TR 1 MANAJEMEN BISNIS RITEL
NAMA : Rahel Hutahaean
NIM : 7183143016
KELAS : Pendidikan Bisnis Regular A 2018
1. Bagaimana mengubah ancaman menjadi peluang dan mengubah kelemahan menjadi
kekuatan di dalam bisnis ritel
Jawab :
Mengubah ancaman menjadi peluang yaitu seorang wirausaha harus memiliki keberanian
yang menakjubkan untuk mengubah sesuatu yang tidak berarti menjadi kesuksesan. Harus berani
memanfaatkan setiap ancaman menjadi peluang bukan sebaliknya justru berusaha mmenghindari
[Link] satu alat untuk mengukur hal yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan oleh
usahawan yaitu menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman
(analisis SWOT). Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis
SWOT:
• Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah di
dapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan dan kekuatan lainnya yang dapat
dimanfaatkan. Contoh : lokasi di dekat kampus atau mall dapat dikembangkan menjadi kos-
kosan, warnet, rental computer dan masih banyak lagi.
• Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang
sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh :
sebaiknya jangan membuka usaha rental computer, tetapi tidak mengetahui sama sekali
keterampilan dalam mengoperasikan computer.
• Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberi keuntungan. Contoh : membuka
usaha fotokopi dilingkungan dekat kampus, membuka kantin dilingkungan perkantoran dan
usaha lainnya.
• Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang
pendek dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kitamemiliki kemampuan yang
lebih baik dari kita. Contoh : investasi saham, dimana kita tidak memiliki cukup ilmu tentang
hal tersebut atau bermain di pasar yang pelakunya sudah sangat banyak.
Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang
dapat kita manfaatkan misalkan mengenali kebutuhan pasar, mengembangakan produk
yang telah ada dipasaran, memadukan bisnis-bisnis yang ada, mengenali kecendrungan
(tren) yang terjadi dan lain sebagainya.
Sedangkan mengubah kelemahan menjadi kekuatan dalam bisnis ritel dalam
mengidentifikasi kekuatan toko yang kita miliki coba bandingkan secara relatif dengan pesaingter
dekat. Jika persaingan terus memperkuat posisinya dengan berbagai strategi baru barangkali posisi
toko yang kita miliki juga perlu pengembangan. Semakin baik mengkomunikasikan kelebihan kita,
maka semakin meningkat pula citra kita di mata lingkungan sekitar. Ada beberapa aspek penting
yang harus di ukur untuk mengetahui sampai di mana kekuatan yang kita miliki, yaitu lokasi, layout
toko, ragam barang dagangan, proses pengembalian barang, strategi penetapan harga, karyawan,
periklanan dan promosi penjualan, pelayanan yang diberikan, teknologi, kekuatan manajemen dan
keuangan ([Link] Amir 2004). Sebagaimana pentingnya kita mengamati kekuatan kita, begitu pula
dengan dengan kelemahannya. Hampir mustahil jika kita sama sekali tidak mampunyai kelemahan.
Karena itu coba identifikasi agar kita bisa berusaha untuk memperkecil kelemahan itu, dan jika
mungkin menghapuskan. Lebih baik lagi jika kita sudah memahami kelemahan dan mengerti cara-
cara mengatasinya dengan begitu seorang wirausahawan bisa mengubahnya menjadi kekuatan.