Nama : Tyasa Putri Ramadani
NIM : 041911535049
RESUME PENGAUDITAN II TM 5
COMPLETING THE TEST IN THE SALES
AND COLLECTION CYCLE : ACCOUNT RECEIVABLE
Methodology for Designing Tests of Details of Balances Using the Audit Risk Model
Metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo bagi piutang usaha adalah
sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi piutang usaha
Auditor perlu mempelajari industry dan lingkungan eksternal klien serta
mengevaluasi tujuan manajemen dan proses bisnis untuk mengidentifikasi risiko
bisnis klien yang signifikan yang dapat mempengaruhi laporan keuangan,
termasuk piutang usaha.
b. Menetapkan materialitas kinerja dan menilai risiko inheren untuk piutang usaha
Piutang usaha memiliki kecenderungan menjadi salah satu akun yang paling
material dalam perusahaan yang melakukan penjualan kredit. Auditor harus
mengidentifikasi risiko kecurangan terhadapat pengakuan pendapatan berupa :
existence & occurance, cut off penjualan, retur, dan pengurangan penjualan
c. Menilai risiko pengendalian untuk siklus penjualan dan penagihan Auditor harus
memperhatikan 3 aspek pengendalian internal
1. Pengendalian yang mencegah atau mendeteksi penggelapan
2. Pengendalian terhadap pisah batas
3. Pengendalian terkait penyisahan piutang tak tertagih
d. Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantive
atas transaksi untuk siklus penjualan dan penagihan
Substantive Analytical Procedures for Accounts in the Sales and Collection Cycle
Pada dasarnya, auditor perlu melaksanakn prosedur analitis untuk siklus penjualan dan
penagihan secara keseluruhan, bukan hanya piutang usaha, karena semuanya saling
berkaitan. Auditor juga perlu mereview piutang usaha yang memiliki jumlah besar (tidak
biasa). Prosedur analitis merupakan pengujian substantive, maka akan menentukan sejauh
mana auditor harus melakukan pengujian terinci pada saldo. Apabila prosedur analitis
mengungkapkan fluktuasi yang tidak biasa, auditor harus mengajukan pertanyaan
tambahan kepada manajemen. Respon manajemen juga harus dievaluasi.
Tests of Details of Balances for Accounts Receivable
Dalam merancang TDB, konfirmasi piutang usaha merupakan objek pengujian yang
penting. TDB untuk piutang usaha berfokus pada tujuan audit yang berkaitan dengan
saldo. Prosedur audit yang dipilih dan ukuran sampel sangat berkaitan dengan planned
evidence dari tujuan tersebut (tinggi atau rendah). Dalam merancang pengujian atas
rincian saldo untuk piutang usaha, auditor harus memenuhi tujuan audit yang berkaitan
dengan saldo piutang usaha, yaitu :
1. Detail tie in
2. Keberadaan
3. Completeness
4. Accuracy
5. Classification
6. Cut off.
Auditor perlu menentukan kelayakan cutoff melalui
a. Memutuskan kriteria cutoff yang etpat
b. Mengevaluasi aapakh klien memilii prosedur yang memadai yang ditetapkan
untuk memastikan kelayakan cutoff
c. Menguji apakah pisah batas sudah benar
7. Realizable Value
8. Rights
Accounts Receivable Confirmations
a) Konfirmasi (1 dari 8 bukti audit) piutang usaha dilakukan untuk memenuhi tujuan
existence, accuracy, dan cutoff. Konfirmasi adalah repson tertulis dari pihak ketiga
(paper/electronic). Terdapat 2 jenis konfirmasi :
1. Konfirmasi Positif : meminta pihak penerima untuk mengkonfirmasi secara
langsung apakah saldo yang dinyatakan pada permintaan konfirmasi itu benar
atau salah. Dapat direspon dengan 2 cara :
a. Formulir Konfirmasi Kosong
b. Konfirmasi faktur
2. Konfirmasi Negatif : ditujukan kepada debitor tetapi hanya akan meminta
respons jika debitor tidak setuju dengan jumlah yang dinyatakan. Cenderung
lebih murah karena tidak ada permintaan kedua dan tindak lanjut untuk
merespon (cocok untuk kelemahan reliabilitas yang dioffset) dan dilakukan
dengan syarat
a. Auditor telah menilai risiko salah saji material adalah rendah
b. Populasi item bernilai kecil & homogeny
c. Auditor memperkirakan tingkat pengecualian yang rendah
d. Auditor yakin bahwa penerima permintaan konfirmasi negative akan
memberikan pertimbangan yang masuk akal (misalnya jika penerima
permintaan tersebut responsive)
b) Penetapan Waktu
Bukti yang paling diandalkan dari konfirmasi baru akan diperoleh jika konfirmasi itu
dikirim sedekat mungkin dengan tanggal neraca.
c) Keputusan Sampling
1. Ukuran Sampel. Faktor utama yang mempengaruhi ukuran sampel untuk
konfirmasi piutang usaha mencakup : materialitas kinerja, risiko inheren, risiko
pengendalian, risiko deteksi yang dicpaai dari pengujian substantive lainnya, dan
jenis konfirmasi
2. Pemilihan Item untuk Pengujian. Diperlukan beberapa jenis stratifikasi pada
sebagian besar konfirmasi. Penekanan harus lebih diberikan pada mengkonfirmasi
saldo yang lebih besar dan lebih lama, namun penting juga mengambil beberapa
sampel dair setiap segmen populasi yang material.
d) Verifikasi alamat dan penyelenggara pengendalian
Auditor harus melaksanakan prosedur demi memverifikasi alamat surat atau email
yang dipakai dlaam konfrimasi.
e) Menindaklanjuti Nonrespons
Saat auditor menggunakan konfirmasi positif, auditing standards require follow up
procedure untuk konfirmasi yang tidak dikembalikan customer. Diperlukan
alternative procedures jika second atau bahkan third request tidak dikembalikan
oleh customer. Konfirmasi yang dikirim tetapi tidak dikembalikan oleh pelanggan
tidak boleh dianggap sebagai bukti audit yang siginifikan. Auditor memiliki
alternative untuk tujuan existence & accuracy dengan menguji :
a. Penerimaan Kas Selanjutnya
b. Salinan faktur penjualan
c. Dokumen pengiriman
d. Korespondensi dengan klien
f) Analisis Perbedaan
Jika permintaan konfirmasi dikembalikan oleh pelanggan, auditor harus
menentukan penyebab setiap perbedaan yang dilaporkan (mungkin karena
perbedaan waktu antara klien & customer).
Jenis perbedaan termasuk
a. Pembayaran telah dilakukan
b. Barang belum diterima
c. Barang telah dikembalikan
d. Kesalahan klerikal dan jumlah yang diperdebatkan
g) Menarik Kesimpulan
Setelah semua perbedaan telah diselesaikan, termasuk yang ditemukan dlaam
melakukan prosedur alternative, auditor harus mengevaluasi ulang pengendalian
internal (disesuaikan dengan tingkat risiko pengendalian). Auditor juga harus
menggeneralisasi sampel ke populasi piutang usaha, mengevaluasi sifat kualitatif
salah saji. Keputusan akhir : apakah bukti yang mencukupi telah diperoleh untuk
TOC, STOT, AP (Analytical Procedures), Cutoff Procedures, konfirmasi, dan
pengujian substantive lainnya untuk menjustifikasi penarikan kesimpulan mengenai
kebenaran saldo yang dinyatakn.
Audit of Accounts Receivable, Using an Evidence Planning Worksheet As a Guide
Auditor perlu menyiapkan kertas kerja perencanaan bukti / Evidence Planning Worksheet
yang disajikan dalam gambar berikut sebagai alat bantu untuk membantunya memutuskan
luas pengujian atas rincian saldo yang direncanakan. Auditor juga perlu membuat
program audit bagi pengujian atas piutang usaha berdasarkan tujuannya dan untuk
penyisihan piutang tak tertagih sebagai kesimpulan atas Evidence Planning Worksheet
step terakhir : Bukti Audit yang Direncanakan. Setelah itu, auditor juga perlu
menunjukkan program audit dalam format kinerja (step by step yang perlu dilakukan oleh
auditor)