100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
24 tayangan15 halaman

Fungsi Network Address Translation

Laporan ini membahas implementasi Network Address Translation (NAT) untuk menghemat penggunaan IPv4 dengan menerjemahkan beberapa alamat IP lokal menjadi satu alamat IP publik menggunakan router. Topologi jaringan dibuat menggunakan Cisco Packet Tracer dan dilakukan konfigurasi NAT pada router dan komputer untuk melakukan penerjemahan alamat. Pengujian dilakukan untuk memverifikasi konfigurasi NAT.

Diunggah oleh

Zikri Zakaria Salam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
24 tayangan15 halaman

Fungsi Network Address Translation

Laporan ini membahas implementasi Network Address Translation (NAT) untuk menghemat penggunaan IPv4 dengan menerjemahkan beberapa alamat IP lokal menjadi satu alamat IP publik menggunakan router. Topologi jaringan dibuat menggunakan Cisco Packet Tracer dan dilakukan konfigurasi NAT pada router dan komputer untuk melakukan penerjemahan alamat. Pengujian dilakukan untuk memverifikasi konfigurasi NAT.

Diunggah oleh

Zikri Zakaria Salam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

NETWORK ADDRESS TRANSLATION

ZIKRI ZAKARIA SALAM


J3D219185| TEK 2B P2

PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER


SEKOLAH VOKASI IPB UNIVERSITY
2021
PERNYATAAN MENGENAI LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM
DAN SUMBER INFORMASI

Dengan ini saya menyatakan laporan akhir praktikum ini adalah karya saya dan dapat
dipublikasikan sepenuhnya oleh IPB University. Sumber informasi yang berasal atau
dikutip dari karya yang diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan
dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir laporan ini sesuai dengan kaidah dan
etika yang berlaku. Saya bertanggung jawab penuh atas penemuan segala bentuk
kecurangan serta ketidaksesuaian aturan dalam penulisan ini. Saya bersedia mendapat
sanksi akademis yang berlaku sesuai kesepakatan tim pengajar, termasuk peniadaan nilai
praktikum Teknologi WAN.
User: 1

Bogor, 20 March 2021

Zikri Zakaria Salam


1

1 TINJAUAN PUSTAKA:

NETWORK ADDRESS TRANSLATION

1.1. Ringkasan
NAT (Network Address Translation) ini adalah sebuah metode yang digunakan
untuk menghemat pemakaian IP address, yang dimaksud disini adalah IPv4. NAT ini
menerjemahkan beberapa IP address yang ada di jaringan Local menjadi satu alamat IP
Public. Jadi, setiap komputer yang berada dalam sebuah jaringan (dengan alamat IP yang
unik) diwakilkan oleh satu IP Public, sehingga sistemnya kurang lebih seperti share satu
koneksi ke banyak komputer.

Setiap komputer yang ingin bisa terhubung dan berkomunikasi dengan internet,
syarat utamanya haruslah memiliki IP address. Tidak peduli entah itu komputer biasa,
server, smartphone, xbox, dan perangkat lainnya, jika tidak memiliki IP address maka tidak
akan dapat terhubung ke internet.

Namun terlihat mustahil, mengingat jumlah IP Address sangat terbatas jika harus
memenuhi kebutuhan setiap perangkat, karena akan ada banyak perangkat yang terhubung
ke internet. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut, digunakanlah metode NAT,
yang mana pada penerapannya NAT harus ada perangkat yang menjadi perantara antara
jaringan public dengan jaringan local. Perangkat yang biasa menanggung beban ini adalah
Router.

Jadi, ketika router memiliki satu IP Public otomatis perangkat ini sudah terhubung
ke internet. Dan melalui perangkat inilah koneksi tersebut dibagikan ke jaringan local
dengan memanfaatkan range IP private. Sehingga tidak memerlukan banyak IP address
untuk puluhan bahkan ratusan perangkat agar bisa terkoneksi.
2
3

2 IMPLEMENTASI NETWORK ADDRESS TRANSLATION

2.1. Topologi

Gambar 1 Topologi

Pembuatan topologi sederhana ini dilakukan di aplikasi Cisco Packet Tracer.


Topologi ini akan diterapkan untuk konfigurasi protokol routing NAT.

2.2. Konfigurasi Terhadap Router dan PC

Gambar 2

Pada gambar 2, berikan IP Address eth0 pada PC-0 dengan menjalankan perintah
“ifconfig eth0 [Link] netmask [Link] up”. Lalu, berikan gateway dengan
menjalankan perintah “route add default gw [Link]”.

Gambar 3

Pada gambar 3, tambahkan IP Address eth0 di PC-1 dengan menjalankan perintah


“ifconfig eth0 [Link] netmask [Link] up” Lalu, berikan gateway dengan
menjalankan perintah “route add default gw [Link]”.
4

Gambar 4

Pada gambar 4, berikan IP pada PC-4 dengan menjalankan perintah “ifconfig eth0
[Link] netmask [Link] up” Lalu, berikan gateway dengan menjalankan
perintah “route add default gw [Link]”.

Gambar 5

Pada gambar 5, masuk ke aplikasi bgpd yang berada di R-QUAGGA, karena yang
di-advertise oleh R-MIKROTIK dan R-QUAGGA merupakan IP private yaitu
[Link]/24, yang mana harusnya menggunakan IP public yaitu [Link].
Maka, hapus network sebelumnya dengan menjalankan perintah “no network
[Link]/24”, dan menjalankan perintah “network [Link]/27” untuk
mengubah network menjadi IP public.

Gambar 6

Pada gambar 6, di R-MIKROTIK jalankan perintah “interface bridge add


name=null0” perintah ini berfungsi untuk membuat dan memberikan nama pada interface
bridge. Setelah interface bridge selesai dibuat, tambahkan IP ke interface null0 dengan
menjalankan perintah “ip address add address=[Link]/30 interface=null0”.

Agar IP [Link] terlihat di R-MIKROTIK, maka jalankan perintah “ip route add dst-
address=[Link]/26 gateway=[Link]”.

Gambar 7

Pada gambar 7, di R-MIKROTIK jalankan perintah “routing bgp network add


network=[Link]/26”. Perintah “routing bgp network print” berfungsi untuk menampilkan
hasil konfigurasi yang sebelumnya telah dijalankan.
5

Gambar 8

Pada gambar 8, di R-MIKROTIK konfigurasikan Firewall NAT dengan


menjalankan perintah “ip firewall nat add chain=srcnat src-address=[Link]
action=src-nat to-address=[Link]”. Perintah tersebut berfungsi untuk komputer
dengan IP tertentu saja yang bisa akses internet. Perintah “chain-srcnat” berfungsi untuk
mengubah source address dari sebuah paket data. Perintah “src-address=[Link]”, ini
berarti telah mengizinkan semua komputer user di jaringan local untuk mendapatkan akses
internet.

Gambar 9

Pada gambar 9, jalankan perintah telnet [Link], agar bisa masuk dari PC-0
ke R-Pangrango.

Gambar 10

Pada gambar 10, konfigurasi IP Firewall NAT dstnat dengan menjalankan perintah “ip
firewall nat add chain=dstnat dst-address=[Link] action=dst-nat to-
address=[Link]”. Ketika ada paket masuk dari IP [Link], maka akan di-NAT ke
jaringan [Link].

Gambar 11

Pada gambar 11, di R-QUAGGA jalankan perintah “iptables –t nat –A POSTROUTING


–s [Link]/27 –j NETMAP –to [Link]/27” dan “iptables –t nat –A
PREROUTING –d [Link]/27 –j NETMAP –to [Link]/27”. Perintah
“Iptables” berfungsi sebagai alat untuk memfilter lalu lintas data, “Postrouting” digunakan
untuk mentranslasikan address setelah proses routing terjadi yaitu, mengubah source IP dari
paket data. “Prerouting” digunakan untuk mentranslasikan address sebelum proses routing
terjadi yaitu, mengubah IP tujuan dari paket data.
6

Gambar 12

Pada gambar 12, masukkan perintah “iptables –t nat –F” perintah ini berfungsi untuk
mengosongkan atau menghapus semua table NAT. Perintah “iptables –t nat –L” berfungsi
untuk menampilkan semua table NAT.

Gambar 13

Pada gambar 13, jalankan perintah “iptables –t nat –A POSTROUTING –s


[Link]/27 –o eth2 –j SNAT –-to-source [Link]-[Link]” perintah
ini berfungsi untuk melakukan perubahan alamat asal paket.
7
9

3 PENGUJIAN

3.1. Uji Sistem Network Address Translation

Gambar 14

Pada gambar 14, di R-PANGRANGO, ketika “ping [Link]” maka, akan


berhasil seperti pada gambar di atas.

Gambar 15

Pada gambar 15, di R-QUAGGA jalankan perintah “iptables –t nat –L”, maka pada
Postrouting dan Prerouting akan menghasilkan target netmap seperti pada gambar di atas.

Gambar 16

Pada gambar 16, di R-PANGRANGO jalankan perintah “ip firewall connection


print”, maka terlihat bahwa PC-0 sudah terkoneksi dengan IP firewall.
10

Gambar 17

Pada gambar 17, di PC-0 jalankan perintah “telnet [Link]”, sehingga bisa
masuk dari PC-0 ke R-Pangrango. Namun, ketika mencoba “ping [Link]” di R-
Pangrango, maka statusnya akan timeout, karena dst-nat belum dikonfigurasi.
DAFTAR PUSTAKA
Niko. 2015. Apa Itu Network Address Translation? Inilah Semua Hal yang Harus Diketahui
Tentang NAT. [Online] Available at: [Link]
address-translation-inilah-semua-hal-yang-harus-diketahui-tentang-na/

Anda mungkin juga menyukai