Esay
Esay
JPEG singkatan dari Joint Photographic Experts Group. Format ini diciptakan oleh sekelompok
orang pada tahun 1986. Format file sering dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang
akan digunakan untuk keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya.
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale.
Format file ini juga mampu menyimpan alpha channel, namun karena orientasinya ke
publikasi elektronik maka format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format
file lainnya
Kegunaan FormatJPEG:
Gambar biasa
Gambar objek atau benda nyata seperti foto
Gambar dengan warna kompleks
Gambar dengan warna cerah dan gelap
PNG adalah kepanjangan dari Portable Network Graphics Dikembangkan sebagai alternatif
lain untuk GIF, yang menggunakan paten dari LZW–algoritma kompresi. PNG adalah format
gambar yang sangat baik untuk grafis internet, karena mendukung transparansi didalam
perambah (browser) dan memiliki keindahan tersendiri yang tidak bisa diberikan GIF atau
bahkan JPG Bisa disebut sebagai salah satu format yang merupakan gabungan dari format
JPG dan GIF. Untuk tipe ini mampu untuk gradiasi warna. Karena sifat transparannya yang
tidak pecah-pecah, PNG yang masuk kelas 24-bit ini cocok untuk membuat screenshoot. Ia
bisa mereproduksi gambar desktop dari tiap piksel ke piksel secara detil. PNG juga
mendukung kelas 8-bit seperti GIF, sekaligus 24-bit seperti JPG. Ia juga tidak pecah-pecah,
bisa mengkompresi gambar dari proses fotografi tanpa banyak mengurangi kualitas
gambarnya. Namun PNG cukup besar ukurannya diantara JPG dan GIF, serta tidak didukung
oleh perambah / browser yang lama.
3. GIF
GIF Singkatan dari Graphics Interchange Format. Format gambar ini didesain pada tahun
1990-an Format ini diciptakan oleh Steve Wilhite dan sering digunakan untuk menampilkan
gambar bergerak atau animasi dengan ukuran yang minimalis. Format file ini hanya mampu
menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna Grayscale, Bitmap dan Indexed
Color). Format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik dan internet.
Kegunaan GIF :
4. BMP (Bitmap)
Bitmap adalah representasi dari citra grafis yang terdiri dari susunan titik (pixel) yang
tersimpan di memori komputer. Nilai setiap titik diawali oleh satu bit data (untuk gambar
hitam putih) atau lebih (untuk gambar berwarna). Kerapatan titik-titik tersebut dinamakan
resolusi, yang menunjukkan seberapa tajam gambar ini ditampilkan, ditunjukkan dengan
jumlah baris dan kolom (contoh 1024×768).
Gambar bitmap sangat bergantung pada resolusi. Jika gambar diperbesar maka gambar akan
tampak kurang halus atau pecah. Selain itu gambar bitmap akan mempunyai ukuran file
yang lebih besar. Semakin besar resolusi gambar akan semakin besar pula ukuran filenya.
Gambar dengan tampilan 100% Gambar dengan tampilan 500% akan mempunyai perbedaan
yakni biasanya kalau pada gambar yang berukuran 100%, maka gambar masih terlihat
jernih. Namun pada gambar yang dizoom sampai dengan 500% maka gambar akan tampak
tidak tajam lagi dan terkesan membentuk kotak-kotak yang itu merupakan pixel.
Contoh software yang berbasis bitmap adalah Adobe Photoshop, Paint, Corel PhotoPaint, dan
lain-lain.
TIFF merupakan format gambar terbaik dengan pengertian bahwa semua data dan informasi
(data RGB, data CMYK, dan lainnya) yang berkaitan dengan koreksi atau manipulasi terhadap
gambar tersebut tidak hilang. Format TIFF biasa digunakan untuk kebutuhan pencetakan
dengan kualitas gambar yang sangat tinggi sehingga ukuran berkas untuk format ini
biasanya sangat besar, karena dalam file ini gambar tidak dikompresi. Format ini mampu
menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format berkas TIFF juga dapat digunakan
untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Macintosh, dan Silicom Graphic). Format ini
juga mudah digunakan untuk transfer antar program.
Format file ini merupakan format asli dokumen Adobe Photoshop. Format ini mampu
menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar, sehingga
suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. Format ini juga mampu menyimpan gambar
dalam beberapa mode warna yang disediakan Photoshop. Anda dapat menyimpan dengan
format file ini jika ingin mengeditnya kembali
CDR adalah jenis file gambar khusus yang dapat dibuka menggunakan aplikasi Corel Draw.
CDR adalah sebuah format yang native biasanya digunakan untuk menggambar vector.
8. RAW
Format file ini merupakan format file yang fleksibel untuk pertukaran dokumen antar aplikasi
dan platform. Format file ini mampu menyimpan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale
dengan 1 alpha channel serta mode warna Multichannel, Lab Color dan Duotone tanpa alpha
channel.
– Format raw adalah merupakan data mentah yang lansung ditangkap sensor kamera
– Format jpg adalah ata matang yang sudah diolah oleh software kamera
Bebas mengotak-atik file mentah menjadi foto yang sudah diolah sesuai dengan
selera sendiri.
Adanya pilihan atau opsi pengolahan foto yang lebih banyak dan cocok buat para
fotografer yang ingin menuangkan kreativitasnya pada hasil bidikan fotonya.
membuat informasi yang tersimpan lebih banyak.
Memberikan hasil bidikan yang berkualitas lebih baik secara keseluruhan
kualitas fotonya akan tetap tinggi meskipun telah diedit. Di lain sisi, pada saat kawan
akan memotret dengan format RAW maka noise tersebut akan lebih mudah ditekan
dengan software editing, dan kualitasnya akan tetap terjaga.
Format file ini digunakan oleh Adobe Acrobat, dan dapat digunakan oleh grafik berbasis pixel
maupun vektor. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK,
Indexed Color, Lab Color, Grayscale dan Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan
alpha channel. Format file ini sering menggunakan kompresi JPG dan ZIP, kecuali untuk
mode warna Bitmap yaitu menggunakan CCIT.
9. PICT
Format file ini merupakan standar dalam aplikasi grafis dalam Macintosh dan program
pengolah teks dengan kualitas menengah untuk transfer dokumen antar aplikasi. Format file
ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dengan 1 alpha channel serta
Indexed Color, Grayscale dan Bitmap tanpa alpha channel. Format file ini juga menyediakan
pilihan bit antara 16 dan 32 bit dalam mode warna RGB.
Pengertian :
Tata letak atau layout merupakan kegiatan untuk menyusun, menata, mengatur dan
memadukan unsur-unsur komunikasi grafis (teks, gambar, bidang, dan lain-lain) menjadi
komposisi karya visual yang komunikatif, estetik, persuasif, dan menarik.
Adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara
yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.
1. Membuat tata letak miniatur/ sketsa mini (thumbnail), yaitu tahap perancangan
dalam menentukan komposisi unsur-unsur yang akan ditempatkan ( masih berupa
skesa kolom teks dan kolom gambar)
2. Membuat tata letak kasar (rought layout), yaitu tahapan perancangan yang sudah
berwujud gambar dan teks
3. Membuat tata letak komprehensif/ lengkap, yaitu tahapan perancangan dimana
keseluruhan unsur sudah disusun dengan baik dan teratur, dan siap cetak.
Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster,
dan lainnya. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari
program lain (seperti Adobe Photoshop). Aplikasi tersebut antara lain :
– Adobe In Design
– Adobe PageMaker
– Corel Ventura
– Microsoft Publisher
– Quark Xpress
Di dalam sebuah desain grafis ini ada yang lebih kurang 6 prinsip-prinsip yang berhubungan
dan dapat membantu menunjukkan bagaimana penggunaan elemen atau sebuah bagian dan
sebuah hasil desain. Prinsip desain ini juga bisa membantu dalam mencampurkan semua
elemen atau sebagian elemen dari sebuah desain ke tempat yang baik.
1. Kesebandingan (Proportion)
Pada intinya, proporsi ini sebuah perbandingan secara sistematik pada sebuah bidang yang
ada. Ada pula Proporsi Agung atau sebutan lainnya adalah The Golden Man merupakan
proporsi yang sangat terkenal dalam pemakaiannya dari seni rupa hingga ke tingkat yang
lebih tinggi yang menggabungkan semua unsur dan dapat dijangkau dengan memberikan
hubungan yang satu dengan yang lain sebuah elemen
2. Irama (Rhythm)
Irama merupakan sebuah pola pengulangan oleh sebuah unsur yang berbeda dan pergerakan
secara berurutan yang berkelanjutan. Prinsip ini sesungguhnya ialah hubungan perulangan
dan juga bentuk unsur rupa. Penempatan dalam sebuah desain keluaran atau layout secara
berulang memberikan hasil yang halus, santai, dan tenang. Pengulangan dan variasi
merupakan kunci dalam pembentukan sebuah ritme visual. Ada beberapa macam irama,
antara lain Regular rhythm, Flowing rhythm, dan Progressive rythm.
3. Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan merupakan kondisi sebuah desain atau pun benda yang membuat semua
kekuatan jadi bekerja dan tidak saling menghilangkan satu dengan yang lain. Ada dua prinsip
dasar dari sebuah keseimbangan.
4. Kesatuan (Unity)
Kesatuan merupakan hubungan yang penting, karena dengan ketidak-adaan dari kesatuan ini
semua akan terlihat berantakan. Jadi prinsip kesatuan ini merupakan penyatu dari semua
elemen yang ada.
5. Harmoni (Keselarasan)
Keselarasan atau harmoni merupakan sebuah bentuk, warna, tema, ukuran dan lain
sebagainya. Ternyata keselarasan ini memunculkan suatu keseimbangan dengan prinsip
kesatuan.
6. Kontras (Contrast)
Prinsip kontras ini adalah prinsip yang bertujuan untuk menjauhkan bagian desain dalam
bidang yang tampak sama. Jika bagian yang tidak diinginkan sama maka secara otomatis
akan membuat berbeda dari yang lain. Kontras ini menjadi visualisasi yang membuat
ketertarikan-nya sendiri dan kontras inilah yang menarik pertama kali peminat pembaca
7. Penekanan/Emphasis
Sebuah teknik yang digunakan untuk memberikan penekanan pada unsur visual seperti
gambar, judul teks, dan lain-lain pada layout. Penekanan dibuat dengan cara membuat unsur
visual yang diperbesar, dipertebal atau cara lainnya yang membuatnya lebih menonjol Uraian
lengkap disertai gambar dapat dilihad di sini
Warna dapat didefinisikan secara objektif/ fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan atau
secara subjektif/psikologis merupakan bagian dari pengalaman indera penglihatan. Secara
objektif atau fisik, warna dapat diberikan oleh panjang gelombang. Dilihat dari panjang
gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk pancaran energi
yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang elektromagnetik.
Cahaya yang dapat ditangkap indera manusia mempunyai panjang gelombang 380 sampai
780 nanometer. Cahaya antara dua jarak nanometer tersebut dapat diurai melalui prisma
kaca menjadi warna-warna pelangi yang disebut spectrum atau warna cahaya, mulai berkas
cahaya warna ungu/ violet, biru, hijau, jingga, hingga merah. Di luar cahaya ungu/violet
terdapat gelombang-gelombang ultraciolet, sinar X, sinar gamma, dan sinar cosmic. Di luar
cahaya merah terdapat gelombang/ sinar inframerah, gelombang Hertz, gelombang radio
pendek, dan gelombang radio panjang yang banyak digunakan untu pemancaran radio dan
TV.
Proses terlihatnya warna adalah dikarenakan adanya cahaya yang menimpa suatu benda,
dan benda tersebut memantulkan cahaya ke mata (retina) kita hingga terlihatlah warna.
Benda berwarna merah karena sifat pigmen benda tersebut memantulkan warna merah dan
menyerap warna lainnya. Benda berwarna hitam karena sifat pigmen benda tersebut
menyerap semua warna pelangi. Sebaliknya suatu benda berwarna putih karena sifat pigmen
benda tersebut memantulkan semua warna pelangi. Sebagai bagian dari elemen tata rupa,
warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kean
atau tujuan dari sebuah karya desain.
Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan
dengan sistem warna. Secara umum warna dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Warna primer (warna pokok/dasar), ialah warna dasar yang belum dicampur oleh
unsur warna lain. Jenis warna primer antara lain; merah (magenta red), kuning
(yellow) dan biru (cyan blue).
2. Warna sekunder (warna kedua), ialah hasil campuran antara warna primer yang
satu dengan yang lainnya. Jenis warna sekunder adalah; hijau hasil campuran
warna biru dengan kuning, jingga hasil campuran warna merah dengan kuning,
dan ungu hasil campuran warna merah dengan biru.
3. Warna tersier ialah campuran dari salah satu warna primer dengan salah satu
warna sekunder. Jenis warnanya antara lain; warna coklat campuran warna ungu
dengan merah, ungu kebiruan campuran warna ungu dengan biru, hijau kebiruan
campuran warna hijau dengan biru, dan seterusnya.
1. Warna netral yakni warna putih dan warna hitam, digunakan untuk memudakan
warna atau membuat warna lebih terang dan menuakan warna atau membuat
warna lebih gelap
2. Hue ialah macam-macam warna dalam satu jenis warna. (warna dasar) Misalnya:
merah darah, merah hati, merah jambu, merah terang, merah rose dan merah
jingga.
3. Value (gelap terang) ialah tingkat gelap ataupun terangnya warna. Warna paling
terang ialah putih dan warna paling gelap ialah hitam. Semakin terang warnanya
semakin tinggi valuenya
4. Saluration/ Intensity (intensitas warna) atau kualitas warna adalah tingkat
kecerahan dan kemuraman suatu warna. Warna cerah ialah warna yang cerah
bersinar (spot light) dan warna muram ialah warna kusam atau tidak bersinar.
5. Contrast (kontras) ialah perbedaan dua jenis warna atau lebih yang masing-masing
warna sangat berbeda hue nya.
6. Complement (komplementer) ialah dua jenis warna yang saling berhadapan dalam
lingkaran warna. Seperti merah dengan hijau, biru dengan jingga dan kuning
dengan ungu.
7. Monocrome (monokrom) ialah warna yang memiliki kesamaan hue atau warna
sejenis (sekeluarga). Warna yang mempunyai kesamaan hue misalnya keluarga
merah yang terdiri dari merah hitam, merah coklat, merah muda, dan merah
jambu.
8. Monotone (monoton) ialah warna yang mempunyai nuansa yang sama (senada),
misalnya warna-warna gelap. Warna-warna gelap antara lain coklat, hijau tua dan
biru tua.
9. Analog (bertetangga atau berdekatan) ialah warna yang tidak kontras, tidak
komplementer.
10. Warna harmonis adalah kombinasi warna-warna yang saling berdekatan
dalam lingkaran warna dasar., seperti pada gambar berikut :
CMYK adalah singkatan dari Cyan-Magenta-Yellow-Black dan biasanya juga sering disebut
sebagai warna proses atau empat warna. CMYK. Adalah sebuah model warna berbasis
pengurangan sebagian gelombang cahaya (substractive color model) yang umum
dipergunakan dalam pencetakan berwarna. Jadi untuk proses mereproduksi gambar sehingga
dapat dicapai hasil yang relatif sempurna dibutuhkan sedikitnya 4 tinta yaitu: Cyan,
Magentra, Yellow, dan Black. Keempat tinta tersebut disebut tinta/ warna proses. Tinta
proses adalah tinta yang dipergunakan untuk memproduksi warna dengan proses teknik
cetak tertentu.
Warna additive adalah warna yang berasal dari cahaya yang disebut spectrum. Warna pokok
additive terdiri dari warna red (merah), green (hijau) dan blue (biru) yang disebut dengan
istilah RGB, dimana pencampuran ketiga warna primer dengan jumlah yang sama akan
menghasilkan warna putih. Kombinasi antara dua warna primer akan menghasilkan warna
sekunder.
Permasalahan yang sering timbul dalam dunia desain grafis adalah ketika desain dihadapkan
dengan dunia produksi. Banyak sekali desainer grafis yang handal ilmu desainnya, mahir
penguasaan toolnya, namun lemah terhadap pengetahuan dalam bidang produksi. Hal ini
menyebabkan hasil akhir produksi dari suatu desain biasanya kurang memuaskan.
Masalahnya bisa beragam, namun seringkali ditemukan pada perbedaan hasil dari warna
pada proses cetak.
Permasalahan ini sederhana dan lazim terjadi di dunia percetakan. Diakibatkan dari
kurangnya pengetahuan desainer terhadap konsep dasar dan teori warna. Warna dalam
dunia percetakan berbeda dengan warna tampilan di monitor. Teori ini dibagi berdasarkan
dua model warna : RGB dan CMYK. Perbedaan inilah yang kemudian menyebabkan seringnya
terjadi kesalahan atau hasil yang tidak diinginkan dari warna akhir melalui proses cetak.
Adapun perbedaan warna RGB dan CMYK, secara sederhana dapat dijelaskan seperti ini :
Warna RGB adalah model warna additive yang bertujuan sebagai penginderaan dan
presentasi gambar dalam tampilan visual pada peralatan elektronik seperti komputer, televisi
dan fotografi. Warna RGB difungsikan untuk tampilan di monitor komputer karena warna
latar belakang komputer adalah hitam. Jadi, R = Red (merah) G= Green (hijau) dan B = Blue
(biru) sebagai warna dasar difungsikan untuk berbagi intensitas cahaya untuk mencerahkan
warna latar belakang yang gelap (hitam).
Sedangkan CMYK adalah warna yang dikenal dalam proses printing dan percetakan. Terdiri
dari C = Cyan, M = Magenta, Y = Yellow, dan K = Black. Warna CMYK digunakan untuk
tampil seimbang dengan latar belakang putih dari bahan cetak seperti kertas dan lain-lain.
Warna RGB biasanya lebih terang dan jelas, biasanya menghasilkan besar kapasitas file yang
lebih kecil. Warna RGB sangat cocok untuk presentasi visual dalam tampilan monitor seperti
desain halaman web/situs. Ketika suatu karya desain dalam format RGB akan diprint dan
melalui suatu proses cetak, maka warna RGB harus dikonversi dahulu kedalam model warna
CMYK. Hal ini karena printer dan mesin percetakan hanya mengenal warna CMYK sebagai
model warna dari kalibrasi di mesin cetak.
Sering kali beberapa karya desain yang akan naik cetak masih dalam format RGB, dan ketika
dikonversi menjadi CMYK, warna biasanya akan berubah menjadi lebih redup dan tidak
secerah warna yang tampil pada model RGB. Solusi dari masalah ini adalah, desainer harus
memastikan dulu desainnya tampil dengan warna yang diinginkan dalam format warna
CMYK, karena yang akan keluar dari mesin cetak adalah warna dengan model CMYK.
Beberapa software/aplikasi untuk desain grafis biasanya mengizinkan kita untuk bekerja
dengan memilih antara dua model warna (RGB atau CMYK) walaupun dalam beberapa hal,
seperti beberapa fungsi dari photoshop tidak akan aktif jika kita bekerja dalam model warna
CMYK. Pemilihan model warna biasanya akan tampil ketika kita membuka dokumen baru.
Namun, apabila sudah terlanjur bekerja di salah satu model warna dan kita ingin
menggantinya, kita bisa menkonversi kembali model warna tersebut.
Konsep Warna
Dalam pengolahan image, dikenal dua macam paling populer yang menjadi standar
internasional yaitu RGB dan CMYK.
1. RGB adalah singkatan dari Red-Green_Bue. 3 warna dasar yang dijadikan patokan
warna secara universal (primary colors), dengan basis RGB, seorang desainer bisa
mengubah warna ke dalam kode-kode angka sehingga warna tersebut akan tampil
universal. Dasar warna ini menjadi standar pasti dalam konteks profesional,
seorang desainer tidak bisa mengatakan sebuah warna berdasarkan pertimbangan
subjektif, misal: biru muda menurut orang awan adalah birunya langit di siang
yang cerah, hal ini bisa jadi berbeda bagi orang lain dengan pertimbangan yang
lain pula. Untuk menyamakan persepsi dalam definisi warna perlu adanya standa
rinternasional dalam dalam konteks kerja profesional. Dengan standar RGB
seorang desainer dapat mengatakan warna dengan komposisi angka yang jela,
warna biru memiliki komposisi perpaduan antara unsur Red, Green, Blue dengan
derajat angka untuk R; 115-G: 221 – B : 240.
2. Standar warna internasional lainnya yang digunakan untuk dunia percetakan
adalah SMYK yang merupakan singkatan dari Cyan – Magenta – Yellow, dan K
mewakili warna hitam. Seeperti halnya RGB, CMYK menggunakan standarisasi
warna dalam koordinat, Rangenya antara 0 – 100 sehingga kehadiran unsur K
sangat menentukan, Berapapun koordinat CMY-nya selama K-nya 100 maka warna
tersebut akan jadi warna hitam. CMYK merupakan standar warna berbasis pigment
based, menyesuaikan diri dengan standar industri printing. Sampai saat ini dunia
cetak mencetak memakai 4 warna dasar dalam membuat warna apapun.
Warna CMYK dan RGB merupakan dua komponen penting dalam teori warna. Dua komponen
ini menjadi dasar dalam membentuk warna – warna lain. Sebelum membuat suatu desain,
desainer harus menentukan terlebih dahulu desain tersebut akan dicetak atau hanya
dipresentasikan melalui media monitor. Mengapa? Karena warna CMYK dan RGB akan
menghasilkan hasil yang berbeda ketika ditampilkan dalam bentuk visual di monitor dan
ketika dicetak. Lalu bagaimana cara mengatasi perbedaan ini?
Langkah pertama adalah dengan mengetahui perbedaan dari warna CMYK dan warna RGB.
Warna CMYK merupakan singkatan dari Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Warna CMYK
seringkali digunakan untuk percetakan karena tinta di percetakan terdiri dari warna Cyan,
Magenta, Yellow, dan Black. Warna CMYK sendiri masih memantulkan sedikit warna – warna
di RGB. Warna Cyan memantulkan warna Red atau Merah. Warna Magenta memantulkan
warna Green atau Hijau dan warna Yellow memantulkan warna Blue atau Biru. Pantulan
tersebut tidak diinginkan, disebut juga dengan hue error. Untuk menyiasatinya maka
diberikan warna Black atau yang disebut Key dalam warna CMYK agar tiap komponen warna
menjadi lebih pekat dan tidak memantulkan hue error tadi.
Sedangkan warna RGB merupakan warna Red, Green dan Blue. Ketiga warna ini
menghasilkan kecerahan warna yang lebih cerah daripada warna CMYK. Karena itu, warna
RGB sangat baik digunakan untuk presentasi visual di monitor. Bagi para desainer grafis,
warna RGB lah yang paling sering digunakan. Namun, bagi mereka desainer grafis yang
memiliki peminatan di bagian percetakan akan lebih sering memakai warna CMYK.
Persamaan dan perbedaan warna CMYK dengan RGB.
Dalam dunia desain ada 2 macam unsur warna yaitu CMYK dan RGB. Apa persamaan dan
perbedaan antara kedua type warna tersebut dan apa hubungannya dalam desain grafis.
Adalah proses komunikasi menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar
yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang disampaikan. Bidang
ini melibatkan proses komunikasi visual. Secara singkat, design grafis diartikan sebagai suatu
bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau
pesan seefektif mungkin.
Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar, karena merupakan hasil abstraksi simbol-
simbol yang dapat dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine
art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan,
metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan) ataupun disiplin ilmu yang
digunakan (desain). Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan ketrampilan
visual, termasuk di dalamnya topografi, pengolahan gambar, dan tata letak,
Desain grafis adalah sebuah proses kreatif yang mengkombinasikan seni dan teknologi dalam
mengkomunikasikan gagasan. Desainer bekerja dengan seperangkat ‘alat’ untuk
menyampaikan pesan yang berasal dari sumber pesan atau client kepada audience. Beberapa
perangkat yang digunakan antara lain gambar, ilustrasi, lukisan, photography, huruf, angka,
grafik dan atau image yang telah di-generate oleh beberpa aplikasi komputer. Desainer
membuat, memilih dan mengorganisasikan semuanya atau sebagian dari element dan
perangkat tersebut ke dalam sebuah bidang yang dinamakan “white space” dan selanjutnya
disampaikan kepada publik sebagai sebuah media komunikasi.
1. Titik
Titik merupakan unsur rupa yang secara konsep tidak tampak, misalnya terdapat pada
pertemuan dua garis (ujung dan pangkal garis). Lanjutnya, ciri umum dari sebuah titik yaitu
tidak memiliki panjang dan lebar, tidak mengambil ruang yang besar, berukuran kecil dan
memiliki raut yang sederhana. Bentuk umum dari titik adalah bulatan (lingkaran)sederhana
yang tidak bersudut tanpa arah.
Fungsi titik adalah menjadi fokus dari suatu tampilan visual, dan dapat menarik perhatian
pengamat terkait informasi yang ingin disampaikan dalam sebuah karya
Pengembangan titik menjadi bentuk tertentu yang menciptakan nada (tone) dan ruang semu
2. Garis
Beberapa macam garis yang biasa digunakan dalam desain grafis, antara lain : garis kontur,
garis kaligrafis, garis lurus, garis kombinasi. Dalam pekerjaan desain grafis, garis digunakan
untuk memisahkan posisi arah elemen garis lainnya di dalam halaman. Selain itu bisa
digunakan sebagai penunjuk bagian-bagian tertentu dengan tujuan sebagai penjelas kepada
pembaca. sumber: [Link]
Garis Horizontal akan menimbulkan kesan tenang, relaksasi, diam atau statis dan
kesan melebar.
Garis Vertikal akan menimbulkan kesan stabil, menunjukkan wibawa, kekuatan dan
menimbulkan kesan menginggi.
Garis Diagonal akan menimbulkan kesan dinamis, karena menunjukkan gerakan dan
memberikan kesan gembira.
3. Bentuk (shape)
Menurut Sony Katika, bentuk adalah suatu bidang yang terjadi karena dibatasi oleh sebuah
kontur (garis) dan atau dibatasi oleh adanya warna yang berbeda atau oleh gelap terangnya
pada arsiran atau karenanya adanya tekstur. Bentuk bisa berupa wujud alam (figur) yang
tidak sama sekali menyerupai wujud alam (non figur). Bentuk memiliki perubahan wujud
berupa stilisasi, distorsi, dan transformasi. Secara umum, bentuk dua dimensi dibagi dalam 3
kategori antara lain
4. Bidang
Aadalah suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi panjang, lebar dan luas,
juga mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis. Bidang bersifat dua dimensi,
umumnya desain grafis bekerja pada bidang industri
Menurut sifatnya, bentuk dapat dibagi menjadi tiga yaitu :
5. Ruang
Kusmiati dalam Teori Dasar Desain Komunikasi Visual, menjelaskan ruang terjadi karena
adanya persepsi mengenai kedalaman sehingga terasa jauh dan dekat, tinggi dan rendah,
tampak melalui indera penglihatan. Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan
bentuk lainnya yang pada praktek desain dapat dijadikan unsur estetika desain. Sebagai
contoh, tanpa ruang Anda tidak akan tahu mana kata, kalimat atau paragraf, kapan harus
membaca dan kapan harus berhenti. Ruang juga berfungsi sebagai fokus mata ke sebuah
objek, dalam bentuk fisiknya ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure)dan
latar belakang (background).
6. Tekstur
Tekstur adalah unsur rupa yang menunjukkan rasa permukaan bahan (material) yang
sengaja dibuat dan dihadirkan dalam susunan untuk mencapai bentuk rupa, baik dalam
bentuk nyata ataupun semu. Misalnya kesan tekstur kayu, buku atau gelas.
7. Warna
Warna sebuah objek ditentukan bagaimana cahaya yang jatuh pada objek dan dipantulkan ke
mata kita. Sebab cahaya memiliki spektrum (rangkaian sistematis) warna, dan spektrum
warna tersebutlah yang membantu manusia mengenali warna. Panjang gelombang/
speektrum warna berikut ini merepresentasikan warna-warna yang dihasilkan cahaya putih.
Warna yang bisa dilihat oleh mata manusia adalah warna dalam rentang 400 nm hingga 700
nm. Sedangkan di atas 700 nm adalah sinar infra merah. Sedangkan di bawah 400 nm
adalah sinar ultraviolet, sinar X dan sinar Gamma.
Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain karena dengan warna sebuah desain
bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dan bentuk-
bentuk visual secara jelas. Dalam prakteknya warna dibedakan menjadi dua yaitu : Pertama
warna yang ditimbulkan karena sinar (Additive Color / RGB) yang biasa digunakan pada
warna monitor, TV dan sebagainya. Kedua warna yang dibuat dengan unsur tinta atau
cat (Subtractive Color / CMYK) yang digunakan dalam proses pencetakan gambar ke
permukaan benda padat seperti kertas, kain plastik dll.
Warna memerankan dirinya sebagai “warna”, yang mempunyai fungsi dalam membentuk
sebuah keindahan. Namun keindahan di sini bukan hanya sebagai “keindahan” semata.
Melainkan sebagai unsur eksistensial benda-benda yang ada di sekeliling kita. Karena dengan
adanya warna kita dimudahkan dalam melihat dan mengenali suatu benda. Sebagai contoh
apabila kita meletakkan sebuah benda di tempat yang sangat gelap, mata kita tidak mampu
mendeteksi objek tersebut dengan jelas. Di sini warna memiliki fungsi ganda dimana bukan
hanya aspek keindahan saja, namun sebagai elemen yang membentuk diferensial/ perbedaan
antara objek satu dengan objek lain.
Warna merupakan penggambaran sifat objek secara nyata, atau secara umum warna mampu
menggambarkan sifat objek secara nyata. Contoh warna hijau untuk menggambarkan daun,
rumput, dan biru untuk laut, langit, dan sebagainya. Warna dalam hal ini lebih mengacu pada
sifat-sifat alami dari objek tertentu, misalnya : padat, cair, jauh, dekat, dan lain-lain.
Warna menempatkan dirinya sebagai bagian dari simbol (symbol). Warna merupakan
lambang atau sebagai perlambang sebuah tradisi. Warna sebagai komunikasi seringkali dapat
kita lihat dari objek-objek seperti bendera, logo perusahaan, fashion, dl. Warna merupakan
sebuah perwakilan atau bahkans ebuah objek pengganti bahasa formal dalam
mengkomunikasikan sesuatu, misalnya: merah perlambang kemarahan, patriotisme,
seksualitas; kemudian putih sebagai perlambang kesucian, kebersiah, kebaikan.
Sumber : 1. ( [Link]
2. ( [Link]
8. Tipografi
Adalah sebuah disiplin khusus dalam desain grafis yang mempelajari mengenai seluk beluk
huruf (font). Huruf-huruf tersebut dikelompokkan menurut beberapa kategori tertentu.
Berdasarkan fungsinya tipografi dibagi menjadi dua jenis, yaitu text types dan display types.
Untuk text types menggunakan ukuran 8 hingga 12 pt (point). Jenis ini biasanya digunakan
untuk badan teks (body text/copy). Sedangkan untuk display type, gunakan 14 pt ke atas.
1. Huruf Serif :
Jenis huruf ini memiliki garis-garis kecil yang disebut counterstroke pada ujung-ujung badan
huruf. Garis-garis tersebut berdiri horisontal terhadap badan huruf. Huruf serif dikenal lebih
mudah dibaca karena kaitnya tersebut menuntun pandangan pembaca baris teks yang
sedang dibacanya. Contoh: Times New Roman, Garamond, Book Antiqua, Bitstream Vera
Serif, Palatino Linotype, Bookman Old Style, Alisto MT, Dutch, Euro Roman, Georgia, Pan
Roman, Romantic Souevenir, Super French dan lain-lain.
Jenis huruf ini tidak memiliki garis-garis kecil yang disebut conterstroke. Huruf ini
berkarakter streamline, fungsional, modern dan kontemporer. Contoh : Arial, Futura, Avant
Farde, Bitsteam Vera Sans, Century Gothic, dan lain sebagainya.
3. Huruf Blok
Huruf Blok memiliki ketebalan badan yang cukup mencolok. Sosoknya yang gemuk dan
terkesan berat, sering digunakan sebagai headline (judul berita) atau tagline copy dalam
iklan. Contoh : Haettnscheiler, Furura XBlk BT, Impact, Freshet dan lain-lain.
Huruf ini sangat khas karakternya, klasik dan memang sangat berbeda daripada yang
lainnya, walaupun kini banyak variasi yang diciptakan. Orang awam biasa menyebut sebagai
huruf Jerman. Contoh : Centaurus, Antlia, Aquarus, dan lain-lain.
5. Huruf Graphics
Huruf ini cenderung mengesankan gambar, tanpa menghilangkan makna bahwa yang
ditunjukkan adalan sesungguhnya huruf bermakna
6. Old Style
Ruap huruf serif yang sudah berupa metal type, gaya ini sempat mendominasi industri
percetakan slama 200 tahun.