Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol XIII, No II, September 2020 ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X
Inhalasi Aromaterapi Lavender (Lavendula angustifolia) dan Neroli (Citrus
aurantium) dengan nyeri post parttum
Nurul Azizah
nurulazizah@[Link], +6281553902006, Prodi Kebidanan, Fakultas Ilmu
Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Abstrak. Setelah persalinan ibu akan merasakan nyeri hampir seluruh tubuh, luka
jahitan, nyeri perut karena kontraksi rahim, tulang rusuk dan punggung terasa nyeri
dan tidak nyaman karena jarum epidural, hal ini akan berlangsung beberapa hari dan
akan diatasi dengan obat pereda nyeri. Aromaterapi lavender dan Neroli dipercaya
dapat mengurangi rasa nyeri, Tujuan penelitian mengetahui efektivitas inhalasi
aromaterapi lavender dengan neroli terhadap penurunan nyeri post partum. Metode
penelitian quasi eksperimental, jumlah responden 60 ibu post partum dengan kriteria
bersalin normal, post partum hari 1-2, dibagi menjadi 2 kelompok yang diberikan
inhalasi aromaterapi lavender dan neroli, analisis univariabel menggunakan mean dan
standar deviasi, analisis bivariabel menggunakan uji statistik independent sample T
test. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor nyeri mengalami penurunan pada
kelompok intervensi inhalasi aromaterapi lavender sebanyak 2.36±0.15, pada
kelompok inhalasi aromaterapi neroli menunjukkan rerata penurunan skor nyeri
sebanyak 3,03±0,067 dengan nilai signifikan P<0,002 menunjukkan terdapat
hubungan yang bermakna. Aromaterapi lavender dan neroli efektiv menurunkan
intensitas nyeri post partum, pada kelompok dengan intervensi inhalasi aromaterapi
neroli menunjukkan skor penurunan nyeri lebih tinggi dibandingkan kelompok
intervensi inhalasi aromaterapi lavender.
Kata kunci : Post Partum, Lavender, Neroli, Nyeri
Post-Partum Pain Relief: Aromatherapy Effectiveness of Lavender
(Lavendula angustifolia) and Neroli (Citrus aurantium)
Abstract. Maternal labor induces almost full body pain, such as abdominal pain due to
uterine contractions and back discomfort due to epidural needles, these vexing experience
will last several days and can be relieved by painkiller prescriptions. This study compares
the effectiveness of pain-relieving aromatherapy, namely by using lavender (Lavendula
angustifolia) and neroli (Citrus aurantium) to decrease post-labor pain. Using the quasi-
experimental method, which makes 60 respondents inhale aromatherapies within 1-2 days
of the normal and post-partum periods. Data were analyzed statistically through mean,
standard deviation, and independent t-test. Results showed a mean reduction in pain
scores using lavender inhalations with a score of 2.36 ± 0.15, whereas neroli inhalations
show the score 3.03 ± 0.067, with a p-value of <0.002 indicating a significant
relationship. In summary, neroli has a greater effectivity than lavender in reducing post
partum pain.
Keywords: Post Partum, Lavender, Neroli, Pain
147
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol XIII, No II, September 2020 ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X
aromaterapi. Aromaterapi dipercaya
Pendahuluan sebgai alternative penghilang rasa
Kontraksi uterus pasca persalinan nyeri, embuat perasaan menjadi
akan menimbulkan nyeri merupakan nyaman sehingga dapat mengatasi
hal yang fisiologis, kontraksi yang gangguan emosional, dan mampu
bagus dapat menghindari resiko menimbulkan sensasi menenangkan
kompilkasi persalinan yakni perdaraan sehingga stress dapat berkurang (Laila,
post partum. Mayoritas wanita (95%)
2011). Aromaterapi dinilai dapat
post partum akan mengalami nyeri
menimbulkan rasa nyaman melalui
perineum dalam 24 jam setelah proses
persalinan, dan 100% wanita yang berbagai indikator, seperti munculnya
mengalami nyeri jika terjadi robeken respon rasa fight or flight, adanya rasa
perineum setelah persalinan nyaman yang timbul dapat
(Macanthur el al, 2004). Nyeri tersebut meningkatkan konsentrasi dan kinerja,
akan berkurang pada dalam beberapa pikiran lebih tenang, serta membuat
hari, pada hari ke 7 post partum 60% jiwa terasa menjadi lebih nyaman
terjadi pada perineum intac, dan 91% (Price, dan Wilson, 2005).
rasa nyeri masih terjadi pada ibu post
partum dengan robekan perineum Inhalasi aromaterapi dapat
(Macanthur el al, 2004). dilakukan dengan meneteskan minyak
Nyeri post partum besifat fisiologi essensial pada kapas/tissue, telapak
serta berlangsung beberapa hari tangan, serta dengan steam (laura,
setelah proses persalinan, hal tersebut 2012). Terdapat perbedaan dari
dapat menjadikan ibu trauma bagi ibu
beberapa penelitian tentang kosentrasi
jika nyeri tersebut tidak tertangani
dengan baik dan benar, sebab itu pengencerandan lama pemberian
penanganan nyeri pada ibu post aromaterapi inhalasi untuk mengurangi
partum sangat penting agar tidak nyeri. Olapour et al., (2012) meneliti
menjadi pengalaman yang buruk bagi tentang pengaruh aroma terapi lavender
ibu bersalin. umumnya nyeri pasca terhadap nyeri pasca operasi sesar. Pada
proses persalinan di atasi dengan terapi penelitian tersebut menggunakan
farmakologi yakni pemberian obat minyak essensial 10% yang dihirup
analgesic, namun tetapi sering
selama 5 menit dengan jarak 10cm dari
menimbulkan efek samping yang
pasien. Sedangkan Ozgoli et al., (2012)
buruk bagi ibu, seperti munculnya
alergi terhadap obat, bahkan ibu dalam penelitiannya menggunakan 0,2
bersalin dengan komplikasi penyakit ml minyak essensial papermint dalam 2
tertentu sehingga menjadikan ml normal salin untuk menurunkan
kontraindikasi jika dikonsumsi oleh nyeri persalinan, intervensi diulang
ibu. (Snyder & Lindquist 2002). setiap 30 menit. Namzi et al., 2014
Penanganan nyeri post partum menggunakan 8 ml minyak essensial
dapat menggunakan terapi non citrus aurantium yang di encerkan
farmakologi diataranya dengan
148
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol XIII, No II, September 2020 ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X
dengan 100ml air, kemudian masing- aromaterapi lavender (Lavendula
masing responden diberikan larutan Augustfolia) dan neroli (Citrus
minyak essensial yang telah diencerkan Aurantinum) terhadap penurunan
sebanyak 4 ml yang ditempatkan pada nyeri post patum
alat penguap, intervensi ini diulang tiap
30 menit, Kavaini (2014) dalam
penelitiannya menggunakan0,1 ml air Metode
yang dihirup dengan mengguanakan Desain penelitian menggunakan
tissue . intensitas nyeri diukur setelah 30 quasi experiment non equivalent
menit dan 60 menit pemberian control group. Dengan
aromaterapi, hasilnya kelompok yang membandingkan skor nyeri sebelum
diberikan aromaterapi mengalami nyeri dan sesudah diberikan intervensi,
persalian lebih rendah dibandingkan analisis univariabel menggunakan
dengan kelompok kontrol. mean dan standart deviasi, analisis
Aromaterapi lavender dapat bivariabel menggunakan uji statistik
mempengaruhi sistem limbik di otak independent sample T test. Total
yang merupakan pusat emosi, serta responden penelitin ini sebanyak 60
dapat menghasilkan endorfin dan ibu post partum, dibagi menjadi 2
enkefalin yang dapat menurunkan rasa
kelompok, terdiri dari 30 ibu post
nyeri, serotonin mempunyai peran
partum dengan intervensi inhalasi
menghilangkan ketegangan otot yang
dapat menimbulkan stres serta aromaterapi neroli, serta 30 ibu post
kecemasan (Perez, 2003). Neroli partum diberikan intervensi inhalasi
dipercaya sebagai aromaterapi yang aromaterapi lavender. Dengan
dapat mengurangi peradangan dan stres, kriteria sampel ibu post partum
dengan merangsang sirkulasi yang dapat dengan riwayat persalinan normal
meningkatkan mood (yanik, 2016). pada hari ke 1-2. Pengumpulan data
Beberapa aromaterapi juga dapat dilakukan dengan cara melakukan
digunakan sebagai terapi yakni, pengukuran tingkat nyeri pada post
lavender, kemangi, kayumanis, neroli, partum sebelum dan setelah di
kenanga, melati, cendana, cengkih, berikan intervensi inhalasi
mawar. Saat ini penanganan nyeri yang aromaterapi lavender dan neroli,
sering digunakan sebagai terapi intrumen penelitian menggunakan
komplementer adalah minyak essensial skala nyeri NRS (Numeric Rating
atau aromaterapi lavender, lavender Scale), kemudian data dikumpulkan
dipercaya mempunyai sifat dan di analisis serta membandingkan
antikonvulsan, anxiolytic, antidepresi selisih nilai penurunan skor nyeri
serta bersifat menenangkan (Gentz, pretest dan post test pada kedua
2001). Penelitian ini bertujuan untuk kelompok.
mengetahui perbandingan inhalasi
149
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol XIII, No II, September 2020 ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X
Hasil Penelitian
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden
Group 1 Group 2
Characteristics p-value
N % N %
Umur
20-35 tahun 25 83.33% 27 90%
0.760
>35 ytahun 5 16.67% 3 10%
Paritas
Primigravida 13 43.33% 16 53.33%
0.768
Multigravida 17 56.67% 14 46.67%
Note: Group 1 is administered with lavender (Lavendula angustifolia), while group 2 is administered with neroli (Citrus aurantium)
Berdasarkan tabel 1 menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna
komparabilitas pada subyek penelitian sebelum dilakukan intervensi yakni
adalah homogen atau sebanding diantara distribusi data secara merata sebelum
variabel penelitian yakni usia dan paritas, dilakukan penelitian.
hasil skor nyeri didapatkan P>0,05 yakni
Tabel 2. Skor Nyeri pre dan post di berikan intervensi aromaterapi
t-test
Treatment Aromatherapy Types Sig.
Mean N
Lavender (Lavendula
Pre-test 6.03 30 0.000
angustifolia)
Neroli (Citrus aurantium) 7.00 30 0.000
Lavender (Lavendula
Pos-ttest 3.67 30 0.001
angustifolia)
Neroli (Citrus aurantium) 3.97 30 0.002
Lavender (Lavendula
Difference 2.87 30 0.002
angustifolia)
Neroli (Citrus aurantium) 3.03 30 0.003
Dari tebel 2 diketahui bahwa kelompok 3,67. Sedangkan pada kelompok dengan
dengan inhalasi aromaterapi lavender inhalasi aromaterapi neroli (Citrus
(Lavendula Angustifolia) sebelum di Aurantium) sebelum diberikan intervensi
berikan intervensi menunjukkan rerata mempunyai rerata skor nyeri sebesar 7.00,
skor nyeri post partum 6.03, setelah dan setelah diberikan intervensi terdapat
diberikan intervensi terdapat penurunan penurunan intensitas skor nyeri post
intensitas nyeri post partum dengan rerata partum sebesar 3,97.
150
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol XIII, No II, September 2020 ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X
Table 3. Aromatherapy Inhalation Difference
Aromatherapy Postpartum Pain Pretest – ∆
95% Cl p-value
Types Pretest Posttest Posttest Mean
Lavender
6.03 ± 3.67 ± 2.36 ±
(Lavendula
1.397 1.247 0.15 -1.424-(-
angustifolia) -1.047 <0.002*
0.41)
Neroli (Citrus 7.00 ± 3.67 ± 3.33 ±
aurantium)’ 1.477 1.327 0.15
Note: * denotes t-test result
Dari tabel 3 didapatkan bahwa pada bias yang disebabkan variable luar tersebut
kelompok dengan intervensi inhalasi dapat dihindari.
aromaterapi lavender menunjukkan rerata
penurunan skor intensitas nyeri post Berdasarkan hasil penelitian yang
partum sebesar 2.36 ± 0.15, sedangkan didapatkan rerata skor nyeri kelompok
pada kelompok dengan intervensi inhalasi intervensi inhalasi aromaterapi lavender
aromaterapi neroli (Citrus Aurantium) (Lavendula Angustifolia) dan neroli (Citrus
menunjukkan penurunan skor intensitas Aurantium) sebelum diberikan intervensi
nyeri sebesar 3.33 ± 0.15. Dari hasil analisis tidak ada perbedaan yang bermakna
uji Independent Sample T-Test didapatkan (P<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa
nilai P < 0,002 dengan 95% C.I. -1,424-(- sebelum diberikan intervensi, skor
0,410). Hal ini menunjukkan bahwa intensitas nyeri pada kedua kelompok tidak
penurunan skor nyeri post partum setelah berbeda.
pemberian aromaterapi inhalasi Lavender
(Lavendula Angustifolia) dan neroli (Citrus 1. Inhalasi aromaterapi lavender
Aurantium) bermakna secara statistik (Lavendula Angustifolia) terhadap
maupun klinik. penurunan nyeri postpartum
Pembahasan Hasil analisis didapatkan bahwa inhalasi
aromaterapi lavender (Lavendula
Penelitian ini menganalisis secara statistik Angustifolia) menunjukkan adanya
komparabilitas variabel-variabel pengaruh intensitas penurunan skor nyeri
penelitian. Proporsi sampel penelitian ini post partum, dengan rerata sebesar
menunjukkan tidak ada perbedaan yang 2,36±0,15 dan nilai P < 0,002. Hal tersebut
bermakna (P>0,05). Artinya dari usia dan menunjukkan adanya hubungan yang
paritas terdistribusi secara bermakna dalam penurunan intensitas
homogeny/merata dan sebanding. nyeri sebelum dan sesudah diberikan
Berdasarkan hasil tersebut variabel yang intervensi. penurunan intensitas skor nyeri
merupakan subyek penelitian ini post partum menunjukkan hasil yang
diperkirakan dapat mempengaruhi signifikan sehingga hipotesis dapat
intensitas nyeri, tidak terdapat perbedaan diterima.
diantara kelompok, sehingga kemungkinan
151
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol XIII, No II, September 2020 ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X
Nyeri post partum adalah hal yang Selain untuk mengurangi rasa nyeri
fisiologis, nyeri terebut muncul akibat aromaterapi lavender juga dipercaya
adanya proses penghantaran nyeri melalui mempunyai sifat antiseptik. Menurut
sel saraf aferen (neuron sensori) dan serabut kurniati (2004) juga menjelaskan bahwa
konektor (interneuron) serta sel saraf aferen manfaat aromaterapi didapatkan melalui
(neuron motorik) yang dihantarkan ke molekul serta partikel lavender saat
otak, akibatnya secara otomatis tubuh dihirup kemudian masuk melewati hidung,
mempresepsikan menjadi suatu rasa nyeri. diterima oleh reseptor saraf yang
nyeri merupakan respon sensori subjektif teridentifikasi sebagai signal yang baik,
serta emosional serta rasa tidak kemudian diinterpretasikan sebagai aroma
menyenangkan, hal tersebut terjadi akibat yang menyenangkan, aroma tersebut akan
adanya kerusakan jaringan secara actual mempengaruhi sensori sistem limbik yang
atau potensial, atau dapat juga merupakan pusat emosi seseorang,
menggambarkan kondisi terjadinya akibatnya saraf dan pembuluh darah dapat
kerusakan (Lyndon, 2013). merubah perasaan menjadi relaks sehingga
rasa nyaman yang ditimbulkan dan nyeri
Aromaterapi lavender (Lavendula dapat berkurang. Selain itu aaat
Angustifolia) juga mempunyai manfaat aromaterapi dihirup zat aktif yang
mengatasi insomnia, serta dapat terdapat dalam aromaterapi dapat
memperbaiki suasana hati, dengan merangsang hipotalamus (kelenjar
memberikan efek relaksasi. Menurut hipofise) untuk mengeluarkan endorphin
pendapat Sharma (2009) aromaterapi hormon, yang mana telah diketahui bahwa
lavender yang juga bersifat analgesik yakni hormon endorphin dapat menimbulkan
dapat meredakan nyeri termasuk juga rasa tenang, relaks, serta bahagia (Smith,
meringankan nyeri otot dan juga kepala, Collins, Crowther et al, 2011).
aromaterapi lavender juga bersifat
antibakterial, antiinflamasi, antifungal,
antiseptik, dan juga penenang. Oleh sebab 2. Aromaterapi Neroli (Citrus
itu aromaterapi lavender (Lavendula Aurantium) terhadap penurunan nyeri
Angustifolia) dapat dijadikan salah satu ibu postpartum
alternatif terapi sebagai terapi non
farmakologis dalam penanganan nyeri Hasil analisis didapatkan yakni inhalasi
postpartum, selain dapat mempengaruhi aromaterapi neroli (Citrus Aurantium)
kondisi fisik juga dapat berpengaruh menunjukkan adanya pengaruh penurunan
terhadap kondisi psikologis ibu menjadi intensitas skor nyeri pada post partum,
lebih baik. dengan rerata sebesar 3.33±0.15 dan nilai P
< 0,002. Hal ini berarti intervensi inhalasi
Menurut Dochterman (2004), Aromaterapi aromaterapi neroli sebelum dan sesudah
dapat diberikan melalui beberapa cara atau diberikan intervensi terdapat penurunan
metode, dianataranya, melalui pijat, intensitas skor nyeri yang bermakna
inhalasi, salep topikal, serta kompres sehingga hipotesis diterima.
(panas&dingin). Aromaterapi dapat
menimbulkan efek relaksasi serta dapat Aromaterapi saat dihirup akan merangsang
digunakan sebagai terapi pengobatan pelepasan neurotransmiter otak sehingga
untuk mengurangi nyeri (Burns2007). dapat menimbulkan relaksasi akibarnya
152
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol XIII, No II, September 2020 ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X
nyeri juga dapat berkurang (Burn et al., cemas/relaksasi (Sarrou et al. 2013).
1999). Aroma wangi yang keluarkan
aromaterapi dapat menstimulasi thalamus Penelitian menunjukkan hasil bahwa dari
mengeluarkan enkefalin dengan endorphin kelompok dengan intervensi inhalasi
yang mana keduanya dapat berfungsi aromaterapi lavender (Lavendula
menurukan rasa nyeri secara alami Angustifolia) dan neroli (Citrus Aurantium)
(Vakilian et al., 2011). Minyak esensial dapat mengurangi intensitas skor nyeri
dapat meningkatkan aktivitas serabut post partum secara signifikan. Terdapat
saraf aferen yang berfungsi untuk perbedan rerata skor penurunan nyeri post
mengurangi persepsi nyeri melalui cara partum yang menunjukkan kelompok
menutup gate atau gerbang nyeri (Telfer, inhalasi aromaterapi neroli (Citrus
1997). Aromaterapi neroli (Citrus Aurantium) menunjukkan skor penurunan
Aurantium) memiliki efek antiseptik dan nyeri lebih tinggi dibandingkan dengan
anti depresi, antispasmodic, sedative aromaterapi lavender.
ringan, serta dapat meningkatkan gairah
seksual (Leite et al., 2008 dalam Namazi et Simpulan
al., 2014). Menurut Namzi selain
memberikan efek keharuman, aromaterapi Terdapat pengaruh yang bermakna pada
juga dapat memberikan keuntungan baik kelompok yang diberikan intervensi
digunakan melalui metode inhalasi inhalasi aromaterapi lavender dan
maupun dioleskan ke kulit. Implementasi aromaterapi neroli terhadap intensitas
aromaterapi melalui inhalasi juga dapat nyeri post partum. kelompok yang
mempengaruhi perubahan psikologis diberikan intervensi inhalasi aromaterapi
manusia, aromaterapi neroli (Citrus neroli menunjukkan skor penurunan
Aurantium) jika di hirup akan intensitas nyeri lebih tinggi dibandingkan
meningkatkan gelombang alfa pada otak kelompok aromaterapi lavender.
sehingga dapat menciptakan perasaan
rileks (Namazi et al., 2014). Daftar Pustaka
Pada penelitian Sarrou et al. (2013) Anggraeni P., Setyawati H., and Wijayanti
menyebutkan pada Citrus Aurantium K. The Effectivity of Abdominal
terdapat kandungan linalool (29,14%) Lifting and Counter Pressure for
yang merupakan komponen terbesar pada Postpartum Pains within Stage I
minyak esensial neroli (Citrus Aurantium), Active Phase in Tidar General
kemudian β-pinene (19,08%), limonene Hospital Magelang. Universitas
(12,04%), trans-β-ocimene (6,06%) dan E- Muhammadiyah Magelang. 2010.
farnesol (5,14%). Pada minyak esesnsial Argi B.V and Nuraeni S. The Effect of
Citrus Aurantium terdapat senyawa Lavender Aromatherapy to
limonene berfungsi untuk mengontrol Postoperative Pain Intensity in
cyclooxygenase I dan II, serta mencegah Dustira Cimahi Hospital, Jurnal
aktivitas prostaglandin, dapat digunakan Keperawatan Soedirman., Vol.8
untuk menurunkan rasa nyeri (Cherargi, No.2, 2013, 120-126.
2010 dalam Namazi et al., 2014). Linalool Balcin M.L. The safety issue in
dapat berfungsi sebagai anti aromatherapy. Aromatherapy
science; a guide for healthcare
153
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol XIII, No II, September 2020 ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X
professionals. London: Manuaba, and I.B.G Fajar Manuaba.
Pharmaceutica Press. 2006. Introduction to Obstetrics. Jakarta:
Bobak I.M., Lowdermilk D.L., and Jensen EGC. 2007
M.D. Maternity Nursing. Fourth Namazi M., Akbari S., Mojab F., Telebic
edition. Jakarta: EGC. 2005. A., Majd H., and Jannesaria S.
Burns E., Blamey C., Ersser S.J., Lioyd A. Effects of Citrus Aurantium (Bitter
J., and Barnetson L. The Use of Orange) on the Severity of First-
Aromatherapy in Intrapartum Stage Labor Pain. Iranian Journal of
Midwifery Practice: An evaluative Pharmaceutical Research, Vol. 13
study. Oxford Brookes University, No. 3, 2014, 1011-1018.
England Report no.7. 1999. Olapour A., Behaeen K., Akhondzadeh R.,
Burns E., Zobbi V., Panzeri D., Oskrochi Soltani F., Razavi F.S., Bekhradi R.
R., and Regalia A.. Aromatherapy in The Eff ect of Inhalation of
childbirth: a pilot randomised Aromatherapy Blend containing
controlled trial, Int. J. Obstet. Lavender Essential Oil on Cesarean
Gynaecol., Vol. 114, 2007, 838-844. Postoperative Pain, Anesth Pain
Dochterman J. Nursing intervention Med, Vol.3 No.1, 2013, 203-207.
Classification (NIC). Fourth edition. Perez, C. Clinical Aromatherapy Part 1: An
USA: Mosby. 2004. introduction into nursing practice.
Gentz B. Alternative Therapies for the Clin J. Oncol Nurs., Vol.7 No.5, 2003,
Management of Pain In labor and 595-596
Delivery, Clin. Ob & Gynecol., Vol. Prawirohardjo, S. Midwifery Sciences.
44, 2001, 704 -732. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Laila, N.N. Menstruation Smart Book, Sarwono Prawirohardjo. 2008.
Yogyakarta: Buku Biru. 2011 Price, S.A., and Wilson, L.M.,
Laura W. Protocol for the Use of Pathophysiology: Clinical Concepts
Aromatherapy in Labour Care. Royal of Disease Processes. Jakarta: EGC.
Berkshire: NHS Foundation Trust. 2005
2012. Sarrou E., Chatzopoulou P., Theriou K.D.,
Leite M., Fassin J., Baziloni F., Almeida and Therios I. Volatile Constituents
R., Rita M., and Leite R. Behavioral and Antioxidant Activity of Peel,
effects of essential oil of Citrus Flowers, and Leaf Oils of Citrus
aurantium L. inhalation in rats, J. Aurantinum L. Growing in Greece,
Pharmacognosy, Vol. 18, 2008, 661- Molecules Vol.18, 2013, 10639-10647
666. Sharma S., Menia V., Bedi J., and Dogra S.
Lyndon, S. Clinical Nursing and Practice Labor Analgesia: An Unmet Right of
Guidebook. Tangerang Selatan: Laboring Women in India. Journal of
Karisma. 2013. South Asian Federation Obstetrics
Magfuroh A. Factors Affecting Labor Pain and Gynaecology, Vol.5 No.1, 2013,
within First Stage Active Phase in 26-32.
Kabupaten Tangerang General Smith C.A, and Bare, B.G. Aromatherapy
Hospital’s Delivery Room. Thesis. for Pain Management in Labour.
Universitas Islam Negeri Syarif Cocrane Database of Systematic
Hidayatullah. 2012. Review, Issue 7 No.CD009215. 2011
Manuaba I.B.G., I.A. Chandranita Snyder M., and Lindquist R.
154
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol XIII, No II, September 2020 ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X
Complementary Alternative
Therapies in Nursing. Fourth
Edition. New York: Springer
Publising Company. 2002
Telfer F. M. Relief of Pain in Labour. In:
Sweet B. R. Tiran D. Mayes
Midwifery: A text book for midwives,
12th Ed., Balliere Tindall, London.
1997
Vakilian K., Karamat A., Mousavi A.,
Shariati M., Ajami M. and Atarha M.
The effect of Lavender essence via
inhalation method on labor pain. J.
Shahrekord University Med. Sci.,
Vol. 14, 2011, 34-40.
Walsh L.V. Midwifery: Community-based
Care during the Childbearing Year.
Second Edition, Jakarta: EGC, 2008.
Yanik, (2016), Benefits of Neroli Essential
oil.
[Link]
dari-minyak-essential-neroli Accessed
10 April 2020
155