A.
PENDAHULUAN
Dalam praktikum kemarin membahas Half Subtractor dan full Subtractor. Rangkaian ini
tidak jauh berbeda dengan rangkaian adder. Perbedaannya hanyalah pada gate NOT.
Half subtractor adalah suatu rangkaian yang dapat digunakan untuk melakukan
operasi pengurangan data – data bilangan biner hingga 1 bit saja. Half substractor memiliki 2
terminal input untuk 2 variabel bilangan biner dan 2 terminal output, yaitu SUMMARY
OUTPUT (SUM) dan BORROW OUTPUT (BORROW).
Full subtractor digunakan untuk melakukan operasi pengurangan bilangan – bilangan
biner yang lebih dari 1 bit. Dengan terminal 3 inputyang dimilikinya yaitu terminal BORROW
input, maka rangkaian ini mampu melakukan operasi pengurangan logika dengan 8 variasi
keadaan dari input – inputnya, dengan keadaan BORROW input pada kolom pertamanya adalah
0.
B. TUJUAN
Secara luas, dengan adanya rangkaian subtractor ini diharapkan kita atau para pembaca
nantinya dapat memanfaatkan rangkaian tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak dan
menunjang kehidupan manusia. Semoga dengan ditemukannya alat yang menggunakan prinsip
Subtractor dan dapat dipublikasikan kepublic sehingga masyarakat banyak didunia bias
memakainya.
Secara khusus tujuan dari makalah ini adalah agar :
1. Lebih mengatahui apa itu subtractor.
2. Lebih mengetahui rangkaian dari subtractor.
3. Lebih mahir merangkai rangkaian subtractor.
4. Lebih paham dalam mengarahui table kebenaran dari subtractor.
C. ALAT DAN BAHAN
I. Half Subtactor
Trainer Digital
Kabel Jumper
IC 7408
IC 7486
IC 7404
Software Circuit maker ( Apabila tidak menggunakan Trainer )
II. Full Subtractor
Trainer Digital
Kabel Jumper
IC 7408
IC 7486
IC 7432
IC 7404
Software Circuit maker ( Apabila tidak menggunakan Trainer )
Kelebihan
1. Berkaitan dengan penyederhanaan kompiler, dimana tugas pembuat kompiler untuk
menghasilkan rangkaian instruksi mesin bagi semua pernyataan HLL
2. Arsitektur RISC yang mendasari PowerPC memiliki kecenderungan lebih menekankan pada
referensi register dibanding referensi memori, dan referensi register memerlukan bit yang lebih
sedikit sehingga memiliki akses eksekusi instruksi lebih cepat.
3. Kecenderungan operasi register ke register akan lebih menyederhanakan set instruksi dan
menyederhanakan unit kontrol serta pengoptimasian register akan menyebabkan operand-
operand yang sering diakses akan tetap berada dipenyimpan berkecepatan tinggi.
4. Penggunaan mode pengalamatan dan format instruksi yang lebih sederhana.
Kekurangan
1. Program yang dihasilkan dalam bahasa simbolik akan lebih panjang (instruksinya lebih
banyak).
2. Program berukuran lebih besar sehingga membutuhkan memori yang lebih banyak, ini
tentunya kurang menghemat sumber daya.
3. Program yang berukuran lebih besar akan menyebabkan menurunnya kinerja, yaitu instruksi
yang lebih banyak artinya akan lebih banyak byte-byte instruksi yang harus diambil.
4. Pada lingkungan paging akan menyebabkan kemungkinan terjadinya page fault lebih besar.
D. TEORI
Pada rangkaian aritmatika (subtraktor) yang dibahas ada 2 yaitu
1. Half Subtraktor
2. Full subtraktor
Half Subtraktor adalah sustu rangkaian yang dapat digunakan untuk melakukan operasi
penguragan data-data bilangan biner hingga 1 bit saja. Half Subtraktor memiliki 2 terminal input
untuk variabel bilangan biner dan 2 terminal output, yakni SUMMARY OUTPUT (SUM) dan
BORROW OUTPUT (BORROW).
a. Input
A = 1 artinya: SUM = 1
B = 0 – Borrow = 0
————–
Output : 01
b. Input
A = 0 artinya: SUM = 1
B = 1 - Borrow = 1
————–
Output: 11
Boorrow output akan berada pada keadaan logika 1 apabila bilangan pengurannya lebih besar
nilainya dari pada bilangan yang dikiranginya.
Rangkaian full subtraktor digunakan untuk melakukan operasi pengurangan bilangan-bilangan
biner yang lebih dari 1 bit. Dengan 3 terminal input yang dimilikinya, yaitu terminal borrow
input, maka rangkaian ini mampu melakukan operasi pengurangan logika dengan 8 variasi
keadaan dari input-inputnya.
Contoh:
a. Input
A=01
B = 11 -
————–
Output : SUM = 10
Borrow=10
b. Input
A = 10
B = 01 -
————–
Output : SUM = 10
Borrow =10
Persamaan logikan untuk output-output rangkaian Full Subtraktor ini adalah:
SUM = A.B’.C + A’.B’.C + A’.B.C’ + A.B.C
Borrow = A’.B’.C + A’.B.C’ + A’.B.C + A.B.C
E. GAMBAR KERJA
Half Subtractor
Full Subtractor
F. LANGKAH KERJA
I. Half Subtractor
Rangkailah rangkaian seperti pada gambar kerja.
Atur Switch sesuai dengan table kebenaran.
Amati dan catat hasilnya.
II. Full Subtractor
Rangkailah rangkaian seperti pada gambar kerja.
Atur Switch sesuai dengan table kebenaran.
Analisa:
Half Subtractor adalah suatu rangkaian yang dapat digunakan untuk melakukan operasi
pengurangan data-data bilangan biner hingga 1 bit saja. Half subtractor memiliki 2 terminal input
untuk 2 variabel bilangan biner dan 2 terminal output, yaitu SUMMARY OUTT (SUM) dan
BORROW OUTPUT (BORROW). Persamaan logika dari Half [Link] Subtractor
mengurangkan dua bit input dan nilai Borrow-Out dari pengurangan bit sebelumnya Output dari
Full Subtractor adalah hasil pengurangan (Remain) dan bit pinjamannya (borrow-out).Half
Subtractor adalah suatu rangkaian yang dapat digunakan untuk melakukan operasi pengurangan
data-data bilangan biner hingga 1 bit saja. Sedangkan Full Substractor dapat melakukan operasi
pengurangan hingga lebih dari 1 bit.
Amati dan catat hasilnya.
G. HASIL KERJA
I. Half Subtractor
Persamaan dan tebel kebenaran dari rangkaian tersebut adalah :
Input Output
0 0 0 0
0 1 1 1
1 0 1 0
1 1 0 0
Rangkaian half Subtractor memiliki kekurangan. Adapun Kekurangan rangkaian half subtractor
adalah hanya mampu melakukan operasi pengurangan dengan kapasitas 1 bit serta belum adanya
pin Bin
Namun kekurangan half subtractor akan diatasi oleh rangkaian full subtractor
II. Full Substractor
Persamaan dari rangkaian tersebut adalah :
Input Output
A B C R Borrow-Out
0 0 0 0 0
0 0 1 1 1
0 1 0 1 1
0 1 1 0 1
1 0 0 1 0
1 0 1 0 0
1 1 0 0 0
1 1 1 1 1S
Seperti pada rangkaian full Adder pada postingan sebelumnya. Pada Rangkaian full subtractor
pin Bout dihubungkan dengan pin Bin sebelumnya dan pin Bin di hubungkan dengan pin Bout
pada rangkaian berikutnya begitu seterusnya. Untuk membuat rangkaian subtractor lebih dari 1
bit dapat dilakukan dengan memparalelkan beberapa rangkaian subtractor
II. Paralel Substractor
Rangkaian paralel subtractor dibentuk dari beberapa rangkaian full subtractor
Sebuah rangkaian full subtractor akan membentuk rangkaian pengurang dengan kapasitas 1 bit
H . KESIMPULAN
Subtractor merupaka kebalikan dari Adder dimana adder berfungsi sebagai penjumlah
sedangkan subtractor berfungsi sebagai pengurang (operasi pengurang pada bilangan biner).