0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan23 halaman

Tren Pariwisata dan Investasi Indonesia

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang pariwisata di Indonesia dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Juga dibahas mengenai jenis-jenis wisata dan teori investasi terkait pariwisata di Indonesia.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan23 halaman

Tren Pariwisata dan Investasi Indonesia

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang pariwisata di Indonesia dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Juga dibahas mengenai jenis-jenis wisata dan teori investasi terkait pariwisata di Indonesia.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat cepat dalam hal

perkembangan. Sektor pariwisata memberikan kontribusi yang cukup besar

terhadap ekonomi Indonesia, salah satu dampak positif dari perkembangan

pariwisata adalah membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia.

Sektor pariwisata secara pasti memberi dampak positif dan nyata bagi

pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Kementerian Pariwisata menetapkan sektor pariwisata menjadi core

business ekonomi nasional dalam hal pendapatan ekspor, pencipta lapangan

pekerjaan, pengembangan perusahaan dan pembangunan infrastruktur daerah.

Berbagai jenis kegiatan wisata pun mulai banyak berkembang, mulai dari wisata

konvensional hingga berbagai jenis wisata minat khusus, tergantung pada

motivasi wisatawan itu sendiri. Berdasarkan uraian diatas maka saya sebagai

penulis melakukan penelitian dengan judul :

“ KECENDERUNGAN PARIWISATA GLOBAL TERKAIT

INVESTASI DI INDONESIA”.

1
2

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana tahapan persiapan hingga pelaksanaan event Topping Off

Patraland Apartement?

2. Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan klien dalam

pelaksanaan event Topping Off Patraland Apartement?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui tahapan persiapan hingga pelaksanaan event Topping

Off Patraland Apartement.

2. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan klien

dalam pelaksanaan event Topping Off Patraland Apartement.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Bagi Penulis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, sebagai

pembelajaran, dan referensi dalam hal kepariwisataan Indonesia

khususnya di bidang usaha event organizer dalam kegiatan yang

berhubungan dengan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

2. Bagi Akademik

a. Sebagai masukan dan pengembangan bahan ajaran dan penelitian

yang berkaitan dengan masalah yang penulis teliti.

b. Dapat digunakan sebagai pedoman dan acuan sebagai penulisan

skripsi berikutnya.
3

c. Sebagai referensi bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid

Surakarta di angkatan berikutnya.


4

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Teori

Istilah pariwisata (tourism) baru mancul di masyarakat di masyarakat kira-

kira pada abad ke-18, khususnya sesudah Revolusi Industri di Inggris. Istilah

pariwisata berasal dari dilaksanakannya kegiatan wisata (tour), yaitu suatu

aktivitas perubahan tempat tinggal sementara dari seseorang, di luar tempat

tinggal sehari-hari dengan suatu alasan apa pun selain melakukan kegiatan yang

bisa menghasilkan upah atau gaji (Muljadi, 2012).

Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ketempat lain bersifat

sementara, dilakukan perorangan atau kelompok, sebagai usaha mencari

keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan dalam dimensi

sosial budaya, alam, dan ilmu (Kodhyat dalam Kurniansah, 2014).

Pariwisata adalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang

mendapat pelayanan secara bergantian diantara orang-orang dalam suatu negara

itu sendiri atau di luar negeri (meliputi pendiaman orangorang dari daerah lain)

untuk mencari kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa yang

dialaminya dimana ia memperoleh pekerjaan tetap (Wahab dalam Kurniansah,

2014).

Pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan

mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki


5

kesehatan, menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas, dan lain-lain.

Defenisi yang luas pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain,

bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha

mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup

dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu. Suatu perjalanan akan dianggap

sebagai perjalanan wisata bila memenuhi tiga persyaratan yang diperlukan, yaitu

bersifat sementara, bersifat sukarela (Voluntary) dalam arti tidak terjadi karena

paksaan, dan tidak bekerja yang sifatnya menghasilkan upah (Spillane dalam

Siallagan, 2011).

Pengertian pariwisata oleh para ahli memberikan gambaran bahwa

pariwisata merupakan sebuah kegiatan komplek. Kegiatan tersebut mencakup

banyak hal seperti orang yang melakukan perjalanan (wisatawan), objek yang

dikunjungi, perjalanan dan waktu. Pariwisata sendiri merupakan sebuah industri

yang banyak dilirik untuk dikembangkan secara lebih baik sehingga memberikan

dampak positif yang optimal.

1. Pariwisata

Pariwisata terdiri dari dua suku kata (bahasa Sansekerta) yaitu “pari” dan

“wisata”. Kata pari artinya berulang-ulang,wisata artinya perjalanan atau

bepergian. Jadi pariwisata memiliki arti yaitunperjalanan yang dilakukan berulang

- ulang. Orang yang melakukan perjalanan disebut trevele, sedangkan tourist

adalah orang yang melakukan perjalanan untuk berwisata (Musanef, 1995:13)

Jenis Pariwisata menurut Nyoman S. Pendit

a. Wisata Budaya
6

Jenis wisata ini merupakan daya tarik bagi para wisatawan asing untuk

berkunjung di Indonesia. Bali dan Toraja yang mempunyai budaya yang

unikdisukai oleh wisatawan mancanegara. Keunukan budaya tersebut perlu dijaga,

jangan karena ingin mengkomersilkan nilai-nilai budaya sumber menjadi berubah

dan menurun mutunya. Kehidupan masyarakat terasing di Indonesia terutama di

Kalimantan dan Irian Jaya masih mempunyai tradisi kehidupan zaman dahulu

mengundan minat wisatawan etnik.

b. Wisata Kesehatan

Yang dimaksud adalah perjalanan seorang wisatawan dengan tujuan untuk

menukar keadaan dan lingkungan tempat sehari-hari, dimana dia tinggal demi

kepentingan beristirahat baginya dalam arti jasmani dan rohani dengan

mengunjungi tempat peristirahatan, seperti air panas yang dapat menyembuhkan,

tempat yang memiliki iklim udara yang menyehatkan atau tempat - tempat yang

menyediakan fasilitas kesehatan lainnya.

c. Wisata Olahraga

Berbagai pertandingan olah raga baik yang bertingkat nasional maupun

internasional menarik perhatian masyarakat. Sesuai dengan tujuan pertandingan

untuk meningkatkan prestasi, para atlet datang dengan tujuan memperlihatkan

prestasi yang baik.

d. Wisata Bahari

Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan olahraga dialam air atau

pegunungan. Yang termasuk dalam jenis wisata bahari ini, seperti menyelam

(driving) brselancar (surving) berlayar, memancing dan lain - lain.

e. Wisata Konvensi
7

Sebanyak symposium maupun sidang yang diadakan dibebagai negara,

salah satu pendorong bagi kalangan tertentu untuk bepergian. Motivasi bepergian

untuk keperluan tersebut mulai bentuk wisata itu sendiri yang dikenal dengan

wisata konvensi.

f. Wisata Alam

Wisata ini banyak dilakukan oleh para penggemar dan pecinta alam dalam

kaitanya dengan kegemaran akan keindahan alam kesegaran udara pegunungan,

keindahan alam dan satwanya.

g. Wisata Industri

Perjalanan yang dilakukan oleh Pelajar/Mahasiswa kesuatu kompleks atau

daerah peridustrian yang bertujuan mengadakan studi peninjauan/ penelitian.

h. Wisata Buru

Jenis wisata ini banyak dilakukan di negara- negara yang memang memiliki

banyak tempat berburu yang telah disetujui pemerintah negara tersebut.

i. WIsata Ziarah ( Pilgrim )

Wisata ini berkaitan dengan keagamaan, sejarah, adat istiadat dan

kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat biasanya berkunjung

ditempat- tempat suci.

j. Wisata Bulan Madu

Suatu wisata yang diselenggarakan bagi pasangan pengantin baru yang ingin

berbulan madu dengan mengunjungi tempat kusus, betujuan untuk berwisata dan

berbulan madu.

Menurut A. Hari Karyono dengan buku yang berjudul Kepariwisataan

mengelompokkan obyek wisata dan daya tarik wisata yaitu sebagai berikut:
8

a) Obyek dan daya tarik obyek wisata Alam

Wisata alam adalah obyek wisatayang menonjolka keindahan alam.

Kebanyakan dinikmati oleh kalangan muda karna ingin lebih dekat menikmati

keindahan alam seperti mendaki gunung, bekemah dan lain-lain.

b) Obyek dan daya tarik wisata budaya

Wisata budaya dilakukan karena keinginan para wisatawan mengetahui

secara lebih dekat suatu budaya yang dimiliki oleh suatu daerah, berupa hasil

karya manusia misalnya candi, museum dan adat istiadat.

c) Obyek dan daya tarik wisata minat khusus

Keinginan wisatawan yang dilakukan karena ketertarikkan terhadap jenis

wisata tertentu, misalnya agrowisata, wisata olahraga, wisata tirta dan lain

sebagainya.

2. Investasi

[Link] Pengertian Investasi

Investasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan menanamkan modal baik

dalam uang maupun benda pada suatu objek dengan tujuan memperoleh

keuntungan selama periode tertentu. Keputusan investasi adalah suatu keputusan

yang sangat penting dalam berinvestasi, dimana untuk memperoleh suatu

keuntungan kita harus berhadapan dengan risiko, oleh sebab itu investor harus

mengevaluasi hubungan antara tingkat pengembalian dan risiko.

Investasi dapat diartikan sebagai cara penanaman modal baik secara

langsung maupun tidak langsung yang bertujuan untuk mendapatkan manfaat atau

keuntungan tertentu sebagai hasil penanaman modal tersebut. Untuk maksud

tersebut, sejumlah uang ditanamkan atau diinvestasikan dalam bidang usaha


9

tertentu yang dianggap investor akan dapat memberikan hasil. Satu hal yang harus

diingat, setiap investasi dapat memberikan keuntungan tetapi dapat pula

memberikan kerugian. Hal ini menunjukan bahwa investasi mengandung risiko,

seorang investor harus bersedia menanggung risiko karena mengharapkan

keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut..

[Link] Tujuan Investasi

Menurut Reily dan Brown (2000), ada beberapa alasan orang melakukan

investasi, yaitu :

1) Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa yang akan

datang, seseorang yang bijaksana akan berfikir bagaimana untuk meningkatkan

taraf hidupnya dari waktu ke waktu.

2) Mengurangi tekanan inflasi. Dengan melakukan investasi dalam

perusahaan atau objek lain, seorang dapat menghindarkan diri agar kekayaan atau

harta miliknya tidak merosot nilainya karena inflasi.

3) Dorongan untuk menghemat pajak. Melalui fasilitas perpajakan di

bidang investasi tertentu mendorong orang untuk melakukan investasi.

[Link] Jenis-jenis Investasi

Pada dasarnya investasi dibedakan menjadi 3 kelompok (sharpe, 1997) :

1) Investasi dalam aktiva finansial (financial asset) dan aktiva riil (real

asset). Aktiva finansial adalah yang ditanamkan oleh investor dalam bentuk

tabungan atau surat berharga. Aktiva riil adalah bentuk investasi yang ditanamkan

oleh investor dalam bentuk kekayaan riil.

2) Investasi langsung dan tidak langsung. Investasi langsung adalah

investasi dimana investor langsung memperoleh atas surat berharga atau


10

kekayaan. Investasi tidak langsung adalah investasi yang dilakukan dalam suatu

fortofolio atau suatu kelompok surat berharga.

3) Investasi jangka panjang dan jangka pendek. Investasi jangka panjang

adalah investasi dengan masa jatuh tempo lebih dari satu tahun atau tidak

mengenal adanya jatuh tempo. Investasi jangka pendek adalah investasi dengan

masa jatuh tempo kurang atau sama dengan satu tahun.

3. Manajemen Operasional

[Link]. Pengertian Manajemen Operasional.

Menurut Herjanto (2008) manajemen operasional adalah suatu proses yang

berkesinambungan dan efektif dalam menggunakan fungsi-fungsi manajemen

untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka

mencapai tujuan

Menurut Heizer dan Rander (2009:4) menyatakan bahwa manajemen

operasional ialah sebuah serangkaian kegiatan yang menghasilkan sebuah nilai

dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah suatu input menjadi output.

Menurut Stevenson (2009:4) menyatakan bahwa manajemen operasional

ialah sebuah sistem manajemen atau serangkaian proses dalam suatu pembuatan

produk atau penyediaan jasa.

Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen

operasional yaitu pengelolaan penggunaan semua faktor produksi yang ada

menjadi berbagai macam produk barang atau jasa.

[Link]. Tujuan Manajemen Operasional

1. Efficiency (meningkatkan efisiensi)


11

Untuk meningkatkan efisiensi dalam perusahaan yaitu dengan

memaksimalkan output barang dan jasa dengan input sumberdaya minimal.

2. Productivity (meningkatkan efektivitas)

Untuk meningkatkan efektivitas dalam perusahaan dengan memproduksi

barang dan jasa yang tepat dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

3. Economy (mengurangi biaya)

Untuk mengurangi biaya dalam kegiatan perusahaan yaitu dengan

meminimalkan biaya produksi barang dan jasa yang akan dibuat.

4. Quality (meningkatkan kualitas)

Untuk meningkatkan kualitas didalam perusahaan dengan memastikan

bahwa barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan standard an kualitas yang

ditentukan.

5. Reduced processing time (mengurangi waktu proses produksi)

Untuk meminimalkan waktu yang terbuang sia-sia pada proses produksi

dengan mengontrol waktu dan memanfaatkan semaksimal mungkin waktu yang

digunakan ke dalam aktfitas lain

[Link]. Ciri-ciri Manajemen Operasional

1. Memiliki sebuah tujuan yaitu untuk menghasilkan barang dan jasa.

2. Memiliki sebuah kegiatan yaitu dalam kegiatan proses transformasi.

3. Adanya suatu mekanisme yang mengendalikan suatu pengoperasian.

[Link]. Fungsi Manajemen Operasional

Fungsi manajemen operasi terdiri dari perencanaan (planning),

pengorganisasian (organizing), penelaahan (analysis), dan pengawasan atau

pengendalian (controlling).
12

1. Perencanaan

Perencanaan meliputi seluruh kegiatan mulai dari penentuan jenis barang

atau jasa yang akan dibuat, perencanaan pengadaan dan penanganan (procurement

and handling) sumberdaya-sumberdaya yang akan diolah, penentuan jumlah dan

jenis serta penataan letak (layout) mesin-mesin dan peralatan yang akan

digunakan, penentuan cirri-ciri dan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh barang atau

jasa yang bersangkutan sudah harus siap untuk dipasarkan. Dalam kegiatan

perencanaan, perencana harus menetapkan sasaran-sasaran (objectives)

perusahaan, termasuk berbagai kebijakan dan aturan yang harus diikuti di dalam

pencapaian sasaran tersebut.

2. Pengorganisasian

Pengorganisasian meliputi seluruh kegiatan penentuan jumlah dan jenis

sumberdaya manusia yang dibutuhkan untuk melaksanakan setiap kegiatan,

termasuk keahlian terendah yang harus dimiliki oleh setiap orang yang akan

ditugaskan untuk menangani satu jenis kegiatan tertentu. Pengorganisasian ini

juga meliputi penentuan susunan organisasi, yaitu penentuan hubungan antara

setiap orang dengan orang-orang lainnya di dalam organisasi. Susunan organisasi

ini akan mengatur arah keterangan (information) di antara setiap orang atau

bagian di dalam organisasi, dan dengan susunan organisasi ini juga akan jelas

wewenang dan hak setiap orang.

3. Penelaahan

Penelaahan (analysis) meliputi seluruh kegiatan untuk mendapatkan

keterangan tentang setiap kegiatan yang dilaksanakan didalam kegiatan operasi

dan produksi. Penelaahan ini akan membantu pemimpin untuk memperoleh


13

keterangan yang berkaitan dengan seluruh kegiatan dari segala sisi yang pada

gilirannya akan berguna di dalam pengambilan putusan tentang perlu tidaknya

suatu kegiatan diteruskan, atau perlu tidaknya cara pelaksanaan kegiatan itu

disempurnakan atau diubah. Hasil penelaahan ini adalah perbaikan-perbaikan di

mana berbagai keterangan yang diperoleh akan menjadi masukan bagi fungsi-

fungsi perencanaan dan pengawasan.

4. Pengawasan

Pengawasan meliputi seluruh kegiatan yang dimaksudkan untuk

mengarahkan dan menjamin agar berbagai kegiatan yang sudah dan sedang

dilaksanakan itu sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Salah satu hal yang

harus diperiksa adalah apakah barang atau jasa yang dibuat sudah memenuhi

syarat-syarat yang sudah ditetapkan di dalam perencanaan. Hal ini dilakukan

melalui pemeriksaan (inspection). Jika penyimpangan sudah terjadi, maka

penyesuaian harus dilakukan. Jika sudah memenuhi syarat, kegiatan berikutnya

dapat dilaksanakan. Kegiatan pengawasan ini dapat berhasil dan bermanfaat

apabila dibantu oleh umpan balik keterangan yang baik, yang gunanya adalah

untuk membantu menemukan sumber masalah serta merumuskan tindakan-

tindakan perbaikan yang diperlukan.

2.2 Penelitian yang Relevan

Penelitian ini akan melihat beberapa hasil penelitian terdahulu yang

dianggap relevan dengan topik kajian menyangkut perencanaan, pengembangan,

dan kebijakan pariwisata, yang penulis pilih untuk menambah pemahaman dan

perbandingan serta referensi. Pembahasan yang berkaitan dengan topik

kecendurungan pariwisata global terkait investasi dan dipelajari penulis untuk


14

penelitian ini oleh Vinda desi anggraini dengan judul “Pengaturan investasi asing

pada bidang pariwisata berdasarkan trims (trade related investment measures) dan

implementasinya” dengan penjelasan sebagai berikut Indonesia sebagai negara

berkembang masih membutuhkan investasi asing sebagai sumber pembiayaan

pertumbuhan ekonomi. Sejumlah peraturan perundang - undangan terkait dengan

investasi asing di Indonesia pada tahun 2008 Prinsip memberikan peluang yang

luas dan tidak diskriminatif terhadap investor asing. Namun, sebagai Seperti

halnya negara berkembang lainnya, kebijakan perlindungan terhadap investor

asing seringkali masih cukup mewarnai kebijakan investasi di Indonesia. Salah

satunya pengaturannya jelas dan mampu memberikan kepastian hukum dalam

suatu perusahaan yang tergabung dalam kerangka investasi. Sehubungan dengan

adanya partisipasi Indonesia sebagai anggota Organisasi Perdagangan Dunia

(WTO) melalui ratifikasi 7 tahun 1994 tentang Pengesahan Perjanjian

Pembentukan Organisasi Terkait Perdagangan Dunia (Perjanjian Pembentukan

Organisasi Perdagangan Dunia), maka Indonesia tidak bisa mengelak dari angka

perjanjian yang telah diambil, terutama dalam hal investasi sebagaimana diuraikan

dalam Perdagangan Terkait Ukuran Investasi (TRIM).

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

hukum normatif empiris. Pengumpulan data teknik dan informasi melalui

penelitian kepustakaan (Library Research) dan wawancara (studi lapangan).

Analisis data dan informasi yang telah dilakukan diperoleh secara kualitatif.

Implementasi investasi asing dalam pariwisata di Sumatera Barat dilakukan

langsung oleh atau di bawah ketentuan dalam arti investor langsung menanggung

risiko investasi publik, maka dia secara fisik hadir dalam menjalankan usahanya
15

di bidang pariwisata. Dan kendala yang dihadapi oleh pemerintah dalam

implementasi investasi asing Sumatera barat di bidang pariwisata adalah investasi

rendah kepastian hukum dalam aturan tentang jumlah tumpang tindih, sedangkan

pelanggaran aturan yang ada lebih sedikit didapat solusi yang jelas.

2.3 Kerangka Pemikiran

Pariwisata merupakan suatu sektor yang berbasis jasa dan salah satu sektor

yang potensial bagi pembangunan nasional, karena secara umum industri

pariwisata adalah sebual industri yang saling berkaitan dengan industri-industri

yang lain, seperti perhotelan, industri kerajinan tangan, industri transportasi,

restoran juga usaha kecil dan menengah. Berdasarkan keterkaitan tersebut, dengan

berkembangya industri pariwisata maka akan mendorong peningkatan pada

industri-industri yang lainnya. Adanya efek multiplier tersebut tentunya

memberikan dampak yang positif bagi pembangunan perekonomian negara serta

kesejahteraan masyarakat negara itu sendiri.

Pariwisata Indonesia merupakan salah satu destinasi yang banyak diminati

oleh berbagai wisatawan karena adanya keanearagaman budaya juga keindahan

alam yang dimilikinya. Hal tersebut tentunya menjadikan nilai tambah serta daya

tarik tersendiri bagi para wisatawan mancanegara untuk melakukan kegiatan

wisata ke Indonesia. Perkembangan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke

Indonesia yang terus meningkat juga diharapkan meningkatkan investasi di

Indonesia secara garis besar digunakan untuk kerangka berpikir di bawah ini:
16

2.4

Hipotesis

Hipotesis yang digunakan merupakan dugaan sementara atau jawaban

sementara dan masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis dalam penelitian

ini adalah sebagai berikut :

1. Terdapat banyak sekali potensi wisata di Indonesia yang di minati oleh

pariwisata global

2. Persebaran potensi wisata di Indonesia kebanyakan di daerah

3. Terdapat peluang investasi yang sangat besar terkait akomodasi potensi

wisata di Indonesia

4. Kebanyakan potensi wisata di daerah belum memiliki akomodasi yang baik

untuk mendukung pariwisata


17

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif

digunakan karena penelitian bertujuan untuk mengamati pengaruh pariwisata

modern. Metode deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk

menyajikan data yang diperoleh kedalam sebuah penjelasan berupa kalimat

deskriptif.

3.2 Populasi dan Sampel

3.2.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian, populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas

dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011: 80).

Populasi pada penelitian ini adalah anggota kelompok IV.

3.2.2 Sampel
18

Sampel merupakan representatif yang mencerminkan sifat-sifat atau

ciri-ciri populasi semaksimal mungkin, sampel adalah bagian dari jumlah

dan karakteristik yang dimiliki pada populasi (Sugiyono, 2011: 81).

Dalam penelitian ini sampel terdiri dari:

1. Intan Mas Riani anggota kelompok IV

2. Khoirul Mustaqim anggota kelompok IV

3. Rendra Wirayudha anggota kelompok IV

3.3 Definisi Operasional

Jenis
Definisi Indikator
Variabel
Kegiatan yang bertujuan
menyelenggarakan Timbulnya usaha-usaha
Usaha
jasa pariwisata atau mengusahakan yang berkaitan dengan
pariwisata
objek wisata dan daya tarik wisata,  pariwisata di kota-kota
(X1)
usaha sarana pariwisata dan usaha lain industri.
yang terkait.

Lapangan Bidang kegiatan dari pekerjaan /


kerja (X2) perusahaan dimana seseorang bekerja. Lapangan kerja meluas
ke bidang industri.
Nilai potensi yang dimiliki oleh suatu
Sumber Pemahaman dan inovasi
materi atau unsur tertentu dalam
daya (X3) dari potensi baru.
kehidupan.
Perdagangan yang dilakukan oleh
Perdagangan
penduduk suatu negara dengan
internasional Ekspor dan Impor.
penduduk negara lain atas dasar
(X4)
kesepakatan bersama. 
Pergeseran penanaman
Penanaman modal dengan jalan
Investasi modal dari sektor
membangun, membeli total atau
(Y) pertanian ke usaha
mengakuisisi perusahaan.
perantara seperti bank.

3.4 Sumber Data

3.4.1 Data Primer


19

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) data primer adalah

data yang diperoleh seorang peneliti langsung dari objeknya. Dalam hal ini

data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara

dengan responden di Desa Wisata Kasongan.

3.4.2 Data Sekunder

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) data sekunder adalah

data yang diperoleh seorang peneliti secara tidak langsung dari objeknya,

tetapi melalui sumber lain, baik lisan maupun tulis. Data yang didapatkan

dari penelitian ini adalah melalui catatan, dokumentasi lapangan.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

3.5.1 Diskusi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diskusi pertemuan

ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. Diskusi peneliti

dilakukan melaui online grup.

3.5.2 Studi Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu (Sugiyono,

2012: 82). Peneliti memperoleh data dan dokumen-dokumen tertulis.

Penulis membaca dan mempelajari berbagai tulisan dari buku-buku, jurnal-

jurnal, dan internet yang berkaitan dan mendukung kebanaran dan

keabsahan dari hasil yang diperoleh dari penelitian ini.


20

3.6 Teknik Analisis Data

Bogdan (Sugiyono 2011:244) menyatakan bahwa, analisis data adalah

proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil

wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah

dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Pada penelitian

kualitatif, proses analisis berlangsung pada saat data diperoleh, artinya apabila

peneliti merasa belum puas dengan data yang diperoleh maka peneliti melanjutkan

pengamatan untuk memperoleh data yang lebih lengkap dan mendalam dan

dianggap kredibel.

Data yang telah diperoleh dimanfaatkan guna menjawab persoalan yang

diajukan dalam rumusan masalah. Analisa data dikumpulkan dengan

menggunakan beberapa komponen pengumpulan data, proses identifikasi data,

deskripsi data, kemudian analisis data yang bertujuan untuk menjawab masalah

penelitian.
21

DAFTAR PUSTAKA

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Sugiyono, 2011, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung:

Afabeta.

Sugiyono, 2012, Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta.


22

Daftar Pustaka

- A.J, Mulyadi. 2012. Kepariwisataan dan Perjalanan, Jakarta: Raja Grafindo


Persada.
- Kodhyat, H. 1998. Sejarah Pariwisata Dan Perkembangannya Di Indonesea.
Jakarta: Grasindo
- Spilane, J.J. 1987. Ekonomi Pariwisata, Sejarah, dan Prospeknya.
Yogyakarta: Kanisius
- Wahab, Salah. 2003. Manajemen Kepariwisataan. Jakarta: Pradnya
Paramitha
- Musanef. 1996. Manajemen Usaha Pariwisata di Indonesia. Gunung Agung,
Jakarta
- Nyoman.S. Pendit. 1999. Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta
: Pradya Paramita
- A. Hari Karyono. Kepariwisataan,Fenomena Budaya. Grasindo
- Reilly, Frank, and Brown, Keith C. (2003). Investment Analysis and
Portofolio Manajemen, 7th edition, Thomas South Western Inc., USA
- Sharpe, William et al. 1997, Investment. Jakarta : Prenhallindo
- Herjanto, Eddy, 2008, Manajemen Operasi Edisi Ketiga, Jakarta: Grasindo
- Heizer, Jay dan Barry Render. 2009. Manajemen Operasi Buku 1 Edisi 9.
Jakarta: Salemba Empat
- William J. Stevenson. 2009. Management Operation. UK: Prentice Hall
- Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
- Sugiyono, 2011, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D,
Bandung: Afabeta.
- Sugiyono, 2012, Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta.
23

Anda mungkin juga menyukai