0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan6 halaman

Kelemahan Lengan dan Kaki pada Pasien

Pasien wanita berusia 43 tahun mengalami kelemahan otot di seluruh anggota gerak yang fluktuatif dan memburuk sore hari. Pemeriksaan menemukan tetraparesis, penurunan refleks, dan tidak ada tanda meningeal atau refleks patologis. Gejala ini menunjukkan miastenia gravis.

Diunggah oleh

Li Nana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan6 halaman

Kelemahan Lengan dan Kaki pada Pasien

Pasien wanita berusia 43 tahun mengalami kelemahan otot di seluruh anggota gerak yang fluktuatif dan memburuk sore hari. Pemeriksaan menemukan tetraparesis, penurunan refleks, dan tidak ada tanda meningeal atau refleks patologis. Gejala ini menunjukkan miastenia gravis.

Diunggah oleh

Li Nana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKENARIO 3

KEDUA LENGAN DAN TUNGKAIKU LUMPUH


Seorang perempuan, berusia 43 tahun, diantar oleh keluarganya ke IGD RSUD Dr. Moewardi karena
mengalami kelemahan seluruh lengan dan tungkai. Keluhan tersebut sering muncul hilang timbul
sejak beberapa bulan yang lalu, namun saat ini kelemahan dirasakan makin berat. Keluhan biasanya
dirasakan sore hari terutama setelah pasien pulang dari bekerja, dan membaik di pagi hari saat
pasien bangun tidur. Dari pemeriksaan fisik didapatkan GCS E4V5M6, fungsi luhur normal, tekanan
darah 120/80, denyut nadi 80 kali/menit, respirasi 20 kali/menit, suhu 36oC, tidak ada meningeal
sign, kekuatan motorik tetraparesis, refleks fisiologis menurun, tidak ada refleks patologis.

JUMP 1
- Tetraparesis : Kelumpuhan keempat anggota gerak

- Meningeal sign : tanda apabila terdapat iritasi pada selaput menings. Px meliputi : kaku kuduk,
kernig sign, brudzinski dll
- Refleks fisio menurun : refleks fisiorespon involunter terhadap suatu stimulus yg dpt
dibangkitkan pd orang sehat terbagi menjadi 2 :
o Refleks dalam(regang otot) refleks peregangan otot yang muncul pada stimulasi
tendon, periosteum, tulang, persendian, fascia, atau aponeurosis .akibat regangan otot
oleh rangsang. Ex : ref bisep,trisep
o Refleks superfisial  akibat rangsangan pada kulit dan mukosa shg otot
dibawahnya/sekitarnya kontraksi. Ex : ref kremaster, kornea
-
0 : Tidak berespon
+1 : Agak menurun, di bawah normal
+2 : Normal; rata-rata/umum
+3 : Lebih cepat dibanding normal; masih fisiologis (tidak perlu
dianalisis & tindak lanjut)
+4 : Hiperaktif sangat cepat, biasanya disertai klonus, dan sering
mengindikasikan adanya suatu penyakit

- Refleks patologis : refleks yang tidak dapat dibangkitkan pada orang-orang sehat, kecuali pada
bayi dan anak kecil.

JUMP 2

- Mengapa muncul kelemahan di tungkai dan lengan?


- Mengapa kelemahan hilang timbul dan semakin memberat?
- Mengapa keluhan dirasakan sore hari dan menghilang pagi hari?
- Interpretasi px fisik?
- Interpretasi tidak ada meningeal sign, kekuatan motorik tetraparesis, refleks fisiologis
menurun, tidak ada refleks patologis?
JUMP 3
- Lesi upper motor neuron dibagi lagi menjadi lesi di cortex,
subkorteks, brainstem, dan spinal cord. Lesi lower motor
unit dibagi dari spinal motor neuron, spinal root, saraf
tepi, neuromuscular junction, dan otot.
- These stations of LMN are: 

o  1. The anterior (ventral) horn cell 


 2. The peripheral nerve, (ventral and dorsal nerve roots i.e.,
radiculopathy or nerve i.e., neuropathy) 
 3. The neuromuscular junction 
 4. The muscle (i.e. myopathy) 

-
- Sifat kelemahan pada miastenia gravis bersifat fluktuatif, gejala bervariasi dari hari ke hari dan
dari jam ke jam, biasanya akan membaik pada pagi hari atau saat istirahat dan memburuk pada
saat siang/sore hari saat aktivitas.
- Normally, the amount of acetylcholine available to be released to muscle cells
diminishes with repeated, prolonged or strenuous activity. In a person with myasthenia
gravis, that normal decrease combined with fewer working receptors causes increasing
weakness, or myasthenic fatigue. Muscles that may seem normal at first become weak
with continued use. This is why a person with myasthenia gravis will feel strongest
immediately after waking up or resting and weakest at the end of the day when muscles
have been in continual use.
- MG lebih banyak dijumpai pada wanita ketimbang pria. Usia puncak pada wanita yaitu 20-24
tahun dan 70-75 tahun
- Lower motor neuron (LMN) syndromes are clinically characterised by muscle atrophy, weakness
and hyporeflexia without sensory involvement. They may arise from disease processes affecting
the anterior horn cell or the motor axon and/or its surrounding myelin. Neuromuscular junction
pathology and muscle disorders may mimic a LMN disorder and form part of the differential
diagnosis

Anda mungkin juga menyukai