0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan4 halaman

Memahami Equity dalam Pelayanan Kesehatan

Dokumen tersebut membahas definisi dan konsep equity dalam pelayanan kesehatan. Equity didefinisikan sebagai keadilan dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada berbagai kelompok dengan mempertimbangkan kebutuhan mereka. Terdapat dua jenis equity, yaitu horizontal yang memberikan perlakuan sama untuk kebutuhan yang sama, dan vertikal yang memberikan perlakuan berbeda sesuai kebutuhan yang berbeda. Beberapa indikator untuk mengukur

Diunggah oleh

Bella Aprilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan4 halaman

Memahami Equity dalam Pelayanan Kesehatan

Dokumen tersebut membahas definisi dan konsep equity dalam pelayanan kesehatan. Equity didefinisikan sebagai keadilan dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada berbagai kelompok dengan mempertimbangkan kebutuhan mereka. Terdapat dua jenis equity, yaitu horizontal yang memberikan perlakuan sama untuk kebutuhan yang sama, dan vertikal yang memberikan perlakuan berbeda sesuai kebutuhan yang berbeda. Beberapa indikator untuk mengukur

Diunggah oleh

Bella Aprilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

DEFINIS EQUITY
Menurut WHO Equity dalam kesehatan merupakan keadaan dimana setiap
orang harus mendapatkan kesempatan yang adil akan kebutuhan kesehatannya
sehingga dalam upaya memenuhi kebutuhan kesehatan tidak ada yang dirugikan.
Equity, diartikan sebagai keadilan, dan equality, diartikan sebagai persamaan.
‘Adil’ dan ‘sama’, adalah kata yang mempunyai makna tidak begitu jauh sebatas
dari pengertian kita sebagai masyarakat biasa. Akan tetapi, di dunia kesehatan,
ekonomi, ataupun untuk para ahli yang lainnya, dua kata tersebut mempunyai
makna yang sangat berbeda secara signifikan.  Secara
sederhana, equity memastikan hasil yang sama melalui pemberian pertolongan
yang berbeda, dan disisi lain equality memberikan pertolongan yang sama yang
tidak memandang perbedaan dari hasil akhir. 

2. KONSEP EQUITY DALAM PELAYANAN KESEHATAN


Equity dalam pemberian pelayanan kesehatan merupakan keadilan dalam
pemberian pelayanan kesehatan kepada dua atau lebih kelompok. Terdapat dua
bentuk utama dari equity, yaitu equity horisontal dan equity vertikal. Penilaian
equity horisontal dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah dengan
menganalisis apakah perlakuan yang sama untuk kebutuhan yang sama (Equal
Treatment for Equal Need atau ETEN) telah tercapai (Wagstaff & Van Doorslaer,
2000). Sedangkan equity vertikal dinilai dari pemberian pelayanan sesuai dengan
proporsi kebutuhan. Menurut (Whitehead, 1991), equity mencakup akses yang
sama terhadap pelayanan kesehatan untuk kebutuhan yang sama dan pemanfaatan
yang sama untuk kebutuhan yang sama. Beberapa indikator equity adalah insentif
ekonomi, pelayanan kesehatan, akses terhadap pelayanan kesehatan, pemanfaatan
pelayanan kesehatan, dan status kesehatan. Akses terhadap pelayanan kesehatan
sendiri terdiri dari akses geografis, ekonomi, dan sosial.

Akses geografis pemanfaatan pelayanan kesehatan meliputi jarak rumah


ibu dengan pelayanan antenatal, tempat persalinan, dan pelayanan nifas serta alat
transportasi dan waktu tempuh untuk menjangkau pelayanan kesehatan tersebut.
Sedangkan akses ekonomi meliputi ongkos transportasi yang dikeluarkan ibu
untuk sampai di pelayanan kesehatan, biaya yang dikelurkan di pelayanan
kesehatan, dan konversi biaya waktu dari aktivitas yang ditinggalakn untuk datang
ke pelayanan kesehatan. Akses sosial sendiri merupakan faktor pelayanan
kesehatan yang meliputi sikap petugas administrasi, sikap pemberi pelayanan
kesehatan, dan antrian pemeriksaan.

Metode untuk mengukur equity dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan


(inequity in health care utilization) adalah dengan membandingkan pelayanan
yang diterima antara dua kelompok yang diperbandingkan. Jika pelayanan yang
diterima kedua kelompok tersebut tidak sama maka mengindikasikan adanya
ketidakadilan. Cara pengukuran equity menurut (Van Der Hoog, 2010) adalah
dengan membandingkan kebutuhan dengan pemanfaatan sesuai fungsi persamaan
sebagai berikut:

Menurut (Van Der Hoog, 2010), pemberian pelayanan kesehatan kepada


kedua kelompok dikatakan adil atau telah equity jika nilai perbandingan antara
kebutuhan dan pemanfaatan antara kedua kelompok tersebut mengikuti garis
equity atau sama dengan 1.

Equity dalam pelayanan kesehatan didefinisikan sebagai berikut :

a. Akses/kesempatan yang sama ke pelayanan kesehatan, hal ini berarti


setiap individu memiliki hak yang sama untuk mengakses pelayanan
kesehatan. Beberapa faktor penghambat seperti letak geografis,
budaya, keuangan (tingkat pendapatan yang rendah, mahalnya biaya
transportasi dan tidak tersedianya asuransi kesehatan), sumber daya
kesehatan yang tidak terdistribusi secara merata menyebabkan
timbulnya ketidakadilan dalam mengakses pelayanan kesehatan.

b. Pemanfaatan pelayanan kesehatan (utilisasi) yang sama untuk


kebutuhan yang sama. Tingkat utilisasi yang berbeda pada suatu
kelompok individu belum mencerminkan terjadinya ketidakadilan,
karena harus diketahui terlebih dahulu penyebab terjadinya perbedaan
utilisasi tersebut.

c. Kualitas pelayanan kesehatan yang sama bagi seluruh masyarakat,


yang berarti Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) memiliki komitmen
yang sama untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh
masyarakat sesuai standar yang telah ditetapkan.

Equity dalam pelayanan kesehatan memiliki 2 dimensi sebagai berikut :

a. Keadilan horisontal (horizontal equity) merupakan prinsip perlakuan


yang sama terhadap kondisi yang sama, yang terdiri dari sumber
daya/input/pengeluaran yang sama untuk kebutuhan yang sama,
penggunaan (utilization) atau penerimaan (receipt) sama untuk
kebutuhan yang sama, akses/kesempatan yang sama untuk kebutuhan
yang sama dan kesamaan tingkat kesehatan.

b. Keadilan vertikal (vertical equity) menekankan prinsip perlakuan


berbeda untuk keadaan yang berbeda meliputi perlakuan tidak sama
untuk kebutuhan yang berbeda dan pembiayaan kesehatan progresif
berdasarkan kemampuan membayar (ability to pay).

Akses sebagai alat ukur ekuitas pelayanan kesehatan dapat dilihat melalui :

a. Akses potensial indikator proses (potential access process indicators)


dapat dilihat dari karakteristik populasi.

b. Akses potensial indikator struktural (potential access structural


indicators) dapat dilihat dari karakteristik sistem layanan kesehatan.

c. Akses nyata indikator objektif (realized access objective indicators)


dapat dilihat dari utilisasi pelayanan kesehatan.

d. Akses nyata indikator subjektif (realized access subjective indicators)


dapat dilihat dari utilisasi kepuasan konsumen.
e. Secara keseluruhan, variabel-variabel tersebut dipengaruhi oleh
kebijakan kesehatan yang berasal dari keuangan dan organisasi.

DAFTAR PUSTAKA

1. Sari IN, Pudjiraharjo WJ. Ekuitas Dalam Pemberian Pelayanan Kesehatan.


Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia. 2013;1(1):21-8.

2. Whitehead, M. (1992). The concepts and principles of equity and


health. International Journal of Health Services, 22, 429 - 445.

3. Braveman, P., & Gruskin, S. (2003). Defining equity in health. Journal of


Epidemiology and Community Health, 57(4), 254-258.

4. Gwatkin, D. R. (2001). The need for equity-oriented health sector


reforms. International Journal of Epidemiology, 30(4), 720-723.

Anda mungkin juga menyukai