Waruga
Peti Kubur Batu dan Minahasa
Di Minahasa, Terdapat peninggalan budaya megalitik berupa peti kubur batu, Masyarakat Minahasa
menyebutnya waruga atau timbukar yang artinya direbus. Waruga adalah peti kubur yang digunakan sebagai
perlengkapan didalam sistem penguburan manusia masa lampau. Waruga merupakan penghormatan terhadap
leluhur atau nenek moyang. Hasil penelitian menunjukan bahwa waruga merupakan peti kubur batu untuk
menguburkan mayat.
Fungsi Waruga
Sebagai wadah penguburan atau tempat meguburkan mayat
Berdasarkan hasil arkelogi, fungsi waruga sebagai berikut :
1. Salah satu perlengkapan upacara pada sistem kepercayaan dari masyarakat pendukung budaya
megalitik yang mengenal pemujaan terhadap roh nenek moyang
2. Sebagai media bagi masyarakat untuk berkomunikasi dengan roh leluhur dalam rangka memohon
keselamatan dan wujud penghormatan
Keunikan Waruga
1. Sebagai bekal dan rumah bagi roh orang mati agar tidak mendatangkan petaka bagi orang yang masih
hidup.
2. Peninggalan sejarah dan budaya yang khas, berakar pada tradisi megalitik di tanah minahasa.
3. Memiliki arti simbolik sebagai tempat yang aman, damai dan senang karena segi arsitekturnya
berbentuk seperti rumah yang kokoh dan kuat.
Dalam proses penguburan mayat, posisi si mayat diatur pada posisi waktu bayi dalam kandungan dengan
pemahaman sebagimana posisi pada waktu datang kealam fana dana kembali ke alam baka pada posisi yang
sama.
Nilai Luhur
Peti kubur batu waruga sebagai hasil budaya manusia masa lampu dibuat bukan hanya untuk keperluan
penguburan, namun juga ditunjukan untuk menghormati dan menyenangkan roh orang yang meninggal
sebagai leluhur. Waruga diusahakan dibuat dengan indah dana megah sebagai wujud pemujaan dan
penghormatan kepada roh nenek moyang dari orang yang masih atau pembuatnya. Dengan demikian, sisa-sisa
budaya tersebut mengandung nilai luhur yang patut mendapat apresiasi dari bangsa pewaris budaya masa
lampau tersebut.
Kemahiran Teknologi
Selain mencerminkan nilai luhur, Waruga juga memberi gambaran kemahiran teknologi yang tinggi dari nenek
moyang bangsa kita. Kemahiran memilih dan memahat batu, membuat ukiran dan Teknik transportasi untuk
membawa atau memindah hasil karyanya telah dikuasi dengan baik, membuat waruga dengan berbagi hiasan
yang indah dan rumit harus memiliki kemahiran dan jiwa seni yang tinggi. Semua itu memberi gambaran bahwa
masyarakat pendukung budaya ini adalah masyarakat yang memiliki kebudayaan tinggi sebagi masyarakat
makmur dan sejahtera.
Kegunaan Waruga
Pada saat ini waruga menjadi sumber daya budaya yang sangat berharga dan berguna bagi pembangunan di
Sulawesi Utara maupun pembangunan nasional pada umumnya. Sumber daya tersebut memegang peranan
penting dalam pengembangan dan pembangunan dibidang pariwisata, kebudayaan, pendidikan dan ilmu
pengetahuan