SKRIPSI
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN
KEPUASAN PASIEN BPJS DI PUSKESMAS KAPASA
KOTA MAKASSAR
FIDELIA LOLO PIRADE
K11113516
Skripsi ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk
Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat
DEPARTEMEN ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017
RINGKASAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN
SKRIPSI, MEI 2017
FIDELIA LOLO PIRADE
“HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN
PASIEN BPJS DI PUSKESMAS KAPASA KOTA MAKASSAR”
Dibimbing oleh Prof. Dr. H. Amran Razak, SE, [Link] dan Ir. Nurhayani, [Link]
(xv+ 99 halaman+ 15 tabel+ 3 gambar+ 6 lampiran)
Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kesehatan menjadi
ujung tombak dari pelayanan kesehatan di Indonesia. Peskesmas bertugas
melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di
wilayah kerjanya. Dengan semakain meningkatnya mutu pelayanan maka fungsi
pelayanan di puskesmas perlu di tingkatkan agar menjadi lebih efektif dan efisien serta
memberikan kepuasan terhadap pasien dan masyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan
kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS di Puskesmas Kapasa Kota Makassar.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study.
Populasi pada penelitian ini sebanyak 1.956 pasien yang pernah memanfaatkan
pelayanan di Puskesmas Kapasa. Pengambilan sampel menggunakan teknik sistematic
random sampling, diperoleh sampel sebanyak 92 responden.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dimensi
kompetensi teknis (p=0,046 < 0,05), kenyamanan (p=0,023 < 0,05), hubungan antar
manusia (p=0,001 < 0,05), dan ketepatan waktu (p=0,001 < 0,05) dengan kepuasan
pasien BPJS di Puskesmas Kapasa, dan tidak ada hubungan antara dimensi akses
terhadap pelayanan (p=0,316 < 0,05) dengan kepuasan pasien BPJS di Puskesmas
Kapasa.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan agar Puskesmas Kapasa tetap
mempertahankan dan/atau meningkatkan mutu pelayanan yang sudah baik. Pihak
puskesmas lebih meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan pasien serta
kondisi lingkungan puskesmas.
Kata kunci : Mutu pelayanan, kepuasan pasien, BPJS , puskesmas
Daftar Pustaka : (1996-2016)
iv
KATA PENGANTAR
Segala Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
atas Kasih dan Perkenaan-Nyalah sehingga penulisan skripsi yang berjudul
“Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien BPJS di
Puskesmas Kapasa Kota Makassar” dapat terselesaikan dengan baik yang
sekaligus menjadi syarat untuk menyelesaikan pendidikan Strata Satu pada
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Hambatan dan tantangan dihadapi dalam menyelesaikan penulisan skripsi
ini, namun berkat ketabahan, kesabaran, dan dukungan yang begitu besar dari
berbagai pihak akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan. Secara khusus penulis
persembahkan karya ini untuk orang tua tercinta, Ayahanda tercinta Lolo
Sirampun Pirade (Alm), dan Ibunda Sara Kombong, Kakak Priskha Florancia.
Pirade, [Link], dan Kakak Franklin Victor Pirade,ST, serta segenap keluarga.
Terima kasih atas segala pengorbanan, dukungan, kasih sayang, didikan dan
bantuan moril maupun materil, sehingga Penulis dapat menyelesaikan Pendidikan
dengan baik.
Penulis menyadari bahwa terselesainya Skripsi ini adalah berkat bantuan
yang Penulis terima dari berbagai pihak sehingga melalui kesempatan ini, dengan
segala keerendahan hati Penulis ingin menyampaikan penghargaan dan ucapapan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak. Dr. dr. H. Noer Bahry Noor, [Link] selaku Penasehat Akademik selama
menuntut ilmu di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universias Hasanuddin.
v
2. Bapak Prof. Dr. H. Amran Razak, SE, [Link] selaku pembimbing I dan Ibu
Ir. Nurhayani, [Link] selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktu
untuk memberikan bimbingan, arahan, serta petunjuk yang sangat bermanfaat
dalam penyusunan skripsi ini.
3. Bapak Dr. Darmawansyah SE, MS selaku ketua jurusan bagian Administrasi
dan Kebijakan Kesehatan Fakultas kesehatan Masyarakat Universitas
Hasanuddin.
4. Bapak Prof. Dr. drg. H. A. Zulkifli Abdullah, M. Kes. sebagai Dekan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan para wakil
dekan serta seluruh staf atas bantuannya selama penulis mengikuti
pendidikan.
5. Kepada Prof. DR. dr. H. Muh. Syafar,MS, Dr. Lalu Muh. Saleh, SKM,
[Link], Dr. Darmawansyah, SE, MS sebagai dosen penguji yang telah
meluangkan waktu dan banyak memberi masukan, kritik serta arahan
sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
6. Kepada dosen beserta staf jurusan bagian Administrasi dan Kebijakan
Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang
telah memberikan ilmu pengetahuan yang sangat berharga kepada penulis
selama masa pendidikan.
7. Para dosen dan staf Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin
yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang sangat berharga kepada
penulis selama masa pendidikan.
vi
8. Bapak kepala Puskesmas Kapasa dr. H. Muhammad Gisman, [Link], yang
telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian.
9. Segenap Pegawai, Staf, Karyawan, dan Pasien/Responden Puskesmas Kapasa
yang tak sempat Penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu Penulis
dalam melakukan penelitian sehubungan dengan judul Skripsi pada instansi
tersebut.
10. Kepada Keluarga besar Pirade tercinta yang selalu mendukung penulis dalam
doa, motivasi, nasehat selama masa perkuliahan.
11. Keluarga besar PMK FKM UNHAS dan teman-teman KTB ACHIERA ( Kak
Gabriella Angelin Saranga,[Link], Dewi, Grimonia, Ribka) yang slalu
mendukung penulis dalam doa dan memberikan semangat dalam perkuliahan.
12. Sahabat-sahabat terbaik saya Metri, Dewi Sampe Kendek, Raini Urbanus,
Charisma Saltan Butungan, dan Orvimin Panglaa. Terima kasih telah
memberikan bantuan dan telah hadir selama masa perkuliahan yang membuat
hari-hari penulis menjadi berkesan.
13. Teman-teman seperjuangan depertemen Administrasi dan Kebijakan
Kesehatan, Pengurus HAPSC Periode 2016/2017, dan seluruh keluarga besar
HAPSC terimakasih atas pemberian dukungan, motivasi, dan dorongan untuk
menyelesaikan skripsi ini.
14. Teman-teman PBL Desa Bonto Manai (Iqbal, Wawan, Zafwan, Innayah,
Tenri, Yuni, Mugfira, Dewi, Mustainah, Rahel, Israh, Irma, Nova, dan Diani)
terimakasih banyak atas segala kebersamaan, dukungan doa, motivasi,
vii
pengetahuan, kenangan dan pengalaman baru yang diberikan semasa PBL
yang tak terlupakan.
15. Teman-teman KKN Desa Biring Ere, Kec. Bungoro, Kab. Pangkep Angkatan
93 (Catra Anugrah Parura, Mukarramah, Titi Dwi Hardiyanti Sam, Enggar
Trio Wardani, Rahayu, Duwi Murniati, Heriyansah) terimakasih banyak atas
segala kebersamaan, dukungan doa, motivasi, pengetahuan, kenangan dan
pengalaman baru yang diberikan semasa KKN yang tak terlupakan.
16. Teman-teman magang AKK di Puskesmas Kassi Kassi (Siti Khadijah K.,
Sitti Arabiyah Yunus, Meyga Nazilla) atas segala kebersamaan, dukungan
doa, motivasi, pengetahuan, kenangan dan pengalaman baru yang diberikan
semasa magang yang tak terlupakan.
17. Teman-teman angkatan 2013 “REMPONG” Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Hasanuddin yang memberikan bantuan dan motivasi selama
penulis menempuh pendidikan di bangku perkuliahan, semoga kebersamaan
kita menjadi kenangan dan pelajaran yang tak terlupakan.
18. Semua pihak yang telah membantu penyusunan skripsi dari awal hingga akhir
yang penulis tidak sebutkan. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan dan
melimpahkan rahmat-Nya.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat
kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun yang akan menjadi pembelajaran untuk kesempurnaan
penulisan karya ilmiah kedepannya.
viii
Akhir kata, penulis mengucapkan permintaan maaf apabila dalam proses
perkuliahan ada pihak-pihak yang tersakiti. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa
senantiasa melimpahkan berkat-Nya kepada kita semua dan skripsi ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca.
Makassar, April 2017
Penulis
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN............................................................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN............................................................................................. iii
RINGKASAN ..................................................................................................................... iv
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ v
DAFTAR ISI....................................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................... xii
DAFTAR TABEL............................................................................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................................... xv
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
A. Latar Belakang.................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 10
C. Tujuan................................................................................................................. 10
D. Manfaat............................................................................................................... 11
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................................... 12
A. Tinjauan Umum Tentang Mutu Pelayanan Kesehatan ....................................... 12
B. Tinjauan Umum Tentang Kepuasan Pasien........................................................ 22
C. Tinjauan Umum Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan ................ 27
D. Tinjauan Umum Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat..................................... 33
E. Tinjauan Umum Tentang Variabel Yang Diteliti ............................................... 40
BAB III KERANGKA KONSEP ..................................................................................... 43
A. Dasar Pemikiran Variabel Yang Diteliti............................................................. 43
B. Kerangka Teori Penelitian .................................................................................. 46
C. Kerengka Pikir.................................................................................................... 47
x
D. Kerengka Konsep ............................................................................................... 48
E. Definisi Operasional Dan Kriteria Objektif........................................................ 49
F. Hipotesis Penelitian ............................................................................................ 59
BAB IV METODE PENELITIAN ................................................................................... 61
A. Jenis Penelitian ................................................................................................... 61
B. Lokasi Dan Waktu Penelitian ............................................................................. 61
C. Populasi Dan Sampel.......................................................................................... 61
D. Pengumpulan Data.............................................................................................. 64
E. Pengolahan Dan Analisis Data ........................................................................... 65
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN .......................................................................... 69
A. Hasil Penelitian................................................................................................... 69
B. Pembahasan ........................................................................................................ 84
BAB VI PENUTUP .......................................................................................................... 97
A. Kesimpulan......................................................................................................... 97
B. Saran ................................................................................................................... 98
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Kerangka Teori .............................................................................................. 46
Gambar 3.2 Kerangka Pikir ............................................................................................... 47
Gambar 3.3 Kerangka Konsep........................................................................................... 48
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 5.1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Pasien BPJS di
Puskesmas Kapasa Tahun 2017..................................................................... 71
Tabel 5.2 Distribusi Responden Berdasarkan Kelompok Umur Pasien BPJS di
Puskesmas Kapasa Tahun 2017..................................................................... 72
Tabel 5.3 Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Pasien BPJS di Puskesmas
Kapasa Tahun 2017 ....................................................................................... 73
Tabel 5.4 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Pasien BPJS di Puskesmas
Kapasa Tahun 2017 ....................................................................................... 74
Tabel 5.5 Distribusi Responden Berdasarkan Kompetensi Teknis Pasien BPJS di
Puskesmas Kapasa Tahun 2017..................................................................... 74
Tabel 5.6 Distribusi Responden Berdasarkan Akses Terhadap Pelayanan Pasien
BPJS di Puskesmas Kapasa Tahun 2017 ....................................................... 75
Tabel 5.7 Distribusi Responden Berdasarkan Kenyamanan Pasien BPJS di
Puskesmas Kapasa Tahun 2017..................................................................... 76
Tabel 5.8 Distribusi Responden Berdasarkan Hubungan antar Manusia Pasien BPJS
di Puskesmas Kapasa Tahun 2017................................................................. 77
Tabel 5.9 Distribusi Responden Berdasarkan Ketepatan Waktu Pasien BPJS di
Puskesmas Kapasa Tahun 2017..................................................................... 77
Tabel 5.10 Distribusi Responden Berdasarkan Kepuasan Pasien BPJS di Puskesmas
Kapasa Tahun 2017 ....................................................................................... 78
Tabel 5.11 Hubungan antara Kompetensi Teknis dengan Pasien BPJS di Puskesmas
Kapasa Tahun 2017 ....................................................................................... 79
Tabel 5.12 Hubungan antara Akses Terhadap Pelayanan dengan Pasien BPJS di
Puskesmas Kapasa Tahun 2017..................................................................... 80
xiii
Tabel 5.13 Hubungan antara Kenyamanan dengan Pasien BPJS di Puskesmas Kapasa
Tahun 2017 .................................................................................................... 81
Tabel 5.14 Hubungan antara Hubungan Antar Manusia dengan Pasien BPJS di
Puskesmas Kapasa Tahun 2017..................................................................... 82
Tabel 5.15 Hubungan antara Ketepatan Waktu dengan Pasien BPJS di Puskesmas
Kapasa Tahun 2017 ....................................................................................... 83
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I Kuesioner Penelitian
Lampiran II Hasil Pengolahan Data
Lampiran III Master Tabel
Lampiran IV Persuratan
Lampiran V Dokumentasi Penelitian
Lampiran VI Riwayat Hidup Penulis
xv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
World Health Organization (WHO) mendefinisikan pengertian sehat
adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang
merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan
(Chandra, 2006). WHO juga mendorong seluruh negara mengembangkan
jaminan kesehatan untuk semua penduduknya (Universal Health Coverage) .
Dengan jaminan kesehatan tersebut semua penduduk di negara yang
mengembangkan jaminan kesehatan ini termasuk peserta jaminan kesehatan
(Rimawati, 2016).
Dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 menjelaskan bahwa
kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun
sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial
dan ekonomis. Dan juga telah ditetapkan bahwa setiap orang berhak
memperoleh pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, setiap elemen masyarakat
baik individu, keluarga, berhak memperoleh pelayanan atas kesehatannya dan
pemerintah bertanggung jawab mencanangkan, mengatur menyelenggarakan
dan mengawasi penyelenggaraan kesehatan secara merata dan terjangkau oleh
masyarakat. Salah satu bentuk upaya pemerintah dalam menyelenggarakan
kesehatan kepada masyarakat maka di tiap kecamatan dibangun instansi
pemerintah sebagai unit penyelenggara pelayanan kesehatan masyarakat,
1
yakni Pusat Kesehatan Masyarakat atau yang biasa disebut Puskesmas
(Depkes RI, 2009)
Pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan
derajat kesehatan dan kesejahteraan setiap insan di seluruh dunia. Setiap orang
mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan dan pemerintah
bertanggung jawab atas ketersediaan segala bentuk upaya kesehatan yang
bermutu, aman, efisien, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat
(Tanan et al., 2013). Salah satu upaya tersebut yaitu dengan peningkatan
ketersediaan dan pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan dasar seperti
puskesmas di setiap daerah (Bappenas, 2009).
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pemerintah telah diamatkan untuk
melaksanakan berbagai upaya pemeliharaan kesehatan penduduk miskin
dalam pelayanan kesehatan. Pemerintah telah mengupayakan untuk mengatasi
kendala masyarakat miskin dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan
melalui pelaksanaan kebijakan program Jaminan kesehatan masyarakat pada
tahun 2008 (Mahmudah, 2010).
Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kesehatan
menjadi ujung tombak dari pelayanan kesehatan di Indonesia. Peskesmas
bertugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan
pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Dalam menjalankan tugasnya,
puskesmas mempunyai fungsi menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar
secara komprehensif, berkesinambungan, dan bermutu (Permenkes, 2014).
2
Pelayanan kesehatan merupakan usaha yang dilaksanakan mandiri atau
bersama-sama pada sebuah organisasi guna meningkatkan kesehatan,
mencegah dan mengobati penyakit individu, keluarga, kelompok, dan
masyarakat (Mubarak and Nurul, 2009). Pusat Kesehatan Masyarakat
(Puskesmas) sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan umum yang
memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat
diwilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok (Efendi and Makhfudli,
2009).
Pengguna jasa pelayanan kesehatan di Puskesmas menuntut pelayanan
yang berkualitas tidak hanya menyangkut kesembuhan dari penyakit secara
fisik akan tetapi juga menyangkut kepuasan terhadap sikap, pengetahuan dan
keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan serta tersedianya sarana
dan prasarana yang memadai dan dapat memberikan kenyamanan. Dengan
semakain meningkatnya mutu pelayanan maka fungsi pelayanan di puskesmas
perlu di tingkatkan agar menjadi lebih efektif dan efisien serta memberikan
kepuasan terhadap pasien dan masyarakat. Fungsi Puskesmas yang sangat
berat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dihadapkan pada
beberapa tantangan dalam hal sumberdaya manusia dan peralatan kesehatan
yang semakin canggih, namun harus tetap memberikan pelayanan yang terbaik
(Khusnawati, 2010).
Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan milik pemerintah wajib
melaksanakan setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Salah
satunya adalah kebijakan diimplementasikannya program Jaminan Kesehatan
3
Nasional. Dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional, sesuai
dengan Permenkes Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada
Jaminan Kesehatan Nasional disebutkan bahwa puskesmas berperan sebagai
salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam penyelenggaraan
pelayanan kesehatan (Ulfah, 2015).
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah badan hukum
publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. BPJS
terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam hal ini BPJS
Kesehatan merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan
program jaminan kesehatan. Semua penduduk indonesia wajib menjadi
peserta jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS termasuk orang asing yang
telah bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia dan telah membayar
iuran(Balitbang Kemenkes RI, 2013). Puskesmas dalam sistem JKN/BPJS
memiliki peran yang besar kepada peserta BPJS Kesehatan. Apabila
pelayanan puskesmas yang diberikan baik, maka akan semakin banyak peserta
BPJS yang memanfaatkan pelayanan kesehatan, namun dapat terjadi
sebaliknya jika pelayanan yang dirasakan kurang memadai (Hasbi, 2012).
Penerapan Jaminan Kesehatan Nasional dibawah BPJS Kesehatan
merupakan tonggak awal dimulainya perubahan layanan kesehatan. Akan
tetapi, kenyataannya sekarang pandangan pasien terhadap pelayanan BPJS
Kesehatan masih kurang baik, hal ini ditandai dengan adanya isu yang
berkembang di media elektronik tentang keluhan dari masyarakat bahwa
adanya perbedaan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh penyedia layanan
4
kesehatan kepada pasien umum dibandingkan dengan pasien BPJS dimana
pihak rumah sakit atau puskesmas lebih mengutamakan pasien umum
dibandingkan pasien peserta BPJS Kesehatan (Azlika, 2015).
Bagi pemakai jasa pelayanan kesehatan, kualitas/mutu pelayanan lebih
terkait dengan ketanggapan petugas memenuhi kebutuhan pasien dan
kelancaran komunikasi antara petugas dan pasien. Dari beberapa hasil
penelitian ditemukan bahwa ada hubungan antara perhatian yang tulus dan
bersifat individual kepada pasien dan berupaya memahami keinginan
konsumen dengan kualitas pelayanan kesehatan. Serta penelitian yang
menyatakan bahwa ada pengaruh faktor mutu pelayanan (aspek kompetensi
teknis, aspek pelayanan, efektifitas, efisiensi, hubungan antar manusia,
keamanan, kenyamanan dan kesinambungan) terhadap kepuasan pasien
(Robbins and Luthan, 2008).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sofa Sulfiana dan
Dyah Ernawati (2013) di Rumah Sakit Banyu Manik Semarang. Dari 2.177
populasi, sampel dihitung berdasarkan rumus slovin didapatkan jumlah 99
pasien, dari hasil penelitian diketahui 92.9% pasien merasa puas terhadap
kompetensi petugas dan 7.07% pasien merasa tidak puas terhadap kompetensi
petugas pendaftaran, diketahui 69,7% pasien merasa puas terhadap akses
dalam pelayanan dan 30,3% pasien merasa tidak puas terhadap akses dalam
pelayanan, diketahui 81,8% pasien merasa puas terhadap hubungan antar
manusia dan 18,2% pasien merasa tidak puas terhadap hubungan antar
manusia,dan kepuasan pasien yaitu 86,9% pasien puas dan 13,1% pasien tidak
5
puas. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh dimensi mutu
yakni kompetensi teknis, akses pelayanan, dan hubungan antar manusia
terhadap kepuasan pasien (Zulfiana and Ernawati, 2013).
Puskesmas diharapkan mampu memberikan jaminan bagi warga
masyarakat sekitarnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang sangat
dibutuhkan. Puskesmas harus memahami status kesehatan dan kebutuhan
layanan kesehatan masyarakat yang dilayaninya dan mendidik masyarakat
tentang layanan kesehatan dasar dan melibatkan masyarakat dalam
menentukan bagaimana cara yang paling efektif menyelenggarakan layanan
kesehatan. Pasien melihat layanan kesehatan yang bermutu sebagai suatu
layanan kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan yang dirasakannya dan
diselenggarakan dengan cara sopan santun, tepat waktu, tanggap dan mampu
menyembuhkan keluhannya serta mencegah berkembangnya atau meluasnya
penyakit (Pali, 2010).
Pandangan pasien ini sangat penting karena pasien yang merasa puas
akan mematuhi pengobatan dan mau datang berobat kembali. Dimensi mutu
layanan kesehatan yang berhubungan dengan kepuasan pasien dapat
mempengaruhi kesehatan masyarakat. Kepuasan dan ketidak puasan
merupakan dampak dari hasil penilaian pasien atas kualitas layanan dan nilai
yang ditawarkan oleh rumah sakit atau puskesmas. Kepuasan pasien dapat
dibangun melalui kualitas pelayanan dan nilai pelanggan. Hal ini
menunjukkan bahwa kualitas layanan merupakan salah satu jaminan terbaik
untuk menciptakan dan mempertahankan kesetian pasien dan benteng
6
pertahanan dalam menghadapi persaingan global. Untuk menciptakan kualitas
layanan yang unggul harus didukung dengan sumber daya manusia yang
andalan teknologi yang memadai.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Ulfa Royanah (2015) terhadap
pasien JKN Non PBI yang pernah berkunjung ke Puskesmas Halmahera Kota
Semarang, diketahui bahwa terdapat hubungan antara dimensi kompetensi
teknis, akses terhadap pelayanan, efektifitas, hubungan antar manusia,
efisiensi, kelangsungan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan terhadap
kepuasan pasien (Ulfah, 2015).
Pengukuran kepuasan dilakukan sebagai upaya untuk menjamin
kualitas mutu pelayanan kesehatan yang sudah diberikan selama berjalannya
program JKN, baik oleh BPJS Kesehatan sebagai penyelenggaranya ataupun
fasilitas kesehatan sebagai penyelenggara fasilitas kesehatan (Wahyuni and
Nurwahyuni, 2014). Kepuasan seseorang ditentukan oleh persepsi seseorang
tersebut. Hubungan persepsi dengan respon kepuasan pasien pengguna BPJS
kesehatan ini tidak jauh berbeda. Persepsi adalah penilaian, pandangan atas
pendapat dari seseorang atau dari pasien yang mendapatkan pelayanan dari
puskesmas yang diterimanya baik itu positif maupun negative. Sedangkan
kepuasan ini sendiri terjadi setelah pasien tersebut sudah dapat memberikan
persepsi terhadap pelayanan yang ia terima. Jika suatu kebutuhan pasien
terpenuhi maka itu sudah merupakan gambaran kepuasan bagi pasien. Oleh
karena itu kepuasan pasien tergantung pada mutu pelayanan di puskesmas
tersebut (Ayu, 2015).
7
Kepuasan pasien berhubungan dengan mutu pelayanan kesehatan. Jika
suatu instansi kesehatan salah satunya puskesmas akan melakukan upaya
peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pengukuran tingkat kepuasan pasien
harus dilakukan. Melalui pengukuran tersebut, dapat diketahui sejauh mana
dimensi-dimensi mutu pelayanan kesehatan yang telah diselenggarakan dapat
memenuhi harapan pasien (Ilahi, 2016).
Puskesmas Kapasa terletak di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar
dengan luas wilayah kerja kira-kira 4,18 km2. Wilayah kerjanya meliputi 1
kelurahan, yaitu Kelurahan Kapasa, yang terdiri dari 63 RT dan 14 RW. Visi
Puskesmas Kapasa yaitu mewujudkan masyarakat Kapasa yang mandiri untuk
hidup sehat (Puskesmas Kapasa, 2016).
Sebagai salah satu pemberi layanan kesehatan, maka Puskesmas
Kapasa harus memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pasien. Pada
pengambilan data awal diperoleh jumlah kunjungan pasien BPJS di
Puskesmas Kapasa pada tahun 2014 sebanyak 1.628 kunjungan. Sementara
pada tahun 2015 menurun menjadi 1.238 kunjungan. Hal ini menandakan
adanya penurunan kualitas pada pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut.
Namun, pada tahun 2016 jumlah kunjungan pasien naik menjadi 1.956
kunjungan. Dari tahun 2014 ke tahun 2015 jumlah kunjungan menurun
sebanyak 390 kunjungan, tidak seperti peningkatan pada tahun 2015 ke 2016.
Hal ini menunjukkan bahwa dari tahun 2014 hingga tahun 2015 mengalami
penurunan yang mengindikasikan bahwa mutu pelayanan yang kurang
maksimal dan perlu ditingkatkan lagi (Puskesmas Kapasa, 2016).
8
Selain dari data yang diperoleh, setelah peneliti melakukan wawancara
singkat dengan kepala puskesmas pada tanggal 11 Februari 2017, ditemukan
beberapa masalah yang terjadi di Puskesmas Kapasa selama tahun 2016.
Beberapa diantaranya ialah pelayanan petugas kesehatan yang kurang
maksimal yang diakibatkan oleh tidak lengkapnya peralatan, khususnya di poli
gigi, dan gedung puskesmas yang tidak memadai, yang menyebabakan
menurunnya tingkat kepuasan pasien.
Mutu pelayanan di suatu Puskesmas merupakan salah satu faktor
penting dalam menciptakan kepuasan pasien. Pelayanan berkualitas dalam
konteks pelayanan di puskesmas, berarti memberikan pelayanan kepada
pasien dan keluarganaya didasarkan pada standar kualitas untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginannya, sehingga dapat memperoleh kepuasan yang
akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan pasien dan keluarganya terhadap
Puskesmas.
Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian di Puskesmas Kapasa mengenai mutu pelayanan petugas kesehatan
tehadap kepuasan pasien BPJS karena pelayanan yang baik akan membentuk
loyalitas bagi pasien untuk menggunakan kembali layanan tersebut atau paling
tidak merekomendasikan pelayanan yang diterima kepada orang lain yang
juga membutuhkan pelayanan yang sama.
9
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah “Apakah ada hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan
kepuasan pasien BPJS di Puskesmas Kapasa Kota Makassar ?”
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Tujuan Umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu
pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS di Puskesmas Kapasa
Kota Makassar.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien
BPJS di Puskesmas Kapasa Kota Makassar.
b. Untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan berdasarkan
dimensi kompetensi teknis terhadap kepuasan pasien BPJS di
Puskesmas Kapasa Kota Makassar.
c. Untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan berdasarkan
dimensi akses pelayanan terhadap kepuasan pasien BPJS di Puskesmas
Kapasa Kota Makassar.
d. Untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan
berdasarkan dimensi kenyamanan terhadap Kepuasan Pasien BPJS di
Puskesmas Kapasa Kota Makassar.
10
e. Untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan
berdasarkan dimensi hubungan antar manusia terhadap kepuasan
Pasien BPJS di Puskesmas Kapasa Kota Makassar.
f. Untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan
berdasarkan dimensi waktu pelayanan terhadap Kepuasan Pasien BPJS
di Puskesmas Kapasa Kota Makassar.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Ilmiah
a. Dapat menambah Khasanah Ilmu Pengetahuan tentang Pentingnya
Mutu Pelayanan Tenaga Kesehatan terhadap kepuasan pasien
Puskesmas Kapasa Kota Makassar Tahun 2017.
b. Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya
2. Manfaat Institusi
Sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi Puskesmas Kapasa dalam
mengambil kebijakan untuk menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan
Masyarakat.
3. Manfaat Praktis
Merupakan pengalaman berharga bagi peneliti dalam mengaplikasikan
ilmu pengetahuan yang diperoleh dibangku kuliah.
11