0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
114 tayangan3 halaman

Perbandingan RAL, RAK, dan RBSL

RAL digunakan untuk percobaan dengan unit homogen, sedangkan RAK dan RBSL digunakan untuk percobaan dengan dua sumber keragamanan yang mempengaruhi unit percobaan. RAKL jarang digunakan karena membutuhkan asumsi tambahan dan sulit menganalisis interaksi antara kelompok dan perlakuan.

Diunggah oleh

0026Ristisah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
114 tayangan3 halaman

Perbandingan RAL, RAK, dan RBSL

RAL digunakan untuk percobaan dengan unit homogen, sedangkan RAK dan RBSL digunakan untuk percobaan dengan dua sumber keragamanan yang mempengaruhi unit percobaan. RAKL jarang digunakan karena membutuhkan asumsi tambahan dan sulit menganalisis interaksi antara kelompok dan perlakuan.

Diunggah oleh

0026Ristisah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1. Jelaskan kapan suatu percobaan menggunakan RAL, RAK, RBSL?

RAL digunakan bila unit percobaan homogen. Rancangan ini disebut rancangan acak lengkap,


karena pengacakan perlakuan dilakukan pada seluruh unit percobaan. RAL digunakan bila faktor
yang akan diteliti satu faktor atau lebih dari satu faktor. RAL adalah jenis rancangan percobaan
yang paling sederhana dan paling mudah jika di bandingkan dengan jenis rancangan percobaan
yang lain. RAL hanya bisa digunakan pada percobaan dengan jumlah perlakuan yang terbatas
dan satuan percobaan harus homogen atau faktor luar yang dapat mempengaruhi percobaan harus
dapat di kontrol [3]. RAL atau Completely Randomized Design merupakan salah satu model
rancangan dalam rancangan percobaan. RAL digunakan bila unit percobaan homogen.
Rancangan ini disebut rancangan acak lengkap, karena pengacakan perlakuan dilakukan pada
seluruh unit percobaan. RAL digunakan bila faktor yang akan diteliti satu faktor atau lebih dari
satu faktor.

Rancangan Acak Kelompok (RAK) merupakan salah satu bentuk rancangan yang telah
digunakan secara meluas dalam berbagai bidang penyelidikan pertanian, industri dan sebagainya.
Rancangan ini dicirikan oleh adanya kelompok dalam jumlah yang sama, dimana setiap
kelompok dikenakan perlakuan-perlakuan. Melalui pengelompokan yang tepat atau efektif, maka
rancangan ini dapat mengurangi galat percobaan. Disamping itu rancangan ini juga fleksibel dan
sederhana. Jika pada RAL yang dipelajari adalah satu keragaman yang menyebabkan nilai-nilai
pengamatan beragam yaitu keragaman karena perlakuan yang dicobakan, maka pada RAK yang
diperhatikan adalah disamping perlakuan dan pengaruh galat masih dilihat juga adanya
kelompok yang berbeda. Kalau digunakan RAL maka satuan percobaan harus homogen
sedangkan yang berlainan adalah perlakuan, apabila menggunakan RAK satuan percobaan tidak
perlu homogen, dimana satuan-satuan percobaan tersebut dapat dikelompokan ke dalam
kelompok-kelompok tertentu sehingga satuan percobaan dalam kelompok tersebut menjadi
relatif homogen. Dengan demikian proses pengelompokan adalah membuat keragaman dalam
kelompok menjadi sekecil mungkin dan keragaman antar kelompok menjadi sebesar mungkin.

RBSL digunakan apabila terdapat dua sumber keragamanan yang mempengaruhi unit percobaan
RBSL (Rancangan Bujur Sangkar Latin) adalah suatu rancangan percobaan dengan dua arah
pengelompokan, yaitu baris dan kolom.
2. Jelaskan apakah RAL hanya bias digunakan pada percobaan laboratorium/rumah kaca?
Rancangan Acak Lengkap (RAL) merupakan rancangan yang paling sederhana diantara
rancangan-rancangan percobaan yang baku. Jika kita ingin mempelajari t buah perlakuan dan
menggunakan r satuan percobaan untuk setiap perlakukan atau menggunakan total rt satuan
percobaan, maka RAL membutuhkan kita mengalokasikan t perlakuan secara acak kepada rt
satuan percobaan. Pola ini dikenal sebagai pengacakan lengkap atau pengacakan dengan tiada
pembatasan. RAL dipandang lebih berguna dalam percobaan laboratorium, dalam beberapa
percobaan rumah kaca atau dalam percobaan pada beberapa jenis bahan percobaan tertentu yang
mempunyai sifat relatif homogen. Beberapa keuntungan dari penggunaan RAL diantaranya : (1).
Denah perancangan percobaan lebih mudah, (2). Analisis statistika terhadap subjek percobaan
sangat sederhana, (3). Fleksibel dalam penggunaan jumlah perlakuan dan jumlah ulangan, dan
(4). Kehilangan informasi relatif sedikit dalam hal data hilang dibandingkan rancangan lain.
Selain itu, penggunaan RAL akan tepat dalam kasus : (1). Bila bahan percobaan homogen atau
relatif homogen dan (2). Bila jumlah perlakuan terbatas.
3. Apakah percobaan di laboratorium/rumah kaca hanya bias mengguankan RAL?
 Percobaan ini umumnya dilakukan di laboratorium atau rumah kaca dengan melibatkan sedikit
unit percobaan. Suatu percobaan yang digunakan homogen atau tidak ada faktor lain yang
mempengaruhi respon di luar faktor yang diteliti. Pada rancangan acak lengkap (RAL)
digunakan jika kondisi unit percobaan yang digunakan relatif homogen. Penerapan perlakuan
terhadap unit percobaan dilakukan secara acak terhadap seluruh unit percobaan. Seperti
percobaan-percobaan yang dilakukan di laboratorium atau rumah kaca yang pengaruh
lingkungannya lebih mudah dikendalikan.
4. Jelaskan perbedaan unsur-unsur dasar percobaan menurut RAL, RAK, RAKL
Perbedaan utama RAL dan RAK adalah dalam hal pengelompokkan ulangan suatu percobaan.
Lebih sederhananya, pahami pernyataan berikut:
– RAL digunakan untuk percobaan-percobaan dengan satuan-satuan dan bahan-bahan
percobaan yang seragam.
– RAK digunakan untuk percobaan-percobaan dengan satuan-satuan dan bahan-bahan
percobaan yang tidak seragam. RAL biasanya digunakan pada percobaan yang tempat, suhu,
kondisi lingkungan atau keadaannya relatif sama. Contohnya adalah percobaan yang dilakukan
di laboratorium.
Dan untuk RAK, biasanya digunakan pada percobaan yang tempat, kondisi lingkungannya, atau
keadaannya berbeda. Contohnya adalah percobaan yang dilakukan di ladang yang keadaan
tanahnya berbeda-beda.
5. Mengapa RAKL jarang digunakan?
Rancangan Acak Kelompok Lengkap  merupakan rancangan acak kelompok dengan semua
perlakuan dicobakan pada setiap kelompok yang ada. Tujuan pengelompokan satuan-satuan
percobaan tersebut adalah untuk membuat keragaman satuan-satuan percobaan di dalam masing-
masing kelompok sekecil mungkin sedangkan perbedaan antar kelompok sebesar mungkin.
Tingkat ketepatan biasanya menurun dengan bertambahnya satuan percobaan (ukuran satuan
percobaan) per kelompok, sehingga sebisa mungkin buatlah ukuran kelompok sekecil mungkin.
Pengelompokan yang tepat akan memberikan hasil dengan tingkat ketepatan yang lebih tinggi
dibandingkan rancangan acak lengkap yang sebanding besarnya.
 Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis
 Interaksi antara Kelompok*Perlakuan sangat sulit
 Peningkatan ketepatan pengelompokan akan menurun dengan semakin meningkatnya jumlah satuan
percobaan dalam kelompok
 Derajat bebas kelompok akan menurunkan derajat bebas galat, sehingga sensitifitasnya akan menurun
terutama apabila jumlah perlakuannya sedikit atau keragaman dalam satuan percobaan kecil (homogen).
 Memerlukan pemahaman tambahan tentang keragaman satuan percobaan untuk suksesnya
pengelompokan.
 jika ada data yang hilang memerlukan perhitungan yang lebih rumit.
Seperti diuraikan di atas, suksesnya pengelompokan dalam Rancangan Lingkungan RAK memerlukan pemahaman
tambahan tentang keragaman satuan percobaan. Kita harus bisa mengidentifikasi arah keragaman tersebut,
sehingga Variabel Pengganggu (Nuisance factor /disturbing factor) bisa diminimalisir. Nuisance factor adalah setiap
faktor/variabel diluar perlakuan yang akan berpengaruh terhadap respons. Berikut ini merupakan panduan dalam
mengidentifikasi faktor tersebut, yang bisa dijadikan acuan dalam pembuatan kelompok/pengelompokan.

Anda mungkin juga menyukai