GOOD LABORATORY PRACTICE (GLP)
Suatu cara……
Pengorganisasian laboratorium.
-> Pelaksanaan pengujian, fasilitas, tenaga kerja dan kondisi, pemantauan, pencatatan,
dan pelaporan.
Sesuai standar nasional/internasional.
Memenuhi persyaratan keselamatan .
GLP mencakup :
1. Perencanaan dan pelaksanaan yang benar (Good Planning and Execution)
2. Praktek pengambilan sampel yang baik (Good Sampling Practice)
3. Praktek melakukan analisa yang baik (Good Analytical Practice)
4. Praktek melakukan pengukuran yang baik (Good Measurement Practice)
5. Praktek mendokumentasikan hasil pengujian/data yang baik (Good Documentation
Practice)
6. Praktek menjaga akomodasi dan lingkungan kerja yang baik (Good Housekeeping
Practice).
GLP penting banget ? Penting!
Menghindari kesalahan yang mungkin timbul -> menghasilkan data yang tepat, akurat, dan tak
terbantahkan.
((ini gua urutinnya per kelompok aja ya wkwkwk))
A. Kel. 1 - Good Sampling Practice
Sampel -> bagian dari spesimen manusia (darah, dahak, kuku, dll) atau dapat
berupa bahan pemeriksaan bersumber lingkungan (makanan, minuman, air,
udara, dll).
Sampling -> proses pengambilan bagian yang representative dari suatu material
atau produk untuk di tes -> bisa untuk pengukuran secara fisik, analisisi kimia,
ataupun pemeriksaan kandungan mikroba.
Prosedur sampling harus mendeskripsikan tentang cara pemilihan, perencanaan,
dan preparasi/pengambilan sampel dari substansi.
B. Kel. 2 - Good Analytical Practice
C. Kel. 3 - Good Measurement Practice
D. Kel. 4 – Good Documentation Practice
Laboratorium harus mempunyai dokumen -> cara sampling, persiapan, dan
analisa bahan. Aspek keselamatan juga bisa.
Agar setiap peralatan dapat dioperasikan dengan benar.
Laboratorium harus mempunyai pencatatan untuk penerimaan contoh,
penyimpanan, tanggal pelaporan, data pengujian awal (pake logbook/lembar
pengamatan dan harus rinci termasuk jika ada penyimpangan) dan pelaporan
hasil akhir.
Hasil kerja laboratorium -> dilaporkan dalam bentuk laporan hasil pengujian
yang benar, jelas, tidak meragukan, serta harus objektif, termasuk informasi
yang terkait.
Satuan SI dipakai dalam laporan hasil uji.
Format laporan :
Jelas dan mudah agar dapat dimengerti
Sesuai tipe pengujian yang dilakukan TAPI dengan heading yang sama
yang telah distandarkan laboratorium.
Setiap halaman laporan diberi angka berurut.
Laporan pengujian harus bebas dari kesalahan, perubahan, atau koreksi.
Jika terjadi perubahan, buat dokumen baru.
Isi laporan
Nama dan alamat laboratorium penguji. (+ nama dan nomor surat klien
sbnrnya).
Uraian lengkap dan identifikasi bahan yang diuji + referensinya.
Tanggal = penerimaan dan pengujian sampel. Jika perlu tanggal
pelaporan.
Uraian tentang sampling, prosedur preparasi sampel, dan metode
penelitian.
(lain lainnya kek laboratorium kalo nerima job suruh neliti dari klien)
Sumber : [Link]
E. Kel. 5 – Good Planning and Execution + Good Housekeeping Practice
Good Housekeeping Practice
Staf pembersih ataupun laboratorium harus memiliki arahan yang jelas terkait tugasnya
pada :
1. Kebersihan lantai ataupun permukaan yang vertikal (dinding, jendela, pintu).
2. Permukaan yang horizontal, peralatan, serta bagian dalam kulkas, freezer, dan
lain-lain.
3. Pengontrolan isi dari kulkas, freezer, dan lain-lain.
4. Pengecekan kerja dari peralatan AC dan dust-extraction.
5. Pengontrolan hama.
Sumber : Food Safety and Standards Authority of India. 2016. Good Food Laboratory
Practices. Hal 12.
Penggunaan dan Pemeliharaan Alat
1. Setiap peralatan harus dilengkapi dengan petunjuk penggunaan (isi : cara
operasional dan hal lain yang harus diperhatikan) yang disediakan pabrik yang
memproduksi alat. Kemudian cara penggunaan peralatan ditulis dalam instruksi
kerja
2. Pemeliharaan dilakukan sesuai dengan petunjuk penggunaan agar dapat
beroperasi dengan baik dan tidak terjadi kerusakan -> dibuat kartu pemeliharaan
setiap alat (isinya catatan tindakan pemeliharaan dan kelainan yang ditemukan
-> ada kelainan, lapor ke PJ untuk diperbaiki.
Hal yang diperhatikan :
Persyaratan kecukupan peralatan dan kemampuan alat.
Penandaan (labeling) alat
Log alat (catatan tentang pemeliharaan dan pengendalian alat gt deh)
Persyaratan pengoperasian alat
Jaminan keamanan kerja alat
Penanganan terhadap alat yang rusak
Pemindahan alat
Pencegahan terhadap perlakukan orang tidak berwenang.
Sumber : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Pedoman Praktik
Laboratorium Kesehatan Yang Benar.
Fasilitas Penyimpanan -> harus diatur dengan baik untuk penyimpaan sampel, pereaksi,
dan peralatan.
1. Laboratorium harus menyediakan ruang atau area terpisah untuk menyimpan :
Bahan mudah terbakar
Asam dan basa pekat
Asam dan basa pekat dan berasap.
Amina mudah menguap
dan lain-lain.
2. Pereaksi yang termasuk dalam peraturan bahan berbahaya atau penggunaannya
diawasi (e.g narkotik, psikotropika) harus diberi tanda dengan jelas sesuai
persyaratan.
3. Gas disimpan dalam ruangan tersendiri. Jika memungkinkan pisahkan dari
bangunan utama.
4. Peralatan, instrumen dan perangkat laboratorium lainnya harus dirancang,
dikonstruksi, diadaptasi, ditempatkan, dikalibrasi, dikualifikasi, diverifikasi dan
dipelihara sesuai persyaratan yang diberlakukan sesuai lingkungan setempat.
5. Peralatan, instrumen dan perangkat laboratorium lainnya, termasuk yang
digunakan untuk pengambilan sampel, harus memenuhi persyaratan
laboratorium dan sesuai dengan spesifikasi standar serta harus diverifikasi,
dikualifikasi dan/atau dikalibrasi secara berkala.
Sumber :
F. Kel. 6 – GLP pada Analisis Proksimat