Buku Ajar Program Linear Matematika
Buku Ajar Program Linear Matematika
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala karunia yang telah
dilimpahkan-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Program Komputer dasar dengan
baik. Pada tugas ini, kami membuat sebuah buku panduan matematika dengan materi “Program Linear”.
Seperti yang kita tahu, matematika sebagai ilmu dasar yang terpakai disegala bidang ilmu
pengetahuan, sat ini telah berkembang sangat pesat baik materi maupun kegunaanya khususnya materi
Program Linear. Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai aplikasi Program Linear, seperti :
pembangunan perumahan, masalah transportasi, pemakaian bahan baku, dll. Pada aplikasi Program Linear
sering dijumpai perkataan “terbesar” atau “terkecil” dari sejumlah batasan yang berupa pertidaksamaan
linear. Penyelesaian sistem pertidaksamaan linear secara grafik dapat berupa daerah tertutup yang
merupakan syrat memaksimumkan fungsi objektif dan daerah terbuka yang merupakan syarat
meminimumkan fungsi objektif.
Kami berharap semoga buku ini dapat bermanfaat sebagai acuan proses pembelajaran di Sekolah
Menengah Atas (SMA) kelas XII. Oleh karena itu, kritik, saran, dan masukan akan kami terima.
Penulis
i
DAFTAR ISI
PRAKATA................................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................. ii
TUJUAN PEMBELAJARAN................................................................... iv
PROGRAM LINEAR............................................................................... 1
A. Pengertian....................................................................................... 1
B. Daerah Penyelesaian....................................................................... 2
D. Model Matematika......................................................................... 9
E. Nilai Optimum................................................................................ 10
SOAL LATIHAN...................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 26
PROFIL KELOMPOK.............................................................................. 28
ii
KATA MOTIVASI
i
ii
i
TUJUAN PEMBELAJARAN
ii
v
PROGRAM LINEAR
1i
A.2 Permasalahan Program Linear Minimisasi
Catatan :
(0,b)
(a, 0)
X
x y
+ =1
a b
i
2
Contoh
Persamaan garis yang melalui titik (5,0) dan titik (0,6), maka persamaan garisnya adalah:
x y
+ =1
5 6
6 x +5 y
↔ =1
30
↔ 6 x+5 y=30
(0,6)
(5,0)
X
Daerah yang diarsir pada gambar diatas memenuhi x >0 ; y >0 dan 6 x +5 y< 30
2. Y
(a, 0)
(0, -b)
x y
+ =1
−a b
i
Contoh Y
3
Y
(2, 0)
(0, -3)
Persamaan yang melalui titik (2,0) dan (0,-3) maka persamaan garisnya adalah
x y
+ =1
2 −3
−3 x +2 y
↔ =1
−6
Y
3.
(b, 0)
X
(0, -a)
x y
+ =1
a −b
i
Contoh 4
Persamaan garis yang melalui titik (-5,0) dan (0,3) maka persamaan garisnya adalah
x y
+ =1
2 −3
3 x−5 y
↔ =1
−15
↔ 3 x−5 y =−15
4. Y
Y = mx
Dengan m>0
Garis (b) Y
Y =mx
i
Dengan m<0
Y 5
5.
y=k
0 X
y = -k
6.
Y
y=k
0 X
y = -k
7. Y
(c,d)
(0,a)
i
6
Persamaan garis yang melalui 2 titik (0,a) dan (c,d), maka bisa dibentuk dari:
Contoh :
y −t 1 x−x 1
=
y 2− y 1 x 2−x 1
(6,7)
(0,4)
y−4 x−0
=
7−4 5−0
↔ 5 ( y −4 )=3 x
↔ 5 y −20=3 x
↔ 5 y −3 x=20
i
7
Contoh
Tentukan sistem pertidaksamaan linear dari daerah yang diarsir pada gambar berikut ini!
Y
n
(2,9)
(0,4) m
(6,3)
X
k (3,0)
Jawab :
Garis k terdiri dari titik (3,0) dan (0,4) maka garisnya adalah
x y
+ =1
3 4
4 x+3 y =12
k =3 y +4 x=12
Pertidaksamaannya 3 x+ 4 y <12
Garis l terdiri dari titik (6,3) dan (2,9), maka garisnya adalah:
y−3 x−6
=
9−3 2−6
−4 y +12=6 x−36
Garis m terdiri dari titik (3,0) dan (6,3), maka garisnya adalah:
i
y−0 x−3
=
3−0 6−3
m=3 y −3 x=−9 atau y=x =−3. Garis n terdiri dari titik (0,4) dan (2,9), maka garisnya adalah :
y−4 x−0
=
9−4 2−0
2 y−8=5 x
2 y−5 x=8
3 x+ 4 y >12
4 y +6 x< 48
y−x >−3
2 y−5 x< 8
Mobil Bus
Lahan Tersedia
(x) ( y)
i
Luas 10 20 200
Daya tampung 1 1 12
x + y ≤ 12 → x + y ≤ 12
x ≥ 0 , y ≥0 → x+ y ≤ 12
Sebuah titik pojok dari daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan adalah sebuah
titik pada atau di dalam daerah penyelesaian yang merupakan perpotongan dua garis pembatas.
Titik pojok sering disebut titik ekstrim. Titik-titik ekstrim inilah yang paling menentukan nilai
optimum fungsi tujuan dalam masalah program linear.
Selesaikanlah sistem pertidaksamaan linear berikut ini secara grafik dan carilah titik-titik ekstrimnya.
2 x+ y ≤ 22
x + y ≤ 13
2 x+5 y ≤50
x≥0
y ≥0
i
Jawab:
10
Pertidaksamaan x ≥ 0 , y ≥0 menunjukkan bahwa daerah penyelesaian berada di kuadran pertama.
Lukiskan tiga garis lurus (garis pembatas) berikut ini
2 x+ y =22
x + y=13
2 x+5 y =50
Titik potong ketiga garis X dan sumbu Y terlihat pada tabel berikut ini.
2 x+ y =22
x 0 11
y 22 0
Titik (0,22) (11,0)
2 x+5 y =5 0
x + y=13 x 0 25
x 0 13 y 10 0
y 13 0
Titik (0,10) (25, 0)
Titik (0,13) (13,0)
Lukiskan ketiga garis pembatas itu dalam koordinat Cartesius dengan ukuran yang tepat!
Penentuan daerah himpunan penyelesaian:
x ≥ 0 → sebelah kanan sumbu Y
y ≥0 → sebelah atas sumbu X
2 x+ y ≤ 22→ sebelah bawah garis 2 x+ y =22
x + y ≤ 13 → sebelah bawah garis x + y=13
2 x+5 y ≤50 → sebelah bawah garis 2 x+5 y =50
Penentuan titik-titik ekstrim
i. A(0,10), perpotongan garis 2 x+5 y =50 dengan sumbu Y
ii. B(5,8), perpotongan garis 2 x+5 y =50 dengan garis x + y=13
iii. C(9,4), perpotongan garisx + y=13 dengan garis 2 x+ y =22
iv. D(11,10), perpotongan garis2 x+ y =22 dengan sumbu X
i
v. E(0,0), perpotongan sumbu X dan sumbu Y
Lukisan daerah penyelesaian dan titik-titik ekstrimnya.
11
Selesaikan daerah sistem pertidaksamaan linear berikut ini secara grafik dan carilah titik-titik
ekstrimnya!
5 x+ y ≥ 20
x + y ≥ 12
x +3 y ≥ 18
x≥0
y ≥0
Jawab:
5 x+ y=20
x 0 4
y 20 0
Titik (0,20) (4,0)
x + y=12
x 0 12
y 12 0
Titik (0,12) (12,0)
i
x +3 y=18
12
x 0 18
y 6 0
Titik (0,6) (18,0)
A(0,20)
B(2,10)
C(9,3)
D(18,0)
i
iii. C((9,3), perpotongan garis x + y=12 dengan x +3 y=18
iv. D(18,0), perpotongan garis x +3 y=18 dengan sumbu X
(Masalah maksimum)
Contoh 1
Carilah x,y, sedemikian rupa sehingga fungsi objektif maksimum: z=8000 x +6000 y
Syarat – syarat : 2 x+2 y ≤100 → x+ y ≤ 50
2 x+ 4 y ≤160 → x+2 y ≤80
6 x +4 y ≤ 280→ 3 x+ 2 y ≤140
x ≥ 0 , y ≥0 ; x , y ∈ R
Jawab:
Untuk mencari HP dari sistem pertidaksamaan diatas, anggap x , y ∈ R
x + y=50
X 0 50
Y 50 0
titik (0,50) (50,0)
i
14
x +2 y =80
X 0 80
Y 40 0
titik (0,40) (80,0)
3 x+ 2 y =140
X 0 2
46
3
Y 70 0
titik (0,70) 2
(46 ,0)
3
Penentuan titik potong masing-masing garis pembatas dengan sumbu koordinat: garis pembatas
memotong sumbu X apabila y=0 dan memotong sumbu Y apabila x=0 seperti terlihat pada tabel
diatas.
Penentuan titik pojok pada daerah HP dari syarat/kendala:
i. A (0,40), perpotongan garis x +2 y =80 dengan sumbu Y
2
ii. D (46 ,0), perpotongan garis 3 x+ 2 y =140 dengan sumbu X
3
Titik-titik potong antara garis:
B(20,30) C(40,10)
15
i
Y
B(20,30)
A(0,40) C(40,10)
2
D(46 ,0)
3
Jadi, nilai maksimum z = 380.000 pada titik pojok C (40,10). Sedangkan nilai minimum z = 240.000
pada titik pojok A (0,40).
i
a. Jika garis ax +by=k 1 sejajar dengan garis ax +by=ab dan berada di paling atas
atau berada di paling kanan pada daerah himpunan penyelesaian, maka z=k 1
merupakan nilai maksimumnya.
b. Jika garis ax +by=k 2 sejajar garis ax +by=ab dan berada di paling bawah atau di
paling kiri pada daerah himpunan penyelesaian, maka z=k 2 merupakan nilai
minimumnya.
Contoh
Jawab :
Y
0 2 5 X
3 x+ 2 y =6 3 x+ 2 y =15
Jadi, nilai maksimum dicapai pada titik (5,0) yaitu: 3 . 5 + 2 . 0 = 15.
Contoh
Tentukan nilai maksimum z=x +2 y yang memenuhi: x +3 y ≤ 9,2 x+ y ≤ 8 , x ≥ 0 , y ≥ 0 .
Jawab :
8
7
6
5
4
3
2
1
X
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Pada gambar di atas, terlihat bahwa nilai maksimum z=x +2 y dicapai pada titik A(3,2).
17
i
Jadi nilai maksimum z = 3 + 2 . 2 = 7
Aplikasi program linear
Beberapa masalah penentuan nilai optimum yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dapat
diformulasikan ke bentuk masalah program linear dan diselesaikan dengan metode uji titik pojok.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mengubah persoalan sehari-hari ke dalam
bentuk masalah program linear adalah sebagai berikut:
1. Tetapkan objek-objek yang dituju dengan pemisah variabel x dan y.
2. Tuliskan ketentuan-ketentuan yang ada kedalam sebuah tabel dan tuliskan model
matematikanya.
3. Selesaikanlah model matematika itu dengan metode uji titik pojok untuk memperoleh nilai
optimum fungsi objektif.
Contoh:
Seorang penjahit pakaian mempunyai persediaan 16 m kain sutera, 11 m kain wol, 15 m kain katun
yang akan dibuat 2 model pakaian dengan ketentuan berikut ini:
Model A membutuhkan 2 m sutera, 1 m wol, dan 1 m katun per unit.
Model B membutuhkan 1 m sutera, 2 m wol, dan 3 m katun per unit.
Jika keuntungan pakaian model A Rp 30.000/unit dan keuntungan pakaian model B Rp 50.000/unit.
Tentukan banyaknya masing-masing pakaian yang harus dibuat agar diperoleh keuntungan
maksimum.
Jawab:
Misalkan: x = jumlah pakaian model A
y = jumlah pakaian model B
Gambar di bawah ini menunjukkan daerah penyelesaian dari kendala masalah program linear.
i
Penentuan titik pojok daerah penyelesaian
i. A(0,5), perpotongan garis x +3 y=15 dengan sumbu Y.
ii. B(3,4), perpotongan garis x +3 y=15 dengan garis x +2 y =11.
Penentuan titik B:
x +3 y=15
x +2 y =11−¿
y=4
x +8=11→ x=3
∴ B(3,4)
iii. C(7,2), perpotongan garis 2 x+ y =16dan garis x +2 y =11.
Penentuan titik C:
2 x+ y =16
x +2 y =11+¿
3(x + y )=27
∴ x + y=9
x +2 y =11 -
− y=−2
y=2
x +2=9 → x=7
∴ C(7,2)
iv. D(0,8), perpotongan garis 2 x+ y =16 dengan sumbu X.
B(3,4)
5
C(7,2)
A(0,5)
8
X
D(8,0)
19
Penentuan nilai maksimum fungsi tujuan z dengan uji titik potong daerah penyelesaian kendala:
i
Titik pojok Nilai z
A(0,5) Z = 0 + 250.000 = 250.000
B(3,4) Z = 90.000 + 2000.000 = 290.000
C(7,2) Z = 210.000 + 100.000 = 310.000
D(8,0) Z = 240.000 + 0 = 240.000
Jadi, banyaknya pakaian yang harus dibuat adalah 7 unit model pakaian A dan 2 unit model pakaian
B dengan keuntungan 310.000.
Contoh 2:
Panitia demo masakan menyediakan 2 jenis makanan bergizi berbentuk bubuk untuk peserta. Tiap
400 g, kedua jenis makanan itu mengandung nutrisi seperti tertera pada tabel:
Para peserta setiap hari paling sedikit memerlukan 15 g protein, 4 g lemak, dan 30 g karbohidrat.
Apabila harga makanan A Rp 15.000 setiap 40 g makanan B Rp 20.000 setiap 400 g, tentukan harga
minimum dari makanan yang telah dihabiskan para peserta setiap harinya.
Jawab:
Misalkan, x = banyaknya makanan A
y = banyaknya makanan B
Kendala:
2 x+ 4 y ≥ 4 → x+2 y ≥2
25 x+ 30 y ≥ 30→ 5 x+ 6 y ≥ 6
x ≥ 0 , y ≥0 → x ≥ 0 , y ≥ 0 20
Gambar di bawah ini menunjukkan daerah penyelesaian dari kendala masalah program linear.
3 i
C(0, )
2
1 3
B( , ) A(2,0)
2 4
x +2 y =2 +
4 ( x + y )=5
5
x + y=
4
x +2 y =2 -
−3
− y=
4
3
y=
4
3 5
x+ =
4 4
5 3 1
∴ x= − =
4 4 2
1 3
∴ B( , )
2 4
3
(iii) C(0, ), perpotongan garis 3 x+ 2 y =3 dengan sumbu Y.
2
21
Penentuan nilai minimum fungsi tujuan z dengan uji titik pojok daerah penyelesaian kendala:
i
Fungsi tujuan: z = 15x + 20y (dalam puluhan ribu)
1 3 15 30 45
B( , ) Z= + = x 10.000 = 225.000
2 4 2 2 2
3 Z = 0 + 30 = 30 x 10.000 =300.000
C(0, )
2
Jadi, harga minimum dari makanan yang telah dihabiskan peserta adalah Rp 225.000.
Untuk menentukan nilai optimum dengan menggunakan metode uji titik pojok, lakukan langkah-langkah
berikut.
Contoh Soal
Ling ling membeli 240 ton beras untuk dijual lagi. Ia menyewa dua jenis truk untuk mengangkut beras
tersebut. Truk jenis A memiliki kapasitas 6 ton dan truk jenis B memiliki kapasitas 4 ton. Sewa tiap truk
jenis A adalah Rp 100.000,00 sekali jalan dan truk jenis B adalah Rp 50.000,00 sekali jalan. Maka Ling ling
menyewa truk itu sekurang-kurangnya 48 buah. Berapa banyak jenis truk A dan B yang harus disewa agar
biaya yang
dikeluarkan minimum?
i
Langkah pertama. Tentukan kendala-kendala dari permasalahan program linear yang dimaksud oleh
soal. Untuk mengetahui kendala-kendalanya, sebaiknya kita ubah soal tersebut ke dalam tabel sebagai
berikut.
i
Langkah ketiga. Tentukan titik-titik pojok dari daerah penyelesaian itu. Titik pojok dari daerah
penyelesaian di atas adalah titik potong garis 6x + 4y = 240 dengan sumbu-y, titik potong garis x + y = 48
dengan sumbu-x, dan titik potong garis-garis x + y = 48 dan 6x + 4y = 240.
Titik potong garis 6x + 4y = 240 dengan sumbu-y adalah titik (0, 60). Titik potong garis x + y = 48 dengan
sumbu-x adalah titik (48, 0). Sedangkan titik potong garis-garis x + y = 48 dan 6x + 4y = 240 dapat dicari
dengan menggunakan cara eliminasi berikut ini.
Diperoleh, titik potong garis-garis x + y = 48 dan 6x + 4y = 240 adalah pada titik (24, 24).
Langkah keempat. Substitusikan koordinat setiap titik pojok itu ke dalam fungsi objektif.
i
Langkah kelima. Bandingkan nilai-nilai fungsi objektif tersebut. Dari ketiga hasil tersebut, dapat diperoleh
bahwa agar biaya yang dikeluarkan minimum, Ling ling harus menyewa 60 truk jenis B dan tidak menyewa truk
jenis A.
i
i