0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
246 tayangan2 halaman

Sifat Dasar Kecurangan Laporan Keuangan

Kecurangan pelaporan keuangan merupakan bentuk penipuan yang dilakukan secara sengaja untuk mengubah jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan dalam rangka memperoleh keuntungan bagi pelakunya. Kecurangan ini dapat berupa penyajian berlebihan atas aset dan pendapatan atau penyajian yang kurang dari kewajiban dan beban. Pelaku kecurangan dapat berada pada level manajemen manapun dan memanfaatkan ke

Diunggah oleh

rani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
246 tayangan2 halaman

Sifat Dasar Kecurangan Laporan Keuangan

Kecurangan pelaporan keuangan merupakan bentuk penipuan yang dilakukan secara sengaja untuk mengubah jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan dalam rangka memperoleh keuntungan bagi pelakunya. Kecurangan ini dapat berupa penyajian berlebihan atas aset dan pendapatan atau penyajian yang kurang dari kewajiban dan beban. Pelaku kecurangan dapat berada pada level manajemen manapun dan memanfaatkan ke

Diunggah oleh

rani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kecurangan merupakan bentuk penipuan yang sengaja dilakukan sehingga dapat menimbulkan kerugian

tanpa disadari oleh pihak yang dirugikan tersebut dan memberikan keuntungan bagi pelaku kecurangan

Kecurangan akuntansi meliputi berbagai bentuk, seperti tendensi untuk melakukan tindak korupsi,
tendensi untuk penyalahgunaan aset, dan tendensi untuk melakukan pelaporan keuangan yang menipu

ang menyebutkan bahwa kecurangan dalam laporan keuangan dapat menyangkut tindakan seperti,
salah saji atau penghilangan secara sengaja jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan untuk
mengelabui pengguna laporan keuangan, representasi yang salah dalam atau penghilangan dari laporan
keuangan peristiwa, transaksi, atau informasi signifikan, dan yang terakhir adalah salah penerapan
secara sengaja prinsip akuntansi yang berkaitan dengan jumlah, klasifikasi, cara penyajian, atau
pengungkapan (IAI, 2011).

 salah saji atau pengabaian jumlah dan pengungkapan yang disengaja dengan maksud menipu
para pemakai laporan keuangan. Kecurangan ini biasanya terjadi ketika sebuah perusahaan
melaporkan lebih tinggi dari yang sebenarnya (overstates) terhadap asset atau pendapatan,
atau ketika perusahaan melaporkan lebih rendah dari yang sebenarnya (understates) terhadap
kewajiban dan beban. Kecurangan laporan keuangan dilakukan oleh siapa saja pada level apa
pun dan siapa pun yang memiliki kesempatan.

Kecurangan pelaporan keuangan merupakan sebuah bentuk penipuan yang sengaja dilakukan,
hal ini memberikan keuntungan bagi pelaku kecurangan. Kecurangan ini bisa berupa mengubah
jumlah

Sifat-Sifat Fraud
 Positioning – Posisi seseorang atau fungsi dalam organisasi dapat
memberikan kemampuan untuk membuat atau memanfaatkan
kesempatan untuk [Link] dalam posisi otoritas memiliki
pengaruh lebih besar atas situasi tertentu atau lingkungan.
 Intelligence and Creativity – Pelaku kecurangan ini memiliki pemahaman
yang cukup dan mengeksploitasi kelemahan pengendalian internal dan
untuk menggunakan posisi, fungsi, atau akses berwenang untuk
keuntungan terbesar.
 Convidence atau Ego – Individu harus memiliki ego yang kuat dan
keyakinan yang besar dia tidak akan terdeteksi. Tipe kepribadian umum
termasuk seseorang yang didorong untuk berhasil di semua biaya, egois,
percaya diri, dan sering mencintai diri sendiri (narsisme).
 Coercion – Pelaku kecurangan dapat memaksa orang lain untuk
melakukan atau menyembunyikan penipuan. Seorang individu dengan
kepribadian yang persuasif dapat lebih berhasil meyakinkan orang lain
untuk pergi bersama dengan penipuan atau melihat ke arah lain.
 Deceit – Penipuan yang sukses membutuhkan kebohongan efektif dan
konsisten. Untuk menghindari deteksi, individu harus mampu berbohong
meyakinkan, dan harus melacak cerita secara keseluruhan.
 Stress – Individu harus mampu mengendalikan stres karena melakukan
tindakan kecurangan dan menjaganya agar tetap tersembunyi sangat bisa
menimbulkan stres.

Anda mungkin juga menyukai