0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan5 halaman

Jenis Vaksin Campak dan Pemberiannya

Dokumen ini membahas tentang vaksin campak, termasuk jenis-jenis vaksin campak seperti monovalen campak dan kombinasi dengan rubella, mumps, dan varicella. Vaksin campak menggunakan virus hidup yang dilemahkan dan disuntikkan secara subkutan pada deltoid pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan sekolah dasar. Efek sampingnya dapat berupa demam atau ruam, sementara kontraindikasinya termasuk ibu ham

Diunggah oleh

Norman Sukmadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan5 halaman

Jenis Vaksin Campak dan Pemberiannya

Dokumen ini membahas tentang vaksin campak, termasuk jenis-jenis vaksin campak seperti monovalen campak dan kombinasi dengan rubella, mumps, dan varicella. Vaksin campak menggunakan virus hidup yang dilemahkan dan disuntikkan secara subkutan pada deltoid pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan sekolah dasar. Efek sampingnya dapat berupa demam atau ruam, sementara kontraindikasinya termasuk ibu ham

Diunggah oleh

Norman Sukmadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

VAKSIN CAMPAK

Disusun Oleh :
Indri Roselin
201806010180
Monovalen Campak + rubella
(MR)
JENIS VAKSIN
CAMPAK

Measles + mumps + rubella Measles + mumps +


(MMR) rubella + varicella
(MMRV)
VAKSIN CAMPAK
◦ Virus hidup yang dilemahkan
◦ Penyimpanan : suhu 2-8ºC, terlindung dari cahaya
◦ Kemasan: vial
◦ Dosis : 0.5 ml
◦ Cara pemberian: suntikan subkutan pada deltoid
◦ Diberikan pada usia 9 bulan (imunisasi dasar), 18 bulan
(imunisasi lanjutan), dan usia sekolah dasar (6-7 tahun)
◦ Vaksin MR : hanya diberikan 2 kali (usia 9 bulan dan 18 bulan)
KIPI
◦ Demam > 39,5ºC (5-15% kasus) pada hari ke 5-6 pasca imunisasi selama 5 hari
◦ Ruam (5% kasus) pada hari ke 7 pasca imunisasi selama 2-4 hari
◦ Gangguan sistem saraf pusat (ensefalopati pasca imunisasi) setelah 30 hari
pasca imunisasi (1:1 milyar dosis vaksin)

KONTRAINDIKASI
▪ Ibu hamil
▪ Anak dengan imunodefisiensi primer
▪ Pasien dengan keganasan atau transplantasi organ
▪ Mendapat pengobatan imunosupresif jangka Panjang
▪ Anak imunokompromais yang terinfeksi HIV

Pedoman Imunisasi di Indonesia, edisi keenam. 2017

Anda mungkin juga menyukai