0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan12 halaman

Lingkungan Pemasaran Mikro dan Makro

Dokumen tersebut membahas tentang lingkungan pemasaran mikro dan makro. Lingkungan pemasaran mikro terdiri dari perusahaan, pemasok, perantara pemasaran, pelanggan, pesaing, dan masyarakat yang berada di dekat perusahaan. Sedangkan lingkungan pemasaran makro meliputi faktor ekonomi, teknologi, politik, hukum, dan sosial budaya.

Diunggah oleh

tilde
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan12 halaman

Lingkungan Pemasaran Mikro dan Makro

Dokumen tersebut membahas tentang lingkungan pemasaran mikro dan makro. Lingkungan pemasaran mikro terdiri dari perusahaan, pemasok, perantara pemasaran, pelanggan, pesaing, dan masyarakat yang berada di dekat perusahaan. Sedangkan lingkungan pemasaran makro meliputi faktor ekonomi, teknologi, politik, hukum, dan sosial budaya.

Diunggah oleh

tilde
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANAJEMEN PEMASARAN

LINGKUNGAN PEMASARAN MIKRO & MAKRO

NAMA KELOMPOK:

1. BERNADETA H.P. UNGGAS (33118008)


2. MAYESTI EDNAWATI (33118009)
3. MARIA [Link] (33118030)
4. FRANSISKA T. UNG (33118034)

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS


PROGRAM STUDI AKUNTANSI

UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDIRA


KUPANG /2020
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemasaran merupakan fungsi bisnis yang bertugas untuk mengenali kebutuhan dan
keinginan pelanggan, menentukan pasar sasaran mana yang dapat dilayani dengan sebaik-
baiknya oleh perusahaan, serta merancang produk, jasa dan program yang tepat untuk 
melayani pasar tersbut. Pemasaran merupakan  ujung tombak dari perusahaan yang
menciptakan kepuasan pelanggan sambil mendatangkan laba dengan membangun hubungan
dengan para pelanggan. Departemen pemasaran tidak dapat bekerja sendiri untuk mencapai
sasaran itu, melainkan harus bekerja sama dengan departemen-departemen lain yang ada
dalam perusahaan.
Dalam perusahaan ada berbagai departemen yang diharuskan dapat saling bekerja
dengan erat dan bermitra dengan bagian lain yang ada dalam suatu perusahaan. Seperti yang
dikemukakan oleh Profesor Stephen Burnett dari Northwestern, “Dalam sebuah organisasi
yang benar-benar berorientasi pada pemasaran, Anda tidak dapat mengatakan siapa yang
bertugas di departemen pemasaran. Setiap orang dalam organisasi harus mengambil
keputusan berdasarkan pada dampak yang dihasilkan oleh konsumen”.
Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bawha suatu organisasi atau perusahaan
memerlukan sejumlah keputusan untuk mengembangkan dan menerapkan rencana
pemasaran. Untuk memberikan pengetahuan dan inspirasi bagi pengambilan keputusan
pemasaran, perusahaan harus memiliki informasi terbaru yang komprehensi tentang tren
makro, juga tentang efek mikro tertentu bagi perusahaan. Perusahaan harus menyadari bahwa
lingkungan pemasaran senantiasa menampilkan peluang dan ancaman baru. Dalam makalah
ini akan dibahas tentang lingkungan pemasaran yang terdiri dari lingkungan perusahaan
mikro dan lingkungan perusahaan makro.

1.2 Rumusan Makalah


Berdasarkan latar belakang tersebut maka yang menjadi pokok permasalahan dalam
makalah ini antara lain:
1.      Apa yang dimaksud dengan lingkungan pemasaran?
2.      Apa yang dimaksud dengan lingkungan pemasaran mikro?
3.      Apa yang dimaksud dengan lingkungan pemasaran makro?
1.3 Tujuan Makalah
Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini antara lain:
1.      Menjelaskan tentang lingkungan pemasaran.
2.      Menjelaskan tentang lingkungan pemasaran mikro.
3.      Menjelaskan tentang lingkungan pemasaran makro.
BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lingkungan Pemasaran


Lingkungan pemasaran sebuah perusahaan terdiri dari banyak aktor dan kekuatan di
luar staf bagian pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk
mengembangkan dan mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan sasaran.
Lingkungan pemasaran menawarkan peluang juga ancaman. Perusahaan yang berhasil,
mengetahui beberapa pentingnya terus-menerus mengawasi dan menyesuaikan diri dengan
lingkungan yang selalu berubah. Tetapi masih banyak perusahaan lain yang tidak
memandang perubahan sebagai peluang, mengabaikan bahkan menolak untuk melakukan
perubahan kritis sampai strategi, struktur, sistem, dan budaya perusahaan semakain
ketinggalan zaman.
Seorang pemasar mempunyai tanggung jawab mengenali perubahan yang berasal
dalam lingkungan, lebih dari kelompok apapun dalam perusahaan, para pemasar harus
menjadi pecermat kecenderungan dan mencari peluang. Walaupun setiap manajer dalam
sebuah organisasi harus mengamati lingkungan di luar, pemasaran mempunyai dua buah
kemampuan khusus. Mempunyai metode disiplin – intelijen pemasaran dan riset pemasaran –
untuk mengumpulkan informasi mengenai lingkungan pemasaran. Dengan melakukan
pencermatan secara sistematik, pemasar akan mampu merevisi dan  menyesuaikan starategi
pemasaran untuk menghadapi tantangan dan peluang di pasar.
Lingkungan pemasaran terdiri dari lingkungan mikro dan lingkungan makro.
Lingkungan mikro adalah kekuatan yang dekat dengan perusahaan dan lingkungan makro
adalah lingkungan kekuatan masyarakat.

2.2 Lingkungan Mikro Pemasaran


Lingkungan mikro adalah lingkungan yang terdiri dari berbagai kekuatan yang dekat
dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pelanggannya,
adapun kekuatan itu terdiri dari perusahaan, pemasok, perantara pemasaran, pelanggan,
pesaing, masyarakat. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut.
1. Perusahaan
Yaitu struktur organisasi perusahaan itu sendiri. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh
bagian manajemen pemasaran harus memperhitungkan kelompok lain di perusahaan dalam
merumuskan rencana pemasarannya, seperti manajemen puncak, keuangan perusahaan,
penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, dan akuntansi serta sumber daya
manusia yang dimiliki perusahaan, karena manajer pemasaran juga harus bekerja sama
dengan para staff di bidang lainnya.

2. Pemasok
Para pemasok adalah perusahaan-perusahaan dan individu yang menyediakan sumber
daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa
tertentu. Kadang kala perusahaan juga harus memperoleh tenaga kerja, peralatan, bahan
bakar, listrik dan faktor-faktor lain dari pemasok. Perkembangan dalam lingkungan pemasok
dapat memberi pengaruh yang arnat berarti terhadap pelaksanaan pemasaran suatu
perusahaan.
Manajer pemasaran perlu mengamati kecenderungan harga dari masukan-masukan
terpenting bagi kegiatan produksi perusahaan mereka. Kekurangan sumber-sumber bahan
mentah, pemogokan tenaga kerja, dan berbagai kcjadian lainnya yang berhubungan dengan
pemasok dapat mengganggu strategi pemasaran yang dilakukan dan dijalankan perusahaan.

3. Perantara Pemasaran
Para perantara pemasaran adalah perusahaan-perusahaan yang membantu perusahaan dalam
promosi, penjualan dan distribusi barang/jasa kepada para konsumen akhir. Para perantara
pemasaran ini meliputi:
a.   Perantara, adalah perusahaan atau individu yang membantu perusahaan untuk menemukan
konsumen. Mereka terbagi dua macam, yaitu agen perantara seperti agen, pialang dan
perwakilan produsen yang mencari dan menemukan para pelanggan dan/atau mengadakan
perjanjian dengan pihak lain, tetapi tidak memiliki barang atau jasa itu sendiri.
b.    Perusahaan Distribusi Fisik, perusahaan seperti ini membantu perusahaan dalam
penyimpanan dan pemindahan produk dari tempat asalnya ketempat-tempat yang dituju.
c.    Para Agen Jasa Pemasaran, seperti perusahaan atau lembaga penelitian pemasaran, agen
periklanan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran,kesemuanya membantu
perusahaan dalam rangka mengarahkan dan mempromosikan produknya ke pasar yang tepat.
d.   Perantara Keuangan, seperti bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dan perusahaan
lain yang membantu dalam segi keuangan.
4. Pelanggan
Yaitu pasar sasaran suatu perusahaan yang menjadi konsumen atas barang atau jasa yang
ditawarkan perusahaan apakah individu-individu, Iembaga-lembaga, organisasi-organisasi,
dan sebagainya. Adapun pasar pelanggan ada lima tipe, yaitu:
a.    Pasar Konsumen, individu atau rumah tangga yang membeli untuk produk untuki 
dikonsumsi sendiri. Tangan terakhir yang menerima produk kita.
b.    Pasar Bisnis, individu atau perusahaan lain yang membeli produk untuk di proses lebih lanjut
atau digunakan prose produksinya. Dalam hal ini kita bertindak sebagai permasok bahan
produksi untuk perusahaan atau orang lain.
c.    Pasar Pedagang Besar, individu atau perusahaan lain yang membeli produk kita untuk dijual
kembali tanpa mengubah produk yang berasal dari kita dengan tujuan memperoleh
keuntungan. Jadi, pasar pedagang besar dapat disebut sebagai penyalur produk kita.
d.   Pasar Pemerintah adalah instansi pemerintah yang membeli produk kita untuk menyediakan
fasilitas umum atau mengalihkan produk tersebut kepada pihak lai yang membutuhkan.
e.   Pasar Internasional, adalah pembeli luar negeri termasuk kinsumen produsen penjual dan
pemerintah yang membelu produk dsari sebuah perusahaan yang akan digunakan untuk
konsumen pribadi atau untuk dijual kembali ataupun diproses lebih lanjut.

5. Pesaing
Dalam usahanya melayani kelompok pasar pelanggan, perusahaan tidaklah sendiri. Usaha
suatu perusahaan untuk membangun sebuah system pemasaran yang efisien guna melayani
pasar gelati disaingi oleh perusahaan lain. Sistem pemasaran dan strategi yang diterapkan
perusahaan dikelilingi dan dipengaruhi oleh sekelompok pesaing. Para pesaing ini perlu
diidentifikasi dan dimonitor segala gerakan dan tindakannya didalam pasar.
6. Masyarakat
Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan sejumlah besar lapisan masyarakat yang tentu
saja besar atau kecil menaruh perhatian terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan, apakah
mereka menerima atau menolak metode-metode dari perusahaan dalam menjalankan
usahanya, karena kegiatan perusahaan pasti mempengaruhi minat kelompok lain, Masyarakat
memiliki tujuh tipe:
 Masyarakat keuangan. Masyarakat keuangan mempengaruhi kemampuan masyarakat
untuk memperoleh dana. Bank, perusahan investasi, dan pemegang saham adalah
masyarakat keuangan yang utama.
 Masyarakat media. Masyarakat media adalah sekelompok yang menyebarluaskan berita,
mengangkat topik , dan pendapat editorial. Dalam kelompok ini adalah surat kabar,
majalah, dan stasuin radio serta televisi.
 Masyarakat pemerintah. Manajemen harus memperhitungksn perkembangan pemerintah.
Pemasar harus sering kali berkonsultasi dengan pengacara perusahaan mengenaiisu
keamanan produk, kejujuran dalam periklanan, serta berbagia masalah lain.
 Masyarakat warga yang bertindak. Keputusan pemasaran dari sebuah mungkin
dipertanyakan oleh organisasi monsumen, kelompok minoritas, kelompok lingkungan,
dan lain-lain. Depatemen hubungan masyarakat (humas) dapat membantu perusahaan
untuk tetep berhubungan dengan konsumen dan kelompok warga negara lain.
 Masyarakat lokal. Setiap poerusahaan mempunyai masyarakat lokal seperti penduduk
yang tingal berdekatan dengan organisasi-organisasi masyarakat. Perusahaan besar
biasanya menunjuk perugas hubungan masyarakat untuk brhadapan dengan masyarakat,
menghadiri rapat mejawab pertanyaan, dan memberi konstribusi dalam pariwisata yang
bermanfaat.
 Masyarakat umum. Sebua perusahaan perlu memikirkan masyarakat umum terhadap
produk dan aktivitasnya. Citra yang tumbuh dalam masyarakat mengenai perusahaan
mempengaruhi pembelian yang dilakukannnya.
 Masyarakat internal. Masyarakat internal sebuah perusahaan mencakup para pekerja,
manajer, sukarelawan, dan dewan direktur. Perusahan besar menggunakan newsletter dan
cara lain untuk menginformsikan serta memotivasi masyarakat internalnya. Kalau
kariawan merasa positif mengenai perusahannya, sikap ini akan mempengaruhi
masyarakat luar.

2.3 Lingkungan Makro Pemasaran


1. Politik dan Hukum
Dalam hal ini menyangkut tingkat pemusatan kekuatan politik, sifat organisasi politik, sistem
partai, kesadaran dalam bermasyarakat. Perusahaan merupakan lembaga sosial yang selalu
berhubungan dengan masyarakat, maka kehidupan operasi perusahaan sangat terpengaruh
oleh politik Negara dimana perusahaan berada. Pada intinya, faktor-faktor lingkungan politik-
hukum yang mempengaruhi kegiatan pemasaran ini dapat dikelompokkan menjadi:
 Kebijakan fiskal dan moneter dari pemerintah
 Hubungan pemerintah dengan industri
 Peraturan dan keadaan politik pada umumnya
 Peraturan khusus di bidang pemasaran yang ditujukan untuk mengatur persaingan dan
melindungi konsumen.
Dan juga perusahaan harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah,
misalkan masalah perizinan, dan lain-lain. Contoh nyata yang lain lagi adalah dalam industri
bisnis farmasi tidak diperkenankan memberikan gimmick kepada dokter. Contoh yang kedua
adalah pabrik rokok dalam beriklan tidak boleh memunculkan asap rokok dan iklannya hanya
boleh ditayangkan pukul 21.30.
2. Sosial dan Kebudayaan
Sosial disini meliputi struktur golongan yang ada dalam masyarakat yang dapat
mempengaruhi perkembangan perusahaan, termasuk didalamnya sifat dan perkembangan dari
lembaga-lembaga sosial. Kebudayaan disini menyangkut latar belakang sejarah dari suatu
masyarakat dimana perusahaan berada yaitu yang berhubungan dengan hasil produksi
perusahaan. Juga tercakup didalamnya norma-norma masyarakat setempat, adat istiadat dan
kebiasaan mereka.
Lingkungan sosial-kebudayaan ini mencakup pula faktor-faktor ekonomi, politik-
hukum dan teknologi. Bentuk dan sistem perekonomian, politik-hukum, dan teknologi sangat
ditentukan manusia beserta kebudayaannya. Akibat-akibat sosial seperti adanya polusi, dapat
mendorong pemerintah untuk membuat peraturan yang diperlukan. Hal ini juga dapat
mendorong digunakannya teknologi baru untuk mengurangi polusi. Beberapa hal yang perlu
diperhatikan oleh manajer pemasaran dalam hal pola kebudayaan dari suatu masyarakat
adalah:
a) Cara hidup
b) Nilai-nilai social
c) Kepercayaan
d) Kesenangan
e) Perekonomian.
Sistem perekonomian yang mempengaruhi perkembangan perusahaan terdiri dari berbagai
aspek ekonomi dan unit-unit ekonomi dalam masyarakat yang meliputi jenis organisasi
ekonomi, sistem pemilikan perusahaan, sistem perpajakan dan perbankan,angkatan kerja,
tingkat produktivitas, tingkat investasi, pola konsumsi masyarakat, dan lain-lain. Tingkat
penghasilan rumah tangga berkaitan dengan tingkat harga dan inflasi yang juga
mempengaruhi sistem pemasaran perusahaan. Dalam hal ini kita juga melihat adanya faktor
psikologis konsumen, misalnya orang lebih suka menabung daripada membeli barang.
Sedangkan orang lain ada yang lebih senang membelanjakan uangnya daripada menyimpan
di bank, karena ia mempunyai anggapan bahwa harga-harga akan selalu naik.
Seperti contoh, akibat krisis perekonomian yang dimulai sejak 1997 lalu, dampaknya
terasa sampai saat ini, yaitu Indonesia kembali menjadi Negara miskin. Dengan keadaan
tersebut, terjadi perubahan perilaku konsumen secara drastis. Konsumen yang sudah terbiasa
menggunakan produk dengan kualitas bagus, saat sekarang juga berharap dapat menikmati
produk dengan kualitas yang sama. Namun, karena anggaran sangat terbatas, maka konsumen
mulai mencari produk yang dapat bertahan lebih lama. Disamping itu, konsumen masa kini
juga mulai menghitung value (nilai) yang diterima apabila membeli suatu produk, konsumen
akan menghitung dulu beberapa manfaat yang diterima dan beberap biaya yang dikeluarkan.
Yang perlu diperhatikan adalah manfaat yang diterima oleh konsumen, bukan hanya
sekedar produk berkualitas melainkan juga layanan, karyawan yang memiliki keahlian dan
pengetahuan serta citra yang melekat terhadap perusahaan. Misalnya, anda dapat mencontoh
McDonald’s yang memiliki citra berkualitas, bersih dan cepat. Sedangkan biaya yang harus
dibayar oleh konsumen, bukan hanya sejumlah uang yang berupa harga produk/jasa,
melainkan juga biaya waktu, energi dan psikis.
3. Pendidikan
Lingkungan ini adalah keseluruhan dari tingkat pendidikan paling rendah sampai dengan
pendidikan tertinggi secara formal serta tingkat pendidikan non formal yang akan
mempengaruhi tingkat keahlian khusus dari masyarakat tersebut.
4. Teknologi
Dalam kenyataannya tingkat perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya
dalam bidang industri dan fasilitas lain dalam pabrik yang perkembangan sangat pesat ikut
terpengaruh dalam perkembangan perusahaan. Oleh karena itu apabila perusahaan ingin
mengembangkan tingkat proses produksi dan kegiatan operasionalnya harus berpacu dengan
kemajuan tekhnologi.
5. Demografi
Demografi merupakan studi statistik tentang kependudukan beserta karakteristik
distribusinya. Masalah demografi ini sangat penting bagi manajer pemasaran, karena
masyarakat dapat dinyatakan sebagai pasar. Sejak tahun 1961, jumlah penduduk Indonesia
mengalami pertumbuhan yang semakin meningkat. Hal ini dapat memberikan pengaruh yang
semakin besar pada kegiatan pemasaran. Banyaknya jumlah anak merupakan target pasar
yang baik untuk mainan anak-anak, juga perlengkapan sekolah dan sebagainya. Apabila
jumlah pernikahan semakin meningkat sehingga semakin banyak pengantin muda, maka
barang-barang jenis alat rumah tangga akan mempunyai target pasar yang baik.
Jika dilihat dari sisi perusahaan, demografi dibutuhkan untuk mencari tenaga kerja.
Lingkungan ini meliputi sumber tenaga kerja yang tersedia dalam masyarakat, angkatan
kerja, tingkat kelahiran, tingkat kematian, penyebaran penduduk, umur, jenis kelamin dan
lain-lain. Khusus untuk perusahaan yang sangat tergantung pada tenaga kerja maka urbanisasi
sering menjadi masalah dalam masyarakat industri.
BAB 3. KESIMPULAN

Lingkungan pemasaran dapat diartikan sebagai pelaku dan kekuatan di luar


pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan
mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Lingkungan pemasaran
terdiri dari lingkungan pemasaran mikro dan lingkungan pemasaran makro. Lingkungan
pemasaran dapat dikatakan sebagai sesuatu yang lebih umum dari sebuah lingkungan
pemasaran perusahaan. Lingkungan pemasaran mikro tidak dapat dipisahkan dari kontribusi
para pemasok, perantara pemasaran, pelanggan, pesaing, dan masyarakat. Penjelasan
mengenai lingkungan pemasaran mikro sedikit telah dijelaskan pada isi pembahasan makalah
di atas. Lingkungan pemasaran makro berkaitan dengan kekuatan demografis, kekuatan
ekonomi, kekuatan alam, kekuatan tekhnologi, kekuatan politik, dan kekuatan budaya.
Penjelasan secara lebih rincinya juga telah dijelaskan pada isi pembahasan makalah di atas.
Lingkungan pemasaran sebenarnya juga sangat erat kaitannya dengan lingkungan
ekonomi, lingkungan politik, dan lingkungan budaya. Lingkungan ekonomi menjelaskan
pada kita mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pengeluaran
konsumen. Lingkungan politik lebih mengarah pada Hukum, badan pemerintah dan
kelompok LSM yang mempengaruhi dan membatasi berbagai organisasi dan individu dalam
masyarakat tertentu. Serta yang terakhir adalah lingkungan budaya, yang memberikan
penjelasan bahwa lingkungan pemasaran juga dipengaruhi oleh Institusi dan kekuatan lain
yang mempengaruhi nilai dasar, persepsi, selera dan perilaku masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Lingkungan Pemasaran  PDF. [Link]


[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Common questions

Didukung oleh AI

Lingkungan pemasaran mikro terdiri dari berbagai kekuatan yang dekat dengan perusahaan, seperti pemasok, perantara pemasaran, pelanggan, pesaing, dan masyarakat, yang langsung mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggan. Sedangkan lingkungan pemasaran makro mencakup kekuatan yang lebih luas seperti trend demografis, ekonomi, politik, hukum, sosial-budaya, dan teknologi yang mempengaruhi pasarnya secara keseluruhan .

Kebijakan politik dan hukum sangat mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan. Peraturan pemerintah dapat mengatur persaingan dan melindungi konsumen, dan perusahaan wajib mematuhi aturan ini, seperti dalam periklanan atau pembatasan pemasaran industri tertentu. Stabilitas politik dan kebijakan ekonomi juga dapat mempengaruhi kegiatan pemasaran dan keberlangsungan bisnis .

Perusahaan bisa memanfaatkan lingkungan sosial budaya dengan menyesuaikan produk dan kampanye pemasaran yang sejalan dengan nilai, kebiasaan, dan preferensi masyarakat setempat. Contohnya, perusahaan dapat memasukkan elemen budaya lokal dalam desain produk, atau menyesuaikan pesan pemasaran agar lebih relevan dengan tren sosial dan kebiasaan konsumsi lokal .

Integrasi departemen pemasaran dengan departemen lain penting untuk memastikan strategi pemasaran yang efektif, karena pemasaran membutuhkan dukungan dari produksi, penelitian dan pengembangan, keuangan, dan sumber daya manusia. Kolaborasi ini memungkinkan efisiensi operasional dan penyampaian nilai yang konsisten kepada konsumen .

Perkembangan teknologi dapat mempengaruhi strategi pemasaran melalui inovasi produk baru, peningkatan efisiensi produksi, serta metode pemasaran dan distribusi yang lebih canggih. Dengan mengikuti perkembangan teknologi, perusahaan dapat meningkatkan daya saingnya, mencapai pasar yang lebih luas, dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Teknologi juga memungkinkan analisis data yang akurat untuk strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran .

Kekuatan masyarakat yang perlu diperhatikan termasuk masyarakat keuangan, media, pemerintah, masyarakat lokal, dan umum. Pengaruhnya beragam, misalnya, masyarakat keuangan menentukan kemampuan perusahaan memperoleh dana, sementara masyarakat media dapat membentuk persepsi publik tentang perusahaan. Masyarakat lokal dan masyarakat umum bisa mempengaruhi citra perusahaan melalui interaksi langsung dan opini publik .

Faktor demografis yang penting meliputi jumlah penduduk, distribusi usia, tingkat pendidikan, dan pola migrasi. Faktor ini mempengaruhi pemasaran dengan menentukan ukuran pasar potensial dan preferensi konsumen. Misalnya, peningkatan populasi usia muda dapat meningkatkan permintaan produk remaja, sementara distribusi pendidikan dapat menentukan tingkat adopsi produk berdasarkan kompleksitas teknologi .

Perusahaan perlu memahami pasar pelanggan yang berbeda karena tiap segmen pasar memiliki kebutuhan dan keinginan yang spesifik. Misalnya, pasar konsumen berbeda dengan pasar bisnis atau pasar internasional. Dengan memahami variasi ini, perusahaan dapat menyesuaikan produk dan strategi pemasarannya untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari tiap jenis pasar, sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan mempertahankan keuntungan .

Pemasok mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melaksanaan strategi pemasaran dengan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk produksi. Gangguan dari pemasok, seperti kekurangan bahan mentah atau pemogokan tenaga kerja, dapat menghambat pelaksanaan strategi pemasaran perusahaan dengan mengganggu produksi dan distribusi produk .

Perusahaan harus terus memantau perubahan dalam lingkungan pemasaran karena lingkungan ini menampilkan peluang dan ancaman baru yang mempengaruhi strategi pemasaran. Dengan pencermatan sistematis, pemasar dapat merevisi dan menyesuaikan strategi untuk menghadapi tantangan dan peluang di pasar, sehingga perusahaan dapat tetap kompetitif dan relevan .

Anda mungkin juga menyukai