0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan9 halaman

Tinjauan Manajemen Pembangunan Asrama Brimob

Dokumen tersebut membahas perencanaan manajemen pembangunan gedung asrama untuk personil brimob di Kabupaten Kubu Raya yang mencakup manajemen biaya proyek, sumber daya manusia, waktu, mutu dan keselamatan kerja. Rencana anggaran biaya pembangunan gedung asrama tersebut adalah Rp. 14,061,856,628 dengan durasi pelaksanaan 336 hari menurut metode network planning dan 14 bulan menurut metode barchart. Renc

Diunggah oleh

Yoanda Riskiansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan9 halaman

Tinjauan Manajemen Pembangunan Asrama Brimob

Dokumen tersebut membahas perencanaan manajemen pembangunan gedung asrama untuk personil brimob di Kabupaten Kubu Raya yang mencakup manajemen biaya proyek, sumber daya manusia, waktu, mutu dan keselamatan kerja. Rencana anggaran biaya pembangunan gedung asrama tersebut adalah Rp. 14,061,856,628 dengan durasi pelaksanaan 336 hari menurut metode network planning dan 14 bulan menurut metode barchart. Renc

Diunggah oleh

Yoanda Riskiansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ISSN: xxxx - xxxx

Vol. 1, No. 1, Bulan 2020


Retensi _Rekayasa Teknik Sipil

TINJAUAN PERENCANAAN MANAJEMEN


PADA GEDUNG ASRAMA KESATUAN BRIGADE MOBIL
DI KABUPATEN KUBU RAYA
(MANAGEMENT PLANNING REVIEW
IN THE CAR BRIGADE UNITY CHRISTIAN BUILDING
IN KUBU RAYA DISTRICT)

Nopriansyah 1), Hareisna Maulana 2), Drs. Satriyo Utomo, ST., MT 3)

1)
Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Pontianak, Pontianak, Kalimantan Barat
nopriansyah075@[Link]
2)
Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Pontianak
hareisna56@[Link]
3)
Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Pontianak
satriyout88@[Link]

ABSTRAK
Seiring dengan pembangunan yang semakin pesat dan pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin
meningkat di Kabupaten Kubu Raya, maka kebutuhan sarana dan prasarana pemerintah kota meliputi
tempat tinggal untuk personil brimob sesuai dengan anggaran daerah tersebut. Maka dibangunlah
Gedung Asrama Kesatuan Brigade Mobil Di Kabupaten Kubu Raya. Metode untuk menyelesaikan
tugas akhir ini menggunakan studi literatur yang menggunakan data yaitu, data sekunder dan primer.
Setelah itu berdasarkan data yang diolah, meliputi Gambar Layout lapangan, Dokumentasi, Hasil
Observasi Lapangan. Biaya Proyek meliputi, Menghitung Volume, Menentukan Analisa Harga Satuan,
Menghitung (RAB). SMK3 meliputi, Merencanakan Item pekerjaan, Klasifikasi dan Pengendalian
Resiko Kecelakaan, Menentukan APD dan APK yang Sesuai. Waktu meliput Bobot Pekerjaan, Tabel
Ketergantungan, Time Schedule (Barchart dan NWP), membuat Kurva S. Sumber Daya Manusia
meliputi: Menghitung kebutuhan tenaga kerja, membuat kebutuhan tenaga kerja dan durasi pekerjaan.
Hasil akhir dari Manajemen Mutu Proyek ialah Tabel Checklist Mutu atau Spesifikasi untuk
Pembangunan Gedung Asrama Kesatuan Brigade Mobil Di Kabupaten Kubu Raya. Hasil dari Analisa
Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada pembangunan gedung Asrama ini adalah sebesar : Rp.
[Link],70 (Empat Belas Milyar Enam Puluh Satu Juta Delapan Ratus Lima Puluh Enam Ribu
Enam Ratus Dua Puluh Delapan Koma Tujuh Puluh Rupiah ), serta hasil perhitungan kebutuhan waktu
atau durasi pelaksanaan pembangunan menggunakan metode Network Planning (NWP) yaitu dengan
metode NWP mendapatkan durasi pekerjaan 336 hari, sedangkan menggunakan metode Barchard
mendapatkan durasi pekerjaan selama 14 bulan. Adapun SMK3 Pada Pembangunan Gedung Asrama
ini adalah Alat Pelindung Diri (APD) terdiri dari pelindung kepala (Helm) 120 buah, Sarung Tangan
110 buah, Kacamata Pelindung 110 buah, Sepatu Boots 110 buah, Full Body Harnes 110 buah, Masker
370 box Sepatu Safety 10 pasang dan Rompi 120 buah. Adapun untuk (APK) terdiri dari. Rambu-rambu
5 buah, Voli Line 20 buah, dan Scapolding 50 set. Hasil akhir dari Manajemen Mutu Proyek adalah
Tabel Checklist Mutu / Spesifikasi untuk Pembangunan Gedung Asrama Kesatuan Brigade Mobil Di
Kabupaten Kubu Raya dan Muthual Check 0% (MC 0%) apakah telah sesuai atau belum sesuai.

Kata Kunci: Manajemen Konstruksi, Tinjauan Perencanaan, Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja

1
ISSN: xxxx - xxxx
Vol. 1, No. 1, Bulan 2020
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil

ABSTRCT
In line with the increasingly rapid development and population growth which is increasing in Kubu
Raya Regency, the need for facilities and infrastructure for the city government includes housing for
Brimob personnel in accordance with the regional budget. So the Mobile Brigade Unit Dormitory
Building was built in Kubu Regency. The method for completing this final project uses literature studies
that use data, namely, secondary and primary data. After that, based on the processed data, including
field layout drawings, documentation, field observation results. Project costs include, Calculating
Volume, Determining Unit Price Analysis, Calculating (RAB). SMK3 includes, Planning work items,
Classification and Control of Accident Risk, Determining the Appropriate PPE and GER. Time covers
Job Weight, Dependency Table, Time Schedule (Barchart and NWP), making S Curve. Human
Resources include: Calculating labor requirements, making labor requirements and job duration. The
final result of the Project Quality Management is a Quality Checklist Table or Specifications for the
Construction of the Car Brigade Unit Dormitory Building in Kubu Raya Regency. The results of the
analysis of the Budget Plan (RAB) for the construction of this dormitory building are: Rp.
14,061,856,628.70 (Fourteen Billion Sixty One Million Eight Hundred Fifty Six Thousand Six Hundred
Twenty Eight Comma Seventy Rupiah), as well as the calculation results of time requirements or the
duration of development using the Network Planning (NWP) method, namely the NWP method get a
work duration of 336 days, while using the Barchard method get a job duration of 14 months. The
SMK3 in the Construction of the Dormitory Building is Personal Protective Equipment (PPE)
consisting of 120 head protectors, 110 gloves, 110 protective glasses, 110 boots, 110 full body
harnesses, 370 masks of safety shoes 10 pairs and 120 pieces of Vest. As for (APK) consists of. Signs
5 pieces, Line Volleyball 20 pieces, and Scapolding 50 sets. The final result of the Project Quality
Management is the Quality / Specification Checklist Table for the Construction of the Dormitory
Building for the Mobile Brigade Unit in Kubu Raya Regency and the Mutual Check 0% (MC 0%)
whether it is appropriate or not

Keywords: Construction Management, Planning Overview, Occupational Health and Safety


Management Systems

2
ISSN: xxxx - xxxx
Vol. 1, No. 1, Bulan 2020
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil

TINJAUAN PUSTAKA
PENDAHULUAN
Latar Belakang Manajemen Biaya Proyek

Wilayah Kabupaten Kubu Raya adalah Menurut Widiasanti I dan Lenggogeni (2013),
Kabupaten termuda di Kalimantan Barat yang Perencanaan Biaya merupakan rangkaian
sebelumnya termasuk pada Kota Pontianak. langkah perkiraan besarnya biaya dari sumber
Dengan Jumlah penduduk 600.000 jiwa, maka daya yang diperlukan oleh peroyek. Langkah –
Kabupaten Kubu Raya termasuk kategori langkah tersebut termasuk juga
wilayah yang besar, akan tetapi di Kabupaten mempertimbangkan berbagai alternatif yang
Kubu Raya sendiri belum tersedianya fasilitas mungkin dalam mendapatkan biaya yang paling
tempat tinggal seperti asrama Brimob di ekonomis bagi kinerja atau material. Hal ini
Kabupaten Kubu Raya, maka perlunya Asrama menyebabkan perencanaan biaya baru dapat
Brimob di Kabupaten Kubu Raya diselesaikan bila telah tersedia perencanaan
keperluan sumber daya.
Rumusan Masalah
Manajemen Sumber Daya Manusia
Di Kabupaten Kubu Raya masih belum
tersedianya fasilitas tempat tinggal untuk para Menurut Widiasanti I dan Lenggogeni (2013),
personil brimob dan yang sudah ada pun sudah Perencanaan Sumber Daya Proyek dapat
tidak layak huni maka dengan hal ini dikelompokkan menjadi 2 golongan yaitu
bagaimana cara Merencanakan 5 Aspek perencanaan sumber daya manusia (SDM) yang
Manajemen yang meliputi Manajemen Biaya meliputi rancangan organisasi, pengisian
Proyek, Manajemen Waktu, Manajemen Mutu, personil untuk kantor pusat, mobilisasi dan
Manajemen Sumber Daya Manusia serta pelatihan tenaga kerja untuk lapangan, serta
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, sumber daya non manusia yang meliputi
pada Gedung Asrama Kesatuan Brigade Mobil pengadaan material, peralatan yang akan
di Kabupaten Kubu Raya menjadi bagian permanen proyek serta
peralatan konstruksi.
Tujuan
Manajemen Waktu
Untuk merencanakan pembangunan Gedung
asrama brimob di Kabupaten Kubu Raya sesuai Waktu proyek atau biasa disebut umur proyek
dengan manajemen konstruksi pelaksanaan merupakan salah satu atribut proyek yang
pembangunan Gedung Asrama kesatuan sangat penting dalam manajemen proyek.
Brigade Mobil di Kabupaten Kubu Raya sesuai Kegagalan mengelola waktu proyek akan
dengan 5 aspek manajemen yang sudah berakibat pada penyelesaian proyek yang tidak
disebutkan sebelumnya tepat waktu (Soeharto I, 1997).

Rancangan Penelitian Time Schedule

Penelitian ini dimulai dengan menentukan Time Schedule adalah rencana alokasi Dalam
judul, membuat latar belakang, membatasi Menerapkan sistem manajemen Waktu, unit
masalah, membuat tujuan, membuat manfaat, yang dicakup yaitu tentang pengetahuan
membuat sistematika penulisan dan membuat keterampilan dan sikap perilaku yang
metedeologi penulisan yang mencakup diagram diperlukan dalam menerapkan sistem
alir serta membuat dan lalu mengumpulkan Manajemen Waktu, di dalam time schedule ini
data, baik data primer maupun data sekunder menerapkan pekerjaan agar tepat sasaran dan
yang di kompilasi menjadi Analisa Biaya, efisien (Badri S, 1991). Time Schedule Pada
SDM, Waktu, Mutu dan SMK3 Proyek Konstruksi dapat dibuat dalam bentuk :
 Bobot Pekerjaan
 Barchat

3
ISSN: xxxx - xxxx
Vol. 1, No. 1, Bulan 2020
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil

 Kurva S Checklist Mutu dan spesifikasi, Mutual Check


(MC) 0%,

Rencana Kerja dan Syaratnya (RKS)

Dalam membuat manajemen mutu, Penulis


akan membuat Rencana Kerja dan Syarat.
RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat)
adalah pedoman penting dalam
Gambar 1. Tabel Kurva S Proyek
melaksanakan suatu proyek di samping
Sumber : Time Schedule Pembangunan Gedung Flat gambar. Sehingga penting untuk di review
Asrama Kesatuan Brimob Kabupaten Kubu dan dipahami seawal mungkin untuk
Raya kelancaran pelaksanaan proyek, dalam
RKS meliputi beberapa bagian sebagai
Network Planning (NWP)
berikut:
Menurut Levin dan Kirkpatrick (1972), metode  Keterangan
Jalur Kritis (Critical Path Method - CPM),  Penjelasan Umum
yakni metode untuk merencanakan dan  Syarat Teknis
mengawasi proyek - proyek merupakan sistem  Syarat Pelaksanaan
yang paling banyak dipergunakan diantara  Syarat Administrasi
semua sistem lain yang memakai prinsip
pembentukan jaringan. Dengan CPM, jumlah Checklist Mutu dan Spesifikasi
waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
berbagai tahap suatu proyek dianggap diketahui Checklist adalah suatu daftar mengenai hal
dengan pasti, demikian pula hubungan antara – hal yang harus dicek atau diperiksa dalam
sumber yang digunakan dan waktu yang membantu pekerjaan yang memiliki item
diperlukan untuk menyelesaikan proyek. yang banyak dan rumit. Checklist akan
membantu pelaku proyek agar dapat
mengendalikan proyek dengan baik.

Gambar 2. Jaringan Kerja Proyek


Sumber : Levin dan Kirkpatrick (1972)
Gambar 3. Tabel Checklist Mutu dan Spesifikasi
Manajemen Mutu Sumber : (ISO 9001,2015)

Sistem manajemen mutu adalah suatu Mutual Check Nol (MC 0 %)


keputusan strategis bagi suatu organisasi yang
dapat membantu organisasi untuk Mutual Check Nol adalah suatu bentuk laporan
meningkatkan kinerjanya secara keseluruhan setiap jenis item uraian pekerjaan yang
dan menyediakan dasar yang kuat untuk dilengkapi dengan berita acara pemeriksaan
inisiatif pembangunan berkelanjutan (ISO lapangan bersama (MC 0%), berita acara serah
9001,2015). Dalam pengerjaan Manajemen terima lapangan (BA MC 0%), schedule dan
Mutu yang penulis akan bahas adalah Rencana rekap MC 0%.
Kerja dan Syarat – Syaratnya (RKS), Tabel

4
ISSN: xxxx - xxxx
Vol. 1, No. 1, Bulan 2020
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil

Manajemen Keselamatan Kerja Proyek suatu bangunan atau proyek dengan banyaknya
(SMK3) biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah,
serta biaya- biaya lain yang berhubungan
Sistem Manajemen Keselamatan dan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek
Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian dari Langkah – langkah dalam membuat Rencana
sistem manajemen perusahaan secara Anggaran Biaya (RAB) sebagai berikut :
keseluruhan dalam rangka pengendalian Resiko
yang berkaitan dengan kegiatan kerja, guna a. Membuat Tabel / Format terdapat :
terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, Nomor, Uraian Pekerjaan, Volume,
dan produktif. (PER-05/MEN/1996) Satuan, Harga Satuan dan Jumlah Harga
b. Merencanakan Item Pekerjaan Dan Satuan
c. Menghitung Volume Pekerjaan sesuai
Gambar Kerja
d. Merencanakan Analisa Harga Satuan
Pekerjaan (AHSP)
e. Menghitung jumlah harga
f. Membuat rekapitulasi harga

Gambar 4. Contoh Tabel Keselamatan Dan Kesehatan Tabel 1. Hasil Perhitungan Rencana Anggaran
Kerja (K3) Biaya
Sumber : PER-05/MEN/1996

METODOLOGI

Adapun data yang dipakai dalam Tinjauan


Perencanaan Manajemen Pada Gedung Asrama
Kesatuan Brigade Mobil ini menggunakan data
primer dan sekunder. Data primer yang di
gunakan yaitu, Gambar Layout Lapangan,
Dokumentasi, dan Hasil Wawancara. Adapun Keterangan : Perkiraan Perhitungan Rencana Anggran
data sekunder yang di gunakan yaitu, gambar Biaya
Kerja, peraturan menteri, Basic Price Sumber : Nopriansyah dan Hareisna Maulana (2020)
Kabupaten Kubu Raya Tahun 2019, dan
Analisa Harga Satuan Pekerjaan Tahun 2019 Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah
(AHSP) Kabupaten Kubu Raya. perhitungan rincian biaya yang diperlukan
sebesar Rp. [Link],70 (Harga sudah
HASIL DAN ANALISIS termasuk PPN sebesar 10%) dan untuk
Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) sebesar
Hasil Analisis Perencanaan yang kami bahas [Link],00
hanya meliputi Perhitungan dan Perencanaan
yang meliputi: Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Perencanaan Manajemen Sumber Daya
Pondasi, Pekerjaan Struktur, Manusia (SDM)
Pekerjaan Atap, Pekerjaan Plafond, Pekerjaan
Pintu, Jendela Dan Ventilasi, Pekerjaan Dalam manajemen Sumber Daya Manusia
Pengunci Dan Pengantung, Pekerjaan Penutup (SDM) mencakup tentang perhitungan
Lantai Dan Penutup Dinding kebutuhan tenaga kerja dan durasi pada
pekerjaan Pembangunan Gedung Asrama
Perencanaan Manajemen Pembiayaan Kesatuan Brigade Mobil di Kabupaten Kubu
Proyek Raya. Berikut Tabel Contoh Rencana Anggaran
Pelaksanaan dapat di lihat pada Tabel 2.
Dalam Manajemen Biaya, mencakup Rencana Contoh Rencana Anggaran Pelaksanaan
Anggaran Biaya (RAB). Rencana Anggaran Rumus Menggunakan AHSP
Biaya diperlukan untuk memperhitungkan

5
ISSN: xxxx - xxxx
Vol. 1, No. 1, Bulan 2020
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil

Tabel 2. Contoh Rencana Anggaran Setelah membuat perhitungan Tenaga Kerja


Pelaksanaan dan Durasi Langkah berikutnya adalah dengan
membuat Tabel Perhitungan Tenaga Kerja dan
Durasi dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel
Perhitungan Tenaga Kerja dan Durasi

Keteranagan : Rencana Anggaran Pelaksanaan


Sumber : Nopriansyah dan Hareisna Maulana (2020) Keteranagan : Tabel Perhitungan Tenaga Kerja dan Durasi
Sumber : Nopriansyah dan Hareisna Maulana (2020)
Galian Tanah Pondasi
Diketahui Setelah membuat tabel perhitungan tenaga
Pekerjaan : Galian Tanah Pondasi kerja dan dursi
Volume Pekerjaan = 56,08 M3 Berkutnya adalah dengan membuat
Koefisien Pekerja = 0,75 OH Rekapitulasi Kebutuhan Tenaga Kerja
Koefisien Mandor = 0,03 OH Pekerjaan Galian Tanah Pondasi
Asumsi Pekerja = 5 Orang - Pekerjaan :
Asumsi Mandor = 1 Orang - Galian Tanah Pondasi
∑ Tenaga Kerja = Volume Pekerjaan X - Jumlah Tenaga Kerja :
Koefisien Pekerja Pekerja = 5, Mandor = 1
= 56,08 M3 X 0,75 OH
= 42,06 M3/OH Tabel 4. Rekapitulasi Tenaga kerja Per Item
∑ Tenaga Kerja = Volume Pekerjaan X Pekerjaan Perminggu
Koefisien Mandor = 56,08 M3 X 0,03 OH
= 1,40 M3/OH
Durasi:
Pekerja =
, /
= = 8,4 M3/Hari
= 8 M3/Hari
Mandor =
Keteranagan : Rekapitulasi Kebutuhan Tenaga Kerja
, / 3 PerItem Pekerjaan Per Minggu
= = 1,4 M /Hari
Sumber : Nopriansyah dan Hareisna Maulana (2020)
3
= 1 M /Hari
1 Mandor dapat mengepalai 30 pekerja Selanjutnya adalah dengan membuat
Rencana Anggaran Pelaksanaan Pekerja Rekapitulasi Kebutuhan Tenaga Kerja Perahli
Hari X Orang X Harga Satuan Pekerjaan Perminggu dimana dengan jumlah
Pekerja = 8 Hari X 5 Orang X 135.000,00 Tenaga kerja perminggu terbanyak terdapat
= Rp 5.400.000,00 pada minggu ke 14 yaitu sebanyak 120 orang
Mandor = 1 Hari X 1 Orang X 185.000 pekerja.
= Rp. 185.000,00
Harga Total = Rp 5.400.000,00 +
Rp.185.000,00
= Rp 5.585.000,00
RAP < RAB
Rp 5.585.000,00 < Rp6.531.450,00
AMAN

6
ISSN: xxxx - xxxx
Vol. 1, No. 1, Bulan 2020
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil

Tabel 5. Rekapitulasi Tenaga kerja Per Item Dengan Metode CPM ini (Critical Path
Pekerjaan Perminggu per jenis keahlian Method) mendapatkan Waktu Pekerjaan selama
336 Hari Kerja atau 14 bulan Sedangkan untuk
di Time Schedule nya sendiri mendapatkan
waktu selama 14 bulan pekerjaan / 56 minggu
/ 336 hari kerja

Manajemen Mutu Proyek

Dalam manajemen Mutu, mecakup tentang


Rencana Kerja dan Syarat-syarat, membuat
Keteranagan : Rekapitulasi Kebutuhan Tenaga Kerja tabel (RKS). Rencana Kerja dan Syarat-syarat
PerItem Pekerjaan Per Minggu per Jenis (RKS) adalah pedoman penting dalam
keahian
Sumber : Nopriansyah dan Hareisna Maulana (2020)
melaksanakan suatu proyek di samping
gambar. Sehingga penting untuk di baca dan
Manajemen Waktu Proyek dipahami seawal mungkin untuk kelancaran
pelaksanaan proyek. Penulis juga akan
Dalam Manajemen Waktu, mencakup tentang merencanakan daftar checklist mutu dan
Time Schedule dan Network Planning spesifikasinya dengan pekerjaan yang berbasis
menggunakan metode CPM (Critical Path kepada RKS yang telah direncanakan serta
Methode). Dalam Time Schedule terdapat membuat Mutual Check Nol 0% (MC 0%)
elemen durasi dan bobot pekerjaan.
Langkah-langkah dalam pembuatan Time Tabel Checklist Mutu dan Spesifikasi
Schedule (Barchart & Kurva S) dan Network
Planning dengan metode CPM Tabel Cheklist Mutu dan Spesifikasi beracuan
A. Bahan Yang Diperlukan : pada analisa harga satuan pekerjaan kabupaten
1. Item Pekerjaan yang telah disusun kubu raya tahun 2019, dimana dalam ahsp
2. Time Schedule tersebut terdapat bahan dan spesifikasi yang di
 Bobot per item pekerjaan gunakan dalam pebangunan gedung, tabel ini
digunakan dala perencanaan dan pelaksaan
 Barchat
apakah pekerjaan atau bahan yang dating sesuai
 Kurva S
atau tidak ketika pelaksanaan, yang berhak
3. Durasi pekerjaan
untuk menchecklist nya adalah bagaian logistic
4. Tabel Ketergantungan
atau kontraktor
5. NWP dengan Metode CPM

Gambar 6. Tabel Checklis Mutu dan Sfesifikasi


Sumber : Nopriansyah dan Hareisna Maulana (2020)

Mutual Check Nol (MC 0%)


Mutual Check Nol % (MC 0%) pasti akan kita
jumpai pada saat melaksanakan suatu pekerjaan
dan ini menjadi salah satu kelengkapan yang
wajib dibuat dan dilaksanakan karena ini akan
Gambar 5. NWP dengan Metode CPM dan Time Schedule berpengaruh terhadap pekerjaan yang akan kita
Sumber : Nopriansyah dan Hareisna Maulana (2020)
laksanankan apakah mengalami perubahan
Misal volume bertamabah atau berkurang dan
apakah tetap.

7
ISSN: xxxx - xxxx
Vol. 1, No. 1, Bulan 2020
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil

Tabel 7. Mutual Check Nol % (MC 0%) Tabel 8. Analisa Kesehatan Dan Keselamatan
Kerja

Keterangan: Mutual Check Nol % (MC 0%)


Sumber : Nopriansyah dan Hareisna Maulana (2020)

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan


Kerja (SMK3)
Keterangan: Tabel Analisa Kesehatan dan Keselamatan
Dalam Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja
Sumber : Nopriansyah dan Hareisna Maulana (2020)
Kerja Proyek mencakup tentang Rencana
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) dan Kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan
APK (Alat Pengaman Kerja) serta Menghitung Alat Pengaman Kerja (APK)
jumlah Biaya Pemakaian APD (Alat Pelindung
Diri) dan APK (Alat Pengaman Kerja) pada Kebutuhan Biaya Alat Pelindung Diri Dan Alat
pekerjaan Pembangunan Gedung Asrama Pengaman Kerja (APD & APK) adalah biaya
Kesatuan Brigade Mobil Di Kabupaten Kubu yang digunakan dalam sewa alat dan
Raya. pembelian, untuk harga Alat Pelindung Diri
A. Langkah Kerja / Metode Perencanaan (APD) dan Alat Pengaman Kerja dapat
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) disesuaikan di daerah masing-masing
dan APK (Alat Pengaman Kerja) Adapun Rincian Biaya Kebutuhan Alat
 Membuat Format Perencanaan Pelindung Diri (APD) dan Alat Pengaman
Penggunaan APD dan dan APK (Alat Kerja (APK) Pada Pembangunan Gedung
Pengaman Kerja) Asrama Kesatuan Brigade Mobil Di Kabupaten
Dalam tabel/format terdapat: Nomor, Kubu Raya Adalah dapat dilihat pada Tabel 8
Uraian Pekerjaan, Identifikasi Bahaya, Kebutuhan Biaya Alat Pelindung Diri (APD)
Penilaian resiko (Kemungkinan, Dan Alat Pengaman Kerja.
Keparahan,Tingkat resiko) , Skala
Prioritas, Keterangan, dan APD yang Tabel 9. Kebutuhan Biaya Alat Pelindung Diri
diperlukan). (APD) Dan Alat Pengaman Kerja
 Pekerjaan / Kegiatan diisi sesuai dengan
item pekerjaan pada RAB namun di
persingkat. Contoh: Pada RAB terdapat
pekerjaan papan nama kegiatan, pagar
sementara, direksi keet, pembersihan
lokasi, mobilisasi dan demobilisasi, P3K
dan keselamatan Kerja, pengukuran dan
pemasangan bowplank. Serta untuk
pekerjaan pondasi ada pekerjaan galian
tanah pondasi, pengadaan tiang pancang,
pemancangan mini pile dan lain-lain.
Keterangan: Tabel Kebutuhan Biaya Alat Pelindung Diri
 Identifikasi bahaya adalah bahaya / (APD) Dan Alat Pengaman Kerja
resiko yang kemungkinan terjadi pada Sumber : Nopriansyah dan Hareisna Maulana (2020)
saat pekerjaan tersebut berlangsung.
KESIMPULAN

1. Hasil akhir dari Aspek Manajemen Biaya


adalah Dari analisa perhitungan
Perencanaan Anggaran Biaya (RAB) pada

8
ISSN: xxxx - xxxx
Vol. 1, No. 1, Bulan 2020
Retensi _Rekayasa Teknik Sipil

Bangunan Gedung Asrama Kesatuan Rosanti, [Link].,M.T. selaku Ketua Jurusan


Brgade Mobil Di Kabupaten Kubu Raya ini Teknik Sipil dan Perencanaan Politeknik
memerlukan Biaya (RAB) sebesar Rp. Negeri Pontianak, Ibu [Link] Rabihati, M.T.
[Link],70 (Harga sudah termasuk selaku Ketua Program Studi Perencanaan
PPN sebesar 10%) dan Rencana Anggaran Perumahan dan Pemukiman [Link] Politeknik
Pelaksanaan (RAP) sebesar Rp Negeri Pontianak serta dosen pembimbing
[Link],00 yang juga memberikan arahan dan ilmu-
2. Hasil akhir dari Aspek Manajemen Sumber ilmunya kepada kami, Bapak Drs. Satriyo
Daya Manusia (SDM) adalah jumlah Utomo, S.T.,M.T. dan Ibu Hj Eva Ryanti,
Pekerja pada setiap item pekerjaan dan ST.,M.T.
durasi setiap item pekerjaan dan jumlah
Pekerja pada setiap item pekerjaan disusun DAFTAR PUSTAKA
pada tabel Kebutuhan Tenaga Kerja. Rata - (1) AWidiasanti, Irika dan Lenggogeni. (2013).
rata kebutuhan tenaga kerja terbanyak Manajemen konstruksi. Bandung: PT
adalah pada minggu ke 14 sebanyak 120 Remaja Rosdakarya
orang pekerja perhari
3. Hasil akhir dari Aspek Manajemen Waktu (2) A. Soedrajat Sastraatmaja, (1984), Analisa
adalah Time Schedule berupa Barchat, Anggaran Biaya Pelaksanaan. Penerbit Nova,
Kurva S, dan Network Planning ( Dengan Bandung
Metode CPM), total waktu yang diperlukan
untuk pembangunan Gedung Asrama (3) A.Z, Zainal. (1992). Analisis Bangunan
Menghitung Anggaran Biaya Bangunan.
Kesatuan Brigade Mobil Di Kabupaten Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Kubu Raya 4 (Empat) Lantai ini adalah
56 minggu / 14 bulan / 336 hari kerja. (4) Badri, Sofwan, (1991). Dasar-dasar Network
4. Hasil akhir dari Manajemen Mutu adalah Planning, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta
dapat merencanakan Rencana Kerja dan
Syarat-Syaratnya, Membuat Tabel Checklis (5) Charles, Kirkpatrick.A. dan Levin, Richard,I.
Mutu dan Spesifikasi serta Merencanakan (1972). Perencanaan dan Pengawasan dengan
PERT dan CPM. Bhatara : Jakarta
Mutual Check 0% (MC 0%)
5. Berdasarkan perencanaan Aspek (6) ISO 9001 (2015) International Organization
Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja / for Standardization .Sistem Manajemen Mutu
SMK3 diperoleh hasil akhir berupa – Persyaratan.
Klasifikasi dan Pengendalian Resiko Pada
Gedung Asrama Kesatuan Brigade Mobil Di (7) PMTK (1996) Pereturan Menteri Tenaga
Kabupaten Kubu Raya, serta Alat Pelindung Kerja Nomor PER-05/MEN/1996. Tentang
Diri (APD) dan Alat Pengaman Kerja Sistem Manajemen Keselamatan dan
(APK) yang terdiri dari Helm, Sarung Kesehatan Kerja.
tangan, Kacamata Pelindung, Sepatu Boots,
(8) PUPR RI (2016) Peraturan Menteri
Body Harnes, Rompi, Masker, Sabuk
Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
Pengaman, Jaring Pengaman, Rambu Republik Indonesia Nomor 28/PRT/M/2016
Peringatan, Sepatu Safety dan Scapolding Tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan

UCAPAN DAN TERIMA KASIH (9) PUPR RI (2018) Peraturan Menteri


Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan Republik Indonesia Nomor 22/PRT/M/2018
terima kasih kepada Allah SWT, karena Tentang Pembangunan Bangunan Gedung
Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat Negara.
menyelesaikan Tugas Akhir ini Kedua orang
(10) Soeharto Iman, (1997) “ Manajemen Proyek :
tua tercinta yang senantiasa selalu memberikan
Dari Konseptual sampai Operasional” Editor
doa dan dukungannya terhadap kami, Bapak Ir. Yati Sumiharti, Cet.3 .Jakarta : Erlangga
H. M. Toasin Asha, [Link]. selaku Direktur
Politeknik Negeri Pontianak, Ibu Indah

Anda mungkin juga menyukai