0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan5 halaman

Sampling dan Aliasing dalam Sinyal Audio

Modul ini membahas tentang sampling sinyal dan aliasing. Melalui eksperimen menggunakan Matlab, mahasiswa dapat mempelajari bagaimana sampling sinyal pada berbagai frekuensi sampling dan mengamati efek aliasing ketika frekuensi sampling kurang dari dua kali frekuensi sinyal. Modul ini juga mendemonstrasikan sampling sinyal tunggal dan jamak serta pengaruh frekuensi sampling terhadap kualitas rekaman suara.

Diunggah oleh

Muhammad Saputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan5 halaman

Sampling dan Aliasing dalam Sinyal Audio

Modul ini membahas tentang sampling sinyal dan aliasing. Melalui eksperimen menggunakan Matlab, mahasiswa dapat mempelajari bagaimana sampling sinyal pada berbagai frekuensi sampling dan mengamati efek aliasing ketika frekuensi sampling kurang dari dua kali frekuensi sinyal. Modul ini juga mendemonstrasikan sampling sinyal tunggal dan jamak serta pengaruh frekuensi sampling terhadap kualitas rekaman suara.

Diunggah oleh

Muhammad Saputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul 3

Sampling dan Aliasing

3.1 Tujuan
Mahasiswa mampu untuk:
Mensimulasikan proses sampling sinyal dan aliasing dalam sampling sinyalmenggunakan
Matlab M-file.
3.2 Alat yang digunakan
PC yang telah diinstal Software Matlab dan perangkat audio input output.
3.3 Sampling sinyal
Sampling sinyal adalah proses mengambil nilai amplitude sinyal untuk proses konversi
menjadi data digital. Secara riil, proses ini terjadi dalam blok ADC. Secara umum proses
sampling ini dilakukan dalam jeda waktu yang tetap (dalam kasus khusus, sampling dapat
dilakukan dengan multirate). Sinyal yang tersampling akan memiliki spektrum sinyal
informasi dan frekuensi sampling. Harmonik dari proses sampling ini akan muncul dalam
spektrum. Berdasarkan syarat nyquist yaitu frek sampling harus lebih dari 2x frekuensi
maksimum sinyal informasi, dikarenakan untuk meminimalkan gangguan dari sinyal
harmonik.

1.5

0.5

-0.5

-1

-1.5
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1

Gambar 3.1 Sinyal 1 Hz disampling dengan frekuensi 10 Hz.

14
Aliasing adalah teramatinya sinyal baru yang berbeda frekuensinya dari sinyal aslinya,
karena kecepatan sampling yang terlalu rendah, (lebih kecil dari 2x frek maksimum
sinyal). Misalkan, sinyal informasi adalah 20 Hz, ketika disampling dengan frekuensi 30
Hz, maka ketika sinyal hasil sampling direkonstruksi akan terlihat sebagai sinyal dengan
frekuensi 10 Hz.

3.4 Langkah percobaan


1. Efek sampling (Fs>>2xFi)
1.1 Ketiklah instruksi berikut ini dalam M-file editor
clear;
fs=100;
t=0:1/fs:1;
f=1;
y=sin(2*pi*f*t);
stairs(t,y);
axis([0 1 -1.5 1.5]);

Ketika program dijalankan, akan tampil gambar berikut

1.5

0.5

-0.5

-1

-1.5
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1

Gambar 3.2 Sinyal 1 Hz disampling dengan frekuensi 100 Hz.

15
1.2 Ubahlah program di atas dengan mengganti nilai fs = 50, 25, 10, 5 dan 3
kemudian amatilah masing-masing perubahannya.

2. Aliasing
2.1 Ketiklah instruksi berikut ini dalam M-file editor
clear;
fs=20;
t=0:1/fs:1;
f=1;
y=sin(2*pi*t);
stairs(t,y);
axis([0 1 -1.5 1.5]);

ketika program dijalankan akan tampil gambar sebagai berikut:

1.5

0.5

-0.5

-1

-1.5
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1

Gambar 3.4 Gambar sinyal sinus 1 Hz disampling dengan frekuensi 20 Hz.

2.2 Ubahlah program di atas dengan mengganti nilai fs= 2, 5, 10, 15 dan 18 kemudian
amatilah masing-masing perubahannya.

16
3. Sampling sinyal jamak
3.1 Ketiklah instruksi berikut dalam M-file editor.
clear;
f=10;
fs=1000;
t=0:1/fs:1;
y1=sin(2*pi*f*t);
y2=sin(2*pi*2*f*t);
y3=sin(2*pi*3*f*t);
y4=sin(2*pi*4*f*t);
y5=sin(2*pi*5*f*t);
y6=sin(2*pi*6*f*t);
y=y1+y2+y3+y4+y5+y6;
plot(t,y);

Ketika dijalakankan akan muncul gambar berikut:

-1

-2

-3

-4

-5
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1
Gambar 3.5 Gambar sinyal jamak (spektrumnya lebih dari satu frekuensi).

3.2 Ketiklah program berikut dalam M-file editor


clear;
f=10;
fs=500; % <-------- diubah
t=0:1/fs:1;
y1=sin(2*pi*f*t);

17
y2=sin(2*pi*2*f*t);
y3=sin(2*pi*3*f*t);
y4=sin(2*pi*4*f*t);
y5=sin(2*pi*5*f*t);
y6=sin(2*pi*6*f*t);
y=y1+y2+y3+y4+y5+y6;
stairs(t,y); < --------- Diubah

eksekusilah program di atas, bandingkan dengan gambar 3.5


3.3 Ubahlah nilai fs menjadi 400, dan 300 pada program langkah 3.2, bandingkan
gambarnya dengan gambar 3.5

4. Pengaruh Fs terhadap perekaman suara


Dalam praktikum ini, diperlukan audio system (komputer harus dilengkapi dengan
soundcard, mikrofon dan loudspeaker)

4.1 Siapkan sumber suara (misalkan musik dari Handphone) yang didekatkan ke
mikrofon, kemudian ketiklah instruksi berikut pada command window,
Fs=44000;
y=wavrecord(15*Fs, Fs, 'int16');

Tunggulah hingga kursornya muncul di command window matlab.

Kemudian ketik instruksi berikut

wavplay(y,Fs);

maka akan terdengar di speaker suara selama kurang lebih 15 detik.

4.2 Lakukanlah langkah-langkah seperti pada 3.1, dengan Fs yang diubah menjadi
30000, 20000, 10000 dan 5000, kemudian dengarkan masing-masing suaranya,
dan simpulkan.

3.5 Tugas
Jelaskan perbedaan masing-masing hasil tampilan pada tiap langkah percobaan.
Penjelasan disertai gambar.

18

Anda mungkin juga menyukai