Human Computer Interaction, Studi yang
Bisa Buat Pengguna Betah dengan
Produk
Kita mulai pembahasan dari definisi, yuk! Melansir Interaction Design
Foundation, human computer interaction adalah sebuah gabungan dari beberapa
studi.
Fokus studi ini persis seperti namanya. Ia memikirkan soal interaksi di antara
komputer dan manusia sebagai penggunanya.
Sejatinya, inti awal dari HCI adalah komputer. Seiring berjalannya waktu, ranah
desain dan teknologi informasi masuk ke dalamnya.
Pengertian ini sejalan dengan paparan dari Springer. Nah, mereka juga
menambahkan soal tujuan utama dari HCI.
Salah satunya adalah usability. Maksud dari usability adalah soal kemudahan
pengguna menikmati produk.
Nah, komputer bukan cuma soal monitor, CPU, atau laptop, lho! Ia juga mencakup
HP, navigasi mobil, hingga lampu otomatis.
Hal ini disampaikan oleh Springer dalam artikel lainnya. Glints menyimpulkan,
tiap proses desain produk digital membutuhkan HCI.
Pentingnya Human Computer Interaction
Setelah memahami definisi, mungkin kamu bertanya, mengapa human computer
interaction harus dipikirkan?
Tentu saja, salah satunya adalah soal peningkatan user experience. Komputer yang
nyaman digunakan bisa membuat penggunanya betah.
Akan tetapi, manfaat HCI tak berhenti sampai di sana, lho! Dampak lain
dari human computer interaction adalah kelangsungan bisnis.
Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian. Ternyata, HCI bisa membuat produk
memiliki keunggulan di pasar.
Selain itu, pelayanan dari perusahaan akan makin berkualitas. Ini juga dapat
membuat pengguna puas dan kembali menggunakan produkmu.
Komponen Human Computer Interaction
Nah, HCI sendiri terdiri dari beragam komponen. Merangkum Adobe XD Ideas,
inilah penjelasan semuanya:
1. Pengguna
© [Link]
Komponen pertama adalah user alias pengguna. Mereka bisa satu orang saja atau
gabungan dari beberapa orang.
Unsur dari pengguna di antaranya proses berpikir, kepribadian, motivasi, dan
emosi. Salah satu cara mengetahuinya adalah lewat human computer interaction.
Dengan memahami semua ini, produk bisa disesuaikan dengan keinginan
pengguna.
2. Tujuan
© [Link]
Saat membuka HP, kamu tentu memiliki tujuan. Misalnya, mengecek chat,
membuka media sosial, dan lain-lain.
Tujuan inilah yang jadi unsur HCI selanjutnya. Untuk apa pengguna memakai
produkmu?
Apakah pengguna mudah atau sulit mencapai tujuannya? Skill apa saja yang
dibutuhkan saat menggunakan produkmu? Seberapa lama prosesnya?
3. Interface
© [Link]
Interface merupakan tempat bertemunya dua pihak. Dalam konteks ini, pihak yang
bertemu adalah pengguna dan produk.
Kamu wajib memikirkan ukuran tampilan, resolusi, cara interaksi pengguna, dan
lain-lain. Ini adalah salah satu bagian dari human computer interaction.
Dengan memikirkan ini, pengalaman pengguna pun bisa maksimal. Siapa yang
merasa nyaman saat membaca tulisan yang terlalu kecil?
4. Konteks
© [Link]
Unsur terakhir adalah konteks. Konteks yang dimaksud yakni bagaimana skenario
interaksi antara pengguna dan produkmu.
Misalnya, kamu tengah mendesain aplikasi olahraga lari. Kemungkinan besar,
pengguna ada di luar ruangan saat membuka produkmu.
Tentu saja, ada halangan interaksi berupa sinar matahari. Ini membuat layar HP
silau dan sulit dilihat. Konteks inilah yang harus dipikirkan saat mendesain produk.
Masih ada banyak contoh lainnya, lho! Misalnya, kamu mendesain layar sistem
navigasi mobil.
Tentu saja, orang menggunakan produkmu sambil menyetir. Akan lebih baik jika
kamu menambahkan fitur voice assistant.
Dengan begitu, pengguna bisa memperhatikan jalan sambil menggunakan
navigasi.