BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keperawatan sebagai profesi dituntut untuk mengembangkan
keilmuannya sebagai wujud kepeduliannya dalam meningkatkan
kesejahteraan umat manusia baik dalam tingkatan preklinik maupun
klinik. Untuk dapat mengembangkan keilmuannya maka keperawatan
dituntut untuk peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di
lingkungannya setiap saat.
Keperawatan medikal bedah sebagai cabang ilmu keperawatan juga
tidak terlepas dari adanya berbagai perubahan tersebut, seperti teknologi
alat kesehatan, variasi jenis penyakit dan teknik intervensi keperawatan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian keperawatan medikal bedah?
2. Apa yang dimaksud dengan konsep dan ruang lingkup keperawatn
medikal bedah?
3. Apa saja peran dan fungsi perawat medikal bedah?
4. Seperti apa standar pelayanan keperawatan medikal bedah?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari keperawatan medikal bedah
2. Mengetahui konsep dan ruang lingkup keperawatn medikal bedah
3. Mengetahui peran dan fungsi perawat medikal bedah
4. Mengetahui standar pelayanan keperawatan medikal bedah
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Keperawatan medical bedah adalah Pelayanan profesional yang didasarkan Ilmu
dan teknik Keperawatan Medikal Bedah berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual
yang komprehensif ditujukan pada orang dewasa dengan atau yang cenderung mengalami
gangguan fisiologi dengan atau tanpa gangguan struktur akibat trauma.
Keperawatan medical bedah merupakan bagian dari keperawatan, dimana
keperawatan itu sendiri adalah bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang
komprihensif ditujukan pada individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat
yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Pelayanan keperawatan berupa
bantuan yang diberikan dengan alasan : kelemahan fisik, mental, masalah psikososial,
keterbatasan pengetahuan, dan ketidakmampuan dalam melakukan kegiatan sehari-hari
secara mandiri akibat gangguan patofisiologis, (CHS,1992).
Pengertian keperawatan medikal bedah mengandung empat hal seperti di
bawah ini :
1. Pelayanan profesional
Seorang perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien,
selalu memandang pasien secara holistic/menyeluruh baik Bio-Psiko-sosial-
kultural-Spiritual. Dalam setiap tindakan, perawat dituntut untuk memberikan
asuhan keperawatan secara professional sesuai dengan standarisasi profesi
keperawatan.
Pelayanan ini diberikan oleh seorang perawat yang berkompetensi dan telah
menyelesaikan pendidikan profesi keperawatan pada jenjang yang lebih tinggi.
Dalam hal ini perawat harus bersikap Acceptance, Sensitif, Empati, dan trust
kepada klien. Selain itu perawat harus memahami dan mengaplikasikan
Prinsip–Prinsip Moral dalam Praktek Keperawatan antara lain :
1) Autonomy
2) Beneficience
3) Justice
2
4) Fidelity (setia)
5) Veracity (kejujuran)
6) Avoiding killing
2. Berdasarkan ilmu pengetahuan
Perawat dalam melaksanakan tugasnya sudah melalui jenjang
Pendidikan Formal yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah. Ilmu
pengetahuan terus berubah dari waktu ke waktu (dinamis), sehingga dalam
memberikan Asuhan keperawatan pada Klien berdasarkan perkembangan
ilmu pengetahuan terbaru.
Dasar pengetahuan yang harus dimiliki perawat profesional antara lain :
1. Konsep sehat-sakit
2. Konsep manusia dan kebutuha dasar manusia
3. Patofisiologi penyakit
4. Konsep stres – adaptasi
5. Tugas perkembangan usia dewasa
6. Proses keperawatan dan penerapannya
7. Komunikasi terapeutik
8. Konsep kolaborasi & manajemen keperawatan
3. Menggunakan scientific metode
Dalam melaksanakan asuhan keperawatan melaui tahap-tahap dalam proses
keperawatan berdasarkan pendekatan ilmiah. Dengan menggunakan
standarisasi asuhan keperawatan yang ada (NANDA, NIC, NOC).
4. Berlandaskan etika keperawatan
Perawat dalam melaksanakan tugasnya, dituntut untuk dapat
menerapkan asas etika keperawatan yang ada, meliputi asas Autonomy
(menghargai hak pasien/ kebebasan pasien), Beneficience (menguntungkan
bagi pasien), Veracity (kejujuran), Justice (keadilan).
a. Fungsi Kode Etik Keperawatan antara lain :
1. Memberi dasar dlm mengatur hubungan perawat , klien, tenaga
kesehatan lain, masyarakat dan profesi keperawatan
2. Memberi dasar dalam menilai tindakan keperawatan
3. Memberi dasar dalam membuat kurikulum pendidikan keperawatan
3
4. Membantu masyarakat untuk mengetahui pelaksanaan yang benar
b. Kode Etik Keperawatan di Indonesia :
1. Tanggung jawab perawat terhadap klien (individu, keluarga dan
masyarakat)
2. Tanggung jawab perawat terhadap tugas
3. Tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan anggota
profesi lain
4. Tanggung jawab perawat terhadap profesi keperawatan
5. Tanggung jawab perawat terhadap pemerintah, bangsa dan tanah air
B. Konsep dan Ruang Lingkup Keperawatan Medikal Bedah
Ruang Lingkup Keperawatan Medikal Bedah praktek keperawatan medikal
bedah meliputi pelayanan yang beresiko terhadap orang yang sedang mengalami
kelainan patofisiologis. Praktek keperawatan medikal bedah bertumbuh terutama
sebagai keperawatan :
1. Bagi orang yang telah mencapai kedewasaan jasmani atau telah berkembang
2. Bagi yang beresiko atau yang mengalami variasi norma yang ditentukan
mengenai fungsi fisik
3. Yang membutuhkan intervensi pengobatan medikal atau bedah.
Pelayanan kesehatan merupakan istilah yang paling disukai oleh semua
pemberi pelayanan kesehatan yang professional karena terminologi pelayanan
kesehatan lebih memberi bantuan kepada orang agar tetap sehat pada waktu
mereka menderita penyakit. Pemanfaatan pelayanan perawat jalan dan pusat
kesehatan keluarga dan bentuk lain pemberi pelayanan kesehatan jauh lebih
ekonomis mempertahankan masyarakat untuk tetap sehat dari pada memberi
pelayanan pada waktu mereka sakit.
Perawat merupakan sekelompok tenaga professional kesehatan terutama
dalam keikutsertaannya dalam peningkatan kesehatan. Dasar-dasar
pengetahuan dalam peningkatan kesehatan dan pelayanan kepada orang
meliputi :
4
1. Sehat dan sakit
Sehat dan sakit merupakan konsep yang kompleks dan di interprestasikan
dalam berbagaia cara oleh berbagai individu dan kelompok keduanya baik
sehat maupun sakit merupakan konsep multi dimensi yaitu terdapat banyak
aspek yang harus dipertimbangkan dan banyak faktor yang
mempengaruhinya. Pada tahun 1974 WHO mengartikan sehat lebih luas :
lengkap sehat jasmani rohani serta social dan bukan hanya tidak adanya
penyakit dan kelemahan. Pandangan-pandangan tentang kesehatan biasanya
berisi salah satu atau lebih dari prospektif berikut :
a. Biologis dan klinis : tidak terdapat kondisi patologis
b. Psikologis : sejahtera dan aktualisasi mandiri
c. Sosiologis : mampu menghadapi tanggung jawab social dan fungsi
peranan
d. Adaptif : dapat beradaptasi pada perubahan lingkungan
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya dan perjalanan gangguan
secara khusus
3. Respon umum terhadap gangguan
4. Intervensi keperawatan
Peningkatan pencegahan terhadap kesehatan
Tujuan dari keperawatan adalah membantu orang meraih kesehatan
optimal tingkat berfungsi setinggi-tingginya yang mungkin dapat diraih
bagi tiap orang. Ini terdiri dari kegiatan yang meningkatkan kesehatan dan
mencegah penyakit.
Peningkatan Kesehatan adalah mengarahkan kegiatan membantu
orang untuk mempertahankan atau meraih derajat kesehatan berfungsi
setinggi-tingginya dan menikmati kenyamanan. Aktivitas keperawatan
terdiri dari penyuluhan, konsultasi, dan memberi dorongan kepada
seseorang agar mengambangkan cara hidup yang mencakup nutrisi yang
cukup dengan berlatih, istirahat, dan santai.
5
Pencegahan berarti mengarahkan kegiatan untuk mencegah orang
dari ancaman potensial kesehatan atau yang keadaan sesungguhnya
terhadap kesehatan serta bagian dari konsekuensi dengan kata lain
pencegahan berarti mengekang perkembangan penyakit memperlambat
kemajuan penyakit, dan melindungi tubuh terhadap berlanjutnya pengaruh
yang lebih membahayakan. Tingkat pencegahan dibagi menjadi 3 :
1. Pencegahan Premier
Pencegahan yang terdiri dari langkah-langkah pencegahan terhadap
penyakit atau trauma seperti imunisasi, sanitasi lingkungan, dan
proteksi terhadap kecelakaan kerja.
2. Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder terdiri dari deteksi dini dan intervensi segera
untuk menghentikan penyakit pada tingkat dini, menurunkan tingkat
intensitas penyakit atau mencegah komplikasi. Tujuannya ialah guna
mendeteksi gejala dini yang kurang di sadari atau kurang diketahui
oleh pasien, jadi intervensi dini secara efektif untuk pengendalian dan
pengobatan.
3. Pencegahan Tersier
Terdiri dari kegiatan yang mencegah atau membatasi
ketidakmampuan dan membantu memulihkan orang yang tidak
mampu ketingkat yang dapat berfungsi secara optimal (rehabilitasi).
Pencegahan ini dimulai dari periode dini masa penyembuhan dari
penyakit dan terdiri dari menggerakkan dan memutar pasien yang
imobilitas guna mencegah komplikasi respiratori atau dekubitus, dll.
C. Peran dan Fungsi Perawat Medikal Bedah
a. Peran perawat
1. Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan
Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan ini dapat dilakukan perawat
dengan memeprhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang
dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan
6
menggunakan proses keperawatan sehingga dapat ditentukan diagnosis
keperawatan agar bias direncakan dan dilaksanakan tindakan yang tepat
sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia, kemudian dapat
dievaluasi tingkat perkembangannya. Pemberian asuhan keperawatan ini
dilakukan dari yang sederhana sampai dengan kompleks.
a) 10 faktor asuhan dalam keperawatan :
1) Menunjukkan system nilai kemanusian dan altruisme.
2) Memberi harapan dengan :
- Mengembangkan sikap dalam membina hubungan dengan
klien
- Memfalitasi untuk optimis
- Percaya dan penuh harapan
3) Menunjukkan sensivitas antara satu dengan yang lain.
4) Mengembangkan hubungan saling percaya : komunikasi efektif,
empati, dan hangat.
5) Ekspresi perasaan positif dan negative melalui tukar pendapat
tentang perasaan.
6) Menggunakan proses pemecahan mesalah yang kreatif
7) Meningkatkan hubungan interpersonal dan proses belajar
mengajar
8) Memeberi support, perlindungan, koreksi mental, sosiokultural
dan lingkungan spiritual
9) Membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia
10) Melibatkan eksistensi fenomena aspek spiritual.
b) Kekuatan dalam asuhan :
1) Aspek Transformasi
Perawat membantu klien untuk mengontrol perasaannya dan
berpartisipasi aktif dalam asuhan.
2) Integrasi asuhan
Engintegrasikan individu ke dalam sosialnya.
3) Aspek pembelaan
7
4) Aspek penyembuhan membantu klien memilih support social,
emosional, spiritual.
5) Aspek partisipasi.
6) Pemecahan masalah dengan metoda ilmiah.
2. Peran sebagai advokasi klien
Peran ini dilakukan perawat dalam membantu klien dan keluarga
dalam meninterpretasikan berbagia informasi dari pemberi
pelayanan atau informasi lain khususnya dalam pengambilan
persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada
pasiennya, juga dapat berperan mempertahankan dan melindungi
hak-hak pasien yang meliputi hak atas pelayanan sebaik-baiknya,
hak atas informasi tentang penyakitnya, hak atas privasi, hak untuk
menentukan nasibnya sendiri dan hak untuk menerima ganti rugi
akibat kelalaian.
3. Peran sebagai educator
Peran ini dilakukan untuk :
1) Meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan dan kemampuan
klien mengatasi kesehatanya.
2) Perawat memberi informasi dan meningkatkan perubahan
perilaku klien
3) Peran Sebagai Koordinator
Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan
serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan
sehingga pemeberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta
sesuai dengan kebutuhan klien.
Tujuan perawat sebagai koordinator adalah :
a) Untuk memenuhi asuhan kesehatan secara efektif,
efisien dan menguntungkan klien.
b) Pengaturan waktu dan seluruh aktifitas atau penanganan
pada klien.
c) Menggunakan keterampilan perawat untuk :
8
- Merencanakan
- Mengorganisasikan
- Mengarahkan
- Mengontrol
4. Peran sebagai kolaborator
Perawat disini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim
kesehatan yang terdiri dari dokter fisioterapis, ahli gizi, dan lain-lain
dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang
diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan
bentuk pelayanan selanjutnya.
5. Peran sebagai konsultan
Peran disini adalah sebagai tempat konsultasi terhadap
masalah atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan.
Peran ini dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi
tentang tujuan pelayanan keperawatan yang diberikan.
6. Peran sebagai pembeharu
Peran sebagai pembaharu dapat dilakukan dengan
mengadakan perencanaan, kerja sama, perubahan yang sistematis
dan terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan
keperawatan.
Peran perawat sebagai pembeharu dipengaruhi oleh
beberapa factor diantaranya :
- Kemajuan teknologi
- Perubahan Lisensi-regulasi
- Meningkatnya peluang pendidikan lanjutan
- Meningkatnya berbagai tipe petugas asuhan kesehatan.
Selain peran perawat menurut konsorsium ilmu kesehatan, terdapat
pembagian peran perawat menurut hasil lokakarya keperawatan
tahun 1983 yang membagi menjadi 4 peran diantaranya : peran
perawat sebagai pelaksana pelayanan keperawatan, peran perawat
sebagai pengelola pelayanan dan institusi keperawatan, peran
9
perawat sebagai pendidik dalam keperawatan serta peran perawat
sebagai peneliti dan pengembang pelayanan keperawatan.
b. Fungsi Perawat :
1. Fungsi Independen
Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang
lain, dimana perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan
secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan
tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia
seperti pemenuhan kebutuhan fisiologis (pemenuhan kebutuhan
oksigenasi, pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit,
pemenuhan kebutuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan aktivitas,
dan lain-lain), pemenuhan kebutuhan keamanan dan
kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta mencintai,
pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri.
2. Fungsi Dependen
Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya
atas pesan atau instruksi dari perawat lain. Sehingga sebagai
tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. Hal ini biasanya
dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum, atau
dari perawat primer ke perawat pelaksana.
3. Fungsi Interdependen
Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang ber sifat saling
ketergantungan di antara tam satu dengan lainya fungsi ini
dapat terjadi apabila bentuk pelayanan membutuhkan kerjasama
tim dalam pemberian pelayanan seperti dalam memberikan
asuhan keperawatan pada penderita yang mempunyai penyakit
kompleks keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim perawat
saja melainkan juga dari dokter ataupun lainya, seperti dokter
dalam memberikan tanda pengobatan bekerjasama dengan
perawat dalam pemantauan reaksi obat yang telah di berikan.
10
11
12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keperawatan medikal bedah adalah : Pelayanan profesional yang
didasarkan Ilmu dan teknik Keperawatan Medikal Bedah berbentuk
pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yg komprehensif ditujukan pada orang
dewasa dengan atau yang cenderung mengalami gangguan fisiologi dengan
atau tanpa gangguan struktur akibat trauma. Dimana keperawatan medikal
bedah di lakukan dengan : pelayanan pofesional, berdasarkan ilmu
pengetahuan, menggunakan scientific metode, dan berlandaskan etika
keperawatan
B. Saran
Semoga, apa yang kita pelajari dalam makalah ini dapat kita pelajari
dengan sungguh-sungguh, dan dapat kita terapkan dengan baik. Demikianlah
makalah tentang Keperawatan Medikal Bedah ini kami buat, semoga
makalah ini bermanfaat bagi kita semua baik kami yang membuat maupun
anda yang membaca. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh sebab itu, saran dan kritik yang bersifat membangun
13
DAFTAR PUSTAKA
- Long, Barbara C, (1996), Perawatan Medikal Bedah; Suatu Pendekatan Proses
Holistik, Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Padjajaran, Bandung.
14