Contoh RPP Tematik Kelas V SD
Contoh RPP Tematik Kelas V SD
TEMATIK TERPADU
A. KompetensiInti (KI)
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, percaya diri, peduli,
dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru tetangga,
dan negara.
3. Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin
tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta benda-benda yang
dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain
4. Menunjukkan keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis,
dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan
tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
N MUATAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI DASAR
O PELAJARAN KOMPETENSI
2 IPA 3.8 Menganalisis siklus air dan 3.8.1 Menganalisis siklus air
dampaknya pada peristiwa di dan dampaknya pada
bumi serta kelangsungan peristiwa di bumi serta
makhluk hidup kelangsungan makhluk
hidup. (C4)
C. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengidentifikasi urutan peristiwa yang terdapat pada teks “Demi Air
Bersih, Warga Waborobo Rela Berjalan Sejauh 15 Kilometer” melalui kegiatan
pengamatan dengan cermat.
2. Siswa dapat menjelaskan urutan peristiwa yang terdapat pada teks “Demi Air Bersih,
Warga Waborobo Rela Berjalan Sejauh 15 Kilometer” melalui kegiatan diskusi,
dengan cermat.
3. Siswa dapat melaporkan peristiwa yang terdapat pada teks “Demi Air Bersih, Warga
Waborobo Rela Berjalan Sejauh 15 Kilometer”, melalui kegiatan diskusi dengan
tanggung jawab.
4. Siswa dapat Menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta
kelangsungan makhluk hidup melalui kegiatan penugasan dengan cermat.
5. Siswa dapat menjelaskan dampak siklus air terhadap kehidupan sehari-hari melalui
kegiatan tanya jawab dengan cermat.
6. Siswa dapat membuat skema siklus air berdasarkan informasi dari berbagai sumber
melalui kegiatan diskusi, dengan tanggung jawab
D. MATERI PEMBELAJARAN
1. Cerita nonfiksi
2. Siklus air
E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran : Scientific
Model Pembelajaran : Problem Solving
Metode Pembelajaran : Tanya Jawab, Penugasan, Demonstrasi dan Diskusi.
b. Kusumawati, dkk. 2017. Buku Siswa Kelas 5 Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita
Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 (Revisi 2017). Jakarta : Kementrian dan
Kebudayaan.
2. Media :
Teks bacaan
3. Alat :
Laptop
Printer
G. Langkah-langkah Pembelajaran.
Kegiatan Langkah- Deskripsi AlokasiWakt
Langkah u
Dalam
Problem
Solving
Membuk 1. Guru membuka pembelajaran dengan 15 menit
a mengucapkan salam dan menanyakan
kabar.
2. Guru meminta siswa untuk memeriksa
kerapian diri dan kebersihan kelas.
Lakukan operasi semut jika kelas masih
kurang rapi.
3. Siswa berdoa dipimpin oleh salah
seorang siswa.
4. Siswa difasilitasi untuk bertanya jawab
pentingnya mengawali setiap kegiatan
dengan doa. Selain berdoa, guru dapat
memberikan penguatan tentang sikap
syukur.
5. Guru mengecek kehadiran siswa.
6. Siswa menyanyikan Lagu Satu Nusa
Satu Bangsa. Guru memberikan
penguatan tentang pentingnya
menanamkan semangat kebangsaan.
7. Untuk penyegaran suasana siswa
melakukan salam PPK dan Tepuk PPK.
8. Guru memberikan Literasi yaitu
membaca cerita “Sofie dan
kebiasaannya”.
9. Guru dan siswa melakukan tanya jawab
terkait “ Sofie dan kebiasaannya”.
10. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
Inti Memahami 1. Siswa diminta untuk membaca teks 90 menit
Masalah bacaan “Demi Air Bersih, Warga
Waborobo Rela Berjalan Sejauh 15
Kilometer”. (Critical Thinking)
2. Siswa diminta untuk mengidentifikasi
urutan peristiwa yang ada di dalam teks
bacaan. (Critical Thingking).
3. Siswa diminta menjelaskan urutan
peristiwa yang terdapat pada teks “Demi
Air Bersih, Warga Waborobo Rela
Berjalan Sejauh 15 Kilometer”. (Critical
Thingking).
4. Guru dan siswa melakukan tanya jawab
seputar hal yang terjadi didalam teks
bacaan. (Critical Thinking,
Comunication, Creativity)
a. Peristiwa apa yang terjadi dalam
teks bacaan?
b. Apa sebab air bersih susah
didapat?
c. Bagaimana cara mengatasi
bencana air bersih yang sulit
didapat?
5. Siswa kemudian diminta mengamati
video yang ditampilkan. (Critical
thingking)
H. Penilaian
1. Sikap : a. Prosedur : Proses
b. Teknik : Observasi
c. Bentuk : Jurnal harian
d. Instrumen : Lembar jurnal
Siswa yang belum memahami materi mengenai kegiatan ekonomi dan jenis iklan dalam
media cetak, dapat mengerjakan soal-soal mengenai materi tersebut.
J. Pengayaan
Siswa yang telah memahami materi mengenai kegiatan ekonomi dan jenis iklan dalam
media cetak dapat membaca tentang iklan media elektronik.
Mahasiswa
Dosen Pembimbing
Dra. Sri Dadi, [Link].
Noviya Santi
NIP 19581002 198303 2 001 NPM A1G017036
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
TEMA KESEHATAN
1. Melaporkan peristiwa yang terdapat pada teks “Demi Air Bersih, Warga Waborobo
Rela Berjalan Sejauh 15 Kilometer”
Tugas 1 1. Laporkan peristiwa yang terdapat pada teks “Demi Air Bersih, Warga
Waborobo Rela Berjalan Sejauh 15 Kilometer”
Warga Kelurahan Waborobo, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara sulit
mencari air bersih. Mereka harus menempuh perjalanan hingga sejauh 15 kilometer dari tempat
tinggalnya untuk mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa mengambil air bersih di Kelurahan
Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio. Mereka biasanya menumpang mobil dan membawa
beberapa jeriken ukuran 15 liter. Jeriken itu digunakan untuk menampung air yang mengalir dari
aliran sebuah anak sungai di Kelurahan Kaisabu Baru.
Letak Kelurahan Waborobo berada di dataran tinggi. Di daerah itu air tanah sulit didapat. Kalau
pun ada, air hanya sedikit. Daerah itu juga belum mendapatkan akses aliran air bersih, karena
pipa-pipa PDAM belum mencapai ke daerah sana. Warga Kelurahan Waborobo sangat
membutuhkan air dan sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk keperluan
tersebut.
1. Berdasarkan teks di atas, buatlah laporan mengenai peristiwa apa saja yang terjadi pada teks
tersebut!
Jawaban :
Tugas 2 1. Buatlah skema siklus air berdasarkan informasi dari berbagai sumber!
Amati gambar berikut!
Siklus Air
Manusia selalu membutuhkan air dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan air antara lain untuk
keperluan rumah tangga, pertanian, industri, dan untuk pembangkit listrik. Begitu besarnya
kebutuhan manusia akan air. Kita bersyukur, air senantiasa tersedia di bumi. Oleh karena itu,
manusia seharusnya senantiasa bersyukur kepada Tuhan pencipta alam.
Mengapa air selalu tersedia di bumi? Air selalu tersedia di bumi karena air mengalami siklus.
Siklus air merupakan sirkulasi (perputaran) air secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer, lalu
kembali ke bumi. Siklus air ini terjadi melalui proses penguapan, pengendapan, dan
pengembunan.
Air di laut, sungai, dan danau menguap akibat panas dari sinar matahari. Proses penguapan ini
disebut evaporasi. Tumbuhan juga mengeluarkan uap air ke udara. Uap air dari permukaan bumi
naik dan berkumpul di udara.
Lama-kelamaan, udara tidak dapat lagi menampung uap air (jenuh). Proses ini disebut presipitasi
(pengendapan). Ketika suhu udara turun, uap air akan berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air
ini membentuk awan. Proses ini disebut kondensasi (pengembunan).
Titik-titik air di awan selanjutnya akan turun menjadi hujan. Air hujan akan turun di darat maupun
di laut. Air hujan itu akan jatuh ke tanah atau perairan. Air hujan yang jatuh di tanah akan meresap
menjadi air tanah. Selanjutnya, air tanah akan keluar melalui sumur.
Air tanah juga akan merembes ke danau atau sungai. Air hujan yang jatuh ke perairan, misalnya
sungai atau danau, akan menambah jumlah air di tempat tersebut. Selanjutnya air sungai akan
mengalir ke laut. Namun, sebagian air di sungai dapat menguap kembali. Air sungai yang
menguap membentuk awan bersama dengan uap dari air laut dan tumbuhan. Proses siklus air pun
terulang lagi.
Dari proses siklus air itu dapat disimpulkan bahwa sebenarnya jumlah air di bumi secara
keseluruhan cenderung tetap. Hanya wujud dan tempatnya yang berubah.
Jawaban :
Tugas 1
Kunci jawaban LKPD
Tugas 1
Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada teks yaitu: kekurangan air bersih didaerah Kelurahan
Waborobo, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Manusia memerlukan
air bersih antara lain untuk keperluan rumah tangga, keperluan industri, dan juga pertanian.
Letak Kelurahan Waborobo berada di dataran tinggi. Di daerah itu air tanah sulit didapat.
Kalau pun ada, air hanya sedikit. Daerah itu juga belum mendapatkan akses aliran air bersih,
karena pipa-pipa PDAM belum mencapai ke daerah sana. Warga Kelurahan Waborobo sangat
membutuhkan air dan sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk keperluan
tersebut
(Skor 100)
Tugas 2
a. Sikap
a) Sikap spiritual
Format penilaian sikap (jurnal)
Butir sikap:Ketaatan beribadah, berperilaku syukur dan toleransi dalam beribadah
b) Sikap Sosial
Format penilaian sikap (jurnal)
Butir sikap : Bertanggung Jawab dan cermat
Nama Catatan Tindak
No. Tanggal Karakter Butir Sikap
Siswa Perilaku Lanjut
1.
2.
3.
4.
5.
6.
dst.
Catatan : Cukup tulis perilaku siswa yang lebih atau yang kurang dari siswa lainnya.
b. Pengetahuan
1) Kisi-kisi
Teknik Bentuk Nomo Sko
Muatan Indikator Pencapaian Indikator soal Penilaia Instrume r soal r
Kompetensi n n
Bahasa 3.8.1 Mengidentifikasi 3.8.1 Di sajikan Tes Soal 1a 50
Indones urutan peristiwa yang
teks, siswa tertulis uraian
ia terdapat pada teks
“Demi Air Bersih,
Warga Waborobo Rela
Berjalan Sejauh 15
Kilometer” (C4) dapat
mengidentifik
3.8.2 Menjelaskan asi peristiwa
urutan peristiwa yang yang terjadi. 1b 50
terdapat pada teks
“Demi Air Bersih, 3.8.2 Di sajikan
Warga Waborobo Rela teks bacaan,
Berjalan Sejauh 15 siswa dapat
Kilometer”. (C3) menjelaskan
urutan
peristiwa.
Skor 100
3.8.1 Menganalisis 3.8.1 Di sajikan 2a 50
siklus air dan teks bacaan,
siswa dapat
dampaknya
Menganalisis
pada siklus air pada
peristiwa di peristiwa di
bumi serta
bumi serta
kelangsungan
kelangsunga makhluk
n makhluk hidup.
hidup. (C4) Tes Soal
IPA
tertulis uraian
3.8.2 Menjelaskan
3.8.2 Disajikan
dampak siklus
teks bacaan,
air terhadap siswa dapat 2b 50
kehidupan menjelaskan
sehari-hari dampak
siklus air
(C3). dalam
kehidupan
sehari-hari.
Skor 100
2) Soal Tes
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat !
1. Amati teks bacaan di bawah ini.
Kekeringan, Sulitkah Mengelola Air
Siklus air (water cycle) biasanya disebut juga daur hidrologi, yang diartikan sebagai suatu
sirkulasi air yang meliputi gerakan dari laut ke atmosfer, atmosfer ke tanah, dan kembali ke laut
lagi. Dengan kata lain, siklus hidrologi merupakan rangkaian proses berpindahnya air permukaan
bumi dari satu tempat ke tempat lainnya hingga kembali ke tempat asalnya.
Mengingat siklus air selalu berulang dari waktu ke waktu, meskipun dengan berbagai
variasi atau pergeseran waktu dan intensitasnya, jumlah air secara total tetap sama. Tinggal
bagaimana manusia dapat mengelola air dan siklusnya itu sehingga dapat memberi manfaat yang
maksimal dan tidak menjadi bencana.
Beberapa bulan terakhir, beberapa daerah khususnya di Pulau Jawa diberitakan dilanda
kekeringan. Banyak anggota masyarakat mulai mempertanyakan mengapa tahun ini kekeringan
dan dampaknya begitu terasa jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Apakah cuaca
dan curah hujan menjadi penyebab utamanya Data yang disampaikan BMKG, berkaitan dengan
cuaca dan curah hujan tahun ini cukup menarik untuk disimak.
Dengan gambaran informasi dari BMKG tersebut, bisa dikatakan musim kemarau yang
terjadi masih mengikuti pola rata-rata curah hujan di tahun-tahun sebelumnya, walaupun mungkin
ada perbedaan intensitas. Apabila ada dugaan bahwa dampak kekeringan yang melanda di
beberapa wilayah di Indonesia tahun ini dirasa lebih parah daripada tahun-tahun sebelumnya,
mungkin ada banyak faktor yang menyebabkan itu.
Faktor utamanya cuaca yang menyebabkan berkurangnya pasokan air. Faktor pendukung
lainnya ialah faktor lingkungan yang dapat memperparah kondisi kekeringan. Di antaranya, tidak
tersedianya cadangan air sebagai bufer di musim kemarau. Seperti yang telah disampaikan,
dengan siklus air yang terus berulang, penyimpanan air saat musim hujan tiba sangat diperlukan
untuk mengurangi dampak kekeringan.
Eksploitasi air yang berlebihan dan tidak efisien akan memperparah defisit ketersediaan air
permukaan dan air tanah. Daerah resapan air yang berkurang secara signifikan dan berubah
menjadi bangunan mengakibatkan jalan dan infrastruktur fisik lainnya mempercepat air kembali
ke laut sehingga mengurangi cadangan air. Kebutuhan air yang meningkat karena pertambahan
jumla penduduk akan memperparah defisit air terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk
yang tinggi.
Dalam jangka panjang, penanganan atau lebih tepat pencegahan terhadap bencana
kekeringan dapat dilakukan secara komprehensif dan terencana dengan mempertimbangkan
fenomena alam, cuaca, dan siklus air sehingga bencana kekeringan dapat dihindari. Contohnya,
mengatur kembali tata ruang secara baik dengan mempertimbangkan siklus air agar terjadi
keseimbangan yang dibutuhkan, melakukan reboisasi dan penanaman pohon secara massal di
wilayah-wilayah yang rawan kekeringan, serta membangun waduk dan bendungan untuk
menampung air saat musim penghujan guna mengantisipasi banjir dan mengatasi kekeringan di
musim kemarau. Akhirnya, semua itu tergantung bagaimana kita memperlakukan air dan
siklusnya agar bencana kekeringan tidak menimpa manusia, di samping kebijaksanaan masyarakat
dalam menggunakan air dan perbaikan manajemen/pengelolaan air yang tepat. Semua itu demi
menghindarkan manusia dari bencana yang tidak diinginkan.
Peristiwa siklus air merupakan peristiwa sehari-hari yang sering tidak disadari oleh
manusia. Siklus air menghasilkan air bersih yang berguna untuk kehidupan manusia. Manusia
memerlukan air bersih antara lain untuk keperluan rumah tangga, keperluan industri, dan juga
pertanian.
Siklus air menghasilkan air bersih. Pada saat proses penguapan, kotoran pada air tidak
ikut menguap. Uap air yang menguap adalah uap air yang bersih. Pada saat turun hujan, air
yang dihasilkan pun adalah air bersih dan siap digunakan untuk berbagai keperluan.
Air hujan yang jatuh, sebagian akan diserap oleh tanah, lalu menjadi air tanah. Air tanah
adalah air yang mengalir di bawah permukaan tanah. Air ini biasanya lebih jernih dan bersih,
karena sudah tersaring oleh lapisan tanah dan akar tumbuhan. Untuk mendapatkan air tanah,
manusia membuat sumur dengan cara menggali lubang.
Air hujan yang tidak terserap oleh tanah, akan terus mengalir menjadi air permukaan.
Lalu, air itu menuju tempat yang lebih rendah seperti sungai, danau, dan laut. Air permukaan
adalah air hujan yang tak dapat diserap oleh tanah tetapi diserap oleh permukaan tanah,
sehingga mengalir di atas permukaan tanah dan kemudian menguap kembali. Air ini biasanya
lebih kotor, karena mengandung lumpur. Air ini juga biasanya membawa berbagai macam
material dari proses erosi.
2. Dari bacaan diatas, jawablah pertanyaan berikut ini!
a. Analisis lah bagaimana proses siklus air pada peristiwa di bumi serta kelangsungan
makhluk hidup?
b. Jelaskan dampak siklus air terhadap kehidupan sehari-hari?
Jawaban :
Bahasa Indonesia
Jawaban :
1.
a) Siklus air (water cycle) biasanya disebut juga daur hidrologi. siklus air selalu berulang
dari waktu ke waktu, meskipun dengan berbagai variasi atau pergeseran waktu dan
intensitasnya, jumlah air secara total tetap sama.
Beberapa bulan terakhir, beberapa daerah khususnya di Pulau Jawa diberitakan dilanda
kekeringan. Gambaran informasi dari BMKG, bisa dikatakan musim kemarau yang terjadi
masih mengikuti pola rata-rata curah hujan di tahun-tahun sebelumnya, walaupun mungkin ada
perbedaan intensitas.
Faktor utamanya cuaca yang menyebabkan berkurangnya pasokan air. Faktor pendukung
lainnya ialah faktor lingkungan yang dapat memperparah kondisi kekeringan.
Eksploitasi air yang berlebihan dan tidak efisien akan memperparah defisit ketersediaan air
permukaan dan air tanah.
penanganan atau lebih tepat pencegahan terhadap bencana kekeringan dapat dilakukan secara
komprehensif dan terencana dengan mempertimbangkan fenomena alam, cuaca, dan siklus air
sehingga bencana kekeringan dapat dihindari.
( Skor 50)
b) Siklus air (water cycle) biasanya disebut juga daur hidrologi, yang diartikan sebagai suatu
sirkulasi air yang meliputi gerakan dari laut ke atmosfer, atmosfer ke tanah, dan kembali ke laut
lagi.
Mengingat siklus air selalu berulang dari waktu ke waktu, meskipun dengan berbagai variasi
atau pergeseran waktu dan intensitasnya, jumlah air secara total tetap sama.
Beberapa bulan terakhir, beberapa daerah khususnya di Pulau Jawa diberitakan dilanda
kekeringan. Apakah cuaca dan curah hujan menjadi penyebab utamanya Data yang
disampaikan BMKG, berkaitan dengan cuaca dan curah hujan tahun ini cukup menarik untuk
disimak.
Dengan gambaran informasi dari BMKG tersebut, bisa dikatakan musim kemarau yang terjadi
masih mengikuti pola rata-rata curah hujan di tahun-tahun sebelumnya, walaupun mungkin ada
perbedaan intensitas.
Faktor utamanya cuaca yang menyebabkan berkurangnya pasokan air. Faktor pendukung
lainnya ialah faktor lingkungan yang dapat memperparah kondisi kekeringan. Di antaranya,
tidak tersedianya cadangan air sebagai bufer di musim kemarau. Seperti yang telah
disampaikan, dengan siklus air yang terus berulang, penyimpanan air saat musim hujan tiba
sangat diperlukan untuk mengurangi dampak kekeringan.
Eksploitasi air yang berlebihan dan tidak efisien akan memperparah defisit ketersediaan air
permukaan dan air tanah. Daerah resapan air yang berkurang secara signifikan dan berubah
menjadi bangunan mengakibatkan jalan dan infrastruktur fisik lainnya mempercepat air
kembali ke laut sehingga mengurangi cadangan air.
penanganan atau lebih tepat pencegahan terhadap bencana kekeringan dapat dilakukan secara
komprehensif dan terencana dengan mempertimbangkan fenomena alam, cuaca, dan siklus air
sehingga bencana kekeringan dapat dihindari. Contohnya, mengatur kembali tata ruang secara
baik dengan mempertimbangkan siklus air agar terjadi keseimbangan yang dibutuhkan.
( Skor 50)
IPA
Jawaban :
2.
a. Siklus air merupakan sirkulasi (perputaran) air secara terus-menerus dari bumi ke
atmosfer, lalu kembali ke bumi. Siklus air ini terjadi melalui proses penguapan, pengendapan,
dan pengembunan.
Air di laut, sungai, dan danau menguap akibat panas dari sinar matahari. Proses penguapan ini
disebut evaporasi. Tumbuhan juga mengeluarkan uap air ke udara. Uap air dari permukaan
bumi naik dan berkumpul di udara.
Lama-kelamaan, udara tidak dapat lagi menampung uap air (jenuh). Proses ini disebut
presipitasi (pengendapan). Ketika suhu udara turun, uap air akan berubah menjadi titik-titik
air. Titik-titik air ini membentuk awan. Proses ini disebut kondensasi (pengembunan).
Titik-titik air di awan selanjutnya akan turun menjadi hujan. Air hujan akan turun di darat
maupun di laut. Air hujan itu akan jatuh ke tanah atau perairan. Air hujan yang jatuh di tanah
akan meresap menjadi air tanah. Selanjutnya, air tanah akan keluar melalui sumur.
Air tanah juga akan merembes ke danau atau sungai. Air hujan yang jatuh ke perairan,
misalnya sungai atau danau, akan menambah jumlah air di tempat tersebut. Selanjutnya air
sungai akan mengalir ke laut. Namun, sebagian air di sungai dapat menguap kembali. Air
sungai yang menguap membentuk awan bersama dengan uap dari air laut dan tumbuhan.
Proses siklus air pun terulang lagi.
b. Siklus air menghasilkan air bersih yang berguna untuk kehidupan manusia. Manusia
memerlukan air bersih antara lain untuk keperluan rumah tangga, keperluan industri, dan juga
pertanian.
a. Keterampilan
Berilah tanda (✓) pada nomor diskriptor yang tersedia berdasarkan hasil pengamatan.
No Nama Siswa A B
1 2 3 4 1 2 3 4
7
Dst.
Keterangan :
Kurang (K) : Jika satu deskriptor muncul
Cukup (C) : Jika dua deskriptor muncul
Baik (B) : Jika tiga deskriptor muncul
Sangat Baik (SB) : Jika empat deskriptor muncul
Deskriptor
A. Melaporkan peristiwa yang terdapat pada teks “Siklus Air dan Bencana Kekeringan”.
1) Melafalkan dengan benar.
2) Volume suara yang keras.
3) Kejelasan penyampaian isi teks bacaan.
4) Menggunakan ekspresi yang sesuai.