0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan8 halaman

Panduan Lengkap Terapi Komplementer

1. Dokumen tersebut membahas tentang terapi komplementer yang merupakan cara pengobatan alternatif untuk mendukung pengobatan medis konvensional atau sebagai pilihan pengobatan selain medis. 2. Terapi komplementer meliputi sistem medis alternatif, terapi biologis, manipulasi tubuh, dan intervensi pikiran-tubuh seperti meditasi, yoga, dan musikoterapi. 3. Perawat dapat menerapkan terapi komplementer seperti relaksasi

Diunggah oleh

Lisberth Christina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan8 halaman

Panduan Lengkap Terapi Komplementer

1. Dokumen tersebut membahas tentang terapi komplementer yang merupakan cara pengobatan alternatif untuk mendukung pengobatan medis konvensional atau sebagai pilihan pengobatan selain medis. 2. Terapi komplementer meliputi sistem medis alternatif, terapi biologis, manipulasi tubuh, dan intervensi pikiran-tubuh seperti meditasi, yoga, dan musikoterapi. 3. Perawat dapat menerapkan terapi komplementer seperti relaksasi

Diunggah oleh

Lisberth Christina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

oktatusiafayani

sugeng rawuh

Menu
Lanjut ke konten

● Beranda
● Perihal

TERAPI KOMPLEMENTER

6 Oktober 2014oktatusiafayani Tinggalkan komentar

TERAPI KOMPLEMENTER
I. PENGERTIAN
 Terapi Komplementer adalah cara penanggulangan penyakit yang dilakukan sebagai
pendukung kepada pengobatan medis konvensional atau sebagai pengobatan pilihan lain diluar
pengobatan medis yang konvensional.
 Terapi Komplementer adalah semua terapi yang digunakan sebagai tambahan untuk terapi
konvesional yang direkomendasikan oleh penyelenggara pelayanan kesehatan induvidu.
 Pengobatan Komplementer adalah pengobatan non konvensional yang bukan berasal dari
Negara yang bersangkutan (WHO).
II. TUJUAN
 Sebagai pengobatan pilihan lain diluar pengobatan medis.
 Untuk memperbaiki fungsi dari system system tubuh, terutama system kekebalan dan
pertahanan tubuh.
 Lebih berserah diri dan ikhlas menerima keadaan.
III. MACAM MACAM TERAPI KOMPLEMENTER
1. System medis Alternatif
a. Akupuntur
Suatu metode tradisional Cina yang menghasilkan analgesia atau perubahan fungsi system
tubuh dengan cara memasukan jarum tipis sepanjang rangkaian garis atau jalur yang disebut
meredian. Manipulasi jarum langsung pada meridian energi akan mempengaruhi organ internal
dalam dengan pengalihan qi
b. Ayurveda
System pengobatan tradisional Hindu yang memkombinasikan obat herbal, obat pencahar dan
minyak gosok.
c. Pengobatan Homeopatic
System mengobatan medis yang didasari pada teori bahwa penyakit tertentu dapat diobati
dengan memberikan dosis kecil substansi yang ada pada individu sehat akan menghasilkan
gejala seperti penyakit.
d. Pengobatan Naturopatik
System pengobatan didasari pada makanan alami, cahaya, kehangatan, pijatan air segar, olah
raga teratur dan menghindari pengobatan, mengenali kemampuan mnyembuhkan tubuh alami.
e. Pengobatan Tradisional Cina
Kumpulan tehnik dan metode sistematik termasuk akupuntur, pengobatan herbal, pijatan,
akupreser, moxibustion (menggunakan panas dari herbal yang dibakar), qigong
(menyeimbangkan aliran energi melalui gerakan tubuh).
2. Terapi Biologis
Menggunakan substansi alam seperti herbal, makanan dan vitamin.
a. Zona
Progam diet yang memerlukan makanan berprotein, karbohidrat dan lemak dengan
perbandingan 30:40:30.
Digunakan untuk menyeimbangkan insulin dan hormone lain untuk kesehatan yang optimal.
b. Diet Mikrobiotik
Diutamakan diet vegetarian.
c. Pengobatan Ortomolekuler
Meningkatkan nutrisi seperti vitamin c dan bertakoren.
3. Menipulasi Dan Metode Didasari Tubuh
Didasari pada manipulasi dari atau penggerakan dari satu atau lebih bagian tubuh.
a. Akupresur
Tehnik terapetik mempergunakan tekanan digital dalam cara tertentu pada titik yang dibuat
pada tubuh untuk mengurangi rasa nyeri menghasilkan analgesic atau mengatur fungsi tubuh.
b. Pengobatan Kiropratik
System terapi yang melibatkan manipulasi kolumna spinalis dan memasukan fisiotherapy dan
terapi cliet.
c. Metode Feldenkrais
Terapi alternatif yang didasarkan pada citra tubuh yang baik melalui perbaikan pergerakan
tubuh.
d. Tai chi
Terapi alternatif yang menghubungkan pernafasan, pergerakan dan meditasi untuk
membersihkan, memperkuat dan sirkulasi energi dan darah kehidupan yang penting.
e. Terapi Pijat
Manipulasi jaringan ikat melalui pukulan, gosokan atau meremas untuk meningkatkan sirkulasi,
memperbaiki sifat otot dan relaxsi.
f. Sentuhan Ringan
Sentuhan pada klien dengan cara yang tepat dan halus untuk membuat hubungan
menunjukkan penerimaan dan memberikan penghargaan.
4. Intervensi tubuh-pikiran
Menggunakan berbagai tehnik yng dibuat untuk meningkatkan kapasitas pikiran guna
mempengaruhi fungsi dan gejala tubuh.
a. Terapi Dansa
Sarana memperdalam dan memperkuat terapi karena merupakan ekspresi langsung dari
pikiran dan tubuh.
b. Terapi Pernafasan
Menggunakan segala jenis pola pernafasan untuk merelaxasi, memperkuat atau membuka jalur
emosional.
c. Imajinasi Terbimbing
Tehnik terapiutik untuk mengobati kondisi patologis dengan berkonsentrasi pada imajinasi atau
serangkaian gambar.
d. Meditasi

Praktik yang ditujukan pada diri untuk merelaxasi tubuh dan menenangkan pikiran
menggunakan ritme pernafasan yang berfokus.
e. Terapi Musik
Menggunakan music untuk menunjukkan kebutuhan fisik, psikologis, kogniti dan sosial individu
yang menderita cacat dan peny.
f. Usaha Pemulihan (doa)
Berbagai tehnik yang menggunakan dalam banyak budaya yang menggabungkan pelayanan,
kesabaran, cinta atau empati dengan target doa.
g. Psikoterapi
Pengobatan kelainan mental dan emosional dengan tehnik psikologi
h. Yoga
 
 Tehnik yang befokus pada susunan otot, postur, mekanisme pernafasan dan kesadaran tubuh.
5. Terapi Energi
Melibatkan penggunaan medan energi
a. Terapi Reiki
Terapi yang berasal dari praktik budha kuno di mana praktisi menempatkan tangannya pada
atau diatas bagian tubuh dan memindahkan keharmonisan dan keseimbangan untuk mengobati
gangguan kesehatan.
b. Sentuhan terapiutik
Pengobatan melibatkan pedoman keseimbangan energi atau praktisi dalam suatu cara yang
disengaja tidak semua pasien.
IV. EFEK SAMPING TERAPI KOMPLEMENTER
Pada terapi akupuntur dapat terjadi komplikasi seperti infeksi karena sterilesasi jarum yang
tidak adekuat atau jarum yang ditinggalkan dalam tempat untuk waktu yang lama, jarum yang
patah, perasaan mengantuk pasca pengobatan. Kontraindikasi pengobatan pada individu yang
memiliki kelainan perdarahan trombositopeni, infeksi kulit atau yang memiliki ketakutan
terhadap jarum.
Kontaminasi dengan herbal atau bahan kimia lain termasuk pestisida dan logam berat juga
terjadi, tidak semua perusahaan menjalankan pengawasan kualitas yang ketat dan garis
pedoman pabrik yang menentukan standar untuk kadar pestisida yang dapat diterima, bahan
pelarut sisa tingkat bacterial dan logam berat untuk alasan ini pembelian obat herbal hanya dari
pabrik yang mempunyai reputasi. Label pada produk herbal harus mengandung nama ilmiah
tanaman nama dan alat pabrik yang sebenarnya, tanggal kemasan dan tanggal kadaluarsa.
Di Indonesia ada 3 jenis tehnik pengobatan komplementer yang telah di terapkan oleh
Derpartemen Kesehatan untuk di Integrasikan ke dalam pelayanan konvensional yaitu:
1. Akupuntur Hiperbarik
Dilakukan oleh dokter umum berdasarkan kompetensinya.
2. Terapi Hiperbarik
Yaitu suatu metode terapi dimana pasien di masukan ke dalam sebuah ruangan yang memiliki
tekanan udara atmosfir normal, lalu di beri pernafasan oksigen murni (100%)
3. Terapi herbal medic
Yaitu terapi dengan menggunakan obat bahan alami baik berupa herbal terstandar dalam
kegiatan pelanyanan penelitian maupun berupa fitofarmaka.
DASAR HUKUM
1. Peraturan Menteri kesehatan RI nomor 1109 tahun 2007 tentang penyelenggaraan
pengobatan komplementer-alternatif pelayanan kesehatan.
2. Permenkes RI no 1186 / Menkes / per / XI / 1996 tentang pemanfaatan akupuntur di sarana
pelayanan kesehatan.
3. Keputusan Menteri Kesehatan RI no 1076 / Menkes / SK / VII / 2003 tentang
penyelenggaraan pengobatan tradisional.
4. Keputusan Menteri Kesehatan RI no 121 tahun 2008 tentang standar pelayanan Medik
Herbal.
PENERAPAN DALAM PRATIK KEPERAWATAN
Keperawatan holistic menghormati serta mengobati jiwa, tubuh dan pikiran klien, perawatan
menggunakan Intervensi Keperawatan holistic seperti terapi relaxasi, terapi music, sentuhan
ringan dan usaha pemulihan (doa). Intervensi seperti ini mempengaruhi Individu secara
keseluruhan (jiwa, tubuh, pikiran) dan merupakan pelengkap yang bersifat efektif ekonomis,
non, invasive serta non farmakologis untuk pelayanan medis terapi tersebut di susun dalam 2
tipe:
I. Terapi yang dapat diakses keperawatan.
Di mana seorang perawat dapat mulai mempelajari dan mempergunakanya dalam pelayanan
klien.
Relaksasi
Tujuan : agar individu mampu memonitor dirinya secara terus menerus terhadap indicator
ketegangan serta untuk membiarkan, melepaskan dengan sadar ketegangan yang terdapat di
bebagai tubuh.
Macam relaxsasi:
a. Relaksasi progresif
Mengajarkan individu bagaimana beristirahat dengan efektif dan mengurangi ketegangan pada
tubuh.
b. Relaksasi pasif
Mengajarkan individu untuk merelaksasikan sekelompok otot secara pasif.
Cara terapi relaksasi :
1. Meditasi dan pernafasan berirama
• Menyediakan lingkungan yang tenang.
• Membantu klien untuk mendapatkan kenyamanan saat sedang duduk atau berbaring,minta
klien untuk tetap diam sebisa mungkin dan bergerak jika perlu agar tetap merasa nyaman.
• Menginstruksikan klien untuk bernafas kedalam dan keluar secara perlahan dan dalam
menggunakan otot perut.
• Pada awal setiap mengeluarkan nafas,minta klien untuk menyebut angka satu dalam
pikirannya,lanjutkan ketahap meditasi.
• Menjelaskan ketika pikiran mengembara,bawa kembali untuk memulai mengeluarkan nafas
dalam tanpa pertimbangan.
• Minta klien melakukan setiap jenis latihan selama 5,10,15 dan 20 menit
• Lakukan setiap hari untuk minimal satu jenis latihan.
2. Relaksasi dan progesif
• Menyediakan linkungan yang tenang
• Membantu klie untuk mendapatkan kenyamanan saat sedang duduk atau berbaring, meminta
klien untuk tetap diam sebisa mungkin dan bergerak jika perlu agar tetap merasa nyaman.
• Mengintrusikan klien untuk menutup mata dan mempertahankan sikap mau menerima.
• Menginstuksikan untuk bernafas dalam dan keluar secara perlahan dan dalam menggunakan
otot otot patu paru
• Saat klien bernafas secara perlahan dan nyaman, instrukasikanb klien untuk merelaksasikan
dan meregangkan otot sesuai urutan yang di perintahkan, menengankan dan merelasaksikan
serta merasakan tiap bagian yang berelaksasi.
• Instruksikan klien untuk menegangkan dan kemudian merelaksasikan betis, lutut, dan
seterusnya.
3. Relaksasi dengan gerakan sensoris
• Menyediakan tempat yang tenang
• Membantu klien untuk mendapatkan kenyamanan saat sedang duduk atau berbaring,
meminta klien untuk tetap diam sebisa mungkin dan bergerak jika perlu agar tetap merasa
nyaman.
• Menginstruksikan klien untuk menutup mata dan mempertahankan sikap mau menerima.
• Menginstruksikan klien untuk bernafas ke dalam dan ke luar secara perlahan dan dalam
menggunakan otot otot perut.
• Instrusikan klien untuk mengulng dan menyelesaikan setiap kata empat kali, kemudian tiga
kali, kemudian dua kali dan terakhir satu kali.
4. Relaksasi dengan music
• Menfasilitasi klien dengan alat perekam dan alat pendengar.
• Meminta klien untuk mendapatkan posisi yang nyaman (duduk atau berbaring dengan tangan
dan kaki di silang) dan untuk menutup mata dan mendengarkan music melalui alat pendengar.
• Instrusikan klien untuk membanyangkan terapung atau ditiup dengan music ketika sedang
mendengarkan.
Evaluasi:
• Mangkaji tanda tanda vital klien terutama pola pernafasan.
• Minta klien untuk menggambarkan tingkat ketegangan atau perasaan kawatir.
• Mengamati klien terhadap adanya perilaku yang menunjukan kecemasan.
II. Terapi Latihan Fisik
Di mana seorang perawat tidak dapat melakukan tanpa pelatihan tambahan dan atau sertifikat.
a. Umpan balik biologis
Merupakan suatu kelompok prosedur terapeutik yang menggunakan alat elektronik, atau
elektromekanik untuk mengukur, memproses dan memberikan informasi bagi individu tentang
aktivitas system saraf otonom dan neuro moskuler.
b. Sentuhan terapiutik
Sentuhan terapiutik merupakan satu potensi alami manusia yang terdiri dari meletakkan tangan
praktisi pada atau dekat dengan tubuh seseorang kemudian praktisi mencoba mengarahkan
energi yang ada dalam tubuhnya untuk membawa individu kembali masuk kedalam
keseimbangan energi yang sama dengan praktisi.
c. Terapi kiropraktik
Manipulasi spinal yang diarahkan pada sendi tertentu ole praktisi dengan menggunakan tangan
atau alat.
d. Akupuntur
Merupakan metode stimulasi titik tertentu pada tubuh dengan memasukan jarum kusus untuk
memodifikasi persepsi rasa nyeri, menormalkan fungsi fisiologis serta mengobati dan
mencegah penyakit.
e. Terapi herbal
Menggunakan tanaman, hewan, atau mineral.

SUMBER
Brooker, Chris. Ensiklopedia Keperawatan. 2008. Jakarta : EGC

Bagikan ini:

● Twitter
● Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Navigasi tulisan
« Berfikir Kritis Dalam Praktek Keperawatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:




Email (wajib) (Alamat takkan pernah dipublikasikan)


Nama (wajib)
Situs Web
You are commenting using your [Link] account. ( Logout /  Ubah )

You are commenting using your Google account. ( Logout /  Ubah )

You are commenting using your Twitter account. ( Logout /  Ubah )

You are commenting using your Facebook account. ( Logout /  Ubah )

Batal
Connecting to %s

Beri tahu saya komentar baru melalui email.


Beritahu saya pos-pos baru lewat surat elektronik.

Cari
Arsip

● Oktober 2014

Meta
● Daftar
● Masuk
Blog di [Link]. Tema: Crafty oleh CraftyCart.
Tambahkan pemikiran Anda di sini... (opsional) Tuliskan ke
Batal

Privasi & Cookie: Situs ini menggunakan cookie. Dengan melanjutkan menggunakan situs web
ini, Anda setuju dengan penggunaan mereka.
Untuk mengetahui lebih lanjut, termasuk cara mengontrol cookie, lihat di sini: Kebijakan Cookie
%d blogger menyukai ini:
<img src="[Link]
style="height:1px;width:1px;overflow:hidden;position:absolute;bottom:1px;" alt="" />
● IkutiMengikuti
○ oktatusiafayani
○ Sudah punya akun [Link]? Login sekarang.

○ oktatusiafayani
○ Sesuaikan
○ IkutiMengikuti
○ Daftar
○ Masuk
○ Salin shortlink
○ Laporkan isi ini
○ Kelola langganan
○ Ciutkan bilah ini

Anda mungkin juga menyukai