0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
184 tayangan8 halaman

Pemahaman Besaran Fisika dan Gerak

Dokumen tersebut membahas tentang pengukuran besaran fisika dan besaran gerak melalui percobaan. Percobaan ini bertujuan untuk memahami besaran satuan dan besaran gerak secara langsung. Mahasiswa mengukur luas lapangan, perpindahan, dan kecepatan berjalan menggunakan alat ukur seperti meteran dan stopwatch. Dari hasil pengukuran, diperoleh luas lapangan, nilai perpindahan bergerak antara titik-titik tertentu

Diunggah oleh

Salsabila Hana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
184 tayangan8 halaman

Pemahaman Besaran Fisika dan Gerak

Dokumen tersebut membahas tentang pengukuran besaran fisika dan besaran gerak melalui percobaan. Percobaan ini bertujuan untuk memahami besaran satuan dan besaran gerak secara langsung. Mahasiswa mengukur luas lapangan, perpindahan, dan kecepatan berjalan menggunakan alat ukur seperti meteran dan stopwatch. Dari hasil pengukuran, diperoleh luas lapangan, nilai perpindahan bergerak antara titik-titik tertentu

Diunggah oleh

Salsabila Hana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ilmu fisika merupakan ilmu sains yang mempelajari mengenai proses dan produk
tentang pengkajian gejala alam. Ilmu ini berhubungan dengan aktivitas manusia sehari-
hari dan menjadi bagian pengembangan teknologi dan pengetahuan. Salah satu
karakteristik fisika adalah objeknya. Objek dari fisika merupakan benda-benda yang
ada di alam serta berasal dari gejala-gejala alam. Salah satunya adalah keadaan yang
meliputi posisi, kecepatan, percepatan, momentum, suhu, energi, dan sebagainya
(Azhar, 2011). Pemahaman mengenai ilmu fisika dapat diterapkan agar lebih
tergambarkan mulai dari hal-hal sederhana di kehidupan manusia, seperti berjalan.

1.2 Tujuan Kegiatan


1.2.1 Mahasiwa memahami mengenai besaran satuan dan besaran gerak.
1.2.2 Mahasiswa dapat mengaplikasikan besaran satuan dan besaran gerak.
BAB II

METODE PENELITIAN

2.1 Kajian Pustaka

Suatu sifat benda atau gejala alam yang dapat diukur dan dihitung disebut besaran fisika.
Besarn fisika saling berhubungan dan memiliki besaran yang paling mendasar (Edy Susanto,
2019). Besaran ini adalah besaran pokok. Satuan yang telah ditetapkan diberi satuan Le
Systeme Internasionale (SI). Para ahli menetapkan tujuh besaran pokok dalam fisika, yaitu
panjang, massa, waktu, kuat arus listrik, suhu, intensitas cahaya, dan jumlah zat. Dari besaran
pokok tersebut dapat diturunkan besaran turunan, seperti kecepatan, percepatan, dan lain
sebagainya. Dalam melakukan penentuan besaran, dapat dilakukan pengukuran menggunakan
alat ukur yang sesuai dengan fungsinya.
Dengan adanya besaran satuan, manusia dapat menentukan besaran-besaran gerak yang
berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Benda yang bergerak pada lintasan garis lurus
hanya digunakan satu titik koordinat atau dinamakan gerakan satu dimensi. Gerakan satu
dimensi, contohnya gerak mobil saat berjalan di jalan tol. Kemudian, benda yang bergerak pada
bidang datar memerlukan dua dumbu koordinat yang tegak lurus, contohnya gerak benda di
atas meja (Edy Susanto, 2019). Posisi merupakan salah satu besaran gerak. Posisi merupakan
besaran vektor yang mendeksripsikan letak atau kedudkan suatua benda terhadap titik
acuannya. Kedudukan ini memiliki nilai dan arah. Benda dikatakan bergerak saat benda
tersebut berpindah posisi dari posisi awal (Handayani et al., 2019).
Selain posisi, jarak juga menjadi bagian dari besaran gerak. Jarak merupakan panjang
lintasan benda bergerak. Lintasan yang dilalui benda berbagai macam, dapat berupa garis lurus
atau berkelok. Besaran ini termasuk ke dalam besaran skalar, karena besaran ini hanya
memiliki nilai dan tidak memiliki arah seperti posisi (Handayani et al., 2019).
Perpindahan merupakan salah satu besaran vektor yang menyatakan perubahan posisi
objek. Perpindahan hanya bergantung pada posisi awal dan akhir suatu objek serta tidak
dipengaruhi oleh posisi setelah posisi awal dan sebelum posisi akhir apabila terjadi perubahan
kedudukan pada suatu benda (Handayani et al., 2019).
Besaran turunan yang berhubungan dengan posisi, jarak, dan perpindahan berhubungan
dengan waktu yang dimiliki objek bergerak. Pertama, cepat lambatnya perubahan posisi benda
terhadap waktu atau yang biasa disebut sebagai kecepatan. Kecepatan merupakan besaran
vektor fisika yang memiliki nilai dan arah. Kecepatan dipengaruhi oleh jarak perpindahan
objek dalam satuan meter dan waktu perpindahan dalam satuan sekon (Khoiri et al., 2017).
Kedua, cepat lambatnya jarak berubah terhdap waktu atau yang biasa disebut kelajuan.
Meskipun satuan yang dimiliki sama dengan kecepatan, kelajuan dipengaruhi oleh jarak yang
ditempuh dalam satuan meter dan waktu dengan satuan sekon. Berbeda dengan kecepatan,
kelajuan merupakan besaran skalar yang hanya memiliki nilai dan tidak memiliki arah. Nilai
kelajuan yang dimiliki selalu bernilai positif pada setiap arah yang dimiliki (Khoiri et al., 2017)
Ketiga, laju perubahan kecepatan tiap satuan waktu atau percepatan. Percepatan ini
merupakan besaran vektor karena memiliki nilai dan arah. Karena memiliki arah, percepatan
tidak selalu bernnilai positif. Saat benda bergerak semakin lambat, maka akan bernilai negatif.
Besaran ini dipengaruhi oleh kecepatan dengan satuan meter per sekon dan waktu dengan
satuan sekon (Khoiri et al., 2017).
2.2 Alat Percobaan

2.2.1 Meteran
Meteran berfungsi sebagai alat pengukur luas lapangan dan jarak objek berjalan
2.2.1 Stopwatch
Stopwatch berfungsi sebagai alat pengukur waktu objek berjalan
2.3 Prosedur Percobaan

Percobaan yang dilakukan berjumlah dua percobaan yang berhubungan dengan kecepatan
dan percepatan benda. Berikut prosedur yang dilakukan:

1. Disiapkan meteran untuk mengukur luas lapangan dan stopwatch untuk mengukur
waktu yang dibutuhkan objek bergerak.
2. Dilakukan pengukuran lapangan menggunakan meteran dan dicatat.

Gambar 1. Ilustrasi Lapangan

3. Dilakukan pergerakan oleh objek dengan perpindahan posisi secara berulang


sebanyak 5 kali
4. Didokumentasikan percobaan yang dilakukan.
BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Data Percobaan

3.1.1 Pengukuran Lapangan

• Panjang = 1208 cm
• Lebar = 906 cm

3.1.2 Pengukuran Pergerakan Objek

E B C

F A D
Gambar 2. Ilustrasi Pergerakan

1. Pengukuran panjang lapangan E-B dan B-C


2. Pengukuran perpindahan objek bergerak A-B-D
3. Pengukuran perpindahan objek bergerak A-B-D-C
4. Pengukuran waktu dan perpindahan bergerak F-D sebanyak 5 kali pengulangan

Tabel 1. Data Percobaan Gerak B-3


Percobaan ke-N Waktu (s) Perpindahan (cm)

1 10,05 906±0,05

2 10,03 906±0,05

3 10,04 906±0,05

4 10,04 906±0,05

5 10,03 906±0,05

3.2 Pengolahan Data

3.2.1 Pengukuran Lapangan

• Panjang = 1208 cm
• Lebar = 906 cm
• Luas lapangan = 1208 cm x 906 cm
= 1094448 cm2
= 109,445 m2

3.2.2 Pengukuran Pergerakan Objek

1. Pengukuran panjang lapangan E-B dan B-C


- E-B = 208 cm
- B-C = 1000 cm
2. Pengukuran perpindahan objek bergerak A-B-D
Ingat: perpindahan merupakan perubahan posisi benda antara posisi awal dan
akhir.
Diketahui posisi awal di A dan posisi akhir di D, maka perpindahannya adalah
jarak A-D=B-C, yaitu 1000 cm.
3. Pengukuran perpindahan objek bergerak A-B-D-C
Ingat: Perpindahan merupakan perubahan posisi benda antara posisi awal dan
akhir.
Diketahui: A-B = 906 cm
B-C = A-D = 1000 cm
Jawab : Posisi awal objek adalah A dan posisi akhir adalah C, pengukuran
perpindahan A-C dapat menggunakan rumus pyhtagoras karane dikatahui nilai A-
B dan B-C. Berikut perhitungan:

AC
= AB 2 + AD 2
AC
= 9062 + 10002
AC = 1349, 4

Jadi perpindahan A-C adalah 1349,4 cm.

4. Pengukuran waktu dan perpindahan bergerak F-D sebanyak 5 kali pengulangan

Percobaan ke-N Waktu (s) V (m / s)

1 10,05 1,202

2 10,03 1,20

3 10,04 1,203

4 10,04 1,203

5 10,03 1,204
Percobaan mini kegiatan ini bertujuan untuk lebih memahami mengenai besaran satuan
dan besaran gerak. Penulis mencoba kegiatan berjalan dilapangan dengan menggunakan alat
ukur meteran untuk mengukur luas lapangan dan stopwatch untuk mengukur waktu yang
dibutuhkan untuk berjalan. Pada kegiatan ini dilakukan perhitungan perpindahan yang dialami
penulis dan kecepatan berjalan penulis di lapangan. Dapat diketahui bahwa nilai kecepatan
penulis berjalan dipengaruhi oleh lama waktu penulis melakukan perpindahan dan panjang
perpindahan yang dilakukan. Kecepatan yang ada termasuk ke dalam besaran turunan karena
terdapat besaran satuan berupa meter dan sekon didalamnya. Dari pengolahan yang didapatkan,
lapangan memiliki luas 109,445 m2 dengan panjang 12,08 m dan lebar 9,06 m. Perpindahan
pertama yang dilakukan penulis dari titik A-B-D dilihat dari posisi awal dan akhir penulis
bergerak atau sama dengan jarak A-D, yaitu 1000 cm atau 10 m. Perpindahan kedua yang
dilakukan penulis dari titik A-B-D-C dilihat dari posisi awal dan akhir penulis bergerak atau
jarak A-C. Berdasarkan nilai-nilai yang diketahui, perhitungan jarak A-C dengan
menggunakan rumus pyhtagoras. Hasil perpindahan penulis pada percobaan ini adalah 1349,4
cm. Pada percobaan selanjutnya, penulis mencoba mengimplementasikan cara untuk mencari
kecepatan berjalan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk bergerak pada posisi yang
ditentukan. Pada 5 percobaan, penulis mendapatkan waktu yang berbeda-beda, ini disebabkan
oleh lamanya pergerakan penulis berjalan.
BAB IV

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan:

4.1 Mahasiswa lebih memahami perbedaan pada besaran satuan dan perbedaan pada
besaran gerak secara langsung.
4.2 Mahasiswa lebih memahami pengaplikasian materi fisika dasar dalam kehidupan
sehari-hari dari contoh-contoh yang sederhana.
DAFTAR PUSTAKA

Azhar. (2011). Karakteristik Fisika dan Realita Pendidikan Fisika Nasional. Jurnal
Tabularasa, 8 (2).

Edy Susanto, M. (2019). Konsep Dasar Ipa Fisika. Journal of Chemical Information and
Modeling, 53(9), 1689–1699. [Link]
content/uploads/sites/7/2017/12/[Link]
Handayani, I. D., Lailiyah, S., & Taqwa, M. R. A. (2019). Pemahaman Konsep Mahasiswa
dalam Menentukan Posisi, Jarak Tempuh, dan Perpindahan. Jurnal Inovasi Pendidikan
Fisika dan Integrasinya, 2 (2).

Khoiri, H., Wijaya, A.K., & Kusnawati, I. (2017). Identifikasi Miskonsepsi Buku Ajar Fisika
SMA Kelas X pada Bahasan Kinematikan Gerak Lurus. Jurnal Ilmu Pendidikan
Fisika, 2 (2).

Anda mungkin juga menyukai