Nama : Novita Martaulina Siregar
Nim : 11.01.827
Tingkat/jur : I-B/Theologia
M. Kuliah : Pengantar PAK
Dosen : [Link] Ulina Tarigan ,Ph,D
PENGERTIAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
I. Pendahuluan
istilah pendidikan kristen berasal dari bahasa inggris ,yakni cristian
[Link] bahasa indonesia diterjemaakn sebagai “pendidikan agama
kristen”karena istilah PAK mempunyai arti yang agak berbeda dengan istilah
pendidikan kristen. Pendidikan kristen dalam bahasa indonesia menunjuk kepada
pengajaran biasa yang di berikan dalam suasana kristiani, sedangkan PAK
merupakan pendidikan yang berporos kepada pribadi tuhan yesus dan Alkitab
( firman tuhan ) sebagai dasar atau sumber acuan. Untuk itulah akan mencoba
membahas
II. Pembahasan
Pengertian Pendidikan Agama Kristen Secara Umum
Secara etimologi kata pendidikan berasal dari bahasa yunani : paedagonis yaitu suatu
pendidikan yang sifatnya untuk membimbing. Dalam bahasa inggris istilah pendidikan
disebut dengan “Education” dengan kata dasar Educate ( pendidik atau membimbing) yang
berasal dari bahasa latin Ex( keluar ) dan Ducare(mengantar , mengharahkan )
Pengertian Pendidikan Agama Kristen Menurut Para Tokoh
1. Menurut Martin Luther (1483-1548)
PAK adalah pendidikan yang melibatkan warga jemaat untuk belajar teratur dan tertib
agar semakin menyadari dosa mereka serta bersuka cita dalam firman yesus kristus yang
memerdekakan.
2. Menurut Agustinus (345-430)
PAK adalah pendidikan yang bertujuan mengajar orang supaya “melihat Allah”dan
“hidup bahagia”.
3. Menurut Jhon Calvin ( 1509-1664)
PAK adalah pendidikan yang bertujuan mendidik semua putra-putri gereja agar mereka
dalam penelahan Alkitab secra cerdas dalam bimbingan roh kudus,mengambil bagian dalam
kebaktian dan memahami kesaan gereja, diperlengkapi untuk hidup bertanggung jawab untuk
pengabdian diri kepada Tuhan .
4. Menurut Campbell Wyckoff (1957)
PAK adalah pendidikan yang menyadarkan setiap orang akan Allah dan kasih-Nya
dalam yesus kristus ,agar mereka mengetahui diri mereka yang sebenarnya.
5. Menurut Hieronimus(345-420)
PAK adalah pendidikan yang bertujuan mendidik jiwa sehingga menjadi bait
tuhan .”haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna”
6. Menurut Werner C. Graendorf (1976)
PAK adalah proses pengajaran dan pembelajaran yang berdasarkan alkitab berpusat pada
Kristus dan bergantung pada Roh Kudus ,yang membimbing setiap tingkat pertumbuhan
,melalui pengajaran masa kini ke arah pengenalan dan pengalaman rencana dan kehendak
Allah melalui kristus dalam setiap aspek kehidupan ,dan memperlengkapi mereka bagi
pelayanan yang efektif , berpusat pada Kristus sang Guru Agung dan perintah yang
mendewasakan para murid .
7. Menurut Jean-Jacques Rousseau(1742)
PAK adalah pendidkan yang menjujung tinggi kehendak Allah dan bukan kebiasaan
agar menyadi dan mengetahui keadaan dirinya khususnya oleh para didik dikalangan gereja
karena mereka adalah adalah pelayan dan kebenaran.
8. Menurut Ignatius Loyola
PAK adalah proses pengalaman kebatinan dan sumber –sumber iman kristen,khususnya
gereja.
9. Johan Heindrich Pestalozzi(1773)
PAK adalah usaha untuk menambah pengetahuan dan membekali perasaan mendalam
dan akhal baik di dalam diri anak. Sehingga menghasilkan anak yang bijaksana dan baik
dalam kehidupan manusiawi, dalam hubungan dengan sesama manusia, dapat hidup beriman
dan juga bergantung kepada Allah.
10. Menurut Prof. Robert W. Pazmino(1988)
PAK adalah usaha bersistematis di topang oleh upaya rohani yang manusiawi untuk
mentransmisikan pengetahuan, nilai-nilai, sikap-sikap, keterampilan-keterampilan dan
tingkah laku yang sesuai dengan iman kristen. Hal ini dalam rangka untuk mengupayakan
perubahan, pembaharuan dan reformasi pribadi-pribadi bukan kelompok, bahkan struktur
oleh kuasa Roh Kudus, sehingga peserta didik hidup sesuai dengan kehendak Allah.
III. Dimana PAK di lakukan ?
Pendidikan Kristen dalam keluarga
Keluarga Kristen adalah ialah keluarga dimana ada ayah, ibu, dan anak-anaknya yang
memeluk kepercayaaan Kristen. Hal ini berarti bahwa setiap anggota keluarga berpedoman
pada teladan hidup Yesus Kristus dan mempercayakan hidupnya kepada Kristus itu sendiri.
Untuk menikmati kebahagiaan dari sorg, keluarga Kristen wajib membina hubungan baik
diantara anggotanya.
Keluarga Kristen adalah pemberian Tuhan yang tak ternilai harganya. Sebab di dalam
Keuarga Kristen inilah tempat yang pertama sekali pendidikan Kristen itu diajarkan.
Pendidikan Kristen merupakan dasar bagi seluruh pendidikan lainnya, dalam masyarakat
maupun bagi umat Tuhan pada zaman Perjanjian [Link] yang terpenting akan arti
keluarga yang sesungguhnya ialah suatu kenyataan bahwa seluruh penyataan Allah
diterangkan kepada kita dengan memakai bandingan dengan suasana dan keadaan keluarga.
Akan tetapi saat ini orang tua Kristen kurang berperan dalam melaksanakan pendidikan
agama Kristen terhadap anak-anaknya. Dan dalam tugas pendidikan agama kristen itu terlalu
banyak diserahkan kepada sekolah dan gereja .
Lapangan pendidikan Kristen dalam gereja
Proses belajar berlangsung dalam suatu konteks tertentu. Untuk proses belajar Kirsten,
gereja adalah konteksnya. Selama ini gereja telah dinilai dalam diri orang-orang yang
menyebut dirinya Kristen, ada kalanya dimana gereja menjadi suatu persekutuan yang
terpisah karena penderitaan. Fungsi persekutuan gereja yang organis mencakup penyusunan
didhace (pengajaran). Pengajaran ini berasal dari kerygma (pemberitaan) yang dasariah.
Secara sosiologis bahwa tugas pendidikan inheren dalam diri gereja sebagai suatu
kelompok sosial yang memiliki tugas transmisi dan upaya untuk mendorong penghayatan
yang semakin mendalam akan identitasnya yakni iman Kristen itulah yang kita namakan
sebagai tugas pendidikan.
Pendidikan Kristen dalam Sekolah
Sekolah Kristen mesti kita pahami sebagian dari pendidikan Kristen. Pendidikan tidak
identik dengan sekolah. Selain itu sekolah memang harus pula kita pahami sebagai sekolah,
dimana di dalamnya terdapat kegiatan belajar mengajar yang teratur, kurikulum baku,
administrasi dan manajemen yang relatif baik, interaksi dan komunikasi, serta tata tertib dan
disipllin. Pengajaran agama yang dimulai dari jenjang pendidikan pra sekolah sampai
perguruan tinggi perlu dilakukan dengan tingkatan perkembangan psikologis peserte didik.
Dengan demikian pengajaran yang disampaikan betul-betul dapat diresapi, dihayati dan
diamalkan oleh mereka.
Kompetensi, sikap dan perilaku pendidik (termasuk guru agama) yang bagaimanakah
yang perlu dilatih agar dapat mengikuti perkembangan pendidikan dan dunia? Ternyata,
pendidik itu perlu dilatih ulang secara kontinu untuk memperluas keterampilan dan
memperdalam wawasan mereka.
Pendidikan Kristen dalam Masyarakat
Pendidikan Kristen juga ada terdapat dalam masyarakat. Dalam hal ini masyarakat dibagi
menjadi dua yaitu:
Ditengah-tengah masyarakat Kristen
Tiap orang Kristen harus menjadi saksi dan pengajaran terhadap masyarakat seiman.
Saling mengasihi dan saling menasihati adalah tanda kas persekutuan orang Kristen yang
hidup sesuai dengan ajaran kristen.
Ditengah-tengah masyarakat umum
Tiap orang Kristen harus menjadi saksi dan pengajaran terhadap semua orang
disekelilingnya, kata dan perbuatan-perbuatannya senantiasa diperhatikan oleh orang lain
untuk mengetahui dan nilai kekristenan itu.
PAK dilakukan melalui Media
Dimana dengan adanya media kita dapat melakukan PAK kepada orang-orang yang
berada di dekat maupun yang berada jauh dari kita.
IV. Lapangan Kerja Pendidikan Kristen Menurut Beberapa Pandangan Tokoh
a. Nicolas Graafland
Menurut Nicolas Graafland lapangan pendidikan Kristen adalah sekolah. Sasarannya
adalah seutuhnya dari masyarakat dengan pendidikan sebagai saranga perubahan.
Melalui pendidikan peserta didik akan berbuah dengan baik, untuk mempu
mengubah masyarakat. Karena itu kita perlu sekolah yang terintegrasi dalam
masyarakat, sehingga tidak ada perbedan antara yang bersekolah dan tidak
bersekolah.
b. Johann Heinrich Pestalozi
Menurut Pestalozi ada 3 lingkungan dimana pendidikan terjadi, yaitu:
Rumah Tangga
Adalah konteks pokok bagi pengalaman pendidikan. Ia mengakui bahwa banyak
rumah tangga tidak memenuhi panggilan tinggi itu tetapi kalau terdapat suasana kasih
dan tertib di dalamnya maka keadaannya akan menjadi dasar bagi segala bentuk
pendidikan yang menyusul kemudian.
Rumah Dermawan
Disamping rumah tangga yang baik terdapat lingkungan lain lagi yakni rumah
dermawan baik yang terletak di rumah pertanian maupun di kota. Keluarga yang kaya
yang tinggal di daerah pertanian hendaknya membuka rumah mereka dalam
bimbingan dan pengetahuan untuk menambah integritas dan moralitas.
Sekolah
Sekolah dasar yang dimaksud Pestalozi perlu mewujudkan sifat kerumah tanggaan
yang paling baik di dalamnya, yakni persekolahan hendaknya berlangsung dalam
suasana kasih, keriangan, ketertiban, disiplin, latihan bagi akal, tangan dan badan
serta kesalehan yang sungguh-sungguh.
c. John Dewey
Menurut John Dewey lapangan pendidikan Kristen adalah konteks sosial budaya. Di
dalam konteks sosial akan membentuk identitas diri kita sendiri melalui interaksi
dengan konteks sosial dan budaya kita. Jika identitas diri dari seseorang sebagian
besar dibentuk oleh konteks sosial dan budaya maka proses-proses memiliki
identitass Kristen ataupun iman Kristen yang hidup memiliki konteks sosial, jadi
Kristen memerlukan proses sosialisasi ditengah-tengan komunitas iman Kristen.
V. Siapa yang melakukan PAK ?
Yang melakukan Pendidikan Agama Kristen adalah gereja, dimana gereja berupaya
melalui pimpinan Roh Kudus yang berkesinambungan dalam hidup orang yang percaya. Roh
Kudus juga memberi kuasa kepada gereja untuk bersaksi kepada dunia. Yesus Kristus adalah
kepala gereja. Fungsi persekutuan gereja adalah penyusunan didache (pengajaran). Kerygma
(pemberitaan kabar baik) merupakan dasar dari pengajaran dalam proses persekutuan gereja.
Yang diungkapkan dalam kata-kata konfesi dan kegiatan sakramen yang dirumuskan secara
intelektual dalam doktrin dan dan dijadikan relevan dalam etka hidup sehari-hari. Gereja
berasal dari bahasa Yunani yaitu Ekelsia dan dalam bahasa Ibrani yaitu Qahal yang
mengandung arti yang dipanggil keluar untuk menjadi umat Kristus.
VI. Kapan PAK Dilakukan ?
Sejak dalam kandungan sampain mati, seperti yang tertulis dalam Ulangan 6:6-9,
dikatakan bahwa apa yang diperintahkan Allah harus diperhatikan, diajarkan berulang-ulang
kepada anak-anak dan membicarakannya apabila sedang duduk di rumah, apabila sedang
dalam perjalanan, apabila sedang berbaring, dan sewaktu bangun. Haruslah mengkat
penganjaran itu sebagai tanda pada tangan, menjadi lambang di dahi dan melukiskannya pada
tiang pintu rumah dan pada gerbang.
VII. Bagaimana melakukannya?
PAK dapa dilakukan dengan berbagai macam metode seperti yang terdaapt di bawah ini:
Metode Kuliah atau ceramah
Dalam metode ini gurulah yang berbicara sedangkan murid-muridnya tinggal diam
mendengar saja.
Metode Bercerita
Cara penyampaian dalam metode ini yaitu dengan bercerita, yang mengandung kebenaran
dan menyampaikan sesuatu pelajaran yang penting bagi pendengar, ini biasanya
digunakan dalam mendidik anak-anak.
Metode Percakapan atau Diskusi
Dalam metode ini pemimpin harus menjaga jangan sampai seorang saja yang menguasai
seluruh percakapan itu, atau diskusi itu meruncing menjadi perdebatan yang sengit.
Metode Lakon atau Sandiwara
Cara ini banyak digunakan. Dalam metode ini kebenaran dipertunjukkan oleh pemain-
pemain sehingga penonton turut menghayati semua peristiwa dengan penuh perasaan
pengertian.
Metode Penyelidikan
Cara ini dipakai dalam katekisasi, atau dalam suatu kelompok yang memeriksa berbafgai
pokok dari dalam Alkitab.
Metode Audiovisual
Metode ini menggunakan gambar-gambar terang, film bersuara, papan flannel, dan lain-
lain.
Metode Menghapal
Dalam metode ini murid mengulangi secara otomatis saja apa yang telah kita suruh
mereka pelajari “di luar kepala”.
Metode Bertanya
Metode Permainan
Metode Sharing
Cara ini dilakukan pada siswa tingkat Sekolah Menengah Atas, sebab diperlukan
keberanian tampil di depan teman-temannya.
Metode Renungan
Metode Cerdas Tangkas Alkitab yang kreatif
Metode Cerita Gambar Hasta Karya
Siswa harus membawa majalah bekas. Kemudian gambar-gambar yang ada pada majalah
yang digunting, lalu dibuat cerita gambar.
Metode Study Kasus
Metode Kunjungan Lapangan
Metode Simulasi
Cara ini cuplikan suatu kehidupan nyata yang diangkat dalam kegiatan pembelajaran.
VIII. Kesimpulan
Melalui beberapa pendapat para tokoh di atas saya mengambil keputusan bahwa
Pendidikan Kristen adalah suatu proses pengajaran yang diberikan kepada setiap orang
khususnya kepada warga jemaat Kristen, supaya menjadi manusia yang mengenal Allah dan
berpedoman kapada perintah-Nya dan hidup menjadi seorang yang bijak dan bertanggung
jawab dalam kehidupan sehari-hari dan mereka juga mampu menjadi pribadi yang selalau
bersyukur kepada Tuhan. Dan dengan mengetahuo siapa, dimana, bagaimana, dan kapan
Pendidikan Agama Kristen itu dilakukan, sehingga kita menjadi lebih mudah memahami dan
menerapkan dalam melakukan Pendidikan Agama Kristen tersebut.
IX. Daftar Pustaka