyajikan yang terbaik. Penulis berharap semoga Mini Riset ini
dapat memberikan informasi serta mempunyai nilai manfaat bagi semua pihak.

Medan, Maret 2021

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................................

DAFTAR ISI....................................................................................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................................................

1.1 Latar Belakang.........................................................................................................................

1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................................

1.3 Tujuan......................................................................................................................................

BAB II KAJIAN TEORI.................................................................................................................

2.1 Pengertian Riset Operasi..........................................................................................................

2.2 Pengembangan Riset Operasi...................................................................................................

2.3 Tantangan Riset Operasi..........................................................................................................

BAB III METODOLOGI PENELITIAN......................................................................................

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ..................................................................................................

3.2 Jenis Penelitian.........................................................................................................................

3.3 Metode Penelitian....................................................................................................................

BAB IV PEMBAHASAN................................................................................................................

4.1 Hasil penelitian........................................................................................................................

BAB V PENUTUP...........................................................................................................................

5.1 Kesimpulan..............................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Istilah Riset Operasional (Operation Reseach) pertama kali dipakai pada tahun 1940
oleh Mc Closky dan Trefthen di suatu kota kecil Bowdsey Inggris. Riset Operasional ialah
suatu metode pengambilan keputusan yang dikembangkan dari studi operasional-operasional
militer selama Perang Dunia II. Pada masa pertama perang 1939, pemimpin militer Inggris
memanggil sekelompok ahli-ahli sipil dari banyak sekali disiplin dan mengkoordinasi mereka
ke dalam suatu kelompok yang diserahi kiprah mencari cara-cara yang efisien untuk memakai
alat yang gres ditemukan yang dinamakan radar dalam suatu sistem peringatan dini
menghadapi serangan udara.

Kelompok andal Inggris ini dan kelompok-kelompok lain diberikutnya melaksanakan


penelitian (research) pada operasional-operasional (operations) militer. Sesudah kesuksesan
tim riset operasional ini, militer Inggris dan Amerika Serikat melanjutkan mengaktifkan tim
riset operasional. Sebagai hasilnya, tim riset operasional semakin banyak yang disebut
dengan “peneliti operasional militer” yang mengaplikasikan pendekatan riset operasional
pada permasalahan pertahanan nasional. Beberapa metode yang mereka kembangkan
memasukkan ilmu politik, matematik, ekonomi, teori probabilitas dan statistik. Sesudah
perang, keberhasilan kelompok-kelompok penelitian operasional- operasional dibidang
militer menarikdanunik perhatian para industriawan dalam dunia perjuangan yang
berkembang semakin kompleks.

Perkembangan dunia perjuangan ini sangat terlihat dengan terperinci sehabis revolusi
industri. Industri semakin kompleks, sumber daya yang dimiliki dipakai untuk banyak sekali
kegiatan atau aktivitas, organisasi industri semakin besar, dan tiruana itu sering memakai
sumber daya yang terbatas. Keterbatasan sumber daya mengakibatkan kepentingan masing-
masing acara atau potongan saling bentrok. Melihat kesuksesan tim riset operasional pada
militer, industri secara sedikit demi sedikit mengaplikasi penerapan riset operasional. Sejak
tahun 1951, riset operasional diaplikasikan di dunia industry dan bisnis di Inggris dan juga di
Amerika Serikat.

Sejak itu riset operasional mempersembahkan dampak besar pada organisasi


manajemen. Baik jumlah maupun variasi aplikasinya bertumbuh sangat cepat.
1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana sistem operasional pada Gerai Batik Ardhina Batik Medan

1.3 Tujuan

 Memenuhi salah satu tugas wajib KKNI Mata Kuliah Riset Operasi
 Menambah wawasan tentang Riset Operasi perusahaan
BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Riset Operasi


Pengertian Riset Operasional Secara harfiah kata operation sanggup didefenisikan
sebagai tindakan-tindakan yang diterapkan pada beberapa kasus atau hipotesis. Sementara
kata riset (research) ialah suata proses yang terorganisasi dalam mencari kebenaran akan
kasus atau hipotesis tadi. Kenyataannya, sangat susah untuk mendefenisikan Operation
Research, terutama sebab batas-batasnya tidak jelas. Operation Reseach mempunyai
bermacam- macam penjelasan, diberikut ini beberapa kutipan defenisi operation research
yang dikemukan oleh para andal operation research dalam banyak sekali literature.
Riset Operasi ialah suatu aplikasi dari banyak sekali metoda ilmiah untuk tujuan
penguraian terhadap masala-masalah yang kompleks yang muncul dalam pengarahan dan
pengelolaan dari suatu sistem besar (manusia, mesin-mesin, bahan-bahan, dan uang) dalam
bidang perindustrian, bisnis, pemerintahan, dan pertahanan. Pendekatan khusus ini bertujuan
membentuk suatu model ilmiah dari sistem, menggabungkan banyak sekali faktor ibarat
peluang dan resiko, untuk meramalkan dan membandingkan hasil-hasil dari beberapa
keputusan, strategi, atau pengawasan. Tujuannya ialah memmenolong pengambil keputusan
menentukan kebijaksanaan dan tindakannya secara ilmiah. (Operation Research Society of
Great Britain). Riset Operasi berkaitan dengan menentukan pilihan secara ilmiah bagaimana
merancang dan menjalankan sistem manusia-mesin secara terbaik, biasanya membutuhkan
alokasi sumber daya yang langka. (Dari buku Operation Reseach Principiles and Practice,
karangan [Link] dan Don T. Phillips dan James J. Solberg, dikutip dari Operation
Reseach Society of America). Riset Operasional berkaitan dengan menentukan pilihan secara
ilmiah bagaimana merancang dan menjalankan sistem manusia-mesin secara terbaik,
biasanya membutuhkan alokasi sumber daya yang langka.
Operations research ialah pendekatan dalam pengambilan keputusan yang ditandai
dengan penerapan pengetahuan ilmiah melalui perjuangan kelompok antar disiplin yang
bertujuan menentukan penerapan terbaik sumberdaya yang terbatas. (Churchman, Ackoff dan
Arnoff, 1957). Operations research dijelaskan sebagai suatu metode, suatu pendekatan,
seperangkat metode, sekelompok kegiatan, suatu kombinasi beberapa disiplin, suatu ekspansi
dari disipilin-disiplin utama (matematika, metode, ekonomi), suatu disiplinbaru, suatu
lapangan kerja, bahkan suatu agama. OR mungkin beberapa dari tiruana hal ini. (S.L. Cook
dalam Little Chid, 1977) Berbagai defenisi diatas yang muncul dari banyak sekali andal
operation research sebab begitu luasnya bidang dan kajian yang sanggup dimasuki oleh
disiplin ilmu operation reseach, banyak sekali defenisi diatas paling tidak ada rangkuman
yang bisa diambil terkena arti kata riset operasional, yaitu : 1. Riset Operasional meliputi
beberapa aspek dua kata yaitu riset yang harus memakai metode ilmiah dan operasional yang
bekerjasama dengan proses atau berlangsungnya suatu kegiatan (proses produksi, proses
pengiriman barang / militer / senjata, proses pemdiberian pelayanan melalui suatu antrian
yang panjang). Definisi lain ialah : Riset Operasional ialah aplikasi metode ilmiah terhadap
permasalahan yang kompleks dalam mengarahkan dan mengendalikan sistem yang luas
terkena kehidupan manusia, mesin-mesin, material dan uang dalam industri, bisnis,
pemerintahan dan pertahanan.

2.2 Pengembangan Riset Operasi

Ada dua faktor lainnya yang turut berkontribusi dalam pengembangan riset
operasional. Pertama ialah kemajuan fundamental yang dibuat di pertama dalam
pengembangan metode yang ada terhadap riset operasional. Sesudah perang, banyak ilmuwan
yang berpartisipasi dalam tim riset operasional atau yang mendengarkan keberhasilan tim
termotivasi untuk melanjutkan penelitian relevan terhadap suatu bidang, yang menawarkan
pengembangan penting dari sudut seni yang dihasilkan. Salah satu referensi paling penting
ialah ditemukannya metode simpleks untuk menuntaskan permasalahan pemrograman linear
oleh George Dantzig tahun 1947. Banyak metode riset operasional, ibarat pemrograman
linear, pemrograman dinamis, teori antrian dan teori inventori sudah dikembangkan dengan
baik di final tahuan 1950- an. Faktor kedua ialah perkembangan teknologi komputer.
Perhitungan kompleks sering harus dilakukan untuk permasalahan kompleks. Jika dilakukan
dengan tangan (secara manual) sering menjadi kasus dan bahkan sering mustahil dilakukan.
Pengembangan komputer digital elektronik dengan kemampuan melaksanakan perhitungan
aritmetik tinggi sudah mempersembahkan penyelesian yang ribuan atau jutaan kali lebih
cepat daripada yang bisa insan lakukan dengan tangan. Perkembangan disiplin operation
research diawaili dari keberhasilan-keberhasilan penelitian dari kelompok kelompok studi
militer yang kemudian sudah menarikdanunik kalangan Industriawan untuk memmenolong
mempersembahkan banyak sekali solusi terhadap masalah-masalah manajerial yang rumit.
Dalam perkembangannya kini ini, Operation Reseach (OR) banyak diterapkan dalam
menuntaskan masalah-masalah administrasi untuk meningkatkan produktivitas atau efisiensi.
Operation Reseach sering dinamakan sebagai Management Science.
1.      Pengertian Riset Operasional Secara harfiah kata operation sanggup didefenisikan
sebagai tindakan-tindakan yang diterapkan pada beberapa kasus atau hipotesis. Sementara
kata riset (research) ialah suata proses yang terorganisasi dalam mencari kebenaran akan
kasus atau hipotesis tadi. Kenyataannya, sangat susah untuk mendefenisikan Operation
Research, terutama sebab batas-batasnya tidak jelas. Operation Reseach mempunyai
bermacam- macam penjelasan, diberikut ini beberapa kutipan defenisi operation research
yang dikemukan oleh para andal operation research dalam banyak sekali literature.
2.      Riset Operasi ialah suatu aplikasi dari banyak sekali metoda ilmiah untuk tujuan
penguraian terhadap masala-masalah yang kompleks yang muncul dalam pengarahan dan
pengelolaan dari suatu sistem besar (manusia, mesin-mesin, bahan-bahan, dan uang)
dalam bidang perindustrian, bisnis, pemerintahan, dan pertahanan. Pendekatan khusus ini
bertujuan membentuk suatu model ilmiah dari sistem, menggabungkan banyak sekali
faktor ibarat peluang dan resiko, untuk meramalkan dan membandingkan hasil-hasil dari
beberapa keputusan, strategi, atau pengawasan. Tujuannya ialah memmenolong
pengambil keputusan menentukan kebijaksanaan dan tindakannya secara ilmiah.
(Operation Research Society of Great Britain). Riset Operasi berkaitan dengan
menentukan pilihan secara ilmiah bagaimana merancang dan menjalankan sistem
manusia-mesin secara terbaik, biasanya membutuhkan alokasi sumber daya yang langka.
(Dari buku Operation Reseach Principiles and Practice, karangan [Link] dan Don
T. Phillips dan James J. Solberg, dikutip dari Operation Reseach Society of America).
Riset Operasional berkaitan dengan menentukan pilihan secara ilmiah bagaimana
merancang dan menjalankan sistem manusia-mesin secara terbaik, biasanya
membutuhkan alokasi sumber daya yang langka. Operations research ialah pendekatan
dalam pengambilan keputusan yang ditandai dengan penerapan pengetahuan ilmiah
melalui perjuangan kelompok antar disiplin yang bertujuan menentukan penerapan
terbaik sumberdaya yang terbatas. (Churchman, Ackoff dan Arnoff, 1957). Operations
research dijelaskan sebagai suatu metode, suatu pendekatan, seperangkat metode,
sekelompok kegiatan, suatu kombinasi beberapa disiplin, suatu ekspansi dari disipilin-
disiplin utama (matematika, metode, ekonomi), suatu disiplinbaru, suatu lapangan kerja,
bahkan suatu agama. OR mungkin beberapa dari tiruana hal ini. (S.L. Cook dalam Little
Chid, 1977) Berbagai defenisi diatas yang muncul dari banyak sekali andal operation
research sebab begitu luasnya bidang dan kajian yang sanggup dimasuki oleh disiplin
ilmu operation reseach, banyak sekali defenisi diatas paling tidak ada rangkuman yang
bisa diambil terkena arti kata riset operasional, yaitu : 1. Riset Operasional meliputi
beberapa aspek dua kata yaitu riset yang harus memakai metode ilmiah dan operasional
yang bekerjasama dengan proses atau berlangsungnya suatu kegiatan (proses produksi,
proses pengiriman barang / militer / senjata, proses pemdiberian pelayanan melalui suatu
antrian yang panjang). Definisi lain ialah : Riset Operasional ialah aplikasi metode ilmiah
terhadap permasalahan yang kompleks dalam mengarahkan dan mengendalikan sistem
yang luas terkena kehidupan manusia, mesin-mesin, material dan uang dalam industri,
bisnis, pemerintahan dan pertahanan.
3.       Tahapan Studi Riset Operasional ialah Kegiatan yang dilakukan pada tahap pertama
terdiri dari penentuan tujuan optimasi, identifikasi alternatif keputusan dan sumber daya
yang membatasi kegiatan atau aktifitas untuk mencapai tujuan. Merumuskan atau
mendefinisikan dilema yang akan dipecahkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai
berdasarkan keadaan adil. Biasanya harus memperhatikan tiga hal yaitu :Pertama, uraian
yang tepat terkena tujuan yang akan dicapai,kedua, identifikasi daripada adanya alternatif
dalam keputusan yang menyangkut suatu sistem, ketiga, mengenali adanya pembatasan-
pembatasan (limitation, restriction dan juga persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan
sistem yang bersangkutan dengan pemecahan persoalan). Tahapan ini akan dilakukan
secara bahu-membahu antara analis Riset Operasional dengan pengguna atau pengambil
keputusan. Jika identifikasi permasalahan sudah terperinci dan lengkap, model keputusan
sanggup dibangun Salah satu alasan pembentukan model dalam riset operasional ialah
untuk menemukan variabel-variabel apa yang penting dan menonjol yang berkaitan erat
dengan penyelidikan hubungan yang ada diantara variabel-variabel itu. Teknik-metode
kuantitatif ibarat statistik dan simulasi bisa digunakan. Model sanggup diklasifikasikan
dalam banyak cara, contohnya berdasarkan jenisnya, dimensinya, fungsinya, tujuannya,
subyeknya, atau derajatnya. Kriteria yang paling biasa ialah jenis model yang meliputi
iconoc (physical), analogue (diagramatic) dan symbolic (mathematical). Model yang
paling tepat harus digunakan, sebab kesalahan pembentukan model akan menjadikan
kesalahan pencapaian solusi optimum. Pemilihan model juga akan didasarkan pada waktu
dan biaya yang tersedia. Tahapan penyelesaian model dilakukan dengan menentukan
salah satu metode yang tersedia di RO. Penyelesaian sanggup dilakukan memakai
perangkat lunak komputer sebab cukup tersedia perangkat lunak dengan banyak sekali
kemampuan di pamasukan. Untuk model yang sederhana tentunya dengan mudah
sanggup diselesaikan secara manual dengan atau tanpa menolongan kalkulator. Model
ditetapkan valid bila sanggup mempersembahkan prediksi yang masuk budi akan kinerja
sistem. Metode umum yang dipakai untuk mengusut validitas model ialah
membandingkan solusi yang diperoleh dengan data kemudian yang tersedia dari system
nyata. Model dikatakan valid bila pada kondisi input yang sama dengan sistem positif
menghasilkan kinerja sistem yang sama dengan sistem nyata. melaluiataubersamaini kata
lain bahwa model sah (valid) apabila sanggup mempersembahkan prediksi yang sanggup
mendapatkan amanah dari hasil proses suatu sistem, disamping diakui adanya
ketidaktepatan dari model tersebut untuk mewakili keadaan yang bergotong-royong
terjadi (real world) Tahap terakhir ialah implementasi. Tahapan ini meliputi beberapa
aspek penerjemahan solusi optimal yang diperoleh pada tahap penyelesaian model ke
dalam instruksi operasional yang sanggup dimengerti oleh individu yang menjalankan
sistem.

2.3 Tantangan Riset Operasi


Tantangan Aplikasi Riset Operasional Bagian terpenting dari Riset Operasional ialah
bagaimana menerjemahkan permasalahan sehari-hari ke dalam model matematis. Faktor-
faktor yang mempengaruhi pemodelan harus disederhanakan dan apabila ada data yang
kurang, belum sempurnanya tersebut sanggup diasumsikan atau diisi dengan pendekatan
yang bersifat rasional. Dalam Riset Operasional dibutuhkan ketajaman berpikir dan logika.
Untuk mendapatkan solusi yang optimal dan megampangkan kita mendapatkan hasil, kita
sanggup memakai komputer. Software yang sanggup dipakai antara lain: LINDO (Linear,
Interactive and Discrete Optimizer) dan POM For Windows. Penyelesaian permasalahan
keputusan pertama sekali dilakukan dengan membentuk model. Pada aplikasi riset
operasional umumnya, tujuan dan sumber daya yang membatasi sanggup ditunjukkan secara
kuantitatif atau matematik sebagai fungsi variabel keputusan dipakai model matematik. Tidak
tiruana permasalahan meningkatkan secara optimal sanggup dimodelkan memakai model
matematik. Meskipun sanggup dimodelkan secara matematik, tidak jarang juga model
matematik yang diformulasikan terlalu kompleks untuk diselesaikan memakai metode solusi
yang ada. Pendekatan lain yang dipakai untuk mengatasi permasalahan ini ialah memakai
model simulasi. Model simulasi tidak menawarkan secara eksplisit hubungan input dan
output. Secara biaya model simulasi cukup mahal. Jika dilihat dari bentuk data yang
digunakan, model sanggup dibedakan menjadi model deterministik dan model probabilistik
atau stokastik. Model deterministik dibangun memakai data yang sifatnya niscaya sedangkan
model probabilistik dibangun memakai data yang sifatnya tidak pasti. Organisasi bisnis dan
publik di negara maju memakai riset operasional sebagai basis mencapai tujuan secara
optimum dengan orientasi efisiensi tinggi. Itulah yang membuat mereka sangat kompetitif
dan solid sehingga sanggup tumbuh pesat dengan rentabilitas yang optimum. Pertumbuhan
dalam skala mikro tersebut menunjang pertumbuhan skala mikro. Akan tetapi, di Indonesia,
Riset Operasional dijauhi dan dihindari sehingga organisasi bisnis dan publik sangat tidak
efisien. Akibatnya, tidak kompetitif dan ringkih oleh terpaan dan serangan. Buktinya, selama
60 tahun lebih merdeka, BUMN selalu dimerger dengan dalih biar efisien, padahal pada
dasarnya memang tidak efisien dan rapuh. Agar operations research tidak sekadar jadi
patidakboleh di etalase akademik maka tiruana jajaran administrasi harus menyukai dan
melaksanakan secara praktis, sehingga organisasi kompetitif dan solid. Masa depan riset
operasional sebagaimana yang digambarkan andal dalam bidang riset operasional Lee W
Schruben, seorang professor Industrial Engineering & operation Research pada UC Berkeley,
mengkaji beberapa citra menganai operation research dikala ini dan masa akan hadir.
Diuraikannya bahwa kasus yang terjadi pada dunia operation research ialah bagaimana
meramalkan sebuah model operation research. Penggambaran operation research ini dimulai
dengan mencoba model yang akan terjadi dimasa akan hadir dan ini ialah tantangan simpel
yang terbesar. Bagaimana mendapatkan model dengan perkiraan statis serta melaksanakan
pengembangan prediksi model dimasa yang yang akan hadir yang sanggup merespon
perubahan yang terjadi ialah kasus yang belum terselesaikan dikala ini. Saat ini, para praktisi
spesialuntuk mengumpulkan data serta membangun sebuah model berdasarkan perkiraan
dikala ini dan cenderung mengabaikan apa yang akan terjadi dimasa akan hadir. Sehingga,
model yang dibuat spesialuntuk menunjukan apa yang terjadi di masa lampau. Kebanyakan
model mengasumsikan bahwa input data terpisah dan terdistribusi dengan sendirinya padahal
ini tidak benar. Hal yang bergotong-royong terjadi ialah input data tidak terpisah serta
memerlukan proses distribusi yang akan dijalankan oleh para pengguna. Pendekatan terbaik
bagi operation research modeling ialah melaksanakan integrasi antara peramalan dan analisis
risiko. Kita harus mengintegrasikan sebuah model dengan warta pasar yang dinamis serta
proses peramalan. Model operation research harus berdasarkan kompleksitas yang dinamis
serta berdasarkan optimalisasi. Terdapat banyak sekali teori operation research yang salah
dalam kasus penamaan. Hal ini hadir dari insight manajerial pada beberapa riset terkena
operation research. Pada praktiknya operation research sudah membuat imbas yang besar
bagi dunia bisnis. SAP atau Oracle’s ERP solutions sudah menuntaskan permasalahan bagi
operation research. Namun, akungnya banyak software ini tidak cocok bagi dunia akademis.
Pada dunia akademis, dibutuhkan banyak sekali kerja sama antar software tersebut dan tidak
bisa berdiri sendiri. SAP atau Oracle’s ERP solutions sudah menuntaskan permasalahan bagi
operation research. Namun, akungnya banyak software ini tidak cocok bagi dunia akademis.
Pada dunia akademis, dibutuhkan banyak sekali kerja sama antar software tersebut dan tidak
bisa berdiri sendiri.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi Mini Riset dilakukan oleh kelompok kami di perusahaan GALERI ARDINA
BATIK MEDAN yang berada di Jalan Musyawarah, gang bersama, Medan Tembung. Waktu
penelitian dilakukan pada hari Jum’at 19 Maret 2021 pada pukul 14.30 - selesai.

3.2 Jenis Penelitian


Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan
menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Sugiono, penelitian kualitatif adalah penelitian
dimana peneliti ditempatkan sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan
secara penggabungan dan anlisis data bersifat induktif (Sugiono, 2010:9). Krik dan Miler
(dalam moleong) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai cara untuk melakukan
pengamatan langsung kepada individu dan berhubungan dengan orang-orang tersebut untuk
mendapatkan data yang digalinya (Moleong, J.L2002:3)
3.3 Metode Pengumpulan Data

 Sumber data
Sumber data yang digunakan yaitu Data primer. Data primer adalah data yang
diperoleh dengan survei lapangan. Data primer diperoleh dengan cara wawancara
dengan pimpinan perusahaan Galeri Ardina Batik Medan Bapak Endy Gunawan
mengenai gambaranumum perusahaan.
 Jenis data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data kualitatif. Dengan cara
wawancara, observasi, dan pemotretan gambar.
 Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
wawancara secara langsung, dan teknik pengambilan foto bersama pimpinan/manajer
perusahaan Galeri Ardina Batik Medan.
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Usaha kecil, menengah dan kecil (UMKM) memegang peranan besar untuk
meningkatkan PDB dengan menciptakan industri kecil menengah yang diharapkan dapat
membantu mencapai kondisi ekonomi yang lebih baik dan adil bagi masyarakat Indonesia.
Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa kontribusi sektor UKM meningkat
dari sekitar 57 % menjadi 60.3%. Tidak hanya itu, sektor UMKM juga membantu
mempekerjakan pekerja rumah tangga. Penyerapan lapangan kerja di sektor UKM telah
meningkat dari sekitar 95% menjadi 97%.

Setiap daerah memiliki potensi untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Dalam hal
ini, peran pemerintah sangat penting sebagai fasilitator dan mediator dalam mengeksplorasi
potensi di daerah. Keberadaan undang-undang otonomi daerah memiliki implikasi bagi
pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan peran daerah dalam melaksanakan
pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Tamaya V, dkk, 2013).
Kota Medan memiliki banyak potensi baik berupa budaya,pariwisata,dan letak geografis yang
cukup baik. Dari segi budaya, Medan memiliki tari tortor dan juga ulos yang merupakan ciri
khas produk Sumatera Utara. Saat ini kota Medan tidak hanya memproduksi ulos tetapi juga
memproduksi batik dengan ciri khas Sumatera Utara yang dikenal dengan kampung batik.
Kemunculan perajin batik, setelah diberikannya pelatihan membatik dari pihak yang peduli
terhadap kemajuan masyarakat. Kini, terdapat wirausaha batik yang didominasi oleh ibu-ibu
rumah tangga dan kalangan remaja. Motif-motif batik di Sumatra Utara mengikuti
karakteristik budaya yang ada di wilayah tersebut seperti adanya motif istana maimun,
masjid, motif rebung, berhasil mencuri perhatian dan menjadi daerah tujuan belanja
masyarakat luas.

Pusat kerajinan batik ternyata tidak hanya berada di Pulau Jawa. Kini, daerah di Luar
Pulau Jawa pun mulai mengembangkan batik sebagai salah satu identitas wilayah. Salah
satunya adalah pusat kerajinan batik Kecamatan Tembung, Kota Medan, Sumatra Utara.

Motif-motif khas Sumatra Utara yang penuh arti sejarah pada lembaran kain batik pun
berhasil mencuri perhatian para wisatawan sekaligus warga sekitar. Kecamatan Tembung pun
kini berubah menjadi salah satu destinasi berbelanja para wisatawan dan warga sekitar yang
ingin membeli batik. Alhasil, pada 2016 lokasi ini mulai dikenal sebagai kampung batik.

Edy Gunawan, perajin sekaligus pemilik Ardhina Batik, menjelaskan, sebagian warga
di Kecamatan Tembung tertarik membatik karena dianggap unik. Edy mulai mengikuti
pelatihan membatik tahun 2009 lalu yang digelar oleh Pemerintah Kota Medan. Merasa jatuh
cinta, dia mencoba untuk membangun usaha mandiri.

Ardhina Batik Motif Medan memiliki dua jenis batik yang dikembangkan adalah
batik tulis dengan motif khas Jawa serta batik cap atau cetak dengan motif Gorga atau khas
Batak. Produksi batik dari sentra ini sering dipamerkan pada acara-acara pameran yang
diadakan di Sumatera Utara dan beberapa sudah mendapat pesanan dari beberapa instansi
pemerintah untuk pakaian seragam. UMKM Ardhina Batik Motif Medan BMM yang
meproduksi kain batik khas Sumatera Utara. Batik dengan motif yang disesuaikan dengan
lima etnis Batak yang ada di Sumatera Utara yaitu Mandailing Tapanuli Utara Toba
Simalungun Karo Pakpak Dairi dan Tapanuli Tengah. Ardhina Batik Motif Medan tahun
2009.

Ardhina Batik Motif Medan Aspek produksi dan Manajemen dari usaha pembuatan
kain batik oleh mitra kerja sama terdiri dari tiga aspek yaitu perencanaan produksi,
pengendalian produksi dan pengawasan produksi. Pada aspek produksi meliputi jenis produk
berupa kain untuk bakal baju dengan jumlah produksi rata-rata perhari 10 meter utuk tiap
motif dengan jumlah motif yang dihasilkan rata-rata perhari 2-3 motif. Pengendalian produksi
meliputi penjadwalan kerja yaitu untuk Ardhina Universitas Sumatera Utara 41 Batik Motif
Medan dengan jam kerja dari Senin sampai Sabtu dari jam 08.00 – 17.00 WIB, Ardhina Batik
Motif Medan terdiri dari 9 orang pekerja yang merupakan masyarakat sekitar. Pemasaran
batik melalui reseller dan dijual di galeri-galeri batik.

Pengawasan produksi meliputi kualitas dan standar produk yang dihasilkan, produk
yang dihasilkan sudah dipamerkan di beberapa acara dan sudah dipasarkan ke berbagai
daerah serta dipesan oleh beberapa instansi pemerintah sebagai baju seragam. Kisaran harga
untuk per lembar kain batik yang dipasarkan sekitar 150 ribu sampai dengan 300 ribu rupiah,
untuk cost produksi rata-rata 100 ribu sampai dengan 200 ribu rupiah per lembar. Proses
produksi kain batik terdiri dari tiga tahapan yaitu pewarnaan, pemberian malam lilin pada
kain dan pelepasan lilin pada kain. Jika proses pewarnaan dan pemberian malam selesai maka
malam dilunturkan dengan proses pemanasan. Batik yang telah jadi direbus hingga malam
menjadi leleh dan terlepas dari air. Proses perebusan ini dilakukan dua kali, yang terakhir
dengan larutan soda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan
menghindari kelunturan. Setelah perebusan selesai, batik direndam air dingin dan dijemur.

Proses pembatikan tersebut menghasilkan limbah cair batik yang menimbulkan


masalah pada lingkungan jika tidak dikelola. Limbah cair batik dibuang begitu saja ke saluran
drainase tanpa memikirkan dampaknya. Keterbatasan air bersih untuk proses pewarnaan dan
pelontoran perebusan memerlukan jumlah air yang cukup banyak, hal tersebut akan
menambah biaya produksi.

Sampai sekarang banyak pengrajin batik mampu bertahan dalam industri batik Medan
dengan secara kontinu memproduksi batik dan memasarkan batik ke sekitar kota Medan baik
dalam bentuk penjualan langsung maupun pesanan. Saat ini kegiatan pelatihan untuk
pengrajin masih dilakukan secara terus menerus yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi
dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan juga BUMN seperti Pertamina
sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dimana Pertamina membantu mitra usaha
batik ini dalam bentuk penambahan modal, peralatan batik, pemberian pelatihan, promosi,dan
pameran baik yang berskala nasional maupun international.

Upaya pemberdayaan pengrajin melalui pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh Pemerintah


Kota Medan yang terhitung cukup baik,karena disini pemerintah tetap berkomitmen untuk
mengadakan pelatihan-pelatihan baik pelatihan membatik maupun pelatihan dari sisi
manajemen usaha yaitu terkait pemasaran/E-commerce dan keuangan.

Dalam hal pemasaran batik Medan, para pelaku UMKM melalui peran Dinas Perindustrian
dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dekranasda dan juga pihak BUMN dalam hal
ini beberapa BUMN seperti Pertamina, Telkom melakukan program dengan
menyelenggarakan event atau pameran yang diadakan beberapa bulan sekali, hanya sering
terjadi pameran yang dilakukan belum memiliki perencanaan yang terjadwal, seperti
pengrajin batik yang mana yang akan melakukan pameran, berapa kali pameran akan
dilakukan, dan masih diperlukan koordinasi agar terjalin kerjasama yang baik diantara dinas
terkait dengan pelaku UMKM. Pemko Medan melalui Dinas Perindustrian.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Ardhina Batik Motif Medan memiliki dua jenis batik yang dikembangkan adalah
batik tulis dengan motif khas Jawa serta batik cap atau cetak dengan motif Gorga atau khas
Batak. Produksi batik dari sentra ini sering dipamerkan pada acara-acara pameran yang
diadakan di Sumatera Utara dan beberapa sudah mendapat pesanan dari beberapa instansi
pemerintah untuk pakaian seragam. UMKM Ardhina Batik Motif Medan BMM yang
meproduksi kain batik khas Sumatera Utara. Batik dengan motif yang disesuaikan dengan
lima etnis Batak yang ada di Sumatera Utara yaitu Mandailing Tapanuli Utara Toba
Simalungun Karo Pakpak Dairi dan Tapanuli Tengah. Ardhina Batik Motif Medan tahun
2009

Ardhina Batik Motif Medan Aspek produksi dan Manajemen dari usaha pembuatan
kain batik oleh mitra kerja sama terdiri dari tiga aspek yaitu perencanaan produksi,
pengendalian produksi dan pengawasan produksi.
Lampiran.

Anda mungkin juga menyukai