SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik : SCABIES / PENYAKIT KULIT
Hari/tanggal : Sabtu, 13 Februari 2016
Waktu : 30 Menit
Pembicara : Perawat ( Aisyah, [Link].)
Peserta/Sasaran : Siswa-siswi Pondok Pesantren Darul Nurul Ikhsan, Kp. Tambakbaya
Desa Dano.
Tujuan Umum :
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapkan siswa-siswi mampu memahami serta
menjelaskan kembali penyakit skabies.
Tujuan khusus :
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit, siswa-siswi mampu :
a. Menjelaskan pengertian penyakit scabies
b. Mengatasi penyebaran serta penularan penyakit scabies
c. Menyebutkan ciri-ciri penyakit scabies
d. Menjelaskan tentang cara penanggulangan penyakit scabies tanpa membuka catatan
e. Menjelaskan tentang cara pencegahan penyakit scabies
METODE
Ceramah
MEDIA
Leaflet
KEGIATAN :
Kegiatan
No Tahap Kegiatan
Penyuluh Sasaran
1 Pembukaan 1. Membuka acara dengan 1. Menjawab salam
mengucapkan salam kepada
(3 Menit)
sasaran
2. Menyampaikan topik dan 2. Mendengarkan penyuluh
tujuan Penkes kepada sasaran menyampaikan topik dan
tujuan
3. Kontrak waktu untuk 3. Menyetujui kesepakatan
kesepakatan pelaksanaan waktu pelaksanaan
Penkes dengan sasaran Penkes
2 Kegiatan Inti 1. Mengkaji ulang pengetahuan 1. Menyampaikan
sasaran tentang materi pengetahuannya tentang
(20 Menit)
penyuluhan materi penyuluhan
2. Menjelaskan materi 2. Mendengarkan penyuluh
penyuluhan kepada sasaran menyampaikan materi
dengan menggunakan leaflet
3. Mendemonstrasikan penyakit 3. Memperhatikan penyuluh
rabies selama demonstrasi
4. Memberikan kesempatan 4. Menanyakan hal – hal
kepada sasaran untuk yang tidak dimengerti dari
menanyakan hal – hal yang materi penyuluhan
belum dimengerti dari materi
yang dijelaskan penyuluh
3 Evaluasi / Penutup 1. Memberikan pertanyaan 1. Menjawab pertanyaan
kepada sasaran tentang yang diajukan penyuluh
(7 Menit)
materi yang sudah
disampaikan penyuluh 2. Mendengarkan
2. materi penyuluhan yang telah penyampaian kesimpulan
disampaikan kepada sasaran 3. Mendengarkan penyuluh
3. Menutup acara dengan menutup acara dan
mengucapkan salam serta menjawab salam
terimakasih kepada sasaran
MATERI
1. Pengertian penyakit Skabies
Skabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Sarcopies Scabiei Varian Homosis, yang
penularannya terjadi secara kontak langsung.
2. Penyebab dan ciri-ciri skabies
Skabies ditularkan oleh kutu betina, melalui kontak fisik yang erat. Penularan melalui
pakaian dalam, handuk, seprei, tempat tidur dan perabot rumah. Jarang terjadi kutu dapat
hidup di luar kulit hanya 2-3 hari. Kutu ini dapat membuat lubang-lubang dibawah permukaan
kulit, biasanya disela-sela antara jari dan pergelangan tangan atau dibagian depan siku dan
sekitar alat-alat kelamin dan sangat gatal. Penderita maunya menggaruk-garuk terus bintil-bintil
itu setiap waktu, dan bila kuku jari cukup panjang maka kuku itu dapat menyebabkan luka.
Maka garukan dari kuku kotor tersebut akan menyebabkan infeksi kulit, selanjutnya akan timbul
gelembung-gelembung kecil seperti gudik atau bisul.
Penyakit ini banyak dijumpai pada anak dan orang dewasa muda. Tetapi dapat mengenai
semua umur. Beberapa faktor yang dapat membantu penyebarannya adalah kemiskinan,
hygiene (kebersihan diri) yang jelek, demografi dan derajat sensitasi individual.
3. Penanganan dan Pengobatan
a. Penanggulangannya :
Setiap orang di dalam keluarga harus diobati pada waktu yang sama, tiap-tiap orang harus :
1) Membersihkan semua bagian tubuhnya dengan memakai sabun dan air hangat.
2) Mengolesi seluruh tubuh dengan Benzyl Benzoat
3) Pakailah baju bersih dan cucilah semua pakaian dengan bersih
4) Setelah satu minggu, ulangi pengobatan sekali lagi.
b. Pengobatannya :
Semua keluarga yang berkontak dengan penderita harus diobati termasuk pasangan seksnya.
Ada bermacam-macam pengobatan antiskabies :
1) Benzona Heksaklorida (lindane)
Tersedia dalam bentuk cairan atau lotion, tidak berbau dan tidak berwarna. Obat ini membunuh
kutu dan nimfa, Obat ini digunakan dengan cara menyapukan keseluruh tubuh dari leher ke
bawah dan setelah 12 jam s/d 24 jam dicuci bersih-bersih. Pengobatan ini diulang selama 3 hari.
Pengobatan diulang maksimum 2 kali dengan interval 1 minggu.
2) Sulfar
Dalam bentuk paradiulunale, sulfur 10% secara aman dan efektof digunakan dalam konsentrasi
2,5% dapat digunakan pada bayi. Obat ini digunakan pada malam hari selama 3 malam.
3) Benzil Benzoat (Crotaminton)
Tersedia dalam bentuk krim atau lotion sebaiknya obat ini digunakan selama 24 jam, kemudian
digunakan lagi 1 minggu kemudian. Obat ini disapukan ke badan dari leher ke bawah.
Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi. Bila digunakan untuk bayi dan anak-anak
harus ditambahkan air 2 s/d 3 bagian.
4) Monosulfiran
Tersedia dalam bentuk lotion, harus ditambah 2-3 bagian air dan digunakan setiap hari selama
2-3 hari. Selama dan segera setelah pengobatan penderita tidak boleh minum alkohol karna
dapat menyebabkan keringat berlebihan dan takikardia.
5) Malation
Malathiom 0,5% dengan dasar air digunakan selama 24 jam pemberian berikutnya diberikan
beberapa hari kemudian.
6) Permerhrin
Dalam bentuk cream 5% sebagai dosis tunggal, penggunaannya selama 8-12 jam dan kemudian
dicuci bersih-bersih. Obat ini dilaporkan efektif untuk skabies.
4. Pencegahan
Jagalah badan tetap bersih dengan mandi setiap hari, selalu bergantilah dengan pakaian bersih
bila yang telah dipakai kotor. Gantilah pakaian tidur sesering mungkin. Jagalah kuku tetap
pendek dan bersih. Cara-cara pencegahan ini cukup sederhana dan tidak sulit untuk
melakukannya.
RENCANA EVALUASI
Indikator Sasaran Alat Evaluasi Jenis Evaluasi Soal
1. Pengertian penyakit skabies Siswa-siswi Post Test Formatif 1
2. Penyebab dan ciri-ciri tertulis tertulis 3
penyakit skabies
3. Penanggulangan penyakit 2
skabies
4. Pencegahan penyakit skabies 1
Jumlah 7 Soal
Lembar Pertanyaan
1. Sebutkan Pengertian skabies ?
2. Penyakit skabies disebabkan oleh apa ?
3. Penyakit skabies dapat ditularkan oleh hewan jenis apa dan bagaimana cara penularannya ?
4. Sebutkan ciri-ciri dari penyakit skabies ?
5. Faktor-faktor apa saja yang dapat membantu penyebaran penyakit skabies?
6. Bagaimana cara penanganan penyakit skabies ?
7. Coba anda jelaskan bagaimana cara terbaik untuk mencegah penyakit skabies ?
Sumber :
Dr. Adi Heru S. MSC. 1995 Kader Kesehatan Masyarakat. Jakarta : EGC.