CAPITAL ASSET PRICING MODEL
Pengertian Capital Asset Pricing Model (CAPM)
Capital Asset Pricing Model (CAPM) pertama kali diperkenalkan oleh Treynor
(1961), Sharpe (1964), dan Lintner (1965). Sharpe et., al. mengungkapkan bahwa
Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan model penetapan harga aktiva
equilibrium yang menyatakan bahwa ekspektasi return atas sekuritas tertentu
adalah fungsi linear positif dari sensitivitas sekuritasterhadap perubahan return
portofolio pasarnya.
Artinya, apabila semakin besar risiko investasi tersebtu, maka investor akan
mengharapakan tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Jika kita berpikir rasional
sebagai investor, kita tidak akan memilih investasi yang beresiko tinggi tanpa
mengharapkan tingkat pengembalian yang tinggi pula.
Asumsi-asumsi CAPM
1. Investor akan mendiversifikasikan portolionya dan memilih portofolio yang
optimal sesuai dengan garis portofolio efisien.
2. Semua investor mempunyai distribusi probabilitas tingkat return masa depan
yang identik.
3. Semua investor memiliki periode waktu yang sama.
4. Semua investor dapat meminjam atau meminjamkan uang pada tingkat return
yang bebas risiko.
5. Tidak ada biaya transaksi, pajak pendapatan, dan inflasi.
6. Terdapat banyak sekali investor, sehingga tidak ada investor tunggal yang dapat
mempengaruhi harga sekuritas. Semua investor adalah price taker.
7. Pasar dalam keadaan seimbang (equilibrium).
Risiko dan Return
Keinginan utama dari investor adalah meminimalkan risiko dan meningkatkan
perolehan (minimize risk and maximize return). Asumsi umum bahwa investor
individu yang rasional adalah seorang yang tidak menyukai risiko (risk aversive),
sehingga investasi yang berisiko harus dapat menawarkan tingkat perolehan yang
tinggi (higher rates of return), oleh karena itu investor sangat membutuhkan
informasi mengenai risiko dan pengembalian yang diinginkan.
Risiko investasi yang dihadapi oleh investor (Rose, Peter S., dan Marquis, Milton
H. 2006. Money and Capital Markets, Ninth Edition, p 277-280):
1. Market Risk (risiko pasar), sering disebut juga sebagai interest rate risk, nilai
investasi akan menjadi turun ketika suku bunga meningkat mengakibatkan
pemilik investasi mengalami capital loss. Reinvestment risk, risiko yang
disebabkan sebuah aset akan memiliki yield yang lebih sedikit pada beberapa
waktu di masa yang akan datang.
2. Default risk. Risiko apabila penerbit aset gagal membayar bunga atau
bahkan pokok aset.
3. Inflation risk. Risiko menurunya nilai riil aset karena inflasi.
4. Currency risk. Risiko menurunnya nilai aset karena penurunan nilai tukar
mata uang yang dipakai oleh aset.
5. Political risk. Risiko menurunya nilai aset karena perubahan dalam
peraturan atau hukum karena perubahan kebijakan pemerintah atau perubahan
penguasa.
Garis Pasar Modal (Capital Market Line)
Hubungan antara risiko dan return portofolio efisien akan menghasilkan garis
pasar sekuritas modal (capital market line, CML), sementara hubungan antra
risiko dan return sekuritas individual akan menghasilkan garis pasar sekuritas
(security market line, CML). Garis pasar modal menggambarkan hubungan antara
return harapan dengan resiko total dari portofolio efisien pada pasar yang
seimbang.
Slope CML
Slope CML menunjukkan harga pasar risiko bagi portofolio efisien. Besarnya
slope mengindikasikan tambahan return yang disyaratkan pasar untuk setiap 1%
kenaikann risiko portofolio. Cml hanya valid untuk portofolio yang efisien
Adapun rumus CML adalah:
Konsep CML
CML terdiri dari portofolio efisien yang merupakan kombinasi dari asset
yang berisiko dan asset bebas risiko.
Slope CML akan cenderung positif karena adanya asumsi bahwa investor
bersifat risk averse.
Berdasarkan data historis, adanya risiko akibat perbedaan return aktual
dan return yang diharapkan akan dapat menyebabkan slope CML menjadi
negatif. Slope negatif terjadi apabila tingkat return aktual portofolio pasar
lebih kecil dibandingkan tingkat keuntungan bebas risiko (Rf)
Garis pasar modal dapat digunakan untuk menentukan tingkat return yang
diharapkan untuk setiap risiko portofolio yang berbeda.
Security Market Line
Untuk menggambarkan hubungan expected return dan risk bagi portofolio yang
tidak efisien maupun sekuritas individual digunakan Security Market Line (SML).
Rumus SML: σiM/ σM
Konsep SML
Risiko sekuritas dicerminkan dari beta karena pada pasar yang seimbang
portofolio yang terbentuk sudah terdiversifikasi dengan baik→ risiko yang
relevan adalah beta.
Menurut CAPM
[Link]. keuntungan yang diharapkan = tk. keunt. bebas risiko + premi risiko atas
suatu sekuritas.
[Link] premi risiko atas sekuritas=beta x premi risiko pasar (market risk premium)
Kelebihan Dan Kekurangan CAPM
Kelebihan CAPM
Dalam penggunaannya, CAPM memiliki kelebihan tersendiri dalam
mengestimasi return saham. Kelebihan tersebut sebagai berikut:
1. Dapat dipergunakan untuk perhitungan jangka pendek;
2. Data yang dibutuhkan mudah didapatkan;
3. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengestimasi return
Kekurangan CAPM
Sebagai suatu model asset pricing yang cukup mudah digunakan, CAPM memiliki
kekurangan yaitu hanya memperhitungkan market risk sebagai risiko tunggal
dalam mengestimasi return saham. Dengan demikian, hasil estimasi kurang
akurat.