0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan1 halaman

Tatalaksana Dyspepsia Pasien NSAID

Pasien laki-laki mengalami rematoid arthritis dan mengonsumsi obat piroksicam secara rutin. Setelah seminggu, pasien mengalami dyspepsia sebagai efek samping dari obat tersebut. Obat yang direkomendasikan untuk mengobati dyspepsia pasien adalah omeprazole, sebagai penghambat pompa proton yang efektif mengurangi produksi asam lambung.

Diunggah oleh

tiwa ramadan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan1 halaman

Tatalaksana Dyspepsia Pasien NSAID

Pasien laki-laki mengalami rematoid arthritis dan mengonsumsi obat piroksicam secara rutin. Setelah seminggu, pasien mengalami dyspepsia sebagai efek samping dari obat tersebut. Obat yang direkomendasikan untuk mengobati dyspepsia pasien adalah omeprazole, sebagai penghambat pompa proton yang efektif mengurangi produksi asam lambung.

Diunggah oleh

tiwa ramadan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

86. Seorang Pasien Pria mengalami Rhematoid arthritis dan rutin mengonsumsi obat piroksicam.

Setelah seminggu pengunaan, Pasien mengalami dyspepsia. Obat apa yang dirkomendasikan
untuk Untuk pasien ?
a. Omeprazole
b. Ranitidin
c. Sukralfat
d. Antasida
e. Misoprostol

Pembahasan :
Pasien mengalami dyspepsia karena rutin meminum obat piroksicam yang merupakan efek
samping dari pengunaan NSAID. Dispepsia meliputi rasa nyeri, perut terasa penuh, kembung dan
mual (Pionas). Tatalaksana pengobatan dyspepsia :

Dipiro 7th hal.576

Zat penghambat sekresi asam lambung :


 Penghambat pompa-proton (PPP): omeprazol, lansoprazol, pantoprazol, rabeprazol,
(Pariet) dan esomeprazol (Nexium)
 H2-blockers (simetidin, ranitidine, famotidin, roxatidin)

Anda mungkin juga menyukai