0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan32 halaman

Pengaruh Pelayanan Bank Syariah

Bab pendahuluan mendiskusikan latar belakang masalah mengenai perbedaan bank syariah dan konvensional serta pengertian pelayanan dan minat menabung. Bab ini juga menjelaskan identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, dan tujuan serta manfaat penelitian tentang pengaruh pelayanan terhadap minat menabung di bank syariah."

Diunggah oleh

Lisyaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan32 halaman

Pengaruh Pelayanan Bank Syariah

Bab pendahuluan mendiskusikan latar belakang masalah mengenai perbedaan bank syariah dan konvensional serta pengertian pelayanan dan minat menabung. Bab ini juga menjelaskan identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, dan tujuan serta manfaat penelitian tentang pengaruh pelayanan terhadap minat menabung di bank syariah."

Diunggah oleh

Lisyaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bank syariah merupakan salah satu bentuk dari

perbankan nasional yang berdasarkan operasionalnya pada

syariat (hukum) islam.1 Menurut Schaik, bank islam

adalah sebuah bentuk dari bank modern yang didasarkan

pada hukum Islam yang sah, dikembangkan pada abad

pertama Islam, menggunakan konsep berbagi resiko

sebagai metode utama, dan meniadakan keuangan

berdasarkan kepastian serta keuntungan yang ditentukan

sebelumnya.2 Sudarsono mengemukakan, bank syariah

adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan

kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas pembayaran

serta peredaran uang yang beroperasi dengan prinsip-

prinsip syariat.3

Dalam Undang-Undang No. 21 tahun 2008 diterangkan

bahwa yang dimaksud dengan perbankan syariah adalah

segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank Syariah dan

Unit Usaha Syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan

1
Khaerul Umam, Manajemen Perbankan Syariah, (Bandung: CV Pustaka
Setia, 2013), hlm. 15.
2
Ibid, hlm. 15.
3
Ibid, hlm. 16.
usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan

kegiatan usahanya.4

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian

melayani adalah membantu menyiapkan (mengurus) apa yang

diperlukan seseorang. Sedangkan pengertian pelayanan

adalah usaha melayani kebutuhan orang. Pelayanan pada

dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan oleh

organisasi atau perorangan kepada konsumen, yang

bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki.5

A.S Moenir, mendefinisikan pelayanan sebagai

kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok

orang dengan landasan tertentu yang tingkat pemuasannya

hanya dapat dirasakan oleh orang yang melayani atau

dilayani, bergantung pada kemampuan penyedia jasa dalam

memenuhi harapan pengguna.6

Berdasarkan observasi yang saya lakukan di Bank Riau

Kepri capem syariah Tembilahan saya melihat

pelayanannya cukup bagus saat melayani nasabah,

diantaranya mengucapkan salam dan tutur bahasa yang

lemah lembut. Dengan kualitas pelayanan Bank Riau Kepri

4
M. Nur rianto Al Arif, Lembaga Keuangan Syariah, (Bandung: CV
Pustaka Setia, 2012), hlm. 98.
5
M. Nur Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah,
(Bandung: CV ALFABETA, 2012), hlm. 211.
6
Zaenal Mukarom dan Muhibudin Wijaya Laksana, Membangun Kinerja
Pelayanan Publik Menuju Clean Government and Good Governance,
(Bandung: CV PUSTAKA SETIA, 2016), hlm. 15.
capem syariah Tembilahan dapat memunculkan daya tarik

dan minat nasabah untuk menabung.

Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa

keterikatan pada suatu hal atau aktifitas, tanpa ada

yang menyuruh.7 Minat menabung nasabah yaitu keinginan

yang datang dari diri nasabah untuk menggunakan

produk/jasa bank.

Adanya kerjasama antara pihak Bank Riau Kepri capem

syariah Tembilahan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam

Auliaurrasyidin yang mana mahasiswanya melakukan

transaksi pembayaran terkait administrasi kampus

membayar ke Bank Riau Kepri capem syariah Tembilahan,

sehingga mahasiswanya dapat melihat dan mengetahui

kualitas pelayanan yang ada di Bank Riau Kepri capem

syariah Tembilahan sehingga memunculkan minatnya

mahasiswa untuk menabung disitu.

Dilihat dari latar belakang ini penulis tertarik untuk

melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH PELAYANAN

TERHADAP MINAT MAHASISWA MENABUNG DI BANK SYARIAH(STUDI

MAHASISWA STAI AULIAURRASYIDIN TEMBILAHAN)”

7
Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka
Cipta, 2017), hlm. 166.
B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian-uraian dari latar belakang di

atas, penulis dapat mengidentifikasi masalah-masalah

sebagai berikut :

1. Belum maksimalnya program promosi melalui pelayanan

yang dilakukan Bank-bank syariah.

2. Banyaknya mahasiswa menabung di Bank Konvensional

dari pada Bank Syariah.

3. Minimnya peran dosen dalam menumbuhkan sikap

mahasiswa untuk menabung di Bank Syariah.

C. Batasan Masalah

Agar permasalahan peneliti menjadi lebih spesifik

dan tidak meluas diluar pembahasan, maka perlu

dilakukan pembatasan masalah. Masalah yang akan

diteliti tentang pengaruh pelayanan terhadap minat

mahasiswa menabung di Bank Syariah.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis dapat

merumuskan masalah seperti di bawah ini :

1. Apakah ada pengaruh pelayanan terhadap minat

mahasiswa menabung di Bank Syariah?


2. Apakah signifikan pengaruh pelayanan terhadap minat

mahasiswa menabung di Bank Syariah?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan

penelitian ini adalah untuk mengetahui :

1. Untuk mengetahui pengaruh pelayanan terhadap minat

mahasiswa menabung di Bank Syariah.

2. Untuk mengetahui signifikan pengaruh pelayanan

terhadap minat mahasiswa menabung di Bank Syariah.

F. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka manfaat

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk Penulis

Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi

peneliti serta dapat menerapkan ilmu pengetahuan

atau teori yang selama ini diperoleh di bangku

kuliah.

2. Untuk Tempat Penelitian

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat

memberikan kontribusi akademik dalam bidang ilmu

ekonomi syariah sehingga dapat menjadi sumber


referensi bahan penunjang untuk persedian di

perpustakaan kampus.

3. Untuk Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan sebagai

penambah wawasan dan pengetahuan mengenai perbankan

syariah dan sebagai bahan informasi khususnya dalam

bidang ekonomi syariah sehingga dapat dijadikan

referensi untuk penelitian selanjutnya.


BAB II

KAJIAN TEORI

A. Landasan Teori

1. Bank Syariah

a. Pengertian Bank Syariah

Bank syariah merupakan bank yang secara

operasional berbeda dengan bank konvensional. Salah

satu ciri khas bank syariah yaitu tidak menerima

atau membebani bunga kepada nasabah, akan tetapi

menerima atau membebankan bagi hasil serta imbalan

lain sesuai dengan akad-akad yang di perjanjikan.

Konsep dasar bank syariah didasarkan pada Al-Qur’an

dan hadis. Semua produk dan jasa yang ditawarkan

tidak boleh bertentangan dengan isi Al-Qur’an dan

hadis Rasulullah.8

Bank syariah secara umum adalah lembaga

keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan

jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta

peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan

prinsip-prinsip syariah. Oleh karena itu, usaha

8
Drs. Ismail, MBA. AK., Perbankan Syariah, (Jakarta: Kencana,
2013), hlm. 29.
bank akan selalu berkaitan dengan masalah uang

sebagai dagangan utamanya.9

Antonio dan Perwataatmadja mendefinisikan bank

syariah adalah (1) bank yang beroperasi sesuai

dengan prinsip-prinsip syariat islam; (2) bank yang

tata cara operasionalnya mengacu pada ketentuan Al-

Quran dan Hadis, yaitu menjauhi prakyik-praktik

yang dikhawatirkan mengandung unsure-unsur riba

untuk diisi dengan kegiatan investasi atas dasar

bagi hasil dan pembiayaan perdagangan.10

b. Tujuan dan Fungsi Bank Syariah

Perbankan Syariah dalam melakukan kegiatan

usahanya berasaskan pada Prinsip Syariah, demokrasi

ekonomi, dan prinsip kehati-hatian. Perbankan

Syariah bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan

nasional dalam rangka meningkatkan keadilan,

kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat.

Sedangkan apabila kita berbicara mengenai

fungsi bank syariah, Bank syariah memiliki tiga

fungsi utama yaitu fungsi bank syariah untuk

menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk

titipan dan investasi, fungsi bank syariah untuk


9
M. Nur rianto Al Arif, Pengantar Ekonomi Syariah Teori dan
Praktik,(Bandung: CV Pustaka Setia, 2015), hlm. 318.
10
Mia Lasmi Wardiah, S.P.,[Link]. , Dasar-Dasar Perbankan,
( Bandung: CV Pustaka Setia, 2013), hlm. 76.
menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan

dana dari bank, dan juga fungsi bank syariah untuk

memberikan pelayanan dalam bentuk jasa perbankan

syariah.

1) Fungsi bank syariah untuk menghimpun dana

masyarakat

Fungsi bank syariah yang pertama adalah

menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan

dana. Bank syariah mengumpulkan atau menghimpun

dana dari masyarakat dalam bentuk titipan dengan

menggunakan akad al-wadiah dan dalam bentuk

investasi dengan menggunakan akad al-mudharabah.

2) Fungsi bank syariah sebagai penyalur dana kepada

masyarakat

a) Fungsi bank syariah yang kedua ialah

menyalurkan dana kepada masyarakat yang

membutuhkan. Masyarakat dapat memperoleh

pembiayaan dari bank syariah asalkan dapat

memenuhi semua ketentuan dan persyaratan yang

berlaku. Menyalurkan dana merupakan aktivitas

yang sangat penting bagi bank syariah. Dalam

hal ini bank syariah akan memperoleh return

atas dana yang disalurkan. Return atau


pendapatan yang diperoleh bank syariah atas

penyaluran dana ini tergantung pada akadnya.

b) Bank syariah menyalurkan dana kepada

masyarakat dengan menggunakan bermacam-macam

akad, antara lain akad jual beli dan akad

kemitraan atau kerja sama usaha. Dalam akad

jual beli, maka return yang diperoleh bank

atas penyaluran dananya adalah dalam bentuk

margin keuntungan. Margin keuntukngan

merupakan selisih antara harga jual kepada

nasabah dan harga beli bank. Pendapatan yang

diperoleh dari aktivitas penyaluran dana

kepada nasabah yang menggunakan akad kerja

sama usaha adalah bagi hasil.

3) Fungsi bank syariah memberikan pelayanan jasa

bank

a) Fungsi bank syariah disamping menghimpun dana

dan menyalurkan dana kepada masyarakat, bank

syariah memberikan pelayanan jasa perbankan

kepada nasabahnya. Pelayanan jasa bank

syariah ini diberikan dalam rangka memenuhi

kebutuhan masyarakat dalam menjalankan

aktivitasnya. Pelayanan jasa kepada nasabah

merupakan fungsi bank syariah yang ketiga.


Berbagai jenis produk pelayanan jasa yang

dapat diberikan oleh bank syariah antara lain

jasa pengiriman uang (transfer),

pemindahbukuan, penagihan surat berharga dan

lain sebagainya.

b) Aktivitas pelayanan jasa merupakan aktivitas

yang diharapkan oleh bank syariah untuk dapat

meningkatkan pendapatan bank yang berasal

dari fee atas pelayanan jasa bank. Beberapa

bank berusaha untuk meningkatkan teknologi

informasi agar dapat memberikan pelayanan

jasa yang memuaskan nasabah. Pelayanan yang

dapat memuaskan nasabah ialah pelayanan jasa

yang cepat dan akurat. Harapan nasabah dalam

pelayanan jasa bank ialah kecepatan dan

keakuratannya. Bank syariah berlomba-lomba

untuk berinovasi dalam meningkatkan kualitas

produk layanan jasanya. Dengan pelayanan jasa

tersebut, maka bank syariah mendapat imbalan

berupa fee yang disebut fee based income.11

11
Andrianto, dan Dr. M. Anang Firmansyah, Manajemen Bank
Syariah (Implementansi Teori dan Praktek), (Surabaya: CV. PENERBIT
QIARA MEDIA, 2019), hlm. 27-30.
c. Prinsip Dasar Bank Syariah

Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya,

perbankan syariah memiliki prinsip dasar yang harus

dipatuhi. Hal ini dikarenakan bahwa perbankan

syariah menjalankan kegiatan syariahnya harus

dijalankan oleh beberapa unsur yang diikat dalam

prinsip dasar. Unsur –unsur tersebut meliputi unsur

kesesuaian dengan syariah islam dan unsur legalitas

operasi sebagai lembaga keuangan.

Prinsip –prinsip tersebut telah menjadi

landasan yang kuat bagi pengelola perbankan

syariah. Adapun prinsip dasar dalam perbankan

syariah tersebut antara lain :12

1) Larangan terhadap transaksi yang mengandung

Barang atau Jasa yang diharamkan.

2) Larangan terhadap Transaksi yang Diharamkan

Sistem dan Prosedur Perolehan Keuntungannya.

2. Minat

a. Pengertian Minat

Minat ialah suatu dorongan yang menyebabkan

terikatnya perhatian individu pada objek tertentu

seperti pekerjaan, pelajaran, benda, dan orang.

Minat berhubungan dengan aspek kognitif, afek-tif,

12
Ibid, hlm. 31.
dan motorik dan merupakan sumber motivasi untuk

melakukan apa yang diinginkan.13

Minat adalah aspek kejiwaan dan bukan hanya

mewarnai perilaku seseorang untuk melakukan

aktifitas yang menyebabkan seseorang merasa merasa

tertarik kepada sesuatu. Selain itu minat memiliki

makna yang luas, karena dengan minat akan mampu

merubah sesuatu yang jelas menjadi lebih jelas.14

Minat dapat diartikan sebagai rasa lebih suka

dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau

aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Oleh karenanya

minat pada dasarnya merupakan penerimaan akan suatu

hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar

diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut,

semakin besar minatnya.15

Minat mengarahkan perhatian, rasa tertarik,

keinginan, dan motif nasabah untuk merealisasikan

loyalitas. Loyalitas nasabah kemudian dapat

diwujudkan dengan adanya minat dalam berbagai


13
Yudrik jahja, Psikologi Perkembangan, (Jakarta: Kencana,
2011), hlm. 63.
14
Hutomo Rusdianto dan Chanafi Ibrahim, Pengaruh Produk Bank
Syariah Terhadap Minat Menabung Dengan Persepsi Masyarakat Sebagai
Variabel Moderating Di Pati, (Jurnal Ekonomi Syariah: Vol. 4, Nomor
1, Juni 2016), hlm. 49.
15
Endang Mintarja, dkk, Hubungan Pengajaran Mata Kuliah Ekonomi
Islam terhadap Minat Mahasiswa Menabung di Bank Syariah, (Hayula:
Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies : Vol. 1,
No. 2, Juli 2017), hlm. 83.
bentuk, misalnya dengan mulai memperhatikan produk

lain yang ditawarkan, ketertarikan untuk memberi

rekomendasi kepada keluarga dan rekan kerja, dan

keinginan untuk menjadikan produk tersebut sebagai

pilihan utama, serta tidak mudah berpindah pada

bank lain.16

Dari beberapa pengetian minat di atas dapat di

simpulkan bahwa minat adalah suatu kekuatan yang

mendorong individu untuk memberikan perhatiannya

terhadap kegiatan menyimpan uang di bank yang

dilakukan secara sadar, tidak terpaksa dan dengan

perasaan senang.

3. Pelayanan

a. Pengertian Pelayanan

Pelayanan adalah suatu proses yang terdiri

dari serangkaian tindakan, interaksi, aktifitas

penting untuk menyampaikan jasa kepada pelanggan

dimana dalam penyampaiannya ini terdapat tujuan

menghasilkan keuntungan.17

16
Kristiyadi dan Sri Hartiyah, Pengaruh Kelompok Acuan,
Religiusitas, Promosi dan Pengetahuan Tentang Lembaga Keuangan
Syariah Terhadap Minat Menabung Di Koperasi Jasa Keuangan Syariah,
(Jurnal Ekonomi dan Teknik Infromatika: Vol. 5, Nomor 9, Februari
2016), hlm. 49.
17
Lely Indah Mindarti, Manajemen Pelayanan Publik (Menuju Tata
Kelola Yang Baik), (Malang: UB Press, 2016), hlm. 2.
Menurut Moenir, pelayanan merupakan

serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seseorang

atau sekelompok orang berdasarkan landasan faktor

materi melalui sistem, prosedur, dan metode

tertentu dalam rangka memenuhi kepentingan orang

lain sesuai haknya.18

Menurut Kotler, definisi pelayanan adalah

setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan

oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada

dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan

kepemilikan apapun.19

Umumnya pelayanan lebih bersifat intan-gibles,

tidak dapat dilihat dan diraba, sehingga

penggunanya hanya bisa merasakan melalui pengalaman

langsung. Namun pelayanan mencakup juga hal-hal

yang tangibles, yang bisa dilihat dan diraba,

berupa dimensi fisik dari pelayanan itu sendiri.

Usaha-usaha pelayanan jasa seperti perbankan,

asuransi, perhotelan, pariwisata, rumah sakit,

lembaga, pendidikan, serta usaha jasa lainnya,


18
Sjahrazad Masdar, Sulikah Asmorowati, dan Jusuf Irianto,
Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi untuk Pelayanan
Publik, (Surabaya: Airlangga University Press, 2009), hlm. 37.
19
Shandy Widjoyo Putro, dkk, PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN
KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN LOYALITAS KONSUMEN
RESTORAN HAPPY GARDEN SURABAYA, (Jurnal Manajemen Pemasaran: Vol.2,
No. 1, 2014), hlm. 2.
memiliki kedua dimensi di atas, dimensi pelayanan

kelihatan dan yang tidak kelihatan.20

Parasuraman mengajukan 5 faktor untuk menilai

kualitas pelayanan, yaitu tangible (bukti fisik),

reliability (keandalan), responsiveness (daya

tanggap), assurance (jaminan), emphaty (empati).21

B. Kajian Penelitian yang Relevan

Perlu kajian-kajian terdahulu. Terdapat beberapa

penelitian yang dilakukan mengenai fenomena yang

berkaitan dengan penelitian yang akan penulis angkat,

antara lain :

1. Penelitian Ahmad Abdilla Reza yang berjudul

“pengaruh fasilitas dan pelayanan bank terhadap

minat transaksi di bank syariah pada mahasiswa

fakultas ekonomi dan bisnis islam”. Hasil

menunjukkan bahwa variabel fasilitas dan pelayanan

mengalami pengaruh yang signifikan terhadap minat

transaksi di bank syariah pada mahasiswa fakultas

ekonomi dan bisnis islam. Hal ini dapat di lihat

20
Antonius Atosokhi Gea dan Antonina Panca Yuni Wulandari,
CHARACTER BUILDING IV Relasi dengan Dunia (ALAM, IPTEK & KERJA),
(Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2005), hlm. 344.
21
Helmi Haris dan Nur Said Irham T, Pengaruh Kualitas
Pelayanan dan Periklanan terhadap Keputusan Nasabah dalam
Menabung pada Bank Syariah,(Jurnal Muqtasid : Volume 3 Nomor 1,
Juli 2012), hlm. 4.
pada nilai F hitung > F tabel (22.737 > 3,09) dan p-

valui 0,000 < 0,050 ini berarti Hipotesis Ketiga (H3)

diterima dan Ho ditolak. Persamaan penelitian yang

saya lakukan dengan penelitian ini adalah sama-sama

meneliti tentang variabel pelayanan dan variabel

minat. Perbedaan dalam penelitian saya dengan

penelitian ini adalah bahwa penelitian ini dilakukan

di Lampung sedangkan saya dilakukan di kota

Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, memiliki dua

variabel independen (fasilitas dan pelayanan)

sedangkan penelitian yang saya lakukan hanya

terdapat satu variabel yaitu variabel pelayanan dan

penelitian ini menggunakan linier berganda sedangkan

penelitian yang saya lakukan hanya menggunakan

linier sederhana.22

2. Penelitian Erma Ardhiyanti yang berjudul “analisis

pengaruh pengetahuan, kualitas pelayanan dan promosi

terhadap minat menabung mahasiswa febi iain salatiga pada

bank syariah”. Hasil menunjukkan bahwa variabel

pengetahuan, kualitas pelayanan dan promosi mengalami

pengaruh yang signifikan terhadap minat menabung

mahasiswa febi iain salatiga pada bank syariah. Hal ini

22
Ahmad Abdilla Reza, Pengaruh Fasilitas Dan Pelayanan Bank
Terhadap Minat Transaksi Di Bank Syariah Pada Mahasiswa Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Islam , ( Jurnal Perbankan Syariah: 2017), hlm.
110.
dapat di lihat dari hasil koefisien determinasi (R2)

sebesar 0,468 ini artinya bahwa kontribusi variabel

independen menjelaskan atau mempengaruhi variabel

dependen sebesar 46,8%, sedangkan sisanya yang 53,2%

dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel yang lain

diluar model. Persamaan penelitian yang saya lakukan

dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti

tentang variabel pelayanan dan variabel minat.

Perbedaan dalam penelitian saya dengan penelitian

ini adalah bahwa penelitian ini dilakukan di salatiga

sedangkan saya dilakukan di kota Tembilahan

Kabupaten Indragiri Hilir, memiliki tiga variabel

independen (pengetahuan, kualitas pelayanan dan promosi)

sedangkan penelitian yang saya lakukan hanya

terdapat satu variabel yaitu variabel pelayanan dan

penelitian ini menggunakan linier berganda sedangkan

penelitian yang saya lakukan hanya menggunakan

linier sederhana.23

23
Erma Ardhiyanti, Analisis Pengaruh Pengetahuan, Kualitas
Pelayanan Dan Promosi Terhadap Minat Menabung Mahasiswa Febi Iain
Salatiga Pada Bank Syariah, ( Jurnal Perbankan Syariah: 2016), hlm.
91.
C. Asumsi Penelitian

Asumsi penelitian merupakan anggapan-anggapan

dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir

dalam melakukan sebuah studi penelitian. Dalam

melakukan studi penelitian ini peneliti menggunaka

asumsi dasar sebagai berikut:

“Jika pelayanan di bank syariah cepat tanggap,

baik, ramah, dan sopan, maka mahasiswa akan berminat

menabung di bank syariah”.

D. Hipotesis

Menurut Sugiyono, hipotesis merupakan jawaban

sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana

rumusan masalah peneliti telah dinyatakan dalam bentuk

kaliamat pernyataan. Dikatakan sementara karena jawaban

yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan,

belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang

diperoleh melalui pengumpulan data.24

Penulis mengajukan hipotesis dalam penelitian ini

yaitu sebagai berikut:

1. Ha: Terdapat pengaruh pengaruh pelayanan terhadap

minat mahasiswa menabung di Bank Syariah

24
Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: CV Alfa
Beta, 2013), hlm. 134.
Ho: Tidak terdapat pengaruh pengaruh pelayanan

terhadap minat mahasiswa menabung di Bank Syariah

2. Ha: Terdapat signifikan pengaruh pengaruh pelayanan

terhadap minat mahasiswa menabung di Bank Syariah

Ho: Tidak terdapat signifikan pengaruh pengaruh

pelayanan terhadap minat mahasiswa menabung di Bank

Syariah

E. Konsep Operasional

Menurut Burhan Bungin, konsep operasional adalah

konsep yang dibangun dari teori-teori yang digunakan

untuk menjelaskan variabel-variabel yang akan diteliti.

Konsep Operasional tersebut untuk mempermudah peneliti

dalam melaksanakan penelitian di lapangan.25

Sedangkan konsep yang di operasionalkan dalam

penelitian ini adalah pengaruh pelayanan terhadap minat

mahasiswa menabung di bank syariah, dengan indicator

sebagai berikut:

1. Variabel X (variabel independen)

Variabel x pada penelitian ini adalah pelayanan,

dengan indikator sebagai berikut:

a. Bukti fisik

b. Keandalan

25

Burhan Bungin, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta:


Prenada Media Group, 2010), hlm. 57.
c. Daya tanggap

d. Jaminan

e. Perhatian

2. Variabel Y (variabel defenden)

Variabel y pada penelitian ini adalah pelayanan,

dengan indikator sebagai berikut:

a. Dorongan dari dalam individu

b. Keinginan

c. Keputusan

d. Ketertarikan
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Adapun jenis penelitian ini menggunakan metode

penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono, metode

penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian yang

berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk

meneliti pada populasi atau sampel tertentu,

pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian,

analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan

tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.26

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Waktu penelitian

Waktu yang digunakan dalam penelitian ini

diperkirakan ± 3 bulan.

2. Tempat penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di STAI Auliaurrasyidin

Tembilahan [Link] no.12 Parit 6.

26
Sugiyono,Metode Penelitian Manajemen, (Yogyakarta: CV
Alfabeta, 2013), hlm. 36.
C. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa stai

auliaurrasyidin Tembilahan.

2. Objek penelitian ini adalah pelayanan bank syariah

terhadap minat menabung mahasiswa Stai

Auliaurrasyidin Tembilahan.

D. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

“Menurut Sugiyono, Populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan

hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam

yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang

ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi

meliputi seluruh karakteristik/ sifat yang dimiliki

oleh subyek atau obyek itu”.27 Populasi pada

penelitian ini adalah mahasiswa Stai Auliaurrasyidin

Tembilahan.

27
Ibid, hlm. 148.
2. Sampel

Menurut Sugiyono, sampel adalah bagian dari

jumlah dan karteristik yang dimiliki oleh populasi

tersebut.28

Pada penelitian ini menggunakan teknik

pengambilan sampel probability sampling dengan

teknik cluster sampling, yaitu teknik sampling

daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek

yang akan diteliti atau sumber data sangat luas,

misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau

kabupaten.29

Adapun kriteria sampelnya yaitu:

a. Mahasiswa Stai Auliaurrasyidin Tembilahan.

b. Mahasiswa yang merasakan pengaruh pelayanan bank

syariah terhadap minat menabung di bank syariah.

E. Teknik Pungumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini

adalah :

1. Observasi

Observasi diartikan sebagai pengamatan terhadap

pola prilaku manusia dalam situasi tertentu, untuk

mendapatkan informasi tentang fenomena yang


28
Ibid, hlm. 149.
29
Ibid, hlm. 153.
diinginkan.30 Yang di observasi dalam penelitian ini

adalah mahasiswa STAI Auliaurrasyidin Tembilahan.

2. Kuesioner (Angket)

Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data

dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau

pernyataan tertulis kepada responden untuk

dijawabnya.31

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang

sudah berlalu, dokumen bisa berbentuk tulisan,

gambar, atau karya-karya monumental dan seseorang.32

F. Instrumen Penelitian

Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan

pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Alat

ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen

penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat

yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial

yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini

disebut variabel penelitian.33

30
Ibid, hlm. 235.
31
Ibid, hlm. 230.
32
Ibid, hlm. 396.
33
Ibid, hlm. 178.
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap,

pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang

tentang fenomena sosial. Sehingga untuk mengetahui

pengukuran responden pada penelitian ini yang mana

menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner,

penulis menggunakan metode skala likert.34

G. Jenis Instrumen

Jenis instrumen yang digunakan adalah:

1. Kuesioner (Angket)

Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data

dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau

pernyataan tertulis kepada responden untuk

dijawabnya.35

H. Validitas dan Reabilitas Instrumen

1. Uji Validitas

Menurut Arikunto,”Validitas adalah suatu ukuran

yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau

kesahihan suatu instrument”.36 “Sugiyono mengemukakan

bahwa instrumen yang valid berarti alat ukur yang

digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu


34
Ibid, hlm. 168.
35
Ibid, hlm. 230.
36
Tukiran Taniredja Hidayati Mustafidah, Penelitian Kuantitatif
(Sebuah Pengantar), (Bandung: CV. Alfabeta, 2012), hlm. 42.
valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat

digunakaan untuk mengukur apa yang hendak diukur”.37

Uji validitas pada penelitian ini menggunakan SPSS

versi 26.

Cara untuk menguji validitas adalah dengan

membandingkan nilai r hitung dengan r tabel dengan

degree of freedom (df)= n-2, dalam hal ini adalah

jumlah sampel. Imam Ghozali mengemukakan bahwa ada

kriteria pengujian validitas yaitu sebagai berikut:

a. Jika r hitung positif dan r hitung > r tabel

maka butir pertanyaan tersebut valid.

b. Jika r hitung negative dan r hitung > r tabel

maka butir pertanyaan tersebut tidak valid.

c. r hitung dapat dilihat dalam kolom corrected

item total correlation.38

2. Uji Reliabilitas

Menurut Sudjana,”Reliabilitas adalah ketepatan

atau alat tersebut dalam menilai apa yang dinilai,

artinya kapan pun alat penilaian tersebut akan

digunakan memberikan hasilyang relative”.39

37
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, (Bandung: CV. Alfabeta,
2016), hlm. 348.
38
Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program
IBM SPSS 19, (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro,
2011), hlm. 53-54.
39
Tukiran Taniredja Hidayati Mustafidah, [Link]., hlm. 43.
Instrumen yang reliable berarti instrumen yang

bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek

yang sama akan menghasilkan data yang sama.40 Untuk

mengukur pada penelitian agar dapat dikatakan

reliable dengan uji statistic Cronbach Alpha pada

SPSS versi 26. Kriteria suatu instrumen penelitian

dikatakan reliable dengan menggunakan teknik ini,

bila Koefisien reliabilitas (r11) >0,6.41

I. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan kegiatan setalah data dari

seluruh responden atau sumber data lain terkumpul.42

Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang

digunakan oleh peneliti adalah Analisis Kuantitatif

dengan metode yang digunakan adalah Analisis regresi

linier Sederhana. Regresi linier sederhana adalah

regresi linier di mana variabel yang terikat di

dalamnya hanya dua,yaitu satu variabel terikat (Y), dan

satu variabel bebas (X) serta berpangkat satu.43 Bentuk

persamaannya adalah:

40
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Loc. Cit., hlm. 348.
41
Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi
Dengan Perbandingan Perhitungan Manual & Spss, (Jakarta: Kencana,
2014), hlm. 57.
42
Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, [Link]., hlm. 238.
43
Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistik,
(Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009), hlm.64.
Y = a+bX
Keterangan :

Y = variabel Terikat

X = Variabel Bebas

a = Intersep

b = Koefisien regresi

DAFTAR PUSTAKA

Andrianto dan Anang Firmansyah. (2019), Manajemen Bank Syariah

(Implementansi Teori dan Praktek). Surabaya: CV. PENERBIT

QIARA MEDIA.
Ardhiyanti, Erma. (2016), Analisis Pengaruh Pengetahuan,

Kualitas Pelayanan Dan Promosi Terhadap Minat Menabung

Mahasiswa Febi Iain Salatiga Pada Bank Syariah. Jurnal

Perbankan Syariah.

Bahri Djamarah, Syaiful. (2017). Psikologi Belajar.

Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Bungin, Burhan. (2010), Metode Penelitian Kuantitatif.

Jakarta: Prenada Media Group.

Gea, Antonius Atosokhi dan Antonina Panca Yuni Wulandari.

(2005), CHARACTER BUILDING IV Relasi dengan Dunia (ALAM,

IPTEK & KERJA). Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Ghozali, Imam. (2011), Aplikasi Analisis Multivariate Dengan

Program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit Universitas

Diponegoro.

Haris, Helmi dan Nur Said Irham T. (2012), Pengaruh

Kualitas Pelayanan dan Periklanan terhadap Keputusan

Nasabah dalam Menabung pada Bank Syariah. Jurnal

Muqtasid.

Hasan, Iqbal. (2009). Analisis Data Penelitian dengan

Statistik. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Ibrahim, Chanafi dan Hutomo Rusdianto. (2016), Pengaruh Produk

Bank Syariah Terhadap Minat Menabung Dengan Persepsi

Masyarakat Sebagai Variabel Moderating Di Pati. Jurnal

Ekonomi Syariah.

Ismail. (2013), Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana.


Jahja, Yudrik. (2011), Psikologi Perkembangan. Jakarta:

Kencana.

Masdar, Sjahrazad, Sulikah Asmorowati, dan Jusuf Irianto.

(2009), Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi

untuk Pelayanan Publik. Surabaya: Airlangga University

Press.

Mintarja, Endang, dkk. (2017), Hubungan Pengajaran Mata Kuliah

Ekonomi Islam terhadap Minat Mahasiswa Menabung di Bank

Syariah. Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary

Islamic Studies.

Mindarti, Lely Indah. (2016), Manajemen Pelayanan Publik

(Menuju Tata Kelola Yang Baik). Malang: UB Press.

Mustafidah, Tukiran Taniredja Hidayati. (2012), Penelitian

Kuantitatif (Sebuah Pengantar). Bandung: CV. Alfabeta.

Umam, Khaerul. (2013) Manajemen Perbankan Syariah.

Bandung: CV Pustaka Setia.

Reza, Ahmad Abdilla. (2017), Pengaruh Fasilitas Dan Pelayanan

Bank Terhadap Minat Transaksi Di Bank Syariah Pada

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islami. Jurnal

Perbankan Syariah.

Rianto Al Arif, M. Nur. (2012). Dasar-Dasar Pemasaran

Bank Syariah. Bandung: CV ALFABETA.

Rianto Al Arif, M. Nur. (2015), Pengantar Ekonomi Syariah

Teori dan Praktik. Bandung: CV Pustaka Setia.


Rianto Al Arif, M. Nur. (2012). Lembaga Keuangan Syariah.

Bandung: CV. Pustaka Setia.

Siregar, Syofian. (2014), Metode Penelitian Kuantitatif

Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual & Spss.

Jakarta: Kencana.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Manajemen.

Yogyakarta: ALFABETA.

Sugiyono. (2016), Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV.

Alfabeta.

Putro, Shandy Widjoyo, dkk. (2014), PENGARUH KUALITAS LAYANAN

DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN

LOYALITAS KONSUMEN RESTORAN HAPPY GARDEN SURABAYA. Jurnal

Manajemen Pemasaran.

Wardiah, Mia Lasmi. (2013) Dasar-Dasar Perbankan. Bandung: CV

Pustaka Setia.

Zaenal Mukarom dan Muhibudin Wijaya Laksana. (2016)

Membangun Kinerja Pelayanan Publik Menuju Clean

Government and Good Governance. Bandung: CV PUSTAKA

SETIA.

Anda mungkin juga menyukai