RANCANGAN KONSEPTUAL
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
PERANCANGAN KONSTRUKSI
Penataletakan Ruang Kerja Inspektorat Bidang
Investigasi pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan
Tahun Anggaran 2021
Lokasi Pekerjaan : Gd. Djuanda II Lt.6, Jl. Dr. Wahidin No.1, Jakarta 10710
DISUSUN OLEH:
PT. DESAIN OMAH OLAH SKALA (DOMA)
PT. Desain Omah Olah Skala (DOMA)
Architecture - Interior Menara Mandiri II Lt.11, Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55
Multidiscipline Designer & Senayan - Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12190 Indonesia
Healthcare/Hospital Specialist [Link]
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN KONSEPTUAL
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
PERANCANGAN KONSTRUKSI
Penataletakan Ruang Kerja Inspektorat Bidang
Investigasi pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan
Tahun Anggaran 2021
Pihak Penyedia Jasa Pihak Pengguna Jasa
Dibuat oleh: Disetujui oleh:
Direktur Pejabat Pembuat Komitmen
Reza, ST., MFil., IAI Herlambang, S.E., M.M., CFE
NIP 19651220 198703 1 002
ii
DAFTAR ISI
COVER DOKUMEN i
LEMBAR PENGESAHAN ii
DAFTAR ISI iii
1. RANCANGAN KONSEPTUAL SISTEM MANAJEMEN 1
KESELAMATAN KONSTRUKSI PERANCANGAN KONSTRUKSI
1.1. Data Umum 1
1.1.1. Pernyataan Pertanggungjawaban Konsultansi 2
Konstruksi Perancangan
1.2. Metode Pelaksanaan 3
1.3. Identifikasi Bahaya, Pengendalian Risiko dan Penetapan 4
Tingkat Risiko Pekerjaan
1.4. Peraturan Perundang-undangan dan Standar 9
1.5. Rancangan Panduan Keselamatan Pengoperasian dan 9
Pemeliharaan Konstruksi Bangunan
1.6. Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan 11
Konstruksi
2. DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI 12
2.1. Kebutuhan Personil K3 Konstruksi 12
iii
1. RANCANGAN KONSEPTUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN
KONSTRUKSI PERANCANGAN KONSTRUKSI
1.1 Data Umum
Nama Proyek : Penataletakan Ruang Kerja Inspektorat Bidang
Investigasi pada Inspektorat Jenderal
Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2021
Nama Paket Pekerjaan : Penataletakan Ruang Kerja Inspektorat Bidang
Investigasi pada Inspektorat Jenderal Kementerian
Keuangan Tahun Anggaran 2021
Lokasi Pekerjaan : Gd. Djuanda II Lt.6, Jl. Dr. Wahidin No.1, Jakarta
10710
Waktu Pelaksanaan : 45 hari kalender
Nama Konsultan Perencana : PT. Desain Omah Olah Skala (DOMA)
Lingkup Tanggung Jawab Konsultan : Survey lokasi, DED Interior, estimasi anggaran dan
Perencana menyusun spesifikasi teknis, pendampingan pada
tahap pelelangan penyedia jasa pelaksanaan
konstruksi dan melakukan pengawasan secara berkala
terkait pelaksanaan konstruksi.
1
PERNYATAAN PERTANGGUNGJAWABAN KONSULTANSI KONSTRUKSI
PERANCANGAN
PT. DESAIN OMAH OLAH SKALA (DOMA)
PT. Desain Omah Olah Skala (DOMA) sebagai Badan Usaha Jasa Konstruksi
bertanggung jawab penuh terhadap hasil desain yang telah dilakukan. Apabila
terjadi revisi desain, maka tanggung jawab revisi desain dan dampaknya ada
pada penyusun revisi.
Direktur
PT. Desain Omah Olah Skala (DOMA)
Reza, ST., MFil., IAI
2
1.2 Metode Pelaksanaan
Tabel 1. Metode Pelaksanaan
No. Lingkup Metode Pekerjaan Bahaya
Pekerjaan Utama
1 Pembongkaran • Bongkar komponen yang masuk area renovasi Tertimpa
Interior • Perapihan bekas bongkaran atau tergores
• Pengumpulan dan pengangkutan sisa bongkaran material
bongkaran/
alat bantu
2 Pembongkaran • Pembongkaran instalasi penerangan dan power Tersengat
dan eksisting listrik
Pemasangan • Pemasangan kembali instalasi baru
Listrik • Penyambungan ke terminal (panel)
• Pengujian dan pemeriksaan
3 Pemasangan • Pemasangan rangka Tergores alat
Partisi • Pemasangan bahan penutup partisi potong
• Finishing (perataan permukaan dan sambungan) gypsum
4 Pemasangan • Pekerjaan pembuatan (potong dan tempered) dilakukan Tergores/
Kaca di workshop terpotong
• Pemasangan di lapangan dengan lis aluminium, kusen, pecahan
direkatkan dengan sealent dan karet seal. atau tepian
kaca
5 Pekerjaan • Pemasangan rangka Tertimpa
Plafond • Pemasangan bahan penutup partisi rangka/
• Finishing (perataan permukaan dan sambungan) bahan
penutup
6 Pembuatan • Panel dasar dikerjakan di workshop (pemotongan Terpotong
Backdrop dengan mesin, pressing dan penempelan HPL. mesin
• Perakitan panel dilakukan di lapangan
• Finishing (perapihan sambungan dan sudut)
7 Pengecatan • Perapihan permukaan Paparan
• cat dasar kimia
• cat finishing
• Dilakukan dengan rol pada permukaan dan kuas pada
bagian yang sempit.
8 Pekerjaan Pekerjaan dilakukan di workshop (pemotongan dengan Terpotong
mebeulair mesin, bubut, penghalusan, pressing, pengeringan, mesin
pengecatan/finishing, hingga siap dikirim)
3
1.3 Identifikasi Bahaya, Pengendalian Risiko dan Penetapan Tingkat Risiko
Pekerjaan
Tabel 2. Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko
No Uraian Kegiatan Identifikasi Dampak/ Penetapan
Bahaya Risiko Pengendalian
Risiko
Pembongkaran Interior Tertimpa Luka • Penggunaan
• Membongkar/membuka komponen interior atau Terbuka APD dan
yang masuk dalam area renovasi. tergores APK
• Menggunakan peralatan bongkar seperti material • Ketersediaa
linggis, tang, obeng, dsb. bongkaran/ n sarana
• Bekas bongkaran dirapihkan dan sisa alat bantu P3K
bongkaran dikumpulkan dan diangkut ke
lokasi pembuangan atau diserahkan kepada
pengguna jasa.
Pembongkaran dan Pemasangan Listrik Tersengat Luka • Penggunaan
• Memutus aliran listrik sebelum melakukan listrik bakar APD dan
pembongkaran hingga APK
• Menurunkan seluruh conduit dan kabel kematian • SOP
eksisting pemadaman
• Memasang conduit, cable tray dan kabel dan
baru sesuai spesifikasi teknis. pengaktifan
• Melakukan penyambungan pada listrik dari
persilangan-persilangan dengan pengelola
pengamanan dop sesuai dengan standard gedung
dan aturan kelistrikan yang berlaku. • Tenaga
• Melakukan penyambungan ke terminal. listrik
• Pengujian Tahanan Isolasi terhadap kabel bersertifikat
instalasi minimal 2 Mega ohm dengan • Peralatan
menggunakan magger 500 volt. yang
• Continuty Test, untuk meyakinkan dan terkalibrasi
memastikan bahwa koneksi kabel sudah dan
benar. tersertifikasi
• Power Receiving Test untuk memastikan • Ketersediaa
tidak ada kelainan pada peralatan yang n APAR
telah dipasang sehingga siap untuk
dioperasikan.
• Pemeriksaan dilakukan sebelum
pelaksanaan, sedang pelaksanaan dan
setelah pelaksanaan dilakukan.
4
No Uraian Kegiatan Identifikasi Dampak/ Penetapan
Bahaya Risiko Pengendalian
Risiko
Pemasangan Partisi Tergores Luka • Penggunaan
• Pekerjaan sambungan rangka dilakukan alat potong Terbuka APD dan
dengan di las atau paku rivet sesuai gypsum APK
gambar. • Ketersediaa
• Papan gypsum tidak boleh disekrupkan ke n sarana
track atas dan bawah. P3K
• Berikan celah + 10 mm antara lantai dengan
papan gypsum.
• Penyekrupan pada posisi rangka metal
hollow dengan posisi saling silang.
• Penyekrupan pada posisi rangka metal
hollow dengan posisi saling silang.
• Pemasangan dinding partisi harus benar-
benar siku, pemasangan harus rata dan
tidak bergelombang.
• Semua barang pekerjaan yang telah selesai
dan diperiksa tapi belum diserahkan harus
dijaga, dipelihara keutuhannya oleh
Pelaksana Pekerjaan. Apabila terjadi
kerusakan barang akibat pelaksana, maka
kerusakan tersebut harus diperbaiki tanpa
menjadi beban tambahan kepada pemilik.
Pemasangan Kaca Tergores/ Luka • Penggunaan
• Pemotongan kaca harus rapi dan lurus, terpotong Terbuka APD dan
diharuskan menggunakan alat-alat pecahan APK
pemotong kaca khusus. atau tepian • Penggunaan
• Dari kesikuan bahan kaca akibat kaca alat bantu
pemotongan dari lembaran kaca yang khusus kaca
digunakan yang berbentuk segi empat • Ketersediaa
panjang harus mempunyai sudut siku serta n sarana
tepi potongan yang rata dan lurus, dengan P3K
toleransi kesikuan maksimum 1,50 mm
untuk setiap 1 meter panjang.
• Bahan kaca yang digunakan harus bebas
dari gelembung (ruang-ruang) yang berisi
gas yang terdapat dalam kaca, bebas dari
komposisi kimia yang dapat mengganggu
pandangan, bebas dari keretakan (garis-
garis pecah pada kaca baik sebagian atau
keseluruhan dari tebal kaca, bebas dari
gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang
dan lebarnya kearah keluar/masuk), bebas
dari benang (string) dan gelombang (wave),
bebas dari bintik-bintik (spots) dan awan
serta goresan dan lengkungan.
• Semua sisi kaca harus digurinda sampai
licin, rata dan halus.
• Aplikasi sealant harus rapih, tidak ada
gelembung udara, warna, tidak kotor dan
tidak menodai finishing pekerjaan lain.
5
No Uraian Kegiatan Identifikasi Dampak/ Penetapan
Bahaya Risiko Pengendalian
Risiko
Pekerjaan Plafond Tertimpa Luka • Penggunaan
• Rangka hollow galvanized 40 x 40 mm rangka/ Benturan APD dan
dengan toleransi + 2 mm, tebal minimum bahan APK
0,4 mm untuk plafon general dengan penutup • Ketersediaa
penggantung-penggantung terikat kuat n sarana
pada beton, dinding atau rangka baja yang P3K
ada dengan jarak rangka 60 x 120 cm.
• Rangka plafon dipasang setelah sisi bagian
bawah diratakan, pemasangan sesuai
dengan pola yang ditunjukkan/disebutkan
dalam gambar dengan memperhatikan
modul pemasangan penutup plafon yang
dipasangkan.
• Setelah seluruh rangka plafon terpasang,
seluruh permukaan rangka harus rata, lurus
dan waterpas, tidak ada bagian yang
bergelombang, dan rangka harus saling
tegak lurus.
• Bahan penutup plafon adalah gypsum
dengan mutu bahan seperti yang telah
dipersyaratkan dengan pola pemasangan
sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
• Hasil pemasangan penutup plafon harus
rata, tidak melendut.
• Seluruh antara permukaan plafon dan
dinding dipasang list aluminium dengan
bentuk dan ukuran sesuai gambar.
Pembuatan Backdrop Terpotong Luka • Penggunaan
• Pemasangan rangka metal stud dengan mesin Terbuka APD dan
standard pabrik yang diijinkan dengan jarak hingga APK
sesuai dengan gambar teknis. kehilangan • Pemeriksaa
• Bahan HPL harus dipilih motif yang sama anggota n kondisi
dan tidak ada cacat. badan alat kerja
• Sebelum pekerjaan dimulai harus secara rutin
diperhatikan arah serat yang sesuai dengan
yang ditunjukan dalam gambar.
• Pelaksana Pekerjaan harus mempunyai/
bekerja sama dengan tenaga ahli/supplier
yang berpengalaman, tenaga spesialis
panel dinding, baik sebagai tenaga ahli
pelaksanaan maupun Quality Control (di
lapangan maupun di workshop)
6
No Uraian Kegiatan Identifikasi Dampak/ Penetapan
Bahaya Risiko Pengendalian
Risiko
Pengecatan Paparan Paparan • Penggunaan
• Sebelum pekerjaan finishing cat dimulai kimia bahan APD dan
harus dipastikan bahwa tersedia ventilasi kimia APK
atu sirkulasi udara bersih dalam ruangan • Ketersediaa
yang akan dicat. n sarana
• Semua bidang yang akan dicat, dilapis/ P3K
dirender dengan menggunakan “Skin Cost”
Mill Putih, yang merupakan campuran 7
bagian Mill putih dan 2 bagian semen,
supaya bidang dasar tidak belang sehingga
hasil yang diharapkan adalah catnya
merata.
• Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus
dihindarkan terjadinya sentuhan benda-
benda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan
sekelilingnya selama 2 jam.
Pekerjaan mebeulair Terpotong Luka • Penggunaan
mesin Terbuka APD dan
hingga APK
kehilangan • Pemeriksaa
anggota n kondisi
badan alat kerja
secara rutin
Kepala Perancangan Konstruksi
PT. Desain Omah Olah Skala (DOMA)
Reza, ST., MFil., IAI
7
NO PEKERJAAN IDENTIFIKASI ORANG HARTA LINGKUNGAN KESELAMATAN
BERISIKO BAHAYA BENDA UMUM
A
K TR= K A TR= K A TR= K A TR=
KxA KxA KxA KxA
(1) (2) (3) ((5 (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15)
4)
1 Pembongkaran Luka )
Interior Terbuka 31 3 2 1 2 2 1 2 2 1 2
2 Pembongkaran Luka bakar
dan hingga
45 20 3 3 9 3 1 3 4 4 16
Pemasangan kematian
Listrik
3 Pemasangan Luka
31 3 2 1 2 2 1 2 2 1 2
Partisi Terbuka
4 Pemasangan Luka
31 3 2 1 2 2 1 2 2 1 2
Kaca Terbuka
5 Pekerjaan Luka
31 3 2 1 2 2 1 2 2 1 2
Plafond Benturan
6 Pembuatan Luka Terbuka
Backdrop hingga
kehilangan
42 8 2 1 2 2 1 2 2 1 2
anggota badan
7 Pengecatan Paparan bahan
21 2 3 1 3 3 1 3 2 1 2
kimia
8 Pekerjaan Luka Terbuka
mebeulair hingga
kehilangan
42 8 2 1 2 2 1 2 2 1 2
anggota badan
Catatan:
K : Kekerapan
A : Akibat (keparahan)
TR: Tingkat Risiko
1-4 : Tingkat Risiko Kecil
5-12 : Tingkat Risiko Sedang
15-25 : Tingkat Risiko Besar
8
1.4 Peraturan Perundang-perundangan dan Standar
Tabel 3. Peraturan Perundang-undangan dan Standar
No Pengendalian Risiko Peraturan Perundang-undangan & Klausula/Pasal
Persyaratan Lainnya yang Menjadi
Acuan
Penggunaan APD dan APK • UU No.1 Tahun 1970 • Pasal 9 (ayat 1.c)
• Pasal 99
• PERMENAKERTRANS NO. • Seluruh Pasal
01/1980
• PERMENAKERTRANS NO. 08/ • Pasal 4
MEN/VII/2010
Ketersediaan sarana P3K PERMENAKERTRANS NO.15/MEN/ Pasal 9
VIII/2008
Ketersediaan APAR • PERMENPU No.26/PRT/M/2008 • Bab V
• SKB Kep No. 174 & KPTS No. 104 • Bab 2, 2.7
SOP pemadaman dan • PP No. 50/2012 • Pasal 9 (ayat 14.a)
pengaktifan listrik dari • Pasal 10
pengelola gedung • PUIL 2000 • Bagian 2
Tenaga listrik bersertifikat PERMENAKER NO.12 TAHUN 2015 Pasal 10
Peralatan yang terkalibrasi
dan tersertifikasi
Penggunaan alat bantu
khusus kaca
Pemeriksaan kondisi alat
kerja secara rutin
1.5 Rancangan Panduan Keselamatan Pengoperasian dan Pemeliharaan
Konstruksi Bangunan
Dalam situasi pandemik COVID-19 saat ini, prosedur kesehatan menjadi
faktor yang mandatori. Dalam melaksanakan pekerjaan, maka seluruh personil
yang terlibat langsung di lokasi harus menjalani swab test COVID-19 sesuai
dengan standar dan aturan yang ditentukan oleh pemerintah. Swab test harus
diulang setelah 7 hari pada personil yang sama apabila yang bersangkutan masih
berada di lokasi. Prosedur kesehatan lain seperti pengukuran suhu tubuh dan
sarana cuci tangan, disebabkan lokasi pekerjaan berada di dalam gedung yang
memiliki prosedur tersendiri, maka secara otomatis telah dijalankan melalui
prosedur yang dilakukan oleh pengelola gedung. Namun begitu, di dalam lokasi
pekerjaan harus tetap disediakan sarana hand sanitizer, mengingat pergerakan
personil dan vendor di dalam lokasi yang akan cukup intens.
9
Faktor keselamatan terkait dengan pekerjaan dibagi dalam dua bagian;
proteksi pekerjaan dan proteksi pekerja (personil). Proteksi pekerjaan dilakukan
dengan sistem perlindungan wilayah kerja (sejak akses ke lantai 6 dan sekitar
area kerja). Perlindungan area kerja yaitu di area sekitar pekerjaan tertentu di
dalam wilayah kerja, misalnya perlindungan kaca yang baru dipasang,
perlindungan instalasi listrik, dan sebagainya. Tujuannya adalah melindungi
pekerjaan/barang dari kemungkinan kerusakan dan melindungi orang serta
lingkungan sekitar dari kecelakaan yang dapat timbul akibat adanya pekerjaan/
barang di lokasi tersebut. Proteksi pekerja bertujuan untuk melindungi para
pekerja yang terlibat dalam pekerjaan ini dari kemungkinan kecelakaan kerja. Hal
ini dilakukan dengan penyediaan sarana Alat Pelindung Diri (APD) sesuai
kebutuhan sebagai upaya pencegahan, dan penyediaan sarana P3K sebagai
upaya penanganan kecelakaan kerja.
Lingkup pekerjaan meliputi elemen-elemen melekat pada ruangan, seperti
panel, backdrop, partisi, kaca, pintu, dan sebagainya lebih sedikit membutuhkan
pemeliharaan, kecuali jika terjadi kerusakan. Kerusakan pada partisi gypsum
membutuhkan perbaikan dengan material compound dan cat ulang atau
wallpaper, kerusakan terparah adalah hingga penggantian rangka. Untuk panel
dan backdrop yang menggunakan material dasar plywood dan finishing HPL,
kerusakan mungkin terjadi pada lapisan HPL dengan perbaikan disarankan per
panil. Pemeliharaan HPL sendiri cukup dengan pembersihan kering setiap hari.
Untuk kaca pemeliharaan dilakukan harian dengan pembersihan menggunakan
cairan pembersih kaca. Pemeriksaan rutin dilakukan terhadap material perekat
sealent atau karet seal. Apabila ditemukan kerusakan dapat dilakukan perbaikan
kecil dengan membuang lapisan sealent sebelumnya. Kerusakan pada material
kaca berarti penggantian satu lembar panel kaca. Kegiatan perbaikan tersebut
dapat dilakukan dengan melokalisir area. Sedangkan perbaikan pada pintu akan
membutuhkan pengaturan ulang engsel, bisa dilakukan ditempat atau dibongkar
dan dilakukan di luar lokasi. Pemeliharan berkala dilakukan pada elemen-elemen
kelistrikan dan mekanikal seperti instalasi daya, penerangan, dan AC.
Pemeliharaan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap
kehandalan instalasi dan kinerja sistem. Kemudian ditentukan jenis penanganan,
mulai dari pembersihan, penggantian elemen, dan pengaturan ulang sistem.
10
1.6 Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi
Berdasarkan hasil identifikasi bahaya untuk pelaksanaan pekerjaan:
Nama Pekerjaan : Penataletakan Ruang Kerja Inspektorat Bidang
Investigasi pada Inspektorat Jenderal Kementerian
Keuangan Tahun Anggaran 2021
Harga Penilaian Perancangan : Rp. 642.349.000,00
(Estimate Engineer) (Enam Ratus Empat Puluh Dua Juta Tiga Ratus Empat Puluh
Sembilan Ribu Rupiah)
Lokasi Pekerjaan : Gd. Djuanda II Lt.6, Jl. Dr. Wahidin No.1, Jakarta 10710
Maka dengan ini menetapkan bahwa tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi
untuk paket pekerjaan sebagaimana dimaksud di atas adalah :
RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI (BESAR/SEDANG/KECIL)
Jabatan : Direktur
Nama : Reza, ST., MFil., IAI
Tanda Tangan :
11
2. DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
2.1 Kebutuhan Personil K3 Konstruksi
a. Jumlah Tenaga Kerja Konstruksi
Tabel 4. Jumlah Tenaga Kerja Konstruksi
No Jabatan Jumlah Personel
A. Tenaga Ahli
1. Pelaksana Lapangan 1
2. Petugas K3 Konstruksi 1
B. Tenaga Terampil
1. Pelaksana Bangunan Gedung dan Logistik 1
2. Administrasi 1
3. Drafter Arsitektur 1
12