0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
142 tayangan16 halaman

Prosedur Penyelamatan Penyemelam

Dokumen tersebut memberikan prosedur dan panduan lengkap dalam menolong penyelam yang mengalami keadaan darurat di dalam air, mulai dari korban yang sadar namun kehabisan oksigen, tidak sadar, panik, hingga melakukan CPR di laut lepas. Hal-hal penting seperti cara memberikan oksigen menggunakan regulator dan octopus, membawa korban ke permukaan, serta memisahkan diri dari korban apabila terjadi gangguan diekplisit

Diunggah oleh

mpl0395
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
142 tayangan16 halaman

Prosedur Penyelamatan Penyemelam

Dokumen tersebut memberikan prosedur dan panduan lengkap dalam menolong penyelam yang mengalami keadaan darurat di dalam air, mulai dari korban yang sadar namun kehabisan oksigen, tidak sadar, panik, hingga melakukan CPR di laut lepas. Hal-hal penting seperti cara memberikan oksigen menggunakan regulator dan octopus, membawa korban ke permukaan, serta memisahkan diri dari korban apabila terjadi gangguan diekplisit

Diunggah oleh

mpl0395
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MENOLONG PENYELAM DIDALAM AIR

I. Menyelamatkan penyelam yang kehabisan oksigen (korban dalam


kondisi sadar)

(1) Dekati korban

(2) Berikan regulator kepada korban

(3) Gunakan octopus regulator anda

(4) Gunakan indikasi floating power


(ketika menarik napas, masukkan selang inflator BC)

(5) Bantu korban untuk naik ke permukaan air

 Sebaiknya octopus menggunakan selang yang panjang


 Apakah regulator yang dipasangkan pada korban adalah regulator yang digunakan
oleh penyelamat, atau octopus?
Untuk membuat korban tenang sebaiknya gunakan regulator yang anda gunakan
 Sangatlah penting untuk mengetahui cara menggunakan peralatan selam.

18 | P a g e
II. Menyelamatkan korban dalam kondisi tidak sadar

Prosedur berikut ininya adalah bagaimana menolong korban yang “berbaring menghadap
kebawah”
(1). Dekati korban lalu lihat wajahnya
(2). Bantu korban untuk duduk dengan cara pegang
tangan kiri korban dan kanan dari bawah.
(tangan kanan penolong memegang tangan
kanan korban dan tangan kiri penolong
memegang tangan kiri korban)
(3). Tarik korban dengan kedua tangan dan balikkan wajahnya
(4). Pegang korban dengan kedua tangan
(5). Lepaskan pemberat korban dengan tangan kanan
(6). Tekan regulator korban dengan tangan kanan
(7). Naik ke dasar air bersama korban
anda tidak perlu melepas pemberat, karena
jika setelah melepaskan pemberat, korban
terlepas dan tenggelam maka akan sulit
untuk kembali kebawah. anda dapat
melepas pemberat ketika sudah sampai
atas.

 Ketika setengah dari tubuh anda sudah sampai dipermukaan, angkatlah tubuh korban.
Jika setelah sampai dipermukaan air, sangat berbahaya apabila korban sudah sadarkan
diri namun masih memakai selang regulator.
 Perhatikan cara untuk membuka jalan udara

(8). Perhatikan jalan udara

(9). Lepaskan masker korban

(10). Lepas masker anda

(11). Pastikan nafas korban

19 | P a g e
(12). Lakukan teknik pertolongan mouth to mouth

(jika membawa peralatan scuba, maka lepaskan peralatan tersebut)

(13). Jika sudah sampai di pantai ataupun perahu, tarik dan naikkan korban

(14). Lakukan CPR

Ambil dokumen

(15). Buatlah laporan

(kepada kantor pusat penyelenggara diving, perusahaan asuransi, pengacara)

III. Menyelamatkan penyelam yang panik ketika didalam air

Kepanikan yang sering terjadi didalam air biasanya adalah “oksigen tidak berfungsi” atau
“takut apabila oksigen habis”.
Jika hal tersebut terjadi, maka hal yang efektif untuk menolong adalah sebagai berikut.

(1) Untuk menenangkan korban, beri tanda bahwa dia diperhatikan dekati dan katakan
“ayo, jangan berhenti” , “tarik nafas yang dalam” , “ayo kita bersenang-senang”.
Apabila korban berekasi pada tanda tersebut, maka kemungkinan korban akan lebih
tenang dan mudah menghilangkan kepanikan
(2) Jika hal diatas tidak dapat mengatasi, maka secepatnya bawa korban ke permukaan air
karena dapat menyebabkan paru-paru korban pecah.

PROSEDUR PENYELAMATAN NO.1

①. Datangi dan dahului korban


Inti dari penyelamatan ini adalah tarik tangan korban dan putar lalu hadapkan korban
keatas.
②. Tahan korban
Cara menahan korban adalah memegang sebelah bawah kedua sisi BC korban lalu
angkat dengan hati-hati. Untuk menjaga kestabilan dekaplah salah satu kaki korban
dengan kedua kaki anda.

20 | P a g e
③. Lepaskan tangan kanan, kemudian gunakan untuk menahan regulator, juga gunakan
tangan kanan untuk menahan. Gunakan tangan kiri untuk menahan BC, perhatikan laju
kecepatan ketika naik kepermukaan.
④. Naik kepermukaan dengan perlahan.

PROSEDUR PENYELAMATAN NO. 2

①. Datangi dan dahului korban


Inti dari penyelamatan ini adalah tarik tangan korban dan putar lalu hadapkan korban
keatas.
②. Genggamlah tank bulb dengan tangan kiri, lalu gunakan tangan kanan memegang
regulator yang ada dimulut korban. Pada saat ini usahakan untuk mendorong tubuh
korban dengan kedua tangan dan jangan sampai korban menarik tubuh anda.
buatlah kondisi dimana tangan anda dapat terlepas dengan bebas untuk menjaga
kemungkinan korban berontak.

21 | P a g e
(3). Apabila kepanikan korban terus berlanjut, maka cara yang tepat untuk
membawa korban untuk naik kepermukaan air adalah

①. Pegang fin korban untuk memperlambat laju naik.


Ada kemungkinan korban akan bersikeras untuk
naik kepermukaan, maka dengan cara seperti ini
laju untuk naik korban dapat diatur.
Tindakan ini dapat mencegah kemungkinan pecah
nya paru-paru korban akibat tekanan udara
didalam air. Apabila berada didalam kedalaman air
yang dangkal maupun dalam maka dapat naik dengan
teknik ini.
②. Untuk sirkulasi udara didalam paru-paru, anda harus
tetap bernafas namun pastikan juga jalur pernapasan
korban lalu lakukan free ascent atau menanjak bebas
kepermukaan air.

IV. Menyadarkan korban didalam air

Ketika didalam air, korban tidak sadarkan diri maka ada kemungkinan bahwa korban tidak
menghirup oksigen.

Kepanikan akan mungkin terjadi apabila korban sudah sadarkan diri, maka dengan begitu
bahaya akan mengancam kedua belah pihak (korban – penolong), pada saat seperti sebaiknya
yang harus anda pikirkan adalah jangan membuang waktu dan oksigen. Tetapi hal tersebut
terjadi ketika menyelam didalam gua atau kapal yang tenggelam dan tidak segera naik
kepermukaan maka kemungkinan nyawa korban untuk terselamatkan sangat kecil. Walaupun
anda (penolong) adalah seorang yang handal, namun dalam situasi ini tidak terlalu percaya
diri, dan demi menyelamatkan korban, anda melakukan pernapasan buatan didalam air, maka
hal tersebut adalah sia-sia

22 | P a g e
1. Bernafas melalui Page Button

AGAR BERJALAN DENGAN LANCAR, HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN ADALAH…..

① Agar udara dapat mengalir dengan baik, bersihkan selang regulator sebelum anda
memakainya.
② Ketika anda menekan page button dan udara tidak mengalir maka tekanlah tombol
ventilator.
③ Pada saat udara sudah keluar tetaplah perhatikan kondisi pernapasan anda karena
dapat berakibat fatal terhadap paru-paru.
④ Melakukan pertolongan dengan berdua atau bertiga lebih baik dibandingkan dengan
penolong yang melakukan pertolongan sendiri.

(1) Dengan satu tangan (lebih baik tangan kanan) pegang regulator yang ada di mulut
korban.
Akan menyulitkan sekali jika anda menolong korban sendirian, namun apabila hal tersebut
tidak dapat dihindari, maka pasangkan regulator dibagian tepi mulut korban dan
dekaplah
(2) Hadapkan leher korban kedepan apabila anda memegang dagu ataupun tangan korban
maka memungkinkan tertutupnya jalan udara.
(3) Tekan page button. Hal ini dilakukan untuk membersihkan regulator.
(4) Pegang leher korban untuk membuka jalan udara, dan gunakan page button untuk
mengalirkan udara. Pada saat ini, anda dapat menggunakan tangan kiri untuk menekan
tombol regulator. Apabila anda melapas page button, maka oksigen akan terputus dari
korban dan nyawanya tidak akan terselamatkan.
Jika penyelamatan hanya dilakukan oleh satu orang dan regulator hanya dipakaikan
dimulut korban maka oksigen dapat bocor melalui mulut sehingga korban kekurangan
oksigen dan berakibat fatal.

23 | P a g e
CPR DI LAUT LEPAS

Jika jantung korban berhenti, maka cepat keluarkan korban dari air, baringkan korban tempat
yang datar dan solid kemudian lakukanlah CPR. Namun apabila daratan jaraknya jauh dari
tempat anda, maka harapan nyawa korban tertolong sangat kecil maka anda dapat
melakukannya di paddle boat. Apabila paddle boat tidak menunjang, maka prosedur CPR
tidak dapat dilaksanakan.

Berikut adalah panduan singkat dalam melakukan salah satu kategori dari CPR

(1) Jika korbannya satu orang, maka diperlukan dua orang penolong.
(2) Dekati korban, rentangkan kakinya kepermukaan air, jika dia memakai baju pengikat,
maka lepaskanlah, lalu periksa denyut nadi dikepala korban.
(3) Lakukanlah seperti yang terlihat pada gambar.
Satu orang penolong memberikan pernapasan
buatan dan satu orang lainnya memberikan
pijatan pada jantung korban.
(4) Penolong yang memberikan pernapasan buatan
melakukan teknik mouth to mouth dan
penolong yang satu lagi melakukan pijatan
jantung seperti yang terlihat pada gambar ilustrasi.
Penolong yang memberikan pijatan pada jantung
memberikan tekanan seperti pukulan pada jantung
korban, gunakan dada anda untuk memberikan
tekanan.

24 | P a g e
CARA MEMISAHKAN DIRI

Walaupun anda mempunyai teknik penyelamatan yang baik, ada kalanya terjadi
ketidakberuntungan oleh sebab itu sangat penting bagi anda untuk mempelajari teknik dasar
mengenai cara memisahkan diri dari korban. Hal ini diperlukan apabila didalam air terjadi hal
seperti “korban melawan”, “korban mencoba melarikan diri”

I. BLOCK

1. Pada saat anda hendak menolong korban dan


korban menyerang anda, maka posisikan diri
anda menjadi setengah lebih rendah dari
korban, dekati korban dan rentangkan tangan
anda. Letakkan tangan anda pada dada korban
untuk menahan korban.
2. Setelah anda melakukan hal diatas, turunkan
diri anda. Rentangkan tangan kanan anda,
dan raih tangan kanan korban. Ganti posisi
diri anda, lalu pegang korban, dengan begitu
dia akan lebih tenang. Dengan begitu anda
dapat membawa korban.

25 | P a g e
II. Pearly

1. Dekati korban dan dahului. Jika korban mencoba


meraih kepala anda untuk melawan maka
mengelaklah dengan menangkis tangan
korban dengan tangan anda yang berseberang
an dengan korban. (jika korban menggunakan
tangan kiri, maka anda menggunakan tangan
kanan). Tangkislah bagian atas tangan korban
dari bawah, doronglah kepala anda bagian
ketiak korban lalu, buat korban berputar kearah
belakang.
2. Secepatnya tahan dan angkat dagu korban,
dengan untuk membuat korban tenang.
Dengan begitu, anda bisa membawa korban.

III. Apabila korban mendekap anda dari depan

1. Dengan melakukan kaki lebih dulu, angkatlah tangan dengan kuat, dan menyelamlah
bersama korban. Pegang sekitar Ikat pinggang pemberat korban dan tekanlah, lalu
menyelamlah lagi bersama korban.
2. Dekap tangan korban dengan salah satu tangan anda. Titik tolaknya adalah, dengan
sebelah tangan dorong dagu korban dan lepaskan. Namun jangan lepaskan tangan
anda dari bahu korban.
3. Putar tubuh korban hingga menghadap kebelakang dengan tangan anda.
Dengan kedua tangan, dorong korban kepermukaan air lalu pegang yang erat, tarik
dagu korban, hingga dia tenang. Dengan keadaan tenang akan memudahkan dia untuk
dipindahkan ketempat yang aman.

 Biarkan saja apabila dagu anda didorong oleh korban, tetapi pada saat yang
bersamaan tendang dada korban dengan lutut anda. Dengan begitu anda akan
terpisah dari korban.
 Jangan panik apabila saat melakukan pertolongan masker anda terlepas. Yang
penting adalah tetap melakukan latihan penyelamatan.

26 | P a g e
IV. Memeluk korban dari belakang

1. Apabila wajah anda digoyang-goyangkan oleh korban, untuk menghindari anda dicekik
maka angkat tangan sekuat tenaga dan dengan kaki lebih dulu, menyelamlah kedalam
air bersama dengan korban.
2. Sambil menyelam, peganglah pergelangan tangan korban dengan pergelangan tangan
anda ketika korban hendak mendekap leher anda untuk memperluas dekapan korban.
3. Dengan sendirinya tangan yang terdekap tersebut akan dapat terlepas, lalu dorong
korban ke permukaan air. Tahan dan tarik dagu korban sampai tenang. Lalu anda dapat
membawa korban.

V. Korban yang memegang pergelangan tangan

1. Apabila korban sudah memegang tangan,


maka satukan ke 5 jari yang telah dipegang
dengan 5 jari yang lain.
2. Gelincirkan lutut anda diantara korban dan
arahkan ke dada, tekuk badan anda, sambil
mendorong korban bentangkan badan anda.
Dalam waktu bersamaan tarik dengan kuat
kedua tangan yang sedang menggengam ke
atas kemudian lepas.
Karena cara ini menggunakan teknik dari seni
bela diri, maka anda bisa melepaskan diri
dengan relatif mudah.

27 | P a g e
3. Pegang tangan kanan (dengan tangan kiri anda) korban, pegang tangan korban dengan
tangan yang anda yang terdapat didepan korban, lalu tarik tangan korban untuk
mengubah posisi korban atau pindahkan sambil menarik dagu korban.

VI. Cara menolong penyelemat yg kelelahan membawa korban

(1). Apabila penyelemat yang hendak menyelamatkan korban kelelahan dan kedua-duanya
hampir tenggelam kedasar air, maka penyelamat kedua harus menyelamatkan korban
dahulu dengan cara mendekati korban dari belakang, kemudian angkat dagu korban
dari belakang dengan kedua tangan untuk membawa.
(2). Lalu sambil melakukan hal yang ada diatas, panjangkan sebelah kaki anda ke bahu
penolong pertama. Namun jangan sampai fin anda menghalangi, dorong dengan kuat
menggunakan tumit sampai keduanya terlepas.
(3). Setelah keduanya terpisah, biarkan penolong pertama berenang sendiri, lalu tolonglah
korban lebih dahulu.

VII. Ketika penolong kelelahan membawa korban sambil memakai


peralatan scuba.
(1). Dalam kondisi memakai pakaian scuba sambil membopong korban dan anda kelelahan,
peralatan seperti BC akan sangat mengganggu namun tidak dapat anda lepaskan.

(2). Dengan mengepakkan kedua tangan dan kaki (berenang gaya dada) bersama korban,
lakukan navigasi didalam air. Pada saat ini, sangat baik apabila anda menambahkan
regulator agar bisa bernafas.
Apabila sebelum bernavigasi didalam air, anda tidak menambahkan maka anda harus
bernafas dengan cukup, kemudian setelah anda melakukan navigasi didalam air, anda
juga dapat menambahkan regulator.

(3). Apabila korban merasakan sakit maka, dia akan naik ke permukaan.

28 | P a g e
VIII. Pada saat body breathing, korban tidak mau mengembalikan
regulator

Teknik 1

Pada waktu yang bersamaan pegang regulator - second stage tekan bagian bawah bibir
korban dengan bagian atas regulator untuk mengambil kembali. Cara ini sangat penting untuk
dilakukan secepat mungkin.

Teknik 2

Sambil memegang regulator - second stage, letakkan sebelah kaki anda pada bagian dada
korban, lalu panjangkan lutut anda kemudian anda dapat menarik dan mengambil kembali
regulator tersebut.

29 | P a g e
Referensi

I. Penyebab umum tenggelamnya skin diver


1). Pada saat menarik napas, wajah dikeluarkan dari dalam air. Pada saat kepanikan terjadi,
maka masker akan terlepas, dan dengan kedua tangan berusaha untuk menggapai
permukaan air, lalu berteriak meminta tolong.

2). Ketika sudah 2-3 kali berteriak

meminta pertolongan dan berusaha

menggapai permukaan air, maka

suara akan tidak terdengar lagi.

3). Korban akan meminum banyak air,

dan dari permukaan wajahnya tidak

terlihat lagi. Biasanya salah satu finn

korban akan terlepas.

4). Sambil bernafas sekuat tenaga,

korban akan mengeluarkan

gelembung dan perlahan akan

tenggelam.

5). Dalam tahap ini, air yang diminum

korban akan memenuhi paru-paru

dan perut sehingga kondisi korban

akan jatuh perlahan secara horizontal.

30 | P a g e
6). Korban akan mengalami kram, tangan dan kaki akan terangkat kemudian tubuhnya
akan jatuh terlebih dahulu.

7). Korban akan mengeluarkan gelembung udara yang besar, dan dia akan terbaring
didasar laut.

II. Contoh skin diver yang mengalami “black out”

Pada saat korban memakai ikat pinggang pemberat.

(1) Korban yang jatung telengkup/ kedepan.


Jika ditolong dengan melakukan CPR, kesempatan untuk korban untuk sembuh, tinggi.

(2) Korban yang jatung terbaring / bagian depan tubuhnya menghadap atas.
Karena air mudah masuk ketubuh korban, maka kemungkinan korban untuk selamat
kecil.

31 | P a g e
DIVING RESCUE

BAB 2 --------------------------------------------------------

PENCARIAN DAN PEMULIHAN

32 | P a g e
CARA UNTUK MENCARI

I. Pencarian korban perlu dilakukan

Tiap-tiap penyelam harus memastikan dan bertanggung jawab atas kondisi “buddy system”,
tetapi apabila sedang kurang beruntung sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan maka,
proses pertolongan harus tetap dilakukan.

II. Memutuskan bahwa hal tersebut adalah kecelakaan

Apabila didalam sebuah grup penyelam, ada seorang yang terpisah dengan bermacam
penyebab. Pada saat seperti ini sangat sulit untuk memutuskan apakah hal tersebut
merupakan kecelakaan atau bukan. Walaupun salah, anda tetap diharapkan untuk membuat
keputusan mengenai hal tersebut. Kemudian apabila anda telah membuat keputusan bahwa
kejadian tersebut merupakan kecelakaan, maka pemimpin dari grup tersebut (orang yang
paling berpengalaman) harus membiarkan orang lain memimpin dan pemimpinnya pun harus
menunjuk penyelam lain untuk memimpin grup tersebut.

1). Satu orang pergi untuk menghubungi kantor yang berhubungan dengan
Pemerintah.(Kantor Kelurahan/Kecamatan setempat). Departemen Kelautan,
penduduk setempat, dan tim SAR.

2). Kumpulkan orang-orang yang mempunyai keahlian di tempat terdekat dari lokasi
kejadian.

3). 1-2 orang, berjalan sambil mencari disekitar pantai.

33 | P a g e

Anda mungkin juga menyukai