Pekerjaan Persiapan, Galian Dan Urugan
1) Pembersihan Site atau Lokasi Tanah
Cara menghitung volume:
V =PxL
Keterangan:
V = Volume pembersihan lahan
P = Panjang lahan
L = Lebar lahan
2) Pengukuran Dan Pemasangan Bouwplank
Cara menghitung volume untuk lokasi kosong:
V = (P + 2) x 2 + (L + 2) x 2
Cara menghitung volume untuk lokasi yang sekelilingnya terlah terbangun:
V = (P + L) x 2
Keterangan:
V = Volume bouwplank
P = Panjang bangunan
L = Lebar bangunan
Rumus Dan Cara Menghitung Volume Pekerjaan (RAB)
3) Galian Tanah Pondasi
Missal pondasi berukuran lebar tapak 80 cm, lebar atas 30 cm, tinggi 75 cm, dan panjang
48 cm. Cara menghitung volume pondasi bangunan adalah sebagai berikut:
VA = (a + b)/2 x h x p
Pondasi pagar berukuran lebar tapak 70 cm, lebar atas 30 cm, tinggi 60 cm, dan panjang
38,5 cm. Cara menghitung volume pondasi pagar adalah sebagai berikut:
VB = (a +b) x h/2 x p
Jumlah total galian tanah pondasi:
Vt = VA + VB
Keterangan:
Vt = Volume tanah galian total
VA = Volume pondasi bangunan
VB = Volume pondasi pagar
A = Lebar galian pondasi bagian bawah
B = Lebar galian pondasi bagian atas
H = Tinggi galian pondasi
P = Panjang galian pondasi
4) Urugan Pasir Dan Tanah
- Urugan pasir di bawah pondasi
Cara menghitung volume urugan pasir di bawah pondasi bangunan:
VA =hxbxp
Cara menghitung volume urugan pasir di bawah pondasi pagar:
VA =hxbxp
Jumlah total volume urugan pasir di bawah pondasi:
Vt = VA + VB
Keterangan:
Vt = Volume urugan pasir total
VA = Volume urugan pasir di bawah pondasi bangunan
VB = Volume urugan pasir dibawah pondasi pagar
H = tebal urugan
B = lebar urugan
P = Panjang pondasi
P = Panjang pondasi
P = Panjang pondasi
- Urugan pasir dibawah lantai
Cara menghitung volume:
V =hxL
Keterangan:
V = Volume urugan pasir
L = Luas lantai (l xp)
H = tebal urugan pasir
L = lebar ruangan
P = panjang ruangan
- Urugan tanah kembali ke sisi pondasi
Cara menghitung volume:
V = V galian tanah – (V pasangan batu kali + V urugan pasir dibawah pondasi)
- Urugan tanah peninggian lantai
Missal penimggian lantai dianggap 40 cm dari tanah asli.
Cara menghitung volume:
V = (h x L) – St
Keterangan:
V = Volume urugan tanah
L = Luas ruangan (l xp)
L = lebar urugan
H = tebal urugan tanah
P = panjang ruangan
St = sisa volume urugan tanah pondasi
Pekerjaan Beton Bertulang
1) Sloof beton
Cara menghitung volume sloof beton bangunan:
VA =bxhxp
Cara menghitung volume sloof beton pagar:
VB =bxhxp
Keterangan:
VA = Volume sloof beton bangunan
VB = Vlome sloof beton pagar
B = lebar penampang sloof beton
H = tinggi penampang sloof beton
P = panjang pondasi
Cara menghitung volume seluruh sloof
∑V = VA + VB
Keterangan:
∑V = Volume keseluruhan sloof
VA = volume sloof pada bangunan
VB = volume sloof pada pagar
2) Kolom Beton Bangunan
Cara menghitung volume:
VA = (b x h x t) ∑k
Keterangan:
VA = Volume kolom betob bangunan
B = Lebar kolom
H = Tebal kolom
T = tinggi kolom
∑k = Jumlah kolom
3) Beton Ringbalk
Cara menghitung beton ringbalk pada bangunan:
VA =bxhxp
Kterangan:
VA = Volume kolom betob ringbalk
B = Lebar beton ringbalk
H = Tebal beton ringbalk
Pekerjaan Pasangan Dinding Dan Plesteran
1) Pasangan dinding bata merah trasram 1:3
Cara menghitung volume diatas sloof 30 cm:
V1 = h x p – L pintu
Cara menghitung volume pada dinding KM/WC:
V2 =hxp
Cara menghitung keseluruhan pasangan dinding bata merah 1:3 (trasram):
∑V = V1 + V2
Keterangan:
∑V = Volume pasangan didnding bata merah 1:3 (trasram)
V1 = Volume pasangan didnding bata merah 1:3 setinggi 30 cm
V2 = Volume pasangan didnding bata merah KM/WC 1:3 setinggi 160 cm
H = tinggi didnding trasram
P = panjang dinding trasram
L pintu = Luas pintu
2) Pasangan dinding bata merah 1:5 pada bangunan
Cara menghitung volume:
V1 = (h x p) - ∑Lp - ∑Lj - ∑Lb
3) Pasangan Dinding Bata merah 1:5 Pada pagar
Cara menghitung volume:
V2 =hxp
4) Pasangan dinding bata merah 1:5 pada sopi-sopi
Cara menghitung volume:
V3 = 0,5 x (h1 x p1) x 2 + 0,5 x (h2 xp2)
Volume keseluruhan pasangan dinding bata merah 1:5
∑V = V1 + V2 + V3
Keterangan:
∑V = Volume keseluruhan pasangan didnding bata merah 1:5
V1 = Volume pasangan didnding bata merah 1:5 pada bangunan
V2 = Volume pasangan didnding bata merah 1:5 pada pagar
H = tinggi didnding bata 1:5
P = panjang dinding bata 1:5
∑Lp = Jumlah seluruh luas pintu
∑Lj = jumlah seluruh luas jendela
∑Lb = Jumlah seluruh luas bovenlight
5) Pasangan bata rolag untuk teras
Cara menghitung volume:
V =hxtxp
Keterangan:
V = volume pasangan bata ralog
H = tinggi bata ralog
P = panjang teras
T = tinggi ralog
Baca: Langkah Membuat Dan Cara Menghitung (RAB)
Pekerjaan Plesteran Dan Aci
1) Plesteran Dan Aci 1:3
Cara menghitung volume:
Vs = {(h plesteran x h plestera) – L pintu} x 2
Atau
∑Vbt = (V1 x 2) + (V2 x 2)
Keterangan:
2 = jumlah dinding yang akan diplester (luar dan dalam)
∑Vbt = Volume plesteran dinding trasram 1:3
H plesteran = tinggi plesteran dinding trasram
P plesteran = panjang plesteran dinding trasram
L pintu = luas pintu
V1 = volume pasangan bata diatas sloof
V2 = volume pasangan bata di KM/WC
2) Plesteran Dinding Bertekstur
Cara menghitung volume:
Vdt = tdt x pdt
Keterangan:
Vdt = Volume dinding bertekstur
Tdt = lebar dinding bertekstur
Pdt = panjang dinding bertekstur
Pekerjaan Lantai Keramik
Cara menghitung volume:
V = ∑L – (∑L1 + ∑L2)
Keterangan:
V = Volume lantai keramik ruangan
∑L = jumlah luas lantai yang akan dipasang keramik
Pekerjaan Plafon
1) Rangka Plafon Dan Plafon Triplek
Cara menghitung volume:
V =∑CD + ∑CL
Keterangan:
V = Volume rangka beton
∑CD = jumlah ruangan yang akan dipasang plafon
∑CL = jumlah bagian luar yang akan dipasang plafon (teras)
2) Lisplafon
Lisplafon kayu profil 5 cm (untuk ditempel pada dinding)
Cara menghitung volume:
V = ∑PLp
Keterangan:
V = Volume lisplafon
∑PLp = jumlah panjang lisplafon
Pekerkaan Kusen, Pintu dan Jendela
1) Kusen Kayu
Cara menghitung volume:
V =LXP
=bxhxp
Keterangan:
V = Volume kusen
L = Luas penampang Kayu
P = Pnjang kayu
B = Lebar penampang kayu sebelum diserut
h = Tinggi penampang kayu sebelum diserut
2) Pekerjaan Daun Pintu Dan jendela
Pekerjaan daun pintu panel teakblock dan daun pintu besi
Cara menghitung volume:
V = l x h x ∑p
Keterangan:
V = Volume daun pintu
L = Lebar daun pintu
H = tinggi daun pintu
∑p = jumlah pintu
3) Pekerjaan daun pintu KM/WC PVC
Cara menghitung volume
V = ∑p
Keterangan:
V = Volume daun pintu (Pf)
∑p = Jumlah daun pintu PVC
4) Pekerjaan Daun Jendela
Cara menghitung volume:
V = (l x h x ∑ J1) + (l x h x ∑ J2) + (l x h x ∑ Pj)
Keterangan:
V = volume daun jendela
L = lebar daun jendela
H = tinggi daun jendela
∑J1-4 = jumlah daun jendela
5) Pekerjaan Bovenlight
Cara menghitung volume:
V = ∑ (l x p)
Keterangan:
V = volume bovenlight
L = lebar bovenlight
P = panjang bovenlight
6) Pkerjaan Kusen Sopi-sopi
Cara menghitung volume:
V = ∑Ks
Keterangan:
V = volume kusen sopi-sopi
∑ Ls = jumlah kusen sopi-sopi
Pekerjaan Perlengkapan Pintu Dan Jendela
1) Kunci pintu panel
Cara menghitung volume kunci pintu:
V = ∑Kp
Keterangan:
V = Jumlah kunci pintu
∑Kp = jumlah kunci pintu yang akan dipasang
2) Engsel Pintu Dan Jendela
Cara menghitung volume engsel pintu (3 bh/pintu)
V = (∑dp x 3) bh
Keterangan:
V = jumlah engsel pintu
∑dp = jumlah daun pintu
3) Grendel Pintu Dan Jendela
Cara menghitung volume grendel pintu
V = (∑dp x 1) bh
Keterangan:
V = jumlah Grendel pintu
∑dp = jumlah daun pintu
Pekerjaan Atap
1) Rangka atap rumah dan garasi
Kuda-kuda atap rumah
Cara menghitung volume:
Vk1 = h x b x p
Vk2 = h x b x p
Vk3 = h x b x p
Vgp = h x b x p
∑V = V1 + V2 + Vgp
Keterangan:
Vk1-3 = volume kuda-kuda kayu 8/12
Vgp = volume kuda-kuda kayu balok gapit 6/12
H = tinggi penampang kayu
B = lebar penampang kayu
∑V = jumlah seluruh volume balok kuda-kuda dan balok gapit
2) Kaso Dan Reng
Cara menghitung volume:
V = ∑ LA
Keterangan:
V = Volume kaso dan reng
∑ LA = jumlah luas bidang atap
3) Lipslang Kayu
Cara menghitung volume:
V = ∑ LP
Keterangan:
V = Volume Lipslang
∑ Lp = panjang overstek
4) Jurai luar, dalam dan talang
Cara menghitung volume jurai luar:
V = b x h x ∑ Jr
Keterangan:
V = volume jurai luar
H = tinggi penampang kayu
B = lebar penampang kayu
∑ Jr = jumlah semua panjang kayu jurai luar, dalam dan talang
5) Talang jurai
Cara menghitung volume talang jurai:
V = ∑ Tj
Keterangan:
V = volume jurai luar
∑ Tj = panjang talang jurai
6) Penutup Atap
Cara menghitung volume atap genteng:
V = ∑ LA
Keterangan:
V = volume atap genteng beton warna
∑L = jumlah luas bidang atap = luas kaso reng
7) Nok genteng
Cara menghitung volume nok genteng beton:
V = ∑ Nb
Keterangan:
V = volume nok genteng beton warna
∑ Nb = jumlah genteng nok
Itulah item atau elemen pekerjaan dan cara menghitung vlolume-nya jikalau kita
menghitung bangunan terutama rumah, dan untuk pekerjaan selain rumah juga rumus
yang digunakan masih tetap sama hanya ada tambahan beberapa varaiabel untuk
menghitungnya. Saya kira untuk postingan ini cukup sekian semoga bermanfaat bagia
yang membutuhkan.
Rumus progress pekerjaan proyek
Progress = (Volume pekerjaan yang sudah dikerjakan : Volume total pekerjaan ) x 100%
Cara menghitung progress pekerjaan proyek
Pertama kita buat rincian item pekerjaan yang ada dalam proyek, contohnya ada
pemasangan pondasi batu kali, pekerjaan sloff, pekerjaan kolom struktur, pemasangan
dinding batu bata dan seterusnya.
Masing-masing item pekerjaan tersebut kita hitung berapa volume dan harga totalnya,
data volume ini adalah nilai progress 100%.
Dalam pelaksanaan pembangunan akan ada pekerjaan yang sudah dikerjakan dan ada
juga yang belum, maka kita bisa hitung volume pekerjaan yang sudah dilaksanakan.
Dari data volume pekerjaan yang sudah dihitung tersebut maka dapat dicari prosentase
progressnya.
Contoh perhitungan progress proyek
Sebuah pekerjaan pemasangan batu kali sepanjang 99m berbentuk penampang trapesium
( ukuran tinggi = 1 m panjang sisi bawah 0,8 m panjang sisi atas 0,4 m ). sampai saat ini
sudah dikerjakan sepanjang 17 m. harga satuan pekerjaan pasangan batu kali per m3
adalah Rp.500.000,-, berapa progress pekerjaan yang sudah diselesaikan? berapa total
harga pekerjaan dan berapa harga pekerjaan yang sudah dikerjakan? mari kita hitung
bersama disini
Volume total pasangan batu kali = (((0,8m + 0,4m)/2)x 1m) x 99m = 59,4 m3.
Volume pasangan batu kali yang sudah dikerjakan = (((0,8m + 0,4m)/2)x 1m) x 17m =
10,2 m3
Progress pekerjaan = (10,2m3 : 59,4m3) x 100 = 17,17 %.
Harga total pekerjaan = Rp.500.000,- x 59,4m3 = Rp.29.700.000,-
Harga pekerjaan yang sudah selesai = Rp.500.000,- x 10,2m3 =Rp.5.100.000,-
Ini merupakan contoh progress untuk satu item pekerjaan, jadi untuk satu proyek secara
keseluruhan perlu dihitung satu perrsatu setiap item pekerjaan sehingga dapat diketahui
total nilai progress secara keseluruhan
KODE KETIK / PERINTAH / FUNGSI Yang sering digunakan :
E *ERASE Menghapus
CO *COPY Mengcopy
MI *MIRROR Mencerminkan object menjadi object baru dg posisi terbalik
O *OFFSET Menciptakan suatu object gambar yang sejajar dan menyerupai
AR *ARRAY Memperbanyak suatu object secara vertikal dan horizontal
M *MOVE Memindahkan posisi object
RO *ROTATE Memutar gambar
SC *SCALE Membuat Skala Gambar
S *STRETCH Memperpanjang object / garis
TR *TRIM Memotong
EX *EXTEND Memperpanjang object garis ke object lain
BR *BREAK Memotong garis polyline sesuai yang kita kehendaki
J *JOINT Menyambung antara 2 garis menjadi satu kesatuan (polyline)
CHA *CHAMFER Memotong miring garis yang berpotongan
F *FILLET Menyambung antara 2 garis yang berbeda sudut
X *EXPLODE Memisahkan Object Polyline
LEN *LENGTHEN Memotong garis polyline sesuai yang kita kehendaki
DIMENSION :
DLI *DIMLINEAR Membuat Dimensi horizontal dan vertikal
DOR *DIMORDINATE Membuat Dimensi Koordinat
DRA *DIMRADIUS Membuat dimensi sudut derajat
DDI *DIMDIAMETER Membuat Lingkaran sesuai diameter yang dikehendaki
DCO *DIMCONTINUE Meneruskan Dimensi
DCE *DIMCENTER Membuat dimensi, dimulai dari center / tengah
DED *DIMEDIT Mengedit dimensi
DIMTED *DIMTEDIT Mengubah posisi tulisan dimensi
D *DIMSTYLE Memodifikasi bentuk dimensi
LT *LINETYPE Tipe2 garis
LA *LAYER Susunan Nama dan jenis2 garis
INQUIRY :
DI *DIST Mengetahui Jarak
AA *AREA Mengetahui Luasan suatu area
LS / LI *LIST Mengetahui Luasan Area
MASSPROP *MASS PROPERTY Menyambung antara 2 garis menjadi satu kesatuan
(polyline)
SOLID EDITING :
UNI *UNION Menggabungkan dua Object yang bersinggungan
SU *SUBTRACT Memotong dua object yang bersinggungan ([Link] object)
IN *INTERSECT Memotong dua object yang bersinggungan ([Link] object)
EXT *EXTRUDE Membuat object polyline dua dimensi menjadi tiga dimensi
DRAW :
L *LINE Membuat Garis
PL *PLINE Membuat garis yang menyatu
POL *POLYGON Perintah untuk membuat gambar segi banyak
A *ARC Membuat Garis melingkar
C *CIRCLE Membuat lingkaran
SPL *SPLINE Membuat garis melengkung
EL *ELLIPSE Membuat lingkaran bentuk elips
PO *POINT Membuat point / titik koordinat
H *BHATCH Jenis2 tekstur permukaan suatu bidang
REG *REGION Menampilkan gambar / object
REC *RECTANGLE Membuat kotak persegi
ML *MLINE Membuat garis sekaligus dua sejajar
DO *DONUT Membuat lingkaran
HE *HATCHEDIT Mengedit tekstur permukaan
MT *MTEXT Membuat teks / nama gambar
PE *PEDIT Perintah mengubah garis patah menjadi melengkung
SPE *SPLINEDIT Mengedit garis lengkung spline
ED *DDEDIT Mengedit teks
STANDART :
MA *MATCHPROP Perintah untuk menyamakan layer suatu object
B *BLOCK Membuat group gambar
P *PAN Menggeser layar object
Z *ZOOM Memperbesar view object
RE *REGEN refresh object
REA *REGENALL refresh object secara keseluruhan
I *INSERT memasukkan object lain kedalam format dwg (autocad)
PU *PURGE menghapus file – file tidak terpakai / rusak yang berada dalam object
TO *TOOLBAR Icon – icon dalam layar autocad
OS *OSNAP menentukan koordinat object
OP *OPTIONS penyusunan layar sebelum menggambar
DIV *DIVIDE Memotong garis