0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
255 tayangan44 halaman

Kritik Karya Seni Van Gogh

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang kritik seni rupa, terutama fungsi dan pengertian kritik seni. Kritik seni dijelaskan sebagai kegiatan menanggapi karya seni untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap karya seni. Fungsi kritik seni antara lain menjembatani komunikasi antara seniman, karya, dan penikmat serta memberikan umpan balik

Diunggah oleh

Dwi Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
255 tayangan44 halaman

Kritik Karya Seni Van Gogh

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang kritik seni rupa, terutama fungsi dan pengertian kritik seni. Kritik seni dijelaskan sebagai kegiatan menanggapi karya seni untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap karya seni. Fungsi kritik seni antara lain menjembatani komunikasi antara seniman, karya, dan penikmat serta memberikan umpan balik

Diunggah oleh

Dwi Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan seni aktivitas manusia terbagi menjadi tiga bentuk, yaitu

aktivitas kreasi, aktivitas penghayatan, dan aktivitas kritik seni. Aktivitas karya

seni yaitu mengacu adanya seniman yang yang menghadirkan karya. Artinya,

dalam proses seniman bersinggungan dengan kenyataan objektif di luar dirinya

atau kenyataan dalam dirinya sendiri. Persinggungan tersebut menimbulkan

respon atau tanggapan. Tanggapan yang dimilikinya dipresentasikan ke luar

dirinya, maka lahirnya karya seni. Aktivitas penghayatan, yaitu aktivitas

seseorang dalam memahami karya seni untuk mendapatkan suatu pengalaman

batin. Artinya, penghayat merasa puas setelah menghayati karya seni dan

memperoleh kepuasan estetik.

Kepuasan estetik merupakan hasil interaksi antara karya seni dengan

penghayat. Sedangkan aktivitas kritik seni, yakni sebagai usaha pemahaman dan

penikmatan karya seni. Dalam hal ini kritik sebagai kajian rinci dan apresiatif

dengan analisis yang logis dan argumentatif untuk menafsirkan karya seni. Ketiga

aktivitas tersebut, dapat dijelaskan bahwa kreasi seni berkaitan dengan mencipta,

menghayati, dan kritik. Mencipta, yaitu proses mewujudkan suatu karya seni

sesuai dengan ide seniman. Menghayati, yakni proses menikmati suatu karya yang

diciptakan seniman. Kritik, yakni proses evaluasi untuk menentukan baik-

buruknya suatu ciptaan atau memberi penjelasan terhadap suatu karya berdasarkan

1
norma-norma tertentu. Oleh karena itu, ketiga aktivitas itu, yakni antara seniman,

penghayatan, dan kritik seni (penilaian) merupakan satu kesatuan yang tak

terpisahkan. Proses apresiasi memang menjadi satu kebutuhan dan kritik adalah

kebutuhan yang lain. Keduanya dapat berkait ketika kritik berhasil sebagai

pemandu pemahaman dan apresiasi. Kritik selalu diharapkan menjadi pembuka

kemungkinan adanya proses pemahaman antara kerja seniman dan daya apresiasi

masyarakat penikmatnya. Tugas kritik karya seni akan lebih banyak pada prioritas

masalah apresiasi, sehingga seluruh proses pendekatan dan isi paparan kritik dapat

menciptakan iklim apresiasi.

Kritik Seni dalam dunia Seni Rupa sangat penting. Malalui Kritik Seni, kita

bisa melihat kelebihan dan kekurangan yang tampak dalam sebuah karya seni.

Terjadinya kritik disebabkan adanya ketidak sesuaian, penyimpangan ataupun

lepasnya batas-batas normatif dalam pandangan obyektif pelaku kritik. Tentu

pandangan masing-masing pelaku kritik didasari dari latar belakang ilmu

pengetahuan dan pengalamannya secara menyeluruh. Artinya kritik pun bisa

bermakna subyektif bisa pula bermakna obyektif. Namun nilai kritik akan sangat

bisa diterima, tentunya, jika sudah melalui seleksi mayoritas atas pandangan yang

obyektif. Situasi kondisi dalam hal ini sangat mudah kita saksikan, baik itu di

wilayah publik, maupun dalam wilayah-wilayah yang lebih kecil. Misalnya

lingkungan sekitar. Atau bisa juga dalam sebuah komunitas tertentu.

Dalam makalah ini akan memuat tentang penjesan siapa Vincent willem van

gogh beserta pengertian, makna dan kritikan dari penulis makalah ini tentang

karya beliau.

2
1.2 Tujuan

A. Unruk mengetahui apa itu kritik seni, fungsi serta bentuk kritik seni

B. Untuk mengetahui siapa itu Vincent willem van gogh

C. Mengetahui apa saja karya Vincent willem van gogh

D. Memberikan pendapat atau kritikan tentang makna, kekurangan,

dan kelebihan yang tertuang dalam karya Vincent willem van gogh

1.3 Manfaat Penelitian

Dengan makalah ini diharapkan , dapat membrikan pengetahuan serta

pemahaman yang baik , baik kepada penulis maupun kepada pembaca tentang

KRITIK KARYA SENI RUPA VINCENT WILLEM VAN GOGH. Adapun

manfaat yang dapat diperoleh dari penyusunan makalah ini adalah pembaca dapat

mengetahui tentang pengertian, manfaat, siapa van gogh, apa karya dan maknya,

serta mengkritik karya beliau.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kritik Seni Rupa

2.1.1 Pengertian kritik seni


Istilah kritik atau critism (Inggris) berasal dari bahasa Yunani yakni

kritikos yang berhubungan dengan krinein yang berarti memisahkan,

mengamati, membandingkan dan menimbang. Di Yunani ada kata krites

yang maksudnya hakim, dengan kata kerja krinein berarti juga

menghakimi. Kritikos berarti juga hakim kesusasteraan. Istilah ini ada

semenjak abad ke IV sebelum kelahiran kristus. Menurut sejarahnya,

seorang bernama Pilatus dari pulau Kos yang pada tahun 305 Sebelum

Masehi didatangkan ke Alexandria untuk menjadi guru raja Ptolomeus II

dan dianugerahi julukan penyair dan kritikos sekaligus (Hardjana, 1981).

Pada abad pertengahan di Eropa, istilah kritik hanya muncul dalam

bidang kedokteran dengan pengertian yang menyatakan suatu keadaan

penyakit yang kritis atau sangat membahayakan jiwa penderitanya.

Selanjutnya pada masa Renaissans arti kata tersebut kembali kepada

pengertian lama dan seorang yang bernama Poliziano pada tahun 1492

mempergunakan istilah-istilah tersebut untuk membedakannya dengan

filsuf. Pada waktu itu, istilah critikus dan gramaticus dipergunakan untuk

menunjuk orang-orang yang menekuni pustaka sastra lama. Sementara itu

seorang pujangga bernama Erasmus mempergunakan istilah art critic untuk

4
Al-Kitab sebagai alat atau sarana dalam pelayanan hidup. Beberapa waktu

kemudian di kalangan penganut Humanisme berlaku pengertian yang

terbatas pada penyuntingan dan pembetulan teks-teks kuno. Pergeseran arti

kritik sehingga mencakup pembetulan edisi, pernyataan pengarang, sensor

dan penghakiman berlaku pada sekitar tahun 1600. (Wellek, 1971).

Sementara itu, di Perancis dan Amerika Serikat pada awal abad XIX

berlaku kedua pengertian itu secara luas. Istilah critique menunjuk

pembicaraan tentang seniman tertentu, sedangkan criticism menunjuk

teorinya. Dalam bahasa Inggris, istilah Critic diperuntukkan kepada

orangnya, yang bahasa Belandanya Criticus. Menurut Poerwadarminta ,

kritik berarti kemelut; keadaan genting. Kritik berarti kecaman, celaan,

gugatan. Sedangkan menurut Seodjipto (1991), arti kata kritik adalah suatu

cara atau metoda untuk membahas, menimbang, mengamati,

membandingkan, memilah-milah (menyeleksi), mengulas, mengurai,

menafsir, meninjau, komentar, menelaah, menilai, mengevaluasi dan

mengkaji. Lebih lanjut W.H. Hudson mengatakan bahwa istilah kritik

dalam arti yang tajam adalah penghakiman (judgesment). Kritikus pertama

kali dipandang sebagai seorang ahli yang memiliki kepandaian khusus dan

mengalami pendidikan untuk menelaah suatu karya. Memeriksa kebaikan

dan cacat, lalu mengatakan pendapat itu. Selanjutnya Hudson mengatakan

adanya kritikan yang mengutamakan memuji dan mencari kebaikan dan ada

yang mengutamakan mencari cacat melulu. Menurut Gayley dan Scoot

dalam Liaw Yock Fang (1970), kritik adalah: mencari kesalahan (faul-

5
finding), memuji (to praise ), menilai (to judge ), membandingkan (to

compare), dan menikmati (to appreciate ). Dari beberapa pandangan di atas,

ternyata menunjukkan adanya perbedaan dalam mendefinisikan apa kritik

itu. Namun jika dicermati lebih mendalam akan ada kesamaan, yakni: kritik

adalah komentar, biasanya normatif terhadap suatu prestasi dan seluk beluk

dengan tujuan apresiatif.

Oleh karena itu, kritik seni merupakan kegiatan menanggapi karya

seni untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu karya seni.

Keterangan mengenai kelebihan dan kekurangan ini dipergunakan dalam

berbagai aspek, terutama sebagai bahan untuk menunjukkan kualitas dari

sebuah karya. Para ahli seni umumnya beranggapan bahwa kegiatan kritik

dimulai dari kebutuhan untuk memahami kemudian beranjak kepada

kebutuhan memperoleh kesenangan dari kegiatan memperbincangkan

berbagai hal yang berkaitan dengan karya seni tersebut. Sejalan dengan

perkembangan pemikiran dan kebutuhan masyarakat terhadap dunia seni,

kegiatan kritik kemudian berkembang memenuhi berbagai fungsi sosial

lainnya. Kritik karya seni tidak hanya meningkatkan kualitas pemahaman

dan apresiasi terhadap sebuah karya seni.

2.1.2 Fungsi Kritik Seni

Kritik seni memiliki fungsi yang sangat strategis dalam dunia

kesenirupaan dan pendidikan seni rupa. Fungsi kritik seni yang pertama dan

utama ialah menjembatani persepsi dan apresiasi artistik dan estetik karya

6
seni rupa, antara pencipta (seniman, artis), karya, dan penikmat seni.

Komunikasi antara karya yang disajikan kepada penikmat (publik) seni

membuahkan interaksi timbal-balik dan interpenetrasi keduanya.

Fungsi lain ialah menjadi dua mata yang saling dibutuhkan, baik

oleh seniman maupun penikmat. Seniman membutuhkan mata panah tajam

untuk mendeteksi kelemahan, mengupas kedalaman, serta membangun

kekurangan. Seniman memerlukan umpan-balik guna merefleksi

komunikasi-ekspresifnya, sehingga nilai dan apresiasi tergambar dalam

realita harapan idealismenya. Publik seni (masyarakat penikmat) dalam

proses apresiasinya terhadap karya seni membutuhkan tali penghubung

guna memberikan bantuan pemahaman terhadap realita artistik dan estetik

dalam karya seni. Proses apresiasi menjadi semakin terjalin lekat, manakala

kritik memberikan media komunikasi persepsi yang memadai. Kritik

dengan gaya bahasa lisan maupun tulisan yang berupaya mengupas,

menganalisis serta menciptakan sudut interpretasi karya seni, diharapkan

memudahkan bagi seniman dan penikmat untuk berkomunikasi melalui

karya seni Menurut Sudarmaji (1970) melihat kritik memiliki dua fungsi,

yakni:

a. Sebagai pemberitahuan bahwa ada penyuguhan hasil seni. Sebagai

fungsi tak langsung

b. Pembicaraan sesuatu gejala, memberikan pengantar, lalu menilai

baik buruknya suatu prestasi, serta memberikan apresiasi.

7
Berdasarkan titik tolak atau landasan yang digunakan, dikenal pula

beberapa bentuk kritik

2.1.3 Bentuk kritik

A. Kritik Instrumentalistik

Melalui pendekatan instrumentalistik sebuah karya seni cenderung

dikritisi berdasarkan kemampuananya dalam upaya mencapai tujuan,

moral, religius, politik atau psikologi. Pendekatan kritik ini tidak terlalu

mempersoalkan kualitas formal dari sebuah karya seni tetapi lebih

melihat aspek konteksnya baik saat ini maupun masa lalu. Lukisan

berjudul ”Penangkapan Pangeran Diponegoro” karya Raden Saleh

misalnya, dikritisi tidak saja berdasarkan kualitas teknis (formal) nya saja

tetapi keterkaitan antara objek, isi, tema dan tujuan serta pesan moral

yang ingin disampaikan pelukisnya atau interpretasi pengamatnya

terhadap konteks ketika karya tersebut dihadirkan.

B. Kritik Formalistik

Melalui pendekatan formalistik, kajian kritik terutama ditujukan

terhadap karya seni sebagai konfigurasi aspek-aspek formalnya atau

berkaitan dengan unsur-unsur pembentukannya. Pada sebuah karya

lukisan, maka sasaran kritik lebih tertuju kepada kualitas penyusunan

(komposisi) unsur-unsur visual seperti warna, garis, tekstur, dan

sebagainya yang terdapat dalam karya tersebut. Kritik formalistik

8
berkaitan juga dengan kualitas teknik dan bahan yang digunakan dalam

berkarya seni.

C. Kritik Ekspresivistik

Melalui pendekatan ekspresivistik dalam kritik seni, kritikus

cenderung menilai dan menanggapi kualitas gagasan dan perasaan yang

ingin dikomunikasikan oleh seniman melalui sebuah karya seni.

Kegiatan kritik ini umumnya menanggapi kesesuaian atau keterkaitan

antara judul, tema, isi dan visualisasi objek-objek yang ditampilkan

dalam sebuah karya.

2.2 Riwayat Vincent Willem Van Gogh

Vincent Willem van Gogh  (30

Maret 1853 – 29 Juli 1890) adalah pelukis pasca-

impresionis Belanda yang menjadi salah satu

figur terkenal dan berpengaruh dalam sejarah seni

rupa Barat. Sepanjang satu dekade, ia membuat

sekitar 2,100 karya seni, yang meliputi sekitar

860 lukisan minyak, sebagian besar berasal dari

dua tahun terakhir masa hidupnya di Perancis,

dimana ia wafat. Karya-karya tersebut

meliputi lanskap, cuplikan kehidupan, potret dan potret diri, dan

dikarakteristikkan dengan warna yang tebal dan dramatis, karya kuas implusif dan

9
ekspresif yang berkontribusi pada pendirian seni rupa modern. Bunuh dirinya 37

tahun berikutnya adalah akibat sakit mental dan kemiskinan.

Lahir dalam sebuah keluarga kelas menengah ke atas, Van Gogh

dibesarkan menjadi seorang anak yang serius, pendiam dan telaten. Pada masa

muda, ia bekerja sebagai diler seni, sering melakukan perjalanan, namun menjadi

tertekan setelah ia pindah ke London. Ia beralih ke agama, menjalani waktu

sebagai misionaris Protestan di Belgia selatan. Ia terserang sakit sebelum mulai

melukis pada 1881, kembali pulang ke rumah orangtuanya.

Adiknya Theo mendukungnya secara finansial, dan keduanya

menjalin komunikasi jangka panjang melalui surat menyurat. Karya-karya

awalnya, kebanyakan cuplikan-cuplikan kehidupan dan penggambaran-

penggambaran dari para buruh tani, berisi beberapa tanda warna vivid yang

mengkhaskan karya berikutnya. Pada 1886, ia pindah ke Paris, dimana ia bertemu

para anggota avant-garde, yang meliputi Émile Bernard dan Paul Gauguin, yang

bereaksi melawan sensibilitas Impresionis. Saat karyanya berkembang, ia

membuat sebuah tema baru tentang cuplikan-cuplikan kehidupan dan lanskap-

lanskap lokal. Lukisan-lukisannya bertumbuh dalam pewarnaan karena ia

mengembangkan sebuah gaya yang sangat terealisasi saat ia singgah di Arles di

selatan Perancis pada 1888. Pada masa itu, ia menghimpun materi subyeknya

pada pohon zaitun, bunga mawar, ladang gandum dan bunga matahari.

Van Gogh terserang pengakit psikotik dan delusi dan ia mengkhawatirkan

stabilitas mentalnya, ia sering memeriksa kesehatan fisiknya, tidak makan

sembarangan dan banyak minum-minum. Pertemanannya dengan Gauguin

10
berakhir setelah sebuah konfrontasi yang membuatnya memotong sebagian

kuping kirinya sendiri. Ia menjalani waktu di rumah-rumah sakit psikiatris,

termasuk sebuah periode di Saint-Rémy. Setelah ia pulih dan pindah ke Auberge

Ravoux di Auvers-sur-Oise dekat Paris, ia berada di bawah perawatan

dokter homeopatik Paul Gachet. Tekanannya berlanjut dan pada 27 Juli 1890, Van

Gogh menembak dirinya sendiri di bagian dada dengan sebuah revolver. Ia wafat

akibat luka-lukanya dua hari kemudian.

Van Gogh dianggap gagal pada masa hidupnya, dan dianggap sebagai

seorang pria buruk dan gagal. Ia menjadi terkenal setelah ia bunuh diri, dan ada

dalam khayalan publik sebagai orang yang secara salah kaprah dikira jenius,

"dimana keburukan dan kreativitas berpadu". Reputasinya mulai bertumbuh pada

awal abad ke-20 karena unsur-unsur gaya lukisnya merasuk ke para Ekspresionis

Jerman dan Fauvis. Ia meraih banyak kesuksesan kritis, komerial dan populer

sepanjang berdekade-dekade selanjutnya, dan diingat seorang pelukis penting

namun tragis, yang kepribadiannya yang mengalami ketegangan mengkhaskan

gagasan romansa dari artis yang tersiksa.

Sumber utama paling komprehensif tentang Van Gogh adalah balasan-

balasan surat antara ia dan adiknya, Theo. Hubungan seumur hidup mereka, dan

sebagian besar apa yang diketahui dari pemikiran dan teori seni rupa Vincent,

tercantum dalam ratusan surat yang mereka balas dari 1872 sampai 1890. Theo

van Gogh adalah diler seni dan menyediakan saudaranya dengan dukungan

finansial dan emosional, dan memiliki hubungan dengan tokoh berpengaruh pada

ranah seni kontemporer. Theo menyimpan semua surat Vincent untuknya; Vincent

11
menyimpan beberapa surat yang ia dapat. Setelah keduanya wafat, janda

Theo Johanna memutuskan untuk menerbitkan beberapa surat mereka. Beberapa

muncul pada 1906 dan 1913; kebanyakan diterbitkan pada 1914. Surat-surat

Vincent bersifat elok dan ekspresif dan disebut sebagai "intimasi mirip buku

harian", dan terbaca bagian per bagian seperti autobiografi. Penerjemah Arnold

Pomerans menyatakan bahwa publikasi-publikasi mereka menambahkan sebuah

"dimensi segar untuk memahami pengabdian artistik Van Gogh, sebuah

pemahaman yang diraih kami secara virtual tidak bukan dari pelukis lainnya".

Terdapat lebih dari 600 surat dari Vincent ke Theo dan sekitar 40 dari

Theo ke Vincent. Terdapat 22 ke saudarinya Wil, 58 ke pelukis Anthon van

Rappard, 22 ke Émile Bernard serta surat-surat individual ke Paul Signac, Paul

Gauguin dan kritikus Albert Aurier. Beberapa diilustrasikan

dengan sketsa. Beberapa tak tertanggal, namun para sejarawan seni dapat

menempatkan sebagian besar dalam tatanan kronologi. Masalah-masalah dalam

transkripsi dan penanggalan masih ada, terutama dengan surat-surat yang

diposkan dari Arles. Sementara itu, Vincent menulis sekitar 200 surat dalam

bahasa Belanda, Perancis dan Inggris. Terdapat sebuah hal bersinggungan dalam

catatan saat ia tinggal di Paris karena kakak-beradik tersebut tinggal bersama dan

tak perlu surat menyurat.

2.2.1 Masa awal

Vincent Willem van Gogh lahir pada 30 Maret 1853 di Groot-Zundert, di

provinsi mayoritas Katolik Brabant Utara, selatan Belanda. Ia adalah anak sulung

dari pasangan Theodorus van Gogh, seorang pendeta Gereja Reformasi Belanda,

12
dan Anna Cornelia Carbentus. Van Gogh diberi nama dari kakeknya, dan

saudaranya mengalami lahir mati setahun sebelum kelahirannya. Vincent adalah

sebuah nama umum dalam keluarga Van Gogh: kakeknya, Vincent (1789–1874),

yang meraih sebuah gelar dalam bidang teologi di Universitas Leiden pada 1811,

memiliki enam putra, tiga diantaranya menjadi diler seni. Vincent ini mengambil

nama dari saudara kakeknya sendiri, seorang pemahat (1729–1802).

Gambar.2

Vincent willem van gogh

Ibu Van Gogh berasal dari sebuah keluarga kaya di Den Haag, dan

ayahnya adalah putra bungsu dari seorang pendeta. Keduanya bertemu saat adik

Anna, Cornelia, menikahi kakak Theodorus, Vincent (Cent). Orangtua Van Gogh

menikah pada Mei 1851 dan pindah ke Zundert. Saudaranya Theo lahir pada 1

Mei 1857. Terdapat saudara lainnya, dan tiga saudari: Elisabeth, Anna,

dan Willemina (dikenal sebagai "Wil"). Pada masa berikutnya, Van Gogh masih

hanya bersentuhan dengan Willemina dan Theo. Ibu Van Gogh adalah seorang

13
wanita relijius dan keras yang membuat pengaruh keluarga pada

titik klaustrofobia bagi orang-orang di sekitar mereka. Gaji Theodorus sangat

sedikit, namun Gereja menyuplai keluarga tersebut dengan sebuah rumah, seorang

pelayan, dua jurumasak, seorang tukang kebun, sebuah kereta kuda, dan Anna

memberikan tugas kepada anak-anak pada posisi sosial yang tinggi dari keluarga

tersebut.

Van Gogh adalah seorang anak yang serius dan berpikiran luas. Ia diajari

di rumah oleh ibunya dan seornag pengajar, dan pada 1860, dikirim ke sekolah

desa. Pada 1864, ia menempati sebuah sekolah asrama di Zevenbergen, dimana ia

merasa ditinggalkan, dan ingin pulang. Sehingga, pada 1866, orangtuanya

mengirimkannya ke sekolah menengah di Tilburg, dimana ia makin tak

bahagia. Peminatannya terhadap seni rupa dimulai pada masa muda. Ia didorong

untuk menggambar semenjak kecil oleh ibunya, dan gambar-gambar awalnya

terjual majal, namun tak sebanding dengan kemampuan dari karya

berikutnya. Constantijn C. Huysmans, yang telah menjadi artis sukses di Paris,

mengajar pada murid di Tilburg. Filsafatnya menolak teknik dalam menangkap

impresi-impresi dari suatu hal, terutama objek alam atau umum. Ketidakbahagiaan

Van Gogh terlihat membayangi pelajaran-pelajarannya, yang memiliki dampak

kecil; pada Maret 1868 ia kembali ke rumah. Ia kemudian menyatakan bahwa

masa mudanya "keras dan dingin, dan steril".

Pada Juli 1869, paman Van Gogh, Cent, memberikan sebuah posisi

untuknya di diler seni Goupil & Cie di Den Haag. Setelah menyelesaikan

pelatihannya pada 1873, ia ditransfer ke cabang London dari Goupil di

14
Southampton Street, dan mengambil penginapan di 87 Hackford

Road, Stockwell. Ini adalah masa bahagia bagi Van Gogh; ia sukses berkarya, dan

pada usia 20 tahun, menjadi melebihi ayahnya. Istri Theo kemudian menyatakan

bahwa ini adalah tahun terbaik dari kehidupan Vincent. Ia menjadi terkesima

dengan putri nyonya tanahnya, Eugénie Loyer, namun ditolak setelah

mencurahkan perasaan-perasaannya; perempuan tersebut diam-diam bertunangan

dengan seorang bekas pemilik penginapan. Ia makin terisolasi dan makin diberi

layanan keagamaan. Ayah dan pamannya mengadakan sebuah transfer ke Paris

pada 1875, dimana ia mengirim kembali keluaran-keluaran seperti gelar ke firma

yang mengurusi seni rupa, dan dikeluarkan setahun kemudian.

Gambar.3

Rumah sang maestro saat memutuskan menjadi sneiman

Pada April 1876, ia kembali ke Inggris untuk mengambil pekerjaan tak

dibayar sebagai guru suplai di sebuah sekolah asrama kecil di Ramsgate. Saat

perguruan tersebut dipindahkan ke Isleworth, Middlesex, Van Gogh juga ikut

pindah. Ia kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaan tersebut dan

menjadi asisten pendeta Methodis. Orangtuanya kemudian pindah ke Etten; pada

15
1876 ia kembali ke rumah saat Natal selama enam bulan dan bekrja di sebuah

toko buku di Dordrecht. Ia merasa tak bahagia dengan pekerjaan tersebut dan

menjalani waktunya dengan menyadur atau menerjemahkan pasal-pasal dari

Alkitab ke dalam bahasa Inggris, Perancis dan Jerman. Ia memutuskan untuk

mencurahkan dirinya sendiri dalam keagamaan, dan makin menjadi saleh dan

monastik. Menurut teman se-rumah susunnya pada masa itu, Paulus van Görlitz,

Van Gogh bersikap teliti saat makan, menghindari daging.

Untuk pendukung pencurahan keagamaannya dan keinginannya untuk

menjadi pastor, pada 1877, keluarganya mengirimkan untuk tinggal dengan

pamannya Johannes Stricker, seorang teolog menonjol, di Amsterdam. Van Gogh

bersiap untuk ujian teologi besard di Universitas Amsterdam; ia gagal pada ujian

tersebut, dan meninggalkan rumah padannya pada Juli 1878. Meskipun juga

gagal, ia mengambil sebuah kursus tiga bulan di sebuah sekolah

misionaris Protestan di Laken, dekat Brussels.

Pada Januari 1879, ia diberi tugas menjadi misionaris di Petit-Wasmes. di

pertambangan batubara Borinage di Belgia. Untuk menunjukkan dukungannya

atas kongregasinya, ia memberikan penginapannya di sebuah toko roti kepada

seorang tuna wisma, dan pindah ke sebuah gubuk kecil dimana ia tidur di jerami.

Kondisi hidupnya simpangh siur tak membuat ia renggang dengan otoritas gereja,

yang menyatakan bahwa ia "memahami pendirian keimanan". Ia kemudian

berjalan sejauh 75 kilometer (47 mi) ke Brussels, kembali ke Cuesmes di

Borinage, diminta orangtuanya untuk kembali ke Etten. Ia singgah disana sampai

sekitar Maret 1880, yang menyebabkan tekanan dan frustasi bagi orangtuanya.

16
Ayahnya sendiri frustasi dan menasehati agar putranya harus mengajukan suaka

di Geel.

Van Gogh kembali ke Cuesmes pada Agustus 1880, dimana ia tinggal

dengan seorang penambang sampai Oktober Ia menjadi meminati masyarakat dan

pemandangan di sekitarnya, dan mencatatnya dalam gambar-gambar setelah Theo

menyarankan agar ia mengambil bidang seni rupa. Ia pergi ke Brussels setahun

kemudian, untuk mengikuti saran Theo agar ia belajar dengan seniman

Belanda Willem Roelofs, yang membujuknya – meskipun ia tidak menyukai

sekolah seni rupa formal – untuk masuk Académie Royale des Beaux-Arts. Ia

mendaftar di Académie pada November 1880, dimana ia belajar anatomi dan

aturan-aturan standar dari peragaan dan perspektif.

Gambar.4

Wajah van gogh saat umur 35 tahun

17
Van Gogh kembali ke Etten pada April 1881 untuk singgah dengan

orangtuanya. Ia masih menggambar, seringkali memakai para tetangganya sebagai

subyek. Pada Agustus 1881, sepupunya yang telah menjanda, Cornelia "Kee"

Vos-Stricker, putri kakak ibunya Willemina dan Johannes Stricker, datang

berkunjung. Ia sering bercerita dan berjalan-jalan dengannya. Kee berusia tujuh

tahun lebih tua darinya, dan memiliki seorang putra berusia delapan tahun. Van

Gogh mengejutkan setiap orang dengan mendeklarasikan cintanya kepadanya dan

mengusulkan pernikahan. Ia menolak dengan berkata "Tidak, tidak mau, tidak

akan" ("nooit, neen, nimmer"). Setelah Kee kembali ke Amsterdam, Van Gogh

datang ke Den Haag untuk menjual lukisan-lukisan dan bertemu sepupu

keduanya, Anton Mauve. Mauve adalah seniman sukses yang Van Gogh

sanjung. Mauve mengundangnya untuk kembali dalam beberapa bulan, dan

menyarankan agar ia menjalani waktu dengan berkarya memakai arang dan pastel;

Van Gogh kembali ke Etten dan mengikuti nasehatnya.

Kemudian pada November 1881, Van Gogh menulis sebuah surat kepada

Johannes Stricker, dimana ia menyebut Theo sebagai sebuah serangan. Selama

berhari-hari, ia pergi ke Amsterdam. Kee tak menemuinya, dan orangtuanya

menyatakan bahwa "persistensinya adalah hal yang tak boleh

diganggu". Disamping itu, ia memakai tangan kirinya saat memasang lampu,

dengan berkata: "Agar aku menyaksikannya selama aku bisa menjaga tanganku di

wadah." Ia juga tak menghiraukan peristiwa apapun, namun kemudian

menyatakan bahwa pamannya merusak wadah tersebut. Ayahnya Kee secara jelas

18
menyatakan bahwa penolakannya diharuskan dan keduanya tak boleh menikah,

terutama karena ketidakmampuan Van Gogh untuk mendukung dirinya sendiri.

Mauve mengambil Van Gogh sebagai murid dan mengenalkannya pada

warna cair, yang ia pakai selama sebulan berikutnya sebelum pulang pada masa

Natal. Ia berseteru dengan ayahnya, menolak pergi ke gereja, dan pergi ke Den

Haag. Dalam sebulan, Van Gogh dan Mauve menjalani waktu dengan

menggambar dari pemasangan plaster. Van Gogh hanya mengundang orang-orang

dari jalanan sebagai model, sebuah praktik yang tampaknya tak disepakati Mauve.

Pada Juni, Van Gogh terserang kencing nanah dan menjalani tiga pekan di rumah

sakit. Setelah itu, ia mula-mula melukis memakai minyak, memakai uang yang

dipinjam dari Theo. Ia menyukai median tersebut, dan makin meliberalkan

lukisannya, menorehkannya di kanvas dan berkarya dengan kuas. Ia menyatakan

bahwa ia terkejut terhadap kebaikan dari hasilnya.

Pada Maret 1882, Mauve tampak mendingin dengan Van Gogh, dan

berhenti membalas surat-suratnya. Ia memahami aransemen domestik baru Van

Gogh dengan seorang tuna susila alkoholik, Clasina Maria "Sien" Hoornik (1850–

1904), dan putri mudanya. Van Gogh telah bertemu Sien menjelang akhir Januari

1882, saat ia memiliki seorang putri berusia lima tahun dan mengandung. Ia

sebelumnya melahirkan dua anak yang sudah wafat, namun Van Gogh tak

menyadarinya; pada 2 Juli, ia melahirkan seorang bayi laki-laki, Willem. Saat

ayah Van Gogh menyadari detail dari hubungan mereka, ia membujuk agar

putranya meninggalkan Sien dan dua anaknya. Vincent mula-mula

19
menolaknya, dan menghiraukan keluarganya di kota tersebut, namun pada akhir

1883, ia meninggalkan Sien dan anak-anaknya.

Kemiskinan telah menekan Sien kembali ke prostitusi; rumah tersebut

menjadi kurang bahagia dan Van Gogh merasa kehidupan keluarganya tak sejalan

dengan pengembangan artistiknya. Sien memberikan putrinya kepada ibunya, dan

bayi Willen kepada saudaranya. Willem mengunjungi Rotterdam saat ia berusia

sekitar 12 tahun, saat pamannya membujuk Siem untuk menikah dalam rangka

mensahkan anak-anaknya. Ia meyakini Van Gogh adalah ayahnya, namun waktu

kelahirannya tampak tak meyakinkan. Sien menenggelamkan dirinya sendiri

ke Sungai Scheldt pada 1904.

Pada September 1883, Van Gogh pindah ke Drenthe di utara Belanda.

Pada Desember, didorong oleh kesendirian, ia ingin tinggal dengan orangtuanya,

yang pada masa itu berada di Nuenen, Brabant Utara.

2.2.2 Menjadi seniman

Di Nuenen, Van Gogh berfokus pada lukisan dan gambar. Bekerja di luar

ruangan dan sangat cepat, ia menyelesaikan sketsa-sketsa dan lukisan para

penenun dan gubuk mereka. Dari Agustus 1884, Margot Begemann, seorang putri

tetangga yang lebih tua sepuluh tahun darinya, bergabung dengannya pada

pengerjaannya; Margot jatuh cinta dan Gogh pun demikian, meskipun kurang

antusias. Mereka ingin menikah, namun pihak keluarga mereka tak

menyetujuinya. Margot tertekan dan meracuni dirinya sendiri dengan striknin,

20
namun selamat setelah Van Gogh melarikannya ke rumah sakit terdekat. Pada 26

Maret 1885, ayah Gogh wafat akibat serangan jantung.

Van Gogh melukis beberapa kelompok dari cuplikan kehidupan pada

1885. Selama dua tahun ia singgah di Nuenen, ia menyelesaikan sejumlah gambar

dan lukisan warna cair, dan hampir sekitar 200 lukisan minyak. Paletnya

utamanya terdiri dari lapisan tanah sombre, terutama coklat tua, dan tak

menunjukkan warna-warna vivid yang membedakan karya berikutnya.

Terdapat peminatan dari seorang diler di Paris pada awal 1885. Theo

menanyai Vincent jika ia memiliki lukisan-lukisan yang siap untuk

dipamerkan. Pada Mei, Van Gogh menjawabnya dengan karya besar

pertamanya, The Potato Eaters, dan sebuah serial dari "studi karakter petani" yang

meraih ketenaran selama beberapa tahun berkarya.]Saat ia mempermasalahkan

bahwa Theo tak membuat usaha untuk menjual lukisan-lukisannya di Paris,

saudaranya menjawabnya dengan menyatakan bahwa lukisan-lukisan tersebut

terlalu berwarna tua, dan tidak sejalan dengan gaya Impresionisme. Pada bulan

Agustus, karyanya secara umum dipamerkan untuk pertama kalinya, di jendela-

jendela toko diler Leurs di Den Haag. Salah satu petani muda yang sedang

duduk yang ia lukis menjadi mengandung pada September 1885; Van Gogh

dituduh membuatnya demikian, dan imam desa melarang pihak paroki untuk

melayaninya.

Ia pindah ke Antwerp pada bulan November, dan menyewa sebuah kamar

di atas toko diler lukisan di rue des Images (Lange Beeldekensstraat). Ia hidup

dalam kemiskinan dan makan seadanya, hidup dari yang Theo kirim pada material

21
dan model lukisan. Roti, kopi dan tembakau menjadi bagian dari pola makannya.

Pada Februari 1886, ia menulis kepada Theo bahwa ia hanya ingat menyantap

hidangan hangat sejak Mei sebelumnya. Giginya menjadi buruk dan luka-luka. Di

Antwerp, ia mencurahkan dirinya sendiri untuk mempelajari teori warna dan

menjalani waktu di museum-museum — terutama mempelajari karya Peter Paul

Rubens – dan memakai paletnya dengan warna-warna yang meliputi karmin, biru

kobalt dan hijau permata. Van Gogh membawa cukil-cukil kayu ukiyo-e Jepang di

lahan dok, kemudian memasukkan unsur-unsur dari gaya mereka ke dalam latar

belakang beberapa lukisannya. Ia kembali menjadi peminum berat, dan berada di

rumah sakit antara Februari dan Maret 1886, dimana ia juga diyakini diobati

untuk penyakit sifilis.

Setelah ia pulih, dan disamping ia antipati dengan pengajaran akademik, ia

mengambil ujian pemasukan tingkat tinggi di Akademi Seni Rupa Murni di

Antwerp, dan pada Januari 1886, bermatrikulasi dalam bidang melukisan dan

menggambar. Ia jatuh sakit dan kesehatannya menurun akibat kerja berlebihan,

pola makan rendah dan terlalu banyak merokok. Ia mulai menghadiri kelas-kelas

menggambar dari model-model plaster di Akademi Antwerp pada 18 Januari

1886. Ia kemudian berseteru dengan Charles Verlat, direktur Akademi dan guru

kelas lukis, karena gaya lukisnya yang tak biasa. Van Gogh juga berseteru dengan

pengajar kelas gambar Franz Vinck. Van Gogh akhirnya mulai masuk kelas

gambar setelah model-model plaster antik diberikan oleh Eugène Siberdt.

Kemudian Siberdt dan van Gogh berkonflik saat van Gogh tak memenuhi

permintaan Siberdt untuk melukis kontur dan berkonsentrasi pada garis. Saat van

22
Gogh diminta untuk menggambar Venus dari Milo pada kelas gambar, ia

membuat gambar seorang wanita petani Flemish telanjang dan tak bertangan.

Siberdt menganggapnya bertentangan dengan paduan artistiknya dan membuat

koreksi kepada gambar van Gogh dengan krayonnya sehingga menodai kertas

tersebut. Van Gogh kemudian melakukan kecaman dan berteriak kepada Siberdt:

'Kau benar-benar tak mengetahui seperti apa seorang wanita

muda, Persetan! Seorang wanita harus memiliki pinggul, pantat, panggul dimana

ia dapat menggendong seorang bayi!' Menurut beberapa catatan, ini menjadi

terakhir kalinya van Gogh menghadiri kelas-kelas di Akademi tersebut dan

kemudian ia pergi ke Paris. Pada 31 Maret 1886, sekitar sebulan setelah berseteru

dengan Siberdt, para guru Akademi memutuskan agar 17 murid, termasuk van

Gogh, mengulang setahun. Cerita bahwa van Gogh dikeluarkan dari Akademi

oleh Siberdt masih tak jelas.

Gambar.5

Henri de Toulouse-Lautrec, Potret Vincent van Gogh, 1887, gambar pastel, Museum Van

Gogh, Amsterdam

23
Van Gogh pindah ke Paris pada Maret 1886 dimana ia berbagi rumah

susun rue Laval dengan Theo di Montmartre, dan belajar di studio Fernand

Cormon. Pada bulan Juni, kakak beradik tersebut mengambil sebuah rumah susun

yang lebih besar di 54 rue Lepic. Di Paris, Vincent melukis potret-potret para

teman dan pemandangan, lukisan cuplikan kehidupan, pemandangan Le Moulin

de la Galette, pemandangan di Montmartre, Asnières dan sepanjang Seine. Pada

1885 di Antwerp, ia menjadi berminat dengan cetakan blok kayu ukiyo-e Jepang,

dan memakainya untuk menghias tembok studionya; saat di Paris, ia

mengumpulkan ratusan dari mereka. Ia berupaya membuat Japonaiserie,

menempatkan sebuah figur dari sebuah reproduksi pada sampul majalah Paris

Illustre, The Courtesan or Oiran (1887), dari Keisai Eisen, yang kemudian ia

perbesar dalam sebuah lukisan.

Setelah menyaksikan potret Adolphe Monticelli di Galerie Delareybarette,

Van Gogh mengadopsi palet yang lebih besar dan lebih tebal, terutama dalam

lukisan-lukisan seperti Pemandangan Laut di Saintes-Maries (1888). Dua tahun

kemudian, Vincent dan Theo dibayar untuk publikasi sebuah buku tentang

lukisan-lukisan Monticelli, dan Vincent membawa beberapa karya Monticelli

untuk menambah koleksinya.

Van Gogh mempelajari tentang atelier buatan Fernand Cormon dari Theo.

Ia berkarya di studio tersebut pada April dan Mei 1886, dimana ia menjalin

hubungan dengan seniman Australia John Peter Russell, dan bertemu murid

sejawatnya Émile Bernard, Louis Anquetin dan Henri de Toulouse-Lautrec – yang

melukis potretnya memakai pastel. Mereka bertemu di toko alat lukis Julien

24
"Père" Tanguy, (yang pada masa itu merupakan satu-satunya tempat dimana

lukisan-lukisan buatan Paul Cézanne disimpan). Pada 1886, dua pameran besar

diadakan disana, menampilkan Pointillisme dan Neo-impresionisme untuk

pertama kalinya, dan mengirim perhatian kepada Georges Seurat dan Paul Signac.

Theo menyimpan stok lukisan Impresionis di galerinya di jalan Montmartre,

namun Van Gogh terlambat dalam memahami perkembangan baru dalam seni

rupa tersebut.

Konflik berkembang antar kakak adik tersebut. Pada akhir 1886, Theo

menganggap tinggal bersama dengan Vincent merupakan hal yang "hampir tak

merasuk". Pada akhir 1887, mereka kembali berdamai, dan Vincent pindah

ke Asnières, sebuah anak perkotaan barat laut Paris, dimana ia memahami Signac.

Ia mengadopsi unsur-unsur Pointillisme, sebuah teknik dimana sejumlah titik

berwarna kecil ditorehkan di kanvas yang saat dilihat dari kejauhan mereka

membentuk sebuah campuran optik dari perwujudan. Gaya tersebut menekankan

kemampuan warna komplementer – yang meliputi biru dan jingga – untuk

membentuk vibran yang kontras.

termasuk Jembatan di sepanjang Seine, Asnières. Pada November 1887,

Theo dan Vincent berteman dengan Paul Gauguin yang sedang datang ke Paris.

Menjelang akhir tahun, Vincent mengadakan sebuah pameran di sepanjang

Bernard, Anquetin, dan mungkin Toulouse-Lautrec, di Restoran Grand-Bouillon,

du Chalet, nomor 43 jalan de Clichy, Montmartre. Dalam catatan kontemporer,

Bernard menyatakan bahwa pameran tersebut mendorong hal lainnya di

Paris. Disana, Bernard dan Anquetin menjual lukisan-lukisan pertama mereka,

25
dan Van Gogh bertukar karya dengan Gauguin. Diskusi tentang seni rupa,

seniman, dan keadaan sosial mereka dimulai saat pameran tersebut, berlanjut dan

meluas dengan meliputkan para pengunjung ke acara tersebut, seperti Camille

Pissarrodan putranya Lucien, Signac dan Seurat. Pada Februari 1888, merasa puas

tinggal di Paris, Van Gogh hengkang, yang telah melukis lebih dari 200 lukisan

selama dua tahun disana. Berjam-jam sebelum keberangkatannya, ditemani oleh

Theo, ia menjalani kunjungan pertama dan satu-satunya ke Seurat di studionya.

2.2.3 Puncak artistik


Sakit akibat minum-minum dan kecanduan merokok, pada Februari 1888,

Van Gogh mengungsi ke Arles. Ia tampaknya berpindah atas alasan mendirikan

sebuah koloni seni rupa. Seniman Denmark Christian Mourier-Petersen menjadi

pengikutnya selama dua bulan, dan yang mula-mula membuat Arles tampak

eksotis. Dalam sebuah surat, ia menyebutnya sebagai desa asing: "para Zouave,

rumah-rumah bordil, anak-anak kecil Arlésienne mengikuti Komuni Pertamanya,

imam melayaninya, yang tampak seperti badak berbahaya, orang-orang

meminum absinthe, semuanya menampakkanku makhluk-makhluk dari dunia

lainnya."

Masa di Arles menjadi salah satu masa paling berharga bagi Van Gogh" ia

menyelesaikan 200 lukisan, dan lebih dari 100 gambar dan warna cair. Ia

ditunjang oleh pemandangan lokal dan sinar; karya-karyanya pada masa itu kaya

akan warna kuning, ultramarine dan mauve. Lukisan-lukisannya meliputi kegiatan

panen, ladang gandum dan pemandangan desa secara umum dari kawasan

tersebut, yang meliputi Pabrik Tua (1888), sebuah struktur indah yang membatasi

26
ladang-ladang gandum. Ini adalah salah satu dari tujuh kanvas yang dikirim

ke Pont-Aven pada 4 Oktober 1888 dalam sebuah barter karya dengan Paul

Gauguin, Émile Bernard, Charles Laval dan lain-lain.

Lukisan-lukisan pemandangan Arles diberitahukan oleh pemberitahuan

berbahasa Belanda buatan Van Gogh; karya-karya dari ladang dan jalanan tampak

datar dan kurang perspektif, namun bagus dalam pemakaian warna

mereka. Apresiasi barunya terlihat dalam rangkaian dan cangkupan karyanya.

Pada Maret 1888, ia melukis pemandangan-pemandangan memakai "wadah

perspektif"; tiga karya ditampilkan di pameran tahunan Société des Artistes

Indépendants. Pada April, ia dikunjungi oleh seniman Amerika Dodge

MacKnight, yang tinggal di dekat Fontvieille. Pada 1 Mei 1888, untuk

15 franc per bulan, ia menandatangani penyewaan untuk salap timur Rumah

Kuning di 2 place Lamartine. Kamar-kamarnya tak memiliki perabotan dan telah

tak didiami selama berbulan-bulan.

Pada 7 Mei, Van Gogh pindah dari Hôtel Carrel ke Café de la

Gare, bertema dengan para pengurus properti, Joseph dan Marie Ginoux. Rumah

Kuning diberikan perabotan sebelum ia benar-benar berpindah kesana, namun ia

dapat memakainya sebagai sebuah studio. Ia ingin sebuah galeri untuk

menyimpan karyanya, dan memulai serangkaian lukisan yang kemudian

meliputi Kursi Van Gogh (1888), Kamar Tidur di Arles (1888), Kafé

Malam (1888), Teras Kafé di Malam Hari (September 1888), Malam Berbintang

di Atas Rhone (1888), dan Cuplikan Kehidupan: Vas dengan Dua Belas Bunga

Matahari (1888), semuanya ditujukan untuk dékorasi untuk Rumah Kuning.

27
Van Gogh menulis bahwa dengan Kafé Malam, ia berusaha "untuk

mengekspreksikan gagasan bahwa kafe adalah sebuah tempat dimana orang dapat

menjatuhkan dirinya sendiri, menjadi jahat, atau melakukan kejahatan". Saat ia

mengunjungi Saintes-Maries-de-la-Mer pada bulan Juni, ia memberikan pelajaran

kepada seorang letnan kedua Zouave – Paul-Eugène Milliet] – dan

melukis perahu-perahu di laut dan desa. MacKnight mengenalkan Van Gogh

dengan Eugène Boch, seorang pelukis Belgia yang terkadang singgah di

Fontvieille, dan keduanya saling berbalas kunjungan pada bulan Juli.

Van Gogh masuk suaka Saint-Paul-de-Mausole pada 8 Mei 1889, ditemani

oleh perawatnya, Frédéric Salles, seorang rohaniwan Protestan. Saint-Paul adalah

sebuah bekas biara di Saint-Rémy, yang berjarak kurang dari 30 kilometer (19 mi)

dari Arles, dan dijalankan oleh bekas dokter angkatan laut, Théophile Peyron. Van

Gogh memiliki dua sel dengan batas jendela, salah satunya ia pakai sebagai

sebuah studio. Klinik dan tamannya menjadi subyek utama dari lukisan-

lukisannya. Ia membuat beberapa studi dalam ruangan rumah sakit tersebut,

seperti Vestibul Suaka dan Saint-Rémy (September 1889). Beberapa karyanya

dari masa ini dikarakteristikkan dengan bentuk putaran obat nyamuk,

seperti Malam Berbintang. Ia diperbolehkan sedikit berjalan-jalan, dimana ia

melukis sipres dan pohon zaitun, yang meliputi Pohon Zaitun dengan Pegunungan

di Latar Belakang 1889, Sipres 1889, Ladang Jagung dengan Sipres (1889), Jalan

Desa di Provence pada Malam Hari (1890). Pada September 1889 ia membuat dua

versi berikutnya dari Kamar Tidur di Arles.

28
Akses terbatas untuk hdiup di luar klinik tersebut mengakibatkan

penipisan materi subyek. Van Gogh sebagai gantinya mengerjakan tafsiran-

tafsiran dari lukisan seniman lainnya, seperti Sang Penabur dan Pemandangan

Siang Hari karya Millet, dan ragam-ragam pada karyanya sendiri dari masa

sebelumnya. Van Gogh adalah seorang pengikut Realisme dari Jules

Breton, Gustave Courbet dan Millet, dan ia membandingkan salinan-salinannya

dengan Beethoven saat menafsirkan seorang musisi.

Putaran Para Tahanan (1890) buatannya dilukis berdasarkan pada

sebuah engravir karya Gustave Doré (1832–1883). Tralbaut berpendapat bahwa

wajah tahanan di bagian tengah lukisan yang menghadap penonton adalah Van

Gogh sendiri; Jan Hulsker menentangnya.

Antara Februari dan April 1890, sakit Van Gogh makin parah. Tertekan

dan tak dapat menulis, ia masih dapat melukis dan sedikit menggambar pada masa

itu, dan ia kemudian menulis kepada Theo bahwa ia membuat beberapa kanvas

kecil "dari kenangan ... Ingatan di Utara". Salah satu diantaranya adalah Dua

Petani Wanita Membungkuk di sebuah Ladang Terselimuti Salju saat Senja.

Hulsker meyakini bahwa kelompok kecil lukisan ini membentuk nukleus dari

beberapa gambar dan lembar studi yang menggambarkan lanskap dan figur yang

Van Gogh kerjakan pada masa itu. Ia menyatakan bahwa masa pendek tersebut

adalah satu-satunya masa dimana sakit Van Gogh memiliki dampak signifikan

pada karyanya. Van Gogh membujuk ibunya dan saudaranya untuk mengirim

gambar-gambarnya dan dilaksanakan pada awal 1880an sehingga ia dapat

mengerjakan lukisan-lukisan baru dari sketsa-sketsa lamanya. Salah satu karya

29
buatannya pada masa ini adalah Pria Tua yang Bersedih ("Di Gerbang

Keabadian"), sebuah studi warna yang Hulsker sebut sebagai "kenangan tak

terlupakan lainnya dari masa lampau yang panjang". Lukisan-lukisan berikutnya

menampilkan seorang seniman pada puncak kemampuannya, yang menurut

kritikus seni Robert Hughes, "disertai dengan kepercayaan diri dan kerahmatan".

Albert Aurier memuji karyanya dalam Mercure de France pada Januari

1890, dan menyebutnya sebagai "orang pintar". Pada Februari, Van Gogh melukis

lima versi dari L'Arlésienne (Madame Ginoux), berdasarkan pada sebuah sketsa

kekacauan yang Gauguin buat saat ia membimbing kedua seniman tersebut pada

November 1888.[174][note 10]


 Selain itu pada bulan Februari, Van Gogh diundang

oleh Les XX, sebuah perhimpunan dari para pelukis avant-garde di Brussels,

untuk ikut serta dalam pameran tahunan mereka. Di makan malam pembukaan,

seorang anggota Les XX, Henry de Groux, menghina karya Van Gogh. Toulouse-

Lautrec menuntut satisfaksi, dan Signac mendeklarasikan bahwa ia akan

melanjutkan pertarungan bagi kehormatan Van Gogh jika Lautrec menyerah. De

Groux meminta maaf atas kejadian tersebut dan meninggalkan grup tersebut.

Kemudian, saat pajangan Van Gogh disimpan di Artistes Indépendants,

Paris, Claude Monet berkata bahwa karyanya adalah hal terbaik dalam acara

tersebut. Setelah kelahiran keponakannya, Van Gogh menulis, "Aku memulai

menjauhi pembuatan sebuah gambar baginya, untuk digantung di kamar tidur

mereka, cabang-cabang kembang almond putih melawan sebuah langit biru."

Van Gogh menggambar, dan melukis dengan warna cair saat di sekolah,

namun hanya beberapa contoh yang masih ada dan kepengarangan dari beberapa

30
karya telah dipertentangkan. Saat ia memasuki kesenian pada masa dewasa, ia

mulai pada tingkat dasar. Pada awal 1882, pamannya, Cornelis Marinus, pemilik

sebuah galeri seni rupa kontemporer terkenal di Amsterdam, membujuknya untuk

menggambar Den Haag. Karya Van Gogh tak berminat. Marinus menawarkan

sebuah komisi kedua, menspesifikasikan materi subyek secara detail, namun

kembali ditolak. Van Gogh beralasan; ia bereskperimentasi dengan pencahayaan

di studionya memakai beragam bahan, dan dengan alat gambar berbeda. Selama

lebih dari setahun, ia berkarya pada figur-figur tunggal – studi tingkat tinggi

dalam hitam-putih, yang pada masa itu hanya meraih kritikan. Kemudian, karya-

karyanya dianggap sebagai adikarya-adikarya awal.

Pada Agustus 1882, Theo memberikan uang kepada Vincent untuk

membeli bahan-bahan untuk mengerjakan en plein air. Vincent menyatakan

bahwa ia sekarang "melukis dengan semangat baru". Dari awal 1883, ia berkarya

pada komposisi multi-figur. Ia memiliki beberapa dari mereka yang difoto, namun

saat saudaranya menyatakan bahwa mereka kurang hidup dan segar, ia

menghancurkannya dan beralih ke lukisan minyak. Van Gogh beralih ke para

seniman Aliran Den Haag terkenal seperti Weissenbruch dan Blommers, dan

meraih nasehat teknikal dari mereka, serta dari para pelukis seperti De

Bock dan Van der Weele, keduanya adalah generasi kedua dari Aliran Den

Haag. Saat ia pindah ke Nuenen setelah masa-masa di Drenthe, ia memulai

beberapa lukisan besar namun kebanyakan dihancurkan. Pemakan Kentang dan

karya-karya yang menyertainya adalah beberapa karya yang masih ada. Setelah

berkunjung ke Rijksmuseum, Van Gogh menulis ajuannya untuk karya kuas

31
ekonomis dan cepat dari Para Master Belanda, khususnya Rembrandt dan Frans

Hals. Ia menyadari bahwa beberapa kelemahannya adalah kurang berpengalaman

dan keahlian teknis sehingga pada November 1885, ia berkunjung ke Antwerp dan

kemudian Paris untuk mendalami dan mengembangkan keterampilannya.

Theo mengkritik Pemakan Kentang karena palet berwarna tuanya, yang ia

anggap tak sesuai dengan gaya modern. Saat Van Gogh singgah di Paris antara

1886 dan 1887, ia berusaha untuk memajukan palet yang baru dan berwarna lebih

muda. Potret Père Tanguy (1887) buatannya menunjukkan kesuksesannya dengan

palet yang lebih besarm dab nerupakan bukti dari sebuah gaya kepribadian yang

berubah. Risalah berwarna Charles Blanc sangat mempengaruhinya, dan

membuatnya berkarya dengan warna-warna komplementer. Van Gogh meyakini

bahwa dampak warna lebih deskriptif; ia menyatakan bahwa "warna

mengekspresikan beberapa hal dalam hal itu sendiri". Menurut Hughes, Van Gogh

menganggap warna memiliki "berat psikologi dan moral", seperti yang tertuang

dalam warna merah dan hijau dari Kafe Malam, sebuah karya yang ingin ia

"tunjukkan semangat besar dari kemanusiaan".Kuning berarti banyak baginya,

karena menyimbolkan rasa emosional. Ia memakai warna kuning sebagai simbol

sinar matahari, kehidupan dan Allah.

Van Gogh kemudian menjadi pelukis kehidupan dan alam pedesaan, dan

pada musim panas pertamanya di Arles, ia memakai palet barunya untuk

menggambar pemandangan dan kehidupan pedesaan tradisional. Keyakinannya

bahwa sebuah kekuatan berdiri di balik alam membuatnya berusaha untuk

mengabadikan sebuah esensi dari kekuatan tersebut, atau esensi alam dalam seni

32
rupanya, terkadang melalui pemakaian simbol. Pencantuman penabur yang ia

lakukan, mula-mula dijiplak dari Jean-François Millet, merefleksikan keyakinan

agama Van Gogh: penabur sebagai Yesus yang menaburkan kehidupan di bawah

kehangatan matahari. Ini adalah tema dan motif yang ia sering tuangkan pada

pengerjaan ulang dan pengembangan. Lukisan-lukisan bunga buatannya diisi

dengan simbolisme, namun lebih memakai ikonografi Kristen tradisional yang ia

buat sendiri, dimana kehidupan berada di bawah matahari dan keryanya adalah

sebuah alegori dari kehidupan. Di Arles, dimana ia meraih kepercayaan diri

setelah melukis kembang-kembang musim dingin dan belajar untuk

mengabadikan sinar matahari, ia melukis Sang Penabur

Van Gogh singgah di apa yang ia sebut "penunjukan kenyataan",dan

mekritik karya-karya yang terlalu bergaya. Setelah itu, ia menulis bahwa

abstraksi Malam Berbintang telah terlalu jauh dan bahwa realitasnya "terlalu jauh

dalam latar belakang". Hughes menyebutnya sebagai sebuah momen dari gairah

visioner ekstrim: bintang-bintangnya sangat besar, mengingatkan pada Arus

Besar karya Hokusai, gerakan di surga di bagian atas terefleksi oleh sipres di bumi

yang ada di bawahnya, dan penglihatan pelukis tersebut "diterjemahkan dalam

sebuah plasma lukisan yang sangat tegas".

Antara 1885 dan kematiannya pada 1890, Van Gogh tampaknya

membangun sebuah oeuvre, sebuah koleksi yang merefleksikan penglihatan

pribadinya, dan kemudian sukses secara komersial. Ia terpengaruhi oleh definisi

gaya menurut Blanc, bahwa sebuah lukisan yang sebenarnya mengharuskan

pemakaian warna optimal, perspektif dan penekanan kuas. Van Gogh menerapkan

33
kata "keperluan" untuk lukisan-lukisan yang ia anggap telah sempurna,

berlawanan dengan hal-hal yang ia pikirkan saat belajar. Ia melukis beberapa

serial studi; kebanyakan adalah cuplikan kehidupan, beberapa dieksekusi dengan

eksperimen warna atau sebagai hadiah-hadiah kepada para teman. Karya di Arles

dianggap berkontribusi kepada oeuvre-nya: karya-karya yang ia anggap sangat

berpengaruh dari masa itu adalah Sang Penabur, Kafe Malam, Kenangan Taman

di Etten dan Malam Berbintang. Dengan penekanan kuas yangbesar, perspektif

intensif, warna, kontur dan rancangan, lukisan-lukisan tersebut mewakili gaya

yang ia majukan.

2.3 Karya Vincent Willem Van Gogh

Gambar.6

(The Potato Eaters , cat Minyak, kanvas, 1885)

34
Gambar.7

(Bedroom in Arles, Cat Minyak, kanvas)

Gambar.8

(The Starry Night, cat minyak, kanvas, 1889)

35
Gambar.9

(Irises, cat minyak, kanvas, 1987)

gambar. 10

(Vase With 12 Sunflowers, cat minyak, kanvas, 1870 )

36
2.4 Mengkritik Karya Vincent Willem Van Gogh

A. Potato eaters

Gamabar.11

Bahan Ukuran Unsur rupa : 1885 Vincent van gogh cat Minyak di kanvas

82 × 114 cm dalam lukisan ini terdapat unsur rupa yang menonjol yaitu

pemakaian gelap terang yang dipakai untuk menonjolkan bentuk dan tekstur dari

lukisan tersebut, sang pelukis bertujuan agar para penikmat lukisan ini dapat

merasakan betapa kuatnya fenomena yang tergambar pada figur manusia di

lukisan di samping. Pelukis yang bertujuan betapa beratnya para buruh menjalani

kehidupan tiap harinya di samping kehidupan yang mewah yang di alami orang

orang borjuis pada masa itu.

37
B. Badroom in arles

GAMBAR.12

Kamar tidur di Arles (Cat Minyak di atas kanvas, 72.4 cm x 91.3 cm)

Bedroom in Arles adalah judul 3 buah lukisan yang mirip satu sama lain karya

pelukis abad 19 Post-Impresionis Belanda Vincent van Gogh. Van Gogh sendiri

memberi judul lukisannya ini The Bedroom in Arles. Ada tiga versi asli lukisan

ini yang dijelaskan dalam suratnya dan dapat dibedakan dari foto-foto yang

digantung di dinding sebelah [Link] ini menggambarkan kamar tidur Van

Gogh di 2 Place Lamartine di Arles, Bouches-du-Rhône, Perancis, yang dikenal

juga dengan nama Yellow House.

Pintu di sebelah kanan adalah jalan menuju lantai atas dan tangga, sedangkan

pintu di sebelah kiri adalah ruang kamar tamu yang dia sediakan untuk Gauguin.

Pemandangan dari jendela di dinding depan adalah jalan Place Lamartine dan

38
taman umumnya. Kamar ini tidak berbentuk persegi, melainkan trapezoid, dengan

sudut tumpul di sebelah kiri jendela dan sudut siku-siku di sebelah kanannya. Dua

lukisan yang menggantung di kamarnya adalah pelukis Eugène Boch dan prajurit

Paul-Eugène Milliet.

Lukisan ini identik dengan bentuk, sehingga bentuknya dapat dikenali seperti

kursi, meja, tempat tidur, kasur, lukisan, bantal dan seprei. Kesan warna yang

sederhana dari perpaduan warna biru, coklat, hitam dan putih.  Selain unsur warna

pada lukisan ini juga terdapat unsur garis dan tekstur. Dalam lukisan ini Vincent

Willem van berusaha menampilkan suasana kamar miliknya yang Pintu di sebelah

kanan adalah jalan menuju lantai atas dan tangga, sedangkan pintu di sebelah kiri

adalah ruang kamar tamu yang dia sediakan untuk Gauguin. Pemandangan dari

jendela di dinding depan adalah jalan Place Lamartine dan taman umumnya.

Kamar ini tidak berbentuk persegi, melainkan trapezoid, dengan sudut tumpul di

sebelah kiri jendela dan sudut siku-siku di sebelah kanannya. Lukisan yang

menggantung di kamarnya. Dua potret yang tergantung di kamarnya adalah

pelukis Eugène Boch dan prajurit Paul-Eugène Milliet.

Warna-warna cerah dan interior yuang sederhana dimaksudkan untuk memberi

kesan "istirahat". Harapan van Gogh adalah lukisannya bisa memberikan dirinya

dan orang lain ketenangan. Dalam suratnya kepada Theo dia berkata " Ketika aku

melihat kanvas-kanvasku lagi setelah sakit, apa yang kulihat pertama kali adalah

"the Bedroom". Lukisan ini memberi kesan luas pada ruangan, kesejukan, dingin

damai, dan menenangkan fikiran, yaitu warna biru pada dinding. Sedangkan

Warna coklat pada lantai menumbuhkan kesan tua, sederhana, kaya, dan hangat.

39
Secara keseluruhan tampak pada garis sebagai identitas bentuk, pengorganisasian unsur

seni dan warna seimbang, menyatu dan [Link] ini didukung dengan kemampuan

pelukis memadukan antara media, teknik, pengorganisasian struktur rupa, dan isi.

C. The starry night

Gambar.13

Starry Night (1889), 73,7 cm x 92,1 cm ( 29 x 36 ¼ di dalam) Bintang-

bintang di langit malam dengan bola mereka sendiri cahaya. Refleksi cahaya

buatan (dari jangka waktu) dari Arles di sungaimembuat mata seseorang bergerak

di sekitar lukisan itu; sehingga menjagapenampil secara visual.

     Ada struktur di jauh dalam cahaya hangat cahaya. Starry Night atas Rhone

berisi satu aspek akhir yang tidak ada dalampotongan Starry Night; manusia. Di

sudut kanan bawah lukisan itu ada beberapaberjalan di sepanjang sungai. Hal ini

memberikan sebuah lukisan turun ke bumimerasa dengan kualitas alami. Meski

lukisan ini tidak sepopuler diperbantukanbagian Starry Night, masih menciptakan

40
menyenangkan dan hidup seperti lingkungan untuk melihat. Hal ini juga menjadi

sangat diinginkan sekali saat ditaruh dengan Starry Night dan lukisan berikut

untuk membuat karya Van GoghStarry Night bekerja.

D. Irries

Gambar. 14

bunga iris, warna kebiruanlah yang paling sering ditemui. Minyak dari

jenis tumbuhan ini digunakan sebagai aroma-terapi dan parfum.

Menurut saya inilah yang mendasari dari pembuatan lukisan Iris, iris

dalam bahasa Yunani berartp Pelangi, dan bunga ini telah memiliki berbagai arti

penting yaitu kesetiaan, terima, kesejahteraan, persahabatan dan harapan. Karena

hari valentine jatuh pada bulan Februari maka dari itu bulan kedua itu dianggap

sebagai bulan asmara dan bunga iris yang sebagian orang sebagai bunga yang

cocok untuk mewakilinya. Bunga Iris juga merupakan bunga yang dilukis oleh

pelukis Vincent van Gogh yang diberi nama "Bunga-bunga Iris" dan merupakan

satu dari sekian karyanya pada saat-saat terakhir menjelang kematiannya tahun

41
1890. Tahun 1987, lukisan tersebut menjadi lukisan yang termahal yang pernah

dijual.

Vase With 12 Sunflowers

Gambar. 15

keduanya adalah karya asli seniman yang lahir di tahun 1853 tersebut.

Lukisan bergambar bunga matahari ini pertama dilukisnya awal 1870-an di

Inggris, saat itu ia bekerja sebagai agen seni. Setahun kemudian, ia kembali

melukisnya. Karyanya yang pertama bergambar bunga matahari dengan warna

kuning menyala bersama dengan latar warna di belakangnya. Satunya lagi hanya

warna kuning yang tampak kepucatan. Menurut Galeri Nasional seperti kutipan

dari Telegraph, rencananya Van Gogh akan melukis 12 gambar bunga matahari

yang akan digantung di tempat tinggalnya.

Dalam lukisan dengan bunga matahari yang menyala kuning, pelukis

Gauguin mengatakan pekerjaan Van Gogh berharga bagus.

42
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kritik seni merupakan kegiatan menanggapi karya seni untuk

mempertumbuhkan kelebihan dan kekurangan suatu karya seni. Kegiatan kritik

berawal dari kebutuhan untuk memahami kemudian beranjak kepada kebutuhan

memperoleh kesenangan dari kegiatan berbincang-bincang tentang karya seni.

Menurut Feldman (1967) terdapat 4 (empat) jenis kritik seni, yaitu kritik

jurnalistik (journalistic criticism), kritik populer (popular criticism), kritik

pedagogik (pedagogical criticism), dan kritik akademik (scholarly criticism). Dan

juga van gogh menggunakan gaya melukis sacara expresionisme yang berarti

aliran seni lukis yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa sang pelukis

yang spontan saat melihat objek karyanya.

3.2         Saran

Setelah mengetahui apa saja yang dibahas didalam makalah ini, para

pembaca diharapkan dapat mengetahui dan memahami isi makalah ini yang

berjudul “KRITIK SENI RUPA VINCENT WILLEM VAN GOGH” yang

mencakup pengertian, manfaat, siapakah van gogh , dan menjelaskan karya –

karyanya dalam kritik seni. Selain itu, para pembaca diharapkan dapat

memperoleh pengetahuan tentang seni tidak hanya dari makalah ini saja, akan

43
tetapi para pembaca juga diharapkan untuk menambah pengetahuannya melalui

sumber-sumber yang lain, sehingga setiap sumber dapat saling melengkapi satu

sama lain.

DARTAR PUSTAKA

Glewean,[Link] kritik seni pengertian, jenis dan fungsi,


(online),( [Link]
[Link]?m=1),diakses 30 November 2015

[Link] kritik seni,(online),


( [Link] 30
November 2015

Soo,[Link],ruang lingkup dan jenis kritik seni,(online),


(  [Link]
[Link]?m=1),diakses 30 November 2015

44

Anda mungkin juga menyukai