0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
167 tayangan2 halaman

Proses Pembuatan Simplisia Daun Saga

Dokumen ini membahas tiga jenis simplisia yaitu tumbuhan (daun saga), hewani (lemak bulu domba), dan mineral (parafin padat). Daun saga mengandung zat aktif seperti vitamin, mineral, flavonoid, dan alkaloid. Lemak bulu domba berisi ester lemak dan alkohol. Parafin padat diperoleh dari residu minyak tanah yang diolah melalui proses pencucian, pemanasan, dan pendinginan.

Diunggah oleh

Ysrwncy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
167 tayangan2 halaman

Proses Pembuatan Simplisia Daun Saga

Dokumen ini membahas tiga jenis simplisia yaitu tumbuhan (daun saga), hewani (lemak bulu domba), dan mineral (parafin padat). Daun saga mengandung zat aktif seperti vitamin, mineral, flavonoid, dan alkaloid. Lemak bulu domba berisi ester lemak dan alkohol. Parafin padat diperoleh dari residu minyak tanah yang diolah melalui proses pencucian, pemanasan, dan pendinginan.

Diunggah oleh

Ysrwncy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Simplisia Tumbuhan

Daun Saga (Abrus Precatorius)

Daun maupun akar mengandung protein, vitamin A,B1, B6, C, kalsium oksalat, glisirizin,
flisirizinat, polygalacturomic acid dan pentosan. Daun, batang dan biji : saponin dan
flavonoid. Batang : polifenol. Biji : tannin. Akar : alkaloid, saponin dan polifenol.

Kandungan kimia adalah luteolin, Isoorientin, L-Abrine, Precatorin I, II, III, Abruquinone
D, E, F, Abrussaponin I, II

Proses pembuatan :

1. Pengumpulan hasil dan panen


Diambil pada proses fotosintesis maksimal / seperti saat tumbuhan mulai berbunga
2. Sortasi basah
Dilakukan untuk membersihkan tanaman saga dari kotoran seperti tanah,kerikil, batu
,bagian tanaman yang rusak, rerumputan , dan bagian tanaman yang tidak dibutuhkan.
Sortasi basah dilakukan pada tanaman hasil panen yang masih segar
3. Pencucian
Tujuan nya adalah dimana bagian tanaman yang telah disortasi basah dicuci
menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kotoran, tanah, debu yang masih
melekat menggunakan air mengalir sampai benar-benar bersih
4. Pengeringan
Dilakukan pada suhu kamar atau diangin-anginkan , bisa juga dilakukan pada suhu pagi
[Link] boleh dikeringkan pada suhu panas karena dapat merusak enzim-enzim yang
ada pada simplisia . Proses pengeringan dilakukan selama 1 minggu
5. Sortasi kering
Tujuan nya untuk memisahkan kotoran yang masih tertinggal pada simplisia daun saga
kering.

Simplisia Hewani
ADEPS LANAE
Nama Sinonim : Lemak bulu domba anhydrous lanolin, Wool FAT, Lemak bulu
Zat berkhasiat Utama/Isi : Ester-ester lemak dengan kolesterol, oksikolesterol, gamma-
lanosterol, lano-sterol dihidrolanosterol dan agnosterol. Adapun asam lemaknya adalah
asam palmitat, asam miristinat, asam lano-palmitat, asam lanoserat, asam serotat dan
asam karnaubat, alkohol-alkohol, setil -alkohol dan karnaubiealkohol.
Bagian yang diambil : Lemak yang dimurnikan dari bulu domba.
Pembuatan : Pada bulu domba terdapat 10-50 % lemak yang merupakan
selaput luar bulu tersebut. Air sabun bekas pencuci bulu mengandung lemak tersebut.
Pada air cucian ditambah asam sulfat dan magma berlemak yang terpisah diambil,
magma diperas panas-panas untuk memisahkan kotoran-kotoran. Lemak yang diperoleh
dimurnikan lagi, jika masih berisi asam lemak bebas. Lemak bulu domba dapat pula
diperoleh langsung yaitu secara disari dengan pelarut organik.

Simplisia mineral
PARAFFINUM SOLIDUM
Nama lain : Parafin padat, paraffin wax
Zat berkhasiat utama / isi : Hidrokarbon (C17H36 Sampai C27H56),
yang terdiri atas hidrokarbon siklis, hidrokarbon takjenuh, dan derivat-derivat benzen
Cara pembuatan : Diperoleh dari residu minyak tanah kasar. Residu ini
disuling lagi untuk memperoleh minyak parafin sebagai distilat yang kemudian diolah
dengan asam sulfat dan selanjutnya dengan larutan natrium hidroksida. Selama
pengolahan, massa dibuat tetap cair secara dipanaskan dengan uap air. Setelah terpisah
dari bagian airnya, minyak parafin dibekukan menjadi setengah padat kemudian diperas.
Bagian minyak yang cair dipakai sebagai minyak pelumas. Bagian yang padat dicairkan,
dibekukan, dan diperas lagi pada suhu yang tidak lebih tinggi dari tadi; hasil proses ini
dikenal sebagai refined wax. Zat ini dicuci, diperas, dicairkan, dialirkan lewat arang
tulang (atau bahan-bahan lain sejenis), dan dibekukan sehingga terbentuk massa yang
keras, tembus cahaya, dan tidak berwarna.

Anda mungkin juga menyukai