0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan13 halaman

Metode Deteksi Fraud yang Efektif

Dokumen tersebut membahas berbagai metode deteksi fraud umum dan khusus. Metode umum yang efektif meliputi audit dadakan, rotasi pekerjaan, pelatihan anti-fraud, dan audit internal. Sedangkan metode khusus dijelaskan untuk skema laporan keuangan, penggelapan aset, skema penagihan palsu, dan skema penggajian palsu seperti karyawan hantu.

Diunggah oleh

RestikaNohaNika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan13 halaman

Metode Deteksi Fraud yang Efektif

Dokumen tersebut membahas berbagai metode deteksi fraud umum dan khusus. Metode umum yang efektif meliputi audit dadakan, rotasi pekerjaan, pelatihan anti-fraud, dan audit internal. Sedangkan metode khusus dijelaskan untuk skema laporan keuangan, penggelapan aset, skema penagihan palsu, dan skema penggajian palsu seperti karyawan hantu.

Diunggah oleh

RestikaNohaNika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FRAUD DETECTION

INTRODUCTIONS
Dalam mendeteksi tindak fraud, kita perlu memahami lebih mendalam mengenai
pengetahuan tentang fraud tersebut, missal latar belakang fraud, prinsip fraud, skema
fraud, dan red flag. Untuk mendeteksi penipuan perlu dilakukan pengidentifikasian
skema fraud yang mungkin terjadi dan bagaimana hal tersebut dapat dilakukan, fraud
tree, kontrol fraud, dan redflags dalam kasus fraud yang terjadi. Selanjutnya dalam
bab ini akan dibahas mengenai aksioma dan metode-metode dalam mendeteksi fraud
baik secara umum maupun secara khusus.
FRAUD DETECTION AXIOMS
Kunci utama dalam mendeteksi fraud adalah dengan mengingat bahwa fraud akan
lebih sering terjadi pada organisasi yang tidak memiliki kontrol fraud. Selain itu pula
dapat pula dideteksi melalui tindakan reaktif daripada tindakan proaktif sehingga
memiliki banyak ruang perbaikan. Pada umumnya fraud dapat diketahui oleh auditor
eksternal. Namun banyak pula kasus fraud yang erdeteksi oleh intuisi, kecurigaan
penyelidik, manajer, auditor internal, atau anomaly dalam catatan akuntansi. Fraud
seringkali terdetekasi oleh metode pembuktian deteksi. Bab ini akan membahas
mengenai sarana pembuktian deteksi penipuan secara dini.
METODE DETEKSI UMUM
Secara berkala ACFE (Association of Certified Fraud Examination) melakukan
penelitian mengenai Fraud. Dan disetiap RTTN (Report To The Nation), statistik
menunjukan bila metode deteksi yang paling umum adalah Tips. Tips menyumbang
suara terbanyak dalam deteksi fraud sedangkan deteksi yang dianggap paling tidak
efektif adalah penegak hukum dan audit eksternal. Namun pada hasil RTTN 2008
menunjukkan bila sebagian besar entitas mengandalkan audit eksternal dalam
mendeteksi fraud. Entitas cenderung mengabaikan tip dan kontor fraud yang dianggap
paling efektif dalam deteksi fraud. Informasi kontrol merupakan sumber pengetahuan
yang berharga dalam usaha deteksi fraud.
Metode Umum yang Effektif
Gambar 1. Kontrol deteksi paling umum
RTTN mengklasifikasikan kontrol fraud berdasarkan efisiensi deteksi atau
pencegahan penipuan. RTTN 2008 meminta responden untuk mengidentifikasi tindak
pencegahan fraud dan tindakan bila terjadi fraud serta jumlah kerugiannya. Kemudian
menghitung rasio sederhana yang menggambarkan mengenai pengurangan kerugian
fraud yang dihitung pada setiap tindakan pencegahan dan kontrol anti fraud
berdasarkan apakah kontrol itu ada atau tidak dan rata-rata besaran kerugian untuk
masing-masing bagian (ada atau tidaknya kontrol fraud).
Gambar 1 menunjukkan bila audit dadakan merupakan kontrol anti fraud yang paling
efektif bila diukur dalam segi kemampuannya untuk mengurangi jumlah kerugian
akibat fraud. Selanjutnya adalah rotasi pekerjaan / liburan wajib untuk karyawan,
pelatihan tindak fraud untuk manajer dan eksekutif, audit internal, dan pelatihan fraud
untuk karyawan. Metode ini dianggan sebagai kontrol detektif yang berguna sebagai
kontrol anti fraud yang dapat mendeteksi fraud secara dini.
Metode Umum Lainnya
Berikut merupakan metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi fraud secara
umum terlepas dari skema fraud:
1. Fungsi audit internal aktif terlibat dalam kegiatan antifraud proaktif
2. Sarbanes-Oxley Act (SOX) mengidentifikasi adanya kelemahan dalam kontrol
internal dapat menyebabkan resiko fraud yang lebih tinggi
3. Melakukan analisislaporan keuangan secara horizontal dan verikal, terutama
perbandingan antara unit bisnis dan data mereka.
4. Melakukan analisis rasio, terutama tren selama beberapa tahun, dan membandingkan
unit bisnis dengan unit lain secara keseluruhan.
5. Audit dadakan dan atau perhitungan uang tunai
6. Tips anonym dan sistem pengaduan yang dapat diakses oleh karyawan, vendor, dan
pelanggan, serta aman dan mudah digunakan.
7. Data mining untuk Redflag menggunakan CAAT (Computer-Assisted Auditing
Tools)
METODE DETEKSI SECARA SPESIFIK
Subbab ini akan menjelaskan mengenai beberapa metode deteksi untuk mendeteksi
skema atau kelompok skema tertentu.
Skema Laporan Keuangan
1. Penerapan auditor keuangan SAS No. 99
2. Analisis laporan keuangan secara horizontal dan vertical
3. Analisis rasio, terutama tren selama beberapa tahun terakhir
4. Pemeriksaan tariff pajak menurut GAAP versi Tarif pajak Tunai
5. Rasio harga terhadap pendapatan yang tidak rasional dengan tolok ukur 20 hingga 25
dan rata-rata S&P sekitar 36
6. Komite audit yang memenuhi persyaratan SOX dan aktif terlibat dalam program anti
fraud terutama dalam meminta pertanggungjawaban eksekutif
7. Melakukan pemeriksaan latar belakang para eksekutif
8. Auditor eksternal mempertahankan skeptisisme professional pada setiap klien
Skema Asset Misappropriation
1. Mengirimkan laporan rekening bank kepada salah satu karyawan bank yang bukan
bagian dari pengelola hutang dagang perusahaan dan orang yang berwenang sebagai
penulis cek, dan meminta karyawan tersebut untuk meninjau laporan tersebut
kemudian membatalkan cek, kemudian diteruskan kepada orang yang berwewenang
melakukan rekonsiliasi bank.
2. Melakukan rotasi kerja dan liburan wajib bagi karyawan
3. Memeriksa semua jenis transaksi yang membutuhkan ulasan / persetujuan, memilah
transaksi dalam bagian tersebut, dan mengklarifikasikannya kepada karyawan,
vendor, dan pelanggan
4. Rekonsiliasi barang persediaan dan mengkonfirmasi piutang secara teratur
Cash Larceny (Pencurian Uang)
1. Investigasi terhadap berkurangnya kas di laci, deposito, daftar catatan.
2. Investigasi terhadap pencatatan penjualan yang hilang atau berubah
3. Memiliki 2 karyawan independen yang selalu melakukan verifikasi antara laporan
rekening bank dan laporan pada buku besar.
4. Melakukan pengecekan dan peninjauan jumlah ketersediaan kas harian
5. Memiliki kendali ganda terhadap setoran yang dikirim ke bank
6. Menentukan jumlah setoran secara rahasia sebelum pengiriman ke bank dan
kemudian secara mandiri mengkonfirmasi jumlah setoran kepada bank
7. Memastikan deposite in transit segera dihapuskan pada laporan selanjutnya. (flag
associated with lapping deposits)
8. Melakukan pengecekan kas dadakan.
9. Meninjau uang tunai dan memeriksa rasio setoran bank harian (bagi kasus pencurian
uang saja)
10. Meninjau ketepatan waktu deposit melalui lokasi jarak jauh hingga fungsi bendahara
pusat.
11. Mengamati semua penerimaan uang tunai dari semua titik masuk.
Billing Scemes
Shell Companies
1. Menyortir pembayaran bedasarkan data vendor, jumlah, dan nomor faktur.
2. Beban melebihi anggaran apalagi bila sampai dua kali lipat (Misal: bila menghasilkan
dua cek oleh satu vendor yang sah namun salah satu cek digunakan untuk tindak
fraud)
3. Memeriksa tagihan pada akun dengan pengeluaran terbesar, karena fraudster
cenderung menggunakan skema penagihan pada akun terbesar dalam upaya untuk
menyembunyikan tindakannya)
4. Melakukan analisis horizontal
5. Memverifikasi faktur Service-only vendor
6. Menggunakan software CAAT dalam melakukan referensi silang antara alamat
karyawan dengan alamat vendor
7. Menguji waktu penyelesaian penerimaan faktur hingga pembayaran terjadi.
8. Memverifikasi bahwa vendor sah dengan cara melihat catatan akhir audit (untuk
beberapa unit tertentu), mencari info di buku telepon atau di online white pages,
mencari informasi mengenai perusahaan melalui google, dll
9. Meninjau ulang cek yang dibatalkan
10. Tidak membayar faktur yang berasal dari faktur / vendor yang dianggap
mencurigakan dan mengecek kembali siapa yang menindaklanjuti pembayaran.
11. Mengambil tindakan pencegahan khusus terhadap karyawan yang dapay
menambahkan vendor ke dafttar resmi (adanya pemisahan tugas dari persetujuan
faktur)
12. Pencarian dan pengumpulan data sebanyak mungkin dari Red Flag.
13. Memverifikasi legitimasi vendor yang membuat faktur dengan program Excel
14. Mencetak daftar vendor berdasarkan abjad dan mencari vendor yang memiliki
kesamaan nama dan data.
Pass Through Vendor
1. Memeriksa semua faktur yang membutuhkan persetujuan, diurutkan berdasarkan
vendor atau karyawan yang menyetujui faktur
2. Membandingkan harga pasar dan harga faktur mrnggunakan software CAAT dan
beberapa penelitian sebelumnya.
3. Meninjau alasan penggunaan faktur dan harganya.
Nonaccomplice Vendor
1. Menyortir faktur oleh vendor dan mencari nomor faktur yang tidak biasa.
Mengklasifikasikan penjual dengan jumlah faktur dan mencari jumlah yang tidak
biasa.
2. Mengklasifikasi vendor dengan jumlah faktur dan mencari jumlah yangtidak biasa.
3. Meminta agar bank memberi tahu orang yang tepat jika seseorang menggunakan cap
“for deposite only”.

 Pembelian Pribadi (Personal Purchases)


1. Pengecekan spot-checking pada kartu kredit, mencari vendor atau barang yang tidak
biasa.
2. Audit mendadak pada karyawan yang diberi wewenang untuk menggunakan kartu
kredit atau menandatangani cek.
3. Memeriksa saldo yang tidak menguntungkan pada laporan kinerja
4. Analisis kecenderungan pembayaran vendor.
5. Ekstraksi semua pembelian tanpa pesanan pembelian, diringkas oleh vendor dan
karyawan.
6. Ekstraksi semua pembelian tepat di bawah batas review / persetujuan,dirangkum oleh
vendor dan karyawan.
Skema Penggajian (Payroll Schemes
Ghost Employee
1. Jika memungkinkan, rekonsiliasi karyawan dalam database penggajian dengan
karyawan dalam database sumber daya manusia (SDM).
2. Mendapatkan salinan file Nomor Jaminan Sosial (Social Sequrity Number)
dan, setidaknya setahun sekali, merekonsiliasi file tersebut dengan SSN
karyawan Anda.
3. Mendistribusikan cek secara manual, membutuhkan ID untuk mengambil cek
secara berkala dan tanpa pemberitahuan.
4. Investigasi cek penggajian dengan dukungan ganda (tanda bahwa karyawan
pembantu bekerja dengan orang sungguhan).
5. Memutar tugas yang menangani pembayaran yang dicetak, atau membutuhkan
waktu liburan dengan penerbitan gaji (gaji harian).
6. Menggali data daftar gaji untuk melihat red flags :
 Kotak pos ke alamat fisik
 Alamat fisik cocok dengan karyawan lain
 Nomor rekening deposit langsung yang cocok dengan karyawan lain
 Hilang nomor telepon, atau nomor telepon yang cocok baik karyawan lain
atau telepon kerja.
 Tanggal cek pembayaran dibandingkan dengan tanggal terminasi
(karyawan dibayar setelah dihentikan, dan digunakan sebagai ghost oleh
seorang karyawan yang sudah ada.
 Karyawan yang tidak pernah mengambil liburan atau cuti sakit (jika tidak
diambol ini sangat mencurigakan). ( Fraud menggunakan ghost employee,
misalnya, akan menghasilkan bahwa karyawan fiktif tidak memiliki,
kecuali fraudster menciptakan cuti fiktif)
 Karyawan yang tidak memiliki pemotongan dari cek pembayaran
 Karyawan tanpa SSN, SSN tidak sah, atau menggandakan SSN

Komisi (Commissions)
1. Memeriksa secara acak semua transaksi yang terlibat dalam komisi penjualan
untuk periode pembayaran atau tenaga penjualan.
2. Investigasi tingkat pengembalian atau kredit yang lebih tinggi untuk penjualan
3. Membuat dan meninjau korelasi linear antara penjualan dan komisi yang dibayar
oleh karyawan.
4. Pelacakan penjualan yang tidak dikumpulkan oleh karyawan
5. Membuat laporan pengecualian untuk karyawan yang memiliki kompensasi
meningkat dari tahun lalu dari beberapa persentase yang tidak biasa.
6. Memiliki pejabat yang ditunjuk dan independen untuk memverifikasi semua
perubahan dalam tingkat komisi.

Pemalsuan Upah (Falsified Wages)


1. Pengumpulan data untuk semua transaksi dengan jumlah jam lembur tertentu
(mis., Lebih dari 20 jam per minggu).
2. Membuat laporan pengecualian untuk karyawan yang kompensasinya telah
meningkat tahun sebelumnya dari beberapa persentase tidak biasa,
3. Memverifikasi tingkat pembayaran secara acak pada saat periode pembayaran
karyawan.
4. Memiliki pejabat independen yang ditunjuk untuk memverifikasi semua
perubahan dalam tarif pembayaran.
5. Menjaga kartu waktu dengan hati-hati, setelah disetujui, segera memprosesnya.

Penggelapan Cek (Check-Tampering)


1. Merotasi karyawan yang menangani dan memeriksa kode secara berkala.
2. Perlunya pengadaan tanda tangan ganda untuk pemeriksaan di atas ambang batas
yang ditentukan.
3. Menggunakan sistem pembayaran positif di bank entitas
4. meninjau pernyataan dan cek yang dibatalkan, meskipun itu online, sebelum
menyampaikan pernyataan kepada orang yang akan melakukan rekonsiliasi bank.

a. Skimming

Fraud skimming merupakan fraud yang terjadi sebelum entitas membuat pesanan.
Skimming menjadi fraud yang suli dideteksi karena jenis fraud ini tergolong tidak
resmi. Cara mendeteksinya adalah dengan navigasi (seperti yang dibahas minggu
sebelumnya). Selain itu berikut adalah beberapa metode yang disarankan untuk
mendeteksi skimming:
1. Melakukan pengawasan karyawan di tempat penjualan
2. mendeteksi dari “penanda” dalam buku pencatatan
3. Menyelidiki celah dalam tanda terima yang diberi nomor
4. Memeriksa buku catatan untuk transaksi no-sale yang berlebihan, voids, dan
return.
5. Menempelkan tanda dalam catatan atau di depan pelanggan: “bila anda tidak
mendapatkan tanda terima silahkan hubungi manajer dan makanan anda gratis”
6. Menggunakan jasa pembelanja rahasia yang terlatih untuk mencari tanda-tanda
fraud
7. Menggunakan invigilasi untuk perkiraan uang yang hilang, atau untuk
menentukan apakah fraud skimming terjadi.
8. Mengukur variasi dalam pendapatan dengan karyawan dan dengan shift.
9. Membuat pernyataan pro forma, menggunakan harga pokok penjualan dan mark
up standar untuk memastikan adanya peningkatan penjualan kemudian
membandingkannya dengan yang sebenarnya untuk perkiraan uang yang hilang
10. Melakukan audit dadakan atau rutin menghitung uang tunai setelah shift berakhir.

b. Lapping
1. Melakukan panggilan telepon layanan pelanggan dengan menindaklanjuti
keluhan pelanggan mengenai keterlambatan dalam memposting cek terlepas
dari personel pengurus piutang (AR).
2. Menggunakan analisis tren jumlah hari dalam piutang, oleh unit bisnis atau
petugas AR dengan menindaklanjuti hal hal yang di atas standar atau rata-rata
dalam entitas.
3. Mendapatkan konfirmasi independen saldo oleh AR.
4. Melakukan audit dadakan dan / atau penghitungan uang tunai rutin.
5. Mengklasifikasikan penghapusan dan memo kredit oleh karyawan, dan
menyelidiki setiap penyimpangan (yaitu, transaksi yang tidak terdistribusi
secara acak).
6. Melakukan survei kepuasan pelanggan secara acak dan tanpa pemberitahuan.
7. Mengawasi karyawan yang menghabiskan banyak waktu untuk pekerjaannya.
8. Melakukan “desk raid” dadakan, mencari set buku kedua mengenai sistem
lapping yang disimpan di meja.
9. Melakukan pengecekan rutin dengan memverifikasi bahwa nama pada cek
cocok dengan postingan.
10. Membandingkan tanggal pencatatan oleh AR hingga tanggal pemeriksaan atau
tanggal pembayaran dikirimkan.

3. Skema Korupsi
1. Mengklasifikasikan transaksi oleh vendor dan pemeriksaan kejanggalan, volume
yang lebih tinggi dari perkiraan namun tidak dapat dijelaskan alasannya.
2. Investigasi random pada semua vendor, termasuk pemilik, pemegang saham
utama dan hubungan dengan karyawan.
3. Meninjau ulang kontrak dan persetujuan faktur secara berkala, bahkan jika hanya
sampel selama proses audit.
4. Memverifikasi keaslian vendor sebagai bagian dari audit internal, bakan jika itu
hanya sampel
5. Mencari transaksi pihak terkait di mana hubungan tersebut ditutup-tutupi.
6. Meninjau persetujuan untuk transaksi dengan pihak terkait setiap tahunnya.

Suap dan Pemerasan Ekonomi


1. rotasi tugas karyawan yang menangani penyetujuan kontrak dan/atau vendor,
dan tawaran tanggung jawab
2. Memisahkan tugas antara penyetuju vendor dan pemberian kontrak atau
penyetuju faktur.
Lampiran: Rasio Beneish
Bedasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh Mesod Beneish, rasio berikut ini
memiliki potensi untuk membedakan antara kecurangan laporan keuangan atau
laporan keuangan yang tidak dimanipulasi. Kebanyakan berorientasi pada tren
yang memberikan wawasan dalam prosedur analisis kunci dalam deteksi fraud
melalui pemeriksaan tren.

.
1. Day’s sales in Receivable Index

( Accts Rec ¿ ¿ t ¿ Salest )


¿
( Accts Rec ¿ ¿ t/ Salest−1 )¿
Nonmanipulators’ mean index = 1.031
Manipulators = 1.465

2. Gross Margin Index


(Gross Margin ¿ ¿ t−1 ¿ Salest −1 )
¿
(Gross Margin ¿ ¿ t /Salest )¿
Nonmanipulators’ mean index = 1.014
Manipulators = 1.193
3. Asset Quality Index

(Current Assets¿¿ t+ Net ¿ Assets¿¿ t)/(Total Assets t )


¿
(Current Assets ¿¿ t−1+ Net ¿ Assets¿¿ t−1)/(Total Assetst −1 )¿
Nonmanipulators’ mean index = 1.039
Manipulators = 1.254
4. Sales Index

( Sales¿¿ t)
¿
(Sales¿¿ t−1) ¿
Nonmanipulators’ mean index = 1.134
Manipulators = 1.607
5. Total Accruals to Total Assets Index
 (Working Capital – Cash – Current Taxes Payable) – Depreciation
and
 Amortization / Total Assets
Nonmanipulators’ mean index = 0.018
Manipulators = 1.607
T = Current time period / Fiscal year (FY)
t-1 = Last time period/Fiscal year (FY)
Kasus Toshiba

Kasus ini bermula atas inisiatif Pemerintahan Perdana Menteri Jepang yaitu Shinzo Abe
yang  mendorong transparansi yang lebih besar di perusahaan-perusahaan Jepang untuk
menarik lebih banyak investasi asing. Atas saran pemerintah tersebut, Toshiba menyewa
panelis independen yang terdiri dari para akuntan dan pengacara untuk menyelidiki masalah
transparansi di Perusahaannya. Betapa mengejutkannya bahwa dalam laporan 300 halaman
yang diterbitkan panel independen tersebut mengatakan bahwa tiga direksi telah berperan
aktif dalam menggelembungkan laba usaha Toshiba sebesar  ¥151,8 miliar (setara dengan Rp
15,85 triliun / US$ 1,2 miliar) sejak tahun 2008.

Panel yang dipimpin oleh mantan jaksa top di Jepang itu, mengatakan bahwa eksekutif
perusahaan telah menekan unit bisnis perusahaan, mulai dari unit personal computer sampai
ke unit semikonduktor dan reaktor nuklir untuk mencapai target laba yang tidak realistis.
Manajemen biasanya mengeluarkan tantangan target yang besar itu sebelum akhir
kuartal/tahun fiskal. Hal ini mendorong kepala unit bisnis untuk menggoreng catatan
akuntansinya. Laporan itu juga mengatakan bahwa penyalahgunaan prosedur akuntansi
secara terus-menerus dilakukan sebagai kebijakan resmi dari manajemen, dan tidak mungkin
bagi siapa pun untuk melawannya, sesuai dengan budaya perusahaan Toshiba.
Akibat laporan ini CEO Toshiba, Hisao Tanaka, mengundurkan diri, disusul keesokan
harinya pengunduran diri wakil CEO Toshiba, Norio Sasaki. Selain itu Atsutoshi Nishida,
chief executive dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 yang sekarang menjadi penasihat
Toshiba juga mengundurkan diri, total ada delapan pejabat Toshiba mengundurkan diri. Panel
tersebut mengatakan bahwa Tanaka dan Sasaki tidak mungkin tidak tahu atas praktik
penggorengan laporan keuangan ini. Saham Toshiba turun sekitar 20% sejak awal April 2015
ketika isu akuntansi ini terungkap. Nilai pasar perusahaan ini hilang sekitar ¥ 1,67 triliun
(setara dengan RP174 triliun).

Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso mengatakan, penyimpangan pembukuan di Toshiba


sangat disesalkan. Pasalnya skandal tersebut terjadi pada saat Perdana Menteri Shinzo Abe
sedang mencoba untuk mendapatkan kembali kepercayaan investor global dengan pedoman
tata kelola perusahaan yang lebih baik. Aso menolak berkomentar ketika ditanya apakah
Toshiba akan menghadapi denda. Salah seorang narasumber mengatakan regulator mulai
melihat pembukuan Toshiba.

Anda mungkin juga menyukai