MAKALAH BIOMATERIAL II
BAHAN BLEACHING
Mata Kuliah Biomaterial 2
Kelompok 1
Kelas E
Disusun Oleh:
1. Nindya Virya Kumala 201811106
2. Nisrina Nanda Rosiwan 201811107
3. Noviana Rosanti 201811110
4. Nurrohmah Khalifatul Ilmi 201811112
5. Nurul Azizah Paramitha 201811113
6. Putu Deyana Tirka Pratiwi 201811116
7. Ridzky Rainrisa Arief 201811122
8. Salsabila Putri Uno 201811125
UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA) FAKULTAS KEDOKTERAN
GIGI
Jl. Bintaro Permai Raya III, RT.6/RW.1, Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus
Ibukota Jakarta 12330
2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa , yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “Bahan Bleaching”. Makalah ini disusun untuk
memenuhi syarat tugas Biomaterial 2.
Dalam menyusun makalah, penulis banyak mendapat bimbingan dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Allah SWT, atas ridho-Nya kami dapat menyelesaikan Karya Ilmiah ini dengan
sebagaimana semestinya.
2. Teman – teman Fakultas Kedokteran Gigi Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
3. Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu
penulis dalam menyelesaikan Karya Ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan dan penyusunan Makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan atau yang diharapkan oleh Bapak dan Ibu dosen, penulis mohon maaf jika ada
kesalahan atau menyinggung perasaan pihak yang dilibatkan di dalam Makalah. Untuk itu,
penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
Makalah ini.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ I
DAFTAR ISI..................................................................................................................... II
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan........................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Bahan Bleaching…………………………………………………………. m
2.2 Komposisi Bahan Bleaching………………………………………………………. m
2.3 Klasifikasi Bahan Bleaching………………………………………………………. m
2.4 Sifat Bahan Bleaching……………………………………………………………... m
2.5 Aplikasi Bahan Bleaching…………………………………………………………. m
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………. 11
3.2 Saran……………………………………………………………………………… 11
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………… 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keinginan penderita untuk mendapatkan senyum yang lebih cerah dan lebih putih
menyebabkan kebutuhan pelayanan gigi kosmetik meningkat. Salah satu bentuk pelayanan gigi
kosmetik adalah memutihkan gigi. Tidak ada alat atau material kedokteran gigi yang sepenuhnya
aman, termasuk bahan pemutih gigi. Pemilihan serta penggunaan alat atau material kedokteran
gigi didasarkan asumsi bahwa keuntungan penggunaannya jauh melebihi risiko biologis yang
diketahui. Mutu dan sifat material kedokteran gigi harus mempunyai standar spesifikasi yang
dapat diukur, perlu identifikasi persyaratan sifat fisik dan kimia material, sehingga dapat
digunakan dengan hasil yang memuaskan atau tepat guna.
Pemutihan gigi (bleaching) adalah metode yang dilakukan untuk menghilangkan noda
pada gigi dan memutihkan gigi yang berubah warna. Teknik pemutihan gigi terdiri dari dari
penerapan agen pengoksida yang kuat sebagai bahan aktif pada permukaan gigi untuk mencapai
efek pemutih. Mekanisme pemutihan gigi didasarkan pada dekomposisi peroksida menjadi
radikal bebas yang bereaksi dengan molekul pigmen organik yang akan diubah menjadi lebih
kecil dan kurang kandungan pigmen.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa Definisi dari Bahan Bleaching?
1.2.2 Bagaimana Komposisi dari Bahan Bleaching?
1.2.3 Bagaimana Klasifikasi Bahan Bleaching?
1.2.4 Apa saja Sifat dari Bahan Bleaching?
1.2.5 Bagaimana Aplikasi Bahan Bleaching?
1.3 Tujuan
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Biomaterial II dan menambah wawasan bagi
para pembacanya
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Bahan Bleaching
Pemutihan gigi (bleaching) adalah suatu proses yang akan membuat gigi tampak lebih
putih. Proses pemutihan gigi ini pertama kali digambarkan pada tahun 1864 hingga akhirnya
berkembang sampai sekarang. Ada beberapa macam pilihan cara perawatan pemutihan gigi yang
disesuaikan dengan jenis pewarnaan yang terjadi (Gursoy dkk., 2008). Perawatan konvensional
untuk menghilangkan pewarnaan gigi ekstrinsik adalah dengan tindakan scaling dan polishing
gigi, namun untuk pewarnaan ekstrinsik yang sukar dihilangkan, ataupun untuk pewarnaan
intrinsik, diperlukan perawatan lain yaitu dengan proses pemutihan gigi (Gursoy dkk., 2008).1
Bleaching dalam kedokteran gigi biasanya digunakan bahan-bahan yang mengandung
Hydrogen Peroxide untuk pemutihan gigi. Peroxide merupakan bahan yang paling sering
digunakan dan membutuhkan waktu singkat. Kemampuan pemutih gigi sering kali ditunjukan
dari jumlah peroxide didalamnya. 1
2.2 Komposisi Bahan Bleaching
1. Carbamide Peroxide (CH6N2O3)
Dalam 10% larutan encer Carbamide peroxide paling banyak digunakan pada
home bleaching. Bahan ini dipecah lagi menjadi tiga larutan 3.35% Hydrogen peroxide
(H202) dan 6.65% larutan urea (CH4N2O). 15% dan 20% larutan Carbamide peroxide
juga digunakan dokter gigi untuk prosedur home bleaching. Larutan ini dapat
menyebabkan kerusakan jaringan lunak sehingga harus menggunakan rubber dam atau
pelindung jaringan lunak.2
2. Hydrogen Peroxide
Kebanyakan bahan bleaching yang sekarang ini mengandung Hydrogen
peroxide. Hydrogen peroxide merupakan oksidator yang kuat tersedia dalam berbagai
konsentrasi, dimana konsentrasi 30%-35% merupakan bahan yang paling umum. Cairan
yang mempunyai kinsetrasi tinggi ini harus ditsngani dengan hati-hati karena tidak stabil.
Hydrogen peroxide dipecah menjadi air dan oksigen. Molekul oksigen masuk ke dalam
gigi dan membebaskan molekul pigmen yang menyebabkan menjadi putih.2
2.3 Klasifikasi Bahan Bleaching
2.3.1 Bleaching strip
Strip polietilen diresapi dengan hidrogen peroksida pada konsentrasi mulai dari 6%
hingga 14% dalam gel perekat yang diproduksi oleh Procter dan Gamble dan dijual di AS
sebagai Crest Whitestrips. Cara menerapkannya adalah setelah menyikat permukaan wajah gigi
rahang atas dan rahang bawah untuk memutihkan, biasanya gigi seri dan taring. Mereka harus
dipakai hanya pada jam-jam bangun, kecuali ketika pasien sedang makan. Konsentrasi strip
hidrogen peroksida tidak disebutkan pada kemasan. Pasien dapat menggunakan produk 'Gentle' 5
menit jika mereka memiliki masalah tolerabilitas dengan produk konsentrasi yang lebih tinggi.3
2.3.2 Paint-on Gel
Produk-produk ini telah tersedia sejak 2004 dan seperti namanya, terdiri dari gel yang
dapat diaplikasikan pada gigi untuk memutihkan. Ini meniadakan kebutuhan untuk membangun
baki dan3 memfasilitasi pemutihan gigi tunggal. Metode aplikasinya serupa di seluruh produk
dalam hal gigi dikeringkan dan gel diterapkan dua kali sehari selama 14 hari.3
2.3.3 Pasta Gigi Pemutih
Banyak pasta gigi dipasarkan untuk memutihkan gigi. Walaupun produk ini efektif untuk
menghilangkan noda ekstrinsik, mereka tidak dapat mempengaruhi warna gigi karena hal ini
ditentukan oleh dentin yang mendasarinya. Ada kekhawatiran bahwa peningkatan kemanjuran
penghapusan noda mungkin terkait dengan peningkatan abrasivitas, dan menghilangkan
permukaan luar email jelas tidak diinginkan.3
2.4 Sifat Bahan Bleaching
Salah satu sifat bahan bleaching yaitu karbamid peroksida mempunyai titik jenuh. Saat
titik jenuh ini tercapai, proses bleaching sudah tidak efektif lagi sehingga apabila diteruskan akan
menyebabkan email menjadi rusak. Karbamid peroksida juga dapat menyebabkan gigi menjadi
sensitif, namun tidak sampai menyebabkan perubahan pulpa yang bersifat ireversibel. Reaksi
oksidasi dari karbamid peroksida sendiri dapat menimbulkan peradangan pada gusi akibat
terpecahnya membrane sel mukosa.4
Hidrogen peroksida mempunyai potensi untuk menyebabkan demineralisasi pada email
karena pH nya yang asam. Ion hidrogen (H+) akan menyerang permukaan email dan
menyebabkan larutnya hidroksi apatit pada email gigi. Demineralisasi yang terus-menerus akan
membentuk porusitas pada permukaan email, namun kandungan kalsium dan fosfat pada saliva
dengan konsentrasi yang cukup dapat melindungi email dari proses demineralisasi.4
2.5 Aplikasi Bahan Bleaching
2.5.1 Teknik Pemutihan Gigi (Bleaching)
Pemutihan gigi (bleaching) vital dibawah pengawasan dokter gigi terdiri dari dua teknik
yaitu in office dan home bleaching. Teknik pemutihan in office bisa secara cepat mengubah
warna gigi menjadi lebih putih. Teknik ini merupakan pemutihan gigi vital yang dilakukan di
klinik, menggunakan hidrogen peroksida dengan konsentrasi tinggi yaitu 30-35%. Teknik ini
digunakan pada pasien yang tidak dapat menggunakan tray atau pada pasien yang menginginkan
giginya putih dengan cepat dan terkontrol langsung oleh dokter gigi. Teknik berikutnya adalah
teknik home bleaching atau disebut juga supervised home dental whitening atau nightguard vital
bleaching. Teknik home bleaching menggunakan suatu alat yang menyerupai protesa yang
disebut tray atau night guard dan dilakukan oleh pasien di rumah, di bawah pengawasan dokter
gigi dengan konsentrasi karbamid peroksida 10-15%.4
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pemutihan gigi (bleaching) adalah suatu proses yang akan membuat gigi tampak lebih
putih. Proses pemutihan gigi ini pertama kali digambarkan pada tahun 1864 hingga akhirnya
berkembang sampai sekarang. Ada beberapa macam pilihan cara perawatan pemutihan gigi yang
disesuaikan dengan jenis pewarnaan yang terjadi (Gursoy dkk., 2008).
Salah satu sifat bahan bleaching yaitu karbamid peroksida mempunyai titik jenuh. Saat
titik jenuh ini tercapai, proses bleaching sudah tidak efektif lagi sehingga apabila diteruskan akan
menyebabkan email menjadi rusak. Karbamid peroksida juga dapat menyebabkan gigi menjadi
sensitif, namun tidak sampai menyebabkan perubahan pulpa yang bersifat ireversibel.
3.2 Saran
Makalah ini telah kami selesaikan dengan semaksimal mungkin. Kami ucapkan terima
kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh dosen, orangtua dan juga teman-teman. Kami
menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Untuk itu, kami meminta kritik dan saran
dari para pembaca makalah ini agar dapat disempurnakan dan juga dapat kami jadikan pedoman
untuk menulis makalah selanjutnya. Atas kritik dan sarannya kami ucapkan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
1. Gursoy, U. K., Eren, D. I., Bektas, O. O., Hurmuzlu, F., Bostanci, V,,Ozdemir, H..
(2008). “Effect of external tooth bleaching on dental plaque a ccumulationand tooth
discoloration”. J. Med Oral Patol Oral Cir Buccal.1. 13(4). E266- E269.
2. [Link]
sequence=1&isAllowed=y
3. Craig, R. G., Powers, J. M., and Wataha, J. C., 2007, Dental Materials Properties and
Manipulation, Ninth Edition, pp. 146-54, Mosby, Inc, St. Louis, Missouri
4. Kelleher, M.G.D.,dan Roe, F.J.C., 1999, The Safety in Use of 10 Carbamide Peroxide
(Opalescence) for bleaching teeth under the supervision of a dentist, [Link].