BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bank syariah merupakan salah satu bentuk dari
perbankan nasional yang berdasarkan operasionalnya pada
syariat (hukum) islam.1 Menurut Schaik, bank islam
adalah sebuah bentuk dari bank modern yang didasarkan
pada hukum Islam yang sah, dikembangkan pada abad
pertama Islam, menggunakan konsep berbagi resiko
sebagai metode utama, dan meniadakan keuangan
berdasarkan kepastian serta keuntungan yang ditentukan
sebelumnya.2 Sudarsono mengemukakan, bank syariah
adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan
kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas pembayaran
serta peredaran uang yang beroperasi dengan prinsip-
prinsip syariat.3
Dalam Undang-Undang No. 21 tahun 2008 diterangkan
bahwa yang dimaksud dengan perbankan syariah adalah
segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank Syariah dan
Unit Usaha Syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan
1
Khaerul Umam, Manajemen Perbankan Syariah, (Bandung: CV Pustaka
Setia, 2013), hlm. 15.
2
Ibid, hlm. 15.
3
Ibid, hlm. 16.
usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan
kegiatan usahanya.4
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian
melayani adalah membantu menyiapkan (mengurus) apa yang
diperlukan seseorang. Sedangkan pengertian pelayanan
adalah usaha melayani kebutuhan orang. Pelayanan pada
dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan oleh
organisasi atau perorangan kepada konsumen, yang
bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki.5
A.S Moenir, mendefinisikan pelayanan sebagai
kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok
orang dengan landasan tertentu yang tingkat pemuasannya
hanya dapat dirasakan oleh orang yang melayani atau
dilayani, bergantung pada kemampuan penyedia jasa dalam
memenuhi harapan pengguna.6
Berdasarkan observasi yang saya lakukan di Bank Riau
Kepri capem syariah Tembilahan saya melihat
pelayanannya cukup bagus saat melayani nasabah,
diantaranya mengucapkan salam dan tutur bahasa yang
lemah lembut. Dengan kualitas pelayanan Bank Riau Kepri
4
M. Nur rianto Al Arif, Lembaga Keuangan Syariah, (Bandung: CV
Pustaka Setia, 2012), hlm. 98.
5
M. Nur Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah,
(Bandung: CV ALFABETA, 2012), hlm. 211.
6
Zaenal Mukarom dan Muhibudin Wijaya Laksana, Membangun Kinerja
Pelayanan Publik Menuju Clean Government and Good Governance,
(Bandung: CV PUSTAKA SETIA, 2016), hlm. 15.
capem syariah Tembilahan dapat memunculkan daya tarik
dan minat nasabah untuk menabung.
Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa
keterikatan pada suatu hal atau aktifitas, tanpa ada
yang menyuruh.7 Minat menabung nasabah yaitu keinginan
yang datang dari diri nasabah untuk menggunakan
produk/jasa bank.
Adanya kerjasama antara pihak Bank Riau Kepri capem
syariah Tembilahan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam
Auliaurrasyidin yang mana mahasiswanya melakukan
transaksi pembayaran terkait administrasi kampus
membayar ke Bank Riau Kepri capem syariah Tembilahan,
sehingga mahasiswanya dapat melihat dan mengetahui
kualitas pelayanan yang ada di Bank Riau Kepri capem
syariah Tembilahan sehingga memunculkan minatnya
mahasiswa untuk menabung disitu.
Dilihat dari latar belakang ini penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH PELAYANAN
TERHADAP MINAT MAHASISWA MENABUNG DI BANK SYARIAH(STUDI
MAHASISWA STAI AULIAURRASYIDIN TEMBILAHAN)”
7
Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka
Cipta, 2017), hlm. 166.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian-uraian dari latar belakang di
atas, penulis dapat mengidentifikasi masalah-masalah
sebagai berikut :
1. Belum maksimalnya program promosi melalui pelayanan
yang dilakukan Bank-bank syariah.
2. Banyaknya mahasiswa menabung di Bank Konvensional
dari pada Bank Syariah.
3. Minimnya peran dosen dalam menumbuhkan sikap
mahasiswa untuk menabung di Bank Syariah.
C. Batasan Masalah
Agar permasalahan peneliti menjadi lebih spesifik
dan tidak meluas diluar pembahasan, maka perlu
dilakukan pembatasan masalah. Masalah yang akan
diteliti tentang pengaruh pelayanan terhadap minat
mahasiswa menabung di Bank Syariah.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis dapat
merumuskan masalah seperti di bawah ini :
1. Apakah ada pengaruh pelayanan terhadap minat
mahasiswa menabung di Bank Syariah?
2. Apakah signifikan pengaruh pelayanan terhadap minat
mahasiswa menabung di Bank Syariah?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1. Untuk mengetahui pengaruh pelayanan terhadap minat
mahasiswa menabung di Bank Syariah.
2. Untuk mengetahui signifikan pengaruh pelayanan
terhadap minat mahasiswa menabung di Bank Syariah.
F. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka manfaat
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk Penulis
Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
peneliti serta dapat menerapkan ilmu pengetahuan
atau teori yang selama ini diperoleh di bangku
kuliah.
2. Untuk Tempat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi akademik dalam bidang ilmu
ekonomi syariah sehingga dapat menjadi sumber
referensi bahan penunjang untuk persedian di
perpustakaan kampus.
3. Untuk Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan sebagai
penambah wawasan dan pengetahuan mengenai perbankan
syariah dan sebagai bahan informasi khususnya dalam
bidang ekonomi syariah sehingga dapat dijadikan
referensi untuk penelitian selanjutnya.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Landasan Teori
1. Bank Syariah
a. Pengertian Bank Syariah
Bank syariah merupakan bank yang secara
operasional berbeda dengan bank konvensional. Salah
satu ciri khas bank syariah yaitu tidak menerima
atau membebani bunga kepada nasabah, akan tetapi
menerima atau membebankan bagi hasil serta imbalan
lain sesuai dengan akad-akad yang di perjanjikan.
Konsep dasar bank syariah didasarkan pada Al-Qur’an
dan hadis. Semua produk dan jasa yang ditawarkan
tidak boleh bertentangan dengan isi Al-Qur’an dan
hadis Rasulullah.8
Bank syariah secara umum adalah lembaga
keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan
jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta
peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan
prinsip-prinsip syariah. Oleh karena itu, usaha
8
Drs. Ismail, MBA. AK., Perbankan Syariah, (Jakarta: Kencana,
2013), hlm. 29.
bank akan selalu berkaitan dengan masalah uang
sebagai dagangan utamanya.9
Antonio dan Perwataatmadja mendefinisikan bank
syariah adalah (1) bank yang beroperasi sesuai
dengan prinsip-prinsip syariat islam; (2) bank yang
tata cara operasionalnya mengacu pada ketentuan Al-
Quran dan Hadis, yaitu menjauhi prakyik-praktik
yang dikhawatirkan mengandung unsure-unsur riba
untuk diisi dengan kegiatan investasi atas dasar
bagi hasil dan pembiayaan perdagangan.10
b. Tujuan dan Fungsi Bank Syariah
Perbankan Syariah dalam melakukan kegiatan
usahanya berasaskan pada Prinsip Syariah, demokrasi
ekonomi, dan prinsip kehati-hatian. Perbankan
Syariah bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan
nasional dalam rangka meningkatkan keadilan,
kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat.
Sedangkan apabila kita berbicara mengenai
fungsi bank syariah, Bank syariah memiliki tiga
fungsi utama yaitu fungsi bank syariah untuk
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
titipan dan investasi, fungsi bank syariah untuk
9
M. Nur rianto Al Arif, Pengantar Ekonomi Syariah Teori dan
Praktik,(Bandung: CV Pustaka Setia, 2015), hlm. 318.
10
Mia Lasmi Wardiah, S.P.,[Link]. , Dasar-Dasar Perbankan,
( Bandung: CV Pustaka Setia, 2013), hlm. 76.
menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan
dana dari bank, dan juga fungsi bank syariah untuk
memberikan pelayanan dalam bentuk jasa perbankan
syariah.
1) Fungsi bank syariah untuk menghimpun dana
masyarakat
Fungsi bank syariah yang pertama adalah
menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan
dana. Bank syariah mengumpulkan atau menghimpun
dana dari masyarakat dalam bentuk titipan dengan
menggunakan akad al-wadiah dan dalam bentuk
investasi dengan menggunakan akad al-mudharabah.
2) Fungsi bank syariah sebagai penyalur dana kepada
masyarakat
a) Fungsi bank syariah yang kedua ialah
menyalurkan dana kepada masyarakat yang
membutuhkan. Masyarakat dapat memperoleh
pembiayaan dari bank syariah asalkan dapat
memenuhi semua ketentuan dan persyaratan yang
berlaku. Menyalurkan dana merupakan aktivitas
yang sangat penting bagi bank syariah. Dalam
hal ini bank syariah akan memperoleh return
atas dana yang disalurkan. Return atau
pendapatan yang diperoleh bank syariah atas
penyaluran dana ini tergantung pada akadnya.
b) Bank syariah menyalurkan dana kepada
masyarakat dengan menggunakan bermacam-macam
akad, antara lain akad jual beli dan akad
kemitraan atau kerja sama usaha. Dalam akad
jual beli, maka return yang diperoleh bank
atas penyaluran dananya adalah dalam bentuk
margin keuntungan. Margin keuntukngan
merupakan selisih antara harga jual kepada
nasabah dan harga beli bank. Pendapatan yang
diperoleh dari aktivitas penyaluran dana
kepada nasabah yang menggunakan akad kerja
sama usaha adalah bagi hasil.
3) Fungsi bank syariah memberikan pelayanan jasa
bank
a) Fungsi bank syariah disamping menghimpun dana
dan menyalurkan dana kepada masyarakat, bank
syariah memberikan pelayanan jasa perbankan
kepada nasabahnya. Pelayanan jasa bank
syariah ini diberikan dalam rangka memenuhi
kebutuhan masyarakat dalam menjalankan
aktivitasnya. Pelayanan jasa kepada nasabah
merupakan fungsi bank syariah yang ketiga.
Berbagai jenis produk pelayanan jasa yang
dapat diberikan oleh bank syariah antara lain
jasa pengiriman uang (transfer),
pemindahbukuan, penagihan surat berharga dan
lain sebagainya.
b) Aktivitas pelayanan jasa merupakan aktivitas
yang diharapkan oleh bank syariah untuk dapat
meningkatkan pendapatan bank yang berasal
dari fee atas pelayanan jasa bank. Beberapa
bank berusaha untuk meningkatkan teknologi
informasi agar dapat memberikan pelayanan
jasa yang memuaskan nasabah. Pelayanan yang
dapat memuaskan nasabah ialah pelayanan jasa
yang cepat dan akurat. Harapan nasabah dalam
pelayanan jasa bank ialah kecepatan dan
keakuratannya. Bank syariah berlomba-lomba
untuk berinovasi dalam meningkatkan kualitas
produk layanan jasanya. Dengan pelayanan jasa
tersebut, maka bank syariah mendapat imbalan
berupa fee yang disebut fee based income.11
11
Andrianto, dan Dr. M. Anang Firmansyah, Manajemen Bank
Syariah (Implementansi Teori dan Praktek), (Surabaya: CV. PENERBIT
QIARA MEDIA, 2019), hlm. 27-30.
c. Prinsip Dasar Bank Syariah
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya,
perbankan syariah memiliki prinsip dasar yang harus
dipatuhi. Hal ini dikarenakan bahwa perbankan
syariah menjalankan kegiatan syariahnya harus
dijalankan oleh beberapa unsur yang diikat dalam
prinsip dasar. Unsur –unsur tersebut meliputi unsur
kesesuaian dengan syariah islam dan unsur legalitas
operasi sebagai lembaga keuangan.
Prinsip –prinsip tersebut telah menjadi
landasan yang kuat bagi pengelola perbankan
syariah. Adapun prinsip dasar dalam perbankan
syariah tersebut antara lain :12
1) Larangan terhadap transaksi yang mengandung
Barang atau Jasa yang diharamkan.
2) Larangan terhadap Transaksi yang Diharamkan
Sistem dan Prosedur Perolehan Keuntungannya.
2. Minat
a. Pengertian Minat
Minat ialah suatu dorongan yang menyebabkan
terikatnya perhatian individu pada objek tertentu
seperti pekerjaan, pelajaran, benda, dan orang.
Minat berhubungan dengan aspek kognitif, afek-tif,
12
Ibid, hlm. 31.
dan motorik dan merupakan sumber motivasi untuk
melakukan apa yang diinginkan.13
Minat adalah aspek kejiwaan dan bukan hanya
mewarnai perilaku seseorang untuk melakukan
aktifitas yang menyebabkan seseorang merasa merasa
tertarik kepada sesuatu. Selain itu minat memiliki
makna yang luas, karena dengan minat akan mampu
merubah sesuatu yang jelas menjadi lebih jelas.14
Minat dapat diartikan sebagai rasa lebih suka
dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau
aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Oleh karenanya
minat pada dasarnya merupakan penerimaan akan suatu
hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar
diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut,
semakin besar minatnya.15
Minat mengarahkan perhatian, rasa tertarik,
keinginan, dan motif nasabah untuk merealisasikan
loyalitas. Loyalitas nasabah kemudian dapat
diwujudkan dengan adanya minat dalam berbagai
13
Yudrik jahja, Psikologi Perkembangan, (Jakarta: Kencana,
2011), hlm. 63.
14
Hutomo Rusdianto dan Chanafi Ibrahim, Pengaruh Produk Bank
Syariah Terhadap Minat Menabung Dengan Persepsi Masyarakat Sebagai
Variabel Moderating Di Pati, (Jurnal Ekonomi Syariah: Vol. 4, Nomor
1, Juni 2016), hlm. 49.
15
Endang Mintarja, dkk, Hubungan Pengajaran Mata Kuliah Ekonomi
Islam terhadap Minat Mahasiswa Menabung di Bank Syariah, (Hayula:
Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies : Vol. 1,
No. 2, Juli 2017), hlm. 83.
bentuk, misalnya dengan mulai memperhatikan produk
lain yang ditawarkan, ketertarikan untuk memberi
rekomendasi kepada keluarga dan rekan kerja, dan
keinginan untuk menjadikan produk tersebut sebagai
pilihan utama, serta tidak mudah berpindah pada
bank lain.16
Dari beberapa pengetian minat di atas dapat di
simpulkan bahwa minat adalah suatu kekuatan yang
mendorong individu untuk memberikan perhatiannya
terhadap kegiatan menyimpan uang di bank yang
dilakukan secara sadar, tidak terpaksa dan dengan
perasaan senang.
3. Pelayanan
a. Pengertian Pelayanan
Pelayanan adalah suatu proses yang terdiri
dari serangkaian tindakan, interaksi, aktifitas
penting untuk menyampaikan jasa kepada pelanggan
dimana dalam penyampaiannya ini terdapat tujuan
menghasilkan keuntungan.17
16
Kristiyadi dan Sri Hartiyah, Pengaruh Kelompok Acuan,
Religiusitas, Promosi dan Pengetahuan Tentang Lembaga Keuangan
Syariah Terhadap Minat Menabung Di Koperasi Jasa Keuangan Syariah,
(Jurnal Ekonomi dan Teknik Infromatika: Vol. 5, Nomor 9, Februari
2016), hlm. 49.
17
Lely Indah Mindarti, Manajemen Pelayanan Publik (Menuju Tata
Kelola Yang Baik), (Malang: UB Press, 2016), hlm. 2.
Menurut Moenir, pelayanan merupakan
serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seseorang
atau sekelompok orang berdasarkan landasan faktor
materi melalui sistem, prosedur, dan metode
tertentu dalam rangka memenuhi kepentingan orang
lain sesuai haknya.18
Menurut Kotler, definisi pelayanan adalah
setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan
oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada
dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan
kepemilikan apapun.19
Umumnya pelayanan lebih bersifat intan-gibles,
tidak dapat dilihat dan diraba, sehingga
penggunanya hanya bisa merasakan melalui pengalaman
langsung. Namun pelayanan mencakup juga hal-hal
yang tangibles, yang bisa dilihat dan diraba,
berupa dimensi fisik dari pelayanan itu sendiri.
Usaha-usaha pelayanan jasa seperti perbankan,
asuransi, perhotelan, pariwisata, rumah sakit,
lembaga, pendidikan, serta usaha jasa lainnya,
18
Sjahrazad Masdar, Sulikah Asmorowati, dan Jusuf Irianto,
Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi untuk Pelayanan
Publik, (Surabaya: Airlangga University Press, 2009), hlm. 37.
19
Shandy Widjoyo Putro, dkk, PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN
KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN LOYALITAS KONSUMEN
RESTORAN HAPPY GARDEN SURABAYA, (Jurnal Manajemen Pemasaran: Vol.2,
No. 1, 2014), hlm. 2.
memiliki kedua dimensi di atas, dimensi pelayanan
kelihatan dan yang tidak kelihatan.20
Parasuraman mengajukan 5 faktor untuk menilai
kualitas pelayanan, yaitu tangible (bukti fisik),
reliability (keandalan), responsiveness (daya
tanggap), assurance (jaminan), emphaty (empati).21
B. Kajian Penelitian yang Relevan
Perlu kajian-kajian terdahulu. Terdapat beberapa
penelitian yang dilakukan mengenai fenomena yang
berkaitan dengan penelitian yang akan penulis angkat,
antara lain :
1. Penelitian Ahmad Abdilla Reza yang berjudul
“pengaruh fasilitas dan pelayanan bank terhadap
minat transaksi di bank syariah pada mahasiswa
fakultas ekonomi dan bisnis islam”. Hasil
menunjukkan bahwa variabel fasilitas dan pelayanan
mengalami pengaruh yang signifikan terhadap minat
transaksi di bank syariah pada mahasiswa fakultas
ekonomi dan bisnis islam. Hal ini dapat di lihat
20
Antonius Atosokhi Gea dan Antonina Panca Yuni Wulandari,
CHARACTER BUILDING IV Relasi dengan Dunia (ALAM, IPTEK & KERJA),
(Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2005), hlm. 344.
21
Helmi Haris dan Nur Said Irham T, Pengaruh Kualitas
Pelayanan dan Periklanan terhadap Keputusan Nasabah dalam
Menabung pada Bank Syariah,(Jurnal Muqtasid : Volume 3 Nomor 1,
Juli 2012), hlm. 4.
pada nilai F hitung > F tabel (22.737 > 3,09) dan p-
valui 0,000 < 0,050 ini berarti Hipotesis Ketiga (H3)
diterima dan Ho ditolak. Persamaan penelitian yang
saya lakukan dengan penelitian ini adalah sama-sama
meneliti tentang variabel pelayanan dan variabel
minat. Perbedaan dalam penelitian saya dengan
penelitian ini adalah bahwa penelitian ini dilakukan
di Lampung sedangkan saya dilakukan di kota
Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, memiliki dua
variabel independen (fasilitas dan pelayanan)
sedangkan penelitian yang saya lakukan hanya
terdapat satu variabel yaitu variabel pelayanan dan
penelitian ini menggunakan linier berganda sedangkan
penelitian yang saya lakukan hanya menggunakan
linier sederhana.22
2. Penelitian Erma Ardhiyanti yang berjudul “analisis
pengaruh pengetahuan, kualitas pelayanan dan promosi
terhadap minat menabung mahasiswa febi iain salatiga pada
bank syariah”. Hasil menunjukkan bahwa variabel
pengetahuan, kualitas pelayanan dan promosi mengalami
pengaruh yang signifikan terhadap minat menabung
mahasiswa febi iain salatiga pada bank syariah. Hal ini
22
Ahmad Abdilla Reza, Pengaruh Fasilitas Dan Pelayanan Bank
Terhadap Minat Transaksi Di Bank Syariah Pada Mahasiswa Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Islam , ( Jurnal Perbankan Syariah: 2017), hlm.
110.
dapat di lihat dari hasil koefisien determinasi (R2)
sebesar 0,468 ini artinya bahwa kontribusi variabel
independen menjelaskan atau mempengaruhi variabel
dependen sebesar 46,8%, sedangkan sisanya yang 53,2%
dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel yang lain
diluar model. Persamaan penelitian yang saya lakukan
dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti
tentang variabel pelayanan dan variabel minat.
Perbedaan dalam penelitian saya dengan penelitian
ini adalah bahwa penelitian ini dilakukan di salatiga
sedangkan saya dilakukan di kota Tembilahan
Kabupaten Indragiri Hilir, memiliki tiga variabel
independen (pengetahuan, kualitas pelayanan dan promosi)
sedangkan penelitian yang saya lakukan hanya
terdapat satu variabel yaitu variabel pelayanan dan
penelitian ini menggunakan linier berganda sedangkan
penelitian yang saya lakukan hanya menggunakan
linier sederhana.23
23
Erma Ardhiyanti, Analisis Pengaruh Pengetahuan, Kualitas
Pelayanan Dan Promosi Terhadap Minat Menabung Mahasiswa Febi Iain
Salatiga Pada Bank Syariah, ( Jurnal Perbankan Syariah: 2016), hlm.
91.
C. Asumsi Penelitian
Asumsi penelitian merupakan anggapan-anggapan
dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir
dalam melakukan sebuah studi penelitian. Dalam
melakukan studi penelitian ini peneliti menggunaka
asumsi dasar sebagai berikut:
“Jika pelayanan di bank syariah cepat tanggap,
baik, ramah, dan sopan, maka mahasiswa akan berminat
menabung di bank syariah”.
D. Hipotesis
Menurut Sugiyono, hipotesis merupakan jawaban
sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana
rumusan masalah peneliti telah dinyatakan dalam bentuk
kaliamat pernyataan. Dikatakan sementara karena jawaban
yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan,
belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang
diperoleh melalui pengumpulan data.24
Penulis mengajukan hipotesis dalam penelitian ini
yaitu sebagai berikut:
1. Ha: Terdapat pengaruh pengaruh pelayanan terhadap
minat mahasiswa menabung di Bank Syariah
24
Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: CV Alfa
Beta, 2013), hlm. 134.
Ho: Tidak terdapat pengaruh pengaruh pelayanan
terhadap minat mahasiswa menabung di Bank Syariah
2. Ha: Terdapat signifikan pengaruh pengaruh pelayanan
terhadap minat mahasiswa menabung di Bank Syariah
Ho: Tidak terdapat signifikan pengaruh pengaruh
pelayanan terhadap minat mahasiswa menabung di Bank
Syariah
E. Konsep Operasional
Menurut Burhan Bungin, konsep operasional adalah
konsep yang dibangun dari teori-teori yang digunakan
untuk menjelaskan variabel-variabel yang akan diteliti.
Konsep Operasional tersebut untuk mempermudah peneliti
dalam melaksanakan penelitian di lapangan.25
Sedangkan konsep yang di operasionalkan dalam
penelitian ini adalah pengaruh pelayanan terhadap minat
mahasiswa menabung di bank syariah, dengan indicator
sebagai berikut:
1. Variabel X (variabel independen)
Variabel x pada penelitian ini adalah pelayanan,
dengan indikator sebagai berikut:
a. Bukti fisik
b. Keandalan
25
Burhan Bungin, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta:
Prenada Media Group, 2010), hlm. 57.
c. Daya tanggap
d. Jaminan
e. Perhatian
2. Variabel Y (variabel defenden)
Variabel y pada penelitian ini adalah pelayanan,
dengan indikator sebagai berikut:
a. Dorongan dari dalam individu
b. Keinginan
c. Keputusan
d. Ketertarikan
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian ini menggunakan metode
penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono, metode
penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk
meneliti pada populasi atau sampel tertentu,
pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian,
analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan
tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.26
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Waktu penelitian
Waktu yang digunakan dalam penelitian ini
diperkirakan ± 3 bulan.
2. Tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di STAI Auliaurrasyidin
Tembilahan [Link] no.12 Parit 6.
26
Sugiyono,Metode Penelitian Manajemen, (Yogyakarta: CV
Alfabeta, 2013), hlm. 36.
C. Subjek dan Objek Penelitian
1. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa stai
auliaurrasyidin Tembilahan.
2. Objek penelitian ini adalah pelayanan bank syariah
terhadap minat menabung mahasiswa Stai
Auliaurrasyidin Tembilahan.
D. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
“Menurut Sugiyono, Populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan
hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam
yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang
ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi
meliputi seluruh karakteristik/ sifat yang dimiliki
oleh subyek atau obyek itu”.27 Populasi pada
penelitian ini adalah mahasiswa Stai Auliaurrasyidin
Tembilahan.
27
Ibid, hlm. 148.
2. Sampel
Menurut Sugiyono, sampel adalah bagian dari
jumlah dan karteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut.28
Pada penelitian ini menggunakan teknik
pengambilan sampel probability sampling dengan
teknik cluster sampling, yaitu teknik sampling
daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek
yang akan diteliti atau sumber data sangat luas,
misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau
kabupaten.29
Adapun kriteria sampelnya yaitu:
a. Mahasiswa Stai Auliaurrasyidin Tembilahan.
b. Mahasiswa yang merasakan pengaruh pelayanan bank
syariah terhadap minat menabung di bank syariah.
E. Teknik Pungumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini
adalah :
1. Observasi
Observasi diartikan sebagai pengamatan terhadap
pola prilaku manusia dalam situasi tertentu, untuk
mendapatkan informasi tentang fenomena yang
28
Ibid, hlm. 149.
29
Ibid, hlm. 153.
diinginkan.30 Yang di observasi dalam penelitian ini
adalah mahasiswa STAI Auliaurrasyidin Tembilahan.
2. Kuesioner (Angket)
Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data
dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau
pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawabnya.31
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang
sudah berlalu, dokumen bisa berbentuk tulisan,
gambar, atau karya-karya monumental dan seseorang.32
F. Instrumen Penelitian
Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan
pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Alat
ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen
penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat
yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial
yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini
disebut variabel penelitian.33
30
Ibid, hlm. 235.
31
Ibid, hlm. 230.
32
Ibid, hlm. 396.
33
Ibid, hlm. 178.
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap,
pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang
tentang fenomena sosial. Sehingga untuk mengetahui
pengukuran responden pada penelitian ini yang mana
menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner,
penulis menggunakan metode skala likert.34
G. Jenis Instrumen
Jenis instrumen yang digunakan adalah:
1. Kuesioner (Angket)
Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data
dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau
pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawabnya.35
H. Validitas dan Reabilitas Instrumen
1. Uji Validitas
Menurut Arikunto,”Validitas adalah suatu ukuran
yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau
kesahihan suatu instrument”.36 “Sugiyono mengemukakan
bahwa instrumen yang valid berarti alat ukur yang
digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu
34
Ibid, hlm. 168.
35
Ibid, hlm. 230.
36
Tukiran Taniredja Hidayati Mustafidah, Penelitian Kuantitatif
(Sebuah Pengantar), (Bandung: CV. Alfabeta, 2012), hlm. 42.
valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat
digunakaan untuk mengukur apa yang hendak diukur”.37
Uji validitas pada penelitian ini menggunakan SPSS
versi 26.
Cara untuk menguji validitas adalah dengan
membandingkan nilai r hitung dengan r tabel dengan
degree of freedom (df)= n-2, dalam hal ini adalah
jumlah sampel. Imam Ghozali mengemukakan bahwa ada
kriteria pengujian validitas yaitu sebagai berikut:
a. Jika r hitung positif dan r hitung > r tabel
maka butir pertanyaan tersebut valid.
b. Jika r hitung negative dan r hitung > r tabel
maka butir pertanyaan tersebut tidak valid.
c. r hitung dapat dilihat dalam kolom corrected
item total correlation.38
2. Uji Reliabilitas
Menurut Sudjana,”Reliabilitas adalah ketepatan
atau alat tersebut dalam menilai apa yang dinilai,
artinya kapan pun alat penilaian tersebut akan
digunakan memberikan hasilyang relative”.39
37
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, (Bandung: CV. Alfabeta,
2016), hlm. 348.
38
Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program
IBM SPSS 19, (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro,
2011), hlm. 53-54.
39
Tukiran Taniredja Hidayati Mustafidah, [Link]., hlm. 43.
Instrumen yang reliable berarti instrumen yang
bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek
yang sama akan menghasilkan data yang sama.40 Untuk
mengukur pada penelitian agar dapat dikatakan
reliable dengan uji statistic Cronbach Alpha pada
SPSS versi 26. Kriteria suatu instrumen penelitian
dikatakan reliable dengan menggunakan teknik ini,
bila Koefisien reliabilitas (r11) >0,6.41
I. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan kegiatan setalah data dari
seluruh responden atau sumber data lain terkumpul.42
Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang
digunakan oleh peneliti adalah Analisis Kuantitatif
dengan metode yang digunakan adalah Analisis regresi
linier Sederhana. Regresi linier sederhana adalah
regresi linier di mana variabel yang terikat di
dalamnya hanya dua,yaitu satu variabel terikat (Y), dan
satu variabel bebas (X) serta berpangkat satu.43 Bentuk
persamaannya adalah:
40
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Loc. Cit., hlm. 348.
41
Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi
Dengan Perbandingan Perhitungan Manual & Spss, (Jakarta: Kencana,
2014), hlm. 57.
42
Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, [Link]., hlm. 238.
43
Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistik,
(Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009), hlm.64.
Y = a+bX
Keterangan :
Y = variabel Terikat
X = Variabel Bebas
a = Intersep
b = Koefisien regresi
DAFTAR PUSTAKA
Andrianto dan Anang Firmansyah. (2019), Manajemen Bank Syariah
(Implementansi Teori dan Praktek). Surabaya: CV. PENERBIT
QIARA MEDIA.
Ardhiyanti, Erma. (2016), Analisis Pengaruh Pengetahuan,
Kualitas Pelayanan Dan Promosi Terhadap Minat Menabung
Mahasiswa Febi Iain Salatiga Pada Bank Syariah. Jurnal
Perbankan Syariah.
Bahri Djamarah, Syaiful. (2017). Psikologi Belajar.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Bungin, Burhan. (2010), Metode Penelitian Kuantitatif.
Jakarta: Prenada Media Group.
Gea, Antonius Atosokhi dan Antonina Panca Yuni Wulandari.
(2005), CHARACTER BUILDING IV Relasi dengan Dunia (ALAM,
IPTEK & KERJA). Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Ghozali, Imam. (2011), Aplikasi Analisis Multivariate Dengan
Program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro.
Haris, Helmi dan Nur Said Irham T. (2012), Pengaruh
Kualitas Pelayanan dan Periklanan terhadap Keputusan
Nasabah dalam Menabung pada Bank Syariah. Jurnal
Muqtasid.
Hasan, Iqbal. (2009). Analisis Data Penelitian dengan
Statistik. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Ibrahim, Chanafi dan Hutomo Rusdianto. (2016), Pengaruh Produk
Bank Syariah Terhadap Minat Menabung Dengan Persepsi
Masyarakat Sebagai Variabel Moderating Di Pati. Jurnal
Ekonomi Syariah.
Ismail. (2013), Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana.
Jahja, Yudrik. (2011), Psikologi Perkembangan. Jakarta:
Kencana.
Masdar, Sjahrazad, Sulikah Asmorowati, dan Jusuf Irianto.
(2009), Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi
untuk Pelayanan Publik. Surabaya: Airlangga University
Press.
Mintarja, Endang, dkk. (2017), Hubungan Pengajaran Mata Kuliah
Ekonomi Islam terhadap Minat Mahasiswa Menabung di Bank
Syariah. Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Islamic Studies.
Mindarti, Lely Indah. (2016), Manajemen Pelayanan Publik
(Menuju Tata Kelola Yang Baik). Malang: UB Press.
Mustafidah, Tukiran Taniredja Hidayati. (2012), Penelitian
Kuantitatif (Sebuah Pengantar). Bandung: CV. Alfabeta.
Umam, Khaerul. (2013) Manajemen Perbankan Syariah.
Bandung: CV Pustaka Setia.
Reza, Ahmad Abdilla. (2017), Pengaruh Fasilitas Dan Pelayanan
Bank Terhadap Minat Transaksi Di Bank Syariah Pada
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islami. Jurnal
Perbankan Syariah.
Rianto Al Arif, M. Nur. (2012). Dasar-Dasar Pemasaran
Bank Syariah. Bandung: CV ALFABETA.
Rianto Al Arif, M. Nur. (2015), Pengantar Ekonomi Syariah
Teori dan Praktik. Bandung: CV Pustaka Setia.
Rianto Al Arif, M. Nur. (2012). Lembaga Keuangan Syariah.
Bandung: CV. Pustaka Setia.
Siregar, Syofian. (2014), Metode Penelitian Kuantitatif
Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual & Spss.
Jakarta: Kencana.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Manajemen.
Yogyakarta: ALFABETA.
Sugiyono. (2016), Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV.
Alfabeta.
Putro, Shandy Widjoyo, dkk. (2014), PENGARUH KUALITAS LAYANAN
DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN
LOYALITAS KONSUMEN RESTORAN HAPPY GARDEN SURABAYA. Jurnal
Manajemen Pemasaran.
Wardiah, Mia Lasmi. (2013) Dasar-Dasar Perbankan. Bandung: CV
Pustaka Setia.
Zaenal Mukarom dan Muhibudin Wijaya Laksana. (2016)
Membangun Kinerja Pelayanan Publik Menuju Clean
Government and Good Governance. Bandung: CV PUSTAKA
SETIA.