Strategi Lulus Tes IPDN 2023
Strategi Lulus Tes IPDN 2023
Udah pada Tau IPDN kan? Yups Institut Pemerintahan Dalam Negeri, IPDN ini
Sekolah Pamong Praja. Kalau jaman dulu Sering disebut Sekolah Camat,
Karena Memang Banyak Alumninya/Purna Praja yang mendapat amanah
Jabatan Camat di Daerah-daerah. Bukan Hanya Camat, Jabatan Bupati,
Walikota, Bahkan Gubernur pun Pernah diduduki Oleh Purna Praja. beberapa
diantara mereka adalah, Gubernur Riau Periode 2019-2024, Drs. H. Syamsuar,
APDN Pekanbaru (1987). Beliau juga Sebelumnya Pernah Menjabat sebagai
Bupati Siak 2 Periode dan Wakil Bupati Siak Periode 2001-2006. ada juga
kakak Angkatan 03 (1994) Dr. Genius Umar, [Link] yang Menjadi Walikota
Pariaman periode 2018-2023. dan masih banyak lagi kakak Purna Praja yang
Memiliki karir Cemerlang di Pemerintahan.
Karir yang hebat bukan? kamu pun bisa seperti mereka bahkan lebih jika
kemauanmu cukup kuat. sebelum mereka sesukses itu tentu ada banyak
tahapan yang telah mereka lalui, salah satunya adalah mengikuti Tes Masuk
APDN/STPDN/IPDN. dan kakak yakin kamu bisa sampai baca E-book ini
Karena Kamu Mau Masuk IPDN bukan?
seberapa yakin kamu untuk lulus IPDN?
yakin Banget? yakin aja? ya kali gua ga yakin (dalam hati)
yang paling penting itu kamu yakin dulu, baru jalannya bakal ketemu.
masih mau lagi? kakak kasih 1000 link berita atau cerita tentang perjuangan
mereka yang tak mampu Secara Ekonomi, namun berhasil lulus IPDN pun
kamu bakal tetap minta lagi. Kalau niatmu Cuma mau cari Alasan biar
dibilang Wajar kamu kalo ga Lulus IPDN isinya anak pejabat semua. Ubah
Mindsetmu! Tak Peduli Sainganmu Siapa, Kalau Kamu yang Paling Siap,
kamu yang akan LULUS !
Itulah yang kakak terapkan dulu, kakak adalah anak seorang petani di
sebuah desa kecil di pulau Bangka. Sekolah di MTS dan SMA Swasta di
Pinggiran Kota Kecil Sungailiat. Berhasil bersaing dengan anak-anak pejabat,
orang kaya maupun mereka yang pintar dan pernah mengikuti Olimpiade
Pelajaran. ketika diremehkan, kakak tidak terlalu menghiraukan karena
kakak yakin dengan kemampuan dan persiapan kakak sampai akhirnya
LULUS menjadi Praja IPDN pada tahun 2014.
ada juga Teman kakak yang Pontang-panting Jualan Ikan Untuk Mencari
Uang sebelum masuk IPDN. Berangkat Subuh Pulang Malam, dari mencari
Ikan di Dermaga sampai Keliling kampung Untuk Menjualnya dan Bersama-
sama kakak Lulus Tes pada Tahun 2014. kemudian Menjadi
Purna Praja pada Tahun2018.
Sebenarnya Masih Banyak Lagi Cerita-cerita serupa namun tak terungkap
saja. Jadi Kamu Harus yakin dengan Kemampuanmu Dulu, Kamu Punya
Kesempatan yang sama hanya Persiapan dan Doa yang Membedakan.
Apalagi Keterbukan sistem seleksi dan pengumuman kelulusan setiap tahap
sudah sangat transparan. Mulai dari Pendaftaran secara daring dan berskala
nasional, setiap tahapan tes, terutama Tes Kompetensi Dasar yang Sudah
CAT (Computer Assisted Test) Sehingga bisa meminimalisir kecurangan.
Yakin Kamu Bisa !
Sebelum Menentukan Strategi ada Baiknya Kamu Cek dulu Posisi Kamu
sekarang ada dimana.
"ini lagi dirumah kak, ini lagi main sama temen kak, ini lagi di jalan kak lagi
jemput gebetan doain jadian ya kak." buset dah Bukan Itu Maksud kakak dek
(tepok jidat). maksud kakak posisi disini itu bagaimana Peta Persainganmu?,
bagaimana persiapanmu? dari sekian tahapan tes, bagian mana aja yang
udah dan belum kamu kuasai? bagaimana keadaan lingkunganmu? udah
mendukung atau belum? dan hal-hal lainnya terkait persiapan Tes IPDN yang
kamu Inginkan. oke ini kakak coba kasih sedikit gambaran buat kamu ya...
Beberapa Tahun Terakhir, Jumlah Pendaftaran Masuk IPDN Naik Drastis. dari
sebelumnya yang memang sudah banyak jadi tambah banyak. Tahun 2020
saja Sebanyak 57.534 Pendaftar akan bertarung memperebutkan 1200 kursi
untuk menjadi Praja IPDN. Artinya 2,1% atau hanya 2-3 dari 100 orang yang
akan Lulus IPDN. setidaknya kamu harus mengalahkan 98 orang untuk
LULUS. pertanyaannya, sudah sejauh mana persiapan dari saingan-
sainganmu itu? kamu tahu? yang jelas persiapan mereka berbeda-beda dan
tentunya mereka yang persiapannya lebih bagus akan mengalahkan mereka
yang minim persiapan.
jadi kamu jangan pernah berharap persiapan sainganmu jelek atau minim,
karena kamu ga bisa mengontrol itu yang bisa kamu kontrol ya persiapan
kamu yang bisa terus-menerus untuk kamu asah. oke kita lanjut...
kalau kamu Baca sekilas, kamu bakal yakin kalo sainganmu adalah 98 orang
yang tadi kakak sebutkan. bisa jadi benar bisa juga salah. kenapa? bisa
benar karena yang kakak sampaikan tadi adalah Peta Persaingan Secara
Nasional sedangkan bisa jadi salah karena Setiap daerah Punya kuota
Penerimaan dan jumlah pendaftar yang berbeda-beda. misalnya saja untuk
Provinsi Bengkulu yang kuota penerimaan tahun 2020 adalah 25 orang
dengan jumlah pendaftar yang lolos seleksi administrasi 845 orang. artinya
hanya 1 dari 33-34 orang yang akan diterima Menjadi Praja IPDN Asdaf
Provinsi Bengkulu. ada 32-33 orang yang menjadi sainganmu jika kamu
mendaftar dari Provinsi Bengkulu. selanjutnya baru kamu bisa pasang
strategi untuk menang dalam Persaingan ini dan Menjadi Praja IPDN. dan...
untuk Itulah E-Book ini dibuat...
membantu kamu Menentukan Strategi Terbaik Untuk LULUS TES IPDN.
Sebelum Lanjut Follow dulu IG dan Telegram kakak dan Tim biar kamu ga
ketinggalan info di
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
Oke Pertama-tama Kita Coba telusuri Persyaratan dan Alur Pendaftaran IPDN
dari Awal Sampai Akhir. Kamu Siap?
Here We Go !!!
A. Persyaratan :
1. Umum :
Warga Negara Indonesia
Usia peserta seleksi minimal 16 (enam belas) tahun dan
maksimal 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 31
Desember 2021; dan
Tinggi badan pendaftar bagi pria minimal 160 cm dan
pelamar wanita minimal 155 cm
2. Administrasi :
Berijazah paling rendah Sekolah Menengah Umum (SMU) atau
Madrasah Aliyah (MA) termasuk lulusan Paket C dengan
ketentuan :
A. Nilai Rata-rata Ijazah minimal 70,00 (tujuh puluh koma nol-
nol) untuk Nilai Rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah
lulusan 2018 s.d. 2021; dan
B. Nilai Rata-rata Ijazah bagi Provinsi Papua dan Provinsi
Papua Barat ditetapkan minimal 65,00 (enam puluh lima
koma nol-nol) untuk Nilai Rata-rata Rapor dan Nilai Ujian
Sekolah lulusan 2018 s.d. 2021;
KTP-el bagi peserta yang berusia 17 tahun atau Kartu Keluarga
(KK) bagi yang belum memiliki KTP-el;
Bagi yang belum memiliki KTP-el atau Kartu Keluarga (KK) dapat
melampirkan Surat Keterangan Kependudukan atau resi
permintaan pembuatan KTP-el yang ditandatangani oleh pejabat
berwenang;
3. Khusus :
Tidak sedang menjalani atau terancam hukuman pidana karena
melakukan kejahatan;
Tidak bertindik atau bekas ditindik telinganya atau anggota
badan lainnya bagi peserta pria, kecuali karena ketentuan
agama/adat;
Tidak bertato atau bekas tato;
Tidak menggunakan kacamata/lensa kontak;
Belum pernah menikah/kawin, bagi pendaftar wanita belum
pernah hamil/melahirkan;
Belum pernah diberhentikan sebagai Praja IPDN dan perguruan
tinggi lainnya dengan tidak hormat;
Apabila pendaftar dinyatakan lulus dan dikukuhkan sebagai Praja
IPDN, maka pendaftar:
A. Sanggup tidak menikah/kawin selama mengikuti
pendidikan;
B. Bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan
ditugaskan/ditempatkan di seluruh wilayah Negara
Republik Indonesia;
C. Bersedia ditempatkan pada proses pembelajaran di seluruh
kampus IPDN;
D. Bersedia mentaati segala peraturan yang berlaku di IPDN;
dan
E. Bersedia diberhentikan sebagai Praja IPDN jika melakukan
tindakan kriminal, mengkonsumsi dan/atau menjual belikan
narkoba, melakukan perkelahian, pemukulan,
pengeroyokan, menyebarkan paham radikalisme dan
melakukan tindakan asusila atau penyimpangan seksual
(LGBT).
Apabila pendaftar terbukti melakukan pemalsuan
identitas/dokumen persyaratan pendaftaran di atas maka
pendaftar dinyatakan GUGUR; dan
Tata cara dan teknis pengisian persyaratan administrasi secara
lengkap dapat dipelajari melalui video tutorial pada Website
SPCP IPDN
2.
C.
A. Seleksi Administrasi
Buat Pengingat untuk Tanggal Mulai Upload Berkas Sampai
Pengumuman Kelulusan
Pastikan Seluruh Berkas yang Kamu Perlukan Sudah Siap yang Asli
Maupun Legalisir. minimal Kamu Punya 10 Lembar Fotocopy
Legalisirnya.
Buat Ceklis Untuk Setiap Berkas yang Sudah Kamu Kirimkan.
Selalu Cek berulang kali Sampai Kamu yakin Berkasmu sudah
terupload semuanya
Verifikasi Faktual
Dokumen Persyaratan
Administrasi
21 - 25 Rumah Sakit
Pendaftaran
17. September Bhayangkara/Biddokes
Tes Kesehatan Tahap
2020 POLDA/Stadion Olahraga
II
Tes Kesamaptaan
dan Pemeriksaan
Penampilan
Laman
28
Pengumuman Hasil [Link]
18. September
Pantukhir dan Laman
2020
[Link]
5 -7
Registrasi Penerimaan
19. Oktober Kampus IPDN Jatinangor
Calon Praja
2020
Dari tadi ngomongin teknis mulu, kapan strateginya? Hufttt...
iya sabar-sabar ini kita bakal lanjut kesana....
D. STRATEGI
1. Kuatkan Mindsetmu :
Temukan Alasan Terkuatmu Untuk Lulus IPDN :
o Tulis 10 hal yang Kamu Takutkan Jika Kamu tidak
Lulus?
o Tulis 10 hal yang Membuatmu Bahagia Jika Kamu
LULUS?
4. Belajar :
Sebagai tes yang bakal Pertama Kali diujikan SKD akan
Membuatmu bekerja keras setelah lulus administrasi
Buat Suasana Belajar yang Nyaman. Mood yang Baik akan
Mempermudahmu Memahami dan Menangkap Materi.
Petakan Bagian yang kamu Kuasai dan Tidak. Maksimalkan
Materi yang kamu Kuasai dan Benahi yang Tidak
Catat Kemajuan Penguasaan Materimu. Bisa dengan
Menggunakan tabel Ceklis
Kalau kamu bosan Belajar Sendirian, Ajak Temanmu Untuk
Bersama-sama Memahami Materi.
Belajar Sambil Praktek. Dalam Belajar ada yang namanya
“Muscle Memory” yaitu ingatan otot. Otot akan Mengingat
apa-apa yang biasa dikerjakannya sehingga bahkan bisa
menjadi otomatis. Jika kamu terbiasa mengerjakan soal dan
mengulang-ngulangnya, akan sangat membantu otot jari dan
otakmu mengingat pola-pola jawaban yang hadir, sehingga
kamu bahkan bisa menjawabnya secara otomatis saking
terbiasanya.
Belajarlah secara Rutin tapi jangan Lama. Belajar terlalu
Lama Membuatmu tidak Rileks dan Otak Kelelahan. Buat
Jadwal untuk Pagi, siang, Sore, dan Malam atau bisa
menyesuaikan Kehendakmu. Beri Waktu Belajar 30-45 Menit
Tanpa Gangguan. Gunakan Aplikasi Podomoro Timer Untuk
Tetap Fokus Pada Materi.
Hindari SKS (Sistem Kebut Semalam). Otak yang ditekan
semalaman untuk bekerja keras tentu akan Kewalahan ketika
esok harinya. Jika kamu menggunakan SKS ini dapat
dipastikan Hasilmu kurang Maksimal dari yang seharusnya
Kamu Bisa.
Jauh Lebih Baik Memahami dari Pada Sekedar Menghafal.
Ketika Kamu Memahami Materi Kamu akan Memahami
Konteks dari Suatu Materi, Sehingga Bagaimanapun Jenis
Soalnya dapat segera kamu Identifikasi dan Selesaikan. Jika
Hanya Sekedar Menghafal, Jika ada Perbedaan Posisi ataupun
Soal dibalikkan Pertanyaannya Akan Membuatmu
Kebingungan dan Kemudian Kehilangan hasil Maksimal.
5. Menjawab Soal SKD :
Pertama, Perhatikan Nilai Ambang Batas
a. Tes Karakterisitik Pribadi (TKP) = 143 = 29 dari 35
soal Benar, Skor 1-5 (no 66-100)
b. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) = 75 =16 dari 35
soal Benar, Skor 0 atau 5 (no 1-35)
c. Tes Intelegensia Umum (TIU) = 80 = 16 dari 30 soal
Benar, Skor 0 atau 5 (no 36-65)
Selalu Jawab Soal yang Paling MUDAH duluan. Itu akan
membantumu mengatur ritme otak agar tak terlalu kewalahan
di awal. Itu juga akan menambah kepercayaan dirimu, karena
kamu yakin jawabanmu hampir pasti benar. Waktumu yang
Terpakai pun akan Efisien dan efektif sehingga bisa digunakan
untuk mengerjakan soal-soal lainnya.
Biasanya Soal-soal TKP Lebih mudah dikerjakan karena Cukup
menggunakan Nalar dan Perbandingan Untuk Memilih
Jawaban. Setiap jawaban TKP mempunyai nilai, skor 1-5 ,
apapun jawaban yang kamu pilih tetap memiliki nilai.
Usahakan pilih jawaban terbaik yang sesuai dengan soal. Soal
TKP biasanya dimulai dari no 66-100.
Tes Wawasan Kebangsaan. Benar 5, Salah 0. Untuk soal-soal
TWK kalian akan menemukan soal dengan jawaban “tidak
tahu” dan “ragu-ragu”.
o Baca dengan cepat. Kalau tidak tahu, lompati saja,
kosongkan dan beri tanda pada kertas kosong.
o Jika punya feeling kemungkinan jawabannya A, jawab
saja dan tetap tulis tanda pada kertas kosong biar nanti
diakhir jika kamu masih punya waktu kamu punya
kesempatan evaluasi sebelum waktu habis.
o Jika punya jawaban yang ragu-ragu, sama seperti diatas
tandai di kertas kosong.
o Berikut adalah materi-materi TWK
a)Pancasila;
Untuk materi-materi pancasila coba baca
lewat google atau beli bukunya juga bisa,
buku soal-soal TKD yang didalamnya juga
memuat soal TKP Dan TIU. Tidak ada ruginya
karena nanti selain ada contoh soal juga ada
pembahasannya. Sering-sering mengulang
akan membuatmu mudah memahaminya.
b) Undang-Undang Dasar 1945;
Materi ini tinggal baca saja di UUD NRI tahun
1945, cari di google, baca, pahami, lalu
hafalkan. Materi terpenting karena
didalamnya bisa memuat tentang tata negara.
Walaupun terkadang hanya 1 atau 2 pasal
saja yang keluar.
c) Bhineka Tunggal Ika; dan
d) Negara Kesatuan Republik Indonesia
(sistem Tata Negara Indonesia, sejarah
perjuangan bangsa, peranan Bangsa
Indonesia dalam tatanan regional maupun
global, dan kemampuan berbahasa Indonesia
secara baik dan benar).
yang terpenting untuk soal TWK: lebih baik
memahami daripada menghafal. Dalam artian
jika kita sudah membaca, lalu menghafalkan
sambil memahami itu akan memudahkan kita
saat mengerjakan soal yang membutuhkan
ingatan. Jangan sampai hanya menghafalkan
jawaban dari soal-soal yang di dapat di google
atau yang didapat di simulasi CAT playstore
Tes Intelegensia Umum. Benar 5, Salah 0. Selalu Kerjakan
Soal yang Paling Mudah:
o Bahasa Indonesia, Sinonim, padanan kata dan antonim
biasanya tidak terlalu sulit, kerjakan terlebih dahulu .
o Jika ada soal cerita, pastikan kamu perhatikan paragraf
ceritanya digunakan untuk menjawab soal nomor berapa
saja. Baca pertanyaannya baru baca paragraf cerita jadi
kamu langsung mengerti bagian mana yang harus kamu
beri perhatian lebih untuk menjawab soalnya.
o Setelah itu soal matematika, soal-soal Numerik
biasanya lebih mudah dibandingkan Aritmatika.
o Materi soal :
1. Pengetahuan dan wawasan umum
2. Tes sinonim (persamaan kata)
3. Tes antonim (lawan kata)
4. Tes padanan hubungan kata
5. Tes pengelompokan kata
6. Tes aritmatika
7. Tes seri angka
8. Tes seri huruf
9. Tes logika angka
10. Tes angka dalam cerita
11. Tes analisa pernyataan
12. Tes kesimpulan silogisme
13. Tes logika cerita
Jadi urutan pengerjaannya adalah kerjakan TKP terlebih
Dahulu Baru TWK kemudian TIU
Selalu kerjakan yang paling mudah dulu, Soal TKP yang
Paling Mudah, Soal TWK yang Paling Mudah, Soal TIU
yang Paling Mudah.
Jika Pada saat Pengerjaan ada Soal TWK yang susah,
Lompati saja dulu, Lanjut Terus Sampai Soal TIU yang
Mudah Sudah Kamu Kerjakan Semua. Setelah itu mulai
Lagi dari Urutan Pertama. Periksa dan Lengkapi Seluruh
jawaban TKP, kemudian TWK baru Kerjakan Soal-soal
TIU yang Tersisa. Ini Penting Untuk manajemen Waktu
dan Energimu sehingga hasil yang dicapai pun bisa
maksimal.
Tes Intelegensi :
o Analogi
o Spasial
o Matematika dasar
. Tingkat Kecerdasan;
o b. Kemampuan Analisa Sintesa;
o c. Kecepatan Kerja;
o d. Ketelitian Kerja;
o e. Ketahanan Kerja;
o f. Ketekunan Kerja;
o g. Manajemen;
o h. Percaya Diri;
o i. Kerjasama;
o j. Motivasi Berprestasi;
o k. Kedisiplinan;
o l. Loyalitas;
o m. Kepemimpinan;
o n. Daya Kreativitas.
Nilai-nilai sikap yang diukur dalam tes integritas & kejujuran,
sebagai berikut:
a. Integritas
o Bersikap, berperilaku dan bertindak jujur terhadap disri
sendiri dan lingkungan;
o Konsistensi dalam bersikap dan bertindak;
o Memiliki komitmen terhadap visi dan misi;
o Objektif terhadap permasalahan;
o Berani dan tegas dalam mengambil keputusan dan
resiko kerja;
o Disiplin dan bertanggungjawab dalam melaksanakan
tugas dan amanah.
b. Inovasi
o Kaya akan ide-ide baru;
o Selalu meningkatkan kemampuan dalam
pencegahan dan pemberantasan tindak pidana
korupsi.
c. Kepemimpinan
o Berani menjadi pelopor dan penggerak perubahan
dalam pemberantasan korupsi;
o Dapat dipercaya untuk mencapai kinerja yang melebihi
harapan.
d. Transparansi
o Setiap pelaksanaan tugas dapat terukur dan dapat
dipertanggungjawabkan;
o Pelaksanaan tugas senantiasa dievaluasi secara
berkala; Hasil tugas terbuka untuk semua stakeholder.
e. Produktivitas
g. Religiusitas
Jenis tes yang kelima ini biasanya disebut tes EPPS, atau
tes pauli dimana fungsi dari tes ini yakni menunjukkan jati
diri dan kepribadian seseorang secara lebih detail. Tes ini
terdiri dari 225 nomor soal, yang di dalam masing-masing
soal hanya terdapat dua pilihan jawaban seperti A atau B.
Pilihan yang kamu pilih biasanya menunjukkan atau sesuai
dengan kepribadian kamu.
Perlu diingat, semua soal harus kamu jawab walaupun
diantara pilihan itu tidak menunjukkan diri kamu yang
sebenarnya. Karena dalam tes ini tidak ada jawaban yang
benar atau salah, melainkan setiap jawaban akan
menunjukkan kepribadian kamu yang sebenarnya.
Tujuannya sendiri, tes EPPS yakni untuk bisa menyaring
orang-orang yang memiliki kepribadian sesuai dan pastinya
diharapkan IPDN itu sendiri.
Kunci pengerjaannya pun hanya ada satu yakni, jangan
pernah bohongi diri kamu sendiri dalam kata lain
bersikaplah jujur dan apa adanya walaupun itu menuntut
kamu menunjukkan kekurangan diri sendiri. Beberapa kali
pilihan akan diulang pada nomer yang di acak tentunya, dan
disitulah ujian kejujuranmu akan terlihat.
Tes yang satu ini terdiri dari gugusan angka yang tersusun
membujur atau dari atas ke bawah dalam bentuk lajur.
Biasanya kamu akan diminta untuk menambahkan atau
menjumlahkan dua angka dengan waktu yang telah
ditentukan untuk setiap kolomnya. Tes ini memiliki fungsi
untuk menilai tingkat ketahanan, konsistensi, ketelitian,
sikap terhadap tekanan, penyesuaian diri, dan juga
kecepatan mengerjakan pekerjaan.
Berikut cara pengerjaannya untuk tes yang satu ini :
Jangan pernah kamu melakukan cheating waktu maupun
hasil dari penjumlahan. Jika kamu sampai melakukannya,
itu akan membuat kamu merugi. Selain waktu
pengerjaanmu akan terbuang, hal ini juga membuat grafik
penjumlahanmu tidak alami.
Diwajibkan menggunakan pensil biasa atau pulpen
dibandingkan jika kamu menggunakan pensil mekanis.
Karena di saat ujung pensil mekanis tersebut habis,
tentunya kamu akan membutuhkan waktu sepersekian
detik untuk me-reloadnya. Memang tidak seberapa jika
hanya sekali, namun jika berkali-kali tentunya kalkulasi
waktu yang terbuang akan terlihat banyak.
Yang terakhir dan yang paling penting yakni selalu
berkonsentrasi. Di awal pengerjaannya mungkin kamu akan
bisa menjaga konsentrasi, namun biasanya pada
pertengahan atau menjelang akhir tes konsentrasi akan
mulai menurun. Usahakan selalu kendalikan dirimu dalam
menghemat tenaga, sehingga konsentrasi akan stabil
hingga akhir tes.