100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
120 tayangan31 halaman

Buku Ajar Program Linear Matematika

Buku ajar ini membahas tentang Program Linear dengan 3 poin utama: 1. Mengdefinisikan Program Linear dan penyelesaiannya secara grafis 2. Menentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel 3. Memberikan contoh model matematika dan cara menentukan nilai optimum

Diunggah oleh

merry
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
120 tayangan31 halaman

Buku Ajar Program Linear Matematika

Buku ajar ini membahas tentang Program Linear dengan 3 poin utama: 1. Mengdefinisikan Program Linear dan penyelesaiannya secara grafis 2. Menentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel 3. Memberikan contoh model matematika dan cara menentukan nilai optimum

Diunggah oleh

merry
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

\

BUKU AJAR MATEMATIKA


(Program Linear)
PRAKATA

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala karunia yang telah
dilimpahkan-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Program Komputer dasar dengan
baik. Pada tugas ini, kami membuat sebuah buku panduan matematika dengan materi “Program Linear”.

Seperti yang kita tahu, matematika sebagai ilmu dasar yang terpakai disegala bidang ilmu
pengetahuan, sat ini telah berkembang sangat pesat baik materi maupun kegunaanya khususnya materi
Program Linear. Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai aplikasi Program Linear, seperti :
pembangunan perumahan, masalah transportasi, pemakaian bahan baku, dll. Pada aplikasi Program Linear
sering dijumpai perkataan “terbesar” atau “terkecil” dari sejumlah batasan yang berupa pertidaksamaan
linear. Penyelesaian sistem pertidaksamaan linear secara grafik dapat berupa daerah tertutup yang
merupakan syrat memaksimumkan fungsi objektif dan daerah terbuka yang merupakan syarat
meminimumkan fungsi objektif.

Kami berharap semoga buku ini dapat bermanfaat sebagai acuan proses pembelajaran di Sekolah
Menengah Atas (SMA) kelas XII. Oleh karena itu, kritik, saran, dan masukan akan kami terima.

Cirebon, 10 Oktober 2014

Penulis

i
DAFTAR ISI

PRAKATA................................................................................................ i

DAFTAR ISI............................................................................................. ii

KATA MOTIVASI................................................................................... iii

TUJUAN PEMBELAJARAN................................................................... iv

PROGRAM LINEAR............................................................................... 1

A. Pengertian....................................................................................... 1

B. Daerah Penyelesaian....................................................................... 2

C. Menentukan SPLDV dari Daerah Penyelesaian............................. 7

D. Model Matematika......................................................................... 9

E. Nilai Optimum................................................................................ 10

APLIKASI PROGRAM LINEAR............................................................ 18

SOAL LATIHAN...................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 26

DESKRIPSI KERJA KELOMPOK......................................................... 27

PROFIL KELOMPOK.............................................................................. 28

ii
KATA MOTIVASI

Lelah dalam belajar adalah wajar, tetapi jangan


sampai menyerah dalam belajar.

Jika anda mencintai kedua orang tua anda, maka


jadikanlah perjuangan anda dalam menutut ilmu
sebagai alat untuk mebahagiakan keduanya.

Ilmu tanpa budi adalah kerapuhan jiwa.

Banyak yang ingin pintar, tetapi banyak yang


tidak mau belajar.

Belajar bukan hanya sekedar


membaca, tetapi juga memahami.

Bisa itu bukan sekedar rajin datang ke sekolah,


tapi seberapa sering mengulang pelajaran dari
sekolah.

i
ii
i
TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan dari pembelajaran Program Linear adalah:

1. Siswa dapat menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear dua variabel.


2. Siswa dapat menentuka SPLDV dari daerah penyelesaian.
3. Siswa dapat membuat model matematika dari soal daerah yang ada.
4. Siswa dapat menentukan nilai optimum fungsi objektif.

ii
v
PROGRAM LINEAR

A. Pengertian Program Linear


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan prinsip-prinsip pada program linear yang
tanpa didasari seperti pada proyek bangunan perumahan, pemakaian tanah untuk lahan parkir,
pemakaian obar dari dokter untuk pasiennya dan lain-lain. Seringkali pada aplikasi program linear itu
dijumpai perkataan “terbesar” ataupun juga “terkecil” dari batasan-batasan yang ada pada program
linear. Penyelesaian program linear pada pertidaksamaan linear secara grafik dapat berupa daerah
tertutup yang merupakan syarat maksimum fungsi objektif dan daerah terbuka yang merupakan syarat
minimum fungsi objektif.
Program linear merupakan bagian dari matematika terapan (operational research) yang terdiri atas
persamaan-persamaan atau pertidaksamaan-pertidaksamaan linear.
Permasalahan program linear adalah permasalahan untuk menentukan besarnya masing-masing nilai
variabel yang mengoptimumkan (maksimum atau minimum) nilai fungsi objektif dengan
memperhatikan pembatasan-pembatasannya. Permasalahan program linear secara umum dapat
dirumuskan sebagai berikut.

A.1 Permasalahan Program Linear Maksimisasi


Fungsi objektif maksimum : z=ax +by
Pembatasan (syarat-syarat) : c i x + di y ≤e i ,i=1 , 2 , …. , 3 , n . x ≥ 0 , y ≥ 0.
Dicari : x dan y
Keterangan :
 Ada dua macam barang yang akan di produksi, dengan banyaknya masing-masing adalah x
dan y.
 a dan b masing-masing menyatakan harga per satuan barang x dan y.
 c i dan d i adalah banyaknya bahan mentah ke-i yang digunakan untuk memproduksi barang x
dan y.
 e i adalah jumlah bahan mentah ke-i.

1i
A.2 Permasalahan Program Linear Minimisasi

Fungsi Objektif Minimum : z=ax +by


Pembatasan (syarat-syarat) : c i x + di y ≥e i ,i=1 , 2 , … ., n . x ≥ 0 , y ≥ 0.
Keterangan :
 Ada dua macam barang yang akan di produksi, dengan banyaknya masing-masing adalah x
dan y.
 a dan b menyatakan besarnya ongkos per satuan barang x dan y.
 c i dan d i adalah banyaknya orang ke-i yang dipekerjakan untuk memproduksi barang x dan y.

 e i adalah jumlah biaya ke-i yang dikeluarkan.

Catatan :

 Maksimisasi adalah suatu proses memaksimumkan fungsi objektif.


 Minimisasi adalah suatu proses meminimumkan fungsi objektif.
 Kedua permasalahan program linear (A.1 dan A.2) sering disebut model matematika.

B. Menentukan Daerah Penyelesaian Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel


Untuk menentukan daerah penyelesaian SPLDV maka perlu diingat lambang-lambang SPLDV
seperti berikut :
 Lambang “≥” berarti lebih dari sama dengan, daerahnya adalah positif (+¿).
 Lambang “≤” berarti kurang dari sama dengan, daerahnya adalah negatif (−¿).

Cara membuat pertidaksamaan


1.
Y

(0,b)

(a, 0)
X

Garis yang dibentuk melalui titik (a,0) dan (0,b) adalah :

x y
+ =1
a b

i
2
Contoh

Persamaan garis yang melalui titik (5,0) dan titik (0,6), maka persamaan garisnya adalah:

x y
+ =1
5 6

6 x +5 y
↔ =1
30

↔ 6 x+5 y=30

(0,6)

(5,0)
X

Daerah yang diarsir pada gambar diatas memenuhi x >0 ; y >0 dan 6 x +5 y< 30

2. Y

(a, 0)

(0, -b)

Garis yang dibentuk melalui ( a,0) dan (0,-b)

x y
+ =1
−a b

i
Contoh Y
3
Y

(2, 0)

(0, -3)

Persamaan yang melalui titik (2,0) dan (0,-3) maka persamaan garisnya adalah

x y
+ =1
2 −3

−3 x +2 y
↔ =1
−6

↔−3 x +2 y=−6 atau 2 y−3 x=−6

Y
3.

(b, 0)

X
(0, -a)

Garis yang dibentuk melalui (-a,0) dan (0,b) adalah

x y
+ =1
a −b

i
Contoh 4

Persamaan garis yang melalui titik (-5,0) dan (0,3) maka persamaan garisnya adalah

x y
+ =1
2 −3

3 x−5 y
↔ =1
−15

↔ 3 x−5 y =−15

4. Y

Y = mx

Dengan m>0

Garis (b) Y

Y =mx

i
Dengan m<0
Y 5
5.

y=k

0 X

y = -k

6.
Y

y=k

0 X

y = -k

7. Y
(c,d)

(0,a)

i
6
Persamaan garis yang melalui 2 titik (0,a) dan (c,d), maka bisa dibentuk dari:

Contoh :

y −t 1 x−x 1
=
y 2− y 1 x 2−x 1

(6,7)

(0,4)

Persamaan garis yang melalui 2 titik (0,4) dan (5,7) adalah . . .

y−4 x−0
=
7−4 5−0

↔ 5 ( y −4 )=3 x

↔ 5 y −20=3 x

↔ 5 y −3 x=20

C. Menentukan Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel dari lukisan Daerah


Penyelesaian
Cara menentukan sistem pertidaksamaan linear dua variabel dari lukisan daerah penyelesaian :
1. Tentukan garis-garis batas dari lukisan daerah penyelesaian.
2. Lihat daerah terarsir ada di daerah (+¿) atau (−¿).
3. Bila daerah terarsir ada di daerah (+¿), maka tanda yang digunakan ≥ dan bila daerah (−¿), maka
tanda yang digunakan ≤ .

i
7
Contoh

Tentukan sistem pertidaksamaan linear dari daerah yang diarsir pada gambar berikut ini!

Y
n

(2,9)
(0,4) m
(6,3)

X
k (3,0)

Jawab :

Garis k terdiri dari titik (3,0) dan (0,4) maka garisnya adalah

x y
+ =1
3 4

4 x+3 y =12

k =3 y +4 x=12

Pertidaksamaannya 3 x+ 4 y <12

Garis l terdiri dari titik (6,3) dan (2,9), maka garisnya adalah:

y−3 x−6
=
9−3 2−6

−4( y −3)=6( x−6)

−4 y +12=6 x−36

6 x +4 y=48 dan pertidaksamaannya 4 y +6 x< 48

Garis l ¿ 4 y=6 x=48

Garis m terdiri dari titik (3,0) dan (6,3), maka garisnya adalah:

i
y−0 x−3
=
3−0 6−3

3 y=3 x−9pertidaksamaannya y−x >−3 garis

m=3 y −3 x=−9 atau y=x =−3. Garis n terdiri dari titik (0,4) dan (2,9), maka garisnya adalah :

y−4 x−0
=
9−4 2−0

2 y−8=5 x

2 y−5 x=8

Garis n=2 y−5 x=8

Pertidaksamaannya 2 y−5 x< 8

Jadi, sistem pertidaksamaannya yang membentuk daerah yang diarsisr adalah

3 x+ 4 y >12

4 y +6 x< 48

y−x >−3

2 y−5 x< 8

D. Merancang Model Matematika


Model matematika adalah suatu hasil interpretasi manusia dalam menterjemahkan atau merumuskan
persoalan sehari-hari ke dalam bentuk matematika, sehingga persoalan itu dapat diselesaikan secara
matematis.
Contoh:
Suatu tempat parkir luasnya 200 m 2. Untuk memarkir sebuah mobil rata-rata diperlukan tempat
seluas 10 m 2 dan untuk bus rata-rata 20 m 2. Tempat parkir itu tidak dapat menampung lebih dari 12
mobil dan bus. Bila di tempat parkir itu akan diparkir x mobil dan y bus, buatlah model matematikanya!
Jawab:
Data dari soal dapat dituliskan ke bentuk tabel berikut ini:

Mobil Bus
Lahan Tersedia
(x) ( y)

i
Luas 10 20 200
Daya tampung 1 1 12

Penulisan model matematika:


9
10 x+ 20 y ≤ 200→ x +2 y ≤ 20

x + y ≤ 12 → x + y ≤ 12

x ≥ 0 , y ≥0 → x+ y ≤ 12

E. Penentuan Nilai Optimum (memaksimumkan/meminimumkan) dari Masalah


Program Linear

Dalam menentukan nilai optimum (memaksimumkan/meminimumkan) masalah program linear, kita


harus menentukan titik pojok dari daerah himpunan penyelesaian (daerah feasible) sistem
pertidaksamaan yang ada (kendala/syarat fungsi tujuan).

E.1 Titik Pojok/Titik Ekstrim

Sebuah titik pojok dari daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan adalah sebuah
titik pada atau di dalam daerah penyelesaian yang merupakan perpotongan dua garis pembatas.
Titik pojok sering disebut titik ekstrim. Titik-titik ekstrim inilah yang paling menentukan nilai
optimum fungsi tujuan dalam masalah program linear.

Contoh 1: (Masalah daerah tertutup)

Selesaikanlah sistem pertidaksamaan linear berikut ini secara grafik dan carilah titik-titik ekstrimnya.

2 x+ y ≤ 22

x + y ≤ 13

2 x+5 y ≤50

x≥0

y ≥0

i
Jawab:
10
Pertidaksamaan x ≥ 0 , y ≥0 menunjukkan bahwa daerah penyelesaian berada di kuadran pertama.
Lukiskan tiga garis lurus (garis pembatas) berikut ini

2 x+ y =22

x + y=13

2 x+5 y =50

Titik potong ketiga garis X dan sumbu Y terlihat pada tabel berikut ini.

2 x+ y =22
x 0 11
y 22 0
Titik (0,22) (11,0)
2 x+5 y =5 0
x + y=13 x 0 25
x 0 13 y 10 0
y 13 0
Titik (0,10) (25, 0)
Titik (0,13) (13,0)

Lukiskan ketiga garis pembatas itu dalam koordinat Cartesius dengan ukuran yang tepat!
 Penentuan daerah himpunan penyelesaian:
 x ≥ 0 → sebelah kanan sumbu Y
 y ≥0 → sebelah atas sumbu X
 2 x+ y ≤ 22→ sebelah bawah garis 2 x+ y =22
 x + y ≤ 13 → sebelah bawah garis x + y=13
 2 x+5 y ≤50 → sebelah bawah garis 2 x+5 y =50
 Penentuan titik-titik ekstrim
i. A(0,10), perpotongan garis 2 x+5 y =50 dengan sumbu Y
ii. B(5,8), perpotongan garis 2 x+5 y =50 dengan garis x + y=13
iii. C(9,4), perpotongan garisx + y=13 dengan garis 2 x+ y =22
iv. D(11,10), perpotongan garis2 x+ y =22 dengan sumbu X

i
v. E(0,0), perpotongan sumbu X dan sumbu Y
 Lukisan daerah penyelesaian dan titik-titik ekstrimnya.

11

Contoh 2: (Masalah daerah terbuka)

Selesaikan daerah sistem pertidaksamaan linear berikut ini secara grafik dan carilah titik-titik
ekstrimnya!
5 x+ y ≥ 20
x + y ≥ 12
x +3 y ≥ 18
x≥0
y ≥0

Jawab:

5 x+ y=20
x 0 4
y 20 0
Titik (0,20) (4,0)

x + y=12
x 0 12
y 12 0
Titik (0,12) (12,0)

i
x +3 y=18
12
x 0 18
y 6 0
Titik (0,6) (18,0)

 Penentuan titik ekstrim awal


 Perhatikan semua garis pembatas saat memotong sumbu Y yaitu (0,0), (0,20). (0,12), (0,6).
Karena semua syarat ketidaksamaan adalah ≥, pilih nilai y yang paling besar, yaitu (0,20)
sebagai titik ekstrim awal.
 Perhatikan semua garis pembatas saat memotong sumbu X, yaitu (0,0), (4,0), (12,0), (18,0).
Karena semua syarat ketidaksamaan adalah≥, pilih nilai x yang paling besar, yaitu (18,0)
sebagai titik ekstrim awal.
 Penentuan daerah himpunan penyelesaian
i. x ≥ 0 →sebelah kanan sumbu Y
ii. y ≥0 → sebelah atas sumbu X
iii. 5 x+ y ≥ 20 → sebelah atas garis 5 x+ y=20
iv. x + y ≥ 12 →sebelah atas garisx + y=12
v. x +3 y ≥ 18 → sebelah atas garis x +3 y=18

A(0,20)

B(2,10)

C(9,3)
D(18,0)

 Penentuan titik ekstrim


i. A(0,20), perpotongan garis 5 x+ y=20 dengan sumbu Y
ii. B(2,10), perpotongan garis 5 x+ y=20 dengan x + y=12

i
iii. C((9,3), perpotongan garis x + y=12 dengan x +3 y=18
iv. D(18,0), perpotongan garis x +3 y=18 dengan sumbu X

E.2 Nilai Optimum Suatu Fungsi Objektif


Dalam pemodelan matematika masalah produksi ban PT. Samba Lababan, kalian akan mencari
nilai x dan y sedemikian sehingga f (x , y )=40.000 x +30.000 y maksimum. Bentuk umum dari fungsi
tersebut adalah f (x , y )=ax +by. Suatu fungsi yang akan dioptimumkan (maksimum atau minimum).
Fungsi ini disebut fungsi objektif. Untuk menentukan nilai optimum fungsi objektif ini, kalian dapat
menggunakan dua metode, yaitu metode uji titik pojok dan metode garis selidik.

E.2.1. Metode Uji Titik Pojok


Untuk menentukan nilai optimum fungsi objektif dengan menggunakan metode uji titik pojok,
lakukanlah langkah-langkah berikut.
a. Gambarlah daerah penyelesaian dari kendala-kendala dalam masalah program linear tersebut.
b. Tentukan titik-titik pojok dari daerah penyelesaian itu.
c. Substitusikan koordinat setiap titik pojok itu ke dalam fungsi objektif.
d. Bandingkan nilai-nilai fungsi objektif tersebut. Nilai terbesar berarti menunjukkan nilai maksimum
dari fungsi f(x, y), sedangkan nilai terkecil berarti menunjukkan nilai minimum dari fungsi f(x, y).

(Masalah maksimum)

Contoh 1

Carilah x,y, sedemikian rupa sehingga fungsi objektif maksimum: z=8000 x +6000 y
Syarat – syarat : 2 x+2 y ≤100 → x+ y ≤ 50
2 x+ 4 y ≤160 → x+2 y ≤80
6 x +4 y ≤ 280→ 3 x+ 2 y ≤140
x ≥ 0 , y ≥0 ; x , y ∈ R
Jawab:
Untuk mencari HP dari sistem pertidaksamaan diatas, anggap x , y ∈ R

x + y=50
X 0 50
Y 50 0
titik (0,50) (50,0)

i
14

x +2 y =80
X 0 80
Y 40 0
titik (0,40) (80,0)

3 x+ 2 y =140
X 0 2
46
3
Y 70 0
titik (0,70) 2
(46 ,0)
3

 Penentuan titik potong masing-masing garis pembatas dengan sumbu koordinat: garis pembatas
memotong sumbu X apabila y=0 dan memotong sumbu Y apabila x=0 seperti terlihat pada tabel
diatas.
 Penentuan titik pojok pada daerah HP dari syarat/kendala:
i. A (0,40), perpotongan garis x +2 y =80 dengan sumbu Y
2
ii. D (46 ,0), perpotongan garis 3 x+ 2 y =140 dengan sumbu X
3
Titik-titik potong antara garis:

i. x + y=50 ii. x + y=50 ×2


x +2 y =80−¿ 3 x+ 2 y =140−× 1
− y=−30 −x=−40
y=30 x=40
→ x=20 → y=10

B(20,30) C(40,10)

15
i
Y

B(20,30)

A(0,40) C(40,10)

2
D(46 ,0)
3

 Penentuan nilai maksimum dengan metode uji titik pojok

Fungsi tujuan : z = 8000x + 6000y


Titik pojok Nilai z
A (0,40) z = 0 + 6000(40) = 240.000
B (20,30) z = 8000(20) + 6000(30)= 340.000
C (40,10) z = 8000(40) + 6000(10)= 380.000
2 2 1
D (46 ,0) z = 8000(46 ) + 6000(0)= 373.333
3 3 3

Jadi, nilai maksimum z = 380.000 pada titik pojok C (40,10). Sedangkan nilai minimum z = 240.000
pada titik pojok A (0,40).

E.2.2. Metode Garis Selidik


Cara lain dalam menentukan nilai maksimum dan minimum fungsi objektif z=ax +by yaitu
dengan menggunakan garis selidik ax +by=k.
 Pengertian garis selidik ax +by=k
Garis selidik ax +by=k merupakan suatu garis yang berfungsi utnuk menyelidiki dan
menentukan sampai sejauh mana fungsi objektif z maksimum atau minimum.
 Aturan penggunaan garis selidik ax +by=k
1. Gambar garis ax +by=ab yang memotong sumbu X di titik (b,0) dan memotong sumbu
Y di titik (0,a).
2. Tarik garis-gari sejajar dengan ax +by=ab hingga nilaai z maksimum atau minimum,
dengan memperlihatkan hal-hal berikut:

i
a. Jika garis ax +by=k 1 sejajar dengan garis ax +by=ab dan berada di paling atas
atau berada di paling kanan pada daerah himpunan penyelesaian, maka z=k 1
merupakan nilai maksimumnya.
b. Jika garis ax +by=k 2 sejajar garis ax +by=ab dan berada di paling bawah atau di
paling kiri pada daerah himpunan penyelesaian, maka z=k 2 merupakan nilai
minimumnya.

Contoh

Tentukan nilai maksimum dari 3 x+ 2 y yang memenuhi x + y ≤ 5 , x ≥ 0 , y ≥ 0 , dan x , y ∈ R .

Jawab :
Y

0 2 5 X

3 x+ 2 y =6 3 x+ 2 y =15
Jadi, nilai maksimum dicapai pada titik (5,0) yaitu: 3 . 5 + 2 . 0 = 15.

Contoh
Tentukan nilai maksimum z=x +2 y yang memenuhi: x +3 y ≤ 9,2 x+ y ≤ 8 , x ≥ 0 , y ≥ 0 .
Jawab :

8
7
6
5
4
3
2
1
X
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Pada gambar di atas, terlihat bahwa nilai maksimum z=x +2 y dicapai pada titik A(3,2).
17
i
Jadi nilai maksimum z = 3 + 2 . 2 = 7
Aplikasi program linear
Beberapa masalah penentuan nilai optimum yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dapat
diformulasikan ke bentuk masalah program linear dan diselesaikan dengan metode uji titik pojok.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mengubah persoalan sehari-hari ke dalam
bentuk masalah program linear adalah sebagai berikut:
1. Tetapkan objek-objek yang dituju dengan pemisah variabel x dan y.
2. Tuliskan ketentuan-ketentuan yang ada kedalam sebuah tabel dan tuliskan model
matematikanya.
3. Selesaikanlah model matematika itu dengan metode uji titik pojok untuk memperoleh nilai
optimum fungsi objektif.
Contoh:
Seorang penjahit pakaian mempunyai persediaan 16 m kain sutera, 11 m kain wol, 15 m kain katun
yang akan dibuat 2 model pakaian dengan ketentuan berikut ini:
Model A membutuhkan 2 m sutera, 1 m wol, dan 1 m katun per unit.
Model B membutuhkan 1 m sutera, 2 m wol, dan 3 m katun per unit.
Jika keuntungan pakaian model A Rp 30.000/unit dan keuntungan pakaian model B Rp 50.000/unit.
Tentukan banyaknya masing-masing pakaian yang harus dibuat agar diperoleh keuntungan
maksimum.
Jawab:
Misalkan: x = jumlah pakaian model A
y = jumlah pakaian model B

Bahan Model A (x) Model B (y) Tersedia


Sutera 2 1 16
Wol 1 2 11
Katun 1 3 15
Keuntungan 30.000 50.000
Model matematika yang terbentuk:
Memaksimumkan fungsi tujuan z=30.000 x+ 50.000 y
Kendala: 2 x+ y ≤ 16 ,
x +2 y ≤ 11
x +3 y ≤ 15
x ≥ 0 , y ≥0

Gambar di bawah ini menunjukkan daerah penyelesaian dari kendala masalah program linear.

i
 Penentuan titik pojok daerah penyelesaian
i. A(0,5), perpotongan garis x +3 y=15 dengan sumbu Y.
ii. B(3,4), perpotongan garis x +3 y=15 dengan garis x +2 y =11.
Penentuan titik B:
x +3 y=15
x +2 y =11−¿
y=4
x +8=11→ x=3
∴ B(3,4)
iii. C(7,2), perpotongan garis 2 x+ y =16dan garis x +2 y =11.
Penentuan titik C:
2 x+ y =16
x +2 y =11+¿
3(x + y )=27
∴ x + y=9
x +2 y =11 -
− y=−2
y=2
x +2=9 → x=7
∴ C(7,2)
iv. D(0,8), perpotongan garis 2 x+ y =16 dengan sumbu X.

B(3,4)
5
C(7,2)
A(0,5)
8
X

D(8,0)

19
 Penentuan nilai maksimum fungsi tujuan z dengan uji titik potong daerah penyelesaian kendala:

Fungsi Tujuan: z = 30.000x + 50.000y

i
Titik pojok Nilai z
A(0,5) Z = 0 + 250.000 = 250.000
B(3,4) Z = 90.000 + 2000.000 = 290.000
C(7,2) Z = 210.000 + 100.000 = 310.000
D(8,0) Z = 240.000 + 0 = 240.000

Jadi, banyaknya pakaian yang harus dibuat adalah 7 unit model pakaian A dan 2 unit model pakaian
B dengan keuntungan 310.000.
Contoh 2:
Panitia demo masakan menyediakan 2 jenis makanan bergizi berbentuk bubuk untuk peserta. Tiap
400 g, kedua jenis makanan itu mengandung nutrisi seperti tertera pada tabel:

Unsur Makanan A Makanan B


Protein 15 g 10 g
Lemak 2g 4g
Karbohidrat 25 g 30g

Para peserta setiap hari paling sedikit memerlukan 15 g protein, 4 g lemak, dan 30 g karbohidrat.
Apabila harga makanan A Rp 15.000 setiap 40 g makanan B Rp 20.000 setiap 400 g, tentukan harga
minimum dari makanan yang telah dihabiskan para peserta setiap harinya.
Jawab:
Misalkan, x = banyaknya makanan A
y = banyaknya makanan B

Model matematikanya yang terbentuk:

Meminimumkan fungsi tujuan:

z=15 x+ 20 y (dalam puluhan ribu)

Kendala:

15 x+10 y ≥ 15→ 3 x+2 y ≥3

2 x+ 4 y ≥ 4 → x+2 y ≥2

25 x+ 30 y ≥ 30→ 5 x+ 6 y ≥ 6

x ≥ 0 , y ≥0 → x ≥ 0 , y ≥ 0 20

Gambar di bawah ini menunjukkan daerah penyelesaian dari kendala masalah program linear.

3 i
C(0, )
2
1 3
B( , ) A(2,0)
2 4

 Penentuan titik pojok daerah penyelesaian


i. A(2,0), perpotongan garis x +2 y =2 dengan sumbu X.
1 3
ii. B( , ), perpotongan garis x +2 y =2 dan 3 x+ 2 y =3
2 4
 Penentuan titik B:
3 x+ 2 y =3

x +2 y =2 +

4 ( x + y )=5

5
x + y=
4

x +2 y =2 -

−3
− y=
4

3
y=
4

3 5
x+ =
4 4

5 3 1
∴ x= − =
4 4 2

1 3
∴ B( , )
2 4

3
(iii) C(0, ), perpotongan garis 3 x+ 2 y =3 dengan sumbu Y.
2

21

 Penentuan nilai minimum fungsi tujuan z dengan uji titik pojok daerah penyelesaian kendala:

i
Fungsi tujuan: z = 15x + 20y (dalam puluhan ribu)

Titik pojok Nilai z


A(2,0) Z = 30+0= 30 x 10.000 =300.000

1 3 15 30 45
B( , ) Z= + = x 10.000 = 225.000
2 4 2 2 2
3 Z = 0 + 30 = 30 x 10.000 =300.000
C(0, )
2

Jadi, harga minimum dari makanan yang telah dihabiskan peserta adalah Rp 225.000.

Metode Uji Titik Pojok

Untuk menentukan nilai optimum dengan menggunakan metode uji titik pojok, lakukan langkah-langkah
berikut.

1. Tentukan kendala-kendala dari permasalahan program linear yang dimaksud.


2. Gambarlah daerah penyelesaian dari kendala-kendala dalam masalah program linear tersebut.
3. Tentukan titik-titik pojok dari daerah penyelesaian itu.
4. Substitusikan koordinat setiap titik pojok itu ke dalam fungsi objektif.
5. Bandingkan nilai-nilai fungsi objektif tersebut. Nilai terbesar berarti menunjukkan nilai maksimum
dari fungsi f(x, y), sedangkan nilai terkecil berarti menunjukkan nilai minimum dari fungsi f(x, y).

Contoh Soal

Ling ling membeli 240 ton beras untuk dijual lagi. Ia menyewa dua jenis truk untuk mengangkut beras
tersebut. Truk jenis A memiliki kapasitas 6 ton dan truk jenis B memiliki kapasitas 4 ton. Sewa tiap truk
jenis A adalah Rp 100.000,00 sekali jalan dan truk jenis B adalah Rp 50.000,00 sekali jalan. Maka Ling ling
menyewa truk itu sekurang-kurangnya 48 buah. Berapa banyak jenis truk A dan B yang harus disewa agar
biaya yang
dikeluarkan minimum?

Pembahasan Contoh Soal

i
Langkah pertama. Tentukan kendala-kendala dari permasalahan program linear yang dimaksud oleh
soal. Untuk mengetahui kendala-kendalanya, sebaiknya kita ubah soal tersebut ke dalam tabel sebagai
berikut.

Sehingga, kendala-kendalanya dapat dituliskan sebagai berikut

x + y ≥ 48 ,6 x +4 y ≥ 240 ,x ≥ 0 , y ≥0 , x , y anggota bilangan cacah

Dengan fungsi objektifnya adalah f(x, y) = 100.000x + 50.000y.

Langkah kedua. Gambarkan daerah penyelesaian dari kendala-kendala di atas

i
Langkah ketiga. Tentukan titik-titik pojok dari daerah penyelesaian itu. Titik pojok dari daerah
penyelesaian di atas adalah titik potong garis 6x + 4y = 240 dengan sumbu-y, titik potong garis x + y = 48
dengan sumbu-x, dan titik potong garis-garis x + y = 48 dan 6x + 4y = 240.

Titik potong garis 6x + 4y = 240 dengan sumbu-y adalah titik (0, 60). Titik potong garis x + y = 48 dengan
sumbu-x adalah titik (48, 0). Sedangkan titik potong garis-garis x + y = 48 dan 6x + 4y = 240 dapat dicari
dengan menggunakan cara eliminasi berikut ini.

Diperoleh, titik potong garis-garis x + y = 48 dan 6x + 4y = 240 adalah pada titik (24, 24).

Langkah keempat. Substitusikan koordinat setiap titik pojok itu ke dalam fungsi objektif.

i
Langkah kelima. Bandingkan nilai-nilai fungsi objektif tersebut. Dari ketiga hasil tersebut, dapat diperoleh
bahwa agar biaya yang dikeluarkan minimum, Ling ling harus menyewa 60 truk jenis B dan tidak menyewa truk
jenis A.

i
i

Anda mungkin juga menyukai