0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan23 halaman

Batas Dosis Radiasi Pekerja dan Masyarakat

Dokumen tersebut membahas tentang sistem pembatasan dosis radiasi, yang mencakup asas-asas justifikasi, limitasi dosis, dan optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dokumen ini juga menjelaskan nilai batas dosis yang ditetapkan untuk pekerja radiasi dan masyarakat umum.

Diunggah oleh

Harlan Putra W
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan23 halaman

Batas Dosis Radiasi Pekerja dan Masyarakat

Dokumen tersebut membahas tentang sistem pembatasan dosis radiasi, yang mencakup asas-asas justifikasi, limitasi dosis, dan optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dokumen ini juga menjelaskan nilai batas dosis yang ditetapkan untuk pekerja radiasi dan masyarakat umum.

Diunggah oleh

Harlan Putra W
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTEM PEMBATASAN

DOSIS RADIASI

Proteksi Radiasi
Persyaratan Proteksi Radiasi dalam
pemanfaatan tenaga nuklir

a. justifikasi;
b. limitasi dosis; dan
c. optimisasi Proteksi dan Keselamatan
Radiasi
(PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR
NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PROTEKSI DAN KESELAMATAN
RADIASI DALAM PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR)
Asas Justifikasi
 Didasarkan pada asas bahwa manfaat yang akan
diperoleh lebih besar daripada risiko yang ditimbulkan.
 Diberlakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor
yang meliputi :
a. adanya penerapan teknologi lain dimana risiko yang
ditimbulkan lebih kecil daripada jenis Pemanfaatan
Tenaga Nuklir yang sudah ada sebelumnya;
b. ekonomi dan sosial;
c. kesehatan dan keselamatan; dan
d. pengelolaan limbah radioaktif dan dekomisioning
Asas Limitasi Dosis
 wajib diberlakukan oleh Pemegang Izin melalui
penerapan Nilai Batas Dosis
 Nilai Batas Dosis berlaku untuk :
a. Pekerja Radiasi;
b. Pekerja magang untuk pelatihan kerja,
pelajar, atau mahasiswa yang berumur 16
(enambelas) tahun sampai dengan 18
(delapanbelas) tahun; dan
c. Anggota masyarakat
Asas Optimisasi Proteksi dan
Keselamatan Radiasi
 Harus dilaksanakan oleh Pemegang Izin melalui
penetapan:
a. Pembatas Dosis; dan/atau
b. tingkat panduan untuk Paparan Medik
 Pembatas Dosis untuk: Pekerja Radiasi; dan
anggota masyarakat
 Ditetapkan oleh Pemegang Izin dengan
persetujuan Kepala BAPETEN.
 Setiap dosis betapapun kecilnya akan
menyebabkan terjadinya proses kelainan,
tanpa memperhatikan panjangnya waktu
pemberian dosis.
 Dosis radiasi yg diterima oleh seseorang
dalam menjalankan suatu kegiatan tidak
boleh melebihi nilai batas dosis yg telah
ditetapkan oleh instansi yg berwenang
 Pada awalnya, pengaturan dan pengawasan
penerimaan dosis oleh pekerja radiasi pada
dasarnya dilakukan secara sukarela, namun
kemudian manusia menyadari perlunya
dilaksanakan secara lebih terarah shg harus ada
perangkat peraturan yang dijadikan pegangan
sbg standar tertentu.
 Dalam hal pembatasan penerimaan dosis oleh
pekerja harus ada nilai batas dosis yg diacu
sehingga pemanfaatan radiasi dapat dilakukan
secara aman.
 Pembatasan dosis baru dikenal pada tahun 1928
yaitu sejak dibentuknya organisasi internasional
untuk proteksi radiasi (International commission
on Radiological Protection – IRCP ).
 Menurut ICRP tentang dosis maksimum yg
diijinkan diterima seseorang : dosis yg diterima
dalam jangka waktu tertentu atau dosis yg berasal
dr penyinaran intensif seketika, yg menurut
tingkat pengetahuan dewasa ini memberikan
kemungkinan yg dpt diabaikan ttg terjadinya cacat
somatik gawat atau cacat genetik.
 Nilai Batas Dosis bukanlah merupakan batas
pemisah antara aman dan bahaya, tetapi jika nilai
batas dosis itu sedikit saja terlampaui, maka
peristiwa itu mengindikasikan telah terjadinya
suatu kekeliruan dalam pengendalian radiasi.
 Nilai Batas Dosis yang ditetapkan tidak berlaku
untuk penyinaran dari radiasi alamiah dan
penyinaran untuk tujuan medis
 Menurut rekomendasi IRCP, pekerja radiasi yang
di tempat kerjanya terkena radiasi tidak boleh
menerima dosis radiasi lebih dari 50 mSv pertahun
dan rata-rata pertahun selama lima tahun tidak
boleh lebih dari 20 mSv.
 Kegiatan ICRP diarahkan pada penyusunan
rekomendasi proteksi thd bahaya radiasi agar dpt
dimanfaatkan sbg pedoman keselamatan dan
kesehatan oleh pekerja radiasi.
 Sedangkan penyusunan peraturan, pedoman kerja
dan sebagainya diserahkan kepada masing-
masing organisasi pengawasan nasional pada
masing-masing negara.
 Setiap penguasa instalasi nuklir diizinkan untuk
menentukan sendiri nilai batas yg sesuai dengan
kondisi setempat, asal tidak melebihi nilai tertinggi
yg telah ditetapkan.
Standar Keselamatan Radiasi menurut ICRP
 Penyinaran thd pekerja radiasi dewasa (>18 thn),
dibagi lagi menjadi penyinaran u/ wanita hamil
dan pekerja radiasi lainnya.
 Anggota masyarakat terdiri dr anggota
masyarakat perorangan dan keseluruhan
masyarakat
 Penyinaran medik yaitu yg diperoleh dosis radiasi
dgn sengaja yg diberikan oleh tenaga medik dan
paramedik yg mampu. Pelaksana penyinaran tdk
termasuk dlm kategori ini.
 Dosis tertinggi yg diizinkan untuk diterima oleh
pekerja radiasi didasarkan atas rumus dosis
akumulasi :

D = 5 (N – 18)

D = dosis tertinggi yg diizinkan utk diterima oleh seseorang


pekerja radiasi selama masa kerjanya dinyatakan dalam
rem
N = usia pekerja radiasi yg bersangkutan, dinyatakan dalam
tahun
18 = usia terendah dari seorang yg diizinkan utk bekerja dlm
medan radiasi, dinyatakan dalam tahun
Dosis maksimum Tahun Keterangan
yang diizinkan
Rekomendasi NBD pekerja radiasi

30 R/thn sinar-X 100 kV 1925 Direkomendasikan oleh :


70 R/thn sinar-X 200 kV A. Mutscheller dan R.M. Sievert
0,2 R/hari atau 1 1934 Direkomendasikan oleh :
R/minggu Komisi Internasional u/ Proteksi thd
sinar-X dan radium
15 rem/thn atau 0,3 1950 Direkomendasikan oleh ICRP
rem/minggu

5 rem/thn atau 0,1 1958 Direkomendasikan oleh ICRP


rem/minggu

50 mSv/thn 1977 Direkomendasikan oleh ICRP dgn


mengikuti prinsip ALARA

20 mSv/thn 1990 Direkomendasikan oleh ICRP


Dirata-ratakan u 5 thn

Tidak boleh melebihi 50 mSv/thn


Dosis maksimum Tahun Keterangan
Rekomendasi NBD masyarakat umum
yang diizinkan
30 mR/minggu 1952 Diusulkan oleh NCRP

500 mrem/thn atau 10 1958 Thn 1958 diusulkan o NCRP, thn


mrem/minggu 1959 diusulkan sbg dosis
maksimum u gonad atau seluruh
tubuh
500 mrem/thn atau 3 1958 Diusulkan oleh ICRP sbg dosis
mrem/minggu rata-rata u gonad atau seluruh
tubuh
5 rem/thn atau 0,1 1958 Direkomendasikan oleh ICRP
rem/minggu
100 mrem/thn atau 2 1959 Diusulkan oleh komite AdHoc ICRP
mrem/minggu
5 mSv/thn 1977 Direkomendasikan oleh ICRP dgn
mengikuti prinsip ALARA
1 mSv/thn 1990 Direkomendasikan oleh ICRP
NBD yang berlaku di Indonesia
 Diatur di dalam :
1. Buku Keselamatan Kerja Terhadap Radiasi,
dengan Surat Keputusan Dirjen Batan No.
PN 03/160/DJ/89 diperkuat dengan
2. Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga
Nuklir Nomor 4 Tahun 2013 Tentang
Proteksi Dan Keselamatan Radiasi Dalam
Pemanfaatan Tenaga Nuklir
Untuk tujuan pemonitoran dan pembatasan
penyinaran dibedakan 2 kategori pekerja radiasi

1. Kategori A utk pekerja radiasi yg mungkin


menerima dosis sama dengan atau lebih dari
15 mSv (1.500 mrem) per tahun.
2. Kategori B utk pekerja radiasi yg mungkin
menerima dosis lebih kecil dari 15 mSv (1.500
mrem) per tahun.
NBD untuk seluruh tubuh

 NBD utk penyinaran seluruh tubuh 50 mSv


(5.000 mrem) per tahun.
 NBD utk wanita dlm usia subur tidak lebih dr 13
mSv (1.300 mrem) dlm jangka 13 minggu pd
abdomen dan tidak melebihi NBD u pekerja radiasi
 Wanita hamil 10 mSv (1.000 mrem) pd janin,
terhitung sejak dinyatakan mengandung hingga
saat bayi lahir. Umumnya kondisi ini akan tercapai
bila pekerja radiasi tsb sesuai dalam kategori B.
NBD utk penyinaran lokal

 Batas dosis efektif adalah 50 mSv (5.000


mrem) dalam satu tahun, dosis rata-rata pd
setiap organ yg terkena radiasi tidak melebihi
500 mSv (50.000 mrem) dlm setahun
 Dengan nilai batas dosis u/ organ ttt :
1. Lensa mata 150 mSv (15.000 mrem) setahun
2. Kulit 500 mSv (50.000 mrem) setahun
3. Tangan, lengan, kaki dan tungkai 500 mSv
(50.000 mrem) setahun
NBD utk masyarakat umum
 Penyinaran seluruh tubuh 5 mSv (500 mrem) dlm
setahun
 Penyinaran lokal, batas dosis efektif 5 mSv (500
mrem) dlm setahun
 Batas dosis utk lensa mata 15 mSv (1.500 mrem)
dlm setahun
 Batas dosis utk kulit 50 mSv (5.000 mrem) dlm
setahun. Batas ini dirata-ratakan pd permukaan
seluas 100 cm2
 Batas dosis u tangan, lengan, kaki dan tungkai 50
mSv (5.000 mrem) dlm setahun
NBD utk magang dan siswa

 Yg berumur serendah-rendahnya 18 thn terpaksa


menggunakan sbr radiasi adalah sama dengan
NBD pekerja radiasi
 Yg berumur 16 - 18 thn terpaksa menggunakan
sbr radiasi adalah 0,3 NBD pekerja radiasi
 Yg berumur kurang dr 16 thn tetapi tidak
menggunakan sbr radiasi adalah NBD sama
dengan masyarakat umum. Apabila terkena
radiasi dosis yg diterima dlm sekali penyinaran
tdk boleh melebihi 0,01 NBD anggota masyarakat
umum dan kontribusi dosis yg diterima setahun
tdk lebih dr 0,1 NBD anggota masyarakat umum
Penyinaran khusus direncanakan

 Persyaratan :
1. Hanya boleh dilakukan bg pekerja radiasi
kategori A
2. Telah mendapat izin dr penguasa instalasi
atom setempat.
3. Dgn mempertimbangkan bahwa sudah tidak
ada cara lain, usia dan kesehatan.
 Dalam setahun tidak boleh melebihi
a. Dua kali NBD penyinaran seluruh tubuh
b. Lima kali NBD utk seumur hidup
Penyinaran khusus tsb Tidak boleh diberikan
kepada pekerja radiasi apabila :

1. Selama 12 bulan sebelumnya pernah menerima


dosis lebih besar drpd NBD seluruh tubuh (dan
usia subur)
2. Pernah menerima penyinaran akibat keadaan
darurat atau kecelakaan shg jumlah dosis
melebihi 5 x NBD untuk seluruh tubuh

Anda mungkin juga menyukai