0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan16 halaman

Rencana Anggaran Instalasi Listrik 1 Fasa

Diunggah oleh

IR HAYOYO
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan16 halaman

Rencana Anggaran Instalasi Listrik 1 Fasa

Diunggah oleh

IR HAYOYO
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL PEMBELAJARAN

INSTALASI PENERANGAN LISTRIK


3.3. Menentukan jumlah bahan dan biaya pada instalasi penerangan 1 fasa
4.3. Menghitung jumlah bahan dan biaya pada instalasi penerangan 1 fasa

Oleh :
Hermawan Ciptaning B, ST
NIM. 19310037

SMK NEGERI 1 PADANG


2019/2020
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................. i


PENDAHULUAN ............................................................................................ 1
TUJUAN PEMBELAJARAN .............................................................................. 2
KOMPETENSI DASAR .................................................................................... 2
KEGIATAN PEMBELAJARAN
A. PERATURAN UMUM INSTALASI LISTRIK (PUIL) ..................................... 3
B. KOMPONEN INSTALASI LISTRIK 1 FASA ................................................ 4
C. ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN ............................................................. 5
D. BIAYA INSTALASI PENERANGAN LISTRIK .............................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 13
PENDAHULUAN

Dalam memasuki revolusi industri 4.0 maka lembaga pendidikan SMK


dituntut dapat mengikuti perkembangan tersebut. Ini dikarenakan SMK merupakan
lembaga pendidikan yang berorientasi pada industri. Pada teknik ketenagalistrikan,
perkembangannya komponen-komponen kelistrikan semakin dituntut dapat bekerja
sesuai dengan harapan yang diinginkan dalam instalasi listrik. Begitu juga dengan
sumber daya manusia yang mampu untuk mengikuti perkembangan dan
kompetensi dalam perencanaan dan penggunaannya. Untuk Para peserta didik,
dalam Modul ini berisikan tentang materi membuat rancangan anggaran biaya
pemasangan instalasi listrik 1 fasa yang umumnya digunakan dalam insatalasi
bangunan sederhana.
Modul ini membahas tentang bagaimana membuat rancangan anggaran
biaya pada instalasi listrik 1 fasa. Modul ini terdiri dari 1 kegiatan belajar, yaitu:
Kegiatan Belajar :
Membuat rencana anggaran biaya pemasangan instalasi listrik 1 fasa

Dengan menguasai modul ini peserta didik mampu menjelaskan kebutuhan


komponen-komponen instalasi listrik yang digunakan serta mampu membuat
rancangan anggaran biaya pemasangan instalasi listrik 1 fasa yang dibutuhkan
dalam pemasangan instalasi listrik. Dalam pembelajarannya peserta didik
diharapkan dapat berperan aktif dan berinteraksi dalam kelompok kerja dengan
sumber belajar yang dapat digunakan.
Guru menyiapkan rancangan strategi pembelajaran yang mampu
mewujudkan peserta didik terlibat aktif dalam proses pencapaian/ penguasaan
kompetensi yang telah diprogramkan. Penyusunan rancangan strategi pembelajaran
mengacu pada kriteria unjuk kerja pada setiap sub kompetensi yang ada dalam
kurikulum.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah peserta didik mempelajari modul ini dan dilakukan evaluasi penilaian
hasil belajar berpengetahuan, keterampilan dan sikap, diharapkan dapat dan
kompeten dalam :
1. Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat menentukan bahan
yang digunakan instalasi penerangan listrik 1 fasa sesuai standar PUIL 2011
dengan baik dan benar secara mandiri.
2. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat membuat
d a f t a r b ahan instalasi penerangan listrik 1 fasa dengan mandiri
3. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik mampu menentukan
jumlah bahan b ahan instalasi penerangan listrik 1 fasa dengan mandiri
4. Melalui diskusi peserta didik mampu membuat rencana anggaran biaya
pemasangan instalasi sesuai konsep perhitungan bahan dengan mandiri

KOMPETENSI DASAR

Modul ini adalah salah satu modul dari Teknik Instalasi Penerangan Listrik
dengan kriteria sebagai berikut :
Kompetensi Dasar (KD)
3.3 Menentukan jumlah bahan dan biaya pada instalasi penerangan 1 fasa
4.3 Menghitung jumlah bahan dan biaya pada instalasi penerangan 1 fasa
Indikator Pencapaian Kompetensi
 Indikator KD pada KI Pengetahuan
3.3.1 Menjelaskan cara menghitung jumlah bahan dan biaya pada instalasi
penerangan 1 fasa
3.3.2 Menjelaskan cara membuat rencana Anggaran biaya pemasangan
instlasi listrik 1 fasa
3.3.3 Menggunakan jenis – jenis bahan yang digunakan pada instalasi
penerangan 1 fasa
 Indikator KD pada KI Keterampilan
4.3.1 Menghitung jumlah bahan dan biaya yang dibutuhkan untuk instalasi
penerangan 1 fasa
4.3.2 Membuat daftar kebutuhan bahan dan biaya pada instalasi
penerangan 1 fasa
4.3.3 Mengimplentasikan rencana anggaran biaya pemasangan instalasi
listrik 1 fasa ke dalam bentuk proyek pemasangan listrik 1 fasa
KEGIATAN PEMBELAJARAN

Analisis Komponen Instalasi Penerangan Listrik

A. PERATURAN UMUM INSTALASI LISTRIK (PUIL)

Maksud dan tujuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) ini


adalah untuk terselenggaranya dengan baik instalasi listrik. Peraturan ini
lebih diutamakan pada keselamatan manusia terhadap bahaya sentuhan
serta kejutan arus, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya dan
keamanan gedung serta isinya terhadap kebakaran akibat listrik. Persyaratan
ini berlaku untuk semua instalasi arus kuat, baik mengenai perencanaan,
pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupun
pengawasannya. Tingkat pencahayaan memiliki nilai yang berbeda-beda
sesuai dengan jenis dan fungsi ruangan tersebut. Dibawah ini dapat anda
lihat beberapa nilai standar pencahayaan pada suatu ruangan tertentu.
Ruangan yang ada di dalam Rumah Tinggal
 Teras Standar pencahayannya adalah 60 LUX
 Ruang Tamu Standar pencahayannya adalah 120 – 150 LUX
 Ruang Makan Standar pencahayannya adalah 120 – 250 LUX
 Ruang Kerja Standar pencahayannya adalah 120 – 250 LUX
 Kamar tidur Standar pencahayannya adalah 120 – 250 LUX
 Kamar mandi Standar pencahayannya adalah 250 LUX
 Dapur Standar pencahayannya adalah 250 LUX
 Garasi Standar pencahayannya adalah 60 LUX
Ruangan yang ada di dalam perkantoran
 Ruang Direktur Standar pencahayannya adalah 350 LUX
 Ruang Kerja Standar pencahayannya adalah 350 LUX
 Ruang Komputer Standar pencahayannya adalah 350 LUX
 Ruang Rapat Standar pencahayannya adalah 300 LUX
 Ruang Gambar Standar pencahayannya adalah 750 LUX
 Gudang Arsip Standar pencahayannya adalah 150 LUX
 Ruang Arsip Aktif Standar pencahayannya adalah 300 LUX
Ruangan yang ada di dalam Sekolahan
 Ruang Kelas Standar pencahayannya adalah 250 LUX
 Perpustakaan Standar pencahayannya adalah 300 LUX
 Laboratorium Standar pencahayannya adalah 500 LUX
 Ruang Gambar Standar pencahayannya adalah 750 LUX
 Kantin Standar pencahayannya adalah 200 LUX
Ruangan yang ada di dalam Hotel dan Restoran
 Lobby dan Koridor Standar pencahayannya adalah 100 LUX
 Ruang Serba Guna Standar pencahayannya adalah 200 LUX
 Ruang Makan Standar pencahayannya adalah 250 LUX
 Kafeteria Standar pencahayannya adalah 250 LUX
 Kamar Mandi Standar pencahayannya adalah 150 LUX
 Dapur Standar pencahayannya adalah 300 LUX
Ukuran ruangan tersebut, seperti ukuran Panjang dan lebar
ruangan. Berapa besar daya atau Watt untuk satu buah lampu yang akan
digunakan.

B. Komponen Instalasi Listrik 1 Fasa


Komponen instalasi listrik merupakan perlengkapan yang paling
pokok dalam suatu rangkaian instalasi listrik. Dalam pemasangan instalasi
listrik banyak macamnya, untuk memudahkan bagi peserta didik komponen
tersebut dikelompokkan menjadi :
1. Bahan Penghantar
2. Sakelar
3. Kotak Kontak
4. Fiting
5. Pengaman
Komponen instalasi listrik yang akan di pasang pada instalasi listrik,
harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Keandalan, menjamin kelangsungan kerja instalasi pada kondisi
normal.
2. Keamanan, komponen instalasi yang dipasang dapat menjamin
keamanan sistem instalasi listrik
3. Kontinuitas, komponen dapat bekerja secara terus menerus pada
kondisi normal.
4. Ekonomis, Syarat instalasi listrik dikatakan ekonomis apa bila
harga keseluruhan instalasi listrik tersebut, ongkos pemasangan
dan ongkos pemeliharaan semurah mungkin.

C. Analisis Kebutuhan Bahan dan Biaya Instalasi Penerangan Listrik


Dalam merencanakan instalasi penerangan listrik diwajibkan
menganalisa kebutuhan bahan dan biaya agar syarat instalasi listrik
dikatakan ekonomis apa bila harga keseluruhan instalasi listrik tersebut,
ongkos pemasangan dan ongkos pemeliharaan semurah mungkin dan
menghasilkan instalasi penerangan sesuai dengan yang diharapkan.
Biaya instalasi penerangan listrik dapat menjadi mahal, hal ini
disebabkan jenis bahan, jenis pekerjaan atau keterampilan para tenaga
kerja dan alat – alat bantu yang digunakan.
Berikut ini adalah Contoh merencanakan instalasi penerangan listrik 1
fasa dari gambar denah rumah ukuran 600 x 650 cm.
Data denah rumah :
Berdasarkan gambar denah rumah di atas diperoleh data sebagai
berikut :
1. Luas bangunan 600 x 650 cm
2. Ruangan terdiri dari ruang tamu, 2 kamar tidur, ruang
keluarga dan kamar mandi/ WC
3. Jumlah lampu 7 titik
4. kotak kontak 5 titik
5. Saklar tunggal 3 titik
6. Saklar seri 2 titik

Dari data di atas maka bahan – bahan instalasi dapat diidentiifkasi


sebagai berikut :
 MCB 1 set
 Saklar tunggal 3 buah
 Saklar seri 2 buah
 Kotak kontak 5 buah
 Lampu 7 buah
 Fitting lampu 7 buah
 Pipa PVC 20”

 Pipa PVC digunakan untuk pemasangan kabel tembok pada


komponen saklar dan stop kontak :
 Menurut aturan PUIL, saklar dan stop kontak dipasang
dengan jarak minimum 1,5 m dari lantai
 Jika jarak lantai dengan plafon adalah 3,5 m, maka panjang
pipa untuk tiap komponen adalah : 3,5 – 1,5 = 2 m
 Jika saklar dan kotak kontak dipasang secara bergandengan,
maka kabel sumber fasa untuk saklar tidak perlu masuk
dalam perhitungan dan pipa yang ditanam cukup hanya satu
batang.
 Jadi untuk saklar tunggal dan kotak kontak 3 titik ( 3 x 2 m
=6m)
 Satu batang pipa panjangnya 4 m, jadi panjang Pipa/4 m = ?
Batang
 Saklar seri dan kotak kontak 2 titik (2 x 2 = 4 m)
 Maka untuk total keperluan pipa seluruhnya 6 m + 4 m = 10
m
 Satu batang pipa, panjangnya 4 m, jadi banyak pipa yang
dibutuhkan untuk ditanam pada dinding adalah 10 /4 = 2,5
batang , maka dibutuhkan 3 batang pipa PVC

 Pipa PVC digunakan untuk pemasangan kabel diatas plafon


adalah :
 Dihitung mulai titik sumber utama menuju kebeban terakhir
( mengacu pada panjang gedung instalasi listrik)
 Dihitung mulai dari titik pencabangan line utama ke titik
saklar atau kotak kontak
 Dihitung mulai dari titik diatas letak saklar kearah titik lampu
 Maka untuk gambar diatas penggunaan pipa diatas plafon
adalah :
1. line utama 6 meter.
2. line cabang ke saklar atau kotak kontak 15, m x 2 line
cabang = 3 m.
3. line keluaran saklar ke lampu ruang tamu 4 m
4. line keluaran saklar ke lampu ruang kamar 2,5 m x 2
kamar = 5 m
5. line keluaran saklar kelampu ruang keluarga 2 m
6. line keluaran saklar ke lampu kamar mandi 4,5 m
7. maka totol keseluruhan : 6 + 3 + 4 + 5 + 2 + 4,5 =
24,5 m, sehingga pipa yang dibutuhkan 24,5 / 4 = 6,12
batang atau 7 batang pipa.
 Maka total kebutuhan pipa untuk instalasi listrik berdasarkan
gambar diatas adalah :
Pipa didalam tembok + diatas plafon
3 batang + 7 batang
10 batang
 Penutup ujung pipa (tule)
 Tule dipasang pada ujung pipa, dan berguna untuk mencegah
terjadinya kerusakan isolasi ketika menarik kabel saat dipasang
 Karena ada 10 potong pipa dengan 2 ujung maka jumlah tule
adalah 10 x 2 = 20 buah
 Kotak sambung (Junction Box)
Menurut gambar terdapat 6 percabangan, sehingga dibutuhkan 6
kotak sambung, kotak sambung biasa juga disebut T - dos
 Kabel penghantar
 Kabel dalam pipa
 Panjang kabel NYA dihitung menurut panjangnya pipa PVC
ditambah untuk 10 cm pada sambungan – sambungan dari
saklar – saklar, kotak kontak dan sambungan lainnya
 Panjang pipa 2 m, maka panjang kabel yang digunakan
dalam pipa adalah 2 m + 0,1 m = 2,1 m
 Panjang kabel dalam pipa adalah sebagai berikut :
 Kabel didalam pipa yang ditanam didalam tembok
 Saklar Tunggal dan Kotak kontak 3 titik : 2,1 x 3 = 6,3 m
( untuk 1 jenis penghantar )
 Saklar Seri dan Kotak kontak 2 titik : 2,1 x 2 = 4,2 m
( untuk 1 jenis penghantar )
Maka panjang kabel yang dibutuhkan adalah :
 Jadi untuk saklar tunggal dan kotak kontak 3 titik :
1. fasa sumber 2,5 mm : 6,3 m
2. netral 2,5 sumber : 6,3 m
3. grounding2,5 mm : 6,3 m
4. fasa1,5 keluaran saklar : 6,3 m
 Saklar seri dan kotak kontak 2 titik (2 x 2 = 4 m)
1. Fasa sumber 2,5 :4m
2. Netral 2,5 sumber : 4 m
3. Grounding 2,5 :4m
4. Fasa 1,5 keluaran saklar: 2 x 4 = 8 m
 Sehingga kabel untuk di dalam pipa yang ditanam
didinding adalah :
[Link] fasa 2,5 mm : 6,3 m + 4 m = 10,3 m
[Link] netral 2,5 mm : 6,3 m + 4 m = 10,3 m
[Link] grounding 2,5 mm : 6,3 m + 4 m = 10,3 m
[Link] fasa 1,5 mm : 6,3 m + 8 m = 14, 3 m
 Kabel di atas plafon
 Kebutuhan kabel di atas plafon di tambah dengan 10 % dari
panjang kabel yang dibutuhkan pada sambungan/
percabangan
 Panjangnya ditentukan dengan mengukur panjang yang
terdapat dalam gambar menurut skala sebagai berikut :
- Dihitung mulai titik sumber utama menuju kebeban
terakhir ( mengacu pada panjang gedung instalasi listrik)
- Dihitung mulai dari titik pencabangan line utama ke titik
saklar atau kotak kontak. (jika hanya saklar berarti
terdapat 2 kabel, tetapi jika stop kontak terdapat 3 kabel )
- Dihitung mulai dari titik diatas letak saklar kearah titik
lampu
1. Saluran utama :
Fasa 2,5 mm : 6,6 m
Netral 2,5 mm : 6,6 m
Grounding 2,5 mm : 6,6 m
2. Saluran cabang dari utama menuju titik sambung
pada saklar atau Kotak kontak ( didapat dari jarak line
utama menuju titik cabang berdasarkan lebar
bangunan sebanyak titik pencabangan ) :
Fasa 2,5 mm : 3 m + 0,3 m = 3,3 m
Netral 2,5 mm : 3 m + 0,3 m = 3,3 m
Grounding 2,5 mm : 3 m + 0,3 m = 3,3 m
3. Saluran dari kotak sambung ke fiting / total
keseluruhan pencabangan :
Fasa 1,5 mm : 17 m + 1,7 m = 18,7 m
Netral 2,5 mm : 17 m + 1,7 m = 18,7 m

Maka jumlah kabel yang digunakan diatas plafon adalah :


Fasa 2,5 mm =1+2
= 6,6 m + 3,3 m
= 9,9 m
Netral 2,5 mm = 1 + 2 +3
= 6,6 m + 3,3 m + 18,7 m
= 28, 6 m
Grounding 2,5 mm =1+2
= 6,6 m + 3,3 m
= 9,9 m
Fasa 1,5 mm =3
= 18,7 m
Sehingga total keseluruhan kabel yang di butuhkan adalah
penjumlahan kabel didalam pipa didinding ditambah kabel
diatas plafon :
1. Kabel fasa 2,5 mm : 10,3 m + 9,9 m =
20,2 m
2. Kabel netral 2,5 mm : 10,3 m + 28, 6 m = 38,9 m
3. Kabel grounding 2,5 mm : 10,3 m + 9,9 m = 20,2 m
4. Kabel fasa 1,5 mm : 14, 3 m + 18,7 m = 33 m

D. Biaya Instalasi Penerangan Listrik


Dalam menyusun rancangan anggaran biaya, harus memperhatikan tingkat ke
ekonomisan dan kesesuain harga di pasaran yang berlaku pada suatu daerah.
Berikut ini adalah contoh sebuah RAB beserta estimasi upah pekerja.

a. Estimasi Kebutuhan Bahan dan Harga


b. Estimasi Kebutuhan Biaya Upah Pekerja
1. Pemasangan instalasi listrik mengacu pada gambar rencana
dan diagram pengkabelan
2. Pemasangan kabel listrik dan pipa kabel dilakukan oleh tenaga
kerja yang ahli dan dibantu oleh tenaga pembantu
3. Untuk mengerjakan instalasi listrik tersebut diperlukan 1 orang
tukang listrik dan 1 orang pelaksana selama 5 hari, dengan
rincian upah sebagai berikut :

N Tenaga Kerja Juml Hari Harga Satuan Jumlah


O ah Kerja Harga
1 Pelaksana 1 5 Rp 100.000 Rp 500.000
2 Tukang 1 5 Rp 50.000 Rp 250.000
TOTAL Rp
750.000,-

c. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Harian
No Jenis Pekerjaan
I II III IV V

1 Memasang pipa PVC

2 Memasang kabel dalam pipa PVC

Memasang sakelar,kotak kontak


3 Memasang kotak sekering

4 Memasang fiting lampu

5 Pemeriksaan dan pengujian hasil


pemasangan instalasi listrik

d. Total Biaya Perencanaan Instalasi

No Uraian Biaya
1 Ongkos perencanaan dan pengerjaan Rp 1.808.500,

2 Biaya tak terduga kira – kira 10 % Rp 180.000,


3 Keuntungan 8% - 20% Rp 360.000,

Total Rp 2.348.500

DAFTAR PUSTAKA

1. Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000), Standar Nasional


Indonesia (SNI), Yayasan PUIL, [Link] Depdikbud, Jakarta.
2. Panitia Revisi PUIL-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2001,
Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 , LIPI, Jakarta
3. [Link]
[Link]

Anda mungkin juga menyukai