ASMA
[Link] :
69/PKMCB/SOP/1/2020
NO. REVISI :
SOP
TANGGAL TERBIT : 7-01-2020
HALAMAN :
UPT PUSKESMAS dr. Indah Novianty
CIJAGRA BARU NIP. 19901127 201903 2 009
1. Tujuan Prosedur ini sebagai acuan dalam penatalaksanaan asma dan mencegah
terjadinya komplikasi, untuk semua pasien yang datang di unit pelayanan
umum Puskesmas Cijagra Baru
2. Ruang Lingkup Unit Pelayanan Umum
3. Definisi Asma adalah penyakit heterogen, selalu dikarakteristikkan dengan inflamasi
kronis di saluran napas. Terdapat riwayat gejala respirasi seperti mengi,
sesak, rasa berat di dada dan batuk yang intensitasnya berbeda-beda
berdasarkan variasi keterbatasan aliran udara ekspirasi.
4. Prosedur Hasil Anamnesis (Subjective)
Gejala khas untuk Asma, jika ada maka meningkatkan kemungkinan pasien
memiliki Asma, yaitu :
1. Terdapat lebih dari satu gejala (mengi, sesak, dada terasa berat)
khususnya pada dewasa muda
2. Gejala sering memburuk di malam hari atau pagi dini hari
3. Gejala bervariasi waktu dan intensitasnya
4. Gejala dipicu oleh infeksi virus, latihan, pajanan allergen, perubahan
cuaca, tertawa atau iritan seperti asap kendaraan, rokok atau bau yang sangat
tajam
Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik pasien asma biasanya normal. Abnormalitas yang paling
sering ditemukan adalah mengi ekspirasi saat pemeriksaan auskultasi, tetapi
ini bisa saja hanya terdengar saat ekspirasi paksa. Mengi dapat juga tidak
terddengan selama eksaserbasi asma yang berat karena penurunan aliran
napas yang dikenal dengan “silent chest”.
Pemeriksaan Penunjang
1. Arus Puncak Ekspirasi (APE) menggunakan Peak Flowmeter
2. Pemeriksaan darah (eosinofil dalam darah)
Penegakan Diagnosis (Assessment)
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang, yaitu terdapat kenaikan ≥15 % rasio APE sebelum
dan sesudah pemberian inhalasi salbutamol.
Fungsi paru tidak untuk anak 5 tahun atau lebih muda
Diagnosis Banding
Disfungsi pita suara, Hiperventilasi, Bronkiektasis, Kistik fibrosis, Gagal
jantung, Defisiensi benda asing
Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
1. Pasien disarankan untuk mengidentifikasi serta mengendalikan faktor
pencetusnya.
2. Perlu dilakukan perencanaan dan pemberian pengobatan jangka panjang
serta menetapkan pengobatan pada serangan akut sesuai tabel di bawah ini.
Pemeriksaan Penunjang Lanjutan (bila diperlukan)
1. Foto toraks
2. Uji sensitifitas kulit
3. Spirometri
4. Uji provokasi bronkus
Komplikasi
Pneumotoraks, Pneumomediastinum, Gagal napas, Asma resisten terhadap
steroid.
Konseling dan Edukasi
1. Memberikan informasi kepada individu dan keluarga mengenai seluk
beluk penyakit, sifat penyakit, perubahan penyakit (apakah membaik atau
memburuk)
2. Kontrol secara teratur antara lain untuk menilai dan monitor berat asma
secara berkala (asthma control test/ ACT)
3. Pola hidup sehat.
4. Menjelaskan pentingnya melakukan pencegahan dengan:
a) Menghindari setiap pencetus.
b) Menggunakan bronkodilator/ steroid inhalasi sebelum melakukan
exercise untuk mencegah exercise induced asthma.
c), jenis dan mekanisme kerja
obat-obatan dan mengetahui kapan harus meminta pertolongan dokter.
Kriteria rujukan
1. Bila sering terjadi eksaserbasi.
2. Pada serangan asma akut sedang dan berat.
3. Asma dengan komplikasi.
Persiapan dalam melakukan rujukan bagi pasien asma, yaitu:
1. Terdapat oksigen.
2. Pemberian steroid sistemik injeksi atau inhalasi disamping pemberian
bronkodilator kerja cepat inhalasi.
3. Pasien harus didampingi oleh dokter/tenaga kesehatan terlatih selama
perjalanan menuju ke pelayanan sekunder.
Peralatan
1. Asthma control test
2. Tabung oksigen
3. Kanul hidung
4. Masker sederhana
5. Nebulizer
6. Masker inhalasi
7. Peak flow meter
8. Spirometri
Prognosis
1. Ad sanasionam : bonam
2. Ad fungsionam : bonam
3. Ad vitam : bonam
5. Referensi Kepmenkes no. 514 Tahun 2015, tentang PPK Dokter di FKTP
1. Status pasien Unit Pelayanan Umum
2. Data kunjungan pasien
6. Dokumen Terkait 3. Lembaran resep
4. Form resep umum luar
5. Form rujukan pasien umum
7. Distribusi BP UMUM
8. Rekaman Historis No. Yang di ubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Berlaku
Perubahan