100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
336 tayangan5 halaman

Indikator Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan transformasional memiliki empat dimensi utama yaitu pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Dimensi-dimensi ini ditandai oleh perilaku pemimpin yang mampu memotivasi dan menginspirasi bawahan untuk bekerja lebih baik demi mencapai tujuan organisasi. Komitmen afektif karyawan ditandai oleh loyalitas, rasa bangga, serta ikatan emosional terhadap perusahaan tempat be

Diunggah oleh

wikka nindya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
336 tayangan5 halaman

Indikator Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan transformasional memiliki empat dimensi utama yaitu pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Dimensi-dimensi ini ditandai oleh perilaku pemimpin yang mampu memotivasi dan menginspirasi bawahan untuk bekerja lebih baik demi mencapai tujuan organisasi. Komitmen afektif karyawan ditandai oleh loyalitas, rasa bangga, serta ikatan emosional terhadap perusahaan tempat be

Diunggah oleh

wikka nindya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL

Dimensi dan Indikator Kepemimpinan Transformasional (Bass dan Avolio, 1994)

Dimensi Indikator
a. Kebanggaan
Pemimpin merupakan panutan (role
model) saya dalam perusahaan
b. Kepercayaan
Pemimpin memberikan petunjuk
kepada saya bagaimana menyelesaikan
1. Idealized influence suatu pekerjaan
c. Loyalitas
Pemimpin menanamkan rasa bangga
saya selama bergabung bersamanya
d. Rasa Hormat
Pemimpin saya mendapatkan rasa
hormat dari para pegawai
a. Memotiasi bawahan
Pemimpin memberikan motivasi
kepada saya untuk bekerja lebih baik
b. Pencapaian tujuan
Pemimpin memberikan keyakinan
2. Inspirational motivation
kepada saya bahwa tujuan akan
tercapai
c. Kemampuan
Pemimpin membangkitkan antusiasme
saya untuk melakukan pekerjaan
3. Intellectual simulation a. Ide kreatif
Pemimpin mendorong saya untuk
menggunakan kreativitas dalam
menyelesaikan pekerjaan
b. Memunculkan ide baru
Pemimpin mendorong saya untuk
selalu inovatif dalam menyelesaikan
pekerjaan
c. Penyelesaian masalah
Pemimpin mendorong saya untuk
menyelesaikan masalah pekerjaan
secara rasional/logis
a. Perhatian
Pemimpin memperlakukan saya
sebagai individu pribadi, bukan hanya
sebagai anggota dari suatu kelompok
kerja
4. Individualized b. Penghargaan
consideration Pemimpin memberikan penghargaan
jika saya bekerja dengan baik
c. Penasehat melalui interaksi personal
Pemimpin memberikan nasihat yang
sangat penting bagi pengembangan diri
saya

Sumber : Bass dan Avolio (1994) dalam buku (Suwatno dan Doni Juni Priansa,
2011:159)

Indikator-Indikator Gaya Kepemimpinan Transformasional (Robbins, 2010)


1. Kharisma
Karisma dianggap sebagai kombinasi dari pesona dan daya tarik pribadi
yang berkontribusi terhadap kemampuan luar biasa untuk membuat orang lain
mendukung visi dan juga mempromosikannya dengan bersemangat.
Pemimpin karismatik adalah pemimpin yang mewujudkan atmosfir motivasi
atas dasar komitmen dan identitas emosional pada visi, filosofi, dan gaya
mereka dalam diri bawahanya
2. Motivasi Inspiratif
Motivasi inspiratif menggambarkan pemimpin bergairah dalam
mengkomunikasikan masa depan organisasi yang idealis. Pemimpin
menggunakan komunikasi verbal atau penggunaan simbol-simbol yang
ditujukan untuk memacu semangat bawahan. Pemimpin memotivasi bawahan
akan arti penting visi dan misi organisasi sehingga seluruh bawahannya
terdorong untuk memiliki visi yang sama. Kesamaan visi ini memacu
bawahan untuk bekerja sama mencapai tujuan jangka panjang dengan optimis.
Sehingga pemimpin tidak saja membangkitkan semangat individu tapi juga
semangat tim.
3. Stimulasi Intelektual
Stimulasi intelektual menggambarkan pemimpin mampu mendorong
karyawan untuk memecahkan masalah lama dengan cara yang baru.
Pemimpin berupaya mendorong perhatian dan kesadaran bawahan akan
permasalahan yang dihadapi. Pemimpinan kemudian berusaha
mengembangkan kemampuan bawahan untuk menyelesaikan permasalahan
dengan pendekatan-pendekatan atau perspektif baru.
4. Perhatian yang Individual
Perhatian yang individual menggambarkan bahwa pimpinan selalu
memperhatikan karyawannya, memperlakukan karyawan secara individual,
melatih dan menasehati. Pemimpin mengajak karyawan untuk jeli melihat
kemampuan orang lain. Pemimpin memfokuskan karyawan untuk
mengembangkan kelebihan pribadi.

Indikator gaya kepemimpinan transformasional menurut Yukl (2009:305)


1. Pengaruh ideal/kharismatik: perilaku yang membangkitkan emosi dan
dentifikasi yang kuat dari pengikut terhadap pemimpin
2. Pertimbangan individual meliputi pemberian dorongan, dukungan dan
pelatihan terhadap pengikut
3. Motivasi inspirasional yang meliputi penyampaian visi yang menarik, untuk
memfokuskan bawahan, dan model perilaku yang tepat
4. Stimulasi intelektual perilaku yang meningkatkan kesadaran
pengikut yang membangkitkan emosi dan identifikasi yang kuat dari
pengikut untuk memandag masalah dari perspektif yang baru.

KOMITMEN AFEKTIF

Indikator dari Komitmen Afektif (Meyer et al., 1993)

a. Loyalitas
Loyalitas adalah kesetiaan karyawan terhadap organisasi tempat karyawan
bekerja. Loyalitas sangat dibutuhkan oleh organisasi karena tanpa loyalitas
karyawan, maka organisasi tersebut akan mengalami persoalan berat.
Saya merasa senang untuk menghabiskan karir saya di perusahaan ini

b. Rasa bangga
Rasa bangga terhadap organisasi mutlak dimiliki oleh setiap karyawan. Rasa
bangga inilah yang mendorong karyawan untuk memiliki motivasi kerja yang
tinggi dan berdampak pada loyalitas. Sebaliknya, jika karyawan tidak
memiliki rasa bangga, karyawan akan memiliki sikap yang negatif terhadap
organisasi tersebut.
Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari perusahaan ini

c. Peran Serta
Seorang karyawan yang memiliki komitmen tinggi pada organisasi akan
memberikan ide atau gagasan yang kreatif dan inovatif demi kemajuan
organisasi tersebut. Sebaliknya, jika karyawan memiliki sikap yang apatis dan
pasif tidak akan bersedia memberikan ide yang baik demi kemajuan
organisasi.
Saya dapat memberikan ide yang inovatif dan kreatif untuk memajukan
perusahaan ini

d. Menganggap organisasinya adalah yang terbaik


Sekalipun banyak organisasi lain memiliki keunggulan, seorang karyawan
yang memiliki komitmen tinggi akan berasumsi bahwa organisasi tempat
bekerja adalah selalu yang terbaik. Sikap ini bukan berarti menganggap remeh
organisasi lain melainkan suatu ekspresi kebanggaan.
Saya merasa perusahaan tempat saya bekerja sekarang adalah yang
terbaik

e. Terikat secara emosional pada organisasi tempat bekerja


Karyawan yang memiliki komitmen tinggi akan merasa sakit bila organisasi
tempat bekerja dipandang negatif. Sikap ini disebabkan karena karyawan
tersebut terikat secara emosional sehingga organisasi tempat bekerja sudah
menjadi bagian dalam diri karyawan tersebut.
Saya mempunyai ikatan emosional dengan perusahaan ini

Anda mungkin juga menyukai