BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Gambaran Umum PT. Cahaya Mitra Nusantara
PT. Cahaya Mitra Nusantara secara resmi didirikan pada tanggal 07 Agustus
2014 di Jakarta dan pembukaan cabang pada tanggal 11 Maret 2016. Perusahaan
ini bergerak di bidang Jasa Konstruksi.
PT. Cahaya Mitra Nusantara memiliki kompetensi kualifikasi dan legalitas yang
saat ini masuk dalam kelompok golongan Badan Usaha Non Kecil dan dinyatakan
sebagai perusahaan Jasa Konstruksi Kualifikasi Menengah hanya dapat mengikuti
pelelangan atau tender dengan nilai proyek diatas 1 Milyar sampai dengan 50
Milyar atau menyesuaikan dengan Kemampuan Dasar (KD) yang dimiliki.
Perusahaan ini telah menangani beberapa proyek Seperti Pembangunan 1 Tower
Rusun 6 Lantai di Jawa Barat , Pembangunan Gedung ITB, dan sebagainya.
Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK) PT. Cahaya Mitra Nusantara
diterbitkan oleh asosiasi ASKONAS (Asosiasi Kontaktor Nasional), dan regitrasi
oleh LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi). Tenaga Ahli PT. Cahaya
Mitra Nusantara bersertifikat Keahlian (SKA) yang diterbitkan dari berbagai
macam asosiasi tenaga ahli diantaranya ATAKI ( Asosiasi Tenaga Ahli
Konstruksi Indonesia), HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia), PATI
(Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia). Berikut ialah logo PT. Cahaya Mitra
Nusantara.
6
Gambar 2.1. Logo PT. Cahaya Mitra Nusantara
Berikut informasi lengkap mengenai perusahaan ini:
Alamat kantor Pusat : Jl. Dewi Sartika No. 136 Cawang Kramat Jati,
Jakarta Timur
Telepon : 021-29374113
Email Perusahaan : cahayamitran@[Link]
2.2 Deskripsi Proyek
Proyek Pembangunan Gedung Gereja Katedral Santa Maria Samarinda mencakup
kegiatan pekerjaan fondasi, struktur beton bertulang bangunan utama lantai dasar
sampai lantai 2, atap bangunan, dan pekerjaan lansekap (landscape). Data umum
Proyek Pembangunan Gedung Gereja Katedral Santa Maria Samarinda adalah
sebagai berikut:
Nama Kegiatan : Pembangunan Gedung Gereja Katedral Santa
Maria
Nama Pekerjaan : Pembangunan Gedung Gereja Katedral Santa
Maria
Lokasi Proyek : Jalan Jendral Sudirman, Samarinda
Nomor Kontrak : 602/ 656/CK-IX/ 2017
Tanggal Kontrak : 8 September 2017
Nilai Kontrak : Rp. [Link],-
Waktu Pelaksanaan : 105 Hari Kalender
Sumber Dana : APBD Provinsi Kalimantan Timur
7
Pemilik Proyek : Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur
Kontraktor Pelaksana : PT. Cahaya Mitra Nusantara
Konsultan Perencana : PT. Marannu Maraya Maindan
Manajemen Konstruksi : PT. Blantika Multi Engineer
2.3 Struktur Organisasi Proyek
Sturktur organisasi proyek merupakan suatu cara dalam upaya membentuk
pembagian dan pengaturan tugas dari suatu pekerjaan dengan maksud agar
pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dengan tertib sesuai dengan keahliannya.
Prinsip utama dalam penyusunan suatu organisasi proyek yaitu dengan
mengusahakan susunan yang sesederhana mungkin namun tetap efisien.
Keberhasilan suatu proyek sangat tergantung pada perilaku atau kegiatan satuan-
satuan organisasi para pelaksananya yang dikoordinasikan dalam suatu sistem
manajemen. Untuk menjamin pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan segala
ketentuan yang ditetapkan dan tepat pada waktunya, maka dibentuklah susunan
struktur organisasi pada proyek pembangunan Gedung Gereja Katedral Santa
Maria yang terdiri dari tiga pihak yaitu: pemilik proyek (owner), pihak konsultan,
dan pihak kontraktor. Pihak-pihak tersebut mempunyai tugas, kewajiban,
tanggung jawab, dan wewenang sesuai dengan posisinya masing-masing. Adapun
struktur organisasi pada proyek pembangunan Gedung Gereja Katedral Santa
Maria selanjutnya dijelaskan secara rinci pada gambar 2.2.
8
Owner
Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur
Konsultan Perencana Manajemen Konstruksi
PT. Marannu Maraya Maindan PT. Blantika Multi Engineer
Kontraktor Pelaksana
PT. Cahaya Mitra Nusantara
= Kontraktual
= Koordinasi
Gambar 2.2. Struktur Organisasi Proyek Pembangunan Gedung Gereja Katedral Santa
Maria
9
2.3.1 Struktur Organisasi PT. Cahaya Mitra Nusantara
Struktur organisasi PT. Cahaya Mitra Nusantara ditunjukkan pada Gambar 2.3.
KEPALA CABANG
AWANG AWALUDIN
PROJECT MANAGER
Ir. Wolter Nehru Piri
SITE MANAGER Safety / K3
Ir. Eka Prihatini Ari Mulyanto, ST
Site Engineer ADMINISTRASI PROYEK Drafter
Ir. Handrianto Azrijal Adipratama, [Link]
Dewi Retno
PELAKSANA
Dendik Wahono
Surveyor
Nur Lailia Maulida
Mandor
Widodo
Gambar 2.3. Struktur Organisasi PT. Cahaya Mitra Nusantara
10
2.4 Tugas dan Tangguna Jawab Personil
2.4.1 Pemilik Proyek (Owner)
Pemilik Proyek (Owner) disebut juga pemberi tugas adalah bagian paling utama
dalam organisasi proyek konstruksi. Pemilik merupakan pengguna dari jasa
perusahaan kontruksi yang memiliki proyek dan memberikan pekerjaan atau
menyuruh memberikan pekerjaan kepada pihak penyedia jasa dan yang membayar
biaya pekerjaan tersebut. Pemilik proyek dapat berupa perseorangan,
badan/lembaga/instansi pemerintah maupun swasta. Pemilik Proyek Gedung
Gereja Katedral ini adalah Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur.
Pemilik proyek (owner) bertanggung jawab untuk:
1. Memeriksa hasil dan menyetujui hasil pekerjaan pelaksana/kontraktor.
2. Menerima hasil pekerjaan.
3. Membayar harga bangunan.
hak dan kewajiban Pemilik proyek (owner) ialah sebagai berikut:
1. Menunjuk penyedia jasa (konsultan dan kontraktor)
2. Meminta laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang telah
dilakukan oleh penyedia jasa.
3. Memberikan fasilitas baik berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh
pihak penyedia jasa untuk kelancaran pekerjaan.
4. Menyediakan lahan untuk tempat pelaksanaan pekerjaan.
5. Menyediakan dana dan kemudian membayar kepada pihak penyedia jasa
sejumlah biaya yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah bangunan.
6. Ikut mengawasi jalannya pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan dengan
cara menempatkan atau menunjuk suatu badan atau orang untuk bertindak atas
nama pemilik.
7. Mengesahkan perubahan dalam pekerjaan (bila terjadi).
11
8. Menerima dan mengesahkan pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan oleh
penyedia jasa jika produknya telah sesuai dengan apa yang dikehendaki.
Wewenang pemilik proyek adalah:
1. Memberitahukan hasil lelang secara tertulis kepada masing-masing
kontraktor.
2. Dapat mengambil alih pekerjaan secara sepihak dengan cara memberitahukan
secara tertulis kepada kontraktor jika telah terjadi hal-hal di luar kontrak yang
ditetapkan.
2.4.2 Konsultan Perencana
Konsultan perencana adalah pihak yang membuat perencanaan bangunan secara
lengkap baik bidang arsitektur, sipil dan bidang lain yang melekat erat
membentuk sebuah sistem bangunan. Konsultan perencana dapat berupa
perseorangan berbadan hukum yang bergerak dalam bidang perencanaan
pekerjaan bangunan. Konsultan perencana dalam proyek ini adalah PT. Marannu
Maraya Maindan.
Hak dan kewajiban konsultan perencana adalah :
1. Membuat perencanaan secara lengkap yang terdiri dari gambar rencana,
rencana kerja dan syarat-syarat, hitungan struktur, rencana anggaran biaya.
2. Memberikan usulan serta pertimbangan kepada pengguna jasa dan pihak
kontraktor tentang pelaksanaan pekerjaan.
3. Memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontraktor tentang hal-hal yang
kurang jelas dalam gambar rencana, rencana kerja dan syarat-syarat.
4. Membuat gambar revisi bila terjadi perubahan perencanaan.
5. Menghadiri rapat koordinasi pengelolaan proyek.
12
2.4.3 Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas atau konsultan manajemen konstruksi adalah pihak yang
ditunjuk oleh pemilik proyek (owner) untuk membantu dalam pengelolaan
pelaksanaan pekerjaan pembangunan mulai awal hingga berakhirnya pekerjaan
tersebut. Konsultan pengawas dapat berupa perusahaan atau perorangan. Dalam
proyek ini yang ditunjuk sebagai Manajemen Konstruksi adalah PT. Blantika
Multi Engineer.
Hak dan kewajiban konsultan pengawas adalah:
a. Menyelesaikan pelaksanaan pekerjaan dalam waktu yang telah ditetapkan.
b. Membimbing dan mengadakan pengawasan secara periodik dalam
pelaksanaan pekerjaan.
c. Melakukan perhitungan prestasi pekerjaan.
d. Mengoordinasi dan mengendalikan kegiatan konstruksi serta aliran informasi
antara berbagai bidang agar pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar.
e. Menghindari kesalahan yang mungkin terjadi sedini mungkin serta
menghindari pembengkakan biaya.
f. Mengatasi dan memecahkan persoalan yang timbul di lapangan agar dicapai
hasil akhir sesuai kualitas, kuantitas serta waktu pelaksanaan yang telah
ditetapkan.
g. Menerima atau menolak material/peralatan yang didatangkan kontraktor.
h. Menghentikan sementara bila terjadi penyimpangan dari peraturan yang
berlaku.
i. Menyusun laporan kemajuan pekerjaan (harian, mingguan, bulanan).
j. Menyiapkan dan menghitung adanya kemungkinan pekerjaan tambah/kurang.
13
2.4.4 Kontraktor Pelaksana
Kontraktor pelaksana adalah pihak yang dipercaya menerima pekerjaan dan
menyelenggarakan pelaksanaan pekerjaan sesuai biaya yang telah ditetapkan
berdasarkan gambar rencana dan peraturan serta syarat-syarat yang ditetapkan.
Kontraktor dapat berupa perusahaan perseorangan yang berbadan hukum atau
sebuah badan hukum yang bergerak dalam bidang pelaksanaan pekerjaan.
Kontraktor bertanggung jawab langsung kepada pemilik proyek terhadap semua
pekerjaan di lapangan dari awal hingga selesai yang terikat dengan sebuah
kontrak. Kontraktor pelaksana Proyek Pembangunan Gedung Gereja Katedral
Santa Maria ini adalah Cahaya Mitra Nusantara.
Hak dan kewajiban kontraktor adalah:
1. Melaksanakan pekerjaan sesuai gambar rencana, peraturan dan syarat-syarat,
risalah penjelasan pekerjaan dan syarat-syarat tambahan yang telah ditetapkan
oleh pengguna jasa.
2. Membuat gambar-gambar pelaksanaan yang disahkan oleh konsultan
pengawas sebagai wakil dari pengguna jasa.
3. Menyediakan alat keselamatan kerja seperti yang diwajibkan dalam peraturan
untuk menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat.
4. Membuat laporan hasil pekerjaan berupa laporan harian, mingguan, dan
bulanan.
5. Menyerahkan seluruh atau sebagian pekerjaan yang telah diselesaikannya
sesuai ketetapan yang berlaku.
2.5 Tugas dan Tanggung Jawab Personil PT. Cahaya Mitra Nusantara
Adapun definisi dan tugas-tugas dari pihak-pihak yang terkait dalam struktur
organisasi PT. Cahaya Mitra Nusantara pada Proyek Pembangunan Gedung
Gereja Katedral Santa Maria adalah:
14
2.5.1 Manajer Proyek/Project Manager/PM
Manajer Proyek merupakan wakil dari kontraktor dan bertanggung jawab penuh
terhadap pelaksanaan proyek. Manajer Proyek mempunyai tanggung jawab secara
keseluruhan untuk merencanakan, memimpin, dan mengontrol seluruh pekerjaan
proyek yang bersangkutan agar memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh
pelanggan.
Wewenang Manajer Proyek (PM) adalah:
a. Pemimpin tertinggi tim pelaksanaan proyek yang berhak mewakili
perusahaan untuk kepentingan proyek.
b. Menetapkan kebijakan-kebijakan yang diperlukan demi kelancaran proyek.
Tugas Manajer Proyek (PM), yaitu:
a. Membuat jadwal kegiatan pekerjaan.
b. Memonitor atau memantau progress pekerjaan yang dilakukan tenaga ahli.
c. Bertanggung jawab dalam melaksanakan supervisi langsung dan tidak
langsung kepada semua karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya,
antara lain memberikan pelatihan kepada karyawan agar dapat mencapai
tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi teamnya dan dapat
menerapkan sikap disiplin kepada karyawan sesuai dengan peraturan yang
berlaku di perusahaan.
d. Bertanggung jawab dalam melaksanakan koordinasi dalam membina
kerjasama team yang solid.
e. Bertanggung jawab dalam mencapai suatu target pekerjaan yang telah
ditetapkan dan sesuai dengan aturan.
f. Mengkoordinir seluruh aktifitas tim dalam mengelola seluruh kegiatan baik
dilapangan maupun dikantor.
g. Bertanggung jawab terhadap Pemberi Pekerjaan yang berkaitan
terhadap kegiatan tim pelaksana pekerjaan.
15
h. Membimbing dan Mengarahkan anggota tim dalam mempersiapkan semua
laporan yang diperlukan.
i. Melakukan pengecekan hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Melaksanakan presentasi dengan direksi pekerjaan dan instansi terkait.
2.5.2 Safety / K3
Merupakan pihak yang bertanggung jawab atas terjaminnya keselamatan dan
keamanan dari pelaksanaan pekerjaan. Adapaun tanggung jawab adalah sebagai
berikut:
a. Membuat perencanaan kegiatan Kesehatan dan keselamatan kerja
b. Mengatur kegiatan operasional Kesehatan dan keselamatan kerja
c. Melaksanakan kegiatan operasional Kesehatan dan keselamatan kerja
d. Mengontrol pelaksanaan operasional Kesehatan dan keselamatan kerja
2.5.3 Administrasi
Petugas administrasi atau dokumen membantu tugas Site Engineer dalam
menyimpan, menjaga, dan mengendalikan semua dokumen atau catatan mutu
yang berhubungan dengan ISO 9001:2000 baik yang internal maupun eksternal.
Tugas dan tanggung jawab staf administrasi antara lain:
a. Memahami jadwal pelaksanaan pekerjaan.
b. Membuat catatan kebutuhan material.
c. Melaksanakan perhitungan kebutuhan material, volume dalam setiap item
pekerjaan material.
d. Memesan material atas kebutuhan item bahan dan material di lapangan.
e. Merawat dan mengamankan semua kebutuhan bahan dan material.
f. Memeriksa atas mutu dan kualitis bahan dan material.
16
g. Melakukan seleksi atau perekrutan pekerja diproyek untuk pegawai bulanan
sampai dengan pekerja harian dengan spesialisai keahlian masing-masing
sesuai posisi organisasi proyek yang dibutuhkan.
h. Pembuatan laporan keuangan atau laporan kas bank proyek, laporan
pergudangan, laporan bobot prestasi proyek, daftar hutang dan lain-lain.
i. Membuat dan melakukan verifikasi bukti-bukti pekerjaan yang akan dibayar
oleh pemilik proyek sebagai pemilik proyek.
j. Mengisi data-data kepegawaian, pelaksanaan, asuransi tenaga kerja,
menyimpan data-data kepegawaian karyawan dan pembayaran gaji serta
tunjangan karyawan.
k. Membuat laporan akutansi proyek dan menyelesaikan perpajakan serta
retribusi.
l. Mengurus tagihan kepada pemilik proyek atau jika kontraktor nasional
dengan banyak proyek maka bertugas juga membuat laporan ke kantor pusat
serta menyiapkan dokumen untuk permintaan dana ke bagian keuangan
pusat.
m. Membantu manajer proyek terutama dalam hal keuangan dan sumber daya
manusia sehingga kegiatan pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan baik.
n. Membuat laporan ke pemerintah daerah setempat, lurah atau kepolisian
mengenai keberadaan proyek dan karyawan dalam pelaksanaan pekerjaan
pembangunan.
o. Mencatat daftar peraltan proyek meliputi inventaris, kendaraan dinas, alat-
alat proyek dan sejenisnya.
p. Menerima dan memproses tagihan dari sub kontraktor jika proyek yang
dikerjakan berskala besar sehingga melakukan pemborongan kembali kepada
kontraktor spesialis sesuai dengan item pekerjaan yang dikerjakan.
q. Memelihara bukti-bukti kerja sub bagian administrasi proyek serta data-data
proyek.
17
2.5.4 Site Engineer
Site Engineer bertanggung jawab dalam menyiapkan pembuatan gambar kerja
kegiatan teknis dilapangan untuk memberi dukungan teknis terhadap pelaksanaan
proyek sesuai dengan arahan Manajer Proyek. Site Engineer bertugas untuk
mengkoordinasikan semua pekerjaan yang menyangkut masalah teknis
pelaksanaan.
Tugas dan tanggung jawab Site Engineer, antara lain:
a. Menerapkan SMM (Sistem Manajemen Mutu), SMK3-L (Sistem Manajemen
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan). Bangunan Hijau, dan
peraturan yang berkaitan dengan bangunan gedung .
b. Menerapkan SMM, SMK3-L, Bangunan Hijau, dan peraturan yang berkaitan
dengan bangunan gedung.
c. Mengumpulkan data geoteknik dan parameter tanah pada lokasi yang dipilih.
d. Melakukan perhitungan struktur atas dan struktur bawah bangunan gedung.
e. Membuat gambar rencana struktur bangunan gedung.
f. Membuat gambar rencana detail struktur bangunan gedung.
g. Menyiapkan data teknis untuk penyusunan spesifikasi teknis bangunan
gedung.
h. Melakukan kegiatan pengukuran dan pematokan lahan (staking out) bangunan
gedung.
i. Melakukan persiapan pelaksanaan konstruksi.
j. Melaksanakan pekerjaan konstruksi sesuai gambar rencana.
k. Menyiapkan kegiatan uji fungsi bangunan dan sarana dalam bangunan gedung
l. Menyiapkan data serah terima pekerjaan.
m. Membuat laporan pekerjaan.
Wewenang Site Engineer:
a. Mengadakan hubungan langsung dengan pemilik proyek, konsultan
manajemen konstruksi, dan pihak ke-3 dalam hal pelaksanaan proyek.
18
b. Menetapkan kebijakan-kebijakan yang diperlukan demi kelancaran
pelaksanaan proyek sesuai dengan pengarahan PM.
c. Melakukan hubungan langsung dengan unit-unit lain baik di proyek maupun
di kantor pusat yang terkait dengan engineering.
2.5.5 Drafter
Drafter bertanggung jawab terhadap pembuatan gambar rencana kerja proyek
(shop drawing). Drafter mempunyai tugas menggambar rencana tapak dan
rencana gambar-gambar lainnya yang diinginkan oleh Site Manager dan juga hasil
gambar tersebut dapat dimengerti oleh orang-orang yang ada di lapangan yakni
pelaksana, surveyor, mandor, dan tukang.
Tugas dan tanggung jawab Drafter, antara lain:
a. Menjamin gambar rencana kerja proyek (shop drawing) secara akurat, jelas
dan tepat waktu.
b. Menyampaikan gambar teknis lapangan yang telah dibuat kepada site
engineering untuk diperiksa dan untuk kepentingan persetujuan (approval)
agar tercatat dengan jelas.
c. Bertanggung jawab melaksanakan pengendalian dokumen khususnya
menyangkut penerimaan gambar maupun penerbitan gambar (setelah
approval) sesuai acuan prosedur pengendalian dokumen dan data.
d. Bertanggung jawab mempersiapkan perencanaan bangunan hingga akhir dan
pengendaliannya.
Wewenang:
a. Merencanakan desain/gambar kerja dan mengendalikan semua gambar
sebagai acuan kerja operasi proyek, termasuk gambar kondisi akhir suatu
pekerjaan proyek (As Built Drawing).
19
2.5.6 Pelaksana Lapangan
Pelaksana Lapangan merupakan orang yang bertanggung jawab dan mengontrol
langsung di lapangan. Pelaksana lapangan juga berkoordinasi dengan Manajer
Proyek dan melaporkan kejadian-kejadian di lapangan.
Tugas dan tanggung jawab Pelaksana Lapangan, antara lain:
a. Mengecek kesiapan sumber daya meliputi alat, bahan dan tenaga.
b. Menerima penyerahan hasil penyelidikan tanah dasar (subgrade).
c. Mengendalikan pelaksanaan setiap item pekerjaan yang dilaksanakan
dilapangan.
d. Menyiapkan kebutuhan material.
e. Menyampaikan permintaan kebutuhan material kepada unit-unit produksi
yang terkait.
f. Menjabarkan metode kerja dan teknis pelasanaan dilapangan.
g. Member petunjuk teknis kepada para pekerja dalam melaksanakan tugasnya.
h. Mengendalikan pekerja dan membuat daftar hadir.
i. Mencatat produktifitas pekerja dan peralatan.
j. Memeriksa hasil pekerjaan para pekerja.
k. Memberi koreksi atas pelaksanaan instruksi bila terjadi penyimpangan.
l. Memberikan instruksi teknis perbaikan ketidak sempurnaan hasil pekerjaan.
m. Memantau Produktifitas pekerja.
n. Menilai kinerja pekerja.
o. Menegur dan mengarahkan pekerja yang kurang produktif.
p. Membuat rekomendasi kinerja pekerja.
q. Menyiapkan Laporan Hasil pelaksanaan pekerjaan meliputi hambatan dan
kemajuan.
r. Melaporkan Hasil Pelaksanaan Pekerjaan.
20