0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
167 tayangan1 halaman

Kelemahan Pengendalian Internal Kas

Dokumen tersebut membahas analisis kelemahan pengendalian internal dan saran perbaikan pada sistem penerimaan kas perusahaan. Kelemahan yang diidentifikasi meliputi otorisasi transaksi yang kurang jelas, pemisahan tugas antara piutang dan penerimaan kas yang tidak jelas, ketidakhadiran supervisi pengiriman barang dan penagihan, proses pencatatan yang masih manual, dan ketidakjelasan akses informasi. Beberapa saran perbaikan yang

Diunggah oleh

Supini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
167 tayangan1 halaman

Kelemahan Pengendalian Internal Kas

Dokumen tersebut membahas analisis kelemahan pengendalian internal dan saran perbaikan pada sistem penerimaan kas perusahaan. Kelemahan yang diidentifikasi meliputi otorisasi transaksi yang kurang jelas, pemisahan tugas antara piutang dan penerimaan kas yang tidak jelas, ketidakhadiran supervisi pengiriman barang dan penagihan, proses pencatatan yang masih manual, dan ketidakjelasan akses informasi. Beberapa saran perbaikan yang

Diunggah oleh

Supini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

142180039_Supini_Praktik Kasus 4&5

3. Analisis kelemahan pengendalian Internal dalam Sistem Penerimaan Kas.

Berdasarkan enam kategori aktivitas pengendalian fisik yang disebutkan dalam SAS 78.

• Dalam Otorisasi transaksi sistem ini kurang informatif dalam menjelaskan otorisasi disetiap bagian
dan tidak adanya bagian khusus yang menangani pemberian kredit.
• Pemisahan Tugas : tidak adanya pemisahan tugas antara staf piutang dagang dan penerimaan kas
yang menjadi satu bagian akuntansi jasa serta tidak diketahui secara rinci setiap tugas dalam
melakukan pengecekan terhadap status kredit pelanggan.
• Supervisi : Tidak ada pemisahan fungsi terhadap pengawasan barang keluar dan penagihan
sehingga tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab.
• Dalam Pencatatan Akuntansi proses yang dilakukan beberapa masih manual, belum semua proses
dilakukan dengan komputerisasi dan dalam sistem penerimaan kas tidak memperoleh surat
konfirmasi dari bagian umum sejumlah uang telah diterima dari pelanggan sehingga uang yang
diterima tidak hanya memperoleh daftar pembayaran dan slip permintaan pembayaran.
• Dalam pengendalian akses belum diketahui batasan akses atas informasi mencakup dokumen
yang mengendalikan aktiva.
• Verifikasi Independen : Belum diketahui bahwa barang yang dikirimkan sesuai dengan permintaan
atau tidak

4. Saran-saran untuk memperbaiki kelemahan pengendalian internal

• Sebaiknya otorisasi transaksi dalam sistem ini lebih jelas lagi disetiap bagian. Terdapat bagian
yang menangani pemberian kredit kepada pelanggan.
• Sebaiknya dalam bagian akuntansi masih harus dipisah lagi antara staf piutang yang mencatat
keuangan dengan penerimaan kas, sehingga dapat mengatasi adanya kecurangan. Serta setiap
bagian harus melakukan pengecekan terhadap status kredit.
• Seharusnya ada bagian supervisi`yang melakukan pengawasan keluarnya barang dan penagihan.
• Seharusnya proses komputerisasi lebih banyak digunakan untuk mempersingkat waktu dalam
pencatatan laporan. Serta seharusnya bagian akuntansi menerima surat konfirmasi dari bagian
umum, apabila bagian akuntansi menerima surat konfirmasi tersebut maka dapat mencocokkan
kedua dokumen yang diterima.
• Seharusnya ada sistem yang melakukan pengendalian akses dalam mengakses aktiva perusahaan
(seperti buku besar dan buku pembantu piutang)
• Sebaiknya terdapat bagian yang mengkonfimasi barang yang telah diterima oleh pelanggan untuk
menghindari adanya kesalahan dalam pengiriman.

Anda mungkin juga menyukai