0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
443 tayangan9 halaman

Analisis BEP dan Penjualan Minimal

Dokumen tersebut berisi contoh soal tentang perhitungan break even point, penjualan minimum, dan margin of safety untuk beberapa perusahaan. Terdapat juga contoh perhitungan titik tutup pabrik.

Diunggah oleh

Nandira Ayu Diwanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
443 tayangan9 halaman

Analisis BEP dan Penjualan Minimal

Dokumen tersebut berisi contoh soal tentang perhitungan break even point, penjualan minimum, dan margin of safety untuk beberapa perusahaan. Terdapat juga contoh perhitungan titik tutup pabrik.

Diunggah oleh

Nandira Ayu Diwanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : NANDIRA AYU DIWANTI

NIM : 18010049

KELAS : 202 MJ SABTU

Contoh

1PT. ANTASARI mempunyai struktur biaya sbb. :

BV/unit= Rp 12.000,-

BT= Rp 200.000.000,

Harga/unit= Rp 20.000,

Hitung

1. BEP dan Grafiknya

2. Penjualan Minimal bila target laba:a. Rp 120.000.000,-b. 15% dari penjualan

3. Margin of Safety bila anggaran penjualan spt point 2b

JAWABAN :

1. A. BEP (unit )= Rp200.000.000 / (Rp20 .000-Rp12.000)= 25.000 unit


BEP (rupiah) = 25.000unit x Rp20.000 = Rp500.000.00
[Link]
2. Penjualan minimum
200.000.000+ Rp 120.000 .000
a. PM (unit) =
20.000−12.000

= Rp320.000.000/8.000

= 40.000 unit
= atau 40.000 unit x Rp20.000 = Rp800.000.000

200.000+(15 % X 20.00Q)
b. Q=
20.000−12.000

8.000 Q = 200.000.000 + 3.000Q

8.000 Q –3.000 Q = 200.000.000

5.000 Q= 200.000.000

Q = 40.000 unit

= Atau 40.000 unit x Rp20.000 =Rp800.000.000

3. Margin of Safety :
(Rp 20.000 x 40.000 unit )– Rp 500.000 .000 x 100 %
= =
Rp 20.000 x 40.000unit
Rp 800.000 .000 – Rp 500.000.000 x 100 %
Rp 800.000.000

= 37,5%

Penurunan penjualan tidakboleh lebih dari 37,5% supaya perusahaan tidak mengalami kerugian

Contoh 2 Pada tahun 2007 PT. RAHAYU mampu menjual barangnya sebesar 18.000 unit yang laku
dijual dengan harga Rp 23.500,-. Pada tahun 1997 tersebut perusahaan hanya menghasilkan
keuntungan sebesar Rp 12.000.000,-. Biaya variabel per unitnya sebesar Rp 12.500,-. Pada
tahun 2008 perusahaan akan meningkatkan kinerjanya, agar bisa meningkatkan laba yang
diperolehnya. Untuk itu perusahaan akan menambah biaya iklan sebesar Rp 30.000.000 setahun.
Di samping itu juga akan memberikan tambahan komisi penjualan yang cukup besar yakni sebesar Rp
1.500,-per unit untuk agen dan Rp 1.000,-per unit untuk tenaga penjualan. Tapi harga juga dinaikkan
menjadi Rp 25.000,-per unit

Diminta meghitung:

1. BEP
2. Penjualan Minimal bila laba ditargetkan • Rp 100.000.000,-• 10% dari penjualan

3. M/S dengan penjualan point 2b

Diketahui

PT. Rahayu Tahun 2007 PT. Rahayu Tahun 2008


Penjualan (Q): 18.000 unit Biaya iklan: Rp 30.000.000
Harga (P) : Rp 23.500/unit Komisi: Rp 1.500/unit utk agen
Laba : Rp 12.000.000 :Rp 1.000/unit utk tenaga penjualan
BV : Rp 12.500/unit Harga: Rp 25.000/unit

Jawaban :

Tahun 2007

Total penjualan = Q x P

= 18.000 X 23.500 = 423.000.000

Total BV= Q x BV/u

= 18.000 x 12.500 = 225.000.000

Laba = total penjualan –total biaya

12.000.000 = 423.000.000 -225.000.000

Laba = 423.000.000 -(225.000.000 + 12.000.000)

= 423.000.000 –237.000.000

= 186.000.000

Tahun 2008

V = 12.500 + 1000 +1500 = 15.000

P = 25.000

BT = 186.000.000 + 30.000.000 = 216.000.000

[Link](unit) = 216.000.000 / (Rp25.000-Rp15.000)

= 21.600 unit
BEP (RP) =

216.000.000

Rp 15.000
1−
Rp 25.000

= 216.000.000 / 0,4 = 540.000.00

[Link] minimum :

Rp 216.000 .000+ Rp100.000 .000


a. PM (unit)=
25.000 – 15.000

= Rp316.000.000/10.000

=Rp31.600 unit

Rp 216.000 .000+(10 % x 25.000 x 31.600)


[Link] Rp=
1−Rp 15.000 ❑ 25.000

Rp 216.000 .000+(10 % x 790.000 .000)
1 – 0,6

Rp 216.000 .000+79.000 .0000


= Rp 295.000.000 / 0,4 = Rp.737.500.000
0,4

Rp 737.500 .000 – Rp540.000 .000 x 100 %


3. Margin of Safety := = 26,78%
Rp 737.500.000

Penurunan penjualan tidakboleh lebih dari 26,78% supaya perusahaan tidak mengalami kerugian.

[Link]
PENENTUAN HARGA JUAL

Harga jual harus mampu menutup

Semua biaya

Target laba

Contoh 3

Pada tahun 2008 perusahaan ANGGARA mempunyai rencana penjualan sebesar 40.000 unit. Biaya
yang dikeluarkan adalah biaya variabel Rp 18.000,-per unit dan biaya tetap Rp 360.000.000,-.
Tahun ini ditargetkan memperoleh laba Rp 120.000.000,-

Diminta meghitung :

1. Harga jual per unit

2. BEP

3. Penjualan Minimal bila laba ditargetkan 15%

Diket :

Penjualan (Q)= 40.000 unit

VC= Rp 18.000

FC/BT= Rp 360.000.000

Laba= Rp 120.000.000

JAWABAN :
[Link] = TC + Laba

= (FC + VC) + Laba

=Rp360.000.000 + (Rp18.000 x 40.000 unit) + Rp120.000.000

= Rp1.200.000.000

Harga jual per unit = Rp1.200.000.000 / 40.000 unit

= Rp30.000

[Link] (unit)= Rp360.000.000 / (Rp30.000 –Rp18.000)= 30.000 unit

360.000 .000
= 360.000.000 / 0,4 = 900.000.00
1−Rp18 .000 ❑ 30 .000

Rp 360.000 .000+(15 % x 30.000 x 40.000)
[Link] Rp =
1−Rp 18 .000 ❑ 30.000

Rp 360.000 .000+(15 % x 1.200 .000.000)
1 – 0,6

Rp 360.000 .000+180.000 .000


= Rp 540.000.000 / 0,4 = = Rp.[Link]
1 – 0,6

[Link]
SOAL Pada tahun 2008 perusahaan RAHAYU mempunyai rencana penjualan sebesar 50.000
unit. Biaya yang dikeluarkan adalah biaya variabel Rp 24.000,-per unit dan biaya tetap Rp
500.000.000,-. Tahun ini ditargetkan memperoleh laba 15% dari penjualan.

Diminta meghitung:

1. Harga jual per unit

2. BEP

3. Penjualan Minimal bila laba ditargetkan Rp 360 juta

500.000.000 + 0,15(50.000P)

50.000 = ---------------------------------------

P –24.000

Jawaban :

Dik :

Penjualan : 50.000 unit

BV : 24.000

BT : 500.000.000Laba : 15% = 54.000.000

1. TR = TC + Laba= (FC + VC) + Laba


=Rp500.000.000 + (Rp24.000 x 50.000 unit) + 54.000.000
= Rp1.754.000.000
Harga jual per unit = Rp1.754.000.000 / 50.000 unit
= Rp35.080
2. BEP = Rp500.000.000 / (Rp35.080–Rp24.000)= 45.126
500.000.000
1−Rp 24 .000 ❑ 35.08 0

= 500.000.000 / 1-0,684
= 500.000.000 / 0,316
= [Link]
3. PM (unit) =
Rp 500.000 .000+ Rp360.000 .000
35.080 – 24.000
= Rp860.000.000/11.080
= Rp.77.617
4. Grafik

TITIK TUTUP PABRIK (Shut Down Point)


CONTOH
Pada tahun 2008 perusahaan BAYU menjual barangnya dengan harga jual Rp 25.000,-per
unit dengan biaya variabel per unit Rp 15.000,-dan biaya tetap Rp 600 juta (60% merupakan
biaya tetap tunai)
Hitung:
1. BEP
2. Titiktutup pabrik

Jawaban :
[Link] (unit)= Rp600.000.000 / (Rp25.000 –Rp15.000)= 60.000 unit
600.000 .000
BEP Rp=
1−Rp15 .000 ❑ 25.00 0

= 600.000.000 / 1-0,6
= 600.000.000 / 0,4
= [Link]
Penjualan [Link]
BV ([Link] –600.000.000) = 900.000.000
BT (60% x 600.000.000) =360.000.000
= [Link]
Laba = 240.000.000

[Link] tutup pabrik


Shut down point = 60% x 600.000.000
360.000 .000
1−Rp15 .000 ❑ 25.00 0

= 360.000.000 / 1-0,6
= 360.000.000 / 0,4
= 900.000.000

Penjualan = 900.000.000

BV (900-360)= 540.000.000

BT (60% -900)= 360.000.000

Laba = 900.000.000

=0

Perusahaan tidak perlu menutup usahanya, dikarenakan penjualan mencapai Rp


900.000.000 karena perusahaan memperoleh kelebihan penerimaan kas sehingga harus
melanjutkan operasi perusahaannya

Anda mungkin juga menyukai