0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan13 halaman

Peran Pemuda dalam Pembangunan Bangsa

Paragraf pertama memberikan penjelasan tentang pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang berperan dalam memajukan negara. Paragraf berikutnya menjelaskan beberapa karakteristik pemuda yang progresif, agamis, nasionalis, dan peran mereka dalam organisasi kepemudaan. Paragraf terakhir membahas pengertian dan jenis-jenis pariwisata berdasarkan lokasi geografis, pengaruhnya terhadap neraca pembayaran, tujuan perj

Diunggah oleh

atika gando
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan13 halaman

Peran Pemuda dalam Pembangunan Bangsa

Paragraf pertama memberikan penjelasan tentang pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang berperan dalam memajukan negara. Paragraf berikutnya menjelaskan beberapa karakteristik pemuda yang progresif, agamis, nasionalis, dan peran mereka dalam organisasi kepemudaan. Paragraf terakhir membahas pengertian dan jenis-jenis pariwisata berdasarkan lokasi geografis, pengaruhnya terhadap neraca pembayaran, tujuan perj

Diunggah oleh

atika gando
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

A. Landasan Teori
1) Pengertian Pemuda
Pemuda dalam bahasa merupakan seorang laki-laki atau perempuan yang telah
masuk kedalam tahap dewasa. Sebutan yang sangat familiar tentang arti pemuda
adalah sebagai generasi penerus bangsa dan juga sebagai tonggak keberhasilan suatu
negaranya. Pemuda yang berkualitas adalah pemuda yang tumbuh dan berkembang
menjadi seorang pribadi yang unggul dan mandiri dalam melaksanakan
kewajibannya.1
Pemuda merupakan generasi yang mempunyai semangat juang tinggi dan
wawasan luas untuk mengembangakan dan memajukan Negaranya. Dalam meraih
pencapaian tertinggi dalam harapan sebuah negara, pemuda menjadi alasan utama
dalam keberhasilannya. Bahkan untuk mencapai sebuah revolusi dari suatu bangsa
biasanya dipelopori oleh generasi muda. Langkah-langkah yang sangat konkret dalam
menjadikan suatu negara menjadi lebih baik merupakan sebuah ciri khas dari pemuda.
Diantara karakter generasi muda untuk kemajuan bangsa Indonesia sebagai berikut:
a. Peran Pemuda Bagi Bangsa
Dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi suatu bangsa, generasi
muda dijadikan sebagai subjek utama agen perubahan kearah yang lebih baik
karena mereka memiliki kemampuan yang unggul dalam segala aspek bidang dan
juga IPTEK. Generasi muda memiliki kewajiban dalam memelihara dan
membangun peradaban suatu bangsa dan negara. Pemuda memiliki tanggung jawab
yang lebih berat karena merekalah yang akan hidup dan menikmati masa depannya
kelak dan sebagai penerus generasi tua. Pemuda yang berpendidikan merupakan
pemuda yang mempunyai kelebihan dalam berpikir ilmiah, bersifat kritis dan
semangat mudanya. Karena sejarah mengatakan bahwa generasi muda selalu
mengikuti beberapa perjalanan sejarah sebagai kekuatan utama dalam proses
modernisasi dan perubahan.2
b. Generasi Muda yang Progresif
Generasi muda yang berfikir secara kritis dalam menghadapi realita sosial
politik yang sedang terjadi di era saat ini merupakan bentuk dari generasi muda
yang progresif. Sifat saling menghargai dan keterbukaan terhadap berbagai
perubahan dapat menjadi sebuah jembatan yang beragam secara etnis, ras,
kelompok-kelompok sosial dan politik. Peran generasi muda didorong melalui
1
Taufik Abdillah, Pemuda dan Perubahan Sosial. (Jakarta: Jalan Sutra,2010), hal.134.
2
Ibid., hal. 135.
beberapa strategi diantaranya :

1) Mendorong generasi muda dalam proses pengambilan keputusan serta


mampu mengekspresikan pandangan dalam pembuatan keputusan.
2) Memaksimalkan peran generasi muda dalam mengatasi hambatan-
hambatan budaya, etnis dan ras.
3) Memberdayakan para generasi muda dalam pembangunan.
c. Generasi Muda yang Agamis dan Berbudaya
Azyumardi Azra menyebutkan bahwa generasi muda yang agamis terbagi dalam tiga
kategori :3
1) Generasi yang memiliki visi, yaitu generasi muda yang mampu membangun
tradisi intelektual serta membangun wacana pemikiran melalui pencerahan
intelektual dan pengkayaan intelektual.
2) Generasi muda yang berusaha memperbaiki hati nurani melalui penanaman
nilai- nilai moral agama.
3) Generasi yang berani untuk melakukan aktulisasi suatu program.
d. Generasi Muda yang Nasionalis
Sebagai landasan dalam melakukan modernisasi ala Indonesia, generasi
muda harus mencermati secara kritis realita kepentingan global terhadap Indonesia,
degradasi nasionalisme dapat dijawab melalui strategi kebudayaan dari berbagai
etnis dan suku4. Tugas dan tanggung jawab generasi muda saat ini, adalah
menciptakan kesejahteraan dan keadilan yang diperjuangkan secara bersama-sama
dalam membangun generasi muda yang progresif, agamis dan nasionalis. Peran
tersebut dapat dikatakan berhasil jika meningkatkan partisipasi generasi muda
dalam lembaga sosial kemasyarakatan dan keorganisasian kepemudaan dalam
mengatur dan menjamin kebebasan generasi muda untuk mengorganisasikan
dirinya secara bertanggung jawab.5
Kedudukan organisasi kepemudaan sangat penting karena sebagai wadah
terhimpunnya pemuda dalam upaya melaksanakan kinerja organisasi untuk
mendukung terbentuknya negara Indonesia yang adil dan makmur. Peran organisasi
kepemudaan dapat dilihat melalui kehidupan sehari-hari yang mencakup kehidupan
politik, sosial, ekonomi, pertahanan dan keamanan dalam memberikan pemahaman
3
Azyumardi Azra, Generasi Muda Yang Agamis Dan Berbudaya, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1999),
hal. 23.
4
Ibid., hal. 136.
dan implementasi wawasan nusantara. Dalam kenyataanya para generasi muda
dalam organisasi kepemudaan dapat mendorong masyarakat pada umumnya dalam
menciptakan organisasi politik yang sehat dan tidak ada pengaruh dari luar.

2) Pariwisata
1. Pengertian pariwisata
Kata pariwisata terdiri dari dua suku kata yaitu pari dan wisata. Pari berarti
banyak, berkali-kali, berputar-putar, lengkap. Wisata berarti perjalanan, berpergian
yang dalam hal ini sinonim dengan kata trave. Maka dari itu pariwisata dapat
diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputat-putar, dari
suatu tempat ke tempat lain.6
Dalam arti luas pariwista merupakan kegiatan rekreasi diluar domisili untuk
melepaskan diri dari pekerjaan rutin atau mencari suasana lain. Sebagai suatu bentuk
aktifitas, pariwisata telah menjadi bagian penting dari kebutuhan dasar masyarakat
maju dan sebagian kecil masyarakat negara berkembang. Pada hakikatnya pariwisata
adalah proses kepergian sementara dari seseorang atau lebih menuju tempat lain
diluar tempat tinggalnya. Dorongan kepergiannya adalah karena berbagai
kepentingan, baik karena kepentingan ekonomi, sosial kebudayaan, politik, agama,
kesehatan maupun kepentingan lain seperti karena sekedar ingin tahu, menambah
pegalaman ataupun untuk belajar.7
Pariwisata merupakan salah satu sektor industri yang mampu menghasilkan
perubahan ekonomi yang signifikan dalam menyediakan lapangan kerja,
meningkatkan pendapatan penghasilan pemerintah dan masyarakat. Standar hidup
serta meningkatkan sektor-sektor produktifitas lainnya, untuk itu pariwisata harus
disimpulkan dari cara penggunaan istilah tersebut.
2. Jenis pariwisata
Menurut Oka A. Yoeti jenis pariwisata diklasifikasikan menurut letak geografis,
pengaruhnya terhadap neraca pembayaran, alasan atau tujuan perjalanan, saat atau
waktu berkunjung dan menurut objeknya.8 Jenis pariwisata tersebut adalah sebagai
berikut :
a. Menurut letak geografis di mana kegiatan pariwisata berkembang
1) Pariwisata Lokal (Local Tourism)
Yaitu pariwisata setempat yang mempunyai ruang lingkup relatif sempit
dan terbatas dalam tempat-tempat tertentu saja, misalnya kepariwisataan
Bandung, Jakarta saja dan sebagainya.
2) Pariwisata Regional (Regional Tourism)

Yaitu kegiatan kepariwisataan yang berkembang di suatu tempat atau ruang


lingkup yang lebih luas dari pariwisata lokal, misalnya kepariwisataan
Sumetera Barat, Bali dan sebagainya.
3) Pariwisata Nasional (National Tourism)
Yaitu pariwisata yang berkembang dalam suatu negara.
4) Pariwisata regional-internasional
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang berkembang di suatu wilayah
internasional yang terbatas, tetapi melewati batas-batas lebih dari dua
negara dalam wilayah tersebut, misalnya kepariwisataan ASEAN, Timur
Tengah dan sebagainya.
5) Kepariwisataan dunia (international tourism)
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang berkembang di seluruh dunia, termasuk
di dalamnya regional-international tourism dan national tourism.
b. Menurut pengaruhnya terhadap neraca pembayaran
1) In Tourism atau Pariwisata Aktif
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang ditandai dengan gejala masuknya
wisatawan asing ke suatu negara tertentu sehingga dapat menambah devisa
bagi negara yang dikunjungi dan memperkuat posisi neraca pembayaran
negara.
2) Out-going Tourism atau Pariwisata Pasif
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang ditandai dengan gejala keluarnya warga
negara sendiri ke luar negeri sebagai wisatawan. Hal ini akan merugikan
negara asal wisatawan karena uang yang seharusnya dibelanjakan di dalam
negeri dibawa ke luar negeri.
c. Menurut alasan atau tujuan perjalanan
1) Business Tourism
Yaitu jenis pariwisata dimana pengunjungnya datang untuk tujuan dinas,
usaha dagang atau yang berhubungan dengan pekerjaannya, kongres,
seminar, konvensi, simposium, musyawarah kerja.
2) Vocation Tourism
3
Azyumardi Azra, Generasi Muda Yang Agamis Dan Berbudaya, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1999),
hal. 23.
4
Ibid., hal. 136.
Yaitu jenis pariwisata dimana orang-orang yang melakukan perjalanan
wisata terdiri dari orang-orang yang sedang berlibur atau cuti.
3) Educational Tourism
Yaitu jenis pariwisata dimana pengunjung atau orang-orang yang
melakukan
perjalanan untuk tujuan studi atau mempelajari suatu bidang ilmu
pengetahuan.
d. Menurut saat atau waktu berkunjung
1) Seasonal Tourism
Yaitu jenis pariwisata yang kegiatannya berlangsung pada musim-musim
tertentu.
2) Occasional Tourism
Yaitu jenis pariwisata dimana perjalanan wisatanya dihubungkan dengan
kejadian (occasion) maupun suatu even seperti sekaten di Yogyakarta,
Galungan dan Kuningan di Bali dan sebagainya.
e. Menurut obyeknya
1) Cultural Tourism
Yaitu jenis pariwisata dimana motivasi orang-orang untuk melakukan
perjalanan disebabkan oleh adanya daya tarik dari seni budaya suatu tempat
atau daerah.
2) Recuperational Tourism
Disebut juga pariwisata kesehatan. Tujuan dari perjalanan ini adalah untuk
menyembuhkan suatu penyakit seperti mandi di sumber air panas.
3) Commercial Tourism
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang dikaitkan dengan kegiatan perdagangan
nasional atau internasional, misalnya expo, fair, eksibisi dan sebagainya.
4) Sport Tourism
Yaitu perjalanan orang-orang yang bertujuan untuk menyaksikan suatu
pesta olah raga di suatu tempat atau negara tertentu.
5) Political Tourism
Yaitu suatu perjalanan yang bertujuan untuk menyaksikan suatu peristiwa
yang berhubungan dengan suatu negara seperti ulang tahun atau peringatan
hari tertentu.
6) Social Tourism
Jenis pariwisata ini tidak menekankan untuk mencari keuntungan seperti
studi tour, piknik dan sebagainya.
7) Religion Tourism
Yaitu kegiatan pariwisata yang bertujuan untuk menyaksikan upacara
keagamaan.
3. Bentuk pariwisata
Menurut Salah Wahab,dalam buku “Tourism Management” membagi bentuk
pariwisata sesuai motivasi perjalanan yang dilakukan serta objek yang dikunjungi
sebagai berikut :9
a. Menurut jumlah orang yang melakukan perjalanan :
1. Individual Tourism
Disini yang melakukan perjalanan wisata adalah seorang wisatawan keluarga
yang melakukan perjalanan secara bersama.
2. Group Tourism
Yaitu jenis pariwisata dimana yang melakukan perjalanan wisata dari banyak
orang yang bergabung dalam satu rombongan (grup) yang biasa dikelola oleh
sekolah, organisasi atau satu Tour Operator atau Tour Agent. Jumlahnya
bervariasi, 15-20 orang.
b. Menurut maksud dari perjalanan yang dilakukan :
1. Recreational Tourism atau Leisure Tourism
Yaitu jenis pariwisata yang maksud perjalanannya untuk mengembalikan
kekuatan fisik dan mental setelah melakukan pekerjaan/tugas rutin sehari- hari.
2. Cultural Tourism
Yaitu jenis pariwisata yang maksud dan tujuan perjalanannya dalam rangka
memperkaya informasi dan menambah pengetahuan tentang negara lain,
disamping ingin dapat kepuasan, hiburan dari hasil kebudayaan suatu bangsa,
seperti tarian tradisional, tata cara hidup masyarakat setempat.
3. Health Tourism
Yaitu jenis pariwisata yang tujuan perjalanannya dalam rangka pengobatan atau
memulihkan kesehatan di suatu negara/ tempat, seperti : hot spring, mud-bath,
treatment by mineral water, treatment by hot sand dan lain-lain.
4. Sport Tourism

3
Azyumardi Azra, Generasi Muda Yang Agamis Dan Berbudaya, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1999),
hal. 23.
4
Ibid., hal. 136.
Yaitu jenis pariwisata yang bertujuan memenuhi kepuasan untuk melakukan
kegiatan olah raga yang disenangi, seperti : fishing, hunting, deep-sea diving,
skiing, hiking, boating, dan olah raga lainnya.
5. Conference Tourism
Di Indonesia dikenal dengan istilah Pariwisata Konvensi yaitu pejalanan yang
dilakukan untuk suatu pertemuan, konperensi, convention, di mana pesertanya
juga memerlukan fasilitas kepariwisataan seperti : transportasi, akomodasi, pre
dan post conference tour serta pembelian souvenir.
c. Menurut alat pengangkutan yang digunakan:
1. Land Tourism
Yaitu jenis pariwisata yang dalam kegiatannya menggunakan kendaraan bus,
taxi, kereta api, dan sejenisnya.
2. Sea River Tourism
Yaitu jenis pariwisata yang dalam kegiatannya menggunakan kapal laut, perahu,
dan sejenisnya untuk pesiar.
3. Air Tourism
Yaitu jenis pariwisata yang dalam kegiatannya menggunakan pengangkutan
udara dari dan ke daerah tujuan wisata yang hendak dikunjungi.
d. Menurut letak geografis:
1. National Domestic Tourism
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang dikembangkan dalam wilayah suatu negara,
dimana para pesertanya tidak hanya terdiri dari wargan negara sendiri tetapi
juga orang asing yang berdiam di negara tersebut.
2. Regional Tourism
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang dikembangkan dalam suatu wilayah
tertentu, dapat regional dalam lingkungan nasional dan dapat pula regional
dalam ruang lingkup internasional.
3. Internatonal Tourism
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang terdapat atau dikembangkan di banyak
negara dan dalam hal ini sama dengan pariwisata dunia (World Tourism).
e. Menurut umur yang melakukan perjalanan :
1. Youth Tourism
Yaitu jenis pariwisata yang dikembangkan bagi para remaja yang suka
melakukan perjalanan yang relatif murah.
2. Abdur Tourism
Yaitu kegiatan pariwisata yang diikuti oleh orang-orang usia lanjut, dan
biasanya adalah pensiunan.
f. Menurut jenis kelamin :
1. Masculine Tourism
Yaitu jenis pariwisata yang kegiatannya hanya dilakukan oleh pria . Misalnya,
safari hunting adventure.
2. Feminine Tourism
Yaitu jenis pariwisata yang hanya dilakukan oleh kaum wanita saja. Misalnya ,
rombongan untuk menyaksikan demonstrasi masak, kecantikan, menghias, dan
lain-lain.
g. Menurut harga dan tingkat sosial :
1. Deluxe Tourism
Yaitu perjalanan wisata yang menggunakan fasilitas standar mewah, baik alat
angkutan, hotel maupun atraksinya.
2. Middle Class Tourism
Yaitu jenis perjalananwisata yang diperuntukan bagi mereka yang
menginginkan fasilitas dengan harga yang tidak terlalu mahal, tetapi tidak
terlalu jelek pelayannanya.
3. Social Tourism
Yaitu perjalanan wisata yang penyelenggaraannya dilakukan secara bersama
dengan biaya yang diperhitungkan semurah mungkin dengan fasilitas yang
cukup memadai dalam perjalanan.
4. Daerah Tujuan Wisata
Daerah tujuan wisata atau yang sekarang ini disebut dengan destinasi wisata,
merupakan daerah yang memiliki obyek-obyek wisata yang di dukung prasarana
pariwisata dan masyarakat, daerah yang berdasarkan kesiapan prasarana dan sarana
dinyatakan siap menerima kunjungan wisatawan. Untuk menjadi daerah tujuan wisata
tentu banyak hal yang perlu disiapkan pemerintah daerah antara lain:
1. Melakukan investasi obyek dan daya tarik wisata di daerahnya yang dapat
dijadikan sasaran kunjungan wisata
2. Menyiapkan jalan-jalan menuju obyek dan daya tarik wisata
3. Menyiapkan masyarakat untuk menerima wisatawan mancanegara (wisman) dan
3
Azyumardi Azra, Generasi Muda Yang Agamis Dan Berbudaya, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1999),
hal. 23.
4
Ibid., hal. 136.
wisatawan nusantara (wisnus) dengan menampilkan keramahan, rasa aman, rasa
nyaman, dan bersahabat.10
Unsur pokok yang harus mendapat perhatian guna menunjang pengembangan
pariwisata di daerah tujuan wisata yang menyangkut perencanaan, pelaksanaan,
pembangunan dan pengembangan meliputi 5 unsur yaitu: 11
a. Obyek dan Daya Tarik Wisata
Daya tarik wisata yang juga disebut objek wisata merupakan potensi yang
menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata. Umumnya
daya tarik suatu objek wisata berdasarkan pada adanya sumber daya yang dapat
menimbulkan rasa senang, indah nyaman dan bersih. Adanya aksesibilitas yang
tinggi untuk dapat mengunjunginya. Adanya ciri khusus/spesifikasi yang bersifat
langka. Objek wisata budaya mempunyai daya tarik tinggi karena memiliki nilai
khusus dalam bentuk atraksi kesenian, upacara adat nilai luhur yang terkandung
dalam suatu objek buah karya manusia pada masa lampau.
b. Prasaran Pariwisata
Prasarana wisata adalah sumber daya alam dan sumber daya buatan
manusia yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan dalam perjalanannya di daerah
tujuan wisata, seperti jalan, listrik, air bersih, telekomunikasi, terminal, jembatan,
dan lain sebagainya, untuk kesiapan objek-objek wisata yang akan dikunjungi oleh
wistawan di daerah tujuan wisata, prasarana wisata tersebut perlu dibangun dengan
sesuai dengan lokasi dan kondisi objek wisata yang bersangkutan.
c. Sarana Wisata
Sarana wisata merupakan kelengkapan daerah tujuan wisata yang diperlukan
untuk melayani kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanan wisatanya.
Berbagai sarana wisata yang harus disediakan di daerah tujuan wisata ialah hotel,
biro perjalanan, alat transportasi, restoran dan rumah makan serta sarana
pendukung lainnya. Tak semua objek wisata memerlukan sarana yang sama atau
lengkap sesuai dengan kebutuhan wisatawan.
d. Tata laksana /Infrastruktur
Infrastruktur adalah situasi yang mendukung fungsi sarana dan prasarana
wisata, baik yang berupa sistem pengaturan maupun bangunan fisik di atas
permukaan tanah dan dibawah tanah seperti :
a. Sistem pengairan, distribusi air bersih, sistem pembuangan air limbah yang
membantu sarana perhotelan/restoran.
b. Sumber listrik dan energi serta jaringan distribusinya yang merupakan bagian
vital bagi terselenggaranya penyediaan sarana wisata yang memadai.
c. Sistem jalur angkutan dan terminal yang memadai dan lancar akan
memudahkan wisatawan untuk mengunjungi objek-objek wisata
d. Sistem komunikasi yang mudah

e. Sistem keamanan atau pengawasan yang memberikan kemudahan diberbagai


sektor bagi para wisatawan.
e. Masyarakat (lingkungan)
Daerah dan tujuan wisata yang memiliki berbagai objek dan daya tarik akan
mengundang kehadiran wisatawan. keberadaan masyarakat disekitar objek
wisatalah yang akan menyambut kehadiran wisatawan tersebut dan sekaligus akan
memberikan layanan yang diperlukan oleh para wisatawan.
5. Komponen Produk Pariwisata
Terdapat 3 (tiga) komponen yang membentuk produk pariwisata dan untuk
semakin melengkapi kegunaan produk pariwisata tersebut bagi wisatawan, tidak
terlepas dari peran manusianya yang bersifat ramah tamah maka komponen pariwisata
menjadi 3A plus H yaitu :12
a. Daya Tarik Wisata (Attractions)
Setiap destinasi pariwisata memiliki daya tarik berbeda-beda sesuai dengan potensi
yang dimiliki. Ada dua jenis daya tarik wisata yaitu
1. Daya tarik wisata alami, segala bentuk daya tarik yang dimiliki alam
2. Daya tarik wisata buatan manusia, meliputi daya tarik wisata budaya seperti
tarian, upacara ritual dan daya tarik wisata yang merupakan hasil karya cipta
misalnya lukisan , seni pahat.
b. Fasilitas dan Pelayanan (Amenities)
Komponen fasilitas dan pelayanan perjalanan biasanya terdiri dari unsur alat
transportasi, fasilitas akomodasi, fasilitas makan dan minum, dan fasilitas
penunjang lainnya yang bersifat spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan
perjalanan.
c. Kemudahan untuk mencapai destinasi (Accessibilities)
Faktor yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi kepuasan wisatawan, yaitu
faktor aksesibilitas, yang berarti kemudahan yang tersedia untuk mencapai destinasi
3
Azyumardi Azra, Generasi Muda Yang Agamis Dan Berbudaya, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1999),
hal. 23.
4
Ibid., hal. 136.
wisata.
d. Keramahtamahan yang ditawarkan (Hospitality)
Destinasi wisata dapat menyebabkan munculnya perasaan wisatawan terhadap
kebutuhan yang berkaitan dengan keramahtamahan melalui seseorang atau sesuatu

3) Wisata Religi
1. Pengertian Wisata Religi
Islam telah meninggalkan berbagai peninggalan sejarah penting, baik
berupa makam, masjid, bekas kerajaan, perhiasan, adat istiadat dan sebagainya
yang dapat dijadikan sebagai potensi wisata salah satu kegiatan. Wisata
tersebut adalah dalam bentuk wisata religi (ziarah) umat Islam.
Menurut Shihab mengemukakan definisi wisata religi adalah kegiatan
perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela
serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. Wisata
religi merupakan sebuah perjalanan untuk memperoleh pengalaman dan
pelajaran (Ibrah). Wisata religi juga merupakan sebuah perjalanan atau
kunjungan yang dilakukan baik individu maupun kelompok ke tempat dan
institusi yang merupakan penting dalam penyebaran dakwah dan pendidikan
umat Islam.13
Ada juga yang mendefinisikan wisata religi sebagai bentuk
perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke
tujuan-tujuan diluar tempat dimana mereka biasanya hidup dan bekerja dan
kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu demi
mengunjungi tempat-tempat religius. Motif wisata religi adalah untuk mengisi
waktu luang, untuk bersenang-senang, bersantai, studi dan kegiatan
keagamaan untuk lebih mengenal keislamaan. Selain itu semua kegiatan
tersebut dapat memberi keuntungan bagi pelakunya baik secara fisik maupun
psikis dalam waktu tertentu.14
Pada hakikatnya agama adalah sama dengan kebudayaan yang
menciptakan, menggolong-golongkan, meramu merangkaikan dan
menggunakan simbol, untuk berkomunikasi dan untuk menghadapi
lingkungannya sedangkan menurutnya kebudayaan adalah keseluruhan
pengetahuan yang dipunyai oleh manusia sebagai makhluk sosial, yang isinya
adalah perangkat-perangkat, model-model pengetahuan yang secara selektif
dapat digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan yang
dihadapi dan untuk mendorong dan menciptakan tindakan yang
diperlukannya. Namun demikian, ada perbedaannya bahwa simbol di dalam
agama tersebut, biasanya mendarah daging di dalam tradisi masyarakat yang
disebut sebagai tradisi keagamaan.15
2. Fungsi Wisata Religi
Wisata religi dilakukan dalam rangka mengambil ibrah atau pelajaran
dan
ciptaan Allah atau sejarah peradaban manusia untuk membuka hati sehingga
menumbuhkan kesadaran bahwa hidup di dunia inti tidak kekal.
Menurut Mufid dalam Rosadi fungsi-fungsi wisata religi adalah sebagai
berikut:
a. Untuk aktivitas luar dan di dalam ruangan perorangan atau kolektif,
untuk memberikan kesegaran dan semangat hidup baik jasmani maupun
rohani.
b. Sebagai tempat ibadah, sholat, dzikir dan berdoa.
c. Sebagai salah satu aktivitas keagamaan.
d. Sebagai salah satu tujuan wisata-wisata umat Islam. Sebagai aktivitas
kemasyarakatan.
e. Untuk memperoleh ketenangan lahir dan batin.
f. Sebagai peningkatan kualitas manusia dan pengajaran (Ibrah).16
3. Bentuk-bentuk Wisata Religi
Wisata religi dimaknai sebagai kegiatan wisata ke tempat yang memiliki
makna khusus, biasanya berupa tempat yang memiliki makna khusus. Seperti:
a. Masjid sebagai tempat pusat keagamaan dimana masjid digunakan untuk
beribadah sholat, I’tikaf, adzan dan iqomah.
b. Makam dalam tradisi Jawa, tempat yang mengandung kesakralan
makam dalam bahasa Jawa merupakan penyebutan yang lebih tinggi
(hormat) pesarean, sebuah kata benda yang berasal dari sare (tidur).
Dalam pandangan tradisional, makam merupakan tempat
peristirahatan.17
c. Candi sebagai unsur pada jaman purba yang kemudian kedudukannya
digantikan oleh makam.
3
Azyumardi Azra, Generasi Muda Yang Agamis Dan Berbudaya, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1999),
hal. 23.
4
Ibid., hal. 136.
4. Tujuan Wisata Religi
Tujuan wisata religi mempunyai makna yang dapat dijadikan pedoman
untuk menyampaikan syiar islam di seluruh dunia, dijadikan sebagai
pelajaran, untuk mengingat ke-Esaan Allah. Mengajak dan menuntun manusia
supaya tidak tersesat kepada syirik atau mengarah kepada kekufuran.18

4) Pengertian kearifan lokal


Kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya sebuah bangsa yang
menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap, bahkan mengolah kebudayaan yang
berasal dari luar/bangsa lain menjadi watak dan kemampuan sendiri Wibowo
(2015:17). Identitas dan Kepribadian tersebut tentunya menyesuaikan dengan
pandangan hidup masyarakat sekitar agar tidak terjadi pergesaran nilai-nilai. Kearifan
lokal adalah salah satu sarana dalam mengolah kebudayaan dan mempertahankan diri
dari kebudayaan asing yang tidak baik.
Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai
strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal
dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Dalam
bahasa asing sering juga dikonsepsikan sebagai kebijakan setempat local wisdom atau
pengetahuan setempat “local knowledge” atau kecerdasan setempat local genious
Fajarini (2014:123). Berbagai strategi dilakukan oleh masyarakat setempat untuk
menjaga kebudayaannya.
Kearifan lokal menurut (Ratna,2011:94) adalah semen pengikat dalam bentuk
kebudayaan yang sudah ada sehingga didasari keberadaan. Kearifan lokal dapat
didefinisikan sebagai suatu budaya yang diciptakan oleh aktor-aktor lokal melalui
proses yang berulang-ulang, melalui internalisasi dan interpretasi ajaran agama dan
budaya yang disosialisasikan dalam bentuk norma-norma dan dijadikan pedoman
dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, peneliti dapat mengambil benang
merah bahwa kearifan lokal merupakan gagasan yang timbul dan berkembang secara
terus-menerus di dalam sebuah masyarakat berupa adat istiadat, tata aturan/norma,
budaya, bahasa, kepercayaan, dan kebiasaan sehari- hari.

Anda mungkin juga menyukai