Karakteristik Sistem Pengendalian Manajemen
Karakteristik Sistem Pengendalian Manajemen
a. Konsep Dasar
Suatu organisasi yang menjalankan sejumlah aktivitas memulai kegiatannya
dengan melakukan proses perencanaan . perencanaan dilakukan melalui aktivitas yang
melibatkan individu-individu. Aktivitas individu ini diarahkan untuk mencapai tujuan
organisasi . yang sering dilupakan adalah adanya kesadaran individu sebagai makhluk
juga mempunyai keinginan-keinginan atau tujuan pribadi . tujuan pribadi seseorang bisa
selaras dengan tujuan organisasi bisa juga tidak selaras. Ketidakselarasan tujuan
mengakibatkan tujuan organisasi atau tujuan individu tidak dicapai. Untuk itulah
diperlukan suatu pengendalian kerja sehingga tujuan individu dapat selaras dengan
tujuan organisasi. Salah satu alat untuk mencapai hal tersebut adalah adanya suatu sistem
pengendalian manajemen yang baik. Apa dan bagaimanakah sistem pengendalian
manajemen itu dan bagaimanakah cara kerjanya dibahas pada bab ini. Pembahasan
dimulai dari pengertian sistem pengendalian manajemen. Pada bagian kedua siuraikan
fungsi-fungsi perencanaan dan pengendalian yang lain yakni perumusan strategi dan
penegendalian tugas serta batasan pengendalian itu sendiri. Secara keseluruhan dalam
merancang sistem pengendalian manajemen menurut David Otley ada tiga pertanyaan
mendasar yang harus dijelaskan. Pertanyaan tersebut adalah :
1. Sistem
Sistem adalah suatu kegiatan yang telah ditentukan caranya dan biasanya
dilakukan berulang-ulang. Dalam konteks system pengendalian manajemen, maka
system adalah sekelompok komponen yang masing-masing saling menunjang saling
berhubungan maupun tidakyang keseluruhannya merupakan kesatuan. Dapat
dikatakan bahwa system berupa hal yang ritmis, yang berulang kali terjadi atau
langkah-langkah terkoordinasi yang dimaksudkan untukmencapai tujuan tertentu.
Menurut Marciariello ada dua bentuk sistem yang berlaku yakni sistem formal
dan sistem non formal. Sistem formal adalah sistem yang memungkinkan
pendelegasian otoritas dimana sistem formal menjelaskan struktur, kebijakan , dan
prosedur yang harus diikuti oleh anggota organisasi. Pendokumentasian struktur,
kebijakan dan prosedur formal ini membantu anggota organisasi dalam menjalankan
tugas-tugasnya. Sistem struktur, prosedur dan respon yang terpola membantu
manajemen dalam merencanakan dan mengelola strategi dalam memenuhi tujuan
organisasi dengan tetap memperhatikan faktor lingkungan yang ada. Sedangkan
sistem informal adalah sistem yang lebih berdimensi hubungan antar pribadi yang
tidak ditunjukan dalam struktur formal. Biasanya dalam organisasi ada dimensi
informal seperti itu.
Dalam kegiatan suatu organisasi, banyak tindakan manajemen yang tidak
sistematis. Hal ini disebabkan oleh keadaan yang tidak memungkinkan bagi seorang
manajer untuk mengunakan system aturan sistem yang telah ditetapkan, sehingga
manajer menggunakan pertimbangan pribadinya dalam bertindak. Kegiatan seperti
ini biasanya berkaitan dengan interaksi antara manajer yang satu dengan yang lain
dan manajer bawahannya. Ketepatan sistem itu sendiri akhirnya tergantung pada
kemampuan manajer mengatur seseorang, tidak lagi berdasarkan aturan yang
ditentukan oleh sistem tersebut.
Dalam bab ini kita akan memfokuskan pada sistem yang sistematis termasuk
aspek-aspek fungsi pengendalian manajemen. Pembahasan mengenai berbagai
langkah suatu sistem, mulai dari pengumpulan informasi dan digunakan pada setiap
langkah, lalu prinsip-prinsip yang harus dilakukan dalam pengoperasian system
tersebut; tetapi pembahasan tidak meliputi kecuali secara umum perilaku yang tepat
atas aspek-aspek sistematis dari suatu system pengendalian manajemen. Hal ini tidak
dibahas karena aspek perilaku sangat tergantung pada kemampuan dan kepribadian
orang-orang yang terlibat di dalamnya termasuk hubungannya dengan yang lain,
lingkungan dimana suatu masalah timbul, dan bebagai faktor lainnya.
2. Pengendalian
Pengendalian menurut Hansen dan Mowenadalah proses penetapan standar,
dengan menerima umpan balik berupa kinerja sesungguhnya, dan mengambil
tindakan yang diperlukan jika kinerja sesungguhnya berbeda secara yang telah
direncanakan sebelumnya.
Setiap aktivitas kehidupan kita membutuhkan suatu pengendalian terhadapapa
yang sedang dan telah dilakukan. Misalkan suatu waktu kita menyeberang jalan.
Aktivitas yang sering kita lakukan diantarany adalah mengatur langkah dan
memperhatikan apakah bias atau tidak menyebrangi jalan sesuai dengan kepadatan
lalu lintas. Dengan dikendalikannya gerak tubuh maka bias terhindar dari
kecelakaan.
Suatu organisasi juga harus dikendalikan jalannya. Hal ini dimaksudkan untuk
menjamin aktivitas yang sedang dilakukan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan
organisasi. Pengendalian dalam suatu organisasi tentu saja tidak sesederhana
menyebrang jalan. Suatu system pengendalian mempunyai beberapa elemen yang
memungkinkan pengendalian berjalan dengan baik. Elemen-elemen tersebut adalah :
a. Detector atau Sensor yakni suatu alat untuk mengidentifikasi apa yang sedang
terjadi dalam suatu proses. Dalam contoh menyebrang jalan diatas maka detector
atau sensor yang bekerja adalah indra penglihatan kita.
b. Alat Pembanding / Assesor yakni suatu alat untuk menentukan ketepatan.
Biasanya ukurannya dengan membandingkan kenyataan dan standar yang telah
ditetapkan. Dalam contoh diatas, assessor adalah otak yang bekerja
membandingkan dengan standar bahwa seseorang bias menyebrang kalau jalan
tidak ada kendaraan atau pada kondisi kendaraan tidak sibuk.
c. Efektor yakni alat yang digunakan untuk mengubah sesuatu yang diperoleh dari
assessor. Dalam contoh diatas , setelah dibandingkan maka otak langsung
mengambil keputusan apakah seseorang tersebut bias menyebrang atau tidak.
d. Jaringan komunikasi yakni alat yang mengirimin formasi antara detektor dan
assessor dan antara assessor dan efektor.
Dengan demikian pengendalian adalah suatu proses untuk mengarahkan
organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Manajemen
b. Batas PengendalianManajemen
1. Sifat Keputusan
Keputusan pengendalian manajemen dibuat dalam kerangka kerja sesuai
dengan strategi organisasi. Tanpa pedoman yang jelasakan sulit menjalankan
pengendalian manajemen dengan benar. Manajer dalam hal ini mempunyai
pertimbangan yang bias saja lain dari yang telah ditetapkan, asalkan baik untuk
peningkatan prestasi unit bisnisnya. Pengendalian manajemen berperan dalam
memfungsikan organisasi dimana kegiatannya dibatasi oleh sifat dan jumlah
sumberdaya. Suatu pabrik mempunyai sumber daya fisik dalam memproduksi dan
mendistribusikan produknya, dan memasarkannya. Walaupun metode produksi
berubah atau ada alterlatif produksi yang lebih baik, banyak kegiatan yang
dilaksanakan secara berkelanjutan tanpa berubah dari tahun ketahun. Manajer
mungkin menganggap suatu kegiatan yang dibuat untuk menghasilkan keputusan
caranya sama. Termasuk didalamnya penyamaan penyusun ananggaran dan review
usulan anggaran sesuai strategi yang telah ditetapkan.
2. Sistematis dan Ritmis
Dalam proses pengendalian manajemen, keputusan yang dibuat didasarkan
prosedur dan jadwal yang dilakukan berulang-ulang tahun demi tahun. Prosedur
tersebut biasanya dimulai dari perumusan strategi. Strategi diterjemahkan dalam
bentuk anggaran, kemudian perusahaan beroperasi berdasarkan anggaran, prosedur
dan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Hasil akhir kemudian dibandingkan dengan anggaran, lalu dievaluasi dan
diadakan perbaikan dimana perlu. Suatu system dibangun berlandaskan aspek
keuangan dimana system ini merupakan bagian dari koordinasi, dan uang
merupakan ukuran umum untuk mengukur prestasi perusahaan. Hal ini tidak berarti
bahwa ukuran lain tidak penting. Ada juga suatu perusahaan mempunyai tujuan
lebih dari sekedar atau hanya aspek keuangan semata. Misalnya kualitas produk,
pangsa pasar, kepuasan konsumen dan lain-lain, sehingga dapat dikatakan bahwa
sistem pengendalian manajemen berkaitan dengan hasil kinerja keuangan maupun
non keuangan.
3. Pertimbangan Perilaku
Proses pengendalian manajemen melibatkan interaksi antar individu dan
interaksi tersebut tidak sistematis. Seorang manajer mempunyai tujuannya sendiri-
sendiri. Yang harus dilakukan adalah menyelaraskan tujuan tersebut sesuai tujuan
perusahaan secara keseluruhan. Hal ini disebut keselarasan tujuan (goal congruence)
yang berarti tujuan pribadi anggota organisasi seharusnya konsisten dengan tujuan
organisasi. Memang keselarasan tujuan tidak bias tercapai secara sempurna, tetapi
system harus mengarah ke hal tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah
rencana kompensasi optimum dan insentiflainnya.
4. Alat Untuk Mengimplementasikan Strategi
Sistem pengendalian manajemen adalah alat untuk mencapai tujuan
perusahaan sesuai strategi yang telah ditetapkan. Jadi pengendalian manajemen
memfokuskan pada pelaksanaan strategi. Pengendalian manajemenhanya salah satu
cara bagi manajer untuk menerapkan strategi yang diinginkan. Strategi yang
didapatkan selain pengendalian manajemen adalah melalui pendekatan struktur
organisasi, manajemen sumberdaya dan budaya.
Struktur organisasi mengkhususkan pada peranan, hubungan pelaporan dan
tanggungjawab yang menyangkut tentang tindakan anggota organisas. Manajemen
sumberdaya mempengaruhi tindakan melalui seleksi, training, pengembangan,
evaluasi promosi, dan pemberhentian pegawai. Budaya mengacu pada keyakinan
yang berlaku untuk, sikap dan norma-norma yang secara eksplisit atau implicit
menjadi pedoman tindakan manjerial.
5. Proses Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen melibatkan hubungan antara atasan bawahan.
Pengendalian dilakukan mulai dari tingkat atas hingga bawah. Proses ini meliputi
tiga aktivitas yaitu:
a. Komunikasi
Komunikasi dimaksudkan agar bawahan bertindak secara efektif, mereka harus
tahu apa yang diharapkan dari mereka.
b. Motivasi
Bawahan harus diberi motivasi untuk menyelesaikan tugasnya.
c. Evaluasi
Efisien atau efektifnya seorang bawahan melakukan tugasnya harus dievaluasi
terlebih dahulu oleh manajer.
6. Metodologi Pengendalian Manajemen
Penerapan proses pengendalian manajemen yang telah diuraikan di atas
memerlukan tiga bentuk [Link] aktivitas tersebut adalah:
a. Menentukan tujuan. Tujuan adalah hasil akhirdari proses komunikasi. Atasan dan
bawahan menyetujui apa yang telah diharapkan. Jika bawahan mencapai tujuan
sesuai yang digariskan, maka dapat dikatakan strategi organisasi secara efektif
diimpementasikan.
b. Pengukuranprestasi. Penilaian prestasi diperlukan baik untuk motivasi mau pun
evaluasi.
c. Evaluasi prestasi. Kegiatan terakhir adalah evaluasi prestasi yakni prestasi yang
sebenarnya dibandingkan dengan tujuan semula dan perbedaan yang ada
dianalisis dan dinilai. Seorang atasan harus membandingkan apa yang dilakukan
bawahannya dengan apa yang diharapkan.
d. Perumusan Strategi
Perumusan strategi adalah proses memutuskan atas tujuan organisasi langkah-
langkah yang di ambil untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan tersebut di tetapkan tanpa
batas waktu, kecuali ada perubahan. Dalam banyak bisnis, memperoleh tingkat laba yang
memuaskan adalah tujuan paling peting, namun ada juga perusahaan yang hanya sekedar
memperoleh pangsa pasar yang luas sebagai tujuan.0rganisasi nirlaba mempunyai tujuan
misalnya melengkapi jenis jasa yang telah ada.
Suatu perusahaan bias menentukan berbagai cara untuk mencapai tujuannya.
Misalkan tujuannya mencari laba maka ia harus memperhatikan letak perusahaan,
produk sejenis dan aspek lainnya. Perubahan tersebut mungkin ingin menjadi perusahan
yang melakukan proses produksi dan sekaligus memasarkannya atau hanya memasarkan
produknya.
Strategi yang diambil oleh perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk diuji
kembali atau dilakukan perubahan dimana perlu. Kebutuhan untuk mengubah startegi
biasanya disebabkan oleh ancaman atau untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik.
Ancaman yang ada misalnya masuknya competitor baru, perubahan perilaku konsumen
atau perubahan aturan pemerintah. Keuntungan yang lebih baik misalnya adanya inovasi
teknologi, pengembangan produk baru dan lain-lain.
Perilaku organisasi berkaitan erat dengan motivasi. Kemampuan seorang manajer atau
pimpinan suatu orgamisas dalam memotivasi, mempengaruhi, mengarahkan, dan
berkomunikasi dengan para bawahannya akan manentukan efektivitas manajer. Motivasi
merupakan kegiatan yang mendorong, menyalurkan, dan memelihara perilaku manusia.
Motivasi bukan hanya satu-satunya factor yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang.
Dua faktor lainya yang terlibat adalah kemampuan individu itu sendiri dan pemahaman
tentang perilaku yang diperlukan untuk mencapai prestasi yang tinggi atau disebut
persepsi peranan.
f. Pusat Pertanggungjawaban
Suatuorganisasidibagimenjadibagian-bagian yang
disebutpusatpertanggungjawabanyaknisuatu unit yang membawahisuatutugastertentu.
Unit organisasiinidikepalai oleh seorangmanajer yang bertanggungjawabterhadaptugas-
tugas yang dibebankankepadanya.
Umumnyasuatuorganisasiterdiridaribeberapapusatbertanggungjawaban yang masing-
masingditunjukandalamsatukotak diagram organisasi.
Adanyasuatupusatpertanggungjawabaniniadalahuntukmemenuhisatuataubeberapatujuan
yang telahditetapkan oleh manajemenpuncak.
Tujuannyaadalahmengimplementasikanrencanastrategimanajemenpuncak.
Secaragarisbesarpusatpertanggungjawabaninidibedakanmenjadi: pusatbiaya,
pusatpendapatan, pusatlaba, dan pusatinvestasi.
1. Pusat Biaya
Pusat biayaadalahpusatpertanggungjawabandimanainput
ataubiayadiukurdalam unit monenternamunoutput-nyatidakdiukurdalam unit
monenter. Secaraumumadaduatipepusatbiayaini, yaitupusatbiayateknik dan
pusatbiayakebijakan. Pemilahanpusatbiayainimengacu pada
duajenisbiayayaknibiayateknik dan biayakebijakan.
2. Pusat Pendapatan
Pusat pendapatanmerupakanpusatpertanggungjawabandimanaoutput-
nyadiukurdalam unit moneter, tetapitidakdihubungkandenganinput-nya. Karena
pusatpendapatanadalahorganisasipemasaran yang
tidakmempunyaitanggungjawabterhadaplaba. Masing-masingpusatpendapatan juga
merupakanpusatbiayakarenasebenarnyamemrekamengeluarkanbiayauntukmemperol
ehpendapatan, namunbiayatersebuttidakdiukur.
3. Pusat Laba
Apabilasuaruprestasikeuanganpusatpertanggungjawabandiukurdengandasarlab
a, yaituselisihantarapendapatan dan
biayamakapusatpertanggungjawabantersebutdisebutpusatlaba.
4. Pusat Investasi
Dalamsuatu unit usaha, focus ataslabadiperolehdariperbedaanantarapendapatan
dan biaya yang terjadi pada suatupusatlaba. Dalamjenis unit usahalainya, setelah
data labadiperoleh, makadibandingkandenganasset yang
digunakanuntukmemperolehlabatersebut.
Dengandemikianpusatinvetasiadalahsuatupusatpertanggungjawaban yang
prestasimanajernyadiukuratasdasarperbandinganantaralabadenganinvestasi yang
digunakan.
g. Proses Pengendalian Manajemen
Suatu proses pengendalianmanajementerutamaberkaitandenganperilaku. Proses
inimelibatkaninteraksiantarmanjer dan manajerdenganbawahannya.
Manajertersebutberbedadalamhalkemampuanteknis, gayakepempinan, kemampuan
interpersonal, pengalaman, pendekatan yang dilakukandalampembuatansuatukeputusan,
sikapmerekakearahkesatuan , dan lain-lain.
Proses pengendalianmanajemen formal meliputikegiatan-kegiatan:
1. Perencanaanstrategi
Perencanaanstrategi (pemrograman) adalah proses memutuskan program-
program utama yang akandilakukansuatuorganisasidalamrangkaimplementasistrategi
dan menaksirjumlahsumberdaya yang akandialokasikanuntuktiap-tiap program
jangkapanjangbeberapatahun yang akandatang. Keluarandari proses
perencanaanstrategiberbentukdokumen yang dinamakanstrategic plane (program).
Informasitentang program meliputibeberapatahun yang akandatang,
biasanyameliputitigaatau lima tahun. Dalamperusahaan yang berorientasilaba,
setiapprodukutamaatauliniprodukdisebut program.
Sedangkandalamorganisasinirlaba, bentukutamajasaorganisasi yang
ditawarkanmerupakansuatu program.
2. Penyusunananggaran
Penyusunananggaranadalah proses
pengoperasionalanrencanadalambentukpengkuantifikasian, biasanyadalam unit
moneter, untukkurunwaktutertentu. Hasil daripenyusunananggaranadalahanggaran.
Anggaranmerupakanrencana yangdiungkapkansecarakuantitatif, biasanyadalam unit
moneter, meliputiperiodetertentu, biasanyasatutahun. Program atauplan yang
telahdisetuju pada tahapsebelumnya,
merupakantitikawaldalammempersiapkananggaran.
Anggaranmenunjukangambarandari program denganmenggunakaninformasiterkini.
Dalamanggaran, program dihubungkanterhadappusatpertanggungjawaban,
bukannya program secara individual. Anggaranmengambarkanbiaya-biaya yang
dikeluarkan oleh setiapmanajer yang bertanggungjawabterhadapsebuah program
ataubagiandari program. Proses penyusunananggaran pada dasarnyamerupakansuatu
proses negosiasiantaramanajerpusatpertanggungjawaban dan atasannya. Hasil akhir
proses negosiasiadalahpersetujuantentangperkiraanbiaya yang
akanterjadiselamasatutahun (untukpusatlaba), atauanggaranlabaatau ROI yang
disyaratkan(untukpusatlabaataupusatinvestasi).
3. Pelaksanaan
Selamatahunanggaranmanajermelakukanpeogramataubagiandari program
yang menjaditanggungjawabnya. Laporan yang
dibuathendaknyamenunjukandapamenyediakaninformasitentang program dan
pusattanggungjawab. Laporanpusatpertanggungjawaban juga
harusmenunjukaninformasitentanganggaran dan
realisasinyabaikituinformasiuntukmengukurkinerjakeuanganmaupun non keuangan,
informasi internal maupuninformasieksternal.
4. Evaluasi Kinerja
Kegiatanterakhirdari proses
pengendalianmanajemenadalahmenilaikinerjamanjerpusatpertanggungjawaban.
Prestasikerja pada intinyabisadilihatdariefisien dan
efektiftidaknyasuatupusatpertanggungjawabanmenjalankantugas yang
menjaditanggungjawabnya.
Evaluasidilakukandengancaramembandingkanantararealisasianggarandengananggara
n yang telahditetapkansebelumnya.
Konflik antara apa yang dicapai dengan yang ditargetkan biasanya terjadi.
Konflik ini berpengaruh pada tata kerja organisasi seperti prosedur perencanaan (atas
ke bawah vs bawah ke atas), pembuatan keputusan (partisipasi, konsultasi, atau tidak)
dan desain organisasi (rentang kendali vs jumlah tingkatan hierarki).
Pertanyaan terakhir adalah meyangkut hubungan penghargaan (reward) dan
hasil (result). Biasanya organisasi menciptakan target kinerja kuantitatif bagi manajer,
namun target tersebut hanya akan bisa efektif jika manejernya termotivasi untuk
mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini memerlukan penentuan standar antara
pencapaian target dan penghargaan yang dinilai. Mekanisme ini bisa membentuk
suatu variasi bentuk, dimulai dari pendorongan kelompok kohesif dimana anggota
saling membantu dan mendorong dalam mencapai target sehingga ada penghargaan
moneter terhadap pencapaian target.
j. Pendekatan Kontinjensi
Begitu sistem pengendalian manajemen dijalankan, jawaban yang bersifat
sementara, pada mulanya diberikan atas tiga pertanyaan diatas dengan maksud diadakan
perubahan sesuai dengan kenyataan atau keadaan. Organisasi yang berbeda tampaknya
mengembangkan jawaban-jawaban tersebut sesuai dengan keadaan lingkungan.
Pengakuan terhadap perbedaan inheren mengakibatkan pengembangan teori kontinjensi
desain organisasi dan akuntasi manajemen. Dasar dari pendekatan kontinjensi ini adalah
tidak adanya jawaban terbaik yang berlaku terhadap semua masalah yang muncul.
Dengan kata lain sistem pengendalian manajemen perlu disesuaikan dengan kebutuhan
dan keadaan dalam organisasi.
A. Tujuan (Goals)
Pendapatan−Biaya Pendapatan
× =ReturnonInvestm ent
Pendapatan Investasi
Contoh:
Pendapatan Rp. 1.000,00; Biaya Rp. 900,00 dan Invetasi Rp. 400,00
1000−900 1000
ROI= × =25 %
1000 400
Pada bentuk paling dasar dalam persamaan ini, investasi mencakup investasi yang
dilakukan oleh pemegang sahama, yang terdiri dari hasil penerbitan saham ditambah laba
ditahan. Satu tanggung jawab manajemen adalah menyeimbangkan antaar dua sumber
keuangan yakni hutang dan modal. Investasi pemegang saham adalah sejumlah
pembiayaan yang tidak dipenuhi dari hutang. Namun untuk bermacam-macam tujuan,
sumber pembiayaan disini tidak relevan dan investasi yang dimaksud adalahb total
modal dan total modal saham. Tingkatb keuntungan mengacu pada laba jangka panjang,
tidak hanya sekedar laba tahun berjalan. Beberapa biaya seperti iklan, penelitian dan
pengembanagan dan usnur biaya lainnya yang mengurangi laba jangka pendek tapi akan
meningkatkan laba jangka panjang.
Beberapa CEO hanya memfokuskan pada satu bagian dari persamaan ROI diatas,
misalnya penjualan. Hal ini tidak berimplikasi untuk mengabaikan komponen persamaan
lainnya.
1. Tujuan Lain
Banyak bukti empiris menyebutkan bahwa maksimasi keuntungan bukanlah
satu-satunya tujuan utama. Tujuan lainnya bisa berupa produktivitas, posisi pasar,
kepemimpinan produk, pengembangan personalia, sikap karyawan,
pertanggungjawaban publik dan keseimbangan antar sasaran jangka [Link]
ini adalah uraian singkat tujuan-tujuan selain tingkat keuntungan.
a. Produktivitas
Merupakan rasio antara output terhadap input. Kita kenal dengan apa yang
dianamaken produktivitas tenaga kerja, yang diukur dalam jumlah outputperunit
dengan unit input tenaga kerja.. banyak masalah timbul dalam pemakaian indikasi
produktivitas sebagai tujuan perusahaan, termasuk pengawasan terhadap
perubahan tingkat harga relative dan pengumpulan output fisik dan input.
b. Posisi Pasar
Jika posisi pasar (pangsa pasar) dijadikan sebagai tujuan perusahaan, amak
perusahaan harus menetapkan tujuan mengenai pangsa pasar yang akan dikuasai.
Perusahaan harus melakukan analisis terhadap faktor-faktor penentu dalam
menguasai pasar yang akan direbut, Beberapa faktor yang perlu dipertrimbangkan
dalam menguasai bagian pasar ini dapat dilakukan melaui analisis; pelanggan
atau produk yang akan dijual, segmen pasar dan saluran distribusi.
c. Kepemimpinan Produk
Jika kepemimpnan produk dijadikan sebagai tujuan perusahaan, amak
perusahaan harus menawarkan produk dengan tingkat kemewahan yang tinggi,
harga yang relatif murah dibandingkan dengan produk perusahaan pesaing,
pengenmbangan produk yang terus menerus untuk menghasilkan produk baru.
d. Pengembangan Personalia
Pengembangan personalia sebagai tujuan mengansud bahwa kebeshasilan
perusahaan ditentukan oleh keberhasilan perusahaan di dalam mengelola sumber
daya manusia. Keunggulan dalam sumber daya manusia, akan menjamin
keberhasilan perusaaahaa. Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan
untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dengan cara
mengembangkan tiga ukuran pernting, yaitu:
1. Rasiokaryawaqn yang dipromosikanuntkjumlahjabatantersedia dan
jumlahkaryawan yang dapatdipromosikanterhadap total karyawan
2. Promosikaryawan yang kinerjanyadapatditingkatkan dan yang
tidakdapatditingkatkan
3. Presentasekaryawan yang puas dan
tidakpuasdenganpengembangankarirmereka.
e. Sikap Karyawan
Sikap karyawan sebagai tujuan yang dimaksud untuk mencegah
berhentinya kegiatan perusahaan karena pemogokan atau sebab lain yang
diakibatkan oleh karyawan. Untuk menghindari hal itu, maka perusahaan harus
aktif melakukan studi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kinerja
perusahaan. Selain itu juga harus selalu meninjau ulang kegiatan pembayaran gaji
dan imbalan lainnya, serta keadilan didalam pengembangan karir melalui
kesempatan promosi. Dengan demikian, jika semua karyawan bersikap seperti
yang dikehendaki oleh perusahaan, maka keberhasilan perusahaan pasti dapat
diraih.
f. Pertanggung Jawaban Publik
Jika perusahaan menganggap bahwa kepentingan public merupakan tujuan
perusahaan, maka perusahaan harus mengakui bahwa keberhasilan perusahaan
juga ditentukan oleh faktor-faktor diluar perusahaan. Sebagai contoh: adanya
penanganan yang baik terhadap limbah yang mengakibatkan pencemaran
lingkungan atau menghasilkan ptoduk yang tidak membahayakan konsumen. Hal
ini dimaksudkan agar perusahaan dapat terhindar dari pemboikotan oleh
masyarakat, atau masalah-masalah hukum oleh kelompok tertentu seperti LSM,
yang secara langsung akan mengganggu keberhasilan perusahaan.
g. Keseimbangan Anatara Sasaran Jangka Panjang Dan Jangka Pendek
Dari tujuan yang telah dibahas diatas tentunya ada tujuan yang berdimensi
jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk menjaga kelangsungan hidup
perusahaan, maka tujuan yang ditetapkan harus seimbang anatar jangka pendek
dan jangka panjang. Dalam arti, tidak hany memfokuskan saja pada tujuan jangka
pendek dengan mengabaikan tujuan jangka panjang ataupun sebaliknya.
D. TujuanOrganisasiNirlaba
Sesuai definisinya, organisasi nirlaba tidak meletakkan tingkat keuntungan
sebagai tujuan utama. Tujuan utama mereka adalah menyediakan jasa; pendidikan,
pelayanaan untuk rumah sakit, pembelaan hukum dan lain-lain jasa.
Keutusan yang dibuat oelh manajemen mereka dimaksudkan untuk menghasilkan
jasa sebaik mungkin, dengan sumber daya yang tersedia dan keberhasilan mereka diuur
terutama dengan seberapa banyak jasa yang mereka berikan dan seberapa baik mereka
memberikannya. Secara lebih mendasar, keberhasilan mereka sebaiknya lebih diukur
terutama dengan seberapa banyak mereka memberkonstribusi bagi kesejahteraan umum.
Mengingat kesulitan pengukuran kualitas dan kuantitas dari jasa yang diberikan,
sehingga pengukuran prestasi dalam organisasi nirlaba ini juga sulit.
Organisasi nirlaba juga mempunyai tujuan mencari laba tetapi berbeda dengan
tujuan mencari laba seperti halnya dalamorganisasi bisnis. Apabila mendapat laba, laba
ini diguknakan untuk dan cadangan, sumber dana untuk membeli asset dan lain-lain.
E. Konsepstrategi
Pada umumnya orang berpendapat bahwa strategi dalam suatu perusahaan sangat
penting. Walau tidak dinyatakan secara eksplisit, semua perusahaan yang terorganisisr
dengan baik, pasti mempunyai strategi. Strategi disini diartikan sebagai petunjuk umum,
dimana semua perusahaan yang terorganisir dengan baik, pasti mempunyai strategi.
Strategi disini diartikan sebagai petunjuk umum diaman suatu organisasi merencanakan
untuk mencapai tujuannya.
Dalam bentuk dasarnya suatu perusahaan mengembangkan strateginya dengan
menghubungkan kepentingannya dengan peluang industry yang ada. Menurut krnnrt R.
Andrews, strategi adalah suatu proses evauasi kekuatan dan kelemahan yang didalam
perusahaan yang dilakukan oleh eksekutif puncak serta melihat kesmpatan dan ancaman
saat ini dan memutuskan strategi pemasaran suatu produk yang cocokdengan
kesempatan.
ANALISIS ANALISIS
LINGKUNGAN INTERNAL
EKONOMI KEUANGAN
POLITIK MANAJERIAL
TEKNOLOGI FUNGSIONAL
PERATURAN ORGANISASIONAL
SOSIAL BUDAYA
1. DuaTingkatanStrategi
Strategi dapat dibedakan menjadi dua bentuk yang strategi untuk perusahaan
secara keseluruhan dan strategi unit usaha dalam perusahaan. Untuk pemabahasan
selanjutnya untuk perusahaan secara keseluruhan dinamakan strategi tingkatan
pertama, dan strategi untuk unit usaha dianamakan strategi tingkat kedua.
Penelitian yang dilakukan oleh majalah fortune terhadap 500 perusahaan di
Amerika Serikat menunjukkan sekitar 85% perusahaan tersebut memiliki lebih dari
satu unit usaha sehingga konsekuensinya diperlukan formulasi strategi untuk kedua
tingkatan tersebut.
a. TingakatanPertama, pada tingakataninipertanyaankuncinyaadalah:
1. Dalambentukusahaapaseharusnyaperusahaandijalankan
2. Misiapa yang harusdilakukan oleh suatu unit usaha
Jawaban untuk kedua pertanyaan ini menghasilkan keptuusan divestasi,
akuisisi, dan retensi bisnis terhadap portofolio perusahaan sehingga membantu
manajemen puncak dalam memutuskan pengalokasian sumber daya ke masing-
masing unit usaha.
b. TingkatanKedua, pertanyaanmendasar yang harusdipecahkanadalah:
2. Misiapa yang akandilakukan
3. Bagaimanacaranya unit usahainimencapaimisitersebut
Untuk perusahaan yang diverifikasi, tingaktan strategi untuk perusahaan
berbeda dengan tingkatan strategi untuk unit usaha. Untuk perusahaan ini, stratgei
perusahaan dapat berupa memutuskan portofolio usaha, dan strategi unit usaha
dapat berupa strategi pasar produk khusu untuk masing-masing usaha. Untuk
perusahaan dengan satu bentuk usaha, tidak ada pemisahan strategi. CEO pada
perusahaan ini melaksanakan strategi yang sama dengan generalamager unit
usaha pada prusahaan yang diverifikasi.
2. StrategiUntukTingkatan Perusahaan
Strategi perusahaan biasanya mengacu pada bentuk yang tepat dari usaha yang
akan dijalankannya. Jadi strategi perusahaan lebih menitikberatkan pada pertanyaan
kemana bersaingnya perusahaan, dan pada bagaimaan bersaing pada bidang bisnis
yang dijalankan perusahaan. Pada tingkatan yang dijalankan perusahaan masalah-
masalah yang timbul adalah:
a. Bentuk usaha yang dijalankan
b. Pengalokasian sumber daya yang ada
Perusahaan bisa dialsifikasikan menjadi tigas kategori. Pertama, jenis usaha
tunggal dimana perusahaan hanymengopersaikanstu jenis usaha saja. Kedua,
diverifikasi usaha yang saling berhubungan, yakni perusahaan yang mengoperasikan
beberapa usaha dan laba perusahaan terutama diperoleh dari satu usaha intinya.
Ketiga, unit usaha yang tidak berkaitan sama sekali dimana satu jenis usaha tidak ada
hubungan satu sama lain.
3. Perusahaan denganjenisusahatunggal
Perusahaan model seperti ini adalah perusahaan yang berkonsentrasi hanya
pada satu usaha [Link] perusahaan tunggal seperti ini juga mengikuti strategi
perusahaan dengan memilih untuk nerkonsentrasi untuk satu saha saja.
a. Jenisusahadiverifikasi yang tidaksalingberhubungan
Usaha seperit ini biasanya bergerak dalam bebrapa jenis usaha dimana satu
denganyang lain tidak berhubungan. Misalnya suatu perusahaan selain bergerak
dibidang perbankan ia juga bergerak dalam bidang manufaktur. Kanotr pusat
biasanya berfungsi menyertakan operasi perusahaannya. Jenis usaha diverifikasi
seperti ini biasanya disebut konglomerat.
b. Jenisusahadiverifikasi yang sudahberhubungan
Suatu perusahaan ada yang terdiri dari beberapa jenis usaha pada
sejunlahindusti; tetapi usaha mereka tersebut Saling berhubungan satu sama
lainnya melalui apa yang disebut bisnis intinya.
Fungsi dari kantor pusat dalam hal ini adalah. Pertama, sama dengan
konglomerat, manajer pincak harus membuat keputusan alokasi sumber daya untuk
semua unit usahanya. Kedua; tidak seperti konglomerat, manajer puncak juga harus
me-manage kepentingan utama perusahaan ayang dapat miningkatkan keuntungan
unit usaha tersebut.
4. Perngaruhstrategiperusahaan yang berbedaatasdesain system pengendalian
Strategi perusahaan merupakan satu rangkaian dengan stretegi usaha tunggal
pada satu sisi, dan usha diverifikasi yang tidak berhubungan pada sisi yang lain.
masalah utama bagi pendesain system pengendalian tidak menyangkut tentang kapan
dan bagaiaman perusahaan seharusnya memilih datu dari tiga strategi perusahaan
diatas, karena pemilihan strategi ini merupakan tanggung jawab manajer puncak.
Yang diperlukan adalah mencocokansystem pengendalian tesebutdenganstrategi yang
telah ditetapkan.
Dari berbagai pendekatan perencanaan yang ada, umumnya da dua model yang
paling banyak digunakan, yakni matrik BGC (nostonConsultingGorups) dan matrik
GE/McKisney. Walaupun model ini berbeda dalam hal metedologipengenbangan misi
dari berbagai unit usahanya, namun mempunyai kesamaan dalam hal misi yang harus
dipilih dari berbagai alternaitf; membangun, menahan, menuai hasil, dan penutupan
usaha.
Menurut model BCG, setiap unti usaha ditetapkan untuk satu dari keempat
kategori diatas –quaestion mark, star, cashcow, dan dog, yang mewakili empat sel
dari matrik yang mengukur tingkat pertumbuhan industri dari satu sumbu dan pangsa
psarrelative pada sumbu yang lain. BGC memangang bahwa tingkat pertumbuhan
hasil sebagai industry sebagai indicator tingkat menarik/atraktif tidaknya industry
secara relative dan pangsa pasar sebagai indicator dari posisi persaingan unit usaha
dalam industry. Karena pertumbuhan tidak bisa diawasi sepenuhnya, analisis
mengurangi penentuan stragtegi pangsa pasar dari masing-masing unit usaha.
Model BCG ini menentukan pangsa pasar sebagai variable strategi yang
utama. Karena pentingya, maka ia ditempatkan pada “kurva pengalaman”. Namun
kurva pengalaman ini memeiliki kekurangan0keurangan, yakni:
a. Konsep yang diterapkan untuk produk yang tidak terdiferensiasi dimana basis
persaingan utamanya berdasarkan harga. Untuk produk seperti MercedezBenz
misalnya, pangsa psar dan harga yang rendah bukanlah satu-satunya jalan untuk
mencapai kesuksesan. Walaupun pangsa pasarnya kecil tapi produk
MercedezBenx memiliki tungkat laba yang lrbih tinggi.
b. Dalamkeadaantertentu, perbaikandalamteknologi proses
produksimungkinmemilikipengaruh yang
lebihbesardalamhalpenguranganbiayaperunitdari pada jumlahkumulatifbiaya.
c. Keinginanuntukmengurangibiayamelaluiakumulasiproduksiproduk yang
standarakanmengakibatkankerugiandalamhalfleksibilitaskedudukan pasar.
d. Komitmenterhadapkonsepkurvapengalamaninibisajaditidakmenguntungkanjikate
knologibarumuncul di industritersebut.
e. Pengalamantidakmeruapakansatu-satunyapemicubiaya.
Pemiculainnyaadalahskala, cakupan, teknologi dan kompleksitas.
BCGmenggunakan logika sebagai berikut:
a. Margin laba dan perolehan kas meningkat seiring dengan peningkatan pangsa
pasar relative, berkaitan dengan efefk pengalaman.
b. Pertumbuhan pasar membutuhkan kas untuk modal kerja dan
barangkaliuntukpenambahanpabrik. Kebutuhan kas
karenanyamerupakanfungsidaritingkatpertumbuhan pasar dan strategipangsa
pasar.
c. Beberapa unit usahaakanmengaturdirinyasendiriterhadap kas,
beberapakaanmembutuhkanlebihbanyak kas daripada yang mampudihasilkan,
sementarabeberapa unit usaha lain membutuhkanlebihbanyak kas daripada yang
merekagunakan.
d. Seluruhaliran kas perusahaanharusdiseimbangkan. Karenanya, person
kantorpusatsangatdiperlukandalammemeilih unit usahaawal yang
harusdiseimbangkandengankebtuhan kas perusahaan dan memperoleh kas
ditambahdenganpembaiayaandariluar.
G. Analisis Industri
Penelitian menunjukkan bahwa pentingnya peranan kondisi industry produk yang
berhubungan memasuki dalam menghasilkan prestasi bagi perusahaan. Studi
menunjukkan bahwa jika rata-rata industry menguntungkan maka hal ini merupakan
petunjuk keberhasilan suatu perusahaan. Menurut Porter, lima kumpulan kekuatan
bersaing
PENDATANG BARU
PEMASOK PESAING
PEMBELI
PRODUK PENGGANTI
A. KeselarasanTujuan
Proses pengendalianmanajemenberperan pada suatuorganisasi.
Tapidalamprosesnyadipengaruhifaktormanusia. Beberapakarakteristikorganisasi yang
mempengaruhi proses tersebut,
terutamaberkaitandenganperilakuanggotadalamsuatuorganisasi.
Suatuorganisasimempunyaitujuan, dan
fungsisistempengendalianmanajemenadalahmendoronganggotaorganisasimembantupenc
apaiantujuantersebut. Pada bagianiniakandiuraikantujuanorganisasibaik yang
berorientasilabamaupunnirlaba. Juga diterapkanmasalahkeselarasantujuanmasing-
masinganggotaorganisasiterhadaptujuanperusahaansecarakeseluruhan. Hal
inimerupakantitiksentraldalammemahamipengendaliandalamorganisasi.
Keselarasantujuandalamhalinidipengaruhi oleh sistem informal dan juga sistem formal.
Beberapafaktor informal adalahdarieksternal dan sebagiandari internal. Faktor internal
termasukdiantaranyamembahastentangteorimotivasikerja. Pengendaliandicapai oleh
duabentuk formal. Bentukpertamaadalahperaturan (rules) dan
bentukkeduaadalahcarasistematisperencanaan dan pengawasan.
Laluakandiuraikansebagaibentukstrukturorganisasikarenaakanberpengaruh pada
sistempengendalianmanajemen yang akandigunakan. Pada
bagianterakhirakandiuraikanfungsikontroler pada proses pengendalianmanajemen.
Pimpinanperusahaanselalumenginginkansetiapanggotaorganisasimencapaitujuano
rganisasisecarabaik.
Masalahnyaadalahanggotaorganisasiperusahaantersebutmempunyaikepentingansendiri-
sendiri yang terkadangcenderungtidaksamadengankepentinganperusahaan.
Tujuanpokoksistempengendalianmanajemenadalahmenjaminsebisamungkinadany
akeselarasantujuandarimasing-
[Link] proses
beartitindakan-tindakan yang
mengarahkansetiapanggotauntukmenyelaraskantujuanpribadinyamasing-
masingsesuaidengankepentinganperusahaan.
Tentusajakeselarasantujuansecarasempurnaantaraindividu dan
perusahaanitutidakpernahada. Satu alasanpentingsetiap orang
brkerjabiasanyamenginginkankompensasi (dalambentukuangtentunya) sebesarmungkin.
Sementaradarisudutpandangperusahaan, adabatastertentukompensasi yang bias
diberikan, sehingga minimal
sistempengendalianmanajemenhendaknyatidakmendoronganggotaorganisasibertindaktid
aksesuaikepentinganperusahaan. Pertanyaanpentingdarihaliniadalah, tindakanapa yang
bisadiambiluntukmemotivasi orang?
Apakahtindakantersebutsesuaidengankepentinganperusahaan?
Kenyataanya, masing-
masingmanajeroperasibereaksiatasinstruksidaripimpinanpuncakbilainstruksitersebutbe
rpengaruhataskebutuhanpribadiunya. Jika, kadang-kadangbanyaktindakan yang
diambil oleh manajermempunyaipengaruh yang jelekkepadamanajerlainnya.
Misalnyasaja, seorangmanajerdihadapkanpilihanapakahmenggunakankapasitasproduk
yang terbatasatausumberdaya yang terbatas,
padahalsistempengendalianmanajementidakmenyebutkanperintah yang
pastisebelumnya.
Suatuorganisasiberusahamenjagakeseimbangan yang tepatantarakekuatan yang
menimbulkankonflik dan yang menimbulkankerjasama.
Beberapakonflikmemangdiinginkan. Konflik yang
menghasilksnpersaingandiantarapegawaiuntukkenaikanpangkatuntukberbagaibentukk
ompensasiadalahmenyehatkan. Bentukkerjasamatertentu juga penting.
Disinilahperlunya system pengendalianmanajemen yang handal yang
memungkinkanminimisasikonflik dan menciptakankerjasama yang baik.
2. TeoriMotivasiKerja
Sepertitelahdiuraiakan,prosesakhirdaripengendalianmanajemenadalahpenetapanjumla
hpenghargaankepadamanajer dan karyawan. Pembelianpenghargaanmerupakan salah
satucarauntukmemotivasianggotaorganisasiuntukmencapaitujuanorganisasi. Dengan
kata lain penghargaanmerupakan salah satu motivator dan
positiverewardkepadamanajer dan karyawan. Positive
rewardberdasarkanhasilpenelitianadalahcara yang lebihbaikdari pada negative
reward/punislumentdalamrangkamemotivasikaryawanmencapai target dan
tujuanperusahaan.
Pembahasanmasalahpenghargaantentu juga
berkaitandenganteorimotivasidimanasetiap orang bekerjamenurutkepentingan dan
motivasisendiri. Motivasiadalahkeadaandalampribadiseseorang yang
mendorongkeinginanindividuuntukmelakukankegiatan-
kegiatantertentugunamencapaitujuanorganisasi. Motivasi yang ada pada seseorang
pada gilirannyaakanmewujudkansuatuperilaku yang diarahkan pada
tujuanmencapaisasarankepuasan. Beberapateorimotivasi yang
dikenaldapatditerapkandalamorganisasi. Beberapateori yang
dikenalsepertiteoriHierarkiKebutuhan Maslow, teoriDuaFaktor Herzberg dan
teoriPengharapan Vroom, diuraikanberikutini:
a. TeoriHierarkiKebutuhan Maslow
Teoriinitelahdikemukakansejaktahun 1943. Isi
pokokdariteoriinimenjelaskansuatuhierarkikebutuhan yang menunjukanadanya
lima tingkatankeinginan dan kebutuhanmanusia. Kebutuhan yang
lebihtinggiakanmendorongseseoranguntukmendapatkankepuasanataskebutuhanters
ebut, setelahkebutuhan yang lebihrendahterpuaskan. Maslow
menjelaskandalamsuatuhierarki lima
kebutuhandasarmanusiadaritingkatandasarsampaidengantingkatantertinggi.
Secaralebihrincikelimadasarkebutuhanmanusiatersebutmembentuksuatuhierarkikeb
utuhansebagaiberikut:
1. KebutuhanFisiologis. Merupakankebutuhandasar yang harusdipenuhi
olehmanusia, seperti: rasa lapar, haus, seks, perumahan, tidur dan sebagainya.
2. KebutuhanKeamanan. Merupakankebutuhanakankeselamatan dan
perlindungandaribahaya, amcaman dan
perampokanataupunpemecatandaripekerjaan.
3. KebutuhanSosial. Merupakankebutuhanakan rasa cinta dan
kepuasandalammenjalinhubungandengan orang lain, kepuasan dan
perasaanmemilikisertaditerimadalamsuatukelompok, rasa kekeluargaan,
persahabatan dan kasihsayang.
4. KebutuhanPenghargaan. Merupakankebutuhanakan status dan kedudukan,
kehormatandiri, reputasi dan prestasi.
5. KebutuhanAktualisasiDiri. Merupakankebutuhanpemenuhandiri,
untukmempergunakanpotensidiri, pengembangandirisemaksimalmungkin,
kreativitas, ekspresidiri dan melakukanapa yang paling cocok,
sertamenyelesaikanpekerjaannyasendiri.
KEBUTUHAN-KEBUTUHAN
AKTUALISASI DIRI
KEBUTUHAN-KEBUTUHAN
PENGHARGAAN
KEBUTUHAN-KEBUTUHAN SOSIAL
KEBUTUHAN-KEBUTUHAN KEAMANAN
KEBUTUHAN-KEBUTUHAN FISIOLOGIS
Kebutuhan yang
pernahterpenuhisecarasubstansialtidaklagimenjadimotivasi.
Jadijikainginmemotivasiseseorang, menurutmaslow, perusahaanperlumengetahi
pada anaktangga yang mana seseorangituberada,
sehinggadapatditentukanjeniskebutuhan yang harusdilakukan.
Maslow memisahkankelimakebutuhanitusebagai order tingkattinggi dan
order rendah. KebutuKebutuhanfisiologis dan kebutuhankeamanantermasukdalam
order tingkatrendah, sedangkankebutuhansosial, penghargaan, dan
aktualisasidikelompokkansebagaitingkattinggi. Perbedaaninididasarkan pada order
tingkattinggidapatdipenuhisecara internal (di dalamdiri orang itusendiri),
sedangkankebutuhan order rendahdapatdipenuhisecaraeksternal (denganupah, dan
lain-lain).
b. TeoriDuaFaktor Herzberg
Teoriiniberdasarkanpenelitian yang telahdilakukan oleh Herzberg. Herzberg
tiba pada suatukeyakinanbahwaduakelompokfaktor yang
mempengaruhiperilakuadalah:
1. Hygiene factor. Faktoriniberkaitandengankontekskerja dan
artilingkungankerjabagiindividu. Faktor-faktorhigienis yang
dimaksudadalahkondisikerja, dasarpembayaran(gaji), kebijakanorganisasi,
hubunganantar personal, dan kualitaspengawasan.
2. Satisfier [Link] yang dimaksudberhubungandenganisikerja dan
definisibagaimanaseseorangmenikmatiataumerasakanpekerjaannya. Faktor
yang dimaksudadalahprestasi, pengakuan, tanggungjawab dan
kesempatanuntukberkembang.
3. TeoriPenghargaan Vroom
Victor vroommengembagkansuatu model motivasi yang
disebutdenganteoripengharapan. Teoriiniterdiridariunsur-unsurExpectancy
instrumentality, dan valence.
Expectancyadalahhubungandimanaseseorangmempercayaiantarausaha dan
kemampuandenganhasilnyadiukurdalamsistempengukuranprestasiorganisasi
(Hubunganupaya – kinerja). Instrumenttalityadalahhubunganantarakinerja yang
diukurdenganhasil yang diharapkanuntukindividu (Hubungankinerja – ganjaran).
Sedangkanvalenceadalahnilaidimanaseseorangmenugaskan pada hasil yang
disediakanuntukindividudariorganisasisebagaihasilpengukuranprestasi normal
(Hubunganganjaran – tujuanpribadi).
Teoripengharapanmembantumenjelaskanmengapabanyaksekalipekerjatidakmemotivas
i pada pekerjaannya dan semata-matahanyamelakukanpekerjaan minimal
untukmenyelamatkandiri.
Ketigateorimotivasi di atasmengandungbeberapakelemahanmaupunkelebihan.
Teori Herzberg mengakuiadanyapengakuanbahwafaktorhigienistidakmerupakan
motivator, tapihanyamenyediakansuatulingkunganbagifaktorpemuasatau motivator
untukbisamempengaruhiprestasi. Sementarafaktor yang
pentingdariteorivroomadalahteoriinimenyediakanSuatustrukturspesifikuntukmenentuk
anperan dan pengaruhdariakuntansimanajementerhadapapengukuranprestasi.
Sementarateorihierarkikebutuhandari Maslow hanyadianggapsebagaisuatu yang
berlakusecaraumum.
TEORI PENGHARAPAN
Keterangan:
1. Hubunganupaya - kinerja
2. Hubungankinerja – ganjaran
3. Hubunganganjaran – tujuanpribadi
B. SistemPengendalian Formal
Faktor-faktor informal yang
telahdibahassebelumnyasangatmenentukanefektiftidaknya system
pengendalianmanajemensebuahorganisasi. Faktor lain yang berpengaruhadalahsistem
formal. Sistemtersebutdapatdikelompokanmenjadidua: yaitu: (1)
sistempengendalianmanajemen (2) peraturan(rules). System
pengendalianmanajemenmerupakanbahasanutamadibukuini,
sedangkanperaturanataurules secararingkasakandibahasdibawahini.
1. Peraturan (Rules)
Istilahrules dalamhalinimenunjukansemuabentukpengendalian dan instruksi
formal. Peraturanrulesdisinitermasuk: intutruksi-intruksi yang ada, praktik-praktik
yang dilakukan, jobdiskripsi, prosedur-proseduroperasistandar, petunjukpelaksanaan
(manual), dan kodeetik.
Beberapabentukdariperaturan (rules) seperrti yang
telahdisebutkandapatdijelaskansebagaiberikut:
a. PengawasanSecaraFisik(Physical Controls).
TermasukdidalamnyaadalahPenjagaKeamanan, passworddikomputer, tv
monitor, ataualatfisik lain yang bertugasmengawasisetiap orang.
b. PetunjukPelaksanaan (Manual).Adalahaturan-aturantertentu yang
hanrusdijalankan. Biasanya di pemerintahanbanyakmempunyaiaturantertulis
yang harusdijalankan oleh pegawainya.
Denganberlalunyawaktubeberpaaturanmungkinsajaketinggalan zaman
sehinggasecaraperiodikperludievaluasikembaliuntukdiadakanperbaikan.
c. SistemPengamanan(Safe Guard System).
Berbagaibentukpengawasansecarasistematismenjaminarusinformasinyaakurat
dan mencegahkesalahanataukekurangan. Termasuk di dalamnyacross-
chekterhadapbuktitransaksisepertitandatangan dan buktilainnya. Juga
termasukpengecakansistem yang dibuat oleh internal auditor ataupun auditor
eksternal auditor.
d. SistemPengendalianTugas(Task Control System). Sebagaimana yang
telahdibahas pada babsebelumnya, bahwapengendaliantugasadalah proses yang
menjaminbahwatugas-tugasspesifikdapatdilaksanakansecaraefektif dan efisien.
Beberapadaritugas-
tugastersebutdikendalikandenganmenggunakanrulesjikasebuahtugasmerupakant
ugas yang otomatis,
makasistemakanbekerjasendirisecaraotomatismelakukanpengendalian.
2. Proses Pengendalian Formal
Proses pengendalian formal pada dasarnyameliputitahap-tahaptertentu yang
secaraterus-menerusbekerjadaritahunketahun.
Tahapinidimulaidenganpenentuantujuanperusahaan dan
stategiuntukmencapaitujuantersebut. Rencanastrategik (strategic plan)
disiapkanuntukmengimplementasikanstrategitersebut, dan semuainformasi yang
tersediadigunakanuntukmembuatrencanaini. Strategic
plankemudiandiubahmenjadianggarantahunan yang difokuskan pada
perencanaanpendapatan dan biayauntukpusat-pusatpertanggungjawabansecara
individual juga diaturdengansejumlahrules (peraturan) dan informasilainnya. Pusat
pertanggungjawabaninikemudianberoperasimelakukankegiatan, dan
hasilkegiatantersebutdiukur dan dilaporkan. Hasil
sesungguhnyakemudiandibandingkandenganrencanauntukmenentukankeberhasilanp
usatpertanggungjawabaninidalammelakukantugasnya.
Jikapusatpertanggungjawabantersebutberhasil,
makaumpanbalikberupahadiahataupenghargaanakandiberikankepadapusatpertanggu
ngjawaban. Tetapijikatidakberhasil,
makaumpanbalikdigunakanuntukmelakukanperbaikan pada
pusatpertanggungjawabantersebut, dan perbaikan yang
memungkinkanterhadaprencana.
C. Tipe – TipeOrganisasi
Strategiperusahaanmempunyaipengaruh yang pentingatasstrukturorganisasinya.
Berbagaibentukstrukturorganisasi pada
gilirannyamempengaruhibentuksistempengendalianmanajemen yang akanditerapkan.
Pada dasarnyaadatigabentukstrukturorganisasi, yaituorganisasifungsional, organisasi unit
usaha, dan organisasimatrik.
1. OrganisasiFungsional
Strukturfungsionalmembagitugassesuaidengankeahlianmasing-masing. Hal
inikontrasdengantugasmanajer yang
tidakmungkinmenpunyaibanyakkeahliansesuaifungsi yang diberikan.
Seorangmanajerseharusnyamembuatkeputusan yang lebihtepat di bidangpemasaran,
begitu pula seorangmanajerproduksiberkosentrasi di bidangproduksisaja.
Inilebihbaikseorangmemegangduafungsisekaligus,
sehinggadapatdikatakankeuntunganorganisasifungsionaliniadalahefisiensi.
Dengandemikiankelebihandariorganisasifungsionaladalahmemilikipotensiuntukbeke
rjasecaraefisien. Selainitu, kegiatan yang
samadalamorganisasifungsionaldapatlebihefektif.
Kelemahantifeiniadalahtidakadacara yang
tepatuntukmenentukantnigkatkeefektifanpemisahanfungsitesebutdiataskarenamasing
-masingfungsisecarabersamaanmemberikontribusiterhadapoutput perusahaan.
Dengandemikianperusahaanakansulituntukmenetapkantanggungjawabterhadaplabak
epadamanajersecara individual.
Kelemahanlainnyaadalahtidakadacara yang
tepatuntukperencanaankerjadarimasing-masingfungsi yang terpisah pada level
bawahdarisatuorganisasi. Dalamorganisasifungsionaliniperencanaandibuat oleh
pimpinanpuncakkarenadiperlukankoordinasidarimasing-masingfungsi yang
mengontribusioutputakhirnya.
Contohnyaadalahbagianpemasaranharusmemperhatikankemampuanbagianproduksiu
ntukmenyediakanbarangbegitupunsebaliknyabagianproaduksiharusmemperhatikansp
esifikasi yang diinginkan oleh
pelanggandimanainformasiinidiperolehdaribagianpemasan.
BENTUKORGANISASIFUNGSIONAL
PRESIDEN
DIREKTUR
DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR
PRODUKSI PEMASARAN KEUANGAN PERSONALIA
PRESIDEN
DIREKTUR
DIREKTUR
DIREKTUR DIREKTUR
PRODUKSI
PRODUKSI PRODUKSI
BENTUKORGANISASIMATRIK
PRESIDEN
DIREKTUR
D. Tipe – TipeOrganisasi
Untukmenjaminkeberhasilansistempengendalianmanajemendiperlukanseorang
yang mengawasikegiatankearahpencapaiantujuan. Biasanyadisebutcontrolleriniadalah:
1. Mendesain dan menjalankaninformasi dan mengawasisistem .
2. Menyiapkanlaporankeuangan dan
pelaporankeuangankepadapemegangsahamataupihaklain.
3. Menyiapkan dan menganalisisprestasi dan
membantupimpinanuntukmemahamilaporan, menganalisis proposal anggaran dan
program, mengkonsolidasikanrencanaanggaranmasing-
masingbagianuntukdijadikananggarantahunan.
4. Mengawasiprosedur internal dan eksternal audit untukmenjaminvaliditas data.
5. Membantumengembangkankemampuanmasing-masing orang dengancarapelatihan
yang berhubungandenganfungsicontroller.
Materi 4
PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN
PUSAT LABA PUSAT INVESTASI
A. Pendahuluan
Pusat laba adalah pusat pertanggung jawaban yang keluaran (output)-nya maupun
masukan (input)-nya diukur dalam suatu moneter, sehingga laba dapat diukur. Laba
adalah selisih antara pendapatan dengan beban. Pusat laba bertujuan untuk mencapai
tujuan perusahaan tersebut dan menjadi tolak ukur kinerja pimpinan pusat laba.
Sebuah organisasi mengukur kinerjanya adalah dengan semakin tinggi laba, maka
kinerja perusahaan dinilai semakin baik. Pada pusat pendapat, yang menjadi dasar
pengukuran kinerjanya adalah jumlah pendapatan yang diterima, tanpa memperdulikan
biaya yang digunakan, sehingga semakin tinggi pendapatan maka semakin baik penilaian
kinerja dari unit kerja tersebut.
Dengan menggunakan sistem pusat laba maka Departemen Pemeliharaan dan
Perawatan berfungsi sebagai unit bisnis yang melakukan penjualan produk, sehingga
manajer yang bertanggung jawab atas departemen tersebut tidak melakukan penakanan
biaya departemennya karena kinerjanya tidak dinilai dari sisi biaya saja tetapi dinilai dari
pendapatannya juga.
Jadi, pusat laba adalah jenis pusat pertanggung jawaban yang terbaik akan tetapi
pusat laba juga memilik kelemahan. Kelemahan dari pusat laba adalah munculnya
perselisihan antara unit bisnis mengenai harga transfer produk dan adanya kepentingan
manajer unit bisnis untuk lebih memfokuskan laba jangka pendek terkait dengan
penilaian kinerjanya.
1. LabaKontribusi
LabaKontribusiadalahselisihantarahargajual per unit dan biayavariabel per unit
atauperbedaanantarajumlahpenjualan dan jumlahbiayavariabel.
LabaKontribusiberfungsiuntukperencanaanlabajangkapendek.
2. LabaLangsung Unit Bisnis/Divisi
Labalangsung unit bisnis/divisi dihitungdaripendapatan unit bisnis/divisi
dikurangibiayalangsung unit bisnis/divisi (biaya total terkendali dan biaya total
takterkendali). Labalangsung unit bisnis/divisi belumtermasukbeban yang
dipindahbukukan (overbooking) darikantorpusat.
3. LabaTerkendali Unit Bisnis/Divisi
Labaterkendali unit bisnis/divisi dihitungdaripendapatan unit bisnis/divisi
dikurangidengansemuabiayaterkendali unit bisnis/divisi (biayatetapterkendali dan
biayavariabelterkendali) termasukbiayaterkendalidarikantorpusat.
Kelemahandarilabaterkendali unit bisnis/divisi adalah unit bisnis/divisi
tidakmemasukkanbiaya yang tidakdapatdikendalikan, sehinggalabaterkendali unit bisnis
unit initidakdapatlangsungdiperbandingkandenganlabadariperusahaan lain pada industri
yang sama.
4. LabaBersihSebelumPajak Unit Bisnis/Divisi
Lababersihsebelumpajak unit bisnis/divisi dihitungdaripendapatan unit bisnis/divisi
dikurangibiayalangsung unit bisnis/divisi,
alokasibiayakantorpusattetapibelumdiperhitungkanpajakpenghasilandari unit
bisnis/divisi.
5. LabaBersih Setelah Pajak Unit Bisnis/Divisi
Lababersihsetelahpajak unit bisnis/divisi dihitungdaripendapatan unit bisnis/divisi
dikurangibiayalangsug unit bisnis/divisi, alokasikantorpusat, dan pajakpenghasilan unit
bisnis/divisi.
Investasi diukur berdasarkan penciptaan laba yang dicapai oleh unit bisnis/divisi
sebagai berikut:
1. Investasidiukurberdasarkanjumlahaktiva.
2. Investasidiukurberdasarkanjumlah utang dan modal.
3. Investasidiukurberdasarkanjumlah modal sendiri.
Penilaianprestasi Pusat Investasi pada
dasarnyadapatdilakukandenganmenggunakanmetodeberikut:
- Return on Investment/ROI
- LabaResidu/Economic Value Added (EVA)
Terdapatbeberapacarauntukmenaikkan EVA:
1. Meningkatkanlababersihtanpameningkatkan modal
yaitudenganmengoptimalkanpenggunaanaktiva yang ada
2. Mengurangiinvestasi yang tidakmemberikannilaitambah (value added), contoh:
meningkatkaninvestasiterhadapspekulasimatauangasing yang berfluktasi.
inputPROSESoutput
upah,bahan
baku.
Gambar 5.1 hubungan input dan output
Gambar 5.1 menggambarkan fungsi dari setiap pusat tanggung jawab. Setiap pusat
tanggung jawab menjaga supaya setiap kegiatan mencapai hasil yang optimal. Bagian
pembelian bertanggung jawab untuk membeli bahan buku, suku cadang mesin dan pembelian
lainnya dengan harga yang murah, mutu yang tinggi dan jangka waktu kredit yang
menguntungkan perusahaan; bagian produksi bertanggung jawab untuk memakai bahan baku
dan jam kerja karyawan pabrik yang telah ditentukan secara bersama dalam organisasi.
Sumber daya yang dimasukan sebagai bahan baku, jam kerja karyawan pabrik dan bahan
pembantu ( input) di proses denganmesin dan modal kerja lainnya dengan menghasilkan
produk (baik berupa barang atau jasa).
Jika perusahaan berbentuk pabrik maka hasilnya adalah produk yang berwujud yaitu
barang, sedangkan untuk perusahaan yang berbentuk jasa seperti bank,pendidikan,rumah
sakit, binatu dan jasa lainnya maka hasilnya adalah produk tak berwujud yaitu jasa.
Seperti yang diketahui dalam produksi bahwa output dari sebuah unit kerja bisa
merupakan input untuk unit kerja lainnya. Sebagai contoh sebuah pabrik kelapa sawit yang
bisa mengolah sampai dengan CPO (crudepalmoil) maka input dari pabrik tersebut dari
pabrik tersebut adalah tandan buah segar (TBS) dan diolah menjadi crudepalmoil (output).
Lebih lanjut crudepalm 0il dijadikan input untuk pabrik kelapa sawit yang memiliki fasilitas
untuk mengolah CPO menjadi olein (minyak goreng).
Produktivitas :
Output
input
Misalkan untuk memproduksi produk A 5kg di butuhkan bahan 7 kg
untuk meningkatkan produktivitas maka dapat dilakukan dengan:
a. Meningkatkan jumlah unit output dengan mengurangi jumlah unit input; jika
dimisalkan seperti angka diatas maka output produk A.5.5Kg dan bahan yang
diburuhka adalah 6.5 kg.
b. Meningkatkan jumlah unit outputyang melebihi peningkatan jumlah unit input.
c. Menurunkan jumlah unit output yang lebih kecil dari penurunan jumlah unit input.
d. Jumlah unit outputadalah tetap tetapi jumlah unit input yang menurun.
e. Jumlah unit output meningkat dan jumlah unit input yang tetap
4.12 EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS
Istilah efisiensi dan efektivitas selalu di pergunakan dalam menilai kinerja dari suatu
pusat pertanggungjawaban.
Efisiensi merupakan perbandingan antara keluaran dan masukan atau jumlah keluaran yang
dihasilkan dri satu unit input yang dipergunakan. Pengukuran efisiensi dapat dikembangkan
dengan cara membandingkan antara kenyataan biaya yang dipergunakan dengan standar
pembiayaan yang telah ditetapkan,yaitu gambaran tentang tingkat biaya tertentu yang dapat
mengungkapkan berapa besar biaya yang diperlukan untuk dapat menghasilkan sejumlah
output tertentu. Namun pengukuran tersebut belum dapat dikatakan sempurna karena:
- Catatan besarnya biaya tidak mencerminkan suatu pengukuran yang akurat
mengenai besarnya input yang dipergunakan,.
- Standar biaya hanyalah suatu nilai perkiraan yang terbaik yang dapat
menggambarkan seberapa besar jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk
menghasilkan suatu tingkat keluaran tertentu pada situasi atau kondisi
lingkungan tertentu.
Efektivitas adalah hubungan antara keluaran suatu pusat pertanggung jawaban dengan
sasaran yang harus dicapainya. Semakin besar kontribusi keluaran yang dihasilkan terhadap
nilai pencapaian sasaran tersebut. Efisiensi sering di kaitkan dengan mengerjakan sesuatu
dengan benar ( doingthethingsright ) sedangkan efektif adalah melakukan hal yang benar
(doingtherightthings) sehingga produktivitas adalah mengerjakan hal yang benar dengan
benar ( doingtherightthingsright ).
1. Menyusun rencana
Jika seorang controller bekerja tanpa ada perencanaan apa yang harus dikerjakan dan
bagaimana cara mengerjakannya, maka controller akan menghabiskan sebagian besar
waktunya untuk bertanya ”apa yang harus dikerjakan? Bagaimana mengerjakannya?”.
Perencanaan dibuat untuk membantu memilih alternatif yang paling baik dan efisien. Secara
prinsip, perencanaan dilakukan agar setiap kegiatan memiliki tujuan yang jelas dan ada
metode yang paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tersebut.
Dengan menyusun perencanaan akan di peroleh banyak manfaat seperti berikut.
Mempermudah untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan lingkungan (
changemanagement ).
Mempurdahdlama melakukan koordinasi dalam departemen organisasi.
Memperjelas tujuan sehingga lebih mudah di pahami.
Meminimaliskan kegiatan yang tidak memiliki nilai tambah (non valueaddedactivities ).
Menghemat sumber daya, seperti: waktu, tenaga dan dana.
Ada pepatah yang mengatakan” ifyou fail plan,you plan to fail”
Gambar di atas menggambarkan fungsi dari setiap pusat tanggung jawab. Setiap pusat
tanggung jawab menjaga supaya setiap kegiatan mencapai hasil yang optimal. Bagian
pembelian bertanggung jawab untuk membeli bahan baku, suku cadang mesin dan pembelian
lainnya dengan harga yang murah, mutu yang tinggi dan jangka waktu kredit yang
menguntungkan perusahaan; bagian produksi bertanggung jawab untuk memakai bahan baku
sesuai dengan standar jumlah pemakaian bahan baku dan jam kerja karyawan pabrik yang
telah ditentukan secara bersama-sama dalam organisasi. Sumber daya yang dimasukkan
sebagai bahan baku, jam kerja karyawan pabrik dan bahan pembantu (input) diproses dengan
mesin dan modal kerja lainnya dengan menghasilkan produk (baik berupa barang atau jasa).
Jika perusahaan berbentuk pabrik maka hasilnya adalah produk yang berwujud yaitu
barang, sedangkan untuk perusahaan yang berbentuk jasa seperti bank, pendidikan, rumah
sakit, binatu dan jasa lainnya maka hasilnya adalah produk tak berwujud yaitu jasa.
Seperti yang diketahui dalam produksi bahwa outputdari sebuah unit kerja bisa
merupakan inputuntuk unit kerja lainnya. Sebagai contoh sebuah pabrik kelapa sawit yang
bisa mengolah sampai dengan CPO (CrudePalm Oil) maka input dari pabrik tersebut adalah
tandan buah segar (TBS) dan diolah menjadi CrudePalm Oil (output). Lebih lanjut
CrudePalm Oil dijadikan inputuntuk pabrik kelapa sawit yang memiliki fasilitas untuk
mengolah CPO menjadi Olein (minyak goreng).
1. MenyusunRencana
Jikaseorang controller bekerjatanpaadaperencanaanapa yang harusdikerjakan dan
bagaimanacaramengerjakannya, maka controller
akanmenghabiskansebagianbesarwaktunyauntukbertanya "Apa yang harusdikerjakan?
Bagaimanamengerjakannya?". Perencanaandibuatuntukmembantumemilihalternatif yang
paling baik dan paling efisien. Secaraprinsip, perencanaandilakukan agar
setiapkegiatanmemilikitujuan yang jelas dan adametode yang paling efektif dan
efisienuntukmencapaitujuantersebut.
Denganmenyusunperencanaanakandiperolehbanyakmanfaatsepertiberiku
t:
Mempermudahuntukberadaptasidenganperubahan-perubahanlingkungan
(change management)
Mempermudahdalammelakukankoordinasidalamdepartemenorganisasi.
Memperjelastujuansehinggalebihmudahdipahami,
Meminimisasikankegiatan yang tidakmemilikinilaitambah (non value
added activities).
Menghematsumberdaya, seperti: waktu, tenaga dan dana.
Ada pepatah yang mengatakan"If you fail to plan, you plan to fail".
2. Nilai Tambah (value added)
Di dalammelakukanpekerjaanseorangcontrollerharusfokustidakmengerjakansesuatu yang
tidakmenambahnilaiuntukorganisasi, seperticontoh pada saatkerja,
controllermembalasataumelanjutkan email yang tidakberhubungandenganpekerjaan,
mengerjakanpekerjaanataukegiatanpribadi, melakukanchattingdenganinstant messenger,
browsing facebook, wayn, friendster, dan yang lainnya. Dan
jikaterdapatbanyakpekerjaan, makacontrollerharusdapatmemprioritaskan mana yang
harusdiselesaikanterlebihdahulu (first thing first),
janganmelakukanlebihdarisatupekerjaan pada saat yang sama. Karena
melakukanlebihdarisatupekerjaan pada saat yang samajustruakanmenurunkankinerja
yang mengakibatkankinerjaorganisasi yang buruk.
Pusat pertanggungandapatdikelompokkanmenjadi:
pusatpendapatan (revenue center);
pusatkeuangan (cost center);
pusatlaba (profit center); dan
pusatinvestasi (investment center);
Total 68,000,000
Total 66,940,000
Total (1,060,000)
Tabel di atas mengasumsikan bahwa realisasi harga jual per unit adalah sama dengan
harga jual per unit yang dianggarkan sehingga dengan selisih jumlah unit yang dijual
mengakibatkan total selisih realisasi penjualan dengan anggaran penjualan adalah 1.060.000,
Di dalam dunia usaha sering terjadi selisih realisasi jumlah unit yang dijual dengan jumlah
unit yang dianggarkan dan sering dipengaruhi selisih realisasi harga jual per unit dengan
harga jual per unit yang dianggarkan. Fungsi dari departemen penjualan adalah mempelajari
penyebab tidak tercapainya anggaran penjualan yang telah disepakati untuk meningkatkan
kinerja penjualan di masa yang akan datang.
3. BiayaKomersial
Biayakomersialterdiridari:
1) Biayapemasarandimulai pada saat proses pabrikasidiselesaikan dan barang-
barangsudahdalamkondisisiapuntukdijual. Biayapemasaranmeliputibiayapenjualan,
biayapromosi, biayagajikaryawanbagianpenjualan dan
gajikaryawanbagianpemasaran, insentifpenjualan, iklan, dan
biayapemasaranlainnya.
2) Biayadistribusi yang terdiridaribiayapergudangan dan penyimpanan dan
biayapengiriman.
Biayadistribusidalamsebuahperusahaanadalahbiayapengirimanbarangkepadapelang
ganataukonsumenakhir, biayauntukpenyimpanan, penangananpersediaan,
pembukuan, dan penyiapanpengiriman.
3) Biayaadministrasi dan umummeliputibiaya yang dikeluarkandalammengatur dan
mengendalikanorganisasi. Biayaadministrasi dan umumadalahgajidirektur,
gajisatpam, biayaalattuliskantor, biayapenyusutankantor,
biayapenyusutankomputer, biayapiutangtaktertagih, dan biayalainnya.
+ =
Biaya Bahan Biaya Upah Biaya Utama
+ + = =
Biaya Bahan Biaya upah kerja Biaya tidak Biaya
Tidak tidak langsung langsung lainnya overheadpabri
LangsungBiaya k
+ = =
Biaya pemasaran Biaya distribusi Biaya administrasi Biaya
umum komersial
+ =
Biaya utama Biaya overheadpabrik Biaya pabrik
+ =
Biaya komersial Biaya pabrik Total biaya operasional
5.9 BIAYA PABRIK
Kemampuanmenghasilkandarisuatujenissumberdayatergantungkepadabaiktidaknyape
ngelolaandariberbagaijenissumberdaya yang digunakan di
dalamkegiatanpengelolaanatauproduksi. Dalamhalini,
bagianproduksiperusahaanbertanggungjawabataskegiatan-kegiatanpembelian,
pengadaanbahan-bahanbaku dan bahanpembantu, penciptaan dan pemeliharaanmutu,
termasukrekayasa dan pembuatan program yang berkaitan.
Perusahaan dapatmemasarkanbarangataujasadenganharga yang
lebihrendahmelaluipenghematan (efficiency) di dalamkegiatanproduksinya. Mutu yang baik
juga dapatdiwujudkanmelaluipenggunaanteknik-teknik dan metode-metodepengolahan yang
baik.
Tugas utama pusat pertanggung jawaban biaya pabrik adalah mengatur kegiatan
pengolahan dengan biaya paling rendah. Pencapaian biaya paling rendah ini dicapai melalui
kegiatan pengadaan bahan baku dan bahan sumber bahan baku yang menawarkan harga yang
paling rendah dengan mutu bahan baku yang tinggi serta pabrik pemasok yang jarak ke
tempat pabrik perusahaan tidak terlalu jauh sehingga biaya pengangkutan tidak akan
mengakibatkan biaya pengadaan bahan tersebut menjadi lebih tinggi dari yang akan
dikeluarkan untuk bahan baku yang harganya lebih tinggi tetapi jarak gudang pemasok ke
tempat pabrik perusahaan lebih dekat.
Sumber daya manusia akan lebih berdayaguna dengan perencanaan dan pengawasan
produksi yang baik. Penentuan secara tepat jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk setiap
satuan waktu atau setiap satuan pekerjaan.
Tujuan utama dari pusat pertanggung jawaban biaya pabrik adalah untuk menciptakan
nilai tambah (valueadded) bagi sumber-sumber daya sehingga hasil atau hasil-hasil
pengolahan perusahaan akan mempunyai nilai yang lebih besar daripada jumlah nilai seluruh
sumber daya yang digunakan. Unsur- unsur utama dari fungsi produksi adalah kegiatan
pengubahan (conversion) sumber daya (inputs) yang dibutuhkan ke dalam kegiatan
pengubahan yang menghasilkan produk (output).
Jadi, berbagai jenis sumber daya/masukan (inputs) terdiri dan tanah, modal, tenaga
kerja, dan wirausaha (enterpreneurship). Kegiatan pengolahan dimulai dengan perencanaan
pengadaan sumber-sumber daya tersebut yang menyangkut jumlah dan jenisnya, serta waktu
yang diinginkan di mana masing-masing sumber daya akan tersedia. Melalui kegiatan proses
produksi (conversion), berbagai jenis dan jumlah sumber daya itu diubah menjadi hasil
keluaran (output) yang terdiri dari barang-barang dan/atau jasa-jasa. Selama kegiatan
pengolahan, perlu dilakukan: pemeriksaan (inspection) dan penyesuaian (adjustment).
Barang-barang yang sudah mendekati tahap penyelesaian diperiksa dengan
membandingkannya dengan spesifikasi produk (specification). Jika terjadi penyimpangan
maka dilakukan penyesuaian sehingga produk yang dihasilkan benar-benar memenuhi
kriteria, Pada akhirnya produk (barang dan/atau jasa) kemudian dijual kepada pelanggan atau
konsumen baik secara tunai maupun secara kredit.
Statistik menunjukkan bahwa biaya pemasaran adalah 10 (sepuluh) kali lebih besar
untuk mendapatkan seorang pelanggan baru dibandingkan den- gan biaya pemasaran untuk
mempertahankan seorang pelanggan yang sudah ada. Oleh sebab itu, fungsi controller dan
kepala bagian pemasaran mengembangkan publicrelation yang cepat tanggap atas keluhan
pelanggan sehingga perusahaan dapat mempertahankan pelanggan yang ada dan sekaligus
untuk memperoleh pelanggan yang baru.
Distribusi merupakan salah satu variabel dari beberapa variabel pemasaran lainnya
(produk, harga, promosi) sehingga distribusi merupakan hal yang penting bagi setiap
perusahaan bahkan untuk perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Distribusi merupakan
suatu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menyalurkan dan memudahkan
masyarakat untuk memperoleh/membeli/menggunakan fasilitas produk perusahaan.
Pemilihan saluran distribusi akan menyangkut keputusan-keputusan mengenai penggunaan
penyalur atau perantara pemasaran seperti grosir, agen, makelar, pengecer, dan jenis penyalur
lainnya serta bagaimana untuk menjalin hubungan yang baik dan saling menguntungkan
dengan para perantara/ penyalur tersebut dalam jangka waktu yang panjang. Tujuan dari
distribusi adalah untuk lebih mempermudah dan memperlancar kelompok konsumen untuk
menjangkau dan menjamin ketersediaan produk sehingga produk mudah diperoleh di mana
saja dan kapan saja pada saat dibutuhkan konsumen, dengan demikian tujuan perusahaan
untuk mencapai hasil penjualan yang menguntungkan dapat tercapai.
5.12 LOGISTIK
Sebuah perusahaan yang memproduksi barang, umumnya memiliki dua fungsi utama,
yaitu fungsi produksi dan fungsi pemasaran. Selain kedua fungsi utama tersebut di atas
diperlukan fungsi pendukung lainnya untuk menjamin kelancaran jalannya perusahaan. Salah
satu fungsi pendukung yang sangat penting di dalam perusahaan adalah logistik.
Kegiatan logistik pada setiap perusahaan dapat berbeda, tergantung pada struktur
organisasi perusahaan yang bersangkutan. Secara umum kegiatan logistik adalah mengatur
jadwal penerimaan barang, jadwal pengiriman barang sehingga kegiatan logistik meliputi
masalah transportasi, inventarisasi, komunikasi, penempatan lokasi fasilitas, serta pengurusan
dan penyimpanan produk. Tujuan dari bagian logistik adalah untuk memenuhi kebutuhan
barang yang sesuai ke tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dan pada kondisi yang
diinginkan, sehingga memberikan manfaat kepada perusahaan. Dalam arti luas, ruang lingkup
kegiatan logistik meliputi segala sesuatu yang memindahkan produk ke dalam gudang
perusahaan dan dari gudang perusahaan ke gudang pelanggan.
Tanggung jawab manajer logistik adalah sebagai tanggung jawab untuk mendesain
dan mengurus suatu sistem untuk mengawasi arus penyimpanan bagi bahan baku, suku
cadang dan barang jadi agar dapat diperoleh manfaat vang maksimum bagi perusahaan. Jadi,
tujuan logistik adalah menyampaikan barang jadi dan bermacam-macam bahan baku dalam
jumlah yang tepat pada waktu yang dibutuhkan, dan dengan total biaya yang paling kecil.
1) menghilangkanataumengecilkanbiayatransaksi,
2) mengembangkan dan menerapkanstandaroperasionalperusahaan,
3) menurunkanataumengurangiwaktutunggupersediaan,
4) menurunkanataumengurangijumlahpersediaanperusahaan.
1) Biayatenagakerjabagianpenjualan:
a. Manajer/Supervisor penjualan.
b. Salesman.
c. Pegawaikantorpenjualan.
2) Biayaongkosangkutadalahbiayapengangkutanbarangjadidaripabrikke pasar.
3) Biayaperjalanandinas:
a. Biaya transport petugaspenjualan.
b. Biayapenginapanpetugaspenjualan.
c. Biayakonsumsipetugaspenjualan.
4) Biayatelepon yang
dikeluarkanuntukkepentinganpemasaranataupenjualanbarang.
5) Komisiyaituuang yang diberikankepadakaryawan yang
telahberjasadalamtransaksijualbelibarang dan jasa.
6) Penyusutanaktivatetapbagianpenjualan.
7) Biayaadministrasipenjualan.
8) Biayaasuransipenjualan.
9) Biayaiklan dan promosi.
Melakukanmutasitenagapenjual. Hal
iniuntukmencegahkompromiantaratenagapenjualdenganagenatautoko yang
menjadipelangganperusahaan.
Seringperusahaanmelakukanmutasitenagapenjual yang
berprestasiuntukmengembangkan pasar yang baru;
Melakukanperubahanterhadapmetodepenjualanataujaringandistribusi,
misalnyadenganmerubahmetodepengambilan order penjualan dan
metodepengirimanproduk;
Meningkatkansarana dan prasaranabagianpemasaran dan
jaringandistribusiperusahaan, misalnyaperluasanruanggudang, penambahan
armada pengiriman yang baru (peremajaan armada);
Mengembangkan data untukmengetahuidaerah yang memilikipenjualan yang
tinggiuntukprodukperusahaan dan untukmengetahuidaerah yang
memilikipenjualan yang paling lambatatasprodukperusahaan.
Denganinformasiini,
perusahaandapatmelakukanperencanaanuntukmendistribusikanproduk yang
penjualantinggi pada daerah yang lambatpenjualannya. Contoh: permen rasa
pisang seharusnyatidakdiproduksiuntukmasyarakat Indonesia
karenapenjualannyasangatlambat. Sedangkanmelakukanproduksipermen rasa
pisang untuk Negara Filipina karenatingkatpenjualanpermen rasa pisang yang
tinggi di Negara Filipina;
Melakukanperubahanatasiklan dan metodepromosiperusahaan. Perusahaan B
yang biasanyamelakukaniklan di
televisimengubahiklanperusahaanmenjadipembagiansampel di tempatramai,
seperti mall, terminal, pasar tradisional, dan lainnya.
1) AnggaranBahan Baku
Proses perencanaan dan pengendaliandilakukan pada
kegiatanproduksiperusahaanbertujuanuntukmenghasilkanproduk yang
sesuaidenganmutu yang diinginkan oleh pelanggan.
Salah satuunsur yang
mendukungkelancaranproduksiadalahtersedianyabahanbaku. Bahanbaku yang
memilikikualitas yang
baikdapatmeningkatkankualitasproduksehinggaproduktersebutmemilikinilaijual yang
lebihdibandingkanproduk lain yang sejenis. Salah satualat yang
dapatdigunakanmanajemenuntukmengelolabahanbaku agar efektif dan
efisienadalahanggaransehinggapenggunaan dan
pembelianbahanbakudapatterusdiawasi.
Anggaranbahanbakuadalahpenyediaanbahandengankuantitas dan kualitas yang
diisyaratkan dan pada waktu dan tempat yang diperlukandalam proses produksi, yang
berartibahwabahanbaku yang diperolehtidakbolehberlebihanjumlahnya, dan
mestinyadipertanggungjawabkansecarapenuh dan
dipergunakansesuaidengankebutuhan.
Pengendalianbahanbakumencakupruanglingkup yang luasseperti proses perencanaan,
spesifikasi, pembelian, penggunaan, dan bahansisasertapemborosan.
Anggaranbiayabahanbakubertujuanuntuk:
Menentukanjumlahbahanbaku yang diperlukan;
Menentukanjumlahpembelianbahanbaku yang diperlukan;
Mengurangirisikokehilangan, kerusakan, kadaluarsa;
Mengurangitingkatinvestasidalamnilaipersediaan dan
sekaligusmengurangibiayapenangananterhadappersediaan;
Memperkirakanjumlah dana yang diperlukanuntukmembelibahanbaku;
Menentukanhargapokokproduksecaratepat;
Menghilangkanpeluangpemborosan dan penggelapanbahanbaku yang
disebabkanpermintaankebutuhanbahanbakusecaraberlebihan;
Menghasilkanprodukdenganharga yang kompetitif di pasar.
Denganmelakukanperbandinganantaraanggaran yang
disusunperusahaandenganhasilaktual pada proses
produksimerupakananalisiskinerjaterhadapdepartemenproduksi. Jikaterdapatselisih
yang signifikan,
manajemenharusmenelusurilebihlanjutuntukmenentukanpenyebabtimbulnyaselisihters
[Link], yaitufavorable variance dan unfavorable
[Link] varianceadalahselisih yang
menyebabkanpenghematanpenggunaan unit bahanbakuuntuk proses
produksisecararelatifterhadapjumlah yang dianggarkan, sedangkanunfavorable
varianceadalahselisih yang
menyebabkanpeningkatanpenggunaanbahanbakusecararelatifterhadapjumlah yang
dianggarkan. Selainselisihpenggunaanbahanbaku, terdapatselisihhargabahanbaku.
Selisihhargaadalahperbedaanantaraharga yang dibeli (hargaaktual) denganharga yang
[Link] yang terjadihargabeli (aktual)
lebihtinggidarihargaanggaranmakadikatakantidakmenguntungkan (unfavorable), dan
sebaliknya, jikaselisih yang terjadihargabeli (aktual)
lebihkecildarihargaanggaranmakadikatakanmenguntungkan (favorable).
4) AnggaranBiayaKebijakan
Anggaranbiayakebijakanadalahanggaran yang
digunakanuntukpusatpertanggungjawabanbiaya yang
[Link]
aranbiayakebijakanadalahanggaranbiaya yang disusun oleh
departemenakuntansi/pembukuan, departemensumberdayamanusia dan
departemenpendukunglainnya di dalamperusahaan.
Anggaranbiayakebijakanmempunyaikarakteristiksebagaiberikut:
1. Anggaranbiayatersebuttidakdirancanguntukmengukurefisiensiatauinefisiensi.
2. Penyusunanggaranbertanggungjawabataspengeluaran dan jumlah yang
ditentukan, baikselisihlebihataupunkurangantarapengeluaranbiaya yang
aktualdenganbiaya yang dianggarkan
(namunsetiapperusahaanmemberikanbatasantoleransi yang dapatditerima),
kecualijikaadaperubahan yang disetujuisecaranyata.
Efisiensi pada pusatbiayakebijakansulitdiukur,
karenasebagianbesarbiayanyatidakberhubunganeratdengan volume kegiatan.
BAB VI
PUSAT LABA DAN HARGA TRANSFER
Ditulis Oleh: Iska putriani Br. Sitanggang
Ilustrasipusatlabasemusebagaiberikut:
DalamhaliniManajemenPuncakdituntutproaktifmengkajioperasiantarpusatlabasecarakom
prehensifsehinggapotensipusatdayaperusahaandapatdialokasikansecara optimal.
Cost Method
Market Method
Negotiation Methed
Arbitration Medhod
CostMethod
Market mathod
Negotiation Method
Arbitration Method
Substansimetodeiniadalahhargatransfernyaditetapkanberdasarinteraksiantarpusatlabaden
gantingkatharga yang dianggap "optimal"bagikepentinganperusahaan, dan
disiniadaketerbatasantingkatkewenangan/ pengendalainantarpusatlabadalam "final decision".
Jadimetodeinihakikatnyabisamengesampingkan target masing- masingpusatlaba.
Keterangan:
Jadi, konseptransfer
princingtetapmemberikankebebasanatauindepedenaitiappusatlabauntukmemilih,
membelibarang dan/ataujasadaridalamatauluarperusahaan.
Transaksi intern
darisudutpandangfiskalbisadiartikansebagaiupayaunukmengalihkanpenghasilan dan
biaya - dasarpengenaanpajak - darisuatuperusahaankepadasatuataulebihperusahaan
lain - yang mempunyaihubunganistimewa-
denganmaksudmeminimalkanjumlahpajakterhutang. Karena
itusemuatransaksiyangterjadicenderungdianggap "transaksiistimewa" (Related parties
transactions atastransaksi yang tidakarm's length).
HT = Rp 217,19,-
Tujuan pengukuran penggunaan aset merupakan analogi dari tujuan pusat laba yaitu:
1. Untuk memberikan informasi yang berguan dalam membuat keputusan yang bagus
mengenai aset yang digunakan dan untuk memacu para manajer.
2. Untuk mengukur kinerja unit usaha sebagai suatu entitas ekonomi.
Memfokuskan diri pada laba tanpa mempertimbangkan aset yang digunakan untuk
menghasilakn laba tersebut tidaklah mencukupi untuk proses pengendalian. Kecuali untuk
beberapa jenis organisasi jasa tertentu yang jumlah modalnya tidak signifikan, tujuan penting
dari sebuah perusahaan yang berorientasi pada laba adalah untuk menghasilkan tingkat
pengambalian (return) yang memuaskan atas modal yang digunakan.
Pihak manajemen senior akan sulit untuk membandingkan kinerja laba dari suatu unit
usaha dengan unit usaha yang lain, atau dengan unit yang sama di perusahaan lain kecuali
jumlah akriva yang digunakan ikut diperhitungakan. Membandingkan perbedaan laba yang
mencolok tidak akan berarti jika unit usaha yang menggunkan sumber daya yang berbeda;
dengan kata lain, semakin banyak sumber daya yang digunakan, seharusnya semakin besar
laba yang di peroleh. Perbandingan semacam ini digunakan untuk menilai kinerja manjer unit
usaha dan untuk memutuskan cara pengalokasian sumber daya.
1. Mereka harus menghasilkan laba yang mencukupi dari sumber daya yang digunakan.
2. Mereka dapat menggunakan sumber daya tambahan hanya jika pengguna tersebut
menghasilkan tingkat pengemballian yang memadai.
Tujuan dari menghubungkan laba dengan investasi adalah untuk memotivasi para manajer
unit usaha guna mencapai sasaran-sasaran tersebut diatas.
Tingkat pengembalian atas investasi (ROI) adalah suatu rasio perbandingan. Pembilangnya
(numerator) adalah pendapatan yang dilaporkan pada laporan keuangan. Penyebutnya
(denominator)adalah aset yang digunakan.
Nilai tambahan ekonomi (EVA) adalah jumlah uang, bukan rasio. EVA dapat diperoleh
dengan mengurangkan beban moral (capitalcharge) dari laba operasi bersih (net operating
profit). Beban moral diperoleh dari perkalian antara jumlah aset yang digunakan dengan
suatu tingkat tarif (rate).
Dalam memutuskan dasar investasi apa yang digunakan untuk mengevaluasi pusat
investasi, kantor pusat menanyakan dua hal: Pertama, praktik-praktik apa saja yang akan
membuat para manajer unit usaha menggunakan aset mereka dengan efisien dan untuk
mendapatkan jumlah dan jenis yang tepat dari aset tetap? Kedua, praktik-prakti apa saja yang
paling baik mengukur kinerja suatu entitas ekonomi?
Kas
Hampir semua perusahaan mengendalikan kas secara terpusat karena pengendalian pusat
memungkinkan penggunaan saldo kas yang lebih kecil daripada jika setiap unit usaha
memegang saldo kas yang dibutuhkannya untuk menyeimbangkan perbedaan antara arus aks
masuk dan arus kas keluar. Saldo kas unit usaha mungkin hanya akan merupakan “selisih”
antara penerimaan dan pengeluran harian. Akibatnya, saldo kas pada tingkat unit usaha
cenderung jauh lebih kecil dibandingkan dengan saldo kas yang diperlukan, jika unit usaha
merupakn suatu perusahaan independen.
Beberapa perusahaan mengabaikan unsur kas dalam investais. Alasannya karena jumlah kas
tersebut mendekati kewajiban lancar. Jika demikian, jumlah piutang dan perusahaan akan
mendekati jumlah modal kerja (workingcapital).
Piutang
Manajer unit usaha dapat mempengaruhi tingkat piutang secara tidak langsung, melalui
kemampuan mereka untuk menghasilkan penjualan, dan secara langsung, melalui penetapan
persyaratan kredit dan persetujuan atas kredit individual dan batas kredit, serta melalui
wewenang mereka dalam menagih kredit yang telah jatuh tempo. Unsur piutang sering
dimasukan pada saldo aktual akhir periode, meskipun rata-rata antar periode secara konsep
merupakan ukuran yang lebih baik atas jumlah yang seharusnya dikaitkan dengan laba.
Memasukan unsur piutang pada harga jual atau harga pokok penjualan merupakan hal yang
masih diperdebatkan. Suatu pihak berargumen bahwa investasi riil dari suatu unit dalam
piutang hanya sebesar harga pokok penjualan dan bahwa tingkat pengembalian yang
memuaskan atas investasi ini mungkin sudah mencukupi. Dilain pihak, unit usaha dapat
menginvestasikan kembali uangyang diperoleh dari piutang, sehingga piutangharus
dimasukkan pada harga jualnya. Alternatif yang lebih sederhana yaitu, memasukan piutang
pada nilai buku, yang merupakan harga jual dikurangi penyisihan atas piutang tak teragih.
Jika unit usaha tersebut tidak mengendalikan kredit maupun penagihannya, maka piutang
dapat dihitungberdasarkan suatu rumus yang konsisten dengan periode pembayaran normal.
Persediaan
Persediaan dicatat pada jumlah akhir periode meskipun rata-rata antarperiode lebih baik
secara konsep. Jika perusahaan menggunakan metode LIFO untuk tujuan akuntansi
keuangan, maka metode penilaian lain biasanya digunakan untuk pelaporan laba unit usaha,
karena saldo persediaan LIFO cenderung sangat rendah padapeiode terjadinya inflasi. Dalam
kondisi-kondisi tersebut, persediaan sebaiknya dinilai pada biaya standar rata-rata, dan biaya
yang sama sebaiknya digunakan untuk mengukur harga pokok penjualan pada laporan laba
rugi unit usaha.
Jika persediaan barang dalam proses didanai melalui pembayaran dimuka atau pembayaran
cicilan dari konsumen, seperti yang biasa terjadi jika barang tersebut membutuhkan waktu
porduksi yang lama. Pembayaran tersebut akan dikurangi dari jumlah persediaankotor, atau
dilaporkan sebagai kewajiban.
Jumlah EVA dalam tahun-tahun selanjutnya akan meningkat seiring dengan penurunan nilai
buku dari mesin tersebut. Kenaikan EVA setiap tahunnya tidak mencerminkan perubahan
ekonomi yang sebenarnya. Meskipun tampaknya terjadi kenaikan profitabilitas secara
konstan, namun sebenarnya tidak ada perubahan profitabilitas pada tahun setelah mesin
tersebut dibeli. Unit usaha yang memiliki aset yang sudah tua, atau yang sudah sepenuhnya
disusutkan, akan cenderung melaporkan EVA yang lebih besar daripada unit usaha yang
memiliki aset yang lebih baru.
Jika profitabilitas diukur dengan ROI, maka akan terjadi ketidakkonsistenan yang sama.
Terbukti bahwa jika aset yang telah disusutkan dimasukan ke dalam dasar investasi pada nilai
buku bersih, maka profitabilitas unit usaha tersebut akan dinyatakan secara
salah (misstated) pada nilai buku bersih, dan para manajer unit usaha tidak akan termotivasi
untuk mengambil keputusan akuisisi yang tepat.
Penyusustan Anuitas
Jika penyusutan ditentukan oleh metode anuitas, dan bukan oleh metode garis lurus, maka
perhitungan profitabilitas unit usaha akan menunjukan EVA dan ROI yang tepat, karena
metode penyusutan anuitas sesungguhnya mengaitkan pengembalian investasi yang implisit
dalam perhitungan nilai sekarang. Penyusutan anuitas merupakan kebalikan dari penyusutan
yang dipercepat, di mana jumlah penyusutan tahunan adalah rendah pada tahun-tahun
pertama ketika nilai investasinya masih tinggi dan meningkat setiap tahunnya seiring dengan
menurunnya nilai investasi; tetapi pengembalian hasil tetap konstan.
Permasalahan utama dalam menggunakan nilai-nilai nonakuntasi adalah bahwa nilai tersebut
cenderung subjektif, dibandingkan dengan nilai-nilai akuntansi, yang tampak lebih objektif
dan umumnya tidak menimbulkan pertentangan. Akibatnya, data akuntansi memiliki aura
realitas bagi manajemen operasi.
Masalah yang berkaitan dengan penggunaan jumlah nonakuntansi dalam sistem internal
adalah bahwa proftabilitas unit usaha tidak akan konsisten dengan profitabilitas perusahaan
yang dilaporkan kepada para pemegang saham. Persoalan lain dalam menggunakan nilai
pasar sekarang adalah memutuskan bagaimana menentukan nilai ekonomis.
Beban Modal
Kantor pusat korporat menentukan tarif yang digunakan untuk menghitung beban modal.
Tarif tersebut seharusnya lebih tinggi daripada tarif korporat untuk pendanaan dengan utang
karena dana yang terlihat merupakan campuran antara utang da modal berbiaya lebih tinggi
(higher-costequity). Biasanya, terif tersebut ditetapkan dibawah estimasi biaya modal
perusahaan sehingga EVA atas rata-rata unit usaha berada diatas nol.
Survei-survei Praktik
Kebanyakan perusahaan memasukan unsur aset tetap ke dalam dasar investasi pada nilai
buku bersih. Perusahaan-perusahaan tersebut melakukannya karena ini merupakan jumlah
dengan mana aset tersebut dicatat dalam laporan keuangan, dan oleh karenanya, sesuai
dengan laporan keuangan tersebut mencerminkan jumlamondal yang digunakan dalam divisi
tersebut.
Hampir semua perusahaan yang mempunyai pusat investasi mengevaluasi unit-unit usahanya
berdasarkan ROI, dibandingkan yang menggunakan EVA. Ada tiga keuntungan ROI.
Pertama, ROI merupakan pengukuran yang komprehensif dimana semua mempengaruhi
laporan keuangan tercermin dari rasio ini. Kedua, ROI mudah dihitung, mudah dipahami, dan
sangat berarti dalam pengertian absolut. Ketiga, ROI merupakan denominator yang dapat
diterapkan ke setiap unit organisasi yang bertanggung jawab terhadap profitabilitas, tanpa
mempedulikan ukuran dan jenis usahanya. Kinerja dari unit yang berbeda dapat saling
dibandingkan. Selain itu, data ROI pesaing bersedia sehingga dapat dijadiakan sebagai dasar
perbandingan.
Pendekatan EVA memiliki empat keunggulan diabanding ROI. Pertama, dengan EVA
seluruh unit usaha memiliki sasaran laba yang sama untuk perbandingan investasi. Di lain
pihak, pendekatan ROI memberiakn insentif yang berbeda untuk investasi diantara unit-unit
usaha. Kedua, keputusan-keputusan yang meningkatkan ROI suatu pusat investasi dapat
menurunkan laba keseluruhan. Ketiga, tingkat suku bunga yang berbeda dapat digunakan
untuk jenis aset yang berbeda pula. Keempat, EVA berlawanan dengan ROI, memiliki
korelasi positif yang lebih kuat terhadap perubahan-perubahan dalam nilai pasar perusahaan.
Para pemegang saham merupakan pemilik kepentingan yang penting dalam perusahaan. Ada
beberapa alasan mengapa penciptaan nilai pemegang saham menjadi sangat penting bagi
perusahaan: a). Mengurangi risiko pengambilalihan (takeover); b). Menciptakan nilai tukar
unutk agresivitas dalam merger dan akuisisi, dan c). Mengurangi biaya modal, sehingga
memungkinkan investasi yang lebih cepat untuk pertunbuhan masa depan. Jadi,
mengoptimalkan nilai pemegang saham merupakan tujuan penting bagi suatu perusahaan.
Mandat terbaik untuk nilai pemegang saham pada tingkat unit usaha adalah meminta para
manajer unit usaha untuk menciptakandan meningkatkan EVA. EVA diukur dengan cara
sebagai berikut:
dengan
Investasi dalam aset tetap dikendalikan oleh proses anggaran modal sebelun
terjadinya dan oleh audit setelah penyelesaian untuk menentukan apakah ada arus kas yang
diantisipasi terwujud. Hal tersebut jauh dari memuaskan karena penghematan atau
pendapatan aktual dari akuisisi aset tetap tidak dapat diidentifikasikan.