Motivasi dan Dasar Program Linear
Motivasi dan Dasar Program Linear
KATA MOTIVASI
ii
i
i
PROGRAM LINEAR
i
a dan b menyatakan besarnya ongkos per satuan barang x dan y.
c i dan d i adalah banyaknya orang ke-i yang dipekerjakan untuk memproduksi barang x dan y.
Catatan :
(0,b)
(a, 0)
X
x y
+ =1
a b
Contoh 2
Persamaan garis yang melalui titik (5,0) dan titik (0,6), maka persamaan garisnya adalah:
x y
+ =1
5 6
i
6 x +5 y
↔ =1
30
↔ 6 x+5 y=30
(0,6)
(5,0)
X
Daerah yang diarsir pada gambar diatas memenuhi x >0 ; y >0 dan 6 x +5 y< 30
2. Y
(a, 0)
(0, -b)
x y
+ =1
−a b
Contoh Y
Y
(2, 0)
i
(0, -3)
Persamaan yang melalui titik (2,0) dan (0,-3) maka persamaan garisnya adalah
x y
+ =1
2 −3
−3 x +2 y
↔ =1
−6
Y
3.
(b, 0)
X
(0, -a)
x y
+ =1
a −b
Contoh
Persamaan garis yang melalui titik (-5,0) dan (0,3) maka persamaan garisnya adalah
x y
+ =1
2 −3
3 x−5 y
↔ =1
−15
↔ 3 x−5 y =−15
i
4. Y
Y = mx
Dengan m>0
Garis (b) Y
Y =mx
Dengan m<0
Y 5
5.
y=k
0 X
y =i -k
6.
Y
y=k
0 X
y = -k
7. Y
(c,d)
(0,a)
Persamaan garis yang melalui 2 titik (0,a) dan (c,d), maka bisa dibentuk dari:
Contoh :
y −t 1 x−x 1
=
y 2− y 1 x 2−x 1 Y
(6,7)
(0,4)
X
i
Persamaan garis yang melalui 2 titik (0,4) dan (5,7) adalah . . .
y−4 x−0
=
7−4 5−0
↔ 5 ( y −4 )=3 x
↔ 5 y −20=3 x
↔ 5 y −3 x=20
Contoh
Tentukan sistem pertidaksamaan linear dari daerah yang diarsir pada gambar berikut ini!
Y
n
(2,9)
(0,4) m
(6,3)
X
k (3,0)
Jawab :
Garis k terdiri dari titik (3,0) dan (0,4) maka garisnya adalah
x y
+ =1
3 4
i
4 x+3 y =12
k =3 y +4 x=12
Pertidaksamaannya 3 x+ 4 y <12
Garis l terdiri dari titik (6,3) dan (2,9), maka garisnya adalah:
y−3 x−6
=
9−3 2−6
−4 y +12=6 x−36
Garis m terdiri dari titik (3,0) dan (6,3), maka garisnya adalah:
y−0 x−3
=
3−0 6−3
m=3 y −3 x=−9 atau y=x =−3. Garis n terdiri dari titik (0,4) dan (2,9), maka garisnya adalah :
y−4 x−0
=
9−4 2−0
2 y−8=5 x
2 y−5 x=8
3 x+ 4 y >12
4 y +6 x< 48
y−x >−3
2 y−5 x< 8
i
D. Merancang Model Matematika
Model matematika adalah suatu hasil interpretasi manusia dalam menterjemahkan atau merumuskan
persoalan sehari-hari ke dalam bentuk matematika, sehingga persoalan itu dapat diselesaikan secara
matematis.
Contoh:
Suatu tempat parkir luasnya 200 m 2. Untuk memarkir sebuah mobil rata-rata diperlukan tempat
seluas 10 m 2 dan untuk bus rata-rata 20 m2. Tempat parkir itu tidak dapat menampung lebih dari 12
mobil dan bus. Bila di tempat parkir itu akan diparkir x mobil dan y bus, buatlah model matematikanya!
Jawab:
Data dari soal dapat dituliskan ke bentuk tabel berikut ini:
Mobil Bus
Lahan Tersedia
(x) ( y)
Luas 10 20 200
Daya tampung 1 1 12
x + y ≤ 12 → x + y ≤ 12
x ≥ 0 , y ≥0 → x+ y ≤ 12
Sebuah titik pojok dari daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan adalah sebuah
titik pada atau di dalam daerah penyelesaian yang merupakan perpotongan dua garis pembatas.
Titik pojok sering disebut titik ekstrim. Titik-titik ekstrim inilah yang paling menentukan nilai
optimum fungsi tujuan dalam masalah program linear.
2 x+ y ≤ 22
x + y ≤ 13
2 x+5 y ≤50
x≥0
y ≥0
Jawab:
2 x+ y =22
x + y=13
2 x+5 y =50
Titik potong ketiga garis X dan sumbu Y terlihat pada tabel berikut ini.
2 x+ y =22
x 0 11
y 22 0
Titik (0,22) (11,0)
2 x+5 y =5 0
x + y=13 x 0 25
x 0 13 y 10 0
y 13 0
Titik (0,10) (25, 0)
Titik (0,13) (13,0)
Lukiskan ketiga garis pembatas itu dalam koordinat Cartesius dengan ukuran yang tepat!
Penentuan daerah himpunan penyelesaian:
i
x ≥ 0 → sebelah kanan sumbu Y
y ≥0 → sebelah atas sumbu X
2 x+ y ≤ 22→ sebelah bawah garis 2 x+ y =22
x + y ≤ 13 → sebelah bawah garis x + y=13
2 x+5 y ≤50 → sebelah bawah garis 2 x+5 y =50
Penentuan titik-titik ekstrim
i. A(0,10), perpotongan garis 2 x+5 y =50 dengan sumbu Y
ii. B(5,8), perpotongan garis 2 x+5 y =50 dengan garis x + y=13
iii. C(9,4), perpotongan garisx + y=13 dengan garis 2 x+ y =22
iv. D(11,10), perpotongan garis2 x+ y =22 dengan sumbu X
v. E(0,0), perpotongan sumbu X dan sumbu Y
Lukisan daerah penyelesaian dan titik-titik ekstrimnya.
Selesaikan daerah sistem pertidaksamaan linear berikut ini secara grafik dan carilah titik-titik
ekstrimnya!
5 x+ y ≥ 20
x + y ≥ 12
x +3 y ≥ 18
x≥0
y ≥0
Jawab:
i
5 x+ y=20
x 0 4
y 20 0
Titik (0,20) (4,0)
x + y=12
x 0 12
y 12 0
Titik (0,12) (12,0)
x +3 y=18
x 0 18
y 6 0
Titik (0,6) (18,0)
A(0,20) i
B(2,10)
X
(Masalah maksimum)
i
Contoh 1
Carilah x,y, sedemikian rupa sehingga fungsi objektif maksimum: z=8000 x +6000 y
Syarat – syarat : 2 x+2 y ≤100 → x+ y ≤ 50
2 x+ 4 y ≤160 → x+2 y ≤80
6 x +4 y ≤ 280→ 3 x+ 2 y ≤140
x ≥ 0 , y ≥0 ; x , y ∈ R
Jawab:
Untuk mencari HP dari sistem pertidaksamaan diatas, anggap x , y ∈ R
x + y=50
X 0 50
Y 50 0
titik (0,50) (50,0)
x +2 y =80
X 0 80
Y 40 0
titik (0,40) (80,0)
3 x+ 2 y =140
X 0 2
46
3
Y 70 0
titik (0,70) 2
(46 ,0)
3
Penentuan titik potong masing-masing garis pembatas dengan sumbu koordinat: garis pembatas
memotong sumbu X apabila y=0 dan memotong sumbu Y apabila x=0 seperti terlihat pada tabel
diatas.
B(20,30) C(40,10)
B(20,30)
A(0,40) C(40,10)
2
D(46 ,0)
3
Jadi, nilai maksimum z = 380.000 pada titik pojok C (40,10). Sedangkan nilai minimum z = 240.000
pada titik pojok A (0,40).
i
Garis selidik ax +by=k merupakan suatu garis yang berfungsi utnuk menyelidiki dan
menentukan sampai sejauh mana fungsi objektif z maksimum atau minimum.
Aturan penggunaan garis selidik ax +by=k
1. Gambar garis ax +by=ab yang memotong sumbu X di titik (b,0) dan memotong sumbu
Y di titik (0,a).
2. Tarik garis-gari sejajar dengan ax +by=ab hingga nilaai z maksimum atau minimum,
dengan memperlihatkan hal-hal berikut:
a. Jika garis ax +by=k 1 sejajar dengan garis ax +by=ab dan berada di paling atas
atau berada di paling kanan pada daerah himpunan penyelesaian, maka z=k 1
merupakan nilai maksimumnya.
b. Jika garis ax +by=k 2 sejajar garis ax +by=ab dan berada di paling bawah atau di
paling kiri pada daerah himpunan penyelesaian, maka z=k 2 merupakan nilai
minimumnya.
Contoh
Jawab :
Y
0 2 5 X
3 x+ 2 y =6 3 x+ 2 y =15
Jadi, nilai maksimum dicapai pada titik (5,0) yaitu: 3 . 5 + 2 . 0 = 15.
Contoh
Tentukan nilai maksimum z=x +2 y yang memenuhi: x +3 y ≤ 9,2 x+ y ≤ 8 , x ≥ 0 , y ≥ 0 .
Jawab :
8
7
6
i 5
4
3
2
Pada gambar di atas, terlihat bahwa nilai maksimum z=x +2 y dicapai pada titik A(3,2).
17
Jadi nilai maksimum z = 3 + 2 . 2 = 7
Aplikasi program linear
Beberapa masalah penentuan nilai optimum yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dapat
diformulasikan ke bentuk masalah program linear dan diselesaikan dengan metode uji titik pojok.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mengubah persoalan sehari-hari ke dalam
bentuk masalah program linear adalah sebagai berikut:
1. Tetapkan objek-objek yang dituju dengan pemisah variabel x dan y.
2. Tuliskan ketentuan-ketentuan yang ada kedalam sebuah tabel dan tuliskan model
matematikanya.
3. Selesaikanlah model matematika itu dengan metode uji titik pojok untuk memperoleh nilai
optimum fungsi objektif.
Contoh:
Seorang penjahit pakaian mempunyai persediaan 16 m kain sutera, 11 m kain wol, 15 m kain katun
yang akan dibuat 2 model pakaian dengan ketentuan berikut ini:
Model A membutuhkan 2 m sutera, 1 m wol, dan 1 m katun per unit.
Model B membutuhkan 1 m sutera, 2 m wol, dan 3 m katun per unit.
Jika keuntungan pakaian model A Rp 30.000/unit dan keuntungan pakaian model B Rp 50.000/unit.
Tentukan banyaknya masing-masing pakaian yang harus dibuat agar diperoleh keuntungan
maksimum.
Jawab:
Misalkan: x = jumlah pakaian model A
y = jumlah pakaian model B
Gambar di bawah ini menunjukkan daerah penyelesaian dari kendala masalah program linear.
B(3,4)
5
C(7,2)
A(0,5)
i
X
D(8,0)
8
Penentuan nilai maksimum fungsi tujuan z dengan uji titik potong daerah penyelesaian kendala:
Jadi, banyaknya pakaian yang harus dibuat adalah 7 unit model pakaian A dan 2 unit model pakaian
B dengan keuntungan 310.000.
Contoh 2:
Panitia demo masakan menyediakan 2 jenis makanan bergizi berbentuk bubuk untuk peserta. Tiap
400 g, kedua jenis makanan itu mengandung nutrisi seperti tertera pada tabel:
Para peserta setiap hari paling sedikit memerlukan 15 g protein, 4 g lemak, dan 30 g karbohidrat.
Apabila harga makanan A Rp 15.000 setiap 40 g makanan B Rp 20.000 setiap 400 g, tentukan harga
minimum dari makanan yang telah dihabiskan para peserta setiap harinya.
Jawab:
Misalkan, x = banyaknya makanan A
y = banyaknya makanan B
Kendala:
i
2 x+ 4 y ≥ 4 → x+2 y ≥2
25 x+ 30 y ≥ 30→ 5 x+ 6 y ≥ 6
x ≥ 0 , y ≥0 → x ≥ 0 , y ≥ 0
Gambar di bawah ini menunjukkan daerah penyelesaian dari kendala masalah program linear.
3
C(0, )
2
1 3
B( , ) A(2,0)
2 4
x +2 y =2 +
4 ( x + y )=5
5
x + y=
4
x +2 y =2 -
−3
− y=
4
3
y=
4
3 5
x+ =
4 4
5 3 1
∴ x= − =
4 4 2
i
1 3
∴ B( , )
2 4
3
(iii) C(0, ), perpotongan garis 3 x+ 2 y =3 dengan sumbu Y.
2
21
Penentuan nilai minimum fungsi tujuan z dengan uji titik pojok daerah penyelesaian kendala:
1 3 15 30 45
B( , ) Z= + = x 10.000 = 225.000
2 4 2 2 2
3 Z = 0 + 30 = 30 x 10.000 =300.000
C(0, )
2
Jadi, harga minimum dari makanan yang telah dihabiskan peserta adalah Rp 225.000.
Untuk menentukan nilai optimum dengan menggunakan metode uji titik pojok, lakukan langkah-langkah
berikut.
Contoh Soal
Ling ling membeli 240 ton beras untuk dijual lagi. Ia menyewa dua jenis truk untuk mengangkut beras
tersebut. Truk jenis A memiliki kapasitas 6 ton dan truk jenis B memiliki kapasitas 4 ton. Sewa tiap truk
jenis A adalah Rp 100.000,00 sekali jalan dan truk jenis B adalah Rp 50.000,00 sekali jalan. Maka Ling ling
menyewa truk itu sekurang-kurangnya 48 buah. Berapa banyak jenis truk A dan B yang harus disewa agar
i
biaya yang
dikeluarkan minimum?
Langkah pertama. Tentukan kendala-kendala dari permasalahan program linear yang dimaksud oleh
soal. Untuk mengetahui kendala-kendalanya, sebaiknya kita ubah soal tersebut ke dalam tabel sebagai
berikut.
i
Langkah ketiga. Tentukan titik-titik pojok dari daerah penyelesaian itu. Titik pojok dari daerah
penyelesaian di atas adalah titik potong garis 6x + 4y = 240 dengan sumbu-y, titik potong garis x + y = 48
dengan sumbu-x, dan titik potong garis-garis x + y = 48 dan 6x + 4y = 240.
Titik potong garis 6x + 4y = 240 dengan sumbu-y adalah titik (0, 60). Titik potong garis x + y = 48 dengan
sumbu-x adalah titik (48, 0). Sedangkan titik potong garis-garis x + y = 48 dan 6x + 4y = 240 dapat dicari
dengan menggunakan cara eliminasi berikut ini.
Diperoleh, titik potong garis-garis x + y = 48 dan 6x + 4y = 240 adalah pada titik (24, 24).
Langkah keempat. Substitusikan koordinat setiap titik pojok itu ke dalam fungsi objektif.
i
Langkah kelima. Bandingkan nilai-nilai fungsi objektif tersebut. Dari ketiga hasil tersebut, dapat diperoleh
bahwa agar biaya yang dikeluarkan minimum, Ling ling harus menyewa 60 truk jenis B dan tidak menyewa truk
jenis A.
i
22
Latihan Soal
1. Y
(0,2)
X
(3,0)
Daerah yang diarsir pada gambar di atas menunjukkan daerah himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan. .
.
a. 2 x+3 y ≤ 0 d. 3 x+ 2 y ≤ 6
b. 2 x+3 y ≤ 6 e. 2 x−3 y ≤ 6
c. 2 x+3 y ≥ 6
2. Seorang pembuat kue satu hari paling banyak membuat 100 kue. Biaya kue jenis I adalah Rp 100 per
buah dan biaya kue jenis II adalah Rp 200 per buah. Keuntungan kue jenis I adalah Rp 50 dan jenis II
adalah Rp 40 per buah. Jika model pembuat kue Rp 15.000, maka sistem persamaan sesuai dengan
kalimat diatas adalah. . .
a. x ≥ 0 , y ≤0 , x + y ≤ 100 , x+2 y ≤150 , x , y ∈C
b. x ≤ 0 , y ≥ 0 , x + y ≤ 100 , x+2 y ≥150 , x , y ∈C
c. x ≤ 0 , y ≤ 0 , x+ y ≤ 100 , x +2 y ≤150 , x , y ∈C
d. x ≥ 0 , y ≤0 , x + y ≥ 100 , x+2 y ≥150 , x , y ∈C
e. x ≥ 0 , y ≤0 , x + y ≤ 100 , x+2 y ≥150 , x , y ∈C
5. Seorang pemilik toko sepatu ingin mengisi tokonya dengan sepatu laki-laki paling sedikit 100 pasang,
dan sepatu wanita paling sedikit 150 pasang. Toko tersebut dapat memuat 400 pasang sepatu.
Keuntungan setiap pasang sepatu laki-laki Rp 1.000 dan setiap pasang sepatu wanita Rp 500. Jika
banyaknya sepatu laki-laki tidak boleh melebihi 150 pasang maka keuntungan terbesar yang diperoleh
adalah. . .
a. Rp275.000
b. Rp300.000
c. Rp325.000
d. Rp350.000
e. Rp375.000
6. Luas daerah parkir adalah 360 m2, luas rata-rata untuk parkir sebuah mobil 6 m2 dan sebuah bus 24m2.
Daya muat daerah parkir maksimum hanya 30 kendaraan. Jika banyaknya mobil adalah x dan
banyaknya bus y, maka model matematika dari permasalahan tersebut adalah...
a. x +4 y ≤ 60 , x + y ≤30 , x ≥ 0 , y ≥0 , x , y ∈C
b. x +4 y ≤ 60 , x + y ≤30 , x >0 , y >0 , x , y ∈ R
c. 4 x+ y ≤ 60 , x + y ≤30 , x ≥ 0 , y ≥0 , x , y ∈C
d. 4 x+ y< 60 , x + y <30 , x> 0 , y >0 , x , y ∈ R
e. 6 x +4 y ≤ 60 , x + y ≤30 , x >0 , y >0 , x , y ∈ R
7. Dengan persediaan kain batik 20 m dan kain songket 15 m seorang penjahit akan membuat pakaian jadi.
Model I memerlukan 1 m kain batik dan 2,25 km kain songket. Model II memerlukan 2 m kain batik
dan 0,5 kain songket. Model I memerlukan biaya Rp 1.000 dan model II memerlukan biaya Rp 2.250.
Besarnya biaya maksimal yang dikeluarkan untuk membuat pakaian jadi adalah. . .
a. Rp 10.000
b. Rp 15.000
c. Rp 20.000
d. Rp 25.000
e. Rp 21.875
i
9.
Y
24
10
8 I
II
IV
2 III
V
2 X
a. I
b. II
c. III
d. IV
e. V
10. Nilai maksimum fungsi objektif 5 x+ 4 y untuk daerah yang diarsir adalah. . .
X
6 8
a. 40
b. 42
c. 38
d. 36
e. 34
Selesaikan system pertidaksamaan linier berikut ini secara grafik dan tentukan titik titik ekstrimnya
3x + y ≤ 21
i
x+y≤9
x + 3y ≤ 21
x≥0
x≥0
DAFTAR PUSTAKA
Bimata, Tim. Modul Matematika (IPA) untuk SMA/MA Kelas XII. CV Sukoharjo : William.
Sukino. Matematika untuk SMA Kelas XII. 2007. Jakarta : Erlangga.
Anwar, Cecep H. F. S. dan Pesta. Matematika Aplikasi untuk SMA dan MA Kelas XII Program IPA. 2008.
Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Sumber internet:
[Link]
[Link]
25
i
26