CSSR adalah suatu usaha operasi untuk
melakukan tindakan pencarian dan pertolongan
yang aman dan efektif, pada saat ada kejadian
bangunan yang runtuh atau kerusakan bangunan
yang diperkuat ataupun tidak diperkuat, beton,
dan konstruksi kayu berat.
Tim CSSR :
Suatu komponen yang aktif dari sistem respon
kegawat daruratan yang ditujukan untuk mencari,
menentukan lokasi, mendapat jalan masuk untuk
menstabilkan dan mengeluarkan korban yang
terperangkap dalam reruntuhan bangunan.
*Dengan alasan keamanan di lingkungan
berbahaya tim CSSR harus memiliki paling banyak
6 orang anggota.
SQUAD
LEADER
Rescue Rescue Recue Rescue Rescue
Specialist Specialist Specialist Specialist Specialist
[Link]
[Link] Permintaan
[Link]
[Link] TKP
[Link] awal dan Penilaian awal
- Mengumpulkan informasi
- Mendirikan pos komando
- Bentuk sasaran operasional
- Tentukan tugas anggota tim
- Penilaian ulang situasi dan buat penyesuaian
yang dibutuhkan
[Link] dan menentukan lokasi
[Link] akses ke korban
[Link] kondisi pasien
[Link] penderita
[Link] dan demobilisasi
[Link] pasca operasional
Jenis bahan bangunan :
[Link]
[Link] – bahan organik
[Link]
[Link] gumpalan (konglomerasi)
[Link]
[Link]
[Link]
Gaya yang mempengaruhi bahan bangunan :
[Link]
[Link]
[Link]
Jenis bangunan dapat dikategorikan menjadi 2 :
[Link] tanpa rangka
[Link] dengan rangka
Jenis–jenis kerusakan :
[Link] struktural
- Runtuhnya bangunan seutuhnya
- Lantai, atap, dan dinding miring
- Lantai, atap yang runtuh
- Pilar yang runtuh di satu atau lebih lantai
- Retakan pada fondasi
[Link] Non-struktural
- Retakan merata
- Retakan atau jatuhnya pada pelapis luar
- Anak tangga yang jatuh
- Ruang serbaguna yang rusak
Pola Dasar Reruntuhan
[Link] / Cantilever
[Link] / Bersandar / Lean-to
[Link] menumpuk / Pancake
[Link] V / V-shape
[Link] dasar untuk pemilahan struktur :
-Dilaksanakan ketika terdapat 3 atau lebih
bangunan yang dibebankan pada pasukan CSSR
-Dilakukan oleh tim pakar bangunan dan pakar
bahan beracun dan bahan berbahaya
-Pemilahan bangunan yang dibebankan pada
pasukan CSSR harus diselesaikan dalam 2
[Link] struktur tidak boleh melebihi dari
15 menit untuk tiap bangunan.
-Operasi pencarian dan penyelamatan hanya dapat
dimulai setelah pemilahan struktur selesai dan
prioritas telah ditentukan.
-Bangunan yang kiranya membahayakan untuk
melakukan operasi penyelamatan harus diberi
tanda “ JANGAN DIMASUKI / NO GO“ dengan
jelas, kecuali terdapat korban hidup di dalam
bangunan
-Pemilahan struktur harus diulangi lagi setelah
terjadi hal yang signifikan seperti guncangan
kembali, penggunaan alat berat, atau
pengevakuasian korban.
Faktor – faktor dalam pemilahan struktur :
[Link] tempat tinggal
[Link] bangunan
[Link] bangunan
[Link] reruntuhan
[Link], tanggal, dan jam reruntuhan
[Link] sumber daya
[Link] mematikan fasilitas
[Link] terdapat bahan-bahan berbahaya
Sistem Penandaan INSARAG
-Sistem penandaan bangunan ini melibatkan
berbagai elemen berikut :
[Link] pengidentifikasian umum / semua tim
CSSR mengerti
[Link] struktur : boleh dimasuki/jangan
dimasuki, pencarian, penyelamatan, dan bahaya
tertentu pada bangunan tertentu, lokasi korban
[Link] : peringatan, pencarian, dan
kelanjutan/kemudahan pengalihan kerja.
Acuan lokasi sebuah bangunan
Pada eksterior
SISI 3
BANGUNAN
SISI 2 RUNTUH SISI 4
SISI 1
Jalan Soekarno-Hatta
Sisi alamat bangunan ditandai sebagai sisi 1. Sisi
lain bangunan akan diberi nomor searah jarum
jam dari sisi 1.
Pada Interior
Quadran B Quadran C
Quadran A Quadran D
JALAN SOEKARNO HATTA
Penilaian Penandaan Bangunan
INFORMASI BAHAYA
GO or NO GO
NAMA TIM
KORBAN TGL/BLN JAM DIMULAI KORBAN
HIDUP ( L ) TGL/BLN JAM SELESAI MATI ( D )
KORBAN YANG BELUM DITEMUKAN
Contoh :
GASES,WATER
GO
BASARNAS TEAM
4 23/8 0800 Hr 2
23/8 1200 Hr
4?
Bila operasi selesai
GASES,WATER
GO
BASARNAS TEAM
4 23/8 0830 Hr 2
23/8 1630 Hr
4?
Untuk menentukan letak korban
M-2
Victim D–3 L-2
–21 L-2 M-7 D-2
Penandaan bahaya secara umum :
1. Zona kerja 1 pita
DANGER DANGER
2. Zona reruntuhan 2 pita
DANGER DANGER
DANGER DANGER
KESELAMATAN OPERASI
Kondisi Aman dan Tidak Aman
[Link] yang aman dan kondisi aman
[Link] APD dengan benar
[Link] peralatan sesuai dengan fungsinya
[Link] peralatan pada kondisi aman
[Link] body sistem pada saat bekerja
5. Biarkan alat yang bekerja kita cukup
menyangga
[Link] yang cukup sehingga bisa bekerja
maksimal
Tindakan dan kondisi tidak aman
[Link] tidak menggunakan APD
[Link] peralatan listrik pada saat
hujan
[Link] pada bangunan yang belum disangga
[Link] peralatan yang tidak sesuai
dengan fungsinya
[Link] tidak istirahat sehingga bekerja tidak
maksimal
Perwira Keselamatan ( Safety Officer )
Definisi :
orang yang bertanggung jawab untuk menjaga
atau mempertahankan keadaan aman selama
operasi CSSR
Fungsi :
Untuk memonitor tindakan dan kondisi dalam
semua tahapan – tahapan operasi CSSR
Sistem tanda bahaya yang digunakan di lokasi kerja
- peluit 1 tiupan panjang berhenti operasi
- peluit 1 tiupan panjang 1 tiupan pendek mulai
kembali operasi
- peluit 3 tiupan pendek evakuasi
Alat – alat yang dapat digunakan untuk memberikan
peringatan :
[Link]
[Link] mobil
[Link] radio dll..
Definisi ;
Suatu teknik dan prosedur yang ditujukan untuk
mendapatkan respon atau indikasi dari adanya
korban yang masih hidup dalam ruang kosong
pada reruntuhan bangunan.
Ruang kosong ;
Bentuk fisik ruang dalam reruntuhan bangunan
dimana korban terperangkap di dalamnya dapat
tetap bertahan hidup untuk waktu yang singkat.
Cara Pencarian :
[Link] cepat ( primer )
[Link] meluas ( sekunder )
Metode pencarian :
[Link] dengan tenaga fisik manusia
[Link] dengan anjing pelacak
[Link] teknis
Prosedur Pencarian :
[Link] peneriakan ( Hailing )
R3
B C
R2 E R4
A D
R1 R5
SL
JALAN RAYA
Line Search
C B A
R5 4m R4 4m R3 4m R2 4m R1
SL
JALAN RAYA
Tool :
Suatu alat yang digunakan untuk melakukan
pekerjaan secara manual atau mekanis, dengan
menggunakan kekuatan si pemakai.
Contoh ; palu, parang, engkol, tang, kapak, obeng
Equipment :
Mesin atau alat yang pengoperasiannya
Menggunakan sumber tenaga dari luar agar
kinerjanya semakin maksimal
Contoh : chainsaw, rotary hammer drill, circular
saw, rotary rescue saw / K12,
reciprocating saw,chipping hammer
Accessories :
Suatu komponen yang sifatnya melengkapi atau
Menambah tool atau equipment, yang
meningkatkan kinerja si pemakai.
Contoh : paku, oli, bensin, kabel, mata pahat, mata
rantai chainsaw, kikir gergaji
Strategi dan Teknik Pertolongan
Strategi pendekatan :
[Link] horisontal
Keuntungan
-Penetrasi mudah dilakukan
-Materialnya kebanyakan bukan beton
-Puing tidak jatuh ke korban
Kerugian
-Posisi badan tidak nyaman
-Kadang harus merangkak
-Kondisi kerja yang kotor
-Bila ada goncangan, berbahaya untuk penolong
[Link] vertikal
Keuntungan
-Posisi badan lebih nyaman
-Tools dan equipment mudah digunakan
-Akses yang mudah
-Kondisi kerja yang bersih
Kerugian
-Biasanya untuk menembus beton
-Puing bisa menjatuhi korban
-Lebih memakan waktu
-Pastikan agar potongan puing tidak menjatuhi
korban
Teknik Membuat Jalan dan Pertolongan
[Link] Puing
[Link] ( Shoring )
[Link] dan Menembus
[Link] dan Menstabilkan
Langkah – langkah yang harus diperhatikan
dalam mengevaluasi kondisi jalan masuk :
[Link] semua saklar telah dimatikan
[Link] menuju ke tanda koraban
[Link] bahaya
[Link] lokasi aman dan jalan keluar
[Link] jalan masuk dan buang puing
Prosedur dalam menembus metal, kayu, dinding
beton dan dinding bata secara horisontal :
[Link] APD lengkap
[Link] lingkungan kerja aman
[Link] alat yang cocok
[Link] dahulu untuk mencari bagian yang kosong
[Link] lubang inspeksi
[Link] potongan segitiga dimulai dari bagian bawah
segitiga
[Link] puing keluar, jangan ke dalam
[Link] bila perlu
Inspection Hole
70 cm 70cm
60,62 cm
70 cm
Buat dua potongan pada bagian dengan sudut
tegak lurus agak sedikit miring ( 80-85 derajat ).
Ini akan mencegah bagian yang terpotong dari
jatuh ke dalam sehingga dapat mengenai
korban.
Prosedur menembus secara vertikal
[Link] APD lengkap
[Link] lingkungan kerja aman
[Link] alat yang cocok
[Link] dahulu untuk mencari bagian yang kosong
[Link] lubang inspeksi di tengah pada bagian yang
akan dipotong, yang akan digunakan untuk
mengangkat bagian yang terpotong
[Link] potongan persegi empat
[Link] persegi empat dengan memotong empat sisi
[Link] angkat keluar potongan tersebut pakai
alat dengan menggunakan lubang di bagian tengah.
Potong miring 70-80 derajat
Potong tegak lurus = =
Potong pada dua sisi yang berlawanan dari
persegi empat dengan sudut tegak lurus agak
sedikit miring ( 70-80 derajat ). Ini akan
mencegah bagian yang terpotong jatuh ke
bawah.
METODE PENOPANGAN
( SHORING )
Ialah pendukung sementara hanya pada bagian
yang rusak, runtuh, atau sebagian susunan
bagian bangunan yang runtuh yang perlu
untuk diadakan pelaksanaan pencarian
dan/atau penyelamatan dengan mengurangi
resiko untuk korban dan tim penyelamat.
Contoh vertikal shoring
Contoh Shoring Jendela / Pintu
Contoh Raker Shoring ( dinding atau tiang )
MENGANGKAT dan MENSTABILKAN BEBAN
Faktor – faktor yang harus diperhatikan
[Link] beban
[Link] bila beban dipindahkan
[Link] metode pengangkatan atau
pemindahan beban
Untuk menentukan berat suatu beban
menggunakan rumus : P x L x T
Dimana 1 m³ = 2403 kg
Alat pengungkit dibagi menjadi tiga kelas :
[Link] pengungkit kelas satu
T B
F
[Link] pengungkit kelas dua
B T
F
[Link] pengungkit kelas tiga
B T F
Menggunakan Cribbing Untuk Menstabilkan Beban
Jenis Cribbing :
[Link] ( Box )
Kapasitas Box Cribbing
balok 10cm x 10cm = 11.000 kg
balok 15cm x 15cm = 27.000 kg
[Link]
Kapasitas Platform Cribbing
balok 10cm x 10cm = 48.000 kg
balok 15cm x 15cm = 120.000 kg
Cara untuk mengangkat dan menstabilkan beban
[Link] APD lengkap
[Link] pembukaan awal dengan
menggunakan linggis/prybar atau shims
[Link] beban secara bertahap untuk
menciptakan bukaan yang cukup besar untuk
memasang lapisan cribbing pertama di
bawahnya. Gunakan shims untuk menyangga
beban secara bertahap begitu saat anda
mengangkat jika linggis mengalami patah atau
slip maka shims ini akan mencegah beban
jatuh.
[Link] fulcrum, angkat beban lagi, dan pasang
lapisan cribbing berikutnya dengan potongan
kayu dengan sudut 90 derajat terhadaplapisan
berikutnya
[Link] dan angkat fulcrum dan lanjutkan
untuk mengangkat beban hingga mendapatkan
ruang yang cukup untuk mengeluarkan
korban dengan aman.
Cara menggelindingkan beban :
[Link] sedikit beban dengan menggunakan
alat pengungkit kelas satu hingga cukup
menyelipkan rel dan tabung logam di
bawahnya
[Link] alat pengungkit kelas dua, dorong
beban ke arah yang diinginkan
Rescuer tidak boleh mengabaikan tujuan utama
operasi CSSR. Tanggung jawab utama mereka
adalah menilai, menstabilkan dan menolong
korban dengan cedera sekecil mungkin.
1.1 Crushing atau compression
Kemungkinan cedera dan akibat-akibatnya:
Compartment syndrome
Crush syndrome
Berbagai jenis retakan
Pendarahan Internal
1.2 Jatuh
Potensi cedera dan akibat-akibatnya:
Retak pada kaki dan tangan, tulang tengkorak,
dan tulang belakang.
Pendarahan internal dand eksternal.
1.3 Temperatur rendah
Potensi cedera dan akibat-akibatnya:
Hypothermia dan komplikasi-komplikasi yang
terkait.
1.4 Blunt Trauma
Trauma ini disebabkan oleh tumbukan dengan
furniture, benda-benda atau material yang
terlepas dari strukturnya (dengan kecepatan
tinggi saat terjadi ledakan). Potensi cedera dan
akibat-akibatnya termasuk:
Pendarahan Internal dan eksternal
Goncangan
Berbagai cedera
Luka memar parah
1.5 Udara tercemaar
Saat terjadi gedung runtuh biasanya gumpalan
debu yang sangat banyak akan beterbangan,
dan pada beberapa situasi akan menghasilkan
uap yang berbahaya dan/atau mudah
terbakar.
Potensi cedera dan akibat-akibatnya:
Kesulitan bernapas
Jantung berhenti
Pernapasan terhenti
Masalah Syaraf
1.6 Kekurangan air dan makanan
Dehidrasi
Kelaparan
Gagal ginjal
1.7 Terjebak dan Putus asa berkepanjangan
Stress trauma
Crush syndrome
Definisi:
Komplikasi-komplikasi akibat keracunan
darah yang terjadi setelah tulang dan kaki atau
otot tertindih dan sirkulasi darah berkurang
dalam jangka waktu yang lama.
Secara umum, sindrom tersebut bisa dianggap
ada berdasarkan tiga kriteria:
Melibatkan gumpalan otot
Kompresi berkepanjangan
Sirkulasi berkurang
Waktu kompresi paling singkat satu jam tetapi
rata-rata empat sampai enam jam atau lebih
lama lagi.
Hambatan utama yang dihadapi oleh rescuer
saat menangani dugaan crush injury adalah
mencegah orang-orang sekitar yang ringan
tangan yang mencoba memindahkan korban
sebelum mendapat perawatan.
Tanda-tanda dan gejala-gejala crush syndrome
Gelisah
Sulit bernapas
Tekanan darah menurun
Suhu tubuh berubah
Degup jantung cepat
Kehilangan kesadaran
Tidak ada denyut dan capillary refill di tungkai
Kaget
Compartment syndrome
Definisi: Kenaikan tekanan pada ruang
tertutup di otot yang disebabkan oleh
pembengkakan jaringan yang menyebabkan
urat dan syarat otot hancur.
Ada dua prasyarat bagi terjadinya
compartment syndrome :
Selubung di dalam jaringan yang membatasi
ruang yang tersedia.
Penyebab kenaikan tekanan di dalam selubung
tersebut.
Tanda-tanda dan gejala-gejala compartment
syndrome :
Tungkai membengkak pada pasien yang tidak
sadarkan diri
Sakit berlebihan, yang tidak seimbang dengan
cedera
Kesakitan ketika otot di compartment
diregangkan
Denyut nadi hilang hilang
Capillary refill buruk
Sensasi di kaki dan tangan yang menderita
berkurang
Kaget
Dehidrasi
Fungsi motor pada tungkai yang berpengaruh
Perawatan Umum untuk Pasien yang terperangkap :
Jangan pindahkan sumber tekanan sampai
perawatan dimulai.
Mengecek CAB
Melindungi pasien dari kemungkinan bahaya
akibat upaya penyelamatan.
Memberikan oksigen
Immobilisasi leher dan tulang belakang.
Menjaga suhu tubuh
Melindungi pasien dari lingkungan.
Memonitor keadaan jantung pasien.
Mengizinkan petugas medis yang ahli
memberikan perawatan yang dibutuhkan.
Menempatkan pasien di backboard atau
stretcher, tidak menggerakkannya, dan
kemudian memindahkannya dari lokasi,
dengan menggunakan prosedur yang benar di
setiap langkah.
Perawatan khusus untuk crush syndrome dan
compartment syndrome harus dilakukan oleh
petugas medis yang ahli.
Immobilisasi Pasien di Backboard
Menstabilkan kepala pasien.
Memasang cervical collar.
Memutar pasien ke backboard.
Memeriksa punggung pasien.
Menempatkan pasien di tengah backboard.
Immobilisasi pasien pada backboard.
Mengecek denyut nadi, fungsi motor dan
sensasi setelah immobilisasi pasien.